Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN KOSAKATA DENGAN KOMPLEKSITAS KALIMAT PADA ANAK USIA PRESCHOOL DI TKIT AL UMMAH SUKOHARJO Alifah Putri Rahmadhani Jurusan Terapi Wicara, Poltekkes Kemenkes Surakarta alifahputrirahmadhani@gmail.com Sudarman Jurusan Terapi Wicara, Poltekkes Kemenkes Surakarta darman_poltekkes@yahoo.com Rizki Husadani Jurusan Terapi Wicara, Poltekkes Kemenkes Surakarta rizki.husadani@poltekkes-solo.ac.id Abstrak Pemahaman kosakata merupakan penguasaan kosakata secara reseptif. Penguasaan kosakata menjadi landasan dalam perkembangan sintaksis. Sintaksis sebagai aturan mengenai urutan kata dan kalimat. Aturan penyusunan bagian bahasa berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat disebut gramatikal. Dalam komunikasi lisan kemampuan gramatikal ditunjukkan dengan kompleksitas kalimat yang ditandai dengan ujaran yang mengandung banyak struktur atau kalimat majemuk. Kompleksitas kalimat pada anak merupakan penanda kompetensi gramatikal yang berkembang. Perkembangan kompleksitas gramatikal terjadi secara bertahap. Masa prasekolah adalah masa anak ketika bermain dan mulai memasuki Taman Kanak-kanak dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemahaman kosakata dengan kompleksitas kalimat pada anak usia preschool di TKIT Al Ummah Sukoharjo. Metode yang digunakan kuantitatif, jenis korelasional, dan desain cross sectional. Instrumen untuk mengukur kemampuan pemahaman kosakata adalah Formulir Demografi Responden Pengukuran Fungsional Kosakata Anak sub tes pemahaman kosakata yang diisi oleh orang tua responden. Instrumen untuk mengukur kompleksitas kalimat adalah Sampling Utterances and Grammatical Analysis Revised (SUGAR) melalui pengambilan sampel bahasa anak dengan menghitung nilai ujaran yang terdapat klausa subordinatif sebagai nilai kompleksitas kalimat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di TKIT Al Ummah Sukoharjo. Pengambilan ukuran sampel menggunakan rumus slovin berjumlah 41 anak dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji Kendall-Tau didapatkan nilai ρ 0.003 (ρ < 0,05) yang berarti hipotesis alternatif diterima, sehingga menunjukkan adanya korelasi antara pemahaman kosakata dengan kompleksitas kalimat pada anak usia preschool di TKIT Al Ummah Sukoharjo. Nilai r 0.415 yang berarti kekuatan hubungan sedang dengan arah positif. Kata Kunci: Pemahaman Kosakata, Kompleksitas Kalimat, Preschool. Abstract Vocabulary comprehension is the receptive mastery of vocabulary. Vocabulary mastery lays the foundation for syntactic development. Syntax as a rule regarding the order of words and sentences. The rules for organizing language parts in the form of words, phrases, clauses, and sentences are called grammatical. In oral communication, grammatical ability is shown by sentence complexity which is characterized by utterances that contain many structures or compound sentences. Sentence complexity in children is a marker of developing grammatical competence. The development of grammatical complexity occurs gradually. The preschool period is the time when children play and P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 43 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 start entering kindergarten with a high level of growth and development. The purpose of this study was to determine the relationship between vocabulary comprehension and sentence complexity in preschool children at TKIT Al Ummah Sukoharjo. The method used is quantitative, correlation type, and cross sectional design. The instrument to measure vocabulary comprehension ability was the Respondent Demographic Form for Functional Measurement of Children's Vocabulary sub-test of vocabulary comprehension completed by the respondent's parents. The instrument to measure sentence complexity is Sampling Utterances and Grammatical Analysis Revised (SUGAR) through sampling children's language by calculating the value of utterances containing subordinative clauses as the value of sentence complexity. The population in this study were all children in TKIT Al Ummah Sukoharjo. Taking the sample size using the slovin formula amounted to 41 children with purposive sampling technique. Based on the results of statistical tests with the Kendall-Tau test, the ρ value is 0.003 (ρ < 0.05) which means that the alternative hypothesis is accepted, thus showing a correlation between vocabulary comprehension and sentence complexity in preschool children at TKIT Al Ummah Sukoharjo. The r value is 0.415 which means the strength of the relationship is moderate with a positive direction. Keywords: Vocabulary Comprehension, Sentence Complexity, Preschool. PENDAHULUAN Komunikasi Pemahaman merupakan kosakata merupakan proses penguasaan kosakata secara reseptif yang peralihan informasi mengenai ide, pikiran, telah dikuasai dan dipahami dari ungkapan perasaan, keinginan. bahasa orang lain (Markus et al., 2017). Bahasa adalah bentuk komunikasi yang Kemampuan penguasaan kosakata menjadi digunakan dengan berupa kode atau simbol. landasan dalam perkembangan kemampuan Komponen bahasa dalam berkomunikasi sintaksis (Xie & Yeung, 2022). mengacu pada perolehan dan penggunaan Perkembangan kebutuhan, dan kompleksitas morfologi, fonologi, sintaksis, pragmatik, gramatikal terjadi secara bertahap. Anak dan semantik (Levey, 2024). mulai memperggunakan satu kata, dua kata, Semantik adalah komponen bahasa dan tiga kata untuk berkomunikasi. yang berkaitan dengan makna yang diwakili Komunikasi secara signifikan terjadi ketika secara luas oleh kosakata (Shipley & anak berusia 0 bulan-6 tahun. Anak McAfee, mengalami perubahan dari yang tidak 2021). Kosakata merupakan bagian penting dari bahasa yang mencakup mampu kumpulan komunikasi. menggunakan kalimat yang kompleks saat Penguasaan kosakata dalam aspek semantik berusia 6 tahun. Secara bertahap anak meliputi penggunaan kata-kata pada makna menggunakan ujaran (Permadi, 2024). Ketika anak majemuk atau kompleks, dan struktur memiliki perbendaharaan 50 kosakata sintaksis tingkat lanjut lainnya. Pemahaman selanjutnya anak menggabungkan kata kosakata lebih untuk berkomunikasi (Haynes et al., 2012). produksi kosakata. kata untuk P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 berkomunikasi hingga pertanyaan, awal kalimat terjadi Anak sebelum memahami 44 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 kosakata empat kali lebih banyak dari 2017). Ketika anak berusia 4-6 tahun menghasilkan kosakata (Haynes et al., mereka mulai beralih dari bahasa lisan ke 2012). bahasa lisan dan tulis sebagai alat Kosakata anak mengalami komunikasi. Keterampilan bahasa tulis keterlambatan selama perkembangan awal terdiri dari komponen membaca, menulis, adalah gejala gangguan bahasa. Ketika usia dan mengeja (Shipley & McAfee, 2021). 18-24 bulan anak memiliki kosakata kurang Keterampilan bahasa lisan dan tulis bersifat dari 50 kata dan tidak menggabungkan 2-3 timbal balik. Keterampilan bahasa lisan kata berpengaruh mengindikasikan keterlambatan terhadap keterampilan bahasa atau late talker. Anak-anak yang berbahasa tulis dan sebaliknya yang terjadi tidak dapat mengejar ketertinggalan pada kepada anak prasekolah (Pratomo, 2022). usia 3 tahun menunjukkan keterlambatan Permasalahan bahasa pada anak usia bahasa yang kemungkinan akan terus prasekolah disebut sebagai limitasi bahasa. berlanjut ketika usia sekolah. Terbatasnya Ketika anak memasuki taman kanak-kanak penggunaan jenis kalimat juga ditemukan sering ditemui permasalahan bahasa dengan pada anak dengan riwayat late talker. prevalensi yang cukup tinggi. Permasalahan Kondisi ini dapat menjadi tanda awal berbahasa meliputi kesulitan memahami gangguan bahasa di usia lebih lanjut, ketika terutama pada masa prasekolah dan sekolah menggunakan gesture berbeda, mengikuti (Pratomo, 2022). arahan, menjawab pertanyaan, mendapati Masa prasekolah adalah masa anak orang lain menunjuk atau objek yang dimaksud, dan bergiliran dalam ketika bermain dan mulai memasuki berbicara. Taman Kanak-kanak (Indriawan & Wijiyo, menyebutkan nama benda, membentuk 2020). kalimat, Peraturan Menteri Kesehatan Ketidakmampuan berima lagu, bertanya, berkomunikasi Republik Indonesia Nomor 66 tahun 2014 dengan teman sebaya, dan menyesuaikan menetapkan anak yang bersekolah di konteks bicara merupakan permasalahan Taman Kanak-kanak usia 4-6 tahun bahasa ekspresif. Permasalahan bahasa memiliki dan yang dihadapi anak sejak usia prasekolah Anak dapat berlanjut dengan permasalahan yang prasekolah yang berusia 4-5 tahun telah lebih luas pada anak usia sekolah (Pratomo, menguasai hampir semua kelas kata, 2022). tingkat perkembangan pertumbuhan yang tinggi. seperti konjungsi, interjeksi, numeralia, Anak usia mampu semua struktur verba, adverbia, adjektiva, pronomina, menghasilkan preposisi, dan nomina (Markus et al., kalimat. Ketika anak masuk sekolah mereka P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 hampir sekolah 45 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 mempelajari kosakata yang lebih kompleks pemahaman kosakata dengan kompleksitas dan keterampilan literasi. Mereka dituntut kalimat pada anak usia preschool di TKIT dalam pembelajaran membaca, menulis, Al Ummah Sukoharjo. dan berbicara dengan cara yang lebih kompleks. Siswa yang mengalami kesulitan METODE PENELITIAN membaca dan menulis juga memiliki Penelitian ini berjenis korelasional permasalahan dalam memproduksi bahasa yang lisan dan memahami kalimat kompleks Penelitian ini dikatakan kuantitatif karena (Haynes et al., 2012). Kemampuan untuk menggunakan metode dengan analisis memahami statistik dan berbentuk angka (Sugiyono, dan menggunakan bahasa menerapkan sangat penting untuk keberhasilan di 2023). sekolah menghubungkan dengan mendengarkan dan metode Tujuan kuantitatif. penelitian antara ini variabel merespons bahasa lisan guru, serta dengan pemahaman kosakata dengan variabel memahami dan memproduksi bahasa tulis kompleksitas kalimat sehingga disebut (Ziegenfusz et al., 2022). penelitian korelasional. Penelitian yang Pada tahun 2019, Departemen mengukur variabel dalam suatu faktor atau Rehabilitasi Medik RSCM, menemukan lebih disebut sebagai bahwa 10,13% dari 1.125 pasien anak korelasional (Heryana, 2020). penelitian didiagnosis keterlambatan bahasa dan Populasi penelitian adalah anak yang bicara. Pemeriksaan oleh Ikatan Dokter bersekolah di TKIT Al Ummah Sukoharjo Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur sebanyak menemukan pada penelitian ditentukan melalui rumus Slovin perkembangan bahasa dan bicara 34% dari dengan error sampling sebesar 5% dengan 2.634 tahun). hasil pengukuran berjumlah 41 anak dengan Berdasarkan Sensus Demografi Kesehatan usia 4-6 tahun yang bersekolah di TKIT Al Indonesia (SDKI) 2017 menemui 3,05% Ummah Sukoharjo. Purposive sampling anak yang berusia 0 sampai 6 tahun adalah teknik sampling non-probability sejumlah sampling yang dipergunakan. Purposive permasalahan anak prasekolah 26,09 keterlambatan (Badriah, juta (0-6 mengalami perkembangan 2024). Pada usia meneliti terkait Ukuran sampel sampling merupakan penentuan sampel sekolah melalui pengkajian kuhusus (Sugiyono, komunikasi (Pratomo, 2022). Berdasarkan tersebut anak. bahasa ditemukan 13% anak mengalami masalah penjabaran 45 2023). Desain pengambilan data penelitian peneliti tertarik dilakukan hubungan antara pengumpulan data dalam satu tahap atau P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 secara cross sectional, 46 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 periode waktu sama dengan tujuan HASIL DAN PEMBAHASAN menelaah korelasi antar faktor akibat Hasil (Siyoto & Sodik, 2015). Instrumen untuk Analisis Univariat mengukur pemahaman A. Karakteristik Responden Demografi 1. Karakteristik kemampuan kosakata adalah Responden Kosakata Formulir Pengukuran Anak sub Fungsional tes pemahaman kosakata yang diisi oleh orang tua responden (Pratomo et al., 2023). Instrumen untuk mengukur kompleksitas kalimat adalah Sampling Utterances and Grammatical Analysis Revised (SUGAR) melalui pengambilan sampel bahasa anak dengan menghitung nilai setiap ujaran anak yang terdapat klausa subordinatif sebagai Responden Berdasarkan Usia Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia F P (n) (%) 4 15 36,6% 5 24 58,5% 6 2 4,9% Total 41 100% Sumber: Data Primer, 2024 Distribusi frekuensi karakteristik berdasarkan usia di atas diketahui dari nilai kompleksitas kalimat. (Pavelko & 41 responden, responden dengan usia 4 Owens, 2017). tahun terdiri dari 15 anak dengan Analisis univariat diterapkan untuk memberikan gambaran kosakata dan Analisis bivariat menentukan pemahaman kompleksitas kalimat. dipergunakan hubungan untuk pemahaman persentase 36,6%, usia 5 tahun terdiri dari 24 anak dengan persentase 58,5%, dan usia 6 tahun terdiri dari 2 anak dengan persentase 4,9%. 2. Karakteristik responden kosakata dengan kompleksitas kalimat pada berdasarkan jenis kelamin anak usia preschool di TKIT Al Ummah Tabel 2. Karakteristik Responden Sukoharjo statistik digunakan dengan Kendall sebagai menggunakan uji Tau. Kendall Tau uji bivariat pada hipotesis korelatif dengan skala data berupa numerik (rasio) dengan ordinal pada ukuran sampel lebih dari 30 (Setyawan, 2021). Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis F P Kelamin (n) (%) Laki-laki 22 53,7% Perempuan 19 46,3% Total 41 100% Sumber: Data Primer, 2024 Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin di atas dari 41 responden terdapat 22 laki-laki dengan persentase 53,7% dan P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 47 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 19 perempuan dengan persentase persentase 17,1% dan 34 anak mandiri 46,3%. dengan persentase 82,9%. B. Gambaran kemampuan pemahaman 2. Gambaran Distribusi Pemahaman kosakata Kosakata Berdasarkan Usia 1. Gambaran Distribusi Berdasarkan Tabel 4. Gambaran Distribusi Pemahaman Kosakata Pemahaman Kosakata Berdasarkan Tabel 3. Gambaran Distribusi Usia Berdasarkan Pemahaman Kosakata Pemahaman F P Kosakata (n) (%) Tidak mampu 0 0% Mampu dengan 0 0% bantuan maksimal Mampu dengan 0 0% bantuan sedang ke maksimal Mampu dengan Sumber: Data Primer,02024 0% bantuan sedang Mampu dengan 0 0% bantuan minimal ke sedang Mampu dengan 7 17,1% bantuan minimal Mandiri 34 82,9% Total 41 100% Sumber: Data Primer, 2024 Gambaran distribusi berdasarkan pemahaman kosakata di atas diketahui kemampuan pemahaman kosakata tidak terdapat responden yang tidak mampu, mampu dengan bantuan maksimal, mampu dengan bantuan sedang ke maksimal, mampu dengan bantuan sedang, mampu dengan bantuan minimal ke sedang. Responden yang memiliki kemampuan mampu dengan bantuan minimal sejumlah 7 anak dengan P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 Pemahaman Kosakata Mampu dengan Mandiri bantuan minimal F P F P (n) (%) (n) (%) 4 26,7% 11 73,3% 3 12,5% 21 87,5% 0 0% 2 100% Usia 4 5 6 Distribusi pemahaman kosakata berdasarkan usia di atas diketahui responden yang berusia 4 tahun terdiri dari 4 anak dengan persentase 26,7% memiliki kemampuan mampu dengan bantuan minimal dan 11 anak dengan persentase 73,3% kemampuan mandiri. Responden yang berusia 5 tahun yang terdiri dari 3 anak dengan persentase 12,5% memiliki kemampuan mampu dengan bantuan minimal sebanyak dan 21 anak dengan persentase 87,5% memiliki kemampuan mandiri. Responden dengan 6 usia kemampuan tahun memiliki pemahaman kosakata mandiri sebanyak 2 anak dengan persentase 100%. 48 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 3. Gambaran Distribusi Pemahaman Kosakata Berdasarkan Jenis Kelamin Pemahaman Kosakata Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki F P (n) (%) 3 13,6% Perempuan F P (n) (%) 4 21,1% 19 21 15 19 86,4% 100% 78,9% 100% Sumber: Data Primer, 2024 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Menurut Kompleksitas Kalimat Tabel 5. Gambaran Distribusi Mampu dengan bantuan minimal Mandiri Total Tabel 6. Gambaran Distribusi pemahaman kosakata berdasarkan jenis kelamin di atas Kompleksitas F P Kalimat (n) (%) 0 18 43,9% 1 8 19,5% 2 2 4,9% 3 2 4,9% 4 3 7,3% 5 1 2,4% 6 1 2,4% 8 1 2,4% 9 2 4,9% 10 1 2,4% 11 1 2,4% 14 1 2,4% Total 41 100% Sumber: Data Primer, 2024 didapatkan responden laki-laki yang Distribusi frekuensi memiliki pemahaman kosakata mampu karakteristik dengan bantuan minimal 3 anak sebesar kompleksitas kalimat di atas diketahui 13,6% dan mandiri 19 anak sebesar bahwa 86,4%. Responden perempuan yang kalimat dengan skor 0 sejumlah 18 anak mempunyai kosakata sebesar 43,9%, skor 1 sejumlah 8 anak mampu dengan bantuan minimal 4 anak sebesar 19,5%, skor 2 sejumlah 2 anak sebesar 21,1% dan mandiri 19 anak sebesar 4,9%, skor 3 sejumlah 2 anak sebesar 78,9%. sebesar 4,9%, skor 4 sejumlah 3 anak C. Gambaran Kemampuan Kompleksitas sebesar 7,3%, skor 5 sejumlah 1 anak pemahaman responden kemampuan menurut kompleksitas Kalimat sebesar 2,4%, skor 5 sejumlah 1 anak 1. Gambaran Distribusi Frekuensi sebesar 2,4%, skor 6 sejumlah 1 anak Karakteristik Responden Menurut sebesar 2,4%, skor 8 sejumlah 1 anak Kompleksitas Kalimat sebesar 2,4%, skor 9 sejumlah 2 anak sebesar 4,9%, skor 10 sejumlah 1 anak sebesar 2,4%, skor 11 sejumlah 1 anak sebesar 2,4%, dan skor 14 sejumlah 1 anak sebesar 2,4%. P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 49 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 Tabel 7. Gambaran Kompleksitas Tabel 9. Distribusi Kompleksitas Kalimat Kalimat Berdasarkan Jenis Min Max Mean Median Std.dev 0.00 14.00 2.49 1.00 3.65 Kelamin Sumber: Data Primer, 2024 Gambaran kompleksitas kalimat Perempuan Mean Lakilaki 3.77 Std.dev 4.15 2.26 1.00 di atas diketahui dari 41 responden Sumber: Data Primer, 2024 memiliki skor kompleksitas kalimat Distribusi kompleksitas kalimat minimum 0.00, maksimum 14.00, rata- berdasarkan jenis kelamin di atas rata 2.49, nilai tengah 1.00, dan standar didapatkan skor rata-rata responden deviasi 3.65. laki-laki adalah 3.77 dan standar deviasi 2. Gambaran Distribusi Kompleksitas 4.15. Skor rata-rata reponden perempuan adalah 1.00 dan standar Kalimat Berdasarkan Usia Tabel 8. Gambaran Distribusi deviasi 2.26. Kompleksitas Kalimat Analisis Bivariat Berdasarkan Tabel 10. Hasil Analisis Uji Kendall Tau 4 5 6 Hubungan Antara Pemahaman Kosakata Mean 1.53 2.67 7.50 Dengan Kompleksitas Kalimat Std.dev 2.64 3.87 4.95 Sumber: Data Primer, 2024 Distribusi kompleksitas kalimat berdasarkan usia di atas didapatkan skor rata-rata responden usia 4 tahun adalah Kendall Tau Pemahaman Kosakata Kompleksitas Kalimat r ρ 0.415 0.003 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil analisis data di atas 1.53 dan standar deviasi 2.64. Skor rata- menunjukkan signifikansi 0.003 yang rata responden usia 5 tahun adalah 2.67 bermakna hipotesis alternatif diterima dan standar deviasi 3.87. Skor rata-rata karena nilai ρ < 0,05. Hal tersebut responden usia 6 tahun adalah 7.50 dan memperlihatkan standar deviasi 4.95. pemahaman kosakata dengan kompleksitas 3. Gambaran Distribusi Kompleksitas kalimat pada anak usia preschool di TKIT Kalimat Berdasarkan Jenis Kelamin Al Ummah Sukoharjo. Besarnya koefisien korelasi antara korelasi (r) 0.415 yang berarti kekuatan hubungan antara pemahaman kosakata P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 50 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 dengan kompleksitas kalimat pada anak orang tua (Safitri, 2017). Anak yang lebih usia preschool di TKIT Al Ummah tua Sukoharjo termasuk dalam kategori sedang Pengalaman, dengan arah positif. perkembangan bahasa dimulai sejak bayi Pembahasan (Yuliana, 2024). Semakin besar usia Pemahaman Kosakata seseorang Pemahaman kosakata mencakup memahami kosakata penguasaan, maka bahasa semakin banyak dan bervariasi (Sulastri, 2022). Keterampilan Kompleksitas Kalimat kosakata baik. dan kemampuan pada semua kata yang dipahami oleh anak. pemahaman lebih merupakan keterampilan bahasa yang Kalimat merupakan objek kajian penting (Hamugachi, 2010). Kosakata sintaksis terbesar. Sintaksis adalah bidang merupakan dasar berbahasa yang harus linguistik yang mempelajari bagaimana dikuasai dalam penguasaan suatu bahasa kalimat disusun, yang terdiri dari frasa, (Nugroho, 2015). Kualitas dan kuantitas klausa, dan kalimat. Anak menggabungkan keterampilan kosakata mempengaruhi yang dimiliki dua kata atau lebih sebagai permulaan penggunaan dan pemerolehan sintaksis (Maryani, 2018). pembelajaran bahasa (Ningtias et al., Kemampuan 2023). Kemampuan menggunakan sintaksis anak-anak memahami dan berkembang seiring bertambahnya usia dan mengacu pada mendekati kemampuan yang kompleks kata penguasaan kosakata (Serani et al., 2020). seperti Penguasaan kosakata yang dipahami dan (Rahmaningtyas & Pratomo, 2023). Anak dikuasai disebut akan mengenal kalimat secara bertahap penguasaan kosakata reseptif (Markus et sampai anak dapat menggunakan kalimat al., 2017). yang lengkap strukturnya (Rafiqa et al., dari suatu bahasa Perbedaan gender pada pemahaman yang dimiliki orang dewasa 2019). kosakata ditunjukkan oleh hasil penelitian. Anak laki-laki memiliki kompleksitas Anak laki-laki dalam pemahaman kosakata kalimat lebih baik dari anak berdasarkan lebih baik dari anak perempuan. Hal ini hasil penelitian. Hal ini dapat disebabkan bisa terjadi karena terdapat faktor elemen kepercayaan diri laki-laki lebih tinggi dari seperti yang perempuan (Trimayati et al., 2023). perolehan Kepercayaan diri merupakan faktor penting kepribadian mempengaruhi bahasa IQ kemampuan (Erviona Perkembangan dan & Arsyad, 2022). untuk berpartisipasi dalam kemampuan bahasa juga dapat lisan (Akbari & Sahibzada, 2020). Rasa diakibatkan oleh wawasan dan pengasuhan P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 percaya diri adalah kunci untuk 51 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 mengekspresikan diri sebagai keterampilan ketergantungan. Kosakata secara luas dapat berkomunikasi mewakili komponen semantik (Shipley & dalam menguasai gramatikal (Mollah, 2019). Interaksi sosial McAfee, memberi untuk kemampuan semantik untuk menguraikan percakapan, sintaksis. Perkembangan tata bahasa anak memperdalam pemahaman konsep bahasa, berasal dari kemampuan semantik yang memperluas dimiliki kesempatan berpartisipasi anak dalam kosakata, dan mengasah 2021). (Owens, Anak menggunakan 2016). Penguasaan kemampuan menyusun kalimat untuk kosakata yang baik akan berdampak menyampaikan ide (Sofiah & Aliyah, terhadap produksi struktur kalimat (Zahro 2024). Pola pengasuhan, kecerdasan, dan et al., 2020). lingkungan juga berdampak pada Kosakata sebagai landasan perkembangan bahasa (Fitriana et al., mempelajari struktur dasar dan leksikon 2024). sebelum mempelajari struktur kalimat Kompleksitas yang tinggi kompleks dalam perkembangan bahasa dimiliki anak dengan usia yang lebih tua. (Mayberry et al., 2023). Struktur kalimat Ukuran jumlah tahun dalam perolehan yang dari beberapa kata dipengaruhi oleh bahasa memiliki peran penting dalam penguasaan kosakata yang baik (Zahro et keterampilan berkomunikasi secara al., 2020). Kosakata memberikan dasar kompleks. Dalam pengembangan dalam pengembangan tata bahasa yang keterampilan komunikasi dibutuhkan waktu terdiri dari aspek sintaksis. Semakin bertahun-tahun untuk membangun hal bervariasi kosakata yang dimiliki anak tersebut (Adani & Cepanec, 2019). maka semakin kompleks struktur kalimat Hubungan yang dihasilkan anak (Rahmaningtyas & Antara lebih Pemahaman Kosakata Dengan Kompleksitas Kalimat Pratomo, 2023). Analisis bivariat yang digunakan uji Kalimat merupakan bentuk bahasa Kendall-Tau didapatkan nilai signifikansi berupa satu klausa atau lebih yang 0.003 sehingga hipotesis alternatif diterima memiliki arti utuh dan lengkap (Elvina et dengan koefisien korelasi 0.415. Hal ini al., 2020). Sintaksis anak berkembang menunjukkan dengan memulai dari penggunaan satu kata adanya korelasi antara pemahaman kosakata dengan kompleksitas hingga kalimat pada anak usia preschool di TKIT kompleks. Al Ummah Sukoharjo dengan kekuatan kalimat pada anak merupakan indikator hubungan sedang. bahasa perkembangan sintaksis (Pancarani et al., memiliki hubungan saling 2018). Komponen yang P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 mampu membuat Peningkatan Kemampuan kalimat kompleksitas anak untuk 52 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 menghasilkan ujaran dengan struktur yang Al Ummah Sukoharjo. Hasil uji hipotesis kompleks menunjukkan kompetensi dengan gramatikal yang telah berkembang signifikansi 0.003 yang bermakna hipotesis (Nur’aeni, 2021). Anak prasekolah alternatif diterima karena nilai ρ < 0,05. Hal mempelajari dan menggunakan aturan tersebut memperlihatkan korelasi antara sintaksis mengembangkan pemahaman kosakata dengan kompleksitas kemampuan untuk mengurutkan kata-kata kalimat pada anak usia preschool di TKIT dari oenguasaan aturan-aturan kompleks Al Ummah Sukoharjo. Besarnya koefisien (Sari, 2021). korelasi (r) 0.415 yang berarti kekuatan dengan uji Kendall-Tau didapatkan Aturan penyusunan bagian bahasa hubungan antara pemahaman kosakata dari kata, frasa, klausa, sampai kalimat dengan kompleksitas kalimat pada anak disebut sebagai gramatikal. Kompleksitas usia preschool di TKIT Al Ummah gramatikal Sukoharjo termasuk dalam kategori sedang menunjukkan kemampuan gramatikal dalam komunikasi lisan yang dengan arah positif. ditandai oleh ujaran yang mengandung Saran konstruksi lebih dari satu dan dikaitkan a. Bagi Institusi Pendidikan dengan klausa majemuk. Klausa sederhana Penelitian ini dapat dipergunakan berupa subjek, predikat, dan objek atau sebagai sumber pengetahuan mengenai pelengkap diperluas untuk membentuk hubungan antara pemahaman kosakata kalimat Kompleksitas dengan kompleksitas kalimat pada anak gramatikal menjadi salah satu unsur bagi usia preschool. Instansi pendidikan anak untuk mengungkapkan pendapat dapat bekerja sama dengan terapis kepada orang lain. Kompleksitas gramatikal wicara untuk melakukan skrining yang berupa klausa majemuk menunjukkan bertujuan bahwa anak sudah mampu menghasilkan bahasa ujaran dengan struktur yang kompleks permasalahan bahasa, dan menangani (Nur’aeni, 2021). permasalahan kompleks. mengetahui anak, kemampuan mendeteksi apabila adanya ditemukan permasalahan. PENUTUP b. Bagi Profesi Terapi Wicara Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian menunjukkan adanya penelitian dan korelasi pemahaman kosakata dengan pembahasan didapatkan hubungan antara kompleksitas kalimat pemahaman kosakata dengan kompleksitas preschool sehingga anak usia diharapkan kalimat pada anak usia preschool di TKIT P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 53 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 digunakan sebagai perkembangan keilmuan. c. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat sebagai sumber tentang hubungan antara pemahaman https://doi.org/10.3325/cmj.2019.60.141 Akbari, O., & Sahibzada, J. (2020). Students’ Self-Confidence and Its Impacts on Their Learning Process. American International Journal of Social Science Research, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.46281/aijssr.v5i1.462 kosakata dengan kompleksitas kalimat pada anak usia preschool. Variabel atau faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai pemahaman kosakata dengan kompleksitas kalimat pada anak usia preschool diharapkan dapat diperhatikan oleh peneliti selanjutnya. Ukuran dan lokasi sampel yang lebih luas diharapkan dapat dilakukan oleh peneliti selanjutnya. d. Bagi Orang Tua Berdasarkan hasil penelitian diharapkan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kemampuan bahasa anak dengan memperhatikan dan berperan aktif dalam membimbing dan memantau perkembangan bahasa anak. e. Bagi Masyarakat Penelitian ini diharapkan memberi wawasan korelasi pemahaman kosakata dengan kompleksitas kalimat pada anak usia preschool. DAFTAR PUSTAKA Adani, S., & Cepanec, M. (2019). Sex differences in early communication development: Behavioral and neurobiological indicators of more vulnerable communication system development in boys. Croatian Medical Journal, 60(2), 141–149. P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 Badriah, E. (2024). Hubungan Antara Interaksi Orang Tua Dan Anak Dengan Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Pra-sekolah (4-6 Tahun) Di TK Annachrowi Desa Muara Kabupaten Lebak. Dahara Pulisher, 03(06), 1256– 1261. https://doi.org/10.54402/isjnms.v3i06.42 3 Elvina, A., Sastra, G., & Lindawati, &. (2020). Pemerolehan Kalimat Bahasa Indonesia Anak Usia 4.0-5.0 Tahun. Lingua, 17(2), 180–202. https://doi.org/10.30957/lingua.v17i2.65 9.banyak Erviona, L., & Arsyad, S. (2022). Gender Differences and Their Impacts on Students’ Performance in Speaking Ability. Journal of English for Specific Purposes in Indonesia, 1(1), 43–49. https://doi.org/10.33369/espindonesia.v1 i1.23646 Fitriana, T. R., Yusuf, M., & Subagya. (2024). Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Di Indonesia: Systemic Literature Review. Maret, 10(1), 63–74. www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php /awlady Hamugachi, P. M. (2010). Childhood Speech, Language, and Listening Problems (3rd ed.). Wiley. Haynes, W. O., Moran, M. J., & Pindzola, R. H. (2012). Communication Disorder In Educational And Medical Settings. Jones & Bartlett Learning. Heryana, A. (2020). Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan Masyarakat. Universitas Esa Unggul Press. 54 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 Levey, S. (2024). Introduction To Language Development (3rd ed.). Plural Publishing. Markus, N., Kusmiyati, K., & Sucipto, S. (2017). Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Ilmiah : Fonema, 4(2), 102–115. https://doi.org/10.25139/fonema.v4i2.76 2 Maryani, K. (2018). Pemerolehan Sintaksis pada Anak Usia 3, 4, dan 5 Tahun. Jurnal Pendidikan Karakter “JAWARA” (JPKJ), 4(1), 41–47. Mayberry, R. I., Hatrak, M., Ilbasaran, D., Cheng, Q., Huang, Y., & Hall, M. L. (2023). Impoverished Language In Early Childhood Affects The Development Of Complex Sentence Structure. Developmental Science, 27(1), 1–12. https://doi.org/10.1111/desc.13416 Mollah, M. K. (2019). Kepercayaan Diri dalam Peningkatan Keterampilan Komunikasi. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 9(1), 1–20. https://doi.org/10.54180/elbanat.2019.9. 1.1-20 Ningtias, K. W., Rohayati, N., & Agustini, R. (2023). Pemakaian Kosakata Dasar Bahasa Indonesia Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Paud Sekar Mawar Kota Banjar). Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 75. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v7i1. 8564 Nugroho, C. D. (2015). the Effect of Vocabulary Mastery and Sentence Structure Towards Reading Comprehension. Pengaruh Penguasaan Kosa Kata Dan Struktur Kalimat Terhadap Pemahaman Membaca, 7, 191–200. Nur’aeni, I. (2021). Kompleksitas Gramatikal Pada Ujaran Anak. Jurnal Pendidikan Dan Sastra Bahasa Indonesia, 1(1), 18– 30. Owens, R. E. (2016). Language development P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 An Introduction. Pearson. Pancarani, B., Ghazali, A., & Nurchasanah. (2018). Kompleksitas Kalimat Bahasa Indonesia. 1216–1227. Pavelko, S. L., & Owens, R. E. (2017). Sampling utterances and grammatical analysis revised (SUGAR): New normative values for language sample analysis measures. Language, Speech, and Hearing Services in Schools, 48(3), 197–215. https://doi.org/10.1044/2017_LSHSS17-0022 Permadi, R. (2024). Pengaruh Penguasaan Kosakata Terhadap Kemampuan Berbicara. Hasbuna : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 449–460. Pratomo, H. T. A. (2022). Strategi Intervensi Gangguan Bahasa Perkembangan. Polkesta Press. Pratomo, H. T. A., Siswanto, A., & Purnaningrum, W. D. (2023). Functional Vocabulary Measurement. Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(1), 51–60. https://doi.org/10.37341/interest.v12i1.5 65 Rafiqa, S., Rafli, Z., & Lustyantie, N. (2019). Mean Length Evaluation Of Utterence (Mlu) And Syntaxtic Complexity Of Children With And Without Language Disorders. Jurnal Kata: Penelitian Tentang Ilmu Bahasa Dan Sastra, 3(2), 329–339. https://doi.org/10.22216/jk.v3i2.4306 Rahmaningtyas, A. S., & Pratomo, H. A. T. (2023). The Effect Of Mean Length Utterance On The Complexity Of Syntactic Structure In 4-6 Year Old Children. INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(2), 75–83. http://jurnalinterest.com/index.php/inthtt ps://doi.org/10.37341/interest.v12i1.615 Safitri, Y. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Bahasa Balita di UPTD Kesehatan Baserah Tahun 2016. Jurnal Obsesi : 55 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Januari 2024 Accepted: Januari 2024 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.1961 Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 148. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i2.35 Sari, A. (2021). Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 5-6 Tahun Ditinjau dari Aspek Sintaksis dan Pragmatik. Jurnal Kualita Pendidikan, 2(2), 102–106. https://doi.org/10.51651/jkp.v2i2.44 Serani, G., Linawati, L., & Heni, L. (2020). Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 43 Tapang Aceh Tahun Ajaran 2019/2020. Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 5(1), 71–80. https://doi.org/10.31932/jpbs.v5i1.741 Setyawan, D. A. (2021). Buku Ajar Statistika Kesehatan Analisis Bivariat Pada Hipotesis Penelitian (1st ed.). Tahta Media Group. Shipley, K. G., & McAfee, J. G. (2021). Assessment in Speech-Language Pathology: A Resource Manual (6th ed.). Plural Publishing. Siyoto, S., & Sodik, A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian (1st ed.). Literasi Media Publishing. Sofiah, S., & Aliyah, N. (2024). Peran Interaksi Sosial Terhadap Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini. 3(3), 39–45. Cerme. PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Psikologi), 18(1), 42. https://doi.org/10.30587/psikosains.v18i 1.5315 Xie, Q., & Yeung, S. S. (2022). Do Vocabulary, Syntactic Awareness, and Reading Comprehension in Second Language Facilitate the Development of Each Other in Young Children? Learning and Instruction, 82(1), 1–6. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.202 2.101682 Yuliana. (2024). Hubungan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Bahasa pada Anak Usia 18-24 Bulan. Jurnal Ilmiah Wijaya, 16, 33–39. Zahro, U. A., Noermanzah, & Syafryadin. (2020). Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Anak dari Segi Umur, Jenis Kelamin, Jenis Kosakata, Sosial Ekonomi Orang Tua, dan Pekerjaan Orang Tua. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 187–198. Ziegenfusz, S., Paynter, J., Flückiger, B., & Westerveld, M. F. (2022). A Systematic Review Of The Academic Achievement Of Primary and Secondary School-aged Students With Developmental Language Disorder. Autism and Developmental Language Impairments, 7, 1–33. https://doi.org/10.1177/23969415221099 397 Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (5th ed.). Alfabeta. Sulastri, N. M. (2022). Perkembangan Bahasa Sebagai Sistem Kognitif Anak Usia Dini. Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 8(2), 120. https://doi.org/10.33394/jtni.v8i2.6912 Trimayati, R. H., Sholichah, I. F., & Alfinuha, S. (2023). Perbandingan Tingkat Kepercayaan Diri Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Siswa SMA Negeri 1 P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 56