Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 25. Nomor 2 : 330-338 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . PERAN JIWA WIRAUSAHA DALAM MEMEDIASI PENGARUH MANAJEMEN AGRIBISNIS DAN MOTIVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA KOPI (Studi Kasus: Kelompok Tani Mugi Lestar. The Role of Entrepreneurial Spirit in Mediating the Influence of Agribusiness Management and Motivation on the Success of Coffee Business (Case Study: Mugi Lestari Farmers Grou. Dhevi Aprilia Marsha1*. Nugrahini Susantinah Wisnujati 2. Markus Patiung3 1*,2,3 Program Studi Magister Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya *Correspondence Author: Dhevi Aprilia Marsha Email: dhevimarsha504@gmail. ABSTRACT This study analyzes the influence of agribusiness management (AM) and entrepreneurial motivation (EM) on business success (BS) among coffee farmers in Kare District. Madiun Regency, with entrepreneurial spirit (ES) as a mediating variable. Primary data were collected from the entire population of 85 members of the Mugi Lestari Farmers Group using a five-point Likert questionnaire. Data analysis was conducted using SEM-PLS to test the direct, indirect, and total effects. The results showed that AM and EM had a positive and significant effect on ES and BS. However. ES was not proven to significantly mediate the relationship between AM and EM with BS. The structural model can explain 64% of the variance in BS. These findings conclude that improving coffee business performance is more dependent on strengthening management and motivation directly, while efforts to develop an entrepreneurial spirit alone are not sufficient to impact business success. The study recommends an integrated empowerment program that combines agribusiness technical training with incentive schemes to improve farmer motivation and entrepreneurial behavior, in order to support the competitiveness and sustainability of coffee businesses. Keywords: Entrepreneurial Spirit. Business Success. Kare Coffee. SEM-PLS. Agribusiness Management. Entrepreneurial Motivation. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh manajemen agribisnis (AM) dan motivasi wirausaha (EM) terhadap keberhasilan usaha (BS) pada petani kopi di Kecamatan Kare. Kabupaten Madiun, dengan jiwa wirausaha (ES) sebagai variabel mediasi. Data primer dikumpulkan dari seluruh populasi 85 anggota Kelompok Tani Mugi Lestari menggunakan kuesioner Likert lima poin. Analisis data dilakukan dengan SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung, tidak langsung, dan total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AM dan EM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ES dan BS. Namun. ES tidak terbukti secara signifikan memediasi hubungan AM dan EM dengan BS. Model struktural dapat menjelaskan 64% varians dalam BS. Temuan ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja usaha kopi lebih bergantung pada penguatan manajemen dan motivasi secara langsung, sementara upaya mengembangkan jiwa wirausaha saja belum cukup berdampak pada keberhasilan bisnis. Penelitian merekomendasikan program pemberdayaan terintegrasi yang menggabungkan pelatihan teknis agribisnis dengan skema insentif untuk meningkatkan motivasi dan perilaku wirausaha petani, guna mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha Kata kunci: Kesuksesan Bisnis. Kopi Kare. SEM-PLS. Manajemen Agribisnis. Motivasi Kewirausahaan. Semangat Kewirausahaan. Devi Aprilia Marsha, dkk Ae Peran Jiwa Wirausaha Dalam Memediasi Pengaruh Manajemen . PENDAHULUAN Salah satu negara produsen kopi terbesar dunia adalah Indonesia, dengan kontribusi penting terhadap ekspor global dan pengembangan ekonomi wilayah. Pada tahun 2022, produksi kopi nasional mencapai hampir 795 ribu ton, menjadikan Indonesia berada di posisi ketiga sebagai pengekspor kopi dunia. Di tengah tingginya permintaan pasar terhadap kopi khas daerah, berbagai wilayah penghasil kopi di Indonesia mulai mengembangkan produk lokal bernilai tambah, termasuk wilayah Kecamatan Kare. Kabupaten Madiun di Jawa Timur (Gemasih, 2024. Khabib. Koleangan et al. , 2. Kecamatan Kare memiliki potensi yang cukup menonjol dalam pengembangan kopi robusta lokal yang dikenal sebagai Kopi Kare. Kopi ini dihasilkan oleh Kelompok Tani Mugi Lestari, sebuah komunitas petani yang telah mengelola produksi dan pengemasan kopi secara mandiri selama lebih dari 18 tahun. Produk mereka telah memperoleh legalitas usaha dan sertifikasi mutu seperti SNI. Halal, dan PIRT. Namun, di balik pencapaian tersebut, keberlanjutan dan skala keberhasilan usaha kopi di wilayah ini masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait manajemen usaha, semangat kewirausahaan, dan motivasi pengembangan usaha tani (Anam, 2023. Dananjaya & Nyoman, 2. Beberapa studi terdahulu menunjukkan bahwa kapasitas manajerial dan motivasi wirausaha merupakan dua aspek yang sangat menentukan performa bisnis petani kecil (Arnis et al. , 2. Namun, dalam praktiknya, petani kopi di Kare masih menghadapi keterbatasan dalam perencanaan bisnis, pemasaran, inovasi produk, serta keberanian mengambil risiko. Hal ini berdampak pada stagnasi pertumbuhan usaha, produktivitas yang belum optimal, serta rendahnya daya saing kopi lokal di pasar yang lebih luas. Menurut data Dinas Pertanian Madiun 2023, meskipun luas lahan kopi di Kare cukup besar . 432 h. , produktivitasnya belum mencapai potensi maksimal, dan pengembangan agribisnis masih bersifat konvensional (Ali. Budiyarti, 2. Dalam konteks tersebut, jiwa wirausaha menjadi faktor penting yang berperan sebagai jembatan antara keterampilan manajerial dan dorongan motivasional terhadap keberhasilan usaha. Namun, peran mediasi jiwa wirausaha masih jarang diteliti secara kuantitatif dalam konteks agribisnis kopi di Indonesia, khususnya pada kelompok tani di tingkat lokal. Ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang perlu dijawab melalui studi empiris (Duli, 2. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh manajemen agribisnis dan motivasi wirausaha terhadap keberhasilan usaha kopi, dengan jiwa wirausaha sebagai variabel Pendataan terkompulir terhadap anggota Kelompok Tani Mugi Lestari dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel (Sholihin & Ratmono, 2. Keunikan dari penelitian ini terletak pada integrasi tiga aspek penting dalam satu kerangka analisis: manajemen, motivasi, dan karakter kewirausahaan petani. Hal ini menjadi pembeda dari studi sebelumnya yang cenderung secara parsial menganalisis variabel-variabel tersebut. Selebihnya, dengan pendekatan struktural, penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang mekanisme hubungan kausal yang terjadi dalam pengembangan usaha kopi Harapan dari penulis hasil penelitian ini dapat menjadi refrensi untuk pihak terkait, seperti pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan lembaga pendamping usaha tani dalam merancang program pemberdayaan petani berbasis peningkatan kapasitas manajerial dan penguatan semangat kewirausahaan. Dengan demikian, petani kopi di daerah seperti Kare dapat berkembang menjadi pelaku agribisnis yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan (Wardani & Hendratni. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kare. Kabupaten Madiun. Provinsi Jawa Timur, yang dikenal sebagai sentra penghasil kopi robusta dengan karakteristik agroekosistem dataran Lokasi dipilih secara purposif karena terdapat kelompok petani kopi yang aktif selama lebih dari 18 tahun sebagai pionir dalam pengembangan produk kopi kemasan lokal AuKopi KareAy JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 330-338 yaitu bernama Kelompok Tani Mugi Lestari. Seluruh anggota aktif Kelompok Tani Mugi Lestari berjumlah 85 orang dan dijadikan populasi dalam penelitian. Jumlah populasi yang relatif kecil membuat sampel dapat diambil seluruhnya, dan metode sensus . otal samplin. dapat digunakan, yang mana seluruh anggota dijadikan responden (Janie, 2. Pendekatan ini bertujuan menghindari kesalahan inferensial yang sering terjadi dalam pengambilan sampel acak pada populasi terbatas (Agustin et al. , 2. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode deskriptif-korelasional, bertujuan untuk menjelaskan pengaruh antar variabel, baik secara langsung maupun tidak langsung (Nugroho, 2. Analisis data dilakukan dalam dua tahap (Duli, 2. Analisis Regresi Linier Berganda (RLB), digunakan untuk menguji pengaruh langsung antara variabel bebas terhadap variabel terikat (Herlina, 2019. Hermawan & Pd, 2. Model regresi linier adalah sebagai berikut: yeA = yeC yuCAycCA yuCCyc yeI yeA = yeC yuCAycya yuyaycya yuycyeA yeI Keterangan : A adalah konstanta CA. CC, 3 adalah nilai beta dari unstandarized coeffisien X1 adalah variabel manajemen agribisnis X2 adalah variabel motivasi wirausaha Z adalahVariabel jiwa wirausaha Y adalah variabel keberhasilan kopi kare e adalah Error . Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS), digunakan untuk menguji hubungan kausal kompleks, termasuk pengaruh tidak langsung melalui variabel intervening jiwa wirausaha (Z). Model struktural dalam SEM-PLS diformulasikan sebagai yeA = yuCAycCA yuCCyc yuCA yeA = yuCAycCA yuCCyc yuCEyeA yuCC Variabel-variabel yang digunakan terdiri dari: Variabel independen . : Manajemen Agribisnis (XCA), dengan indikator: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Motivasi Wirausaha (XCC), dengan indikator: pencapaian, pengakuan, tanggung jawab, dan peluang berkembang. Variabel intervening . :Jiwa Wirausaha (Z), dengan indikator: inovasi, keberanian mengambil risiko, kemandirian, dan orientasi hasil. Variabel dependen . : Keberhasilan Usaha (Y), dengan indikator: peningkatan modal, produksi, jumlah pelanggan, dan perluasan usaha. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS untuk regresi linier, dan SmartPLS untuk SEM-PLS. Hasil analisis bertujuan memberikan gambaran empiris tentang mekanisme hubungan antar faktor-faktor kunci keberhasilan usaha kopi di tingkat kelompok tani (Sholihin & Ratmono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Objek Penelitian Penelitian dilakukan di Desa Kare. Kecamatan Kare. Kabupaten Madiun, tempat ini memiliki karakteristik geografis berbukit dengan ketinggian antara 400 hingga 918 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut cocok untuk budidaya tanaman perkebunan, terutama kopi. Berdasarkan data tahun 2024. Desa Kare menunjukkan produktivitas kopi tertinggi dibanding desa lain di sekitarnya, yakni sebesar 600 kg/ha. Jenis kopi yang dibudidayakan adalah Robusta, menyesuaikan dengan kondisi agroklimat wilayah. Pengolahan kopi di Desa Kare telah berkembang dari sekadar budidaya menjadi agroindustri berbasis kelompok tani. Salah satu kelompok tani aktif adalah Kelompok Tani Mugi Lestari, yang terdiri dari 51 anggota dan mengelola lahan seluas 35 hektar. Sejak tahun 2017. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Devi Aprilia Marsha, dkk Ae Peran Jiwa Wirausaha Dalam Memediasi Pengaruh Manajemen . kelompok ini mulai mengolah kopi menjadi kopi bubuk yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk gelondong atau biji mentah. Proses produksi kopi bubuk dilakukan dalam tiga tahap utama, yaitu: penyangraian . , pembubukan, dan pengemasan. Setiap bulan, sekitar 30 kg kopi mentah diproses menjadi 21 kg kopi bubuk, yang kemudian dikemas dalam kemasan 100 gram per kantong. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Penelitian ini menggunakan pengujian data model regresi linier berganda. Sebelum data diolah, terlebih dahulu diuji validitas, realibilitas, asumsi klasik . ji linieritas, normalitas, multikolinieritas, heterokedasitas, dan autokorelasi. Dari hasil uji-uji tersebut didapatkan hasil: Pada Uji Validitas di 22 Intrumen R hitung > dari R tabel . ,2. dengan nilai sig 0,000. Sehingga hasil uji instrumen berkaitan dengan variabel Keberhasilan Usaha Produk Kopi Kare dinyatakan memenuhi unsur validitas . Pada Uji Realiabilitias keempat variabel yang diteliti nilai cronbach alpha seluruhnya diatas 0,6 sehingga seluruh variabel yang diteliti adalah reliabel dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Atas dasar hasil uji linieritas diperoleh nilai sig. linierity < 0,05 yang menunjukkan hubungan antara variabel eksogen dan endogen adalah linier. Dari hasil pengujian normalitas menggunakan grafik P-P plot didapatkan hasil titik-titik menyebar disekitar garis, mengikuti garis diagonal sehingga dapat dinyatakan normal. Dari hasil pengujian multikolinieritas variabel endogen Z dan Y menghasilkan nilai VIF lebih kecil dari 5 maka terbukti bahwa antar variabel independen tidak terjadi persoalan Titik-titik uji heterokedasitas menggunakan grafik scatterplot menyebar diatas dan dibawah 0 . menunjukkan bahwa sehingga diduga bahwa heterokedastisitas tidak terjadi. Dari uji autikorelasi dengan metode Durbin-Watson nilainya terletak diantara Du dan 4-Du atau terletak antara 1,577 Ae 2,423 sehingga hipotesis nol diterima, yang artinya autokorelasi tidak ada, selanjutnya didapatkan model regresi yang layak diuji, seperti pada Tabel 1: Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Tahap 1 Variabel Endogen : Jiwa Wirausaha (Z) Variabel Koef. (Constan. Manajemen Agrbisnis (X. Motivasi Usaha (X. Keterangan : R Square Adjusted R Square Fhitung Sig f FTabel Beta Sig Sig = 1,663 = 0,627 = 0,393 = 0,378 = 26,545 = 0,000 = 2,71 Sumber: Data Primer diolah . Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Tahap 2 Variabel endogen : Keberhasilan Usaha Produk Kopi Kare (Y) Variabel Koef. (Constan. Manajemen Agribisnis (X. Motivasi Usaha (X. Jiwa Wirausaha (Z) Keterangan: R Square Adjusted R Square Fhitung Sig f FTabel Beta = 1,663 = 0,847 = 0,718 = 0,707 = 68,630 = 0,000 = 2,71 JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 330-338 Dari hasil diatas, maka persamaan regresi linier berganda adalah: yeA = yc. yeynyn ya, ycycyaycya ya, yayiyeycya yeI yeA = ya, yeyay ya, yayayiycya ya, yeyayeycya ya, yayycyeA yeI Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa: Manajemen Agribisnis (X . berpengaruh signifikan terhadap Jiwa Wirausaha Z Motivasi Usaha (X . juga berpengaruh signifikan terhadap Jiwa Wirausaha Z Manajemen Agribisnis (X . berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha (Y). Motivasi Usaha (X. terbukti berpengaruh signifikan terhadap (Y). Jiwa Wirausaha (Z) terbukti signifikan terhadap Y. Hasil Analisis Jalur (Path Analysi. Gambar 1. Diagram Path Analysis Pengaruh Langsung (Direct Effec. X1 berpengaruh langsung posifif signifikan terhadap Y, nilai beta adalah 0,157 dan t-hitung sebesar 2,010 > t-tabel . hasil nilai probabilitas . 0,048. X1 berpengaruh langsung posifif signifikan terhadap Z diperoleh nilai beta adalah 0,431 dan t-hitung sebesar 4,169 > dari t-tabel. , nilai probabilitas . -valu. adalah 0,000. X2 berpengaruh langsung posifif signifikan terhadap Z didapatkan nilai beta 0,275. t-hitung sebesar 2,656 > dari t-tabel . , nilai probabilitas . -valu. adalah 0,009. X2 berpengaruh langsung posifif signifikan terhadap Y dengan nilai beta sebesar 0,604 dengan t-hitung sebesar 8,168 lebih besar dari t-tabel. dan nilai probabilitas . -valu. adalah 0,000. Z berpengaruh langsung posifif signifikan terhadap Y diperoleh nilai beta sebesar 0,218 dengan t-hitung sebesar 2,874 lebih besar dari t-tabel. dan nilai probabilitas . -valu. adalah 0,005. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effec. Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui Z : 0,431 x 0,218 = 0,0939 Pengaruh tidak langsung X 2 terhadap Y melalui Z : 0,275 x 0,218 = 0,05995. Dapat dituliskan: X1 Ie Z Ie Y = 0,0939 X2 Ie Z Ie Y = 0,05995 Artinya, jiwa wirausaha tidak mampu menjadi mediator yang kuat dalam hubungan tersebut. Hasil Analisis SEM-PLS Model Pengukuran (Outer Mode. Semua indikator secara signifikan mengukur konstruk latennya masing-masing . -value = 0. X1 : indikator yang secara signifikan mempengaruh adalah X 1. X1. 2 X1. 3 X1. 4 X1. 5, dan X1. X2 : indikator yang secara signifikan mempengaruhi adalah X 2. X2. 2 X2. 3 X2. 4 X2. Z : indikator yang secara signifikan mempengaruhi adalah Z1. Z2. Z3. Z5 Y: indikator yang secara signifikan mempengaruhi Y3. Y4 JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Devi Aprilia Marsha, dkk Ae Peran Jiwa Wirausaha Dalam Memediasi Pengaruh Manajemen . Gambar 2. Interpretasi Model Model Struktur (Inner Mode. Menjelaskan hubungan antar konstruk laten: X1 Ie Z: Signifikan . = 0. , pengaruh positif kuat. X2 Ie Z: Tidak signifikan . = 0. X1 Ie Y: Signifikan . = 0. , pengaruh positif. Z Ie Y: Sangat signifikan . = 0. , pengaruh positif kuat. X2 Ie Y: Tidak signifikan . = 0. Pengaruh Langsung Tidak Langsung Berdasarkan SEM-PLS Pada penelitian ini. Manajemen Agribisnis (X . berpengaruh signifikan terhadap Jiwa Wirausaha (Z) dan Keberhasilan Usaha (Y). Motivasi (X . tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Z maupun variabel (Y). Jiwa Wirausaha (Z) sangat berpengaruh signifikan terhadap variabel (Y) atau Keberhasilan Usaha. Goodness of Fit (GoF) Nilai GoF = 0. 6505, yang berarti model memiliki kecocokan yang baik . arena > 0. Ini menunjukkan bahwa kombinasi antara outer model dan inner model dalam penelitian ini sangat Pembahasan Manajemen Agribisnis adalah faktor paling konsisten dan kuat dalam memengaruhi baik jiwa wirausaha maupun keberhasilan usaha. Maka, penguatan kapasitas manajerial harus menjadi Motivasi usaha, meskipun secara teoritis penting, namun secara empiris dalam SEM tidak terlalu kuat. Ini mungkin terjadi karena motivasi petani lebih bersifat fluktuatif dan tidak didukung sistem insentif yang berkelanjutan (Kristijuswati et al. , 2024. Martauli & Siahaan. Jiwa Wirausaha sangat berperan dalam mendorong keberhasilan usaha, namun tidak berhasil sebagai mediator. Artinya, meskipun penting, jiwa wirausaha berdiri sebagai variabel independen tersendiri, bukan sebagai penghubung yang signifikan (Maslow, 1998. McClelland & Burnham, 2008. Mutiah et al. , 2. Keberhasilan usaha kopi tergantung dukungan sistemik dari pemerintah daerah. Pada RPJMD Kabupaten Madiun 2025Ae2029 dukungan pengembangan kopi di Kecamatan Kare terangkum dalam 4 pilar utama. Penguatan Ekonomi Lokal dengan fokus pada komoditas unggulan (Saragih & Harmain, 2021. Suhma et al. , 2025. Suryana & Burhanuddin, 2. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 330-338 Pemberdayaan UMKM dan petani melalui pelatihan dan sertifikasi. Peningkatan kewirausahaan dan inovasi petani melalui pelatihan dan teknologi. Penguatan infrastruktur dan akses pasar dengan perbaikan jalan, irigasi, dan digitalisasi (Gruber & MacMillan, 2017. Herawaty et al. Ir Muhammad Rizwan, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil dari analisis yang dilakukan menunjukkan manajemen agribisnis memiliki peran penting dalam membentuk jiwa wirausaha petani kopi di Kecamatan Kare. Kabupaten Madiun. Kemampuan manajerial yang baik, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian usaha, berkorelasi positif terhadap karakteristik kewirausahaan, termasuk keberanian mengambil risiko, kemandirian, dan inovasi dalam usaha tani. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa motivasi usaha memiliki hubungan signifikan terhadap jiwa wirausaha dalam regresi linier, namun pengaruh tersebut tidak signifikan dalam model struktural SEM-PLS, yang mengoreksi potensi kesalahan pengukuran. Ini menunjukkan bahwa meskipun petani memiliki dorongan internal untuk maju, motivasi saja tidak cukup tanpa didukung oleh sistem manajemen yang Dalam konteks keberhasilan usaha, baik manajemen agribisnis maupun motivasi usaha memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap peningkatan kinerja usaha kopi, terutama dalam hal peningkatan produksi, pelanggan, dan ekspansi pasar. Namun, hasil SEM menunjukkan bahwa pengaruh motivasi terhadap keberhasilan belum konsisten, yang mengindikasikan perlunya intervensi lain untuk memperkuat efek tersebut. Lebih lanjut, jiwa wirausaha secara langsung terbukti berkontribusi positif terhadap keberhasilan usaha, menandakan bahwa karakter wirausaha yang kuat mampu mempercepat pengambilan keputusan, inovasi, serta efisiensi dalam pengelolaan agribisnis. Meskipun demikian, uji mediasi tidak menemukan peran signifikan jiwa wirausaha sebagai penghubung antara manajemen atau motivasi terhadap keberhasilan usaha. Ini berarti bahwa karakter wirausaha petani, meskipun penting, belum cukup kuat untuk memediasi pengaruh dua faktor utama tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh belum optimalnya pelatihan atau lingkungan pendukung yang mendorong penguatan karakter wirausaha secara sistemik. Dalam penelitian model pengukuran yang digunakan memiliki tingkat kecocokan yang sangat baik, dengan nilai Goodness of Fit (GoF) sebesar 0,6505, dan menjelaskan 78% variasi keberhasilan usaha. Hasil ini memberikan dasar empiris yang kuat untuk menyusun kebijakan pengembangan agribisnis kopi rakyat berbasis kelembagaan lokal, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas manajerial, penguatan motivasi, dan pembinaan jiwa kewirausahaan dalam satu kerangka terpadu. Saran Kelompok Tani Mugi Lestari telah menunjukkan kinerja sangat baik dalam manajemen agribisnis, terutama pada aspek pengendalian dan pengawasan produksi kopi. Diharapka kelompok akan mendapatkan dukungan eksternal yang kuat dari pemerintah daerah, yang turut menunjang keberhasilan usaha. Pengendalian kualitas produk perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan sebagai kunci peningkatan pendapatan dan stabilitas produksi. Struktur organisasi dan pembagian tugas masih dapat diperkuat untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kemandirian Inovasi pengolahan dan pemasaran perlu terus dikembangkan, dengan memanfaatkan jiwa wirausaha petani yang sudah terbentuk, termasuk: diversifikasi produk olahan kopi, strategi pemasaran digital yang lebih agresif untuk memperluas pasar. Pada peneliti selanjutnya disarankan fokus pada analisis kuantitatif yang lebih dalam terhadap setiap indikator manajemen agribisnis . erencanaan, pengorganisasian, pemasaran, distribus. dan hubungannya dengan aspek keberhasilan usaha . endapatan, stabilitas produksi, pasar, keberlanjuta. Perlu penyelidikan lebih lanjut pada indikator yang lemah, seperti: "Orientasi hasil" dalam jiwa wirausaha, "Kepuasan hasil kerja" dalam motivasi intrinsik. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Devi Aprilia Marsha, dkk Ae Peran Jiwa Wirausaha Dalam Memediasi Pengaruh Manajemen . DAFTAR PUSTAKA