JSL: Journal Smart Law http://jurnal. id/index. php/jsl/index Vol. No. Juli-Desember 2022 E-ISSN: 2963-0991 KEBUDAYAAN DAN SENI ADAT MELAYU (DIALEKTIKA ISLAM BUDAYA LOKAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM) (STUDI KASUS TRADISI JAMU LAUT DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN LANGKAT) Farif Habib1 Sekolah Tinggi Agama Islam JamAoiyah Mahmudiyah Langkat Email: habibfarif5@gmail. ABSTRAK Upacara Sedekah Laut terdapat indikasi yang mengarah pada perbuatan dan ritual syirik yakni menduakan Allah Swt. Pelaksanaan upacara jamuan laut atau sedekah laut disalah artikan oleh masyarakat yang kurang memiliki konsep dasar agama Islam yaitu mengedepankan nilai-nilai tauhid dan kemurnian keimanan umat muslim. Oleh sebab itu, dikhawatirkan akan merusak nilai-nilai tauhid tersebut jika manusia mengerjakan ritualritual tersebut. Hasil Penelitian menunjukan bahwa fenomena upacara sedekah laut bisa dilihat dari niat mereka yang melakukannya karena ini berurusan dengan masalah keyakinan, aqidah, tauhid, keimanan, dan seberapa sering upacara ini . isalnya sebulan sekal. dilakukan karena berkaitan dengan dana dalam pengertian idhAoatul mal atau tindakan tabdzir yaitu menyia-nyiakan harta yang dimakruhkan dalam agama. Dan juga sejarah upacara jamu laut ini bagi Desa Kwala Langkat, secara keseluruhan hanya memahami upacara jamu laut sebagai tradisi keluarga yang harus dijaga dan dijalankan Bagi masyarakat terdahulunya sudah menjalankan sesuai dengan tradisi yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Upacara jamu laut ini dianggap sebagai suatu tradisi kebudayaan yang harus dijaga dan diajarkan kepada keturunan-keturunan berikutnya, sehingga sampai kapanpun upacara jamu laut ini akan terus berjalan dan menjadi tradisi masyarakat daerah setempat. Kata Kunci: Kebuadayaan. Tradisi Jamu Laut ABSTRACT Sea alms ceremony has indications that lead to shirk acts and rituals, namely doubling Allah SWT. The implementation of the sea banquet ceremony or sea alms is misinterpreted by people who lack the basic concept of Islam, namely promoting the values of monotheism and the purity of the Muslim faith. Therefore, it is feared that it will damage the values of monotheism if humans carry out these rituals. The results show that the phenomenon of the sea alms ceremony can be seen from the intentions of those who do it because it deals with issues of belief, aqidah, monotheism, faith, and how often this ceremony . or example once a mont. is carried out because it is related to funds in the sense of idh'atul mal or tabdzir action is wasting property that is forbidden in And also the history of this herbal medicine ceremony for Kwala Langkat Village, as a whole only understands the herbal medicine ceremony as a family tradition that must be maintained and carried out in the process. For the previous people, they had carried out according to the traditions left by their ancestors. This herbal medicine ceremony is considered as a cultural tradition that must be maintained and taught to the next generations, so that until whenever this herbal medicine ceremony will continue and become a tradition of the local community. Keywords: Culture. Sea Alms Tradition PENDAHULUAN Ritual sedekah laut sendiri diartikan pembuangan sesuatu benda kedalam laut atau kedalam air sungai yang mengalir ke laut. Definisi lain menjelaskan bahwa upacara sedekah laut yaitu memberi sesuatu yaitu macam-macam sesaji dengan maksud memberikan sesaji kepada yang menguasai laut . agar terhindar dari marabahaya. Selama ini Ritual upacara sedekah laut di setiap daerah memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Dan disetiap daerah di pesisir pantai juga memiliki nama penyebutan berbeda-beda. Di wilayah Kabupaten Langkat penyebutan istilah ritual ini adalah adat jamu laut yakni menjamu dalam artian memberikan makan atau sesajen kepada mahkluk jin penunggu laut. Ritual upacara sedekah laut bertujuan agar para penguasa laut memelihara keselamatan penduduk, menjauhkan dari malapetaka dan melimpahkan kesejahteraan, berupa meningkatnya jumlah ikan-ikan di laut. Ritual upacara sedekah laut biasanya dilakukan dengan cara membuang kepala kerbau, sayur sayuran, buah-buahan jajanan pasar yang sudah dihias di atas kapal kemudian diarak dan dibawa ke tengah laut dengan kapal motor yang biasa digunakan para nelayan untuk mencari ikan di laut. Namun, di dalam praktiknya Upacara Sedekah Laut terdapat indikasi yang mengarah pada perbuatan dan ritual syirik yakni menduakan Allah Swt. Pelaksanaan upacara jamuan laut atau sedekah laut disalah artikan oleh masyarakat yang kurang memiliki konsep dasar agama Islam yaitu mengedepankan nilai-nilai tauhid dan kemurnian keimanan umat Oleh sebab itu, dikhawatirkan akan merusak nilai-nilai tauhid tersebut jika manusia mengerjakan ritual-ritual tersebut. Pada dasarnya masyarakat yang melaksanakan upacara jamuan laut atau sedekah laut tidak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam karena upacara sedekah laut dilaksanakan untuk mengucapkan rasa syukur kepada penguasa laut atas ikan-ikan yang melimpah dan laut yang ramah bersahabat dengan masyarakat dan sebagai harapan agar ikan melimpah dan keramahan laut yang TINJAUAN TEORITIS Definisi Tradisi dan Kebudayaan Pengertian ritual secara leksikal, ritual adalah bentuk atau metode tertentu dalam melakukan upacara keagamaan atau upacara penting atau tatacara dalam bentuk upacara. Makna dasar ini menyiratkan bahwa, di satu sisi aktivitas ritual berbeda dari aktivitas biasa, terlepas dari ada tidaknya nuansa keagamaan atau kekhidmatan. Adat istiadat biasanya dipakai sebagai tindakan atau tingkah laku yang berdasarkan pada nila-nilai agama, sedangkan ritual atau tradisi adalah tingkah laku yang didasarkan pada nilainilai budaya yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat. yang dimaksud dengan tradisi yaitu suatu kebiasaan yang sudah ada dan berkembang ditengah-tengah masyarakat dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga pelestarian terhadap tradisi menjadi suatu keharusan bagi generasi penerusnya untuk mengingat dan memperaktekkan tradisi yang sudah lama dibuat dan dikerjakan oleh nenek moyang. Tradisi memiliki makna yang khusus yaitu suatu ajaran atau tata hukum aturan yang sudah dibuat dan diatur sejak dahulu oleh orang-orang yang hidup dimasa lalu kemudian tradisi itu dijaga untuk diwariskan dan dilestarikan kepada generasi berikutnya. Tradisi bisa saja berubah ketika orang memberikan perhatian khusus terhadap fragmen tradisi dan mengabaikan tradisi lainnya. Bisanya tradisi bertahan dalam jangka waktu tertentu dan bisa saja tradisi tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang relelatif yang singkat. Adapun fungsi tradisi yaitu kebijakan secara turun temurun yang berfungsi untuk memberikan edukasi bagi generasi seterusnya dimana tradisi itu memuat tentang kesadaran, keyakinan, norma dan nilai yang dianut dari masa atau waktu yang berbeda. Kemudian tradisi berfungsi untuk memberikan kualitas hukum dalam mengambil keputusan bila mendapati suatu kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota masyarakat yang mempercayai tradisi tersebut sebagai rule of law yaitu sebagai hukum yang harus ditaati. Pelaksanaan Upacara Jamu Laut Upacara jamu laut yaitu merupakan upaya yang dilaksanakan dengan cara mengumpulkan masyarakat kemudian diberikan sedekah berupa makanan dengan memiliki hajat tertentu namun pelaksanakan diwilayah pesisir atau dilaut. Maksud pelaksanaan sedekah tersebut sama dengan makna sedekah lainnya hanya saja pelaksanaan diwilayah pesisir tersebut dimaksudkan untuk mensyukuri nikmat Allah Swt yang ada dilaut seperti hasil laut. Sedekah laut merupakan ritual yang dilakukan oleh warga di pesisir pantai. Sedekah laut merupakan rutinitas yang wajib dilaksanakan berbarapa daerah yang di pesisir lautan. Tradisi ini merupakan suatu bentuk upacara tradisional yang dilakukan oleh warga di sekitar laut semisal daerah pantai dan sekitarnya. Kebudayaan ini bersifat abstrak dan kebudayaan ini merupakan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada perbuatan dan karya manusia dalam aspek fisik. Tradisi atau sering disebut dengan adat atau Aourf yaitu kebiasaan masyarakat,baik berupa perkataan maupun perbuatan yang dilakukan secara kontinu dan seakan-akan merupakan hukum tersendiri, sehingga jiwa merasa tenang dalam melakukan karena sejalan dengan akal dan diterima oleh tabiat . itra batin individu yang meneta. yang sejahtera Setiap tradisi mengandung nilai-nilai pendidikanya, khususnya pada pendidikan karakter beragama, sosial dan religius. Pendidikan sebagai proses untuk mencapai sebuah tujuan hidup seseorang sehingga menjadikan seseorang dianggap sempurna dan mempunyai kreativitas. Akan tetapi, dalam pendidikan tidak hanya berhubungan dengan kreativitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi belaka, melainkan juga tentang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai tertentu dalam diri seseorang. Karakter merupakan kepribadian yang khas pada diri seseorang yang terbentuk karena pengaruh lingkungannya. Karakter manusia akan sangat menentukan arah kehidupan manusia, baik secara individual maupun komunal. Karakter yang baik akan melahirkan sebuah tatanan yang baik. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan multi Strategi-strategi yang bersifat interaktif, seperti observasi, langsung, observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumendokumen, teknik-teknik perlengkapan seperti foto, rekaman, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat mengungkapkan fakta dan memberikan gambaran secara obyektif tentang keadaan sebenarnya dari objek yang diteliti Subjek dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah seluruh masyarakat Desa Kwala Langkat Kecamatan Tanjung Pura. HASIL DAN PEMBAHASAN Membahas sedekah laut merupakan tradisi pelarungan sesaji ketengah laut yang dilakukan setahun sekali oleh masyarakat pesisir pantai khususnya nelayan ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur serta memohon diberi keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya. Hasil data penelitian di lapangan menunjukan bahwa hukum upacara sedekah laut tergantung kepada niatnya, seperti dalam hadis yang diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab sebagai berikut : e A OuaIcaI aEEa acaE IOs I I aaOO Aa aI eI EaIA a a A eI I I E O NEE IN uIca aI E aIE EIacaOcaA e AOa eO aE aN O aII EaIA a eOaN O Is OaI aE a aNA a Aa aN aeNa aEaIOa OA a aAOaO aE aN A aN aeNa uEO NEEA a aN aeNa uEO NEEA )AA aN aeNa uEO I Na a a uEO aN (ON EOA Artinya: Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju. Ay (HR. Bukhari dan Musli. Selain tergantung kepada niatnya, betapa keutamaan sedekah dapat menjadi sebab dihindarkannya seseorang dari marabahaya, sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW dalam kitab Tanqihul Qauli Hatsits fii Syarh Lubab al Hadis karya syekh Nawawi al-Bantani bab shodaqoh yaitu : a a aCNa aa EaEa aO A A caO aE eEa eIA ac A EA: AaOCa aE AEO NEE EO aN O EIA Artinya : Rasulullah SAW pernah bersabda,AySedekah dapat menolak balaAo. dan menjadikan umur panjang. (HR. Bukhar. Jika praktik pelaksanaan upacara sedekah laut diniatkan untuk meyakini adanya kekuatan selain Allah dengan memohon terhindar dari marabahaya, dijauhkan dari paceklik, dan berharap akan rezeki hasil tangkapan ikan yang melimpah kepada penguasa laut maka diharamkan karena hanya kepada Allah lah kita memohon dan berharap. Tetapi fenomena upacara sedekah laut bisa jadi dihukumi mubah bila upacara penyembelihan hewan tertentu di maknai atau diniatkan sebagai taqqarub kepada Allah untuk mengusir Jin jahat atau makhluk penguasa laut. Namun ketika penyembelihan hewan ini di niatkan untuk menyenangkan Jin penguasa laut, maka hal ini di hukumi haram. Dari sini kita dapat menarik simpulan bahwa fenomena upacara sedekah laut bisa dilihat dari niat mereka yang melakukannya karena ini berurusan dengan masalah keyakinan, aqidah, tauhid, keimanan, dan seberapa sering upacara ini . isalnya sebulan sekal. dilakukan karena berkaitan dengan dana dalam pengertian idhAoatul mal atau tindakan tabdzir yaitu menyia-nyiakan harta yang dimakruhkan dalam agama. Persoalan ketika barang-barang yang dilarung itu seperti ayam, sayursayuran segar, buah-buahan, dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan dan sebagian masyarakat yang hadir, maka itu bernilai ibadah seperti upacara sedekah laut di Kwala Langkat. Jadi upacara sedekah laut ini mengandung banyak kemungkinan sesuai dengan praktiknya di pinggir laut. Islam tidak menentang sesuatu yang baru selama relevan dengan sepirit nilai-nilai Islam. Semangat Islam adalah Perubahan menuju perbaikan. Memisahkan Islam dari tradisi masyarakat bukanlah solusi. Islam seharusnya berdialektika dengan kebudayaan asalkan tidak sampai mengubah pokok ajaran Islam. Dengan demikian ajaran Islam dan urf tradisi masyarakat mestinya tidak perlu dipertentangkan. Sebab keduanya saling Jika urf tradisi membutukan ajaran Islam agar tradisi tersebut tak menghancurkan nilai-nilai kemanusiaa, maka Islam juga membutukan urf karena urf merupakan ladang tempat berlabuhnya ajaran Islam karena itu seorang mujtahid harus orang yang mengerti tradisi Penampilan Islam Indonesia yang penuh Auwarna tradisiAy dalam batas-batas tertentu, merupakan hasil pemahaman dan penafsiran terhadap substansi Islam yang satu tersebut ditransformasikan secara aplikatif dalam konteks budaya Indoseia. Penampilan itu tidak mengubah Islam, tetapi Islam Kebiasaan mentransformasikan ajaran Islam kedalam konteks budaya menjadikan Islam kaya pemahaman, pemaknaan, penafsiran dan penampilan sehingga Islam menjadi Islam yang luwes dan fleksibel baik terhadap tradisi, budaya, maupun perkembangan zaman, sepanjang hal-hal tersebut tidak mengancam dan merusak substansi Islam. Selanjutnya, jika dilihat dari sumbernya upacara sedekah laut masuk dalam urf fiAoly karena upacara sedekah laut merupakan kebiasaan yang berlaku pada Penyelenggaraan upacara sedekah laut di Kwala Langkat secara esensial bentuknya hampir sama dengan upacara sedekah laut pada zaman nenek moyang terdahulu yang mengandung kepercayaan mistis namun seiring perubahan zaman dan kondisi masyarakat Kecamatan Tanjung Pura yang menyelenggarakan upacara sedekah laut telah mengalami perubahan. Selanjutnya bahwa tradisi upacara sedekah laut di Kecamatan Tanjung Pura sudah sesuai dengan ketentuan syarAoi hal itu karena tidak terlepas hasil usaha para ulama dan tokoh agama yang sediki demi sedikit mengikis praktik-praktik pelaksanaan yang menyimpang dari agama Islam dalam tradisi upacara sedekah laut di Kecamatan Tanjung Pura. Akulturasi antara budaya dan agama, karena dengan melaksanakan upacara sedekah laut tidak saja melestarikan nilai-nilai budaya, tetapi juga pada nila-nilai sosial keagamaannya. PENUTUP Tradisi upacara sedekah laut dalam serangkaian upacaranya terdapat syaratsyarat yang mesti terpenuhi, salah satunya yaitu menggunakan sesaji berupa kepala kerbau atau kepala kambing. Bahwasannya sebagian masyarakat Kwala Langkat mempercayai mitos, jika tidak menggunakan kepala kerbau atau kambing tangkapan ikan menjadi turun serta dapat menimbulkan marabahaya saat melaut. Karena menurut saya membuang kepala kerbau dengan mengharap pertolongan sangat bertentangan dengan aqidah Islam Adapun sebab mengapa upacara sedekah laut masih di pertahankan, dipercayai dan dilaksanakan oleh masyarakat di Kwala Langkat karena masyarakat nelayan mempercayai bahwa apabila tidak melaksanakan upacara sedekah laut maka hasil tangkapan ikan jadi sedikit. Sedangkan upacara sedekah laut di Kwala Langkat diperingati hanya karena tidak inign menghilangkan tradisi yakni agar tidak hilang. Upaya standarisasi tradisi upacara sedekah laut dari unsur-unsur yang dilarang oleh Islam yang salah satu yaitu penggunaan sesaji berupa aneka macam makanan dan kepala kerbau atau kepala kambing yaitu dengan cara memberikan pencerahan kepada masyarakat secara sedikit demi sedikit, perlahan-lahan dan berangsung-angsur seperti yang dilakukan oleh para ulama dan tokoh agama di Kwala Langkat. Berbeda dengan upacara sedekah laut di Kwala Langkat karena masyarakat sudah tertanam kuat kepercayaan dalam hal-hal seperti itu. Pada prosesi upacara sedekah laut di Kwala Langkat ritual pembakaran kemenyan serta mempercayai mitos akan adanya penunggu laut Berdasarkan penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang sudah dipaparkan diatas, maka peneliti menyarankan agar: Hendaknya kepada pemuka agama, tokoh masyarakat, serta kepala adat melakukan sosialisasi mengenai ajaran ketauhidan dan keimanan kepada Allah SWT pada masyarakat nelayan di Kwala Langkat penting di Syogyanya kepada para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan kepala adat memberikan pemahaman tentang tradisi yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam, baik dengan pendekatan keluarga, dakwah, maupun kepada para pemuda pemudi di Kwala Langkat. Sebaiknya untuk wilayah di Kwala Langkat dalam Penggunaan sesaji kepala kerbau atau kepala kambing diganti dengan tabor benih ikan di laut agar ikan tidak punah dan tangkapan ikan menjadi melimpah. Seyogyanya tradisi upacara sedekah laut di Kwala Langkat agar di perbarui seperti upacara sedekah laut di Kwala Langkat. Seperti aneka makanan sesajen tidak ikut dilarung tapi dimakan bersama-sama masyarakat dan Hendaknya para pemuka agama Islam. Hindu dan Budha untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. DAFTAR PUSTAKA