Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 612-622 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA SMP NEGERI 15 KOTA BEKASI Rizdmah Fitriani1. Diannita Regita Sari2 & Agustina Ekasari3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Islam Au45Ay Bekasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Islam Au45Ay Bekasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Islam Au45Ay Bekasi Email: agustina. ekasari@gmail. ABSTRACT The teaching campus program is one of the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) programs that involve students to shape learning during the pandemic, especially for elementary school (SD) and junior high school (SMP) children as part of strengthening literacy and numeracy learning so that students become teacher partners in doing creativity and innovation in learning. This activity starts on August 2, 2021 until December 17, 2022, located at SMP Negeri 15 Bekasi City in Kranggan Permai. Jatisampurna District. Bekasi City. West Java where this school has 30 classrooms. The results obtained from the campus teaching program are helping schools in terms of teaching, adapting technology, and administration while students get a lot of experience that could not be obtained before on campus, namely about teaching methods, public speaking, and others. The establishment of a reading corner that has been carried out has succeeded in influencing the learning spirit of grade 7, 8, and 9 students because this program is effective in terms of the teaching process. It can be seen that students gain new knowledge that is not obtained in class and students find it easier to find references or sources to complete the tasks they get. Meanwhile, in terms of technological adaptation, judging from the reach of the internet, learning media using WhatsApp is the most effective way. Meanwhile, in terms of administration, students assist operator staff in managing student data in the dapodik and the main book. In addition, students also help in recording student scores. Keywords: Teaching campus, passion for learning, middle school students. ABSTRAK Program kampus mengajar merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang melibatkan mahasiswa untuk membentuk pembelajaran di masa pandemik terutama untuk anak tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi sehingga mahasiswa menjadi partner guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam Kegiatan ini dimulai pada 02 Agustus 2021 hingga 17 Desember 2022, berlokasi di SMP Negeri 15 Kota Bekasi di Kranggan Permai. Kecamatan Jatisampurna. Kota Bekasi. Jawa Barat di mana sekolah ini memiliki 30 ruang kelas. Hasil yang didapatkan dari program kampus mengajar adalah membantu sekolah dalam hal mengajar, adaptasi teknologi, dan administrasi sedangkan mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman yang tidak bisa didapatkan sebelumnya di kampus yaitu tentang metode mengajar, public speaking, dan lain-lain. Pembentukan pojok baca yang telah dilakukan berhasil mempengaruhi semangat belajar siswa kelas 7, 8, dan 9 karena program ini efektif dalam hal proses mengajar. Hal ini dapat dilihat bahwa siswa mendapatkan pengetahuan baru yang tidak didapatkan dikelas dan para siswa lebih mudah dalam mencari referensi atau sumber untuk menyelesaikan tugas yang didapatkan. Sementara dalam hal adaptasi teknologi, dilihat dari jangkauan internet media pembelajaran dengan menggunakan WhatsApp merupakan cara yang paling efektif. Sedangkan dalam hal administrasi, mahasiswa membantu staff operator dalam mengelola data siswa pada dapodik dan buku induk. Selain itu, mahasiswa juga membantu dalam perekapan nilai siswa. Kata kunci: Kampus mengajar, semangat belajar, siswa SMP. PENDAHULUAN Pandemik COVID-19 yang masih melanda berbagai negara hingga saat ini, termasuk Indonesia, telah mengubah cara beraktivitas sehari-hari, salah satunya pada sektor Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan penyelenggaraan pembelajaran yang harus dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilaksanakan di rumah. Pembelajaran daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga saat https://doi. org/10. 24912/jssh. Implementasi Program Kampus Mengajar Untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi Fitriani et al. ini masih belum sepenuhnya efektif dengan berbagai kendala yang dihadapi oleh para tenaga pengajar atau pendidik. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jau. , didapatkan informasi bahwa pelaksanaannya banyak mengalami kendala sehingga kurang efektif. Pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jau. yang membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai di rumah menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang secara ekonomi terbatas, di samping dampak negatif yang muncul terkait dengan perkembangan sosial dan psikologis siswa, guru maupun orang tua. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut melalui SKB 4 Menteri, pemerintah mengumumkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dimulai pada bulan Juli tahun 2021 (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Program Kampus Mengajar Angkatan 2 tahun 2021 merupakan program lanjutan dari Program Kampus Mengajar Angkatan 1 yang telah dilaksanakan pada awal tahun 2021 sebagai bukti dedikasi kampus melalui mahasiswa untuk bergerak menyukseskan pendidikan nasional dalam kondisi pandemik. Mahasiswa Kampus Mengajar akan membantu mereka mengubah tantangan menjadi harapan. Pada Program Kampus Mengajar Angkatan 2 tahun 2021 ini sebanyak 22. 000 mahasiswa yang terlibat dan mengabdikan diri dalam membantu proses pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan disebar ke 3. 593 Sekolah Dasar (SD) dan 491 Sekolah Menegah Pertama (SMP) kabupaten dan kota di Indonesia untuk membantu ketertinggalan bagi anak-anak sekolah. Sekolah yang menjadi sasaran Kampus Mengajar Angkatan 2 adalah Sekolah Dasar (SD) yang memiliki akreditasi paling tinggi C dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memiliki akreditasi paling rendah B. Program ini dilakukan secara daring dan luring sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Adapun salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi tempat dijalankannya Program Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021 ini adalah SMP Negeri 15 Kota Bekasi yang berlokasi di Kranggan Permai. Kecamatan Jatisampurna. Kota Bekasi. Jawa Barat. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh sekolah, di antaranya masih kurangnya tenaga pengajar atau guru, fasilitas yang kurang memadai seperti kurangnya tempat sampah, dan rendahnya minat serta semangat belajar siswa akibat terlalu lamanya belajar di rumah. Sedangkan, untuk permasalahan yang dialami oleh para siswa di antaranya tidak ada kuota internet untuk mengakses tugas pada google classroom, sehingga mengalami kendala pembelajaran di saat situasi pandemik COVID-19 Lalu, para guru yang masih pada tahap adaptasi teknologi juga mengalami kesulitan terkait penggunaan google classroom, google meet, dan zoom yang merupakan media Jika permasalahan tersebut dibiarkan maka ke depannya sekolah ini akan tertinggal dalam penguasaan teknologi yang sudah semakin canggih baik bagi guru maupun Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Program kampus mengajar menuntut para mahasiswa di sekolah ini untuk menyusun beberapa program dalam membantu sekolah mengatasi permasalahan yang ada tersebut dengan mengacu pada fokus program kampus mengajar dalam hal peningkatan kemampuan literasi dan numerasi. Salah satu program yang terkait dengan hal tersebut adalah program untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Dalam hal mengajar, selain pembelajaran menggunakan metode ceramah dan kuis, juga menggunakan power point sebagai media https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 612-622 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. pembelajaran presentasi materi bahan ajar yang akan disampaikan, dengan menggunakan template yang menarik sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Selain itu, mengadakan sharing sesion setiap minggunya secara berkala dan bergantian berdasarkan pembagian siswa kelas 7 sampai kelas 9 untuk memantau perkembangan belajar siswa Dalam hal adaptasi teknologi mahasiswa membantu para guru dalam menggunakan fitur yang sudah tersedia dalam google classroom dan google meet. Selain itu, mahasiswa juga membantu dalam proses pembuatan quiziz dan kahoot untuk beberapa guru yang ingin melakukan kuis dengan suasana seru. Sementara itu dalam hal administrasi, mahasiswa membantu menyediakan perangkat pembelajaran sebagai kelengkapan administrasi pembelajaran berupa RPP, bahan ajar, dan materi ajar. Mahasiswa juga membantu memasukkan nilai harian, nilai Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) siswa kelas 7 sampai kelas 9, untuk mengatasi keterbatasan jumlah tenaga METODE PENELITIAN Kampus Mengajar adalah bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan secara langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. Program Kampus Mengajar ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdampak pandemik dengan memberdayakan para mahasiswa yang berdomisili di sekitar wilayah sekolah untuk membantu para guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tengah pandemik COVID-19. Manfaat dari program ini adalah bimbingan belajar bagi para siswa SD maupun SMP, dan sekaligus pemberdayaan mahasiswa untuk membantu kegiatan sekolah. Kampus Mengajar merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa untuk pendidikan siswa SD dan SMP baik di desa maupun kota, yang saat ini mengalami kondisi yang sangat tidak nyaman. Para siswa dituntut harus tetap belajar, sementara tidak bisa melakukan tatap muka dengan guru, tidak bisa bertemu dengan teman-temannya, dan ini adalah tantangan bagi dunia pendidikan ke depannya (Aji, 2. Semangat belajar memiliki arti penting dalam kegiatan belajar, sebab adanya semangat dapat mendorong siswa meningkatkan prestasi belajar dan sebaliknya kurang adanya semangat akan melemahkan prestasi belajar. Semangat merupakan syarat mutlak dalam belajar. siswa yang belajar tanpa semangat . tau kurang motivas. tidak akan berhasil dengan Semangat dalam pengertian yang berkembang di masyarakat sering kali disamakan dengan Oleh karena itu, supaya dapat memahami dan mempunyai gambaran yang luas berikut ini diberikan beberapa pengertian motivasi. Menurut McDonald dalam Oemar hamalik, "Motivation is a energy change with in the person characterized by affecitive arousal and anticipatory goal reactions. " Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya efektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Sedangkan. Tabrani Rusyan berpendapat, bahwa motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan atau energi seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri atau motivasi intrinsik maupun dari luar individu atau motivasi ekstrinsik. https://doi. org/10. 24912/jssh. Implementasi Program Kampus Mengajar Untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi Fitriani et al. Menurut Uno . semangat belajar adalah usaha memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang nantinya akan mengubah tingkah laku seseorang. Di mana segala aktivitas yang dilakukan manusia merupakan alat untuk mengukur hasil belajarnya. Menurut Uno . aspek semangat belajar terdiri dari: . hasrat dan minat untuk melakukan kegiatan. dorongan dan kebutuhan untuk melakukan kegiatan. harapan dan cita-cita. penghargaan dan penghormatan atas diri. lingkungan yang baik. kegiatan yang Terdapat dua faktor yang mempengaruhi semangat belajar yaitu faktor internal dan Faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam adalah faktor yang berasal dari seluruh pribadi siswa itu sendiri, baik fisik maupun mentalnya. Hal ini menurut Slameto, menjelaskan bahwa: faktor internal dapat diklasifikasikan menjadi 2 . , yaitu: . faktor fisiologis, faktor fisiologis ini mengenai keadaan fisik jasmani seseorang dengan fungsi-fungsi fisiologis Misalnya: keadaan tubuh yang sehat akan lebih mendorong siswa untuk belajar daripada siswa yang dalam keadaan tubuhnya sakit. Penyakit yang sering diderita oleh siswa, seperti flu, batuk, sakit gigi, pusing, dan sebagainya akan dapat mengganggu siswa dalam Kesegaran jasmani juga akan mendorong siswa untuk giat belajar daripada siswa yang dalam keadaan lelah atau mengantuk. Fungsi panca indera juga dapat mempengaruhi dalam kegiatan siswa, terutama dalam sistem pendidikan formal, maka fungsi indera penglihatan dan indera pendengaran sangat mempengaruhi kegiatan belajar siswa. faktor psikologis, faktor psikologis adalah faktor kejiwaan yang dapat mempengaruhi belajar siswa, antara lain : Sifat ingin tahu yang dapat mendorong siswa untuk belajar, sehingga siswa mempunyai pengetahuan yang luas, adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang lain, misalnya simpati dari guru, dari orang tua, dari saudaranya atau kawan-kawannya. Rasa simpati ini bisa berupa pujian, perhatian, penghormatan atau penghargaan, adanya keinginan untuk mendapatkan hadiah atau nilai angka dari hasil belajarnya. Adanya keinginan untuk mencapai cita-citanya. Hal ini dalam buku Psikologi Pendidikan dijelaskan bahwa: Aucita-cita itu merupakan pusat dari berbagai macam kebutuhan, artinya segala kebutuhan dipusatkan pada cita-citanya. Cita- cita juga mampu menggerakkan energi psikis siswa untuk aktif belajar. Faktor eksternal atau faktor yang berasal luar adalah faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar yang berasal dari luar dirinya sendiri. Faktor eksternal ini pun dapat dibedakan menjadi 2 . yaitu: . Faktor Sosial. Faktor sosial ini merupakan faktor yang berasal dari sesama manusia, misalnya guru, orang tua, keluarga, ataupun masyarakat sekitarnya. Semua itu mungkin bisa mendorong ataupun menghambat siswa untuk belajar. Faktor Non Sosial. Faktor non sosial merupakan faktor yang berasal dari benda-benda yang berada di sekitar diri siswa, misalnya peralatan belajar, alat peraga, ruang belajar, keadaan iklim, suhu udara dan sekitarnya. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah sangat terkendala permasalahan logistik, dan ada risiko hilangnya proses pembelajaran yang efektif (Malyana. Dengan kehadiran mahasiswa di sekolah, diharapkan dapat membantu pembelajaran di luar kelas yang sederhana dan menggunakan contoh sehari-hari. Siswa SMP juga mendapat kesempatan berinteraksi dan terinspirasi oleh mahasiswa pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran daring adalah salah satu model pembelajaran yang dilakukan pada masa pandemik, sesuai dengan prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemik COVID-19 yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan para peserta didik, para pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat pada umumnya, dalam rangka pemenuhan layanan https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 612-622 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. pendidikan selama masa pandemik (Sadikin, 2. Sementara bagi mahasiswa. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyebabkan minimnya kesempatan mengasah kemampuan interpersonal dan kepemimpinan. Dengan mengikuti kegiatan Kampus Mengajar, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan karakter, serta mendapat pengalaman mengajar . Program Kampus Mengajar ini berkaitan dengan tujuan dari dilaksanakannya Kampus Merdeka yakni agar ada hubungan antara dunia perguruan tinggi dengan dunia nyata atau dunia kerja. Program Kampus Mengajar ini mengharapkan para mahasiswa akan menjadi agen yang bisa menginspirasi lingkungan masyarakat dan tentunya membantu sekolah untuk bisa bertahan melaksanakan pembelajarannya dengan menggunakan teknologi-teknologi yang dikuasai oleh para mahasiswa. Penerapan pembelajaran daring ini tentu menuntut kesiapan berbagai pihak, baik dari pihak sekolah, pemangku jabatan, dan pihak peserta didik itu sendiri (Andraini, 2. Pembelajaran daring dapat dilaksanakan dengan menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LSM). Misalnya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp, google classroom, google meet, dan lain-lain (Arina et al. , 2. Sasaran dalam rancangan program kampus mengajar yaitu di SMP Negeri 15 Kota Bekasi. Subyek adalah seluruh siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi. Jawa Barat yang berjumlah 1109 Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Berdasarkan analisis situasi lapangan, prosedur kegiatan selama satu minggu maka didapati rancangan program dalam menjalankan kampus mengajar sebagai berikut. https://doi. org/10. 24912/jssh. Implementasi Program Kampus Mengajar Untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi Fitriani et al. Tabel 1. Rancangan Program Kegiatan No. Kegiatan Mekanisme Peningkatan Numerasi Memberikan workshop sederhana untuk siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan maksimal dalam meningkatkan kemampuan numerasi Microsoft Excel memberikan pesan bahwa sering berlatih numerasi dapat lebih memahami konsepnya. Peningkatan Literasi Membuat pojok baca di dalam kelas untuk menumbuhkan minat baca siswa serta menyediakan media literasi seperti pohon literasi, amplop gantung cita-cita, dan diary literasi sesuai dengan kreativitas siswa. Melakukan Sharing Sesion Melakukan sharing session melalui Seluruh Siswa google meet untuk meningkatkan SMP Negeri 15 motivasi belajar siswa dan disiplin Kota Bekasi. belajar siswa sehingga dapat mewujudkan hasil belajar yang Memberikan Kepada Guru Aplikasi Google Classroom Memberikan pendampingan kepada guru dengan memaksimalkan semua fitur yang tersedia dalam google classroom seperti pembuatan daftar hadir, mengalokasikan informasi berdasarkan topik, melampirkan informasi berupa file, link, video youtube, dan PPT, memberikan mensosialisasikan secara bersama menggunakan proyektor. Mendampingi Mendampingi untuk menggunakan keseluruhan fitur dari google meet seperti menjadwalkan meet rapat, berbagi layar, merekam rapat, dengan optimal partisipan menjadi lebih banyak, dengan cara mensosialisasikan bersama menggunakan https://doi. org/10. 24912/jssh. Target dan Sasaran Seluruh Siswa Kelas 8 SMP Negeri 15 Kota Bekasi. Waktu Pelaksanaan 10 Desember Seluruh Siswa 07 Ae Kelas 8 SMP Desember Negeri 15 Kota 2021 Bekasi. 03 Desember Seluruh Guru 14 Desember SMP Negeri 15 2021 Kota Bekasi Seluruh Guru 15 Desember SMP Negeri 15 2021 Kota Bekasi Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 612-622 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Berdasarkan rancangan program pada tabel 1, didapatkan hasil bahwa peningkatan numerasi yang diberikan melalui workshop sederhana kepada seluruh siswa kelas 8 SMP Negeri 15 Kota Bekasi, siswa berhasil meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hal ini didapatkan dari hasil observasi saat pembelajaran TIK di mana siswa mampu mengaplikasikan ilmu tentang penggunaan Microsoft Excel yang telah mereka dapat dari workshop. Selanjutnya, para mahasiswa melakukan sharing session dengan seluruh siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi melalui google meet dengan memberikan motivasi-motivasi dalam belajar sehingga siswa dapat menumbuhkan semangat belajarnya dan mewujudkan hasil belajar yang Hal ini didapatkan dari hasil observasi sebelum diberi motivasi belajar para siswa malas untuk mengumpulkan tugas-tugasnya namun setelah diberikan motivasi para siswa mulai mengalami perubahan sedikit demi sedikit dalam belajar dan melengkapi tugas yang diberikan oleh setiap guru mata pelajaran. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pendampingan kepada seluruh guru SMP Negeri 15 Kota Bekasi dalam menggunakan aplikasi google classroom dan google meet dengan Dalam memberikan pendampingan kepada seluruh guru SMP Negeri 15 Kota Bekasi, mahasiswa melakukan sosialisasi dengan semua fitur yang tersedia di google classroom dan google meet. Hal ini terlihat dari hasil observasi terhadap para guru yang sudah mampu membuat daftar hadir, mengalokasikan informasi berdasarkan topik, melampirkan informasi berupa file, link, video youtube, dan PPT, memberikan tenggat tugas, menjadwalkan informasi, menjadwalkan rapat, berbagi layar, merekam rapat, dan membuat tampilan jumlah partisipan mejadi lebih banyak pada google meet saat pembelajaran melalui Dalam peningkatan literasi, didapatkan hasil bahwa seluruh siswa kelas 8 SMP Negeri 15 Kota Bekasi mampu menunjukkan minat baca terhadap program yang telah dibuat oleh para mahasiswa/i yakni pojok baca sehingga para siswa mampu menambah ilmu pengetahuan Hal ini didapatkan dari hasil observasi pada saat jam istirahat di mana banyak siswa/i mendatangi pojok baca untuk membaca buku yang tersedia di rak buku. Gambar 1. Pojok baca. Pojok baca adalah sebuah sudut baca di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa (Faradina, 2. Sudut baca ini sebagai perpanjangan dari fungsi perpustakaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu untuk mendekatkan buku kepada siswa, buku yang tersedia bukan hanya buku pelajaran tetapi terdapat juga buku non pelajaran. Buku yang tersedia di pojok baca sebagian berasal dari perpustakaan sekolah. Senada dengan hal ini PERMENDIKBUD tahun 2016 menjelaskan bahwa sudut baca merupakan sebuah ruangan yang terletak di sudut kelas yang https://doi. org/10. 24912/jssh. Implementasi Program Kampus Mengajar Untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi Fitriani et al. dilengkapi dengan koleksi buku dan berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan. Melalui sudut baca ini siswa dilatih untuk membiasakan membaca buku, sehingga menjadikan siswa gemar membaca. Seperti halnya pojok baca yang terdapat di SMP Negeri 15 Kota Bekasi. Berdasarkan hasil tersebut para mahasiswa memiliki ide untuk membuat pojok baca di SMP Negeri 15 Kota Bekasi dikarenakan para siswa/i di sana memiliki minat baca yang rendah sehingga menyebabkan semangat belajar dan hasil belajarnya menurun. Dampak yang diterima oleh siswa/i dengan adanya pojok baca yakni siswa mendapatkan pengetahuan baru yang tidak didapatkan dikelas dan para siswa/i lebih mudah dalam mencari referensi atau sumber untuk menyelesaikan tugas sehingga membuat semangat belajar siswa/i SMP Negeri 15 Kota Bekasi menjadi meningkat. HASIL DAN IMPLEMENTASI Mahasiswa dibagi menjadi 7 anggota di setiap sekolah yang berasal dari beberapa Universitas. Proses mengajar berjalan dengan lancar sesuai jadwal yang ada. Setiap mahasiswa memegang satu mata pelajaran sesuai dengan jurusannya untuk melakukan proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan numerasi dan literasi. Pembagian tugas setiap mahasiswa dibagi berdasarkan mata pelajaran yang dikuasai. Proses pembelajaran dilakukan secara luring dan daring sesuai dengan jadwal. Kegiatan pembelajaran secara tatap muka tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, rencana kegiatan dan hasil pelaksanaan kegiatan telah sesuai dengan rencana pada hasil observasi awal mengenai pembelajaran yang dilakukan secara daring maupun luring. Berbagai kegiatan tersebut sedikit banyak sudah berhasil membawa perubahan bagi guru dan siswa dalam hal pembelajaran ke arah yang lebih baik, memperbaiki dan meningkatkan minat serta semangat belajar siswa. Dampak yang dirasakan oleh siswa yaitu meningkatnya semangat belajar siswa daripada sebelumnya dan salah satu faktornya adalah dengan didirikannya pojok baca, sedangkan dampak yang dirasakan oleh guru yaitu merasa terbantu dengan adanya mahasiswa kampus mengajar dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang sudah diterapkan oleh SMP Negeri 15 Kota Bekasi dengan syarat tenaga pendidik dan siswa sudah melaksanakan vaksinasi serta menerapkan protokol kesehatan yang sudah Dampak yang dirasakan oleh mahasiswa yaitu dapat memahami karakter setiap siswa, mengetahui cara penanganan bagi siswa yang mengalami penurunan minat belajar, dan mendapatkan ilmu dari menjalankan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Gambar 2. Proses pembelajaran luring. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 612-622 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Dalam metode ini, siswa akan diajar secara bergiliran . hift mode. agar menghindari Model pembelajaran Luring ini disarankan oleh MENDIKBUD untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pandemik (Agustina, 2. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak terlalu sulit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang atau tidak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung untuk sistem Proses pembelajaran luring dilaksanakan di setiap minggu dengan pergantian tingkat kelas di setiap minggunya yaitu kelas 7, 8, dan 9. Kegiatan pembelajaran luring atau pembelajaran secara langsung di sekolah dilaksanakan selama 2 jam pelajaran dan dibagi 2 sesi setiap pertemuan, sesi pagi dimulai pukul 08. 00 WIB Ae 10. 00 WIB dan sesi siang pukul 00 WIB Ae 12. 00 WIB. Proses pembelajaran luring dilaksanakan dengan tujuan, pembahasan pembelajaran secara mendalam dikhususkan untuk materi sulit yang belum dapat dipahami siswa. Sedangkan dalam proses pembelajaran daring atau di rumah, siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru saat pembelajaran luring dan akan dibahas secara bersama pada saat mata pelajarannya. Gambar 3. Proses pembelajaran daring melalui google meet. Penerapan teknologi di SMP Negeri 15 Kota Bekasi terbilang belum maksimal karena beberapa kendala, salah satunya adalah kondisi siswa. Selain itu, kemampuan dan kesiapan guru dalam adaptasi teknologi masih perlu dilatih. Hal ini dikarenakan masih adanya siswa yang tidak mempunyai kuota internet dan tidak semua siswa membawa handphone ke sekolah, sehingga menjadi kendala bagi mahasiswa yang bertugas di SMP Negeri 15 Kota Bekasi. Sedangkan untuk pemahaman guru mengenai teknologi sudah dirasakan, di mana para guru banyak menggunakan group WhatsApp sebagai media komunikasi selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) atau pemberian tugas kepada siswa, menggunakan google classroom sebagai media pembelajaran daring maupun luring untuk semua siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi. Para guru juga sudah bisa dalam proses penggunaan fitur pada google meet seperti recording dan share screen sebagai media pembelajaran. https://doi. org/10. 24912/jssh. Implementasi Program Kampus Mengajar Untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SMP Negeri 15 Kota Bekasi Fitriani et al. Gambar 4. Proses memvalidasi data DAPODIK. Mahasiswa juga membantu administrasi sekolah dan guru yang kegiatannya berjalan dengan lancar, yaitu membantu memasukkan nilai-nilai harian siswa berdasarkan tugas yang diberikan, proses pembuatan soal Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS), proses memvalidasi data DAPODIK, dan proses memasukkan nilai ke dalam format penilaian rapor semester 1 yang diberikan. Dampaknya yaitu dapat meringankan tugas guru dan mahasiswa memperoleh pengalaman dalam administrasi sekolah, memahami media pembelajaran yang sesuai dengan tahap usia siswa, serta pada Penilaian Akhir Semester (PAS) siswa. KESIMPULAN DAN SARAN Program Kampus Mengajar ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun pihak sekolah, adapun yang dapat penulis simpulkan adalah: . Bagi Mahasiswa, hal ini dapat menjadikan wawasan dan kegiatan baru di masa pandemik saat ini, selain itu penulis mendapatkan banyak pelajaran dari kegiatan ini sehingga munculnya ide maupun gagasan-gagasan baru untuk dikembangkan lagi. Bagi Pihak Sekolah, kegiatan ini sangat membantu bagi para peserta didik dimasa pandemik saat ini dikarenakan mereka harus bekerja lebih ekstra lagi. Tetapi, dengan adanya program ini pihak sekolah merasa terbantu. Kegiatan ini juga sangat bagus untuk sekolah-sekolah terpencil yang masih kekurangan tenaga pendidik sehingga mereka merasa terbantu. Bagi Peserta Didik, dengan adanya kegiatan ini dan semangat yang diberikan sehingga peserta didik lebih giat lagi dalam mengikuti pembelajaran daring maupun luring. Peranan pojok baca sangat membantu menumbuhkan minat membaca siswa di kelas, hal ini terlihat dari keterlaksanaan indikator yang di gunakan peneliti pada saat melakukan pengamatan secara langsung atau observasi. Peran pojok baca yang di dapat yaitu: Sebagai fasilitas tempat membaca, sebagai bahan bacaan terdekat, tempat yang nyaman untuk membaca, tempat baca yang menarik perhatian. Pojok baca yang menarik dan nyaman mampu menumbuhkan minat membaca siswa, hal ini terlihat dari antusias siswa mengunjungi pojok baca yang setiap hari selalu ada siswa yang berkunjung ke pojok baca untuk membaca baik buku pelajaran atau buku non pelajaran. Ucapan Terima Kasih (Acknowledgemen. Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam proses pembuatan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA