KHIDMATUNA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1 Juni 2023. Hal 42 Ae 49 ISSN 2986 Ae 9153 (Onlin. DOI: 10. 36781/khidmatuna. Copyright A 2023 The author. PENGENALAN LITERASI BUDAYA DAN PENCEGAHAN KONFLIK DI INDONESIA INTRODUCTION TO CULTURAL LITERACY AND CONFLICT PREVENTION IN INDONESIA Vidya Kusumawardani1nC. Dinar Ayu Chandra Agustin2. Riong Seulina3. Danang Trijayanto4. Sugeng Wahyudi5 1,2,3,4 Universitas 17 Agustus 1945. Jakarta. Indonesia Universitas Bunda Mulia. Jakarta. Indonesia e-mail: vidya. kusumawardani@uta5jakarta. id, dinar. ayu@uta45jakarta. seulina@uta45jakarta. id, danang. trijayanto@uta45jakarta. id, l0736@lecturer. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang betemakan literasi budaya ini telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2022 dengan judul Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia yang diadakan di SMAN 40 Jakarta. Metode pengambilan data kegiatan sosilaisasi dilakukan dengan menggunakan data kuantitatif dengan menggunakan questionnaire dengan menggunakan pendekatan Skala Likert yang terdiri dari SS. S,KS. TS, dan STS pada saat Pre test maupun piost test yang teridiri 10 pertanyaan. Dari hasil data pre-test diatas dapat disimpulkan bahwa dari 33 orang mahasiswa masing-masing sudah memahmi pentingnya literasi budaya untuk mencegah konflik yang terjadi di Indonesia yang meliputi pertanyaan 1 . %), pertanyaan 2 . %), pertanyaan 3 . %), pertanyaan 4 . %), pertanyaan 5 . %), pertanyaan 6 . %), pertanyaan 7 . %), pertanyaan 8 . %), pertanyaan 9 . %), dan pertanyaan 10 . %). Sedangkan dari data post test dapat disimpulkan bahwa dari 33 orang mahasiswa masing-masing sudah memahmi pentingnya literasi budaya untuk mencegah konflik yang terjadi di Indonesia yang meliputi pertanyaan 1 . %), pertanyaan 2 . %), pertanyaan 3 . %), pertanyaan 4 . %), pertanyaan 5 . %), pertanyaan 6 . %), pertanyaan 7 . %), pertanyaan 8 . %), pertanyaan 9 . %), dan pertanyaan 10 . %). Dengan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait dengan literasi budaya ini hal ini sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa terkait dengan sikap untuk dapat saling menghormati, menghargai pluralism yang ada didalam masyarakat Indonesia yang sangat rentan dengan koflik sara. Kata Kunci: Sara. Konflik. Toleransi. Literasi Budaya ABSTRACT This Community Service activity with the theme of cultural literacy was carried out on July 26 2022 with the title Introduction to Cultural Literacy and Conflict Prevention in Indonesia which was held at SMAN 40 Jakarta. The data collection method for outreach activities was carried out using quantitative data using a questionnaire using the Likert Scale approach consisting of SS. KS. TS, and STS during the pre-test and piost test which consisted of 10 questions. From the results of the pre-test data above, it can be concluded that of the 33 students, each of them already understands the importance of cultural literacy to prevent conflicts that occur in Indonesia which include question 1 . %), question 2 . %), question 3 . %) ), question 4 . %), question 5 . %), question 6 . %), question 7 . %), question 8 . %), question 9 . %), and question 10 . % ). Meanwhile, from the post test data, it can be concluded that of the 33 students, each of them already understands the importance of cultural literacy to prevent conflicts that occur in Indonesia which include question 1 . %), question 2 . %), question 3 . %), question 4 . %), question 5 . %), question 6 . %), question 7 . %), question 8 . %), question 9 . %), and question 10 . %). With an increase in students' understanding related to cultural literacy, this is in accordance with the program launched by the Ministry of Education and Culture which is to provide understanding to students related to attitudes to be able to respect each other, appreciate pluralism that exists in Indonesian society which is very vulnerable to racial conflicts. Keywords: Sara. Conflict. Tolerant, culture literation 42 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 42 Ae 49 PENDAHULUAN Intoleransi di Indonesia telah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Pemicu konflik yang sering terjadi pada umumnya disebabkan oleh berbagai macam alasan, diantaranya adalah sara . uku, agama, ra. , status sosial. Pendidikan, gender, ekonomi dan fisik. Berdasarkan data yang diperoleh, yang dilihat dari skor komponen toleransi dan inklusi di Indonesia dalam rentang waktu antara tahun 2014-2017, diperoleh data sebagai berikut: Grafik 1. Skor komponen toleransi dan inklusi di Indonesia pemilihan Presiden yang dilaksanakan pada bulan Juli, sedangkan pada tahun 2016 terjadi pilkada serentak pada tahun 2017, dimana DKI Jakarta menjadi sorotan utama sebab persaingan antar-calon sarat dengan sentimen agama dan ras(Scholastica Gerintya, 2. Dengan adanya peritiswa tersebut, tentunya hal ini memicu rendahnya nilai Demokrasi di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari tirto. id pada tahun 2018 dapat dilihat sebagai berikut: Gafik 2. Skor Demokrasi di Indonesia Skor Demokrasi di Indonesia 6,95 7,03 6,97 6,39 skor demokrasi Untuk melihat tingkat toleransi di Indonesia, komponen yang disorot adalah toleransi dan inklusi yang terdapat dalam faktor opportunity. Skor yang tercatat dari 2014 hingga 2017 menunjukkan tren yang cenderung meningkat. Pada 2014, skor toleransi dan inklusi Indonesia adalah 27,90 dan naik pada 2015 menjadi 32,30. Namun, skor ini turun pada 2016 menjadi 29,57. Skor kembali naik menjadi 35,47 di tahun berikutnya, menempatkan Indonesia pada posisi 117 dari 128 negara di kategori tersebut(Scholastica Gerintya, 2. Berdasarkan data yang diperoleh tersebut, skor terendah untuk toleransi berada pada aspek toleransi beragama yang hanya mencapai nilai 2. 0 (Scholastica Gerintya. Pemicu utama dari rendahnya angka toleransi beragama di Indoenesia ini dipicu oleh situasi politik yang terjadi di Indonesia pada saat itu, dimana pada tahun 2014 adalah tahun politik terkait dengan agenda Berdasarkan menujukkan bahwa angka demokrasi di Indonesia dalam rentan tahun 2014-2017 mengalami fluktuatif, dimana pada tahun 2014 skor demokrasi berada di angka 6. pada tahun 2015 berada di angka 7. 03, pada tahun 2016 berada di angka 6. 97 dan pada tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup drastis yakni berada pada angka 6. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2017 penurunan demokrasi di Indonesia dipicu oleh tahun politik pada saat itu yakni dengan adanya pilkada serentak. Dilihat berdasarkan daerahnya, terdapat daerah-daerah di Indonesia yang memilki skor toleransi terendah di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh dari tirto. 43 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 42 Ae 49 Grafik 3. 10 Kota Terendah Pada Aspek Toleransi di Indonesia Dari grafik diatas diketahui bahwa untuk tahun 2015 kota Bogor menempati posisi terendah dalam toleransi yang mencapai angka 5. 21, sedangkan pada tahun 2017, kota yang paling tidak toleran adalah DKI Jakarta dengan skor mencapai 2. Dari permasalahan yang diangkat diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor pemicu terjadinya intoleransi di Indonesia pada umumnya dilatarbelakangi oleh kasus sara yang terjadi pada tahun-tahun politik, terutama yang terjadi pada tahun 2014 dan Selain itu masyarakat Indonesia mengkotak-kotakkan berdasarkan agamanya, sukunya, rasnya, yang secara tidak langsung hal ini akan menekankan pada semangat kemanusiaan, kebersamaan dan persatuan, gotong royong, toleransi dan keadilan. Menurut Barbara Goodwin, hal tersebut disebabkan empat faktor. multiple and conflicting bases for AuNational Identity . a license for fragmentation . the problem of multiple loyalities . circularity(Idrus Ruslan, 2. Intoleransi yang terjadi ini juga dipicu oleh kurangnya literasi budaya yang ada didalam diri masyarakat. Literasi budaya pemahaman kepada masyarakat untuk dapat memahami keberagaman budaya yang ada di Indonesia, kelebihan dan kekurangan budaya yang ada di masing-masing daerah sebagi modal untuk menciptakan toleransi di Indonesia. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, literasi budaya memiliki pengertian AuKemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa(Anggi Pratiwi & Eflinnida Nurul Komaril Asyarotin, 2. Untuk meningkatkan literasi budaya di kalangan siswa maka terdapat dua komponen penting yang menyertainya, yakni kompetensi komunikasi dan kompetesi komunikasi antar budaya. Kompetensi komunikasi seperti yang dikutip oleh Friedrich . adalah kemampuan situasional dalam menetapkan pengetahuan mengenai diri, konteks, dan teori komunikasi untuk dapat menghasilkan kinerja komunikasi yang adaptif(Raina R & Zameer A, 2. Sementara yang dimaksud dengan kompetensi komunikasi antar budaya adalah kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dengan orang-orang dari budaya berbeda secara efektif serta sesuai guna mencapai Kompetensi komunikasi antar budaya bernegoisasi, dan bekerjasama dengan orangorang dari budaya lainnya. (Ratna Nurlaila. Untuk menciptakan kompetensi komunkasi antar budaya di era digital , maka sangat penting bagi masyarakat terutama di kalangan muda untuk berperan aktif untuk memanfaatkan sumber digital sebagai sarana informasi bukan sebagai sarana pemecah belah yang dapat menimbukan konflik SARA. Berdasarkan data yang diperoleh. Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 berada pada level AusedangAy dengan skor 3,49. Sebagai informasi, pengukuran dengan Kerangka Indeks Literasi Digital 2021 menggunakan empat pilar, yaitu Kecakapan Digital. Etika Digital. Keamanan Digital, dan Budaya Digital(M Hidayat, 2. 44 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 42 Ae 49 Media social sebagai media yang paling banyak diminati oleh generasi millennial seperti sekarang ini, tentunya hal ini akan banyak memberikan manfaat apalagi dapat digunakan dengan benar, terutama sebagai alat untuk meningkatkan toleransi antar masyarakat melalui penggunaan media Mengingat Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki berbagai latar belakang budaya, agama, suku. Bahasa dan sebagainya maka kampanye toleransi dengan menggunakan pemnafaatan media social sangatlah dibutuhkan. Menurut Rice and Atkins yang dikutip oleh Liliweri . Kampanye merupakan upaya yang disengaja yang bertujuan menginformasikan, mempersuasi atau memotivasi perubahan perilaku dari khalayak tertentu atau khalayak luas yang bermanfaat demi keuntungan nonkomersil dan/atau Pada berlangsung dalam jangkaa waktu tertentu melalui aktivitas komunikasi yang di organisasi dengan melibatkan media massa . efines campaigns as purposive attempts to inform,persuade or motivate behavioural changes in a relatively well-defined and large audience, generally for noncommercial benefits to the individual and/or society at large. Campaigns typically take place within a given time period using involving mass medi. (Tri Susanto, n. Kampanye budaya sebagai upaya menciptakan tolernasi tentunya disini akan dapat memperkuat image dari Indonesia itu sendiri di kancah internasional yang dikenal dengan instilah nation branding. Secara definisi yang dimaksud dengan nation branding menurut Delori dalam Akotia et al, 2010 dapat diistilahkan sebagai country branding yaitu sebagai sebuah identitas bangsa yang telah dikaji mendalam, diartikan dan diinternalisasikan kepada seluruh warga negaranya yang ditujukan untuk membangun citra sebuah negara yang menguntungkan serta untuk meningkatkan daya saing sebuah negara. Nation branding berkaitan dengan citra menyeluruh sebuah negara di mata internasional meliputi bidang politik, ekonomi dan dimensi-dimensi budaya(Retno Budi Lestari & Rini Aprilia, 2. Definisi lain mengenai nation branding adalah perpaduan unik antar elemen multidimensi yang menyediakan keragaman bangsa dengan diferensiasi dan relevansi yang berdasarkan budaya untuk semua target audience nya. Proses membranding suatu negara melalui bagaimana citra suatu negara dapat terbentuk, dibuat, dimonitor, dievaluasi dan dikelola secara proaktif untuk meningkatkan reputasi negara berkunjung(Romi Indriadi Putra, 2. Manfaat yang didapatkan dari nation branding adalah (Fan, 2. : 1. Membentuk kembali identitas sebuah bangsa (Ollins. Meningkatkan daya saing bangsa (Anholt, 2007. Lee, 2. Merangkul berbagai aktivitas politik. kebudayaan, bisnis dan olahraga (Jaffe danNebenzahl, 2. Memajukan ekonomi dan politik di dalam negeri dan luar negeri (Rendon, 2003. Szondi, 2. ,5. Mengubah, meningkatkan image atau reputasi sebuah bangsa(Gudjosson,2005. fan,2006,08,2. ( Retno Budi Lestari & Rini Aprilia, 2. Berdasarkan hal tersebut. Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Bersama dengan mahasiswa lintas prodi melakukan KKN dengan tema Au Literasi BudayaAy yang telah dilakukan di SMAN 40 Pademangan. Jakarta Utara pada tanggal 26 Juli 2022. Tujuan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk KKN (Kuliah Kerja Nyat. kepada siswasiswi SMAN 40 Jakarta sebagai upaya untuk memanamkan sikap toleransi sebagai pencegahan intoleransi yang dimulai dari lingkungan yang paling kecil yakni sekolah. Definisi toleransi sendiri berasal dari bahasa latin tolerantia, berarti kelonggaran, kesabaran(Casram, 2. Secara umum istilah toleransi mengacu pada sikap terbuka,lapang dada, suka rela dan 45 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 42 Ae 49 Unesco mengartikan toleransi sebagai sikap saling menghormati, saling menerima, saling menghargai di tengah keragaman budaya,kebebasan berekspresi dan karakter manusia(Casram, 2. METODE PENGABDIAN Metode Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan secara luring dengan tahapan berikut ini: Metode Ceramah dilakukan dengan cara menyampaikan materi mengenai literasi budaya selama 40 menit menggunakan power point dengan alat bantu proyektor. Metode Tanya Jawab dilakukan setelah mempersilahkan peserta kegiatan untu bertanya kepada narasumber untuk memecahkan masalah khusunya dalam hal literasi budaya sedang dihadapi oleh . Metode pendekatan kuantitatif melalui pengisian questionnaire yang meliputi pre- test dan post- test terkait dengan pemahaman mereka mengenai literasi budaya dan pencegahan konflik di Indonesia. Questionnaire diberikan kepada siswa-siswi SMAN 40 Jakarta dengan menyebarkan 33 angket untuk 33 orang siswa. Masing-masing questionnaire terdiri dari 10 perrtanyaan dengan komponen penilaian skala Likert yakni Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Kurang Setuju (KS). Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS) yakni sebagai berikut: Tabel 1. Daftar Pertanyaan Daftar Pertanyaan Apakah komunikasi antarbudaya? Setiap individu mempunyai kesadaran pribadi terhadap budaya. Literasi budaya termasuk pengetahuan yang setidaknya harus kita ketahui. Apakah Anda setuju berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda? Apakah perbedaan itu penting agar tidak terjadi konflik antarbudaya? Kurangnya menimbulkan perpecahan. Kita perlu menanamkan minat terhadap literasi budaya. Dengan adanya pemahaman dari literasi budaya, kita dapat beradaptasi dengan suatu Menurut anda apakah literasi budaya dapat memberikan manfaat yang baik bagi Anda? Apakah Anda setuju jika literasi budaya harus tetap dilestarikan? HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian masyarakat diawali dengan metode ceramah yakni berupa penyampaian materi mengenai literasi budaya dan pencegahan intoleransi oleh pembicara yang berasal dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan Universitas Bunda Mulia Jakarta kepada siswa siswi SMAN 40 Jakarta yang berlangsung selama 45 menit. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dengan pemateri yang berlangsung aktif dan responsive. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta memperoleh edukasi mengenai literasi budaya untuk pencegahan intoleransi dan konflik di Indonesia. Gambar 1. Foto Kegiatan Abdimas Literasi Budaya Pada saat pre-test, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Rekapitulasi Pre-test 46 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 42 Ae 49 Jawaban KS TS STS Pertanyaan Apakah penting untuk memahami Setiap individu kesadaran pribadi terhadap budaya. Literasi budaya pengetahuan yang setidaknya harus kita Apakah Anda setuju berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang Apakah perbedaan itu penting agar tidak terjadi konflik Kurangnya literasi budaya dapat Kita perlu menanamkan minat terhadap literasi Dengan adanya pemahaman dari literasi budaya, kita dapat beradaptasi dengan suatu Menurut anda apakah literasi budaya dapat memberikan manfaat yang baik bagi Anda? Apakah Anda setuju jika literasi budaya harus tetap TOTAL terjadi di Indonesia yang meliputi pertanyaan 1 . %), pertanyaan 2 . %), pertanyaan 3 . %), pertanyaan 4 . %), pertanyaan 5 . %), pertanyaan 6 . %), pertanyaan 7 . %), pertanyaan 8 . %), pertanyaan 9 . %), dan pertanyaan 10 . %). Sedangkan pada saat post-test dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Rekapitulasi Post-test Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa dari 33 orang siswa pada saat pre-test dilakukan dari 10 pertanyaan untuk komponen SS sebanyak 194, komponen S sebanyak 117. KS sebanyak 14. TS sebanyak 2, dan STS sebanyak 3. Dari hasil data pre-test diatas dapat disimpulkan bahwa dari 33 orang mahasiswa masing-masing sudah memahmi pentingnya literasi budaya untuk mencegah konflik yang Jawaban KS TS STS Pertanyaan Apakah penting untuk memahami Setiap individu kesadaran pribadi terhadap budaya. Literasi budaya pengetahuan yang setidaknya harus kita ketahui. Apakah Anda setuju berinteraksi dengan orang yang memiliki latar kebudayaan yang Apakah perbedaan itu penting agar tidak terjadi konflik Kurangnya literasi budaya dapat Kita perlu menanamkan minat terhadap literasi Dengan adanya pemahaman dari literasi budaya, kita dapat beradaptasi dengan suatu Menurut anda apakah literasi budaya dapat manfaat yang baik bagi Anda? Apakah Anda setuju jika literasi budaya harus tetap TOTAL 47 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 42 Ae 49 Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa dari 33 orang siswa pada saat pre-test dilakukan dari 10 pertanyaan untuk komponen SS sebanyak 207, komponen S sebanyak 109. KS sebanyak 12. TS sebanyak 1, dan STS sebanyak 1. Dari hasil data post-test diatas dapat disimpulkan bahwa dari 33 orang mahasiswa masing-masing sudah memahmi pentingnya literasi budaya untuk mencegah konflik yang terjadi di Indonesia yang meliputi pertanyaan 1 . %), pertanyaan 2 . %), pertanyaan 3 . %), pertanyaan 4 . %), pertanyaan 5 . %), pertanyaan 6 . %), pertanyaan 7 . %), pertanyaan 8 . %), pertanyaan 9 . %), dan pertanyaan 10 . %). Dari kedua test yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman didalam persepsi mahasiswa mengenai literasi budaya sebagai upaya dalam rangka mencegah konflik yang terjadi di Indonesia, terutama yang dipicu oleh isu Selain sesuai harapan pihak sekolah, hal ini juga sesuai dengan tujuan dari dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni literasi budaya memiliki pengertian AuKemampuan dalam kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa yang dikutip oleh Anggi Pratiwi, et al(Anggi Pratiwi & Eflinnida Nurul Komaril Asyarotin, 2. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh Program Studi Komunikasi Bersama dengan mahasiswa lintas Prodi yang diadakan dalam bentuk kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyat. diketahui bahwa pemahaman siswa terkait dengan literasi budaya sebagai upaya pencegahan konflik di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan Dengan pemahaman siswa terkait dengan literasi budaya ini hal ini sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa terkait dengan sikap untuk dapat saling menghormati, menghargai pluralism yang ada didalam masyarakat Indonesia yang sangat rentan dengan koflik sara. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini, rekomendasi yang dapat diberikan yaitu . Penyuluhan dan sosialisasi mengenai literasi budaya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan . Pihak sekolah dapat bekerjasama dengan perguruan tinggi dan pemerintah untuk meningatkan edukasi mengenai literasi budaya. Dengan pemahaman siswa terkait dengan literasi budaya sebagai upaya pencegah konflik tentunya hal ini sesuai dengan upaya Indonesia dalam membentuk nation branding Indonesia di kancah internasional. Sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Romi Indriadi Putra dimana nation branding adalah perpaduan unik antar elemen multidimensi yang menyediakan keragaman bangsa dengan diferensiasi dan relevansi yang berdasarkan budaya untuk semua target audience nya. Proses mem-branding suatu negara melalui bagaimana citra suatu negara dapat terbentuk, dibuat, dimonitor, dievaluasi dan dikelola secara proaktif untuk meningkatkan reputasi negara di antara wisatawan asing yang berkunjung(Romi Indriadi Putra, 2. DAFTAR REFERENSI Anggi Pratiwi, & Eflinnida Nurul Komaril Asyarotin. Implementasi Literasi Budaya dan Kewarganegaraan Sebagai Solusi Disinformasi Pada Generasi Millennial di Indonesia. Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan, 7. , 65Ae80. Casram. Membangun Sikap Toleransi Beragama Dalam Masyarakat Plural. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 1. , 187Ae198. Idrus Ruslan. Membangun Nasionalisme Sebagai Solusi Untuk 48 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi Pengenalan Literasi Budaya dan Pencegahan Konflik di Indonesia K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 42 Ae 49 Mengatasi Konflik di Indonesia. JURNAL TAPIS, 10. , 1Ae18. M Hidayat. October . Toleransi Penting Untuk Komikasi Antar Budaya di Media Sosial. Raina R, & Zameer A. Communication Competence of the Professional from India & Turkey. Indian Journal of Industrial Relations, 51. , 460. Ratna Nurlaila. Kompetensi Komunikasi Antar Budaya di Era Revolusi Industri 4. Prosiding Seminar Nasional Arkeologi 2019, 257Ae266. Retno Budi Lestari, & Rini Aprilia. Membangun Nation Branding Dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Sektor Pariwisata Indonesia. Proceeding PESAT, 5. Romi Indriadi Putra. Strategi Membangun Nation Branding Indonesia Dalam Asean Games Jakarta-Palembang SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi, 6. , 72. Scholastica Gerintya. February Benarkah Intoleransi Antar Umat Beragama Meningkat? Tri Susanto. Kampanye Media Sosial dan Toleransi (Studi Kasus Kampanye Gerakan Sabang Merauke Dalam Membangun Sikap Toleransi Beragama melalui Media Sosial. Mediamorfosa: Transformasi Media Komunikasi Di Indonesia, 369. 49 | Vidya Kusumawardani. Dinar Ayu Chandra Agustin. Riong Seulina. Danang Trijayanto. Sugeng Wahyudi