Jurnal Penelitian dan PkM Vol. No. 2 Oktober 2024. Hal. BPPMSTAKTerpaduPesat Refleksi Kepemimpinan Raja Uzia dengan Visi. Relasi dan Karakter Kendali Diri Medi Yakub Prabowo1*. Mariani Harmadi2 Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia . mediyakub@stbi. Article History Submitted: 27 Agustus 2024 Accepted: 24 September 2024 Published: Oktober 2024 Keywords: Complacency. Leadership,Task Delegation. Self-Control. Work Completion Kata-kata kunci: Kelengahan. Kepemimpinan. Pendelegasian Tugas. Pengendalian Diri. Penuntasan Kerja. Abstract God calls leaders based on His privilege and sovereignty and design for the realization of His work that wants to empower His human creation to declare glory. King Uzziah, one of the recipients of the mandate to lead God's chosen nation to experience a renewal of faith both through the policies set and through the example of his life which can be witnessed clearly from his leadership pattern and example. The prominent feature of King Uzziah's leadership model was his strong character in his courage to make decisions, the good relationship established with the Prophet Zechariah as his mentor and the vision that was clearly realized in his decision-making resulted in his victory and success. However, one weakness in his ability to control himself over work that was not part of his duties was the cause of his failure to complete his work and position which ended prematurely due to the leprosy he suffered as a result of God's punishment. This means that the vigilance towards self-control of the delegation of clear but violated tasks is a lesson from the part of leadership and organization that requires discipline in its realization. Abstrak Allah memanggil pemimpin berdasarkan hak istimewa dan kedaulatanNya serta rancangan bagi realisasi pekerjaanNya yang ingin memberdayakan manusia ciptaanNya untuk menyatakan kemuliaan. Raja Uzia, salah seorang penerima mandat untuk memimpin bangsa pilihan Allah untuk mengalami pembaruan iman baik melalui kebijakan yang ditetapkan maupun melalui teladan kehidupannya yang dapat disaksikan secara jelas dari pola kepemimpinan dan keteladanannya. Ciri yang menonjol dari model kepemimpinan Raja Uzia yaitu karakter yang kuat dalam keberaniannya mengambil keputusan, hubungan baik yang terjalin dengan Nabi Zakharia sebagai mentornya dan visi yang secara jelas diwujudkan dalam pengambilan keputusannya menghasilkan kemenangan dan Namun satu kelemahannya dalam kemampuan untuk mengendalikan diri terhadap pekerjaan yang bukan menjadi bagian tugasnya merupakan penyebab kegagalan atas penuntasan pekerjaan dan jabatan yang berakhir sebelum waktunya karena sakit kusta yang dideritanya akibat hukuman Allah. Artinya kewaspadaan terhadap kontrol diri dari pendelegasian tugas yang jelas namun dilanggarnya adalah pelajaran dari bagian dalam kepemimpinan dan organisasi yang memerlukan disiplin dalam perwujudannya. Copyright: @2024. Authors. 112 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga PENDAHULUAN Survei BRC tentang peran pemimpin dalam pertumbuhan gereja menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara dukungan yang dinominalkan pada skala 68. 2% menjadi gereja yang lebih bertumbuh daripada gereja yang minim mengalami dukungan dari pemimpin sinode(Handi Irawan D & Bambang Budijanto, 2020, p. Hal ini menunjukkan bahwa peran pemimpin berkontribusi besar terhadap pertumbuhan gereja karena Allah sendiri yang memanggil pemimpin bukan sebagai pemegang kekuasaan yang memanipulasi orang banyak dengan pengaruhnya(Haggai, 1986, pp. 1Ae. , melainkan dengan disiplin yang secara sengaja menggerakkan organisasi mencapai tujuan bagi pemenuhan kebutuhan kelompok secara tetap di tengah krisis yang terjadi. Artinya kepemimpinan berperan penting bagi terjadinya perubahan baik yang positif maupun negatif untuk menjadi lebih maju atau stagnasi bahkan menuju kegagalan (Yulianto & Cahyadi, 2. Kepemimpinan . menurut Kreitner & Kinicki . 5: . merupakan proses dalam penggunaan pengaruh untuk mengupayakan terwujudnya partisipasi secara sukarela dari pengikutnya kepada suatu sasaran untuk mencapai sasaranAy. Sependapat dengan A Robert Baron . bahwa pengaruh merupakan ciri atau kata kunci dalam suatu proses kepemimpinan dalam mencapai tujuan yang oleh Mc Shane . dipertegas bahwa ada aspek kompetensi sebagai pendorong bagi perwujudan pengaruh yang berkontribusi pada efektifitas dan keberhasilan (Latifah, 2. Artinya dalam suatu kepemimpinan ada factor Ilahi yang merupakan unsur panggilan Allah dan factor insani yaitu kekuatan berpengaruh atas dasar kompetensi dan disiplin yang saling berkelindan dalam keberhasilan dan efektivitas pencapaian keberhasilan seorang pemimpin. Kepemimpinan Kristen yang merupakan kemampuan dan karunia rohani yang dianugrahkan Allah kepada seseorang untuk mengajar, menuntun dan memobilisasi bagi kesesuaian dengan rancangan dan tujuan Allah dalam tugas memberkati dunia (Saragih. Jahenos. Hal. Sedangkan Sitepu melengkapi fungsi dari kepemimpinan yang erat hubungannya dengan tugas penatalayanan mengandung peran dalam dua dimensi gereja baik sebagai organisme maupun sebagai organisasi tidak terlepas dari tugas administrasi dan kerohanian (Elisabeth Sitepu, 2. , seperti keyakinan Georges bahwa kepemimpinan Kristen berlandaskan ketetapan dan rancangan Allah yang memanggil dan mengangkat pemimpin bagi perwujudan visi Allah yang jelas (Georges et al. , n. Lebih dalam Willyam menganggap kepemimpinan sebagai sebuah anugerah dari Allah yang perlu diaplikasikan kepada umat Tuhan(Willyam, 2. Jelas kepemimpinan dapat dipahami sebagai sebuah kemampuan yang menjadi natur dalam diri seorang pemimpin yang diberikan Tuhan sebagai anugerah. Seperti kisah-kisah para raja di dalam Alkitab, menceritakan suksesi kepemimpinan mereka dalam memimpin yang tidak lepas dari campur tangan Tuhan, seperti kisah raja Uzia. Sejarah yang dicatat dalam 2 Tawarikh 26 menuturkan tentang kisah bangsa Israel yang mengalami kemajuan dalam kepemimpinan Raja Uzia karena karakter yang kuat, berpegang pada visi Allah, dan menjalin relasi dengan umat yang dipimpinnya sehingga nampak jelas keteladanannya yang berpengaruh terhadap keyakinan dalam menjawab pertanyaan atas keraguan yang melanda umat Allah yang Akhir dari catatan tentang kepemimpinannya menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan sebagai warisan iman dari penyelenggaraan tugasnya sebagai orang pilihan Allah yang berkontribusi dalam pengaruhnya terhadap para pemimpin masa kini walau gagal dalam menuntaskan tugasnya dengan baik karena kelengahan terhadap kontrol diri dengan mengambil alih tugas yang bukan menjadi bagiannya. Sampai sejauh mana pewarisan model kepemimpinan Anda masa kini yang mampu berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan masa depan dalam mewujudkan visi Allah bagi dunia? 113 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga METODE Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif terhadap sumber pustaka yang melalui proses Analisa dan sintesa sehingga dengan explorasi pada topik terkait dan hermeuneutika terhadap kisah dan kebenaran dalam catatan sejarah Alkitab diperoleh hasil kajian tentang kepemimpinan dan hakikatnya dalam pelayanan gerejawi. Untuk kelengkapan data bagi riset ini juga dilakukan pengamatan terhadap fenomena yang terjadi melalui studi literatur, sehingga dari proses yang telah dilalui menghasilkan penjelasan tekstual (Zed, 2. yang ilmiah dan sistematis. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian biografi yang bersifat historis religius terhadap salah satu raja sebagai tokoh utama dalam catatan kitab sejarah yaitu Alkitab, sesuai padanan dari (KBBI) bahwa biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain (Ebta Setiawan, n. ) dari sumber 2 Tawarikh 26 (Wikipedia, 2. yang menonjolkan kekuatan tentang model kepemimpinannya yang dibangun atas dasar 3 ciri yaitu membangun hubungan yang jelas, karakter yang kuat dan visi yang jelas dari seorang Raja Uzia yang juga bernama lain Azaria dengan catatan sejarah, sebagai berikut: Masa Hidup Alkitab mencatat bahwa Uzia menjadi Raja Yehuda ke-10 Kerajaan Yehuda saat berumur 16 tahun . Raja 14:21, 2 Tawarikh 26:. sebagai pengganti Amazia, ayahnya . SM - 739 SM) dengan Yekholya dari Yerusalem sebagai ibunya . Tawarikh 26:1,. Raja Uzia berbakti kepada Tuhan atas pendampingan dan petunjuk Nabi Zakharia agar senantiasa mencari hadirat Allah, sehingga hidup dan kepemimpinan dalam pemerintahannya sangat diberkati hingga mewujudkan keberhasilan dalam beberapa prestasi, antara lain: pertama, pembuktian kota Elot yang terletak di Teluk Akkabi berhasil direbutnya kembali. Kedua, mampu menaklukkan bangsa Filistin, bangsa Arab dan Amon. Ketiga. Memperkuat tembok Yerusalem. Keempat, menyusun kembali Kelima, memajukan pertanian. Atas keberhasilan Raja Uzia dalam mengukir prestasi dan kelimpahan harta dari hasil rampasan atas hak orang lain menjadikannya lupa diri dan angkuh dengan mengabaikan peran dan kedaulatan Allah yang mewujudkannya, sehingga ia berani memasuki Ruang Kudus Bait Suci untuk membakar ukupan yang mana tugas tersebut adalah hak seorang imam. Imam Besar Azarya sudah memeringatkannya tetapi respon baliknya marah, sehingga Allah menghukumnya dengan penyakit kusta dan mengharuskannya hidup dalam pengasingan. Dalam masa itu Yotam, anaknya memimpin kerajaan atas namanya dan atas sebab kematiannya adalah sakit kusta maka Uzia tidak dikuburkan dalam kompleks kuburan kerajaan(Bakker & Allah, 2004, p. Masa Pemerintahan Kerajaan/Kekaisaran Terjadi beberapa perbedaan pendapat dari para ahli sejarah yang mencatat tentang keberlangsungan masa pemerintahannya, yaitu: pertama. William F. Albright memperkirakan masa pemerintahan Uzia terjadi pada tahun 783 Ae 742 SM. Kedua. Edwin R. Thiele memperkirakan Uzia menjadi raja bersama ayahnya Amazia sejak tahun 792/791 SM selama 14-15 tahun artinya memerintah sendiri sejak usia 39 tahun selama 27-28 tahun pada 114 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga periode 767-740/739 SM. Ketiga. Catholic Encyclopedia mencatat masa pemerintahannya berlangsung pada tahun 809-759 SM. Pemerintahan bersama ayahnya diperkirakan ketika Yoas, raja Israel menangkap Amazia, raja Yehuda di Bet-Semes atas kebodohan Amazia yang menantang Yoas untuk berperang. Sejak saat itulah segenap bangsa Yehuda mengambil Azarya yang masih berumur 16 tahun dan mengangkat dia menjadi raja menggantikan ayahnya. Amazia. Hal ini diperkirakan terjadi pada tahun ke-6 pemerintahan Amazia di Yehuda yang bertepatan dengan tahun ke-9 pemerintahan Raja Yoas di Israel . ahun 789 SM atau 792/791 SM[). Saat itu Amazia berusia 31 tahun . Raja-raja 14:. dan Uzia mulai memerintah sendirian pada tahun ke-27 pemerintahan Yerobeam II di Kerajaan Israel Utara. Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, menjadi raja di Samaria pada tahun ke-15 zaman Amazia bin Yoas, raja Yehuda, ayah Uzia, dan memerintah 41 tahun (Https://Id. Wikipedia. Org/Wiki/Uzia#cite_note-Snoek-1, 2. Warisan bagi Sejarah Gereja. Raja Uzia hidup jauh sebelum masa gereja terjadi karena sejarah gereja terjadi pada tahun Masehi, tetapi kisahnya berdampak bagi generasi selanjutnya khususnya dalam pembentukan identitas Israel sebagai umat pilihan Allah dan bagi bangsa lain yang menjadikan Alkitab sebagai kitab suci yang sah. (Maharani, 2. Tempat . ahir dan kematianny. dan Waktu . ahir dan kematianny. Uzia lahir pada tahun 801 SM dan kematian pada tahun 722 SM pada umur 68 tahun akibat sakit kusta yang mengucilkannya dari rumah TUHAN . Tawarikh 26:. (Leslie McFall, 1. Analisa terhadap Kekuatan dan Kelemahannya. Uzia melakukan apa yang benar dihadapan Tuhan seperti Amazia ayahnya dengan peran Zakharia sebagai mentor yang mengarahkannya untuk selalu mencari dan hidup takut akan Allah apapun yang diperbuatnya berhasil. Tawarikh 26:4-. Sedangkan kekurangan/kelemahannya yaitu menjadi tinggi hati atas keberhasilannya dan berpaling dari Tuhan dengan pelanggaran terhadap ketetapan Allah tentang tugas imam yang berlaku pada saat . Tawarikh 26:. Masa Kejayaan/Puncak Kesuksesan dan Kejatuhan/Berakhirnya. Pertama. Uzia berhasil membangun kembali Pelabuhan Eloth di laut merah . Raj2 14:. Kedua. Memerintah dengan benar 2 Raj 15:3. Ketiga, mengalahkan orang filistin 2Taw 26:6,7. Keempat. Menerima upeti dari bangsa Ammon. Kelima, memperluas wilayah kerajaannya. Keenam. Memperkuat benteng Yerusalem. Ketujuh. Mempromosikan pemeliharaan ternak dan pertanian. Kedelapan. Pembentukan militer. Kesembilan. Penguasa yang bijak, aktif dan saleh. (Wilianus Illu, n. Masa kejatuhannya diawali dengan kelemahan dalam mengontrol diri dengan melakukan pekerjaan yang bukan menjadi bagiannya yaitu membakar ukupan di atas mezbah sehingga kena 115 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga tulah penyakit kusta di dahinya hingga berakhir dengan Yotam yang menggantikan tampuk . Tawarikh 26:20-. Keturunan/Silsilah Keluarga dan Keluarganya. Tahun ke-125 . ahun ke-35 Dinasti Yehu. Amazia 15 tahu. : Azarya dilahirkan oleh Yekholya, dari Yerusalem, bagi Amazia, yang kelak menjadi raja Yehuda. SM). Tahun ke-135 . ahun ke-45 Dinasti Yehu. Amazia 25 tahu. : Amazia diangkat menjadi raja Yehuda. SM). Tahun ke-141 . ahun ke-51 Dinasti Yehu, tahun ke-9 Yoas raja Israel. tahun ke-6 Amazia . Azarya 16 tahu. adalah masa Amazia ditawan oleh Yoas sehingga rakyat Yehuda mengangkat Azarya menjadi raja . SM). Tahun ke-150 yaitu . ahun ke-60 Dinasti Yehu. tahun ke-15 Amazia . tahun ke-9 Uzia . : Yerobeam bin Yoas menjadi raja sendirian atas Israel di Samaria, setelah sebelumnya berstatus sebagai "raja bersama" dengan ayahnya sejak tahun 793 SM. SM). Tahun ke-157 adalah tahun ke-67 Dinasti Yehu. tahun ke-22 Amazia . tahun ke-16 Uzia . : Yotam, putra mahkota dan kelak penerus raja Uzia, dilahirkan oleh Yerusa anak Zadok. SM). Tahun ke-164 . ahun ke-74 Dinasti Yehu, tahun ke-27 Yerobeam. tahun ke-29 Amazia. ke-23 Uzia . Yoram 7 tahu. : Amazia . mati dibunuh. Azarya atau Uzia . , putra Amazia, menjadi raja seorang diri atas Yehuda. SM). Tahun ke-179 . ahun ke-89 Dinasti Yehu. tahun ke-41 Yerobeam. tahun ke-38 Uzia . Yotam 22 tahu. : Yerobeam mati. Zakharia bin Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 6 bulan lamanya dan merupakan keturunan ke-4/terakhir dari Dinasti Yehu. Zakharia naik tahta sebelum bulan September 753 SM . ang masih terhitung tahun ke-38 Azarya menurut kalender Kerajaan Yehuda yang dimulai pada bulan Tisyri/Septembe. dan wafat enam bulan kemudian . udah terhitung tahun ke39 Azary. , pada bulan-bulan awal tahun 752 SM . emungkinan sesaat sebelum 1 Nisan 752 SM). Tahun ke-180 . ahun ke-90 Dinasti Yehu. tahun ke-39 Uzia . Yotam 23 tahu. : . SM). Zakharia bin Yerobeam mati. Dinasti Yehu berakhir. Salum bin Yabesh menjadi raja dan memerintah sebulan lamanya di Samaria. Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah 10 tahun lamanya di Samaria. A Tahun ke-182 . ahun ke-41 Uzia . Yotam 25 tahun. tahun ke-2 Menahem raja Israe. : Yotam bin Uzia diangkat menjadi "raja bersama" dengan ayahnya, pada usia 25 tahun. SM). A Tahun ke-190 . ahun ke-49 Uzia . , tahun ke-8 Yotam . ): Ahas anak Yotam . SM). A Tahun ke-191 . ahun ke-50 Uzia . , tahun ke-9 Yotam 34 tahun. Ahas 2 tahu. : Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 2 tahun . SM). A Tahun ke-193 . ahun ke-52 Uzia . , tahun ke-11 Yotam . Ahas 3 tahu. -"739 SM") 116 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga a. Pekah bin Remalya menjadi raja atas orang Israel di Samaria. Ia memerintah 20 tahun . Uzia wafat pada usia 68 tahun. (AuHttps://Id. Wikipedia. Org/Wiki/Uzia#cite_note-Snoek1,Ay 2. Wilayah Tinggal dan Kebangsaan. Alkitab mencatat Uzia memerintah kerajaan Yehuda dan tinggal di Yerusalem . Tawarikh 1-. Warisan Teladan Kepemimpinan Raja Uzia Meninggalkan jejak kepemimpinannya dengan kriteria tentang Visi. Karakter dan Visi: Uzia memiliki visi yang jelas yaitu dalam membangun kota, membangun kekuatan tentara dan ketahanan pangan dengan strategi, yaitu: Merebut dan membangun kota (Ayat 2,6,. Membangun ketahanan pangan (Ayat . Membangun kekuatan tentara yang sanggup berperang. (Ayat 11-. Karakternya yang kuat Alkitab mencatat keberhasilan Uzia didasarkan pada karakternya yang dibentuk dengan melakukan apa yang benar dihadapan Tuhan, selalu belajar untuk hidup takut akan Allah dan mencari Tuhan . Tawarikh 26:4-. Hubungannya yang jelas. Salah satu kunci mencapai keberhasilan Uzia yaitu mengangkat Zakharia sebagai mentor atau penasehat spiritual yang mengajarkan untuk hidup takut akan Allah. Tawarikh 26:. Refleksi Kepemimpinan Visi Pemimpin. Sebagai pemimpin Uzia sanggup untuk menyusun perencanaan, mengelola potensi sumber daya alam dalam bidang pertanian dengan menggali banyak sumur sehingga ternaknya banyak sekali, mempekerjakan banyak orang untuk membuka kebun-kebun anggur dan menggarap tanahtanah lainnya yang subur . Tawarikh 26:. , sedangkan dalam hal sumber daya manusia yang dimilikinya yaitu membangun kekuatan militer yang disegani dengan memiliki 307. 500 prajurit dan juga memproduksi alat perang yang mampu menembakkan anak panah dan batu besar . Tawarikh 26:13-. Dari keteladanan Uzia bagi pelayanan gembala sidang, selain berkhotbah, yaitu: mengatur orang yang dipimpinnya untuk melayani dan memastikan semuanya berjalan dengan baik pada bidang pelayanan yang dikelola dengan baik sehingga jemaat akan terpelihara dan bertumbuh kerohaniannya, yaitu: Pertama. Marturia (Pelayanan penginjila. jenis pelayanan: pembagian makanan gratis, terlibat dalam kegiatan RT/RW yaitu kegiatan sinau bareng, kegiatan perayaan 17 Agustus atau 117 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Dirgahayu kemerdekaan RI dengan melibatkan masyarakat di sekitar gereja dan aksi sosialnya seperti pembagian sembako gratis, pengobatan gratis, penghijauan lingkungan, bank sampah, dll. Kedua. Koinonia (Persekutua. Membentuk kelompok jemaat dengan mengkader dan mempersiapkan para pemimpin sel dari antara warga jemaat yang berkomitmen dan berhati seorang murid untuk diajar sesuai karakter Kristus. Matius 28:20 Ketiga. Diakonia (Pelayanan Jemaa. Mengangkat para diaken sesuai kriteria KPR 6:3, 1 Tim 3:8,12 yang terkenal baik, penuh Roh dan hikmat, orang yang dihormati, memiliki integritas, bukan pemabuk, tidak serakah, monogami dan orang tua yang bertanggung jawab kepada keluarganya (Nainggolan, 2. Program Pelayanan Strategis Gereja di Tengah Masyarakat. Raja Hizkia memiliki beberapa musuh dan berhasil dikalahkan oleh orang Filistin dan orang Arab yang tinggal di Gur-Baal, orang Meunim dan orang Amon, sehingga orang Amon membayar upeti ke Raja Uzia. Tawarikh 26:6-. Implikasi dari pelayanan gereja sebagai kaum minoritas yang pernah mengalami persekusi dan pelbagai tantangan adalah melibatkan warga dalam kebersamaan untuk menyejahterakan masyarakat terdekat di lingkungannya melalui program Memasang peredam suara di dalam gedung gereja sehingga suara dalam Gedung gereja tidak terdengar keluar dan mengganggu warga sekitar. Mengubah jam ibadah yang sebelumnya sore hari pukul 16. 00 yang beresiko bersamaan dengan waktu sembahyang Umat Muslim menjadi pagi hari pukul 07. Membangun hubungan dengan masyarakat sekitar gereja dengan turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong yaitu mengganti kompensasi dengan cara lain jika kegiatan masyarakat berlangsung pada masa kegiatan ibadah gereja. Memberikan binkisan kepada pengurus RT/RW pada momen lebaran. Melakukan Mentorship dalam Pengkaderan Pemimpin. Zakharia adalah penasihat dari Raja Uzia mengajarkan hidup untuk takut akan Tuhan dan dipatuhi oleh Uzia sehingga ia selalu berhasil, artinya dari proses kepemimpinan dengan model yang efektif yaitu mentorship dapat dilakukan juga oleh gereja. Proses kaderisasi dengan model mentorship merupakan program untuk mempersiapkan pemimpin masa depan yang didampingi, diarahkan, dibimbing dan diberi bahan pertimbangkan demi mencapai tujuan adalah pola dalam kepemimpinan gereja yang penting dan efektif. Mentorship berupaya membantu dan mengembangkan keahlian serta potensi juga kemampuan mentee untuk tujuan yang akan diwujudkan (Manuputty et al. , 2. Mentorship juga bertujuan menciptakan dan membentuk figur pemimpin yang memberi pengaruh untuk berubah sesuai dengan karakter Kristus. Kepemimpinan wajib diawali dalam rasa takut akan Tuhan dan mencari serta mengalami hidup Bersama dengan Tuhan hingga kuasa-Nya dinyatakan dan berdampak bagi orang-orang yang dipimpinnya untuk hidup benar dan taat kepada Tuhan serta bersandar dengan mengandalkan kekuatan Tuhan. (Tampubolon et al. , 2. 118 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Merancang Strategi untuk Membangun Jemaat. Dalam pelaksanaan program pada setiap organisasi atau kepemimpinan memerlukan strategi untuk pencapaian tujuan yang harus direalisasikan secara cermat dan cerdas demi mengantisipasi kegagalan atau terjadinya hambatan atau rintangan di luar perkiraan secara terukur, sehingga rancangan atau blue print bagi setiap tahap yang disusun dan disosialisasikan menjadi jelas penerimaan dan persepsi dari masing-masing bagian yang terkait di dalamnya. Rancangan strategi merupakan kunci keberhasilan yang diawali dengan perencanaan, persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, pengawasan, penilaian dan peninjauan ulang dengan mencari peluang bagi pengembangan masa yang akan datang. Lafau dkk merumuskan definisi strategi dalam kepemimpinan baik secara umum maupun khusus yang menekan pada pendekatan. Teknik dan prinsip untuk mengarahkan, menginspirasi, dan memotivasi orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok yang dalam konteks Kristen ditambahkan secara spesifik yaitu dasar dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi serta prinsip-prinsip yang dipegang berdasarkan kasih, keadilan, pengampunan, kerendahan hati, dan kepemimpinan pelayanan yang berfokus pada pengabdian sesuai dengan teladan Kristus(Lafau et al. , 2. Dalam membangun pertumbuhan iman jemaat pun diperlukan strategi yang cermat sesuai dengan potensi dan kekuatan serta kemampuan yang sudah diperhitungkan sebagai modal awal, antara lain: Membentuk tim penggembalaan yang solid dan setia pada panggilan. Penggembalaan tidak bisa dilakukan seorang diri oleh gembala sidang. Oleh sebab itu gembala sidang harus memiliki tim yang solid dalam membina warga jemaat yang ada di gereja (Mawa, 2. Strategi yang dilakukan dalam membentuk team penggembalaan yang solid adalah dengan cara: yo Melakukan pelatihan bagi calon pemimpin kelompok sel yo Mensosialisasikan metode kelompok sel dalam pembinaan warga jemaat yo Melakukan pendampingan pemimpin kelompok sel baru. yo Memberikan pelajaran Alkitab kepada pendatang baru atau jiwa yang sudah dijangkau, selanjutnya di integrasikan ke dalam kelompok sel yang sudah dibentuk. Membangun tim ibadah yang solid dan saling melengkapi. Ibadah dapat kita maknai sebagai pengalaman pertemuan dengan Tuhan yang maha kuasa yang dilakukan secara sadar karena hanya pribadi Yesus Kristus yang mampu menjamah setiap hati manusia, mengubahnya menjadi baru dari dalam hatinya. Berikutnya ibadah dapat dimaknai sebagai memberikan penghormatan kepada Allah yang layak untuk disembah. Manusia beribadah tidak hanya selain merupakan kebutuhan manusia itu sendiri, juga karena Allah layak untuk menerima pengagungan dari manusia(Christimoty. Itu sebabnya ibadah harus dipersiapkan dengan baik melalui: yo Mempersiapkan tim pujian dan penyembahan yang bagus dan kompak. yo Mempersiapkan penerima tamu yang baik. yo Mempersiapkan multimedia yang menarik. yo Mempersiapkan tim sound system. yo Mempersiapkan tim data jemaat untuk mencatat kehadiran dan jemaat baru. 119 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga yo Mempersiapkan tim kreatif untuk hari besar dan penjangkauan jiwa baru. Membangun tim doa yang solid dan konsisten. Menurut (Rindi 2. Doa adalah bagian yang sangat melekat dalam kehidupan orang percaya, sebab dengan berdoa kita melakukan komunikasi dengan Tuhan. Menurut umat kristen, doa adalah metode untuk berjumpa secara intim dengan Tuhan sehingga mereka menjadi pribadi yang begitu akrab dengan Tuhan. Berdoa juga adalah dialog yang dapat dilakukan baik secara verbal atau hanya berkata-kata dalam hati dengan Tuhan. Doa juga dianggap merupakan pusat dari hubungan antara manusia dan Tuhan (Fitriani Zai, 2. Kegiatan doa yang dimiliki oleh tim doa: yo Doa pagi senin-jumat . yo Doa Puasa setiap Jumat pukul 18. KESIMPULAN Beberapa kasus pelanggaran moral, asusila dan etika yang terjadi di kalangan gereja maupun organisasi para gereja menarik perhatikan sekaligus mendorong para pemimpin untuk menjaga diri lebih disiplin dan hidup dengan takut akan Tuhan. Kepemimpinan raja Uzia memberikan pengaruh dan dampak baik yang positif maupun negatif bagi peran pemimpin rohani masa kini yang dapat menilai dengan cermat atas pola pengabdian hidupnya sebagai orang pilihan Allah, dimana kontrol atau pengendalian diri diperlukan pada segala situasi dan kondisi yang sedang dihadapi atau dialami sehingga komitmen terhadap pendelegasian tugas yang berada dalam kontrol tim merupakan hal yang sangat signifikan dalam operasional dan managerial pencapaian Nilai-nilai yang berharga dalam pelayanan kepemimpinan yang berlangsung memerlukan pengawasan dan penjagaan demi penuntasan tugas sesuai dengan kode etik dan pendelegasian tugas secara ketat dan cermat sehingga setiap anggota dalam kepemimpinan atau organisasi dapat berfungsi secara maksimal untuk mempertanggung jawabkan tugasnya masing-masing. Raja Uzia tersandung dalam hal penyelesaian tugas pada masa akhir yang belum waktunya karena kelengahan dirinya atas kontrol terhadap tugas yang bukan menjadi bagiannya. Kewaspadaan dan pengendalian dalam suatu sistem organisasi dan kepemimpinan memiliki peran penting baik pada proses pelaksanaan maupun pada tahap evaluasi yang harus dijadwalkan secara periodic dan Kesadaran bahwa pemimpin adalah panggilan dari Tuhan dengan kedaulatanNya yang mutlak harus disadari oleh pribadi maupun kontrol dalam kerja tim yang terstruktur sesuai dengan fungsinya masing-masing. Finishing well adalah semangat dan komitmen yang perlu dijaga oleh setiap personal maupun komunal dalam pelayanan untuk mempertanggungjawabkannya kepada Pribadi Sang Pemberi yang juga akan menuntut ketuntasannya bagi hormat dan kemuliaan Tuhan. 120 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga DAFTAR PUSTAKA