JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Sinergi Strategi Lolos Hibah Kompetitif dan Penguatan Talent Digital Dosen dalam Riset Muhamad Ekhsan1*. Yuan Badrianto2. Suwandi Suwandi3. Hendrik Hermawan4 1,2,3,4 Universitas Pelita Bangsa Email: muhamad. ekhsan@pelitabangsa. Received : 10-10-2025 Revised : 12-11-2025 Accepted : 25-11-2025 Published :02-12-2025 Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dalam strategi lolos hibah kompetitif dan kecakapan digital riset. Webinar dilaksanakan secara daring melalui Zoom selama 120 menit oleh Lentera Ilmu Nusantara, diikuti 20 dosen dari Universitas Bina Nusantara. Universitas Dian Nusantara. Universitas Mercu Buana. Universitas Tidar, dan Universitas Pelita Bangsa. Metode yang digunakan mencakup pemaparan materi terstruktur . dan diskusi interaktif . Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 51,5 menjadi 79,6 ( 54,6%). Domain talent digital mencatatkan peningkatan lebih tinggi ( 63,1%) dibandingkan domain strategi hibah ( 49,3%), dengan navigasi database Scopus dan Web of Science sebagai aspek yang paling signifikan meningkat ( 67,8%). Kepuasan peserta mencapai 4,66 dari skala 5,00 . ,1%), dengan manfaat praktis sebagai dimensi tertinggi . ,0%). Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas riset dosen dan mendorong kesiapan pengajuan hibah kompetitif secara berkelanjutan. Kata Kunci: Hibah Kompetitif. Talent Digital Dosen. Webinar Riset. Literasi Digital. Produktivitas Penelitian Abstract This community service activity aims to enhance lecturers' competency in competitive grant application strategies and digital research skills. The webinar was conducted online via Zoom for 120 minutes by Lentera Ilmu Nusantara, attended by 20 lecturers from Universitas Bina Nusantara. Universitas Dian Nusantara. Universitas Mercu Buana. Universitas Tidar, and Universitas Pelita Bangsa. The method combined structured presentations . and interactive discussions . Pre-test and post-test evaluation revealed an average score improvement from 51. 5 to 79. ( 54. 6%). The digital talent domain recorded a higher gain ( 63. 1%) than the grant strategy domain ( 49. 3%), with Scopus and Web of Science database navigation as the most significantly improved aspect ( 67. 8%). Participant satisfaction reached 4. 66 out of 5. 1%), with practical benefits rated highest . 0%). The activity proved effective in strengthening lecturers' research capacity and fostering sustained readiness for competitive grant applications. Keywords: Competitive Grant. Lecturer Digital Talent. Research Webinar. Digital Literacy. Research Productivity PENDAHULUAN Perguruan tinggi di Indonesia tengah menghadapi tuntutan yang semakin kompleks dalam mewujudkan fungsinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan Di tengah arus transformasi digital yang merambah seluruh sektor kehidupan, dosen tidak lagi cukup berperan semata sebagai pengajar, melainkan dituntut menjadi peneliti yang Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. produktif, inovatif, dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak nyata bagi Kebijakan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemdikbudriste. melalui berbagai program hibah penelitian kompetitifAiseperti Hibah Penelitian Dasar. Penelitian Terapan, dan Penelitian Kolaborasi InternasionalAimerupakan instrumen strategis yang dirancang untuk mendorong produktivitas riset dosen sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi nasional di kancah global (Kemdikbudristek. Namun, kompetisi untuk memperoleh hibah tersebut semakin ketat setiap tahunnya, sementara kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang kompetitif masih sangat Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan dosen dalam memperoleh hibah penelitian kompetitif masih belum merata dan optimal. Sebagian besar dosen menghadapi tantangan serius dalam merumuskan permasalahan riset yang tajam dan relevan, membangun kerangka teoretis yang kokoh, menyajikan metodologi yang tepat dan terukur, serta mengkomunikasikan signifikansi dan orisinalitas penelitian secara meyakinkan kepada tim reviewer. Menurut Bazeley . , kemampuan menyusun proposal hibah yang kompetitif merupakan keterampilan khusus yang perlu dipelajari dan diasah secara sistematis bukan sekadar kapabilitas akademik yang terbentuk secara otomatis melalui pengalaman Ketiadaan pelatihan yang terstruktur dalam hal penulisan proposal hibah menjadikan banyak dosen, khususnya yang berada pada tahap awal karier akademik, mengalami kesulitan yang signifikan dalam menavigasi proses seleksi hibah yang semakin kompetitif dan berbasis kualitas. Selain persoalan penulisan proposal, tantangan yang tidak kalah mendasar adalah lemahnya penguasaan kompetensi digital dosen dalam mendukung proses penelitian secara Era riset kontemporer menuntut dosen untuk mampu memanfaatkan berbagai perangkat digital secara cakap, mulai dari manajemen referensi berbasis perangkat lunak, analisis data menggunakan aplikasi statistik dan kualitatif, pengelolaan data riset yang transparan dan reproducible, hingga diseminasi hasil penelitian melalui platform digital dan media ilmiah daring. Hallinger dan KovaseviN . menegaskan bahwa kapasitas literasi digital yang kuat merupakan prasyarat fundamental bagi dosen peneliti untuk dapat berkontribusi secara signifikan dalam ekosistem ilmu pengetahuan global yang semakin Namun demikian, survei internal di berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara tuntutan kompetensi digital riset yang berkembang pesat dan kapabilitas aktual dosen, terutama di perguruan tinggi swasta yang memiliki keterbatasan akses terhadap program pengembangan profesional yang Hubungan antara penguasaan kompetensi digital dan keberhasilan memperoleh hibah penelitian kompetitif sesungguhnya bersifat sinergis dan saling memperkuat. Dosen yang memiliki kecakapan digital yang memadai akan lebih mampu melakukan kajian literatur yang mendalam dan efisien menggunakan database internasional, mengidentifikasi celah riset . esearch ga. yang aktual dan spesifik, merancang instrumen pengumpulan data yang inovatif, serta menyajikan proposal dengan visualisasi data dan argumentasi yang lebih Sebaliknya, pengalaman dalam proses penyusunan proposal hibah yang kompetitif mendorong dosen untuk terus mengembangkan kapabilitas digitalnya guna memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Nicolini et al. mengemukakan bahwa program pengembangan kapasitas peneliti yang mengintegrasikan pelatihan penulisan Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. proposal dengan penguatan literasi digital terbukti menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dan berkelanjutan dibandingkan dengan program yang hanya berfokus pada salah satu aspek secara terpisah. Sinergi kedua dimensi inilah yang menjadi landasan filosofis bagi perancangan kegiatan pengabdian ini. Berdasarkan uraian di atas, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada sinergi strategi lolos hibah kompetitif dan penguatan talent digital dosen dalam riset ini hadir sebagai respons yang terencana dan berbasis kebutuhan nyata . eeds-based interventio. terhadap tantangan pengembangan kapasitas riset dosen di perguruan tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bekal yang komprehensif kepada dosen, baik dalam hal strategi dan teknik penyusunan proposal hibah yang kompetitif, maupun dalam hal pemanfaatan perangkat digital yang relevan untuk mendukung seluruh siklus penelitianAi mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis, hingga diseminasi. Melalui pendekatan pelatihan yang partisipatif dan kontekstual, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan produktivitas riset dosen, memperbesar peluang keberhasilan perolehan hibah kompetitif, serta pada gilirannya memperkuat budaya riset yang inovatif dan berdampak di lingkungan perguruan tinggi (Tight, 2. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan webinar edukatif partisipatif, yaitu model pembelajaran daring yang memadukan penyampaian materi terstruktur dengan diskusi interaktif secara synchronous melalui platform Zoom. Pendekatan ini dipilih berdasarkan pertimbangan efisiensi jangkauan, mengingat peserta berasal dari lima perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayahAi sehingga format daring menjadi pilihan yang paling inklusif dan efektif secara logistik. Desain kegiatan mengacu pada prinsip andragogi (Knowles et al. , 2. yang menekankan pembelajaran orang dewasa yang berpusat pada masalah, berbasis pengalaman, dan berorientasi pada aplikasi praktis. Seluruh sesi dirancang agar peserta tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, melainkan juga terlibat aktif dalam proses refleksi, tanya jawab, dan perumusan rencana tindak lanjut yang konkret. Kegiatan webinar ini diselenggarakan oleh Lentera Ilmu Nusantara, sebuah lembaga pengembangan kapasitas akademik yang berfokus pada peningkatan kompetensi penelitian dan publikasi ilmiah dosen di Indonesia. Lentera Ilmu Nusantara berperan sebagai koordinator teknis dan administratif kegiatan, mencakup pengelolaan platform Zoom, distribusi undangan dan materi kepada peserta, pengiriman e-sertifikat, serta pengelolaan dokumentasi kegiatan. Narasumber yang dilibatkan merupakan akademisi dan praktisi yang memiliki rekam jejak yang kuat dalam bidang penulisan proposal hibah kompetitif dan pengembangan kompetensi riset digital dosen di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan total durasi kurang lebih 120 menit (A2 ja. dalam satu sesi penuh yang terbagi menjadi dua segmen utama: satu jam sesi pemaparan materi dan satu jam sesi diskusi interaktif. Pemilihan platform Zoom didasarkan pada kemampuannya untuk menampung jumlah peserta yang memadai, mendukung fitur berbagi layar . creen sharin. untuk presentasi materi, serta menyediakan ruang diskusi interaktif melalui fitur chat, polling, dan sesi tanya jawab Tautan dan ID meeting Zoom didistribusikan kepada peserta terdaftar melalui surat elektronik paling lambat satu hari sebelum kegiatan berlangsung. Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Peserta kegiatan adalah dosen aktif dari lima perguruan tinggi yang tersebar di wilayah Jakarta. Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan total peserta sebanyak 20 orang yang masing-masing perguruan tinggi mengirimkan 4 orang perwakilan. Keberagaman institusi asal peserta menciptakan dinamika diskusi yang kaya dan memperluas perspektif pertukaran pengalaman riset antar perguruan tinggi. Rincian sebaran peserta berdasarkan institusi disajikan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Sebaran Peserta Kegiatan Berdasarkan Institusi Asal No. Institusi Kota/Wilayah Jumlah Peserta Universitas Bina Nusantara Jakarta Barat 4 orang Universitas Dian Nusantara Jakarta Barat 4 orang Universitas Mercu Buana Jakarta Barat 4 orang Universitas Tidar Magelang. Jawa Tengah 4 orang Universitas Pelita Bangsa Bekasi. Jawa Barat 4 orang Total Peserta 20 orang Kriteria peserta yang ditetapkan oleh penyelenggara meliputi: . dosen aktif dengan jabatan fungsional minimal Asisten Ahli, . memiliki minat atau pengalaman dalam kegiatan penelitian dan pengabdian, serta . bersedia mengikuti seluruh rangkaian sesi webinar secara Keterlibatan dosen dari perguruan tinggi dengan karakteristik dan kapasitas riset yang beragam diharapkan dapat memperkaya diskusi dan menghasilkan pembelajaran yang lebih holistik dan kontekstual. Pelaksanaan webinar dibagi ke dalam lima tahap yang terstruktur dan Alokasi waktu dirancang secara proporsional dengan memberikan porsi yang lebih besar pada sesi diskusi . , mencerminkan komitmen penyelenggara untuk memastikan bahwa peserta memiliki ruang yang cukup untuk mengolah, mengkritisi, dan mengkontekstualisasikan materi yang telah disampaikan sesuai dengan realitas riset di institusi masing-masing. Rincian tahapan pelaksanaan disajikan pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Tahapan dan Jadwal Pelaksanaan Webinar No. Tahap Deskripsi Kegiatan Durasi 10 menit 30 menit Pembukaan Sambutan penyelenggara Lentera Ilmu Nusantara, penyampaian tujuan dan agenda webinar, serta pengisian presensi daring oleh peserta. Sesi I Ae Strategi Lolos Hibah Kompetitif Pemaparan strategi penyusunan proposal hibah perumusan pertanyaan riset yang tajam, penguatan kerangka teoretis, teknik penulisan Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. No. Tahap Deskripsi Kegiatan Durasi metodologi yang terukur, serta tips melewati seleksi reviewer DRTPM. Sesi II Ae Penguatan Talent Digital Dosen Pemaparan penguatan kecakapan digital riset: (Mendeley/Zoter. , database jurnal internasional (Scopus. Web of Scienc. , analisis data digital, serta strategi diseminasi hasil riset melalui platform ilmiah 30 menit Sesi Diskusi Tanya Jawab Diskusi interaktif mendalam antara peserta dan narasumber: berbagi pengalaman pengajuan hibah, konsultasi tantangan riset digital, dan rumusan rencana tindak lanjut secara 60 menit Pengisian kuesioner evaluasi daring (Google For. , penyimpulan materi oleh narasumber, pemberian e-sertifikat kepada peserta, serta dokumentasi kegiatan. 10 menit Penutup Evaluasi Total Durasi Pelaksanaan A120 Menit Materi webinar disusun dalam dua rumpun tema yang saling berkaitan dan bersifat Rumpun pertama. Strategi Lolos Hibah Kompetitif, mencakup: . pemetaan skema hibah DRTPM Kemdikbudristek dan kriteria penilaian proposal, . teknik identifikasi research gap yang tajam dan berbasis literatur terkini, . penguatan kerangka teoretis dan kerangka konseptual yang koheren, . penyusunan metodologi yang terukur dan sesuai dengan jenis penelitian, serta . strategi penulisan luaran dan dampak penelitian yang meyakinkan reviewer. Rumpun kedua. Penguatan Talent Digital Dosen dalam Riset, mencakup: . optimalisasi manajemen referensi menggunakan Mendeley, . navigasi dan pemanfaatan database jurnal internasional bereputasi seperti Scopus . kecakapan pengolahan data riset menggunakan perangkat lunak analisis, serta . strategi diseminasi hasil penelitian melalui platform digital dan repositori institusi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui dua instrumen yang didistribusikan secara daring menggunakan Google Form. Instrumen pertama adalah kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi hibah kompetitif dan kompetensi digital riset sebelum dan sesudah webinar. Instrumen kedua adalah lembar evaluasi kepuasan peserta yang mencakup dimensi relevansi materi, kualitas narasumber, efektivitas platform daring, manfaat sesi diskusi, dan keseluruhan penyelenggaraan webinar. Seluruh data evaluasi dianalisis secara deskriptif untuk mengukur efektivitas kegiatan dan menjadi dasar penyempurnaan program pengabdian serupa di masa mendatang. Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Gambar 1. Pelaksaan Webinar HASIL Gambaran Umum Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan webinar pengabdian kepada masyarakat bertema Sinergi Strategi Lolos Hibah Kompetitif dan Penguatan Talent Digital Dosen dalam Riset yang diselenggarakan oleh Lentera Ilmu Nusantara telah terlaksana dengan lancar dan kondusif melalui platform Zoom Meeting. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama kurang lebih 120 menit dengan dihadiri oleh 20 dosen dari lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Bina Nusantara. Universitas Dian Nusantara. Universitas Mercu Buana. Universitas Tidar, dan Universitas Pelita Bangsa. Keterlibatan peserta dari institusi yang beragam secara geografis maupun karakteristik kelembagaan menciptakan dinamika diskusi yang kaya dan memperluas wawasan kolektif tentang tantangan riset dosen di berbagai konteks perguruan tinggi. Platform Zoom berjalan dengan baik selama kegiatan berlangsung, dengan fitur screen sharing dimanfaatkan secara optimal oleh narasumber dalam memaparkan materi. Interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung intensif, terutama pada sesi diskusi 60 menit yang menghasilkan pertukaran pengalaman yang substantif dan refleksi kritis terhadap tantangan riset yang dihadapi masing-masing peserta. Dokumentasi kegiatan dilakukan melalui tangkapan layar dan rekaman sesi sebagai arsip kegiatan pengabdian. Profil Peserta Kegiatan Data profil peserta diperoleh dari formulir registrasi daring yang diisi sebelum kegiatan berlangsung. Karakteristik peserta diuraikan berdasarkan jenis kelamin, jabatan fungsional, pendidikan terakhir, dan pengalaman pengajuan hibah kompetitif, sebagaimana disajikan pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Profil Peserta Webinar . = . Karakteristik Jenis Kelamin Jabatan Fungsional Kategori Jumlah . Persentase Laki-laki 12 orang 60,0% Perempuan 8 orang 40,0% Asisten Ahli 7 orang 35,0% Lektor 9 orang 45,0% Lektor Kepala 4 orang 20,0% Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Karakteristik Pendidikan Terakhir Pengalaman Pengajuan Hibah Kategori Jumlah . Persentase Magister (S. 14 orang 70,0% Doktor (S. 6 orang 30,0% Belum pernah 8 orang 40,0% 1Ae2 kali 9 orang 45,0% Ou 3 kali 3 orang 15,0% Profil peserta pada Tabel 3 menunjukkan beberapa karakteristik yang signifikan. Mayoritas peserta berjabatan Lektor . ,0%) dengan latar belakang pendidikan Magister . ,0%), mencerminkan profil dosen yang berada pada fase produktif dalam pengembangan karier akademik dan sangat membutuhkan penguatan kapasitas riset. Yang paling menarik adalah fakta bahwa 85,0% peserta baru memiliki pengalaman mengajukan hibah sebanyak 0 hingga 2 kali, dengan 40,0% di antaranya sama sekali belum pernah mengajukan hibah Data ini secara langsung mengkonfirmasi urgensi dan relevansi kegiatan pengabdian ini bagi kelompok sasaran. Hasil Evaluasi Pre-Test dan Post-Test Evaluasi peningkatan kompetensi peserta dilakukan melalui pre-test sebelum sesi pemaparan dimulai dan post-test setelah seluruh sesiAitermasuk diskusiAiselesai Tujuh aspek kompetensi diukur, mencakup empat aspek strategi hibah kompetitif dan tiga aspek talent digital riset. Hasil perbandingan pre-test dan post-test secara lengkap disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Perbandingan Hasil Pre-Test dan Post-Test Peserta Webinar Aspek Kompetensi Pre-test Post-test Peningkatan (%) Kategori Pemahaman skema & kriteria hibah DRTPM 47,3% Baik Teknik identifikasi research gap 50,6% Sangat Baik Penyusunan kerangka teoretis & 43,8% Baik Penulisan luaran & dampak 55,3% Sangat Baik Manajemen referensi (Mendeley/Zoter. 65,0% Sangat Baik 67,8% Sangat Baik Navigasi database Scopus & Web of Science Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Aspek Kompetensi Kecakapan analisis diseminasi digital Rata-rata Keseluruhan Pre-test Post-test Peningkatan (%) Kategori 56,4% Sangat Baik 54,6% Sangat Baik Data pada Tabel 4 mengungkapkan peningkatan kompetensi yang sangat signifikan di seluruh aspek yang diukur. Rata-rata skor peserta meningkat dari 51,5 pada pre-test menjadi 79,6 pada post-test, mencerminkan peningkatan sebesar 54,6% yang masuk dalam kategori Sangat Baik. Peningkatan ini merupakan indikator yang kuat tentang efektivitas format webinar partisipatif dua jam dalam menghasilkan transformasi pemahaman yang bermakna pada peserta dosen. Analisis per Rumpun Materi Apabila dianalisis per rumpun materi, aspek-aspek dalam domain Talent Digital Riset Dosen menunjukkan peningkatan yang jauh lebih tinggi . ata-rata 63,1%) dibandingkan domain Strategi Hibah Kompetitif . ata-rata 49,3%). Aspek navigasi database Scopus dan Web of Science mencatatkan peningkatan tertinggi ( 67,8%), diikuti manajemen referensi digital ( 65,0%) dan kecakapan analisis data serta diseminasi digital ( 56,4%). Pola ini mengindikasikan bahwa kompetensi digital riset merupakan area yang paling jarang mendapat perhatian dalam program pengembangan dosen reguler, sehingga intervensi berbentuk pelatihan terfokus menghasilkan dampak yang paling dramatis. Temuan ini sejalan dengan Hallinger dan KovaseviN . yang mengidentifikasi kesenjangan literasi digital sebagai hambatan struktural utama produktivitas riset akademisi di negara berkembang. Pada domain Strategi Hibah Kompetitif, aspek penulisan luaran dan dampak penelitian mencatatkan peningkatan tertinggi ( 55,3%), diikuti teknik identifikasi research gap ( 50,6%). Kedua aspek ini merupakan komponen yang sering menjadi titik lemah proposal hibah, sebagaimana dikemukakan oleh Bazeley . bahwa kemampuan mengartikulasikan signifikansi dan dampak riset secara meyakinkan kepada reviewer merupakan keterampilan retorika ilmiah yang memerlukan pelatihan khusus dan tidak berkembang secara otomatis melalui pengalaman mengajar. Temuan dari Sesi Diskusi Interaktif Sesi diskusi selama 60 menit menghasilkan pertukaran wawasan yang sangat Beberapa tema kunci yang muncul secara konsisten dari diskusi antarpeserta mencakup: pertama, kebutuhan mendesak akan panduan teknis yang lebih spesifik tentang cara membaca dan merespons komentar reviewer hibah DRTPM. kedua, keterbatasan akses institusional terhadap database jurnal bereputasi internasional yang dirasakan oleh dosen dari perguruan tinggi swasta. ketiga, adanya hambatan psikologis . esearch anxiet. di kalangan dosen muda yang belum pernah mengajukan hibah, yang berdampak pada penundaan penyusunan proposal. Temuan lapangan ini memperkaya pemahaman tentang ekosistem riset dosen di Indonesia dan memberikan implikasi penting bagi perumusan program pengembangan kapasitas riset yang lebih responsif. Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. Hasil Evaluasi Kepuasan Peserta Tingkat kepuasan peserta diukur menggunakan Google Form yang didistribusikan di akhir sesi webinar, mencakup tujuh dimensi evaluasi dengan skala Likert 1Ae5. Hasil evaluasi kepuasan disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Evaluasi Kepuasan Peserta Webinar Dimensi Kepuasan Rerata Skor Ae. Persentase Kategori Relevansi materi dengan kebutuhan riset 4,80 96,0% Sangat Puas Kualitas dan kedalaman penyampaian 4,75 95,0% Sangat Puas Efektivitas sesi diskusi interaktif via Zoom 4,65 93,0% Sangat Puas Kenyamanan dan kelancaran platform 4,50 90,0% Sangat Puas Manfaat praktis untuk pengajuan hibah ke depan 4,85 97,0% Sangat Puas Kualitas modul 4,70 94,0% Sangat Puas Kecukupan durasi dan alokasi waktu sesi 4,40 88,0% Puas Rata-rata Keseluruhan 4,66 93,1% Sangat Puas Keseluruhan dimensi kepuasan berada pada kategori Puas hingga Sangat Puas, dengan rata-rata skor keseluruhan mencapai 4,66 dari skala 5,00 . ,1%). Dimensi manfaat praktis untuk pengajuan hibah ke depan memperoleh skor tertinggi . ,85. 97,0%), menandakan bahwa peserta merasakan dampak langsung dan konkret dari materi yang disampaikan terhadap rencana pengembangan riset mereka. Relevansi materi . ,80. 96,0%) dan kualitas narasumber . ,75. 95,0%) juga dinilai sangat tinggi, mencerminkan ketepatan pemilihan topik dan kompetensi narasumber dalam menjawab kebutuhan nyata peserta. Dimensi kecukupan durasi dan alokasi waktu sesi memperoleh skor terendah . ,40. 88,0%), meskipun masih berada pada kategori Puas. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian peserta menginginkan alokasi waktu yang lebih panjangAiterutama untuk sesi diskusi yang dinilai sangat produktif namun terasa terlalu singkat untuk menampung seluruh pertanyaan dan berbagi pengalaman antar peserta dari lima institusi. Hal ini menjadi masukan konstruktif untuk perencanaan webinar lanjutan. PEMBAHASAN Sinergi Pelatihan Hibah dan Talent Digital sebagai Pendekatan Holistik Peningkatan kompetensi yang tinggi dan merata di seluruh aspek yang diukur mengkonfirmasi efektivitas pendekatan pengintegrasian dua domainAistrategi hibah Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. kompetitif dan penguatan talent digitalAidalam satu program pelatihan yang terpadu. Pendekatan sinergi ini terbukti lebih produktif dibandingkan pelatihan yang hanya berfokus pada salah satu aspek secara terpisah, sebagaimana dikemukakan oleh Nicolini et al. bahwa program kapasitas peneliti yang mengintegrasikan keduanya menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dan berkelanjutan. Peserta tidak hanya mendapatkan strategi untuk memenangkan hibah, tetapi sekaligus dibekali dengan alat-alat digital yang memungkinkan mereka mengimplementasikan strategi tersebut secara lebih efektif dan efisien dalam proses riset sehari-hari. Kesenjangan Literasi Digital sebagai Prioritas Intervensi Fakta bahwa domain talent digital mencatatkan peningkatan yang jauh lebih tinggi ( 63,1%) dibandingkan domain strategi hibah ( 49,3%) memiliki implikasi kebijakan yang Temuan ini mengungkap bahwa meskipun banyak dosen telah memiliki pemahaman dasar tentang proses pengajuan hibah, mereka masih sangat minim terpapar pada pelatihan yang secara spesifik meningkatkan kecakapan penggunaan alat digital risetAimulai dari manajemen referensi hingga navigasi database bereputasi. Tight . menegaskan bahwa ekosistem riset perguruan tinggi yang sehat mensyaratkan dosen yang tidak hanya mampu menghasilkan ide riset yang baik, tetapi juga cakap dalam mengelola seluruh infrastruktur digital yang menopang proses penelitian modern. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mengisi celah kapasitas . apacity ga. yang nyata dan signifikan. Format Webinar Partisipatif dan Efektivitas Pembelajaran Daring Tingginya kepuasan peserta terhadap efektivitas sesi diskusi via Zoom . ,0%) mengkonfirmasi bahwa format webinar partisipatif yang dirancang dengan alokasi sesi diskusi yang proporsionalAibahkan melebihi durasi sesi pemaparanAiterbukti efektif sebagai wahana pembelajaran dosen. Berbeda dengan webinar konvensional yang cenderung bersifat satu arah, format yang diterapkan dalam kegiatan ini berhasil mentransformasi ruang virtual menjadi komunitas pembelajaran yang dinamis. Hal ini konsisten dengan prinsip andragogi Knowles et al. bahwa dosen sebagai pelajar dewasa lebih termotivasi dan menyerap lebih banyak pembelajaran ketika mereka memiliki ruang yang cukup untuk berbagi pengalaman, bertanya secara langsung, dan merefleksikan relevansi materi bagi konteks profesional mereka masing-masing. Implikasi bagi Peningkatan Produktivitas Riset Dosen Tingginya penilaian peserta terhadap manfaat praktis webinar . ,0%) mengindikasikan bahwa kegiatan ini memiliki potensi dampak yang nyata terhadap perilaku riset peserta pasca webinar. Dosen yang telah mendapatkan pemahaman strategis tentang penyusunan proposal hibah kompetitif dan sekaligus dibekali dengan kecakapan digital riset yang lebih kuat akan berada pada posisi yang jauh lebih siap untuk mengajukan dan bersaing dalam skema hibah DRTPM Kemdikbudristek. Kondisi ini pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan indeks kinerja riset institusi asal peserta, yang merupakan salah satu indikator penilaian akreditasi perguruan tinggi. Sebagaimana ditekankan dalam panduan DRTPM (Kemdikbudristek, 2. , penguatan kapasitas dosen dalam penulisan proposal yang berkualitas merupakan kunci utama dalam meningkatkan tingkat keberhasilan perolehan hibah secara nasional. Jurnal Lentera Pengabdian: Muhamad Ekhsan. Yuan Badrianto. Suwandi Suwandi. Hendrik Hermawan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 03 No 04 Oktober 2025 E ISSN:2985-6140 https://lenteranusa. KESIMPULAN Kegiatan webinar pengabdian kepada masyarakat bertema Sinergi Strategi Lolos Hibah Kompetitif dan Penguatan Talent Digital Dosen dalam Riset yang diselenggarakan oleh Lentera Ilmu Nusantara secara daring melalui platform Zoom selama 120 menit telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan melibatkan 20 dosen dari lima perguruan tinggiAiUniversitas Bina Nusantara. Universitas Dian Nusantara. Universitas Mercu Buana. Universitas Tidar, dan Universitas Pelita BangsaAi kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta secara signifikan, ditandai oleh peningkatan rata-rata skor dari 51,5 pada pre-test menjadi 79,6 pada post-test atau setara dengan kenaikan sebesar 54,6% yang masuk dalam kategori Sangat Baik. Domain talent digital riset mencatatkan peningkatan yang lebih tinggi ( 63,1%) dibandingkan domain strategi hibah kompetitif ( 49,3%), dengan aspek navigasi database Scopus dan Web of Science ( 67,8%) serta manajemen referensi digital ( 65,0%) sebagai area yang paling besar mengalami transformasi pemahamanAisekaligus mengkonfirmasi adanya kesenjangan literasi digital yang substansial di kalangan dosen sebelum pelatihan. Sesi diskusi interaktif selama 60 menit yang menjadi inti kegiatan berhasil mendorong pertukaran pengalaman yang produktif dan mengidentifikasi hambatan riil yang dihadapi dosen, termasuk keterbatasan panduan teknis reviewer, minimnya akses institusional terhadap database bereputasi, dan hambatan psikologis dosen muda dalam mengajukan hibah pertama kali. Respons peserta terhadap keseluruhan penyelenggaraan sangat positif dengan rata-rata kepuasan mencapai 4,66 dari skala 5,00 . ,1%), di mana dimensi manfaat praktis untuk pengajuan hibah ke depan memperoleh penilaian tertinggi . ,0%), mencerminkan bahwa kegiatan ini berhasil menjawab kebutuhan nyata dosen dan memberikan bekal strategis yang langsung dapat diaplikasikan dalam pengembangan karier riset mereka. DAFTAR PUSTAKA