Volume 2 Number 2 . January Ae June 2024 Page: 81-88 Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement https://edujavare. com/index. php/Assoeltan Mendorong Kesadaran Lingkungan Melalui Narasi Visual Dan Digital Pada Rptra Pola Idaman Athiy Dina Rosihana1. Bobby Octavia Yuskar2. Riastri Novianita3. Wulan Muhariani4 Universitas Bina Sarana Informatika. Indonesia * Correspondence e-mail. Athiy. dhx@bsi. boy@bsi. rsv@bsi. wmh@bsi. 1,2,3,4 Article history Submitted: 2024/05/01. Abstract Visual narrative or visual storytelling can also be understood as telling a story using pictures. Just like the meaning, visual narrative is structured in two stages, namely the narrative stage and the visual stage. At the narrative stage, we must start by compiling a story that has a clear plot or line starting from the opening message or introduction, content or main information and ending with a conclusion or conclusion. This stage may sound cliche, but the stage of composing the story is the most important part in preparation of visual narratives. If the narrative can be completed well in the sense of being able to contain a message and having a narrative structure that is easy to understand, visualization will be easier because it already has a reference. fact, with a good story, we can choose various visual media that are appropriate to their function. Since the popularity of social media as an alternative medium for information and interaction in the digital world, various public institutions, both government and non-government institutions, have joined the timeline on social media. In contrast to personal or brand accounts, social media accounts belonging to public institutions are more oriented towards disseminating public communication content such as disseminating policies, study results, or social campaigns containing Keywords Narrative. Digital Visual Revised: 2024/05/11. Accepted: 2024/05/30 A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY SA) license, https://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. PENDAHULUAN Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab yang diamanatkan melalui Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah pengabdian kepada masyarakat, yang mencerminkan kepedulian Perguruan Tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Lingkungan, sebagai tempat hidup, adalah ruang bagi manusia, hewan, dan tumbuhan untuk berinteraksi dan beraktivitas. Oleh karena itu, lingkungan sering dikaitkan dengan kehidupan makhluk hidup, karena semua Published by Edujavare Publishing. Indonesia Article Title Author 1. Author 2 . f more than three authors simply write. first author et a. aktivitas makhluk hidup melibatkan lingkungan. Lingkungan ini bisa berupa lingkungan alam maupun lingkungan sosial, yang keduanya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup. Bercerita atau bernarasi merupakan kegiatan yang telah dilakukan sejak zaman nenek moyang dan merupakan bagian dari komunikasi. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari kegiatan berkomunikasi. Bahkan sebelum adanya televisi, video games, atau internet, manusia telah berpartisipasi dalam bercerita. Manusia sering menggunakan benda atau gambar untuk menyampaikan isi cerita kepada audiens, sebuah cara yang dikenal sebagai narasi visual. Menurut Purbasari, al, narasi visual adalah bentuk cerita yang disampaikan dalam susunan gambar sehingga menjadi rangkaian cerita yang utuh. Narasi sendiri dibagi menjadi empat jenis, yaitu narasi informatif, narasi ekspositorik, narasi artistik, dan narasi sugestif. Narasi informatif bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan mendalam tentang suatu peristiwa atau Narasi ekspositorik menjelaskan atau menguraikan suatu konsep atau proses dengan jelas dan logis. Narasi artistik menggunakan imajinasi dan estetika untuk menyampaikan cerita atau pesan, sementara narasi sugestif merangsang imajinasi dan emosi audiens dengan menggunakan kata-kata atau gambaran yang kuat tanpa memberikan informasi secara eksplisit. Pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan narasi visual dan digital bukanlah hal baru. Beberapa penelitian dan kegiatan pengabdian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penggunaan narasi visual efektif dalam menyampaikan pesanpesan edukatif. Misalnya, studi yang dilakukan oleh Suhartono et al. di wilayah pedesaan menunjukkan bahwa penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini diperkuat oleh penelitian Sari et al. yang menemukan bahwa narasi visual mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan melalui media sosial. Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan di RPTRA Pola Idaman, kami mengusulkan solusi berupa pelatihan pembuatan konten bagi ibu-ibu di RPTRA dan praktik pelatihan membuat visual digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tema "MENDORONG KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI NARASI VISUAL DAN DIGITAL. " Tema ini dipilih karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat, terutama ibu-ibu di RPTRA, tentang pembuatan narasi visual dan digital. Diharapkan dengan pelatihan Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement ini, para peserta akan semakin memahami pentingnya narasi visual dan digital dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. Selain itu, kegiatan pengabdian sebelumnya yang dilakukan di daerah perkotaan oleh Hidayat et al. menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan konten digital mampu memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye Pelatihan ini membantu masyarakat menguasai keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk membuat konten yang menarik dan informatif, yang dapat digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan lingkungan secara efektif di media sosial. Pada kegiatan ini, kami juga akan memperkenalkan Metode Simplifikasi Percakapan (MSP) 5W yang telah terbukti efektif dalam pelatihan komunikasi dasar. Metode ini akan membantu peserta dalam menyusun narasi yang lebih mudah dipahami dan lebih menarik bagi audiens. Penggunaan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas konten yang dihasilkan oleh peserta, sehingga pesan-pesan lingkungan dapat disampaikan dengan lebih baik dan lebih efektif. Evaluasi dari kegiatan pengabdian ini akan dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh para peserta. Hasil kuesioner akan memberikan gambaran mengenai efektivitas pelatihan dan sejauh mana peserta memahami materi yang disampaikan. Selain itu, evaluasi ini juga akan mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian di masa depan. Penyusunan laporan akhir kegiatan pengabdian masyarakat akan mencakup berbagai komponen penting, termasuk daftar absensi, hasil kuesioner, dokumentasi kegiatan, dan laporan media. Laporan ini akan menjadi dokumen penting yang mendokumentasikan seluruh proses dan hasil dari kegiatan pengabdian ini, serta sebagai bahan evaluasi dan referensi untuk kegiatan pengabdian selanjutnya. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan konten visual digital, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan komunitas yang lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang pelestarian lingkungan. METODE Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini akan diterapkan melalui serangkaian kegiatan yang terstruktur dan ditata secara sistematis. Pertama, daerah sasaran ditetapkan berdasarkan data hasil observasi dan wawancara dengan Pengurus dan Anggota RPTRA Pola Idaman. Setelah itu, tim pengabdian masyarakat melakukan Article Title Author 1. Author 2 . f more than three authors simply write. first author et a. survei lokasi untuk meninjau daerah sasaran tersebut. Selanjutnya, observasi lapangan dilakukan di lokasi yang telah ditetapkan. Materi narasi visual dan digital kemudian disusun untuk disampaikan kepada peserta. Langkah berikutnya adalah memperoleh izin pelaksanaan dari Pengurus RPTRA Pola Idaman dan tokoh masyarakat setempat. Program kegiatan kemudian disosialisasikan kepada Pengurus dan Anggota RPTRA Pola Idaman. Kegiatan utama dimulai dengan pemberian materi tentang narasi visual dan narasi digital kepada Setelah itu, dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan narasi visual dan digital, yang memberikan peserta kesempatan untuk mempraktikkan cara membuat narasi visual dan digital. Program ini juga mencakup monitoring dan evaluasi untuk memantau perkembangan kegiatan dan mengevaluasi keberhasilannya. Akhirnya, penyusunan laporan akhir kegiatan dilakukan untuk mendokumentasikan seluruh proses dan hasil pengabdian masyarakat ini. Pengabdian masyarakat ini direncanakan dilaksanakan pada bulan Mei 2024 oleh dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi Pengurus dan Anggota RPTRA Pola Idaman. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema "Mendorong Kesadaran Lingkungan Melalui Narasi Visual dan Digital" telah memberikan beberapa hasil yang signifikan. Salah satu hasil utama dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan peserta mengenai pembuatan konten visual digital. Peserta, khususnya ibu-ibu RPTRA Pola Idaman, kini memahami cara menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan lingkungan dengan menggunakan narasi yang singkat, padat, dan jelas. Dalam pemaparan materi, tim pengabdian menjelaskan konsep dasar narasi visual dan digital. Narasi visual, yang melibatkan penyampaian cerita melalui gambar dan visual, serta narasi digital, yang memanfaatkan platform digital untuk distribusi konten, menjadi fokus utama. Peserta belajar bahwa kombinasi dari kedua metode ini dapat membuat pesan lebih menarik dan mudah diterima oleh audiens yang lebih luas di media sosial. Selama kegiatan, peserta diberikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana membuat narasi visual dan digital yang efektif. Mereka mempelajari pentingnya memilih gambar yang tepat, menyusun teks yang ringkas namun informatif, serta mengatur tata letak yang menarik. Melalui praktik langsung, peserta juga belajar Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement bagaimana menggunakan alat-alat digital dan aplikasi sederhana untuk membuat konten yang menarik dan edukatif. Partisipasi aktif dari ibu-ibu RPTRA dalam sesi praktik menunjukkan antusiasme dan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Mereka berkesempatan untuk membuat konten mereka sendiri, mendapatkan umpan balik langsung dari tim tutor, dan memperbaiki karya mereka berdasarkan saran yang Hasilnya, banyak peserta berhasil menghasilkan konten visual digital yang layak dipublikasikan di media sosial. Lebih lanjut, kegiatan ini juga membahas pentingnya konsistensi dan keberlanjutan dalam pembuatan konten. Peserta didorong untuk terus berlatih dan menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diajarkan bahwa dengan konten yang konsisten, pesan lingkungan yang ingin disampaikan dapat lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat luas. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis tentang pembuatan konten visual digital tetapi meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang cara menggunakan media sosial untuk kampanye lingkungan, diharapkan ibu-ibu RPTRA Pola Idaman dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam komunitas mereka, menyebarkan pesan-pesan positif tentang pelestarian lingkungan melalui narasi visual dan digital. Selain peningkatan pengetahuan teknis, kegiatan ini juga berhasil membangun rasa kebersamaan dan kolaborasi di antara peserta. Ibu-ibu RPTRA Pola Idaman yang sebelumnya mungkin kurang familiar dengan teknologi digital kini saling mendukung dan berbagi pengalaman selama proses pelatihan. Semangat kerjasama ini memperkuat komunitas mereka dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan interaktif. Dampak positif lain dari kegiatan ini adalah peningkatan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan teknologi digital. Dengan bimbingan dan praktik langsung, ibu-ibu RPTRA merasa lebih percaya diri dalam mengoperasikan perangkat digital dan aplikasi media sosial. Hal ini membuka peluang baru bagi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye lingkungan dan kegiatan komunitas lainnya yang memanfaatkan teknologi digital. Lebih jauh lagi, kegiatan ini telah membuka mata peserta terhadap potensi besar media sosial sebagai alat untuk perubahan sosial. Mereka kini menyadari bahwa melalui narasi visual dan digital, mereka dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan. Ini Article Title Author 1. Author 2 . f more than three authors simply write. first author et a. merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Penting juga dicatat bahwa kegiatan ini mendapat respons positif tidak hanya dari peserta tetapi juga dari tokoh masyarakat setempat. Dukungan dari pengurus RPTRA dan tokoh masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Mereka menyadari pentingnya edukasi digital dan visual untuk memberdayakan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan di era modern ini. Keberhasilan kegiatan ini memberikan motivasi bagi tim pengabdian masyarakat untuk terus mengembangkan program-program serupa di masa depan. Dengan pengalaman dan umpan balik yang diperoleh, diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya dapat lebih efektif dan menjangkau lebih banyak Hal ini sejalan dengan komitmen Perguruan Tinggi untuk terus berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan "Mendorong Kesadaran Lingkungan Melalui Narasi Visual dan Digital" tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada peserta, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menyelesaikan masalah lingkungan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, diharapkan ibu-ibu RPTRA Pola Idaman dapat terus menjadi pionir dalam kampanye lingkungan di komunitas mereka, serta menginspirasi orang lain untuk ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan melalui media digital. KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di RPTRA Pola Idaman dengan tema "Mendorong Kesadaran Lingkungan Melalui Narasi Visual dan Digital" telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber. Bapak Bobby Yuskar. Pd, yang memberikan pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Dasar menggunakan Metode Simplifikasi Percakapan (MSP) 5W. Materi yang disampaikan berhasil menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggunaan narasi visual dan digital dalam kampanye lingkungan. Setelah pelaksanaan kegiatan, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas Evaluasi ini dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh para peserta. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membantu mereka memahami cara membuat konten visual digital yang efektif. Selain itu, mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan lingkungan. Evaluasi ini Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement juga menunjukkan bahwa metode penyampaian yang digunakan oleh narasumber efektif dalam menyampaikan materi kepada peserta. Penyusunan Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Masyarakat mencakup berbagai aspek penting, termasuk daftar absensi kehadiran, hasil kuesioner peserta, dokumentasi kegiatan, dan release media kegiatan pengabdian masyarakat. Laporan ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tetapi juga memperkuat komunitas RPTRA Pola Idaman dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan pengabdian masyarakat di masa depan, serta mendorong partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan melalui narasi visual dan digital. REFERENCES