Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. LITERATURE REVIEW: WALKING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA A Literature Review : Walking Exercise to Reduce Hypertensionbin the Elderly Supartina Hakim1. Irianto Kadir2. Dies Izah Qonita2. Nur Faidar Khusnul Khatimah2. Andi Nur Wahyuni3, 1Poltekkes Kemenkes Makassar 2Universitas Hasanuddin 3Keana Center Makassar Email: *supartinahakim@poltekkes-mks. ABSTRACT Background: Entering old age many experience a decrease in function which results in health problems, one of which is a decrease in the function of the cardiovascular system which can cause hypertension. Hypertension in the elderly increases the risk of stroke, cognitive impairment and death, and one of the causes of hypertension in the elderly due to lack of physical activity. Therefore, exercise is needed as a therapy and prevention of hypertension. Walking exercise is a safe exercise, does not cause side effects, easy, economical, and can be done without requiring special training. Objective : To review the effectiveness of walking exercise on reducing blood pressure in the elderly. Research Method : This research method uses literature review. The data used is secondary data. Secondary data sources obtained were in the form of reputable journal articles both nationally and internationally with predetermined themes. In research, the search for articles was carried out using the PICO method, namely Problem/Patient/Population. Intervention/Indicator. Comparison and Outcome. The articles used in this literature review were obtained through the database of online journal providers, such as Google Scholar. Pubmed and Science Direct using the keywords "walking exercise", "elderly" and "hypertension". Research Results: Overall literature review, 13 sources explained that walking exercise can reduce blood pressure in the elderly. Walking exercise which is done 30-60 minutes regularly has the effect of lowering blood pressure in elderly people who have hypertension. Suggestion: For future researchers to add information about the effect of walking exercise on reducing hypertension in the elderly by using systematic review articles and meta-analyses so as to minimize research bias. In addition, adding information regarding specific types and the proper way to do walking exercise that can be significantly reduce blood pressure. Keywords : Elderly. Hypertension. Walking Exercise ABSTRAK Latar belakang : Memasuki usia tua banyak mengalami penurunan fungsi yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan pada fungsi sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit stroke, gangguan kognitif dan kematian, salah satu penyebab hipertensi pada lansia karena kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu dibutuhkan exercise sebagai terapi dan preventif hipertensi. Walking exercise adalah exercise yang aman, tidak menimbulkan efek samping, mudah, ekonomis, dapat dilakukan tanpa memerlukan pelatihan khusus. Tujuan : Untuk mereview keefektifan walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan Literature Review. Data yang digunakan ialah data Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional dengan tema yang sudah ditentukan. Dalam penelitian pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan metode PICO yaitu Problem/Patient/Population. Intervention/Indicator. Comparison dan Outcome. Artikel yang digunakan dalam literature review ini didapatkan melalui database penyedia jurnal online Google Scholar. Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci Auwalking exerciseAy. AuelderlyAy dan AuhypertensionAy. Hasil Penelitian : Secara keseluruhan pada literature review ini, dari 13 sumber menjelaskan bahwa walking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada Walking exercise yang dilakukan 30 Ae 60 menit secara teratur mempunyai pengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Saran : Untuk peneliti selanjutnya agar menambah informasi mengenai pengaruh walking exercise terhadap penurunan hipertensi pada lansia dengan menggunakan jenis artikel systematic review maupun meta analysis sehingga mampu memperkecil bias penelitian. Serta menambah informasi terkait jenis spesifik serta cara yang tepat dalam melakukan walking exercise sehingga dapat menurunkan tekanan darah secara Kata Kunci : Hipertensi. Lansia. Walking Exercise PENDAHULUAN Peningkatan rentang hidup dan penurunan angka kelahiran membuat populasi lansia dunia semakin meningkat. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa populasi lansia secara bertahap mengalami peningkatan. Pada tahun 2040, proporsi penduduk berusia >65 tahun dari seluruh penduduk diperkirakan meningkat dari 6,9% menjadi 12% . kerci & Biyer, 2. Berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2015 pada tahun 2018 diperkirakan jumlah lansia di indonesia mencapai 9,3% atau 24,7 juta jiwa (Mustofa. Febriyani. Prasetia, & Hasriza, 2. Seiring seseorang dapat menimbulkan berbagai masalah fisik, psikologis dan sosial dikarenakan adanya proses degeneratif. Biasanya terjadi kemunduran sel-sel yang kemampuan sistem tubuh seperti sistem syaraf, jantung, dan pembuluh darah pada lansia (Kang & Ahn, 2. Salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik Ou 140 mmHg dan / atau Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar tekanan darah diastolik (DBP) Ou 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Hipertensi berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan berupa gagal ginjal, penyakit jantung koroner, stroke dan dapat mengakibatkan kematian bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai (Setters & Holmes, 2. WHO menyatakan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Artinya 1 dari 3 orang di dunia didiagnosis hipertensi, dan hanya 36,8% yang mendapatkan perawatan. WHO 2018 melaporkan hipertensi telah menyebabkan kematian 8 juta orang setiap tahun, dan 1,5 juta di antaranya berasal dari negara-negara di Asia Tenggara. Prevalensi hipertensi secara global adalah 42%. Pada tahun 2025, diperkirakan lebih dari 1,5 miliar orang akan menderita hipertensi. Berdasarkan usia lansia lebih banyak terkena hipertensi hipertensi di Indonesia yang diperoleh berdasarkan usia yakni pada usia >75 tahun . ,8 %), usia 65-74 tahun . ,6%) usia 5564 tahun . ,9%), dan Ou18 tahun . ,1%). Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tekanan darah diantaranya adalah umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, aktivitas fisik, genetik, nutrisi, merokok, dan stress (Mustofa et al. , 2. Orang yang kurang dalam aktivitas fisik cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi sehingga otot jantung harus bekerja lebih keras di setiap kontraksi. Semakin keras dan lebih sering otot jantung memompa, semakin besar pula tekanan yang akan ditujukan pada arteri (Mukarromah & Yulisa. Adapun Pengendalian Hipertensi : gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan lemak (Dietary Approaches To Stop Hypertensio. , mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal, gaya hidup aktif serta olahraga teratur, berhenti merokok, membatasi konsumsi alcohol (Femmy. Maria, & Freyjer, 2. Salah satu jenis aktivitas fisik yang tepat untuk lansia yang mengalami hipertensi adalah walking exercise yang merupakan aktivitas penting karena bebas risiko, mudah, ekonomis, dapat dilakukan tanpa memerlukan pusat olahraga khusus. Berjalan juga mengurangi cedera yang terjadi akibat jatuh pada individu lanjut usia. ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. koordinasi, meningkatkan kekuatan otot, mengatur kontrol glikemik, meningkatkan memori jangka pendek, memperpanjang rentang perhatian, dan meningkatkan kesejahteraan spiritual, tidur, dan kualitas Beberapa penelitian sebelumnya masih belum banyak membahas secara terkhusus mengenai manfaat dari walking exercise yang menggambarkan manfaat sebagai upaya preventif dalam pencegahan hipertensi, maka dari itu kami berniat untuk memberikan gambaran berbasis bukti melalui jurnal-jurnal mengenai efektivitas walking exercise terhadap hipertensi pada METODE Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian literature review, yang mengumpulkan, menyeleksi dan memeriksa berbagai artikel/ jurnal ilmiah tingkat Nasional dan Internasional menurunkan tekanan darah pada lansia. Strategi Pencarian Literature Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel jurnal bereputasi baik Nasional maupun Internasional dengan tema yang sudah ditentukan. Pertanyaan yang digunakan untuk melakukan review jurnal yang disesuaikan dengan PICO (Problem/Patient/Population. Intervention/ Indicator. Comparison dan Outcom. dan istilah pencarian jurnal melalui MESH, batasan mengambil jurnal dan hal lainnya. Jurnal yang digunakan dalam literature review ini didapatkan melalui database penyedia jurnal online dengan Google Scholar. Pubmed dan Science Direct. Kriteria inklusi dan Eksklusi Dalam melakukan pencarian, artikel tersebut mempunyai kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Kriteria Inklusi yang digunakan dalam penelitian ini adalah . Artikel yang berisi fulltext, . Artikel dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, . Diterbitkan 10 tahun terakhir . 2- 2. , . Artikel yang membahas intervensi walking exercise untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi, . Usia Lansia. Sedangkan untuk kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah . Artikel berbayar, . Tidak full text, . Penelitian Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar yang tidak sesuai topik studi literatur ini. Pada tahap awal pencarian artikel jurnal diperoleh 344 artikel dari 2012 sampai 2022 yang terbagi dalam situs penyedia jurnal yaitu Google Scholar . Pubmed . dan Science Direct . menggunakan kata kunci Auwalking exerciseAy. AuelderlyAy. AulansiaAy, dan AuhypertensionAy. Tahap selanjutnya. Jurnal yang telah didapatkan akan diurutkan dari jurnal yang terbaru kemudian dilakukan screening abstrak menyeluruh kemudian disimpan kedalam mesin penyimpanan bibliography EndNote, tahap selanjutnya disaring berdasarkan kesesuaian topik serta kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah penulis menyaring keseluruhan jurnal yang lebih fokus membahas tentang walking exercise in elderly hubungannya dengan sebanyak 13 jurnal. PubMed . = . ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Tabel : Penyajian Hasil Ulasan Literature Review Judul Penelitian/Penulis/tahun Hasil Penelitian Pengaruh jalan pagi terhadap perubahan tekanan darah pada lanjut usia dengan hipertensi di desa kalianget timur kecamtan kalianget kabupaten sumenep (Dian Ika. Mujib, & Leviana Dea. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa sebelum dilakukan jalan pagi sebagian besar . %) tekanan darah sistole 140-159 mmHg dan tekanan darah %) >100 mmHg. Kemudian darah menurun, sebagian besar . %) tekanan 140159 mmHg dan . ,3%) tekanan darah diastole >100 mmHg. Hasil analisa data 0,000 (<0,. Hasil untuk systole dengan nilai z hitung = 2,271 dan p value sebesar 0,0231/= < 0,05. Selain itu hasil untuk Diastole dengan nilai z hitung = 2,530 dan p value sebesar 0,011 = <0,05 Artinya ada pengaruh antara jalan kaki pada lansia Hasil pada kelompok signifikan dalam Science Direct . = . Google Scholar . = . Total identifikasi pencarian artikel . = . Jumlah artikel yang telah diperiksa dan setelah artikel duplikasi dihilangkan . = . Artikel Full Text sesuai kriteria eligibility . = . Menurunkan Tekanan Darah dengan Cara Mudah pada Lansia (Anggi & Wiwin Priyantari, 2. Artikel Ekslusi . = . Artikel sesuai kriteria Inklusi . = . Gambar : Bagan Prisma Flowchart (Ferrari, 2. HASIL Hasil pencarian yang sudah didapatkan dengan analisis PICO terhadap artikel/jurnal penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : The Effect of Walking Exercise on Blood Pressure in The Elderly With Hypertension in Mulyoharjo Community Health Center Pemalang (Mukarromah & Yulisa, 2. Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Walking and Hypertension: Greater Reductions In Subjects with Higher Baseline Systolic Blood Pressure Following Six Months of Guided Walking (Mandini et al. , 2. Pengaruh latihan jalan kaki terhadap kebugaran jasmani lansia di puskesmas sungai aur Pasaman Barat. Jurnal stamina, (Rizka & Agus. Effect of 12-week brisk walking training on exercise blood pressure in elderly patients with essential hypertension : a pilot study (He. Wei, & Can, 2. Effect of 30 Minutes Walking on Blood Pressure of Elderly in Paccerakkang District Makassar. (Rezky. Nur. Samad, & Puspitha, 2. Pengaruh terhadap penurunan. Tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Di rumah pelayanan sosial kontrol . <0,. Enam bulan Berjalan dengan tekanan darah . <0,. Penelitian bahwa ada berjalan pada jasmani lansia dari rata-rata 19,98 pada pre tes menjadi ratarata 18,73 pada posttest dengan koefisien uji t = 7,37> tabel = 1,72. Jalan cepat tekanan darah pada pasien selama latihan hal itu latihan dan kadar lemak Jalan kaki tekanan darah pada lansia yaitu nilai p . < 0,05 Didapatkan penurunan ratarata tekanan darah sistolik 21,67 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik 12,50 mmHg. Terdapat tekanan darah sesudah walking ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. (Lailiya, 2. The effect of physical training in the Form of Walking on Blood Pressure Reduction and the Quality of Life of the Elderly Living with Hypertension (Bakar, 2020 #. Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Usia Lansia Dengan Masalah Hipertensi Melalui Intervensi Brisk Walking Exercise (Sukma, 2. exercise, dengan nilai p 0,000 atau p < 0,05. Latihan fisik jalan tekanan darah , tekanan darah diastolik . = 0,. risk walking pasien kelolaan tekanan darah 160/100 mmHg menjadi 150/90 mmHg Dari ditemukan, ternyata frekuensi aktifitas fisik walking exercise yang direkomendasikan untuk lansia adalah 3 Ae 5 kali perminggu, 30 Ae 60 menit. Didapatkan juga beberapa manfaat walking exercise juga salah satunya efek ke kardiovaskular yang berpengaruh secara signifikan pada lansia. PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh jalan pagi terhadap perubahan tekanan darah pada Lanjut Usia, penelitian ini ditemukan bahwa lansia yang melakukan aktivitas ringan dalam hal ini jalan kaki di pagi hari sebagai salah satu bentuk Jalan kaki dipagi hari dianjurkan selama 30 menit tanpa henti. Dengan aktivitas jalan kaki seperti ini organ tubuh lainnya akan ikut diaktifkan (Dian Ika et al. Bahkan dengan jalan kaki akan meningkatkan kebugaran pada lansia (Rizka & Agus, 2. Melakukan olahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistole 48 mmHg. Walking Exercise lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi karena merupakan olahraga isotonik . erjalan, bersepeda, jogging, aerobi. yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan Hal ini cukup berarti karena efektif menurunkan risiko stroke 10% dan risiko ischemic heart disease sebanyak 7% (Kang & Ahn, 2. Perubahan yang mikroskopis ternyata mendatangkan manfaat dan perubahan yang berharga bagi lansia. Hal Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ini sejalan dengan penelitian (Mukarromah & Yulisa, 2. dengan melibatkan lansia Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan darah lansia hipertensi sebelum latihan rata-rata 152,20 / 95,80 mmHg dan setelah latihan rata-rata 147,60 / 93,60 mmHg dengan kata lain menyatakan bahwa walking exercise yang teratur terbukti dapat menurunkan tekanan darah sistol dan diastole pada lansia yang Sejalan dengan penelitian Anggi, 2017, diperoleh data bahwa tekanan darah pada lansia hipertensi berkisar antara 115/75 sampai dengan 165/105 mmHg. Hal ini memperlihatkan pengaruh jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi terbukti kebenarannya (Anggi & Wiwin Priyantari, 2. Mendukung pernyataan diatas, penelitian yang dilakukan (Mandini et al. melakukan penelitian mengenai melibatkan sebanyak 529 subjek dengan tekanan darah sistol diatas 120 mmHg. Walking Exercise yang dilakukan secara progresif dan konsisten hingga 300 menit perminggu selama enam bulan dapat menurunkan tekanan darah pada semua Kelebihan walking exercise memiliki kontribusi dan efek yang aman untuk menurunkan hipertensi karena tanpa memaparkan pasien pada potensi efek samping obat-obatan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa Sejalan dengan pengamatan lain, walking exercise ternyata efektif untuk meningkatkan perubahan suasana hati kearah positif pada lansia dan dinilai bisa menjadi strategi pengobatan non-obat untuk mengobati depresi (Geraldes. Silva. Balikian, & Pereira, 2. Studi terbaru juga menyatakan bahwa lobus frontal lobus, terutama korteks prefrontal dorsolateral dapat diaktifkan dengan walking exercise dan pelatihan kognitif, selain itu bisa meningkat pelepasan dopamin (Sipily et al. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Rezky et al. , 2. 30 lansia melakukan walking exercise selama 30 menit dengan frekuensi 3 kali perminggu. Pengukuran awal tekanan darah semua responden tinggi yaitu mulai dari 140 mmHg sampai 180 mmHg. Setelah diberikan walking exercise didapatkan bahwa semua responden mengalami penurunan tekanan darah, maka ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. penelitian ini telah menemukan bahwa walking exercise berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tekanan Walking exercise yang dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu paling tidak 20 menit akan meningkatkan ketahanan pembuluh jantung, dengan kata lain terjadi efisiensi jantung dan paru-paru sehingga dalam melaksanakan tugas-tugas harian tidak mudah lelah. Menjadikan walking exercise sebagai kebiasaan dapat penurunan tekanan darah, mencegah penurunan kepadatan mineral tulang pada wanita pascamenopause, peningkatan mitokondria, penurunan body fat, dan memperbaiki profil lipid darah jadi lebih baik (Rivera-Torres. Fahey, & Rivera, 2. He et al . dalam penelitian pengaruh pemberikan brisk walking exercise selama 12 minggu pada tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi, sebanyak 46 lansia yang di bagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok latihan. Walking exercise dilakukan selama 12 minggu . menit, tiga kali seminggu selama 12 mingg. (He et al. , 2. Hasilnya latihan ini dapat mengurangi resiko terjadinya acute didapatkan tekanan darah pada responden secara signifikan menurun, selain itu meningkatkan fungsi vaskular, dapat meningkatkan kemampuan fisik dan menurunkan kadar lemak tubuh sehingga baik dalam mengontrol obesitas. Pada studi lain ditemukan bahwa walking exercise ternyata dapat mengontrol status gizi karena pada walking exercise yang konsisten dilakukan selama 12 minggu dapat menurunkan persentase body fat secara signifikan (Kang & Ahn, 2. Penelitian lain oleh Ferreira et al . mengenai pengaruh walking exercise yang dikombinasikan dengan blood flow restriction pada variabilitas denyut jantung istirahat dan tekanan darah pada pria lansia. Sebanyak 21 lansia diberikan latihan walking exercise selama 6 minggu . sesi latiha. (Ferreira Junior. Schamne. Altimari. Okano, & Okuno, 2. Hasilnya berbeda dari penelitian-penelitian diatas karena terdapat perubahan sistolik dan diastole namun perbedaannya tidak signifikan, walaupun demikian kesimpulan yang diambil dalam penelitian ini walking exercise Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar kardiovaskular setelah latihan. Hal ini dianggap penting karena proses penuaan kardiovaskular, seperti kenaikan tekanan darah karena membuat perubahan negatif seperti resistensi vaskular perifer dan pengerasan pada arteri yang meningkatkan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, walking exercise juga dianggap aman karena tidak menimmbukan efek samping (Wong. Formiga. Owens. Asken, & Cahalin. KESIMPULAN Dari keseluruhan jurnal yang telah di review mengenai efektivitas walking exercise pada lansia ditemukan bahwa walking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada lansia yang menderita Walking dilakukan 2 Ae 3 kali seminggu dengan durasi 15 Ae 30 menit yang mampu menurunkan tekanan darah. Kelebihan walking exercise memiliki kontribusi dan efek yang aman untuk menurunkan hipertensi karena tanpa memaparkan pasien pada potensi efek samping obat-obatan. SARAN Kekurangan Literature Review Berdasarkan dari kekurangan yang di dapatkan oleh penelitis diharapkan dari perbandingan atau pertimbangan untuk dijadikan perbaikan pada pemaparan inti dari hasil penelitian agar dibuat lebih terperinci sehingga dapat mempermudah pembaca untuk mengerti. Membuat abstrak sesuai aturan atau struktur yang telah ditetapkan berdasarkan aturan penulisan abstrak pada jurnal maupun studi literature Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini serta menambah informasi mengenai pengaruh pemberian walking exercise terhadap penurunan hipertensi pada lansia dengan menggunakan jenis artikel systematic review maupun meta analysis sehingga mampu memperkecil bias hasil penelitian. Penderita Hipertensi Khususnya Pada Lansia Bagi penderita hipertensi pada lansia diharapkan dapat menjadikan walking exercise sebagai latihan yang bisa dilakukan secara mandiri dan rutin. Jalan pagi dianjurkan pada lansia karena aktivitas ini ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. merupakan latihan ringan yang tidak menyebabkan kelelahan. Disarankan juga agar selalu memerhatikan kondisi kesehatan tubuh dengan rutin melakukan olahraga secara UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan menyelesaikan literature review ini serta kepada temanteman yang membantu selama proses penyusunan hingga selesai. DAFTAR PUSTAKA