Jurnal Riset Media Keperawatan ISSN: 2527-368X (Prin. 2621-4385 (Onlin. Hubungan Dukungan Keluarga dan Akses Ke Pelayanan Kesehatan dengan Kepatuhan Kontrol Ulang Pasien Skizofrenia Sulita1. Isti Harkomah2. Dian Octavia3 1,2,3Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi. Jambi. Indonesia *sulitaamkep@gmail. *corresponding author Abstrak Pasien skizofrenia yang tidak patuh pada pengobatan akan memiliki risiko kekambuhan lebih tinggi dibandingkan dengan pasien patuh pada pengobatan. Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya dukungan keluarga yang kurang baik dan akses pelayanan kesehatan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan akses ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kontrol ulang pasien skizofrenia di RSJ Daerah Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Desember 2023 s/d 13 Januari 2024 di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Sampel penelitian adalah keluarga yang mendampingi pasien skizofrenia untuk melakukan kontrol berobat di Poliklinik Jiwa RSJ Daerah Provinsi Jambi sebanyak 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Sebanyak 31,4% responden memiliki kepatuhan kurang, 35,7% responden memiliki dukungan keluarga kurang baik, 34,3% responden memiliki akses pelayanan kesehatan sulit. Ada hubungan dukungan keluarga . value=0,. dan akses pelayanan kesehatan . -value=0,. dengan kepatuhan kontrol ulang pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Kepatuhan kontrol ulang pasien skizofrenia di Poliklinik Jiwa RSJ Daerah Provinsi Jambi berhubungan dengan dukungan keluarga dan akses pelayanan Untuk itu, diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan edukasi kepada keluarga sehingga keluarga dapat memberikan dukungan kepada pasien skizofrenia. Kata kunci: Kepatuhan. kontrol ulang. dukungan keluarga. The Relationship Between Family Support And Access To Health Services With Control Compliance In Schizophrenia Patients Abstract Schizophrenia patients who are not compliant with treatment will have a higher risk of relapse compared to patients who are compliant with treatment. Patient non-adherence in treatment can be caused by several factors including poor family support and poor access to health services. This study aims to determine the relationship between family support and access to health services with compliance with re-control of schizophrenia patients at the Jambi Provincial Mental Hospital. This study used a cross sectional design. The research was conducted on December 27, 2023 to January 13, 2024 at the Mental Polyclinic of the Jambi Provincial Mental Hospital. The research sample was a family who accompanied schizophrenia patients to control treatment at the Mental Polyclinic of the Jambi Provincial Mental Hospital, totaling 70 people. The sampling technique used purposive sampling method. The data collection method was an interview using a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test. A total of 31. 4% of respondents had poor compliance, 35. 7% of respondents had poor family support, 34. 3% of respondents had difficult access to health services. There is a relationship between family support . -value = 0. and access to health services . -value = 0. with compliance with re-control of schizophrenia patients at the Jambi Provincial Mental Hospital. Compliance with re-control of schizophrenia patients at the Mental Polyclinic of the Jambi Provincial Mental Hospital is related to family support and access to health services. For this reason, it is hoped that the hospital will provide education to families so that families can provide support to schizophrenic patients. Keywords: Re-control adherence. family support. PENDAHULUAN Skizofrenia merupakan gangguan serius dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan penderitanya, termasuk hubungan sosial, pekerjaan, dan kemampuan untuk merawat diri sendiri (Yuliana, 2. Berdasarkan data WHO yang dikutip oleh Kemenkes RI . menunjukkan bahwa terdapat sekitar 25 juta orang terkana skizofrenia di seluruh dunia kekambuhan, 20%-40% mendapat perawatan di rumah sakit, 20%-50% mencoba bunuh diri, dan 10% diantaranya meninggal karena bunuh diri (Kemenkes RI, 2. Data Riskesdas skizofrenia di Indonesia sebesar 6,7 per 1000 rumah tangga, artinya dari 1. 000 rumah tangga terdapat 6,7 rumah tangga yang mempunyai anggota rumah tangga (ART) pengidap skizofrenia (Kemenkes RI, 2. Provinsi Jambi menempati urutan ke16 dengan prevalensi skizofrenia sebesar 6,6% (Kemenkes RI, 2. Data Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi bulan Januari s. d Juni 2023 menunjukkan bahwa jumlah pasien skizofrenia yang berkunjung sebanyak 9. pasien dengan rincian 461 pasien baru dan 8983 pasien lama (Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi, 2. Proses penyembuhan pada pasien skizofrenia memerlukan waktu cukup lama sehingga memerlukan kemampuan pengobatan dalam rutinitas sehari-hari (Kemenkes RI, 2. Kepatuhan berobat merupakan faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan terapi skizofrenia. Kepatuhan kontrol ulang yaitu kepatuhan klien terhadap pengobatan, dilihat dari datang atau tidaknya klien yang sudah ditetapkan jadwal untuk kontrol yang ke 2 dan selanjutnya bedasarkan kesepakatan waktu yang ditentukan oleh tenaga kesehatan setelah kontrol yang pertama (Yosep, 2. Dukungan keluarga untuk patuh terhadap kontrol sangatlah penting. Keluarga merupakan orang terdekat dengan penderita, sehingga peran keluarga untuk menentukan cara atau perawatan yang diperlukan penderita sangat diperlukan. Dukungan keluarga meliputi sikap dan tindakan keluarga terhadap anggotanya untuk memberikan arahan yang positif/baik. Dukungan instrumen keluarga diperlukan dalam kepatuhan pengobatan kontrol pasien gangguan jiwa, meliputi membiayai pengobatan, mengantar kontrol berobat ke rumah sakit jiwa sesuai waktu yang ditentukan, menyiapkan dan membantu minum obat pada pasien bila telah tiba waktunya, menyiapkan dokumen atau kebutuhan administrasi yang diperlukan untuk kontrol berobat (Kemenkes RI. Hasil penelitian Suliyanti, et al . menemukan bahwa aada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien dalam menjalani kunjungan kontrol rawat jalan. Penelitian Sari, et al . juga memperoleh hubungan serupa bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien dalam menjalani jadwal kontrol. Dukungan keluarga antara lain berupa menyiapkan obat, melakukan pengawasan minum obat, mencari alternatif pemberian obat jika pasien tidak mau minum obat, memenuhi kebutuhan finansial, selalu meluangkan waktu untuk memberikan memberikan motivasi dan selalu berada disamping pasien saat sedih maupun senang. Keluarga keberadaan pelayanan kesehatan dan keluarga harus bisa menjangkau fasilitas kesehatan baik dari segi jarak, waktu maupun transportasi. Apabila keluarga tidak mengetahui keberadaan pelayanan kesehatan dan tidak bisa menjangkau maka dampaknya keluarga kesulitan dalam membawa pasien untuk melakukan kontrol berobat. Jarak jangkauan ke menyebabkan keluarga tidak mampu membiayai transportasi dalam melakukan pengobatan (Niven, 2. Penelitian (Sari. Giena, & Effendi, 2. menemukan hasil bahwa ada hubungan antara jarak tempat tinggal dengan Vol. 8 No. 2 December 2025 | 149 kepatuhan jadwal kontrol pasien skizofrenia. Pasien gangguan jiwa tidak patuh berobat karena kesulitan akses dan jauhnya jarak tempat tinggal dengan rumah sakit. Jarak yang jauh, waktu tempuh yang lama, kesulitan transportasi juga membuat keluarga tidak mengantar pasien untuk melakukan kontrol berobat tepat waktu. Penelitian (Barimbing. Feoh, & Maromon, 2. juga menunjukkan ada hubungan antara akses ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kontrol berobat pasien skizofrenia. Pasien menyatakan bahwa jarak yang harus pasien tempuh jauh dan memerlukan waktu tempuh yang lama selain itu pasien juga kesulitan dalam hal Hasil studi awal yang dilakukan di RSJ Daerah Provinsi Jambi menunjukkan bahwa dari 10 orang keluarga pasien skizofrenia, 6 orang memiliki kepatuhan baik dan 4 orang memiliki kepatuhan kurang baik. Dari 10 orang keluarga pasien skizofrenia, terdapat 5 orang memberikan dukungan keluarga yang baik, sementara 5 orang lainnya memberikan dukungan kurang baik. Keluarga yang kurang baik dalam memberikan dukungan dalam proses pengobatan skizofrenia dikarenakan ada beberapa kendala. Kendala dalam dukungan instrumen seperti adanya kesibukan dalam pekerjaan, kendala dukungan informasi karena kurangnya pengetahuan tentang skizofrenia dan bagaimana mengelolanya, kendala intrumental karena kendala finansial. Keluarga yang menghadapi kesulitan keuangan tidak mampu memberikan dukungan instrumental dengan membantu mengatur jadwal harian pasien atau memenuhi kebutuhan praktis Keluarga memberikan pujian dan pengakuan atas prestasi pasien ketika pasien teratur minum Keluarga belum memberikan dukungan emosional dimana keluarga sudah merasa putus asa sehingga tidak tahu cara pasien agar mau minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan akses ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kontrol ulang pada pasien 150 | Pages 148-153 BAHAN DAN METODE Penelitian penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi, dan rancangan penelitian cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan akses ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kontrol ulang pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Desember 2023 s/d 13 Januari 2024 di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Populasi penelitian adalah seluruh pasien skizofrenia yang melakukan pengobatan tahun 2023 444 pasien. Sampel penelitian adalah keluarga yang mendampingi pasien skizofrenia untuk melakukan kontrol berobat di Poli Jiwa RSJ daerah Provinsi Jambi sebanyak 70 orang. Teknik Metode pengumpulan data Data dianalisis menggunakan uji chi-square. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 31,4% responden kurang patuh dalam kontrol ulang, sebanyak 35,7% responden memiliki dukungan keluarga kurang baik dan sebanyak 34,3%1 responden memiliki akses pelayanan kesehatan sulit (Tabel . Tabel 1. Gambaran Kepatuhan Kontrol Berobat. Dukungan Keluarga dan Akses ke Pelayanan Kesehatan Variabel Jumlah Persentase Kepatuhan Kontrol Ulang Kurang Patuh Patuh Dukungan Keluarga Kurang Baik Baik Akses Ke Pelayanan Sulit Mudah Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan akses ke pelayanan dengan kepatuhan kontrol pasien skizofrenia di RSJ Daerah Provinsi Jambi. Tabel 2. Hubungan Dukungan Keluarga dan Akses ke Pelayanan dengan Kepatuhan Kontrol Pasien Skizofrenia Kepatuhan Kontrol Ulang Total p-value Variabel Kurang Patuh Patuh Dukungan Keluarga Kurang Baik 0,000 Baik Akses Ke Pelayanan Sulit 0,000 Mudah Hasil uji statistik chi-square diperoleh p-value sebesar 0,000 . -value < 0,. sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol ulang pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi. Sesuai pendapat Niven . , untuk keberhasilan suatu pengobatan yang diberikan kepada pasien, tidak hanya mengandalkan kemampuan seorang tenaga medis dalam menentukan diagnosis dan memberikan obat yang tepat tetapi juga harus memperhatikan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan, di antaranya adalah kondisi pasien itu sendiri dan pengaruh lingkungan sekitar khususnya dukungan Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Afrianti. Agusthia, & Noer, 2. menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol berobat. Kelompok yang memiliki dukungan keluarga kurang baik mempunyai kemungkinan untuk tidak patuh kontrol 64,471 kali lebih besar dari pada kelompok yang memiliki dukungan keluarga baik. Hasil penelitian (Derang, 2. menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol berobat jalan di poli klinik RSJ Prof Muhammad Lildrem Medan. Penelitian (Ramadia. Aziz. Eri, & Jannaiim, 2. juga menemukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol berobat orang dengan gangguan jiwa di UPTD Puskesmas Polak Piisang Kabupaten Indragiri Hulu. Menurut asumsi peneliti, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol ulang pasien skizofrenia, dengan kata lain semakin baik dukungan keluarga maka pasien dukungan keluarga maka semakin kurang baik kepatuhan kontrol ulang pasien Dukungan keluarga yang baik dapat menciptakan lingkungan yang positif dan membantu pasien untuk menjalani proses kontrol ulang dengan lebih terstruktur dan konsisten. Adanya dukungan keluarga dapat memberikan rasa keamanan, meningkatkan motivasi dan membantu pasien dalam mengelola stres yang terkait dengan skizofrenia. Hasil uji statistik chi-square diperoleh p-value sebesar 0,000 . -value < 0,. sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kontrol ulang pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi. Akses tempat tinggal menyelesaikan pengobatan. Niven . menyatakan bahwa salah satu faktor yang Vol. 8 No. 2 December 2025 | 151 mempengaruhi kepatuhan berobat adalah faktor yang mendukung . nabling facto. , yang terdiri atas tersedianya fasilitas kesehatan, kemudahan untuk menjangkau sarana kesehatan serta keadaan sosial ekonomi dan budaya. Jarak tempat tinggal ke tempat pelayanan kesehatan akan mempengaruhi pasien dalam menyelesaikan pengobatan. Keluarga harus mengetahui keberadaan pelayanan kesehatan dan keluarga harus bisa menjangkau fasilitas kesehatan baik dari segi jarak, waktu maupun transportasi. Apabila keluarga tidak mengetahui keberadaan pelayanan kesehatan dan tidak bisa menjangkau maka dampaknya keluarga kesulitan dalam membawa pasien untuk melakukan kontrol berobat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Barimbing, et al . yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kontrol pasien skizofrenia. Orang dengan akses mudah memiliki peluang sebanyak 8,643 kali untuk patuh kontrol berobat dibanding orang dengan akses sulit. Penelitian Antari & Suariyani . menyatakan bahwa pasien skizofrenia dengan jarak tempat tinggal dengan pelayanan kesehatan jiwa > 5 km lebih banyak yang tidak patuh melakukan kontrol ulang pengobatan (Antari & Suariyani, 2. Menurut peneliti responden memiliki akses sulit karena jarak yang harus responden tempuh jauh dan memerlukan waktu tempuh yang lama selain itu responden juga kesulitan dalam hal transportasi. Di Jambi hanya memiliki satu Rumah Sakit jiwa dengan kabupaten/kota yang ada di Jambi. Jauh dekatnya tempat tinggal dengan fasilitas kesehatan akan mempengaruhi jauh dekatnya perjalanan dan waktu yang harus ditempuh oleh pasien dalam pengobatan SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol ulang pasien skizofrenia adalah dukungan keluarga dan akses ke pelayanan. 152 | Pages 148-153 DAFTAR PUSTAKA