Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 Pemberian recombinant Growth Hormone . GH) dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan kakap putih Lates calcarifer Septy Yolanda Eka Saputri, 1Henky Irawan, 1Aminatul Zahra Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. ABSTRAK INFO NASKAH Kata kunci: Kakap Putih. Hormon rGH. Pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga September 2020 di Desa Madong. Kota Tanjungpinang. Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu K: Tanpa rGH. A: 10 mg rGH/kg pakan. B: 12 mg rGH/kg pakan dan C: 14 mg rGH/kg pakan. Hasil penelitian parameter bobot mutlak menunjukkan nilai K . 79 A3. A . 87A1. B . 01A1. dan C . 93A0. Parameter laju pertumbuhan harian menunjukkan nilai K . 59A0. A . 57A0. B . 00A0. dan C . 00A0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rGH memberi pengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan kakap putih dapat dilihat dari perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan dosis rGH 12mg/kg pakan dengan nilai parameter bobot mutlak 42. 01A1. 87 g dan laju pertumbuhan harian 1. 00A0. 04 g/hari Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: septy28b@gmail. com, henkyirawan@umrah. Aminatulzahra@umrah. Application of recombinant Growth Hormone . GH) in Feed on Growth of Asian Seabass Lates calcarifer Septy Yolanda Eka Saputri. Henky Irawan. Aminatul Zahra Department of Aquaculture. Marine Science and Fisheries of Faculty. Raja Ali Haji Maritime University. ABSTRACT ARTICLE INFO This study aimed to gain rGH dose for the growth of Asian Seabass This research was conducted from July to September 2020 in Madong Village. Tanjungpinang City. Riau Islands Province. The method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications, namely K: without rGH. A: 10 mg rGH / kg of feed. B: 12 mg of rGH / kg of feed and C: 14 mg of rGH / kg of feed. The results of the absolute weight Asian Seabass, rGH hormone, parameter study showed the values of K . 79 A 3. A . 87 A 1. B . 01 A 1. Growth. and C . 93 A 0. The daily growth rate parameters indicated the values of K . A . 57 A 0. B . 00 A 0. and C . 00 A 0. This study concludes that the rGH affects the growth of Asian Seabass seed. It can be seen from the best treatment namely the treatment with a dose of rGH 12 mg/kg of feed with an absolute weight parameter value of 42. 01 A 1. 87 g and a daily growth rate of 1. 00 A 0. 04 g / day. Keywords: Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: septy28b@gmail. com , henkyirawan@umrah. Aminatulzahra@umrah. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 PENDAHULUAN Budidaya ikan kakap putih Lates calcarifer telah menjadi suatu usaha yang potensial untuk dikembangkan. Ada beberapa faktor pendukung berhasilnya suatu usaha budidaya, salah satunya adalah pemberian pakan. Pakan merupakan sumber gizi utama pada ikan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan juga mempengaruhi kualitas air ikan budidaya. Untuk mendapatkan pertumbuhan ikan kakap putih yang lebih optimal perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan kakap putih, salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan adalah dengan pemberian rGH . ecombinant Growth Hormon. rGH adalah salah satu produk hormon pertumbuhan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Hormon pertumbuhan dapat meningkatkan nafsu makan, konversi pakan, memacu sintesis protein, merangsang metabolisme, oksidasi lemak dan pelepasan insulin (Handoyo 2. Pendekatan melalui penggunaan rGH pada ikan merupakan metode alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan ikan budidaya, (Willard 2. Sehingga ikan yang diberikan rGH bukan merupakan organisme yang termodifikasi secara genetika, (Acosta et al. Sehingga penambahan rGH tersebut tidak bisa ditransmisikan ke keturunannya. Beberapa peneliti sebelumnya telah menggunakan hormon rGH pada pakan buatan, diantaranya Hendriansyah et al. , pemberian hormon rGH dengan dosis 6 mg/kg pakan dapat meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan kerapu cantang. Menurut Zulpikar et al. GH) dengan dosis 6 mg/kg pakan dapat meningkatan pertumbuhan ikan bawal bintang Trachinotus blochii. Pada penelitian sebelumnya pemberian rGH dengan dosis yang berbeda pada benih ikan kakap putih telah dilakukan dengan dosis 6mg/kg pakan, 8mg/kg pakan,10mg/pakan dengan hasil terbaik dari penelitian Johan et . yaitu 10mg/pakan, kemungkinan dengan meningkatkan dosis yang lebih tinggi dapat mengetahui dosis yang optimum untuk pertumbuhan ikan kakap putih. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang dosis rGH yang optimum terhadap pertumbuhan ikan kakap putih. BAHAN DAN METODE Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan kakap Lates ikan diperoleh dari Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Pengujan panjang 12,49 A0,48 cm. Pakan yang digunakan yaitu pakan megami GR- 05 yang berasal dari Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Pengujan. Penelitian ini menggunakan metode dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut : Perlakuan K: Tanpa rgh/kg pakan. Perlakuan A: 10 mg rGH/kg pakan. Perlakuan B: 12 mg rGH/kg pakan. Perlakuan C: 14 mg rGH/kg pakan. Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya pada ikan kakap putih dengan pencampuran rGH pada pakan buatan Johan . Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 Persiapan wadah Waring yang digunaka sebanyak 12 buah dengan ukuran 0,5 x 0,5m x 1m. diletakkan dikeramba jaring apung (KJA) ukuran 3x3x3m3. Sebelum digunakan waring dicuci terlebih dahulu menggunakan mesin semprot waring . Kemudian waring dipasang di keramba dan pemasangan pemberat setiap sudut waring. Persiapan Larutan recombinant Growth Hormone . GH) Pada penelitian ini menggunakan hormon pertumbuhan dengan merk dagang AuMina GrowAy. Hormon yang semula berbentuk bubuk dimasukan ke dalam botol semprotan dan dilarutkan ke dalam PBS sebanyak 30 mL,kemudian ditambahkan kuning telur sebagai bahan perekat sebanyak 20 g/kg pakan . Pencampuran Larutan rGH Pada Pakan Larutan rGH yang sudah siap kemudian disemprotkan pada pakan sesuai dosis pada perlakuan kemudian dikeringanginkan selama beberapa menit hingga pakan kering dan siap digunakan. Persiapan Ikan uji Persiapkan bibit ikan kakap putih dengan ukuran yang digunakan berukuran panjang 12,49 A0,48 cm dengan bobot rata rata 29,59A3,91g sebanyak 180 ekor. Jumlah ikan yang akan digunakan sebanyak 180 ekor yang berasal dari Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Pengujan. Tiap satu wadah ikan ditebar 15 ekor/wadah, mengacu pada penelitian Johan et al. Ikan kakap putih diaklimatitasi selama 3 hari sehari sebelum perlakuan ikan dipuasakan. Pemeliharaan Pemeliharaan ikan kakap putih meliputi pemberian pakan, pengontrolan kesehatan ikan dan kualitas air. Pemberian pakan pada ikan kakap putih dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari sebanyak 7 % dari bobot tubuh ikan setiap hari. Dan sampling berat dan panjang dilakukan setiap minggunya, pengukuran kualitas air dilakukan seminggu sekali saat sampling ikan. Parameter Penelitian Pertumbuhan Bobot Mutlak Pertumbuhan bobot mutlak dihitung menggunakan rumus rumus menurut Jaya et al. , sebagai berikut ini: ycOyco = . cOyc y. Oe ycOycu Keterangan : Wm = Pertumbuhan berat mutlak . Wt = Bobot rata-rata akhir . Wo = Bobot rata-rata awal . D = Bobot ikan yang mati . Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 Laju Pertumbuhan Harian Laju pertumbuhan harian dihitung menggunakan rumus berdasarkan Putra dan RazaAoI . ycycyc = . anya yaE) Oe yanya Keterangan: SGR = Laju pertumbuhan harian larva ikan. /har. = Rata-rata bobot ikan pada akhir penelitian . = Bobot ikan mati = Rata-rata bobot ikan pada awal penelitian . = Lama pemeliharaan ikan . Efisiensi Pakan Perhitungan efisiensi pakan dilakukan pada akhir penelitian dengan menggunakan rumus berdasarkan Agustin et al. cyei y. Oe ycyea yaEyaa = yc yayaya yc Keterangan: EP = Efisiensi pakan (%) Wt = Bobot ikan akhir penelitian . Wo = Bobot ikan awal penelitian . D = Bobot ikanyang mati . F = Pakan yang diberikan . Rasio Konversi Pakan Perhitungan tingkat konversi pakan dilakukan pada akhir penelitian dengan menggunakan rumus berdasarkan Agustin . yc yaIyaCyac = . cyei y. Oe ycyea Keterangan: = Food Convertion Ratio/Rasio konversi pakan = Bobot pakan yang diberikan . = Biomassa hewan uji pada akhir pemeliharaan . = Bobot ikan mati . = Biomassa hewan uji pada awal pemeliharaan . Analisis Data Data dianalisa menggunakan analisa sidik ragam terhadap variabel yang Setelah dilakukan analisa sidik ragam, apabila ditemukan (F hit > F tabe. , maka akan diuji lanjut dengan uji Tukey menggunakan software JASP team 2020 pada selang kepercayaan 95%. Data disajikan dalam bentuk diagram Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 Hasil Pertumbuhan Bobot Mutlak Hasil parameter pertumbuhan bobot mutlak pada benih ikan kakap putih dapat dilihat pada Gambar 1. Bobot Mutlak . 01A1. 93A0. 79A3. 87A1. PERLAKUAN Gambar 1. Pertumbuhan bobot mutlak benih ikan kakap putih pada setiap . eterangan: K: Tanpa pencampuran rGH. Dosis rGH sebesar 10 mg/kg pakan. B: Dosis rGH sebesar 12 mg/kg pakan. C: Dosis rGH sebesar 14 mg/kg paka. Laju Pertumbuhan Harian Laju Pertumbuhan Harian . Hasil parameter laju pertumbuhan harian ikan kakap putih selama penelitian dapat dilihat pada Gambar 2. 00A0. 00A0. 59A0. 57A0. Perlakuan Gambar 2. Laju pertumbuhan harian benih ikan kakap putih pada setiap . eterangan: K: Tanpa pencampuran rGH. Dosis rGH sebesar 10 mg/kg pakan. B: Dosis rGH sebesar 12 mg/kg pakan. C: Dosis rGH sebesar 14 mg/kg paka. Efisiensi Pakan Hasil parameter pertumbuhan panjang mutlak ikan kakap putih selama penelitian dapat dilihat pada Gambar 3. Efisiensi Pakan Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 11A1. 26A0. 92A4. 62A1. Perlakuan Gambar 3. Efisiensi pakan benih ikan kakap putih pada setiap perlakuan. (Keterangan: K: Tanpa pencampuran rGH. A: Dosis rGH sebesar 10 mg/kg pakan. B: Dosis rGH sebesar 12 mg/kg pakan. C: Dosis rGH sebesar 14 mg/kg paka. Rasio Konversi Pakan Hasil parameter nilai konversi pakan pada benih ikan kakap putih selama penelitan dapat dilihat pada Gambar 4. Rasio Konversi Pakan 91A1. 43A0,23b 85A0. 92A0. Perlakuan Gambar 4. Rasio konversi pakan benih ikan kakap putih pada setiap perlakuan. (Keterangan: K: Tanpa pencampuran rGH. A: Dosis rGH sebesar 10 mg/kg pakan. B: Dosis rGH sebesar 12 mg/kg pakan. C: Dosis rGH sebesar 14 mg/kg pakan. PEMBAHASAN Pertumbuhan bobot mutlak merupakan hasil dari selisih antara bobot biomassa akhir dengan bobot biomassa awal, pada penelitian ini, pemberian hormon rGH mampu memberikan peningkatan pertumbuhan yang signifikan pada perlakuan bobot mutlak. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian hormon rGH berbeda nyata terhadap nilai bobot mutlak ikan kakap putih F-Hitung > F-Tabel. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi didapatkan pada perlakuan B dengan nilai . 01A1. Penelitian serupa dilakukan Ebbin et al. , rGH yang dicampurkan pada pakan mampu meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak ikan bawal air tawar. Ihsanudin et al. , pada ikan nila larasati pencampuran rGH pada pakan mampu meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak. Perwito et al. , pada ikan nila salin. Ramayani et al. pada ikan Putra dan RazaAoi . , pada ikan bawal bintang dan pada ikan kerapu Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 cantang pencampuran rGH pada pakan juga mampu meningkatkan pertumbuhan (Ridwan et al. Hendriansyah et al. Pertumbuhan ikan ini disebabkan rGH yang masuk melalui pakan mampu diserap oleh usus secara optimal. Hal ini sejalan dengan pendapat Silalahi et al. mekanisme langsung dimulai dari rGH yang diberikan secara oral akan diserap di organ pencernaan terutama pada organ usus benih ikan. Kemudian rGH akan masuk ke dalam aliran darah dan ditangkap oleh pituitary, dan memicu hypothalamus mengekresikan Growth Hormone Releasing Hormone (GHRH) dan somatostatin yang keduanya mengatur pelepasan Growth Hormone (GH) pada GH yang dihasilkan oleh pituitary akan ditangkap dan dialirkan bersama GHBPs (Growth Hormone Binding Protein. dan diantarkan langsung ke beberapa organ target yang berhubungan dalam pertumbuhan. rGH akan diserap oleh organ target melalui Growth Hormone receptor (GH. yang terdapat dalam organ target seperti otot, tulang, dan hati. Pada mekanisme tidak langsung rGH dalam mempengaruhi pertumbuhan benih ikan bawal air tawar yaitu rGH akan menggunakan media Insulin-like Growth Factor (IGF-. yang diproduksi oleh organ liver untuk menjalankan fungsi GH dalam pertumbuhan benih ikan. akan merangsang organ liver untuk meningkatkan produksi IGF-1. IGF-1 kemudian ditangkap dan diantarkan ke organ target oleh IGF-1 BPs (Insulin-like Growth Factor-1 Binding Protein. Ketika sampai pada organ target . ulang, otot, dan jaringan lai. IGF-1 akan masuk melalui IGF-1 r yang berada dalam organ target . ermasuk pituitar. Pituitary kemudian mensekresikan endogeneous Hormone antara lain Luteinizing Hormone (LH). Follicle-Stimullating Hormone (FSH), dan Prolactin (PRL) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan (Wong et al. Penggunaan hormon pada perlakuan B . mg/kg paka. menunjukkan pertumbuhan bobot paling baik jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. perlakuan A . mg/kg paka. pada penelitian ini tidak mampu meningkatkan parameter pertumbuhan bobot mutlak namun berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang mutlak. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian Johan et al. dimana pemberian hormon rGH . mg/kg paka. mampu meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak ikan kakap putih. Perlakuan C . mg/kg paka. pemberian dosis hormon yang lebih tinggi tidak menghasilkan peningkatan bobot yang lebih baik dari perlakuan B. Hal ini menunjukkan adanya negative feedback yang terjadi secara hormonal. Menurut Debnath . , negative feedback tersebut berupa penghambatan GH releasing factor dan secara alami dapat menghambat pituitary dalam mengeluarkan GH. Penelitian pada ikan tawes pemberian dosis hormon rGH tertiggi mengalami negative feedback (Apriliana et Penelitian serupa menggunakan dosis hormon rGH dengan dosis yang lebih tinggi pada ikan bawal air tawar juga mengalami negative feedback (Silalahi et al. Laju pertumbuhan harian dengan pemberian hormon rGH mampu memberikan peningkatan pertumbuhan yang signifikan pada setiap perlakuan. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian hormon rGH berbeda nyata atau signifikan terhadap nilai laju pertumbuhan harian ikan kakap putih F-Hitung > F-Tabel. Hasil tertinggi ditunjukan oleh perlakuan B dengan nilai 1. 00A0. 04 g. Silalahi et al. menjelaskan penambahan rGH berpengaruh terhadap laju pertumbuhansikan bawal air tawar. Apriliana et al. menyatakan penambah Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 rGH dengan dosis yang berbeda dapat meningkatkan laju pertumbuhan harian ikan tawes. Muhammad . menyatakan pemberian hormon rGH mampu meningkatkan laju pertumbuhan harian ikan nila merah. Laju pertumbuhan harian dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya suhu, ketersediaan pakan, hormon yang bisa di produksi sendiri dan bisa juga diberikan dari luar untuk memacu produksi hormon tersebut di otak. Hormon yang bisa memacu pertumbuhan ikan salah satunya ialah GH (Gowth Hormon. , hormon ini nantinya akanmerangsang pertumbuhan sel-sel pada ikan (Elvarianna et al. Peningkatan laju pertumbuhan tersebut tidak lepas dari peran rGH dalam proses pertumbuhan. Dijelaskan oleh Setyawan et al. bahwa, rGH yang masuk ke dalam tubuh ikan tersebut merangsang hipotalamus untuk meningkatkan kerja GH-RH . ormon pemacu hormon pertumbuha. diteruskan ke kelenjar ptuitari yang menghasilkan hormon pertumbuhan kemudian masuk ke dalam organ dalam tubuh ikan seperti hati, ginjal, otot, tulang dan organ yang lain sehingga menyebabkan ikan tumbuh lebih cepat. Selain GH-RH, rGH juga merangsang somatostatin . ormon penghambat hormon pertumbuha. tetap bekerja sehingga ikan tetap tumbuh dengan normal. Selanjutnya dijelaskan oleh Wong et al. bahwa, pemberian rGH yang semakin banyak dapat merangsang pertumbuhan pada benih ikan tetapi dengan kapasitas kebutuhan ikan, apabila pertumbuhan sudah mencapai maksimal maka IGF-1 akan mengirimkan sinyal untuk mengurangi sekresi GH. Ihsanudin et al. menyatakan bahwa pemberian hormon pertumbuhan rekombinan yang lebih sering dapat membantu pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan tingkat konsumsi pakan yang dimanfaatkan secara efektif dan optimal oleh ikan sehingga pakan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sebagai asupan nutrisi ikan yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Peterson et al. , dan Raven et al. yang menyatakan bahwa pemberian rGH dapat meningkatkan laju pertumbuhan ikan dengan cara memperbaiki kinerja metabolisme nutrien dalam tubuh ikan dan juga meningkatkan komsumsi pakan. Jumlah hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan itu sendiri, jika hormon pertumbuhan diproduksi dalam jumlah sedikit maka pertumbuhan yang dihasilkan akan lambat sebaliknya jika hormon pertumbuhan diproduksi dalam jumlah yang tepat maka pertumbuhan akan lebih cepat (Miliani et al. Berdasarkan Hasil uji statistik Anova (Gambar . menunjukan bahwa pemberian dosis hormon berbeda nyata atau signifikan terhadap nilai efisiensi pakan ikan kakap putih F-Hitung > F-Tabel. Hasil penelitian dengan nilai tertinggi didapat oleh perlakuan B yaitu dengan nilai . 11A11,1. 05%). Silalahi et al. menjelaskan pemberian rGH memberikan pengaruh nyata terhadap efisiensi pakan yang diberikan pada ikan tawes. Ihsanudin et al. menyatakan pemberian hormon rGH mampu memberikan pengaruh terhadap efisiesi pakan ikan nila larasati. Hendriansyah et al. menyatakan pemberian hormone rGH mampu meningkatkan efisiensi pakan pada ikan kerapu Putra dan RazaAoi . menyatakan pemberian rGH melalui pakan secara oral lebih efisien untuk pertumbuhan ikan dibandingkan dengan injeksi dan perendaman, pemberian rGH dengan metode oral diperkirakan memasuki tubuh melalui sistem pencernaan dan merangsang kelenjar hipofisis untuk menghasilkan GH dalam jumlah yang lebih besar, kemudian GH disalurkan melalui sistem Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 peredaran darah ke organ target. Menurut (Saputra et al. Semakin besar nilai efisiensi pakan, berarti semakin efisien ikan memanfaatkan pakan yang dikonsumsi untuk pertumbuhannya Hormon pertumbuhan merupakan rantai polipeptida tunggal yang dihasilkan di kelenjar pituitari dengan fungsi pleiotropik (Acosta et al. Hormon rGH yang berfungsi untuk meningkatkan regulasi protein didalam tubuh ikan diduga telah memberikan peningkatkan nilai efisiensi pakan ikan kakap putih (Johan et al. Protein berlimpah sebagai akibat dari kinerja hormon rGH secara tidak langsung memberikan dampak yang baik terhadap nilai efisiensi pakan ikan kakap putih. Rasio konversi pakan merupakan perbandingan antara jumlah pakan yang dikonsumsi dengan produksi daging yang dihasilkan. Hasil uji statistik Anova (Gambar . menunjukan bahwa pemberian dosis hormon yang berbeda sangat berpengaruh terhadap nilai rasio konversi pakan (FCR) ikan kakap putih FHitun. > F-Tabel. Hasil penelitian terbaik didapat pada perlakuan B dengan nilai 2,85A0. 08 selama 42 hari pemeliharaan. Pemberian rGH pada benih ikan tawes dapat memberikan rasio konversi pakan yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa rGH (Apriliana et al. Hardiantho et al. , bahwa rGH mampu menurunkan rasio konversi pakan ikan nila dibandingkan dengan kontrol. Ramayani et al. , pada ikan baung pemberian rGH lebih rendah dari Semakin rendah rasio konversi pakan menunjukkan hasil pemberian pakan yang efektif untuk kenaikan bobot tubuh ikan kakap putih. Hal ini ditegaskan oleh Saputra et al. yang menyatakan rendahnya nilai konversi pakan berarti makin tinggi efisiensi pakan tersebut dan sebaliknya makin tinggi nilai konversi pakan maka akan semakin rendah pula efisiensinya. Setyawan et al. juga menyatakan hormon pertumbuhan mampu menigkatkan protein, menurunkan ekskresi nitrogen, merangsang metabolisme dan oksidasi lemak, serta memacu sintesis dan pelepasan insulin. Menurut pendapat Kling et al. , bahwa faktor yang dapat meningkatkan nilai rasio konversi pakan pada ikan adalah pemberian GH. GH dapat bertindak pada tingkatan yang berbeda, seperti pencernaan dan proses penyerapan. Hormon pertumbuhan juga memengaruhi reproduksi dan osmoregulas artinya ikan yang ditambah asupannya dengan rGH akan mempunyai nilai FCR yang lebih baik bila dibandingkan dengan ikan yang tidak ditambah asupannya dengan rGH. Penambahan hormon rGH selain mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik juga meningkatkan nafsu makan pada ikan dengan adanya penambahan hormon rGH pada perlakuan ternyata memberikan tingkat konversi pakan yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa hormon rGH. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah rGH memberi pengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan kakap putih dapat dilihat dari perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan dosis rGH 12mg/kg pakan dengan nilai parameter bobot mutlak 01A1. 87 g dan laju pertumbuhan harian 1. 00A0. 04 g/hari. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang ikut membantu dalam proses awal penelitian sampai dengan terbitnya jurnal ini. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291 . Halaman 70-81 DAFTAR PUSTAKA