AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI KABUPATEN DEMAK Mualamatul Musawamah Institut Agama Islam Negeri Kudus Email : mualamatul@iainkudus. Abstrak Memiliki anak yang memiliki karakter yang baik adalah keinginan setiap orang tua. Untuk memiliki karakter yang baik ini perlu dilakukan sejak dini. Semua orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter ini kepada anak-anaknya. Anak sebagai peniru yang baik akan melakukan apa yang mereka lihat, sehingga orang tua dalam hal ini perlu menjadi panutan yang baik bagi anak. Ibarat kata-kata bijak mengatakan sebutir apel tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya, demikian artinya anak-anak adalah cerminan dari anakanak mereka. Jika kita ingin memiliki anak dengan karakter yang baik maka orang tua harus memiliki karakter yang baik pula. Sehingga orang tua memiliki peran utama dalam membina anak usia dini ini. Setiap anak ibarat kertas putih bersih, mereka akan mengikuti setiap arahan yang diberikan kepada mereka. Tidak hanya orang tua, sekolah dan lingkungan yang berperan besar dalam pembentukan karakter anak ini. Namun kembali lagi jika orang tua sudah meletakkan nilai-nilai karakter yang baik maka anak tidak akan menyerap pengaruh lain dari lingkungannya. Artinya peran ayah dan ibu dalam keluarga menjadi hal terpenting dalam pembentukan karakter anak ini. Selain itu tanggung jawab orang tua terhadap pembentukan karakter anak perlu menjadi perhatian utama mereka. Abstrack Having children who has a good character is every parent wish. For having this good character its need to be done from early age. All the parents has an important role on building this character to their children. Children as a good imitators will do what they see, so that the parent in this case need to be a good role model to the children. Like a wise words say an apple never fall far from the tree, so its mean childrens is the reflection of their If we want to have children with good character so the parent must have a good character too. So that the parent has a main role to building this early age children. Every child is like a clean white paper, they will follow every direction that been given to them. Not only the parents, school and the environtment having a huge role to building this children character. But back again if the parents already put the values of the good character the children wont absorb other influence from their environment. So it means that father and mother roles in the family becoming the most important things on this children character Other than that the parent responsibilities to their children character building need to be their main concern. Kata Kunci: peran orang tua, pendidikan karakter, anak usia dini Pendahuluan Pada dasarnya setiap orang tua menginginkan anak yang cerdas dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari, demikianlah suatu saat nanti mereka akan menjadi anak yang luar biasa dan tangguh melalui setiap tantangan di masa Tapi kita perlu disadari bahwa generasi yang hebat seperti ini tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka sangat membutuhkan lingkungan yang baik yang ada dalam tujuan itu, yang menjadikan semua anak-anak. Potensi tumbuh Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 54 Mualamatul Musawamah mungkin sehingga menjadi lebih sehat, cerdas, dan berperilaku baik. 1 Di dalam kasus orang tua memiliki peran utama. Penuh atmoshpere penuh kasih, bersedia menerima anak-anak. Apapun mereka, hargai potensi anak, berikan stimulasi yang kaya setiap aspek perkembangan, baik secara kognitif, afektif, sosioemosional, moralitas,agama, dan psikomotorik, semua itu merupakan jawaban nyata bagi generasi yang berkarakter baik pertumbuhan di masa depan undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengatakan bahwa pendidikan adalah milik bersama tanggung jawab antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sekolah merupakan tahap kedua dari pendidikan pertama dalam keluarga, karena pendidikan pertama dan dasar diperoleh anak dari keluarga mereka. Pada periode ini landasan belajar yang benar dan baik adalah penting. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak hanya membutuhkan perhatian dari keluarga dan sekolah tetapi mereka membutuhkan perhatian dari lingkungan Lingkungan ini suatu hari nanti akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan anak. Ki Hajar Dewantara, sebagai Ayah dari Pendidikan Indonesia mengatakan bahwa: AuPendidikan harus dilakukan secara kooperatif keluarga adalah kuncinya karena keluarga adalah fondasi utama dalam membangun Intelligence Quotiennt (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ). Haryoko . 7: . berpendapat bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar sebagai pemacu perkembangan anak. Peran orang tua sangat besar dalam pembentukan karakter anak. Itu Realitas di sekitar masyarakat, yang bahkan tanpa kita sadari setiap perilaku bersama dengan karakter orang tua yang baik atau tidak akan ditiru oleh anak-anaknya. Anak-anak tidak tahu apa yang mereka lakukan itu baik atau tidak, karena usia prasekolah belajar dari apa yang mereka Pendidikan tentang sikap, perilaku, dan bahasa yang baik akan berpengaruh pada kebaikan pembinaan karakter anak perlu dilakukan sejak usia dini. 3Merupakan keprihatinan yang sangat besar ketika melihat kenyataan di SPS Dahlia yang tampaknya orang tua tidak begitu peduli dengan anak-anak mereka, nilai-nilai mereka, tujuan masa depan, dan motivasi yang akan membantu mereka, meskipun mereka tahu bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan hak atau salah, tetapi mereka perlu membuat keputusan yang benar dan memiliki tanggung jawab Untuk membangun karakter yang baik kepada anak diperlukan kerjasama yang baik antar orang tua, dan masyarakat. Guru atau pendidik memiliki peran utama dan jurusan bagi seorang anak pembentukan karakter, karena di lingkungan sekolah anak-anak akan diciptakan menjadi manusia berkualitas tinggi setelah pendidikan yang diberikan oleh keluarga. Berangkat dari itu latar belakang, peneliti bermaksud mengupas lebih jauh inti dari Peran Orang Tua dan Guru Membangun Karakter Anak Kabupaten Demak. Suyanto. S Basic Education of Early Childhood. Yogyakarta: Hikayat Publishing, . Fajoju. Aluede. , & Ojugo. Parental involvement as a correlate of academic achievement of primary schoolpupils in Edo State. Nigeria. Desmita. Student Psychology Development. Bandung: Rosda Karya. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 55 Mualamatul Musawamah Saat ini banyak kita saksikan baik secara langsung maupun melalui media tentang tindakan kekerasan, pelecehan maupun tindakan kriminal lainnya. Misalnya saja tindakan perkosaan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan juga oleh anak di bawah umur, atau pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak kecil baik laki-laki maupun perempuan4. Hal itu membuat kita geleng-geleng kepala atau mengusap dada karena prihatin. Selain itu, saat ini juga banyak orang yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang kurang memiliki sopan santun dan tidak dapat menunjukan perilaku yang baik. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh lingkungan dan pengaruh kemajuan teknologi yang sangat pesat. Sepeti kita ketahui, pengaruh tayangan berbagai acara di televisi dan bebasnya jaringan internet dimana-mana menjadi salah satu hal yang dituding sebagai penyebab rusaknya moral dan karakter anak bangsa. 5 Hal ini tak bisa dipungkiri karena faktor lingkungan sangat mempengaruhi perilaku yang mencerminkan moral dan karakter individu. Menurut Megawangi . , anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter, sehingga fitrah setiap anak yang dilahirkan suci dapat berkembang segara optimal. Mengingat lingkungan anak bukan saja lingkungan keluarga yang sifatnya mikro, maka semua pihak - keluarga, sekolah, media massa, komunitas bisnis, dan sebagainya - turut andil dalam perkembangan karakter anak. Dengan kata lain, mengembangkan generasi penerus bangsa yang berkarakter baik adalah tanggung jawab semua pihak. Tentu saja hal ini tidak mudah, oleh karena itu diperlukan kesadaran dari semua pihak bahwa pendidikan karakter merupakan AyPRAy yang sangat penting untuk dilakukan segera. Terlebih melihat kondisi karakter bangsa saat ini yang memprihatinkan serta kenyataan bahwa manusia tidak secara alamiah . tumbuh menjadi manusia yang berkarakter baik, sebab menurut Aristoteles . alam Megawangi, 2. , hal itu merupakan hasil dari usaha seumur hidup individu dan masyarakat. Oleh karenanya dalam makalah ini akan dibahas tentang peran pendidik . uru dan orang tu. terhadap pengembangan karakter anak khususnya anak usia dini. Peran Orang Tua Dalam Keluarga Keluarga adalah komponen terkecil dalam masyarakat. Keluarga terdiri dari suami dan istri. suami, istri, dan anak. suami dan anak. atau istri dan anak. dalam satu keluarga. Orang tua memiliki peran utama dalam mendidik anaknya mengingat orang tua adalah madrosatul uula karena di dalam keluarga manusia lahir untuk tumbuh dan menjadi dewasa. Formulir dan Kandungan cara-cara pendidikan dalam keluarga akan selalu mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan perkembangan perilaku dan sikap mereka pada setiap manusia. Pendidikan yang didapat dari keluarga akan digunakan oleh anak-anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya sekolah. Orang tua adalah Nanang Fattah. The Basic of the Management of Education. John Willey & Sons Inc Sanafiah Faisal. Qualitative Research. Basic and Aplication. Malang: Yayasan Asah Asih Asuh. Marliah. , & Kartika. Kontribusi Komunitas Hayu Maca Dalam Meningkatkanpendidikan Karakter Anak Usia Dini Di Kota CimahI. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 56 Mualamatul Musawamah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil ikatan hukum pernikahan yang dapat menciptakan sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengajar, mengasuh, dan memimpin anak-anak mereka untuk mencapai tahapan tertentu yang akan melahirkan anak untuk siap dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan uraian di atas tentang orang tua, tidak bisa terpisah dari gambaran sebuah keluarga, karena orang tua merupakan bagian dari keluarga besar yang mana sebagian besar digantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak-anak. Jika ditinjau kembali menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 1972, keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak dari ikatan darah atau hukum. Keluarga tentang hubungannya dengan anak-anak identik sebagai tempat atau lembaga pembina yang dapat memberikan banyak kasih sayang, aktivitas pernapasan, efektif dan ekonomis. 7Di dalam keluarga itulah anak-anak memiliki pengalaman awal langsung pertama mereka yang akan digunakan sebagai bekal kehidupan mereka di masa depan melalui pelatihan fisik, sosial, mental, emosional, dan spiritual. Setelah kita mengetahui gambaran induk kita dapat memahami bahwa induk memiliki peran utama tentang memberikan pendidikan kepada anak-anak. Apa yang orang tua berikan kepada anak-anak di awal kehidupan membekas dan dibawa hingga anak-anak memasuki fase kehidupan selanjutnya. Sehingga orang tua memainkan peran utama untuk menentukan kehidupan anak-anak. Namun peran orang tua tidak hanya untuk ibu saja tapi butuh kerjasama yang baik antara ayah dan ibu. Adapun peran dan Fungsi orang tua terhadap pendidikan anak di bagi menjadi: Peran Ibu Pada sebagian besar keluarga, ibu memiliki peran utama terhadap anakanaknya. Sejak anak itu lahir, ibu selalu berada di samping mereka. Ibu memberi makan dan minum, merawat, dan selalu bergaul dengan anak-anak. Itulah mengapa kebanyakan anak selalu menjadi ibu mereka lebih dari anggota keluarga lainnya. Pendidikan ibu bagi anaknya adalah pendidikan dasar itu tidak bisa diabaikan sama Oleh karena itu, seorang ibu harus bijaksana dan pandai mendidik anak Bagi sebagian orang dikatakan bahwa ibu adalah pendidik bangsa. Ini sangat nyata berat rasanya menjadi guru yang baik dan penguasa rumah tangga yang baik. Baik atau buruk Pendidikan ibu kepada anak-anaknya akan berpengaruh pada perkembangan mereka dan anak-anaknya sikap suatu hari nanti. Seorang ibu akan selalu khawatir dan selalu memenuhi apa yang anak-anaknya ingin, bahkan jika itu tidak cukup Asalkan setiap ungkapan mengandung cinta dan kasih sayang di dalam hati ibu, anak-anak akan mudah menuruti seperti karyawan kepada atasannya8. Sebagaimana fungsi dirinya dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga, dapat disimpulkan bahwa peran ibu dalam pendidikan anak adalah sebagai sumber dan penyayang, pengasuh dan penjaga, tempat untuk mencurahkan hatimu, penjaga kehidupan di dalam rumah tangga, pemimpin kehidupan pribadi, emosional Mulyadi. S,. Play and Creativity (An Attemp to Children Creativity Development Through Playin. Singgih D. Gunarsa. Basic and Children Developmennt Theory. Jakarta : Gunung. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 57 Mualamatul Musawamah Peran Ayah Banyak orang mengira bahwa ayah hanya bekerja untuk menghidupi keluarga dan ibu memimpin dan mendidik anak-anak serta melakukan pekerjaan rumah. Bagaimanapun orang tua harus bekerja sama untuk mendidik anak, bukan hanya Karena ayah adalah seorang pemimpin, guru, dan pengurus keluarga. Sikap ayah akan berpengaruh pada anak kepribadian. Ayah adalah orang yang mengidentifikasi anak-anak, tolak ukur atau skala perilaku mereka. Pendidikan anak bertujuan untuk mengarahkan anak pada cara-cara yang demikian dewasa anak-anak akan memiliki keseimbangan antara perasaan dan rasa budaya dan dapat menciptakan menyeimbangkan kehidupan masa depan mereka. Tanpa bermaksud mendiskriminasi pekerjaan dan ayah dan tanggung jawab ibu Dalam keluarga ditinjau dari fungsinya dan tanggung jawab sebagai seorang ayah, dapat dikemukakan di sini bahwa peran ayah dalam pendidikan anak yang lebih banyak dominan sebagai: sumber kendali dalam keluarga, penghubung keluarga dengan masyarakat atau dunia luar, pemberi keamanan bagi semua anggota keluarga, pelindung dari luar ancaman, hakim atau orang yang menghukum jika ada perkelahian, pendidik dari rasional aspek. Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tidak peduli ayahnya atau bahkan ibunya memiliki peran penting yang sama dalam mendidik anaknya khususnya pada anak pembentukan karakter. Jadi artinya peran ayah dan ibu sangat penting dan memiliki pengaruhnya sangat besar bagi kehidupan anak, sehingga perlu adanya kerjasama antara ayah dan anak ibu. Pendidikan Karakter Sebelum kita membahas tentang pendidikan karakter tersebut kita perlu mengetahui dulu apa itu karakter berarti. Karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang terkait dengan The One Tuhan Yang Maha Esa, diri mereka sendiri, kepada manusia lain, lingkungan, dan bangsa yang dulu tercipta di dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan tindakan sesuai dengan masalah agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Karakter adalah sikap pribadi yang relatif stabil bagi seorang individu yang menjadi dasar dari penampilan sikap di dalam nilai standar dan norma yang tinggi. Karakter berdasarkan nilai dan norma (Prayitno dan Belferik Manullang, 2. Sebuah pendidikan karakter merupakan suatu sistem untuk menanamkan nilai-nilai karakter anak yang meliputi komponen pendidikan, kesadaran atau keinginan, dan tindakan untuk melakukan nilai-nilai itu, apakah kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, bahkan bangsa-bangsa itu menjadi manusia insan Pemimpin karakter termasuk di dalam materi yang perlu diajarkan dan dikendalikan dan disadari oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Masalahnya, selama ini Pendidikan karakter di sekolah baru mencapai tahap pengenalan norma atau nilai, dan belum dilakukan pada tahap internalisasi dan tindakan nyata di sekitar kehidupan sehari-hari. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 bab menurut saya, cara pendidikan Singgih D. Gunarsa. Basic and Children Developmennt Theory. Jakarta : Gunung. Singgih D. Gunarsa. Basic and Children Developmennt Theory. Jakarta : Gunung. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 58 Mualamatul Musawamah terdiri dari pendidikan formal, non formal, dan informal itu perlu saling melengkapi dan memperkayanya. Pendidikan informal adalah keluarga dan cara pendidikan lingkungan. Pendidikan informal memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam kesuksesan pendidikan. Selama ini pendidikan informal terutama di dalam keluarga lingkungan belum memberikan kontribusi tertentu untuk mendukung hasil kerja kompetensi dan pembentukan karakter siswa. Bisnis dan skala yang relatif tinggi aktivitas pekerjaan orang tua, kurangnya pemahaman untuk mendidik anaknya di dalam keluarga lingkungan, pengaruh pergaulan sekitar, dan pengaruh elektronik media dapat memberikan pengaruh negatif bagi perkembangan karakter anak. Kita perlu menjadi orang tua yang baik jika ingin memiliki anak yang berkarakter baik. Mengingat pendidikan dalam keluarga termasuk dalam pendidikan informal menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 13 pasal 1 di atas, sehingga orang tua perlu memiliki pemahaman dan kemampuan untuk mendidiknya anak dalam pembentukan karakter anak yang baik. Metode Penelitian Metode Observasi Observasi Menurut sutrisno Hadi . mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikhologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Dari pelaksanaan metode ini digunakan untuk mengamati dan mengumpulkan data langsung tentang peran orang tua dan guru di Kabupaten Demak Metode Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data di mana pewawancara . eneliti atau yang di beri tugas melakukan pengumpulan dat. dalam mengumpulkan data mengejukan suatu pertanyaan kepada yang di wawancarai. Metode ini di gunakan untuk mencari data yang berhubungan dengan peran orang tua dan guru, metode dan factor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam pembentukan karakter anak Kabupaten Demak. Metode dokumentasi Metode dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan mencatat, meneliti pengalaman atau dokumentasi baik menyangkut langkahlangkah yang di tempuh maupun catatan lain yang berhubungan dengan masalah yang di teliti. Dokumentassi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang biasanya berbentuk tulisan, gambar, sketsa dan lain-lain Metode Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan Coon. Dennis. Introduction to Psychology: Exploration and Aplication. West Publishing Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 59 Mualamatul Musawamah waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Metode dokumentasi ini di gunakan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan sekolah, guru , siswa maupun orang tua siswa, peneliti menggunakan kamera untuk mendukung perolehan data bagi peneliti. Pembahasan Pengertian Karakter Karakter oleh berbagai pihak didefinisikan secara Dalam encyclopedia. com, . dikatakan bahwa karakter sebagai penilaian subyektif terhadap kualitas moral dan mental, sementara yang lainnya menyebutkan karakter sebagai penilaian subyektif terhadap kualitas mental saja, sehingga upaya merubah atau membentuk karakter hanya berkaitan dengan stimulasi terhadap intelektual seseorang. Arti karakter dari sisi bahasa, antara lain: AucharacterAy (Lati. berarti instrument of narking AucharesseinAy (Pranci. berarti to engrove . AuwatekAy (Jaw. berarti ciri wanci. AuwatakAy (Indonesi. berarti sifat pembawaan yang mempengaruhi tingkah laku. budi pekerti. perangai dan secara terminologi karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang. Definisi dari AuThe stamp of individually or group impressed by nature, education or habit Menurut Coon . karakter adalah suatu penilaian subyektif terhadap kepribadian seseorang yang berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat. Megawangi . , menyatakan bahwa seseorang yang memiliki karakter baik adalah yang memiliki kualitas karakter yang meliputi sembilan pilar, yaitu . cinta tuhan dan segenap ciptaan-nya. tanggung jawab, disiplin dan mandiri. jujur/amanah dan arif. hormat dan santun. dermawan, suka menolong, dan gotong-royong. percaya diri, kreatif dan pekerja . kepemimpinan dan adil. baik dan rendah hati. toleran, cinta damai dan kesatuan. Perkembangan karakter pada setiap individu dipengaruhi oleh faktor bawaan . dan faktor lingkungan . Menurut para ahli psikologi perkembangan, setiap manusia memiliki potensi bawaan yang akan termanisfestasi setelah dia dilahirkan, termasuk potensi yang terkait dengan karakter atau nilai-nilai kebajikan (Latifah, 2. Sejalan dengan hal itu Confusius menyatakan bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi mencintai kebajikan, namun bila potensi ini tidak diikuti dengan pendidikan dan sosialisasi setelah manusia dilahirkan, maka manusia dapat berubah menjadi binatang, bahkan lebih buruk lagi (Megawangi, 2. Berdasarkan gambaran tersebut, meskipun setiap anak dilahirkan dengan pembawaan yang baik namun dalam perkembangannya dia membutuhkan lingkungan yang baik pula untuk dapat menghasilkan karakter yang baik pula12. Oleh karenanya tampaklah betapa pentingnya pendidikan karakter pada anak sedini mungkin agar pada saat dewasa nantinya dia memiliki karakter yang baik Peran Pendidik . uru dan orang tu. dalam Pengembangan Kakarter Anak Para ahli berpendapat bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa dan bagi seorang anak, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Coon. Dennis. Introduction to Psychology: Exploration and Aplication. West Publishing. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 60 Mualamatul Musawamah Majelis Umum PBB . alam Megawangi, 2. menyatakan bahwa fungsi utama keluarga adalah Aysebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga, sejahteraAy. Banyak cara yang dapat dilakukan pendidik . uru dan orang tu. dalam membentuk dan membangun karakter seorang anak. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan pendidik . uru dan orang tu. Mendisiplinkan Anak Secara Tepat Disiplin adalah bagaimana membelajarkan pada anak tentang perilaku moral yang dapat diterima kelompok. Tujuan utamanya adalahmemberitahu dan menanamkan pengertian dalam diri anak tentang perilaku baik dan perilaku buruh dan mendorong anak untuk memiliki perilaku yang sesuai standar tersebut. Pendidik . uru dan orang tu. dapat menerapkan disiplin pada anak anak dengan cara otoriter dimana pendidik . uru dan orang tu. memberikan berbagai aturan dan anak harus mematuhinya tanpa ada kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya dengan cara ini maka antara anak dan pendidik . uru dan orang tu. seoalah terdapat dinding pemisah dan pengembangan karakter tidak akan berlangsung optimal. Cara kedua adalah dengan cara permisif/lemah dimana pendidik . uru dan orang tu. bersikap longgar dan segala sesuatu diterapkan sesuai keinginan anak. Cara ini juga tidak kondusif bagi pengembangan karakter anak karena anak mebuat anak bingung dan kemungkinan salah arah dapat terjadi. Cara ketiga adalah demokratis yang menekankan pada hak anak untuk mengetahui alas an suatu aturan dibuat dan anak memiliki kesempatan untuk mengemukakan ketidak setujuan dan memberkan argument atas ketidak Cara ketiga ini merupakan cara yang optimal untuk pengembangan karakter Pemberian Hukuman Yang Efektif Pada Anak Hukuman merupakan konsekuensi sikap atau perilaku negative dan bila diterapkan dengan benar hukuman dapat mengurangi perilaku buruk (Nugraha dan Dina Dwiyana, 2. Menurut Reputrawati . dalam Nugraha dan Dina Dwiyana, 2. , hukuman memiliki tiga tujuan, yaitu . dilakukan sebagai upaya penegakan peraturan, . sebagai bagian dari pendidikan dan, . untuk memotivasi. Bagaimana cara memberikan hukuman yang efektif? Berikut adalah beberapa pertimbangan dalam pemberian hukuman (Nugraha dan Dina Dwiyana, 2. Hukuman sebaiknya diberikan sesuai dengan kadar kesalahan. Harus konsiten. Tidak berlebihan. Tidak bersifat fisik yang menyakitkan. Tidak mempermalukan anak di depan umum. Tidak menyerang pribadi, artinya fokus pada kesalahan yang dilakukan anak. Bersifat konstruktif, harus mampu mebuat anak lebih peka dan bangkit dari kesalahannya. Bisa dikomunikasikan. Co. Cullinan. Children Literature in The Reading Program. Nework: International Reading Association. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 61 Mualamatul Musawamah Pemberian reward diperlukan jika anak berperilaku positif. Pendampingan Penggunaan Media Non Cetak (Televisi Dan Interne. Saat ini tak dapat dipungkiri bahwa televisi sudah menjadi teman dan sahabat bagi anak-anak terutama bagi orang tua yang sibuk bekerja di luar rumah. Beberapa dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan televise dan penggunaan internet adalah sebagai berikut. Waktu belajar anak kadang menjadi tidak teratur . Anak usia tersebut biasanya masih belum dapat menyusun jadwal belajar sendiri dan seringkali belum dapat menepati jadwal yang telah disusunkan pendidik . uru dan orang tu. Apalagi jika waktu untuk anak menonton televise dan bermain internet tidak dibatasi maka kemungkinan besar anak akan kehabisan waktu untuk belajar. Di kelas atau sekolah anak cenderung tidak dapat berkonsentrasi dengan baik karena pikirannya masih terfokus pada tayangan televise dan penggunaan internet yang ditekuninya. Kemungkinan besar anak akan kehilangan aktivitas sosial secara nyata karena saat menonton televise dan atau bermain internet anak hanya berhadapan dengan televise dan komputer. Anak yang sering menonton televisi dan menggunakan internet dan komputer biasanya memiliki kemampuan membaca dan menulis yang kurang baik karena mereka tidak terbiasa menulis dengan bolpoin dan tangan namun hanya biasa menekan tombol-tombol huruf pada remote dan keyboard. Mereka juga cenderung kurang dapat melakukan komunikasi dengan baik karena jarang berhubungan dengan manusia lainnya secara fisik. Mereka terbiasa berhubungan dengan orang lain melalui layar kaca dan cenderung bersifat semu . Perkembangan fisik anak juga dapat terganggu karena anak kurang bergerak atau Anak seringkali tidak memahami tentang sopan santun atau kurang menghargai milik orang lain. Hal ini mungkin terjadi karena melalui internet kita dapat mengunduh atau mengcopy materi tanpa harus meminta ijin pada pemiliknya. Selain itu banyak tayangan televise yang menggambarkan kurangnya sikap sopan Anak juga kurang terasah simpati dan empatinya karena mereka tidak mengalami atau melihat suatu kejadian dengan lebih nyata sehingga mereka cenderung kurang peduli pada orang lain. Meskipun dampak negatif tayangan televisi dan penggunaan internet cukup banyak dan dapat mengganggu perkembangan perilaku anak namun pendidik . uru dan orang tu. tidak perlu kuatir. Mereka dapat membentenginya dengan beberapa cara berikut ini. Buat aturan dan batasan bersama dengan anak dan anggota keluarga lainnya tentang waktu dan bagaimana memanfaatkan tayangan televise dan menggunakan internet dengan baik. Dampingi saat anak menonton televisi dan atau menggunakan internet. Beritahu mereka apa yang boleh dan apa yang tidak boleh mereka tonton atau mereka buka. Letakkan televisi atau komputer . di ruang keluarga dan bukan di dalam Pilihkan acara/menu yang sesuai untuk anak Ajarkan anak untuk selalu bersikap terbuka terhadap apapun yang mereka lakukan saat menggunakan internet. Sehingga tidak ada materi apapun yang Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 62 Mualamatul Musawamah mereka sembunyikan dari pendidik . uru dan orang tu. ataupun orang Selain itu pendidik . uru dan orang tu. dapat menggunakan software KeyLoggers . engunci masuk komputer atau pengunci interne. Software ini dapat mengontrol semua kegiatan komputer tanpa memperlihatkan bukti tertulis pada window task manager. Dengan cara ini pendidik . uru dan orang tu. dapat mengunci komputer agar sehingga anak tidak bisa main game, chatting atau menggunakan internet saat pendidik . uru dan orang tu. tidak berada di rumah. Program ini juga dapat menangkal email untuk jangka waktu tertentu. Pendampingan Penggunaan Media Cetak Buku atau bahan bacaan tercetak lainnya seperti majalah, koran, gambar, dan brosur. merupakan media yang sangat efektif untuk membantu anak meningkatkan kemampuannya. Melalui buku dan bahan bacaan lainnya anak dapat mengembangkan kemampuannya dalam berimajinasi, berbahasa, bersikap kreatif, maupun meningkatkan kemampuan Untuk dapat memanfaatkan penggunaan buku dan bahan bacaan pada anak usia dini, pendidik harus mengetahui criteria buku yang baik untuk anak usia dini. Kriteria ini dikemukakan oleh Cullinan . menambahkan kriteria buku bacaan yang perlu dipenuhi, yaitu sebagai berikut. Buku untuk anak-anak hendaknya berisi bacaan berirama dan kosakata yang Isi dan konteks dari buku tersebut hendaknya berada pada tingkat konsep yang dimengerti anak Buku hendaknya menampilkan pengalaman yang berhubungan dengan kehidupan anak Buku hendaknya dibuat dengan kuat dan tidak mudah rusak. Hal ini perlu karena koodinasi motorik anak belum berkembang dengan baik Buku hendaknya membuat anak dan guru senang membaca Bentuk pendampingan yang dapat dilakuakan pendidik diantaranya adalah dengan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Berikut disampaikan beberapa tips dalam memilih buku atau bahan bacaan untuk anak usia dini. Buku yang dipilih menggunakan bahasa yang sederhana dan dipahami anak. Buku tersebut berisi contoh atau makna kehidupan yang baik dan benar sehingga dapat membekali anak dengan nilai-nilai moral yang baik. Sebaiknya buku tersebut dapat membantu anak mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya baik ecara langsung maupun sebagai dampak pengiring. Tulisan dalam buku sebaiknya singkat, sederhana dan mudah dimengerti. Sebaiknya gambar memiliki porsi yang lebih banyak dibandingkan dengan tulisannya namun bukan berupa cerita gambar seperti komik. Sebaiknya pendidik memilih buku dengan desain dan tampilan yang kuat dan tidak mudah rusak. Nugraha. Ali dan Sy. Dina Dwiyana. Pelibatan Orang tua dan Masyarakat dalam masalah kekerasan pada anak usia dini. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 63 Mualamatul Musawamah Sebaiknya buku tersebut berwarna menarik dengan komposisi yang seimbang, jangan terlalu banyak warna dalam satu halaman. Bahan pembuat buku sebaiknya tidak berbahaya bagi anak-anak. Modelling Dari semua cara yang dapat dilakukan oleh pendidik, modelling atau teladan adalah salah satu cara yang terbaik. Anak dapat langsung mendapatkan gambaran yang nyata dan real mengenai sikap dan perbuatan yang baik dan buruk ataupun yang sesuai atau tidak sesuai dengan lingkungan di Oleh karenanya pendidik harus benar-benar berhati-hati dalam betutur kata maupun bertindak khususnya di hadapan anak usia dini. Seperti kita ketahui, masa usia dini merupakan masa meniru (Imitatio. Pada masa ini segala tingkah laku bahkan katakata yang didengarnya akan langsung ditirunya dengan tanpa saringan apapun. Ibarat spons, segala informasi yang diamati dan dirasakan anak usia dini akan terserap seluruhnya ke dalam jiwa dan pikiran mereka. Apalagi jika model yang ditirunya adalah orang yang diidolakannya . eperti guruny. , maka materi yang ditirukannya terebut dapat bertahan lama dan mendalam. Jika hal yang ditirunya adalah hal yang baik, maka hal itu akan berdampak positif bagi anak di kemudian hari. Namun jika hal yang ditirunya adalah hal yang tidak baik/buruk atau tidak benar maka akan dapat berdampak negative bagi karakter anak dalam kehidupan selanjutnya. Menurut Megawangi . ada beberapa kesalahan pendidik . uru dan orang tu. dalam mendidik anak yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi anak sehingga berakibat pada pembentukan karakternya, yaitu, sebagai Kurang menunjukkan ekspresi kasih sayang baik secara verbal maupun fisik. Kurang meluangkan waktu yang cukup untuk anaknya. Bersikap kasar secara verbal, misainya menyindir, mengecilkan anak, dan berkatakata kasar. Bersikap kasar secara fisik, misalnya memukul, mencubit, dan memberikan hukuman badan lainnya. Terlalu memaksa anak untuk menguasai kemampuan kognitif secara dini. Tidak menanamkan "good character' kepada anak. Dampak yang ditimbulkan dari salah asuh seperti di atas, menurut Megawangi akan menghasilkan anak-anak yang mempunyai kepribadian bermasalah atau mempunyai kecerdasan emosi rendah. Anak menjadi acuh tak acuh, tidak butuh orang lain, dan tidak dapat menerima Karena sejak kecil mengalami kemarahan, rasa tidak percaya, dan gangguan emosi negatif lainnya. Ketika dewasa ia akan menolak dukungan, simpati, cinta dan respons positif lainnya dari orang di sekitarnya. la kelihatan sangat mandiri, tetapi tidak hangat dan tidak disenangi oleh orang lain. Badru dan Nugraha. Ali. Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat dalam Pendampingan Penggunaan Media Anak Usia Dini. Dalam Nugraha . Ali . Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat. Jakarta: Universitas Terbuka. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 64 Mualamatul Musawamah Secara emosiol tidak responsif, dimana anak yang ditolak akan tidak mampu memberikan cinta kepada orang lain. Berperilaku agresif, yaitu selalu ingin menyakiti orang baik secara verbal maupun Menjadi minder, merasa diri tidak berharga dan berguna. Selalu berpandangan negatif pada lingkungan sekitarnya, seperti rasa tidak aman, khawatir, minder, curiga dengan orang lain, dan merasa orang lain sedang Ketidakstabilan emosional, yaitu tidak toleran atau tidak tahan terhadap stress, mudah tersinggung, mudah marah, dan sifat yang tidak dapat dipreaiksi oleh orang Keseimbangan antara perkembangan emosional dan intelektual. Dampak negatif lainnya dapat berupa mogok belajar, dan bahkan dapat memicu kenakalan remaja, tawuran, dan lainnya. Pendidik . uru dan orang tu. yang tidak memberikan rasa aman dan terlalu menekan anak, akan membuat anak merasa tidak dekat, dan tidak menjadikan pendidik . uru dan orang tu. nnya sebagai Ayrole modelAy Anak akan lebih percaya kepada "peer group"nya sehingga mudah terpengaruh dengan pergaulan negatif. Peran orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kepribadian anak yaitu mengajarkan atau membentuk anak untuk berperilaku baik di sekitar masyarakat bahkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Menciptakan anak-anak Kepribadian adalah menciptakan anak yang berkarakter baik. Ajarkan Tentang Kejujuran Kejujuran bukanlah karakter yang muncul dengan sendirinya dan bukanlah sikap yang muncul dengan sendirinya. Orang tua diharapkan dapat memberikan teladan tentang sikap jujur dalam segala hal di depan anak mereka. Kita perlu memberitahu anak-anak bahwa kejujuran akan selalu menang dan setiap kebohongan akan hilang, dan kita perlu mengatakan bahwa tidak ada ruang untuk Mengajar Keberanian Mengajarkan keberanian kepada anak berarti memberi mereka pemahaman, dan mental sikap tentang keberanian. Berani melakukan sesuatu yang berbau religius bimbingan yang disertai dengan keberanian tanggung jawab. Jangan biarkan anak-anak berubah menjadi pemalu dan orang pengecut. Sikap seperti ini akan menyebabkan anak tidak bisa berbuat apa-apa apa pun di depan orang lain. Kita perlu menumbuhkan sikap asertif dan keberanian untuk menghadapi segala Berikut beberapa cara untuk mengajar tentang keberanian: Menunjukkan contoh tentang perjuangan yang membutuhkan keberanian. Ajaklah anak-anak untuk melihat acara atau acara yang dapat meningkatkan keberanian anak-anak . Mengajar anak tentang sikap berani, mengajar berarti memberi anak a kesempatan untuk memiliki "keberanian" saat meminta keberanian untuk tampil. Pelajaran untuk pasien Langkah pertama agar anak bersabar bukanlah memanjakan anak. Selanjutnya Langkahnya adalah memberikan pengertian dan teladan kebaikan Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 65 Mualamatul Musawamah seorang sabar kepada teladan cerita. Pasien dapat meningkatkan teman dan akan datang pahala. Sikap sabar akan memberikan manfaat bagi anak-anak itu sendiri, yaitu: Sebuah. Tidak mudah putus asa Pemberdayaan Jurnal Volume 7 Nomor 2. September 2018 e-ISSN: 2580-7692 hal-ISSN: 2252-4738 324 Tidak iri Terima . idak mengeluh atau tidak mengome. Anak dewasa Pelajaran Kesederhanaan Pembelajaran kesederhanaan merupakan bagian dari memberikan karakter menurut Nabi Muhammad SAW. Orang tua bertanggung jawab membekali anaknya dengan sikap kesederhanaan, jadi suatu hari nanti anak-anak tidak akan bertanya terlalu banyak. Cara mengajarkan kesederhanaan adalah dengan memberikan contoh sikap kesederhanaan orang tua. Sedikit bicara tetapi memberi banyak contoh adalah sebuah cara efektif untuk mengajarkan kesederhanaan. Orang tua tidak diperbolehkan memberikan cara yang mewah pelajaran hidup, kesederhanaan adalah cara terbaik. Pelajaran Pikiran Lurus Cara praktis untuk mengajar anak-anak berpikir lurus adalah dengan membuat anak-anak memanfaatkan cara berpikir logis mereka. Hukum sebab dan akibat penting untuk disampaikan kepada anak-anak sebagai dukungan berpikir yang meremehkan. Untuk membuat anak-anak berpikir jernih dan lebar adalah mengajak mereka berdiskusi, sehingga terjalin komunikasi antara orang tua dan anak-anak diharapkan tidak sampai terputus oleh aktivitas kerja. Anak-anak diformat terbuka lebar di depan keluarga mereka. Pelajaran Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah mengerjakan setiap tugas dengan baik. Untuk menciptakan tanggung jawab kita perlu memberikan variasi tugas atau pekerjaan untuk anak-anak. Hal yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah tugas yang anak-anak lakukan bukan untuk melihat hasil ini hanya untuk memberi mereka tanggung jawab, itu saja hal yang penting. Jika kita melihat anak-anak melakukan beberapa kesalahan saat mereka melakukan tugasnya, jangan marah secara Memarahi mereka dengan kata-kata yang akrab, lembut, dan berhati dingin sementara ajari mereka bagaimana melakukan tugas mereka. Ajarkan tanggung jawab kepada anak diupayakan dengan sebuah cara yang efektif dan Pelajaran Disiplin Dari bahasa aslinya . isiplin: Inggri. berarti garis urutan. Garis pesanan terikat antara sikap seseorang dengan aturan / hukum / adat masyarakat tempat seseorang tersebut perilaku sedang terjadi. Tujuan pendisiplinan anak adalah agar anak bisa berperilaku seperti yang diharapkan oleh lingkungan masyarakat. Dimulai dengan tugas rutin dan mudah dipantau. Dalam memberikan sikap disiplin orang tua perlu konsisten untuk contoh yang bagus. Ajarkan Nilai-Nilai Semangat Berjuang Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 66 Mualamatul Musawamah Sangat penting untuk memberi anak nilai-nilai semangat juang. Jangan sebaliknya, anak akan menumbuhkan sikap putus asa, mengeluh, dan tidak bergairah terhadap segala hal. Orang yang putus asa adalah orang dengan kemauan yang lemah, dan sikap seperti ini akan berakhir untuk sikap ceroboh. Setiap kali anak-anak akan melakukan tugasnya pastikan untuk memberi mereka semangat dengan menceritakan manfaat belajar dan hilangnya tidak belajar. Selain hal-hal di atas, hal terpenting dalam pembentukan karakter anak usia dini Pelajaran Agama Pendidikan agama harus dilakukan oleh orang tua sedini mungkin mengambil kesempatan untuk membiasakan sikap di mana hal itu harus diajarkan oleh para Itu Tujuannya adalah untuk mengarahkan manusia menuju kedewasaan sehingga siswa memiliki keseimbangan antara pikiran dan sikap serta dapat menciptakan keseimbangan perbuatan yang konkrit. Begitu seterusnya dengan Pendidikan agama, dapat mengantarkan anak pada kematangan beriman. Pelajaran Nilai Norma Pada tahun pertama sekolah dasar anak-anak mulai bertindak berdasarkan orang tua Secara moral, guru, dan orang dewasa tertentu menjadi bagian dari otoritas masyarakat dan mereka bersama semua aturan yang perlu dipatuhi. Pertumbuhan dan perkembangan akhlak anak seiring dengan perkembangan Cara mengajari anak-anak tentang moralitas. Memberi pengalaman - mengalami dan memberi contoh - contoh moralitas yang baik, kebutuhan untuk diberikan sejak kecil. Interaksi sosial antara anak dan mereka teman yang memiliki peran besar dalam perkembangan moralitasnya. Meremehkan moralitas tentang mana yang benar atau salah, mana yang baik atau tidak baik yang akan dimiliki oleh anak-anak setelah mendapatkan nilai-nilai dari setiap pengalaman dan teladan yang mereka miliki pengalaman. Sebagai kunci sukses mengajarkan nilai-nilai moralitas kepada anak adalah untuk ciptakan lingkungan anak yang aman dan tertib Pelajaran Ibadah Tanggung jawab utama orang tua adalah memberikan contoh yang baik tentang perilaku ibadah di lingkungan di depan anak-anak mereka. Anak laki-laki dan perempuan memiliki keragaman dan mengambil pelajaran dari menyembah. Anak laki-laki, pengalaman itu akan jauh lebih bermakna daripada seribu kata Berbeda dengan anak perempuan, terkadang kata-kata bijak yang dibutuhkan lebih dominan daripada melakukan aktivitas langsung. Kesimpulan Peran orang tua dalam pembentukan karakter anak sangat penting. Apa anak-anak memiliki pada usia dini akan selamanya tinggal di dalam anak-anak pada tahap kehidupan berikutnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa orang tua harus memberikan pendidikan terbaik kepada anaknya sejak saat itu usia dini. Orang tua harus menjadi teladan yang baik untuk anak-anak mereka karena anakanak akan melakukannya meniru apa yang dilakukan orang tua mereka mengingat anak-anak Peran orang tua dalam keluarga menjadi sentral dalam pembentukan karakter anak. Ibu dan ayah harus berbagi peran saat mereka mengajar anak mereka Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 67 Mualamatul Musawamah sehingga tercipta kerjasama yang baik dan keseimbangan dalam mendidik anak. Kata lain yang harus dilakukan orang tua tanggung jawab mereka kepada anakanak mereka. Hal terpenting dari semua ini adalah memberi pelajaran agama dan moralitas sejak usia dini Daftar Pustaka