PENGARUH KOMISARIS INDEPENDEN. KOMITE AUDIT, DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK (TAX AVOIDANCE) (Studi Empiris Pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2. Arry Eksandy Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Tangerang ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komisaris independen, komite audit, dan kualitas audit terhadap tax avoidance. Komisaris independen yang diukur dengan persentase jumlah komisaris independen terhadap jumlah total komisaris dalam susunan dewan komisaris perusahaan sampel. Komite audit diukur dengan jumlah anggota komite audit dan Kualitas audit diukur dengan variabel dummy. Tax Avoidance sebagai variabel dependen diukur dengan cash effective tax rate (CETR). Penelitian ini menggunakan sampel sektor industri barang konsumsi periode 2010-2014. Dengan metode purposive sampling ada 14 perusahaan yang memenuhi kriteria dan menggunakan analisis regresi linear berganda (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen dan kualitas audit berpengaruh positif terhadap tax avoidance, komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Secara simultan komisaris independen, komite audit dan kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. ax Kata Kunci: Komisaris Independen. Komite Audit. Kualitas Audit dan Tax Avoidance PENDAHULUAN Pajak merupakan unsur penting dan bahkan paling penting dalam rangka untuk menopang anggaran penerimaan Oleh karenanya pemerintah menaruh perhatian besar terhadap sektor Di Indonesia usaha-usaha untuk mengoptimalkan penerimaan sektor ini dilakukan melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan pajak (Surat direktur jenderal pajak No. S14/PJ. 7/2003, 2. Penghindaran pajak . ax avoidanc. merupakan usaha untuk mengurangi hutang pajak yang bersifat legal (Lawfu. sedangkan penggelapan pajak (Tax Evasio. adalah usaha untuk mengurangi hutang pajak yang bersifat tidak legal (Unlawfu. (Xynas, 2. Persoalan penghindaran pajak merupakan persoalan yang rumit dan unik. Di satu sisi penghindaran pajak diperbolehkan, tetapi di sisi yang lain tidak diinginkan. Dalam kontek pemerintahan Indonesia, telah dibuat berbagai aturan guna mencegah adanya penghindaran pajak. Salah satu aturan tersebut misalnya terkait transfer pricing, yakni tentang penerapan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha dalam transaksi antara wajib pajak dengan pihak yang mempunyai hubungan (Perdirjen No. PER43/PJ/2010, Tata perusahaan juga mempengaruhi cara Hubungan antara pajak dengan tata kelola perusahaan yang baik telah banyak dikaji oleh beberapa peneliti, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Desai Dharmapala . Menurutnya, kompensasi intensif dengan tindakan penghindaran pajak bersifat negatif. Hubungan negatif ini lebih banyak terjadi pada perusahaan perusahaan yang memiliki tingkat tata kelola perusahaan rendah, yang dalam pengelolaannya sifat oportunis manajer diduga merupakan faktor yang dominan. Tata kelola perusahaan yang menjelaskan hubungan antara pemilik dan manager perusahaan governance (Annisa dan Kurniasih. Corporate governance diwakili oleh kepemilikan institusional, dewan komisaris, kualitas audit, dan komite audit (Ayu Nisa, 2. Dalam komposisi kepemilikan institusional berpengaruh terhadap tax avoidance Pada umumnya perusahaan dinegara kepemilikan institusional. Kepemilikan Institusional adalah kepemilikan saham oleh pemerintah, institusi keuangan, institusi berbadan hukum, institusi luar negri, dana perwalian dan institusi lainnya pada akhir tahun. Adanya kepemilikan isntitusional di suatu peningkatan pengawasan agar lebih optimal terhadap kinerja manajemen, karena kepemilikan saham memiliki suatu sumber kekuasaan yang dapat digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap kinerja manajemen. Penelitian yang dilakukan oleh Khurana . menyatakan besar kecilnya konsentrasi kepemilikan institusional maka akan mempengaruhi kebijakan tindakan meminimalkan beban pajak oleh perusahaan. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, sebagai Apakah komisaris independen penghindaran pajak? Apakah penghindaran pajak? Apakah penghindaran pajak? Apakah Komisaris Independen. Komite Audit, dan Kualitas Audit berpengaruh terhadap penghindaran pajak? Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini, sebagai Untuk Mengetahui pengaruh komisaris independen terhadap penghindaran pajak. Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Untuk Mengetahui pengaruh penghindaran pajak. Untuk Mengetahui pengaruh penghindaran pajak. Untuk mengetahui pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit, dan Kualitas Audit terhadap penghindaran pajak. II. KAJIAN TEORITIS HIPOTESIS PENELITIAN DAN Kajian Teoritis Menurut Jensen and Meckling . manager sebagai agen tidak selalu bertindak sesuai kepentingan pemegang saham sebagai principal. Agar kepentingan pemegang saham, manager diberi insentif yang cukup dan dengan mengeluarkan biaya monitoring untuk membatasi penympangan oleh manajer dalam teori keagenan, masalah keagenan timbul karena diasumsikan bahwa manajer bertindak self interest. Untuk itu muncul biaya-biaya keagenan untuk mengatasi masalah ini. Keputusan melakukan aktivitas tax avoidance merupakan salah satu masalah keagenan. Penghematan pajak dari tax avoidance merupakan sumber pendanaan murah bagi perusahaan (C. Armstrong. Blouin, & Lacker. , dan manfaat tax avoidance secara ekonomi cukup besar (Scholes et al, 2009 dalam Armstrong et al, 2. Namun demikian, tindakan tax avoidance yang agresif dapat diikuti dengan biaya baik yang terlihat seperti denda atau biaya legal, atau juga biaya yang tidak terlihat seperti risiko yang besar dan reputasi perusahaan ( C. Armstrong et al. Pajak adalah salah satu sumber pengeluaran negara, baik pengeluaran Sebaliknya perusahaan pajak merupakan beban yang akan mengurangi laba bersih (Suandy, 2. Menurut UndangUndang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1, pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terhutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran Penghindaran pajak merupakan usaha untuk mengurangi hutang pajak yang bersifat legal (Lawful. , sedangkan penggelapan pajak (Tax Evasio. adalah usaha untuk mengurangi hutang pajak yang bersifat tidak legal (Unlawfu. (Xynas,2. Penghindaran pajak ini sengaja dilakukan oleh perusahaan dalam rangka memperkecil besarnya tingkat pembayaran pajak yang harus dilakukan dan meningkatkan cash flow Seperti disebutkan oleh Guire at al. , . , bahwa manfaat dari adanya tax avoidance adalah untuk memperbesar tax saving yang berpotensi mengurangi pembayaran pajak sehingga akan menaikkan cash flow. Tax Avoidane adalah usaha skema meminimalkan beban pajak dengan kelemahan-kelemahan . ketentuan perpajakan suatu Menurut Lim Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 mendefinisikan tax avoidance sebagai penghematan pajak yang timbul dengan memanfaatkan ketentuan perpajakan yang dilakukan secara legal untuk meminimalkan kewajiban pajak. Tax avoidance . enghindaran paja. adalah upaya penghindaran pajak yang dilakukan secara legal dan aman bagi wajib pajak karena tidak perpajakan, di mana metode dan teknik kelemahan-kelemahan . rey are. yang terdapat dalam undangundang dan peraturan perpajakan itu sendiri, untuk memperkecil jumlah pajak yang terutang (Pohan, 2013: . Corporate Governance manajer, karyawan, pemegang saham, pelanggan, kreditur dan pemasok terhadap perusahaan dan hubungan antar sesamanya (Hendra: 2. Cadbury Comitte, seperti dikutip oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI), Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus . perusahaan, pihak kreditur, pemerintah karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan Corporate Governance merupakan hubungan direktur, manajer, karyawan, pemegang saham, pelanggan, kreditur dan pemasok terhadap perusahaan dan hubungan antar sesamanya (Hendra: Cadbury Comitte, seperti dikutip oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI), mengartikan Corporate Governance atau Tata Kelola Perusahaan peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus . perusahaan, pihak kreditur, pemerintah karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain suatu system yang Penerapan Corporate Governance yang baik dan benar akan menjaga keseimbangan antara pencapaian tujuan ekonomi dan tujuan masyarakat serta mengakibatkan perusahaan terkena masalah (Dwitridinda dalam Hendra: Ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain suatu system yang Salah satu elemen penting dalam Transparansi mensyaratkan adanya pengungkapan yang akurat tentang laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Transparansi terhadap pemegang saham dapat dicapai dengan melaporkan halhal terkait perpajakan pada pasar modal dan pertemuan para pemegang saham. Peningkatan transparansi terhadap pemegang saham dalam hal pajak semakin dituntut oleh otoritas public (Sartori: 2. Alasannya adalah adanya asumsi bahwa implikasi dari perilaku pajak yang agresif, pemegang saham tidak ingin perusahaan mereka mengambil posisi agresif dalam hal pajak dan akan mencegah tindakan tersebut jika mereka tahu sebelumnya. Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Hal-hal yang berhubungan dengan kualitas audit antara lain (Deis dalam Suartana: 2. Lamanya auditor / umur audit, semakin lama maka semakin rendah kualitas auditnya Jumlah klien, semakin banyak maka semakin baik kualitas Kesehatan keuangan klien, makin sehat ada kecenderungan klien menekan auditor untul mengikuti standar yang berlaku. Review dari pihak ketiga, kualitas audit semakin tinggi apabila direview oleh pihak Hipotesis Penelitian Adapun hipotesis penelitian ini, sebagai berikut: Komisaris terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Untuk itu porsentasi dewan komisaris dalam suatu manajemen pajak. Semakin besar jumlah ukuran dewan komisaris maka dimungkinkan akan semakin besar pula tindakan pajak agresif yang dilakukan oleh perusahaan (Annisa dan Kurniasih, 2. Berdasarkan uraian tersebut hipytesis yang di ajukan H1: Komisaris Independen Penghindaran Pajak . ax Komite Penghindaran Pajak . ax Komite audit bertugas melakukan control dalam proses penyusunan laporan keuangan perusahaan untuk menghindari kecurangan pihak manajemen. Berjalannya fungsi komite audit secara efektif memungkinkan pengendalian pada perusahaan dan laporan keuangan yang lebih baik serta mendukung good corporate governance (Andriyani, 2. Sehingga dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut. H2: Komite berpengaruh terhadap tax Kualitas Audit . ax Kualitas audit berupa adanya pengungkapan yang Salah satu bentuk menurunkan biaya agensi adalah Transparansi terhadap pemegang saham dalam hal pajak semakin dituntut oleh otoritas public (Sartori: 2. Sehingga dirumuskan hipotesis penelitian, sebagai berikut: H3: Kualitas Audit berpengaruh terhadap tax Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Komisaris Komite audit. Kualitas Audit terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Semakin besar jumlah ukuran dewan komisaris maka dimungkinkan akan semakin besar pula tindakan pajak agresif yang dilakukan oleh perusahaan (Annisa dan Kurniasih, 2. Komite melakukan control dalam proses penyusunan laporan keuangan perusahaan untuk menghindari kecurangan pihak manajemen. Kualitas adanya pengungkapan yang Salah satu bentuk menurunkan biaya agensi adalah audit oleh kantor akuntan H4: Komisaris Independen. Komite Audit. Kualitas Audit berpengaruh terhadap penghindaran i. METODE PENELITAN Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan Obyek dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka-angka atau data kualitatif yang (Sugiyono, 2010:. Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Variabel penelitian ini adalah tax avoidance, yang diukur cash effective tax rate (CETR). CETR merupakan pembayaran pajak secara kas atas laba perusahaan sebelum pajak penghasilan. Cash Effective Tax Rate (CETR) yang diharapkan mampu perencanaan pajak perusahaan yang dilakukan menggunakan perbedaan tetap maupun perbedaan temporer (Chen et al. CETR merupakan perbandingan Cash Tax Paid dengan Pre-Tax Income. Variabel independen merupakan variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen (Sugiyono. Variabel independen pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Komisaris independen Proksi komisaris independen (X. diukur menggunakan persentase jumlah komisaris independen terhadap jumlah (Khan Berdasarkan peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor Kep305/BEJ/07-2004 setiap perusahaan independen sekurang-kurangnya 30 % . iga puluh perse. dari jumlah seluruh Komite audit Proksi komite audit (X. diukur dari jumlah komite audit dalam suatu perusahaan (Hanum & Zulaika, 2. Komite audit sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh BAPEPAM dan Kementrian BUMN mewajibkan komite audit minimal terdiri dari seorang ketua yang juga komisaris independen dan dua anggota eksternal yang independen. Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Kualitas audit Proksi kualitas audit (X. dapat diukur dengan menggunakan variabel dummy, jika perusahaan diaudit oleh KAP The Big Four PriceWaterhouseCooper-PWC. Deliotte Touche Tohmatsu. KPMG. Ernst & Young-E&Y akan diberi skor 1, dan apabila tidak diaudit oleh Keempat Kantor Akuntan Publik (KAP) dibawah lisensi KAP The Big Four akan diberi skor 0 (Andriyani, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industry barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 20102014. Penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Kriteria penentuan jumlah sample yang akan digunakan sebagai peneliti adalah sebagai berikut : Perusahaan dengan data yang lengkap atau perusahaan dimaksud melakukan aktivitas ekonomi dan data keuangan secara lengkap periode 2010-2014. Perusahaan yang menggunakan mata uang rupiah, agar kriteria pengukuran nilai mata uangnya Menyediakan lengkap mengenai variabel variabel yang diukur. Perusahaan dengan nilai laba yang positif atau tidak mengalami rugi periode 2010-2014. Memiliki Tax Income yang positif periode 2010-2014. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis dokumentasi dengan melihat laporan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2010-2014 yang dipublikasikan oleh perusahaan melalui situs resmi w. id kemudian tahunannya dan mengumpulkan datadata yang dibutuhkan. Metode analisis Data Analisa mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2. Analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda dan uji hipotesis. Semua pengujian pada peneliti ini menggunakan software SPSS. Statistik deskriptif Statistik deskriptif menjelaskan nilai minimum, maksimum, mean, dan deviasi standar dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui independen, komite audit dan kualitas audit terhadap penghindaran pajak pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2014. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Ghozali . uji normalitas dapat dilihat dalam normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari dari distribusi Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Distribusi membentuk satu garis lurus diagonal. Data dapat dikatakan normal jika data atau titik-titik tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel independen (Ghozali, 2. Jika berkolerasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal . ilai kolerasi antar variabel independennya sama dengan Pengujian ini dengan melihat tolerance dan variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance > 0,10 dan VIF <10, maka menunjukan tidak adanya multikolinearitas. Sebaliknya jika tolerance <0,10 dan VIF> 10 dapat diartikan terjadinya multikolinearitas (Ghozhali, 2. Uji Heteroskedastisitas Uji digunakan untuk mendeteksi apakah ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali, 2. Jika varian dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedositas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika varian berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi Pendeteksian heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan analisis grafik dengan melihat ada tidaknya pola grafik scatterplot model yaitu melalui diagram pencar antara nilai yang diprediksi (ZPRED) dan studentized residual (SRESID). Uji Autokorelasi Uji Autokolerasi dilakukan untuk menguji apakah dalam regresi linear ada kolerasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 dinilai dengan menggunakan uji durbin Watson (Ghozali, 2. Dengan dasar pengambilan keputusan, sebagai berikut: Tabel 1. Pengambilan Keputusan Uji Autokolerasi Hipotesis Keputusan Nol Tidak Tolak Tidak No decision Tidak Tolak Tidak No decition Tidak Tdk ditolak positif atau Sumber : Ghozali, 2012 Jika 0 0,05 maka secara simultan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat (Ghozali. Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 IV. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Hasil Penelitian Analisis Deskriptif Statistik Statistik deskriptif menjelaskan nilai minimum, maksimum, mean, dan deviasi standar dari variabel Ae variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui independen, komite audit dan kualitas audit terhadap penghindaran pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan Kriteria pengambilan sampel diatas dapat diketahui 14 perusahaan yang dapat dijadikan sampel selama periode Periode penelitian yang digunakan adalah dari tahun 2010 sampai dengan 2014 atau selama 5 (Lim. tahun sehingga jumlah data yang digunakan adalah sebanyak Tabel 2. Deskripsi Statistik CETR KUAL Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber : Data diolah SPS Berdasarkan pada tabel 2. menunjukkan bahwa jumlah sample atau N data valid yang akan diteliti adalah 70 Dari data variabel penghindaran pajak . ax avoidanc. yang merupakan model dari variabel dependen diperoleh rata-rata sebesar 0,2941 dengan nilai terendah sebesar 0,15 dan nilai tertinggi sebesar 0,64 Semakin kecil nilai akrual suatu perusahaan menunjukkan bahwa tingkat penghindaran pajak (Tax Avoidanc. tersebut semakin tinggi. Variabel Komisaris Independen mempunyai nilai minimum 0,20 dan nilai maximum sebesar 0,80. Nilai ratarata variabel Komisaris Independen 0,4589 dengan standar deviasi sebesar 0,16622. Nilai rata-rata proporsi dewan komisaris independen yang signifikan meminimalkan pajak perusahaan dapat dijelaskan semakin banyak jumlah komisaris independen, maka semakin besar pengaruhnya untuk melakukan pengawasan kinerja manajemen. Variabel mempunyai nilai minimum 3,00 dan nilai maximum sebesar 4,00. Nilai ratarata variabel komite audit 3,1571 dengan standar deviasi sebesar 0,36656. Nilai rata-rata komite audit yang signifikan menunjukkan pengaruh komite audit terhadap penghindaran pajak . ax Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 avoidanc. dapat dijelaskan bahwa keberadaan komite audit yang fungsinya untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas pelaporan keuangan agar dapat berjalan dengan baik. Variabel kualitas audit mempunyai nilai minimum 0,00 dan nilai maximum sebesar 1,00. Nilai rata-rata variabel komite audit 0,6429 dengan standar deviasi sebesar 0,48262. Nilai rata-rata menunjukkan pengaruh kualitas audit terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. dapat dijelaskan bahwa apabila suatu perusahaan diaudit oleh KAP The big four akan semakin sulit melalukan kebijakan pajak agresif. Analisa Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji, apakah model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak diuji atau tidak. Uji asumsi klasik digunakan untuk memastikan bahwa heteroskedastisitas dan multikolinearitas tidak terdapat dalam model yang digunakan dan data yang dihasilkan terdistribusi normal. Jika keseluruhan syarat tersebut terpenuhi, berarti bahwa model analis telah layak digunakan ( Gujarati dalam Ardianti, 2. Uji asumsi klasik, dapat dijabarkan sebagai Uji Multikolinearitas Uji dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat interkolerasi sempurna antara variabel-variabel digunakan dalam penelitian ini. Uji ini Uji Normalitas Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data terdistribusi dilakukan menggunakan analisis regresi Model regresi yang baik adalah masing-masing variabelnya normal atau mendekati uji normalitas dapat dilihat dalam normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus Data dapat dikatakan normal jika data atau titik-titik tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal, berikut ini : Gambar 1. Normal P-Plot Dari Gambar 4. 1, terlihat bahwa titik-titik variabel berada disekitar garis mengikuti arah garis diagonal, ini menunjukkan bahwa data berdistribusi dilakukan dengan Tolerance value dan Variance Inflation Factor (VIF). Agar tidak terjadi multikolinearitas, batas Tolerance Value > 0,10 dan VIF < 10. Adapun hasil uji multikolinearitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Tabel 3. Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. KUAL Sumber : Data diolah Berdasarkan tabel 3. tolerance value > 0,10 dan VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen tidak terjadi Uji Heterokedastisitas Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan varian dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain dalam model regresi. Dalam penelitian ini digunakan diagram titik . catter plot ) yang seharusnya titiktitik tersebut tersebar acak agar tidak terdapat heterokedastisitas. Adapun hasil uji heterokedastisitas dalam penelitian ini disajikan pada gambar 2. berikut ini : Apabila dilihat dari grafik scatterplot, terlihat titik-titik menyebar secara acak, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapatdiambil kesimpulan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas pada model regresi yang digunakan. Uji Autokolerasi Dalam menggunakan pengujian autokolerasi menggunakan Durbin-Watson untuk mencari ada tidaknya autokolerasi dalam membandingkan nilai DWhitung dengan DWTabel . Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tabel 4. dibawah ini: Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Model DurbinWatson (DW) Gambar 3. Scatterplot Sumber: Data diolah Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Berdasarkan hasil pengujian autokolerasi pada table diatas diketahui nilai DWhitung sebesar 2,074. Dari hasil Durbin Watson diketahui n= 70, k=3 dengan =0,05 diperoleh DWTabel dL = 524 dan du = 1,702 berdasarkan data tersebut diketahui nilai-nilai dari uji Durbin Watson 1,702<2,074<2,298, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel yang digunakan dalam penelitian ini tidak terjadi autokolerasi. Regresi Linear Berganda Konstanta () Ini berarti jika semua variabel bebas memiliki nilai . maka nilai variabel terikat (Bet. sebesar 0,041. Nilai Komisaris Independen untuk variabel X1 sebesar 0,189. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Komisaris Independen satu satuan maka variabel Beta (Y) akan naik sebesar 0. 189 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap. Nilai koefisien Komite Audit untuk variabel X2 sebesar 0,063. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Komite Audit satu satuan maka variabel Beta (Y) akan naik sebesar 0,063 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi telah tetap. Nilai koefisien Kualitas Audit untuk variabel X3 sebesar 0,050 dan bertanda negative, ini menunjukkan bahwa Kualitas Audit berlawanan arah dengan risiko sistematis. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Kualitas Audit satu satuan maka variabel beta (Y) akan turun sebesar 0,050, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah Analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat dilakukan pada tabel 5. Tabel 5. Regresi Linear berganda Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. KUAL Berdasarkan tabel diatas dapat diperoleh rumus regresi sebagai CETR = yuEya KI yuEya KA yuEyc KUA A CETR = 0,041 0,189KI 0,063KA0,050KUAL e Dari intrepretasikan, sebagai berikut: Uji Koefesien determinasi . acya ) Adjusted R Square Koefesien determinasi (R2 ) bertujuan mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen terbatas. Sebaliknya nilai R2 yang mendekati satu menandakan memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan oleh variabel dependen (Ghozali,2. Nilai yang digunakan Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 adalah adjusted R2 karena variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini lebih dari dua. Adapun nilai adjustedR2 dari hasil perhitungan menggunakan SPSS terlihat pada tabel dibawah ini : Tabel 6. Adjusted ycya Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Data diolah Nilai Adjusted R Square sebesar 0,123 dan semakin mendekati 0 yang berarti menunjukkan lemahnya pengaruh independen, komite audit dan kualitas audit terhadap variabel dependen penghindaran pajak . ax avoidanc. terhadap variabel dependen CETR (Cash Effective Tax Rat. sebesar 1,23% sementara itu 98,77 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luarnya sedangkan nilai standar error of estimate (SEE) sebesar 0,09375, semakin kecil nilai SEE akan semakin tepat model regresi memprediksikan variabel dependen Uji Hipotesis (T-tes. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh komisaris independen, komite audit, dan kualitas audit terhadap penghindaran . ax menganggap variabel independen yang lain konstan. Pengujian ini dilakukan signifikansi t yang ditunjukkan oleh Sig dari t pada table 4. 18 dengan tingkat signifikan yang diambil, dalam hal ini 0,05. Jika nilai Sig dari t < 0,05 maka terhadap variabel dependen. Uji t dapat dilihat dari tabel 7. dibawah ini : Tabel 7. Uji T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model Standardized Coefficients Beta Sig. (Constan. KUAL Sumber: Data diolah Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 diperoleh koefisien regresi untuk variabel komite audit, dengan nilai signifikan sebesar 0,058 atau lebih besar dari 0,05 maka hipotesa yang diajukan dalam penelitian ditolak dan tidak Komisaris Independen Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidanc. Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah komisaris independen terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. dari hasil penelitian ini diperoleh koefisien regresi untuk variabel komisaris independen dengan nilai signifikan sebesar 0,011 atau lebih kecil dari 0,05 maka hipotesa yang diajukan dalam penelitian diterima dan Kualitas Audit Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidanc. Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah kualitas audit terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. dari hasil penelitian ini diperoleh koefisien regresi untuk variabel kualitas audit dengan nilai signifikan sebesar 0,042 atau lebih kecil dari 0,05 maka hipotesa yang diajukan dalam penelitian diterima dan terbukti. Komite Audit Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidanc. Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah komite audit terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. dari hasil penelitian ini ditetapkan yaitu sebesar 0,05. Jika nilai probabilitas signifikan < 0,05 maka secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat . Jika nilai probabilitas signifikan > 0,05 maka secara simultan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel Adapun hasil uji anova pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 8. dibawah ini: Uji F Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh antara komisaris independen, komite audit dan kualitas audit terhadap penghindaran pajak . secara bersamasama . Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai probabilitas signifikan (Sig. ) F yang dibandingkan Tabel 8. Uji F ANOVAa Model Sum of Mean Squares Sig. Square Regression Residual Total Sumber: Data diolah Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 Berdasarkan regresi dapat diketahui bahwa ketiga variabel independen secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai tingkat signifikan sebesar 0,009 < 0,05 maka, terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas dan terikat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka untuk memperoleh gambaran tentang hasil penelitian yang lebih lanjut setiap data hasil perhitungan sesuai dengan aspek-aspek yang Komisaris Independen Berdasarkan pengujian hipotesis bahwa variabel komisaris independen berpengaruh terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hasil penelitian ini menemukan bukti bahwa komisaris independen berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Gusti Maya Sari . yang menyatakan pengaruh komisaris independen terhadap tindakan meminimalkan pajak perusahaan dapat dijelaskan semakin banyak jumlah komisaris independen, maka semakin besar pengaruhnya untuk melakukan Pengawasan ini dapat mengurangi masalah agensi yang timbul seperti sikap oportunistik manajemen terhadap bonus, memaksimalkan bonus yang diterima Dengan pengawasan yang semakin besar, manajemen akan berhatihati dalam mengambil keputusan dan perusahaan sehingga tax avoidance dapat diminimalkan. Secara aktif komisaris independen dapat mendorong manajemen untuk mematuhi peraturan perundangan pajak yang berlaku dan mengurangi risiko seperti rendahnya kepercayaan investor. Komite Audit Berdasarkan pengujian hipotesis bahwa variabel komite audit tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hasil penelitian ini menemukan bukti bahwa komite audit tidak berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hasil penelitian ini sejalan dengan Calvin dan Made . yang menyatakan komite audit berperan melakukan pengawasan dan membantu dewan komisaris dalam melakukan yang menuntut maka manajemen akan berkualitas dan dapat melakukan pengendalian untuk meminimalisir diperusahaan yang salah satunya adalah Kualitas Audit Berdasarkan pengujian hipotesis berpengaruh terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hasil penelitian ini menemukan bukti bahwa kualitas audit berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nuralifmida . yang menyatakan kualitas audit berpengaruh positif terhadap tax avoidance. Jadi Competitive. Vol. 1 No. Januari Ae Juni 2017 apabila suatu perusahaan diaudit oleh KAP The big four akan semakin sulit melakukan kebijakan pajak agresif. terhadap penghindaran pajak . ax HasilUji F dengan tingkat signifikan sebesar 0,009 < 0,05, menyimpulkan bahwa H4 terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas dan terikat. Kesimpulan Penelitian ini menguji pengaruh komisaris independen, komite audit, dan kualitas audit terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. pada sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2014 . Hasil pengujian hipotesis terhadap seluruh variabel diperoleh kesimpulan, sebagai berikut : Rekomendasi Adapun rekomendasi yang dapat di berikan, sebagaiberikut: Komisaris independen berpengaruh positif terhadap penghindaranpajak . ax avoidanc. akuntansi dengan nilai signifikansi sebesar 0,011 . ,011 > 0,. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa H1 yang diajukan dalam penelitian diterima dan terbukti. Komite audit berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. ax avoidanc. dengan nilai signifikan sebesar 0,058 . ,058 < 0,. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa H2 yang diajukan dalam penelitian ditolak dan tidak Kualitas audit berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. akuntansidengannilaisig nifikannyasebesar 0,042 . ,042 > 0,. Hasil menyimpulkan bahwa H3 yang diajukan dalam penelitian diterima Dari hasil regresi secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan Komisaris Independen (X. Komite Audit (X. dan Kualitas Audit (X. Agar penelitian yang akan datang menggunakan Industri manufaktur. Agar penelitian yang akan datang menambahkan variabel seperti karakteristik perusahaan. Lebih memperhatikan faktor- faktor yang terkait dengan tax avoidance, khususnya Komisaris independen dan Kualitas audit. Daftar Pustaka