JPFT - volume 12, nomor 2, pp. Agustus 2024 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERINTEGRASI SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING AND MATHEMATICS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP NEGERI 13 SIGI THE EFFECT OF PROJECT-BASED LEARNING MODEL INTEGRATED WITH SCIENCE, TECHNOLOGY. ENGINEERING. AND MATHEMATICS (STEM) ON STUDENTS' SCIENCE LEARNING OUTCOMES AT SMP NEGERI 13 SIGI Elsapita A. Onto. Gustina. Ielda Paramita, dan Sahrul Saehana Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia elsapita121@gmail. Kata Kunci Hasil Belajar. Project Based Learning Terintegrasi Science Technology Engineering Mathematics Keywords Learning Outcomes. Project Based Learning Integrated Science Technology Engineering and Mathematics A2024 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi STEM terhadap hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent pretest-posttest group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Vi SMP Negeri 13 Sigi, dengan sampel kelas Vi A . sebagai kelas eksperimen dan kelas Vi B . sebagai kelas kontrol, menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda dan lembar observasi. Hasil analisis hipotesis menggunakan uji t menunjukkan nilai posttest dengan sig . -taile. 0,00 < 0,05, serta t_hitung = 3,276 > t_tabel = 1,677, menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. N-gain score menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa sebesar 42,48% pada model PjBL-STEM dan 21,22% pada model discovery learningsaintifik. Kesimpulannya, penerapan model PjBL-STEM berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Abstract This study aims to determine the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model integrated with STEM on the science learning outcomes of eighth-grade students at SMP. This research used a quasi-experimental design with a non-equivalent pretest-posttest group design. The population consisted of all eighth-grade students at SMP Negeri 13 Sigi, with class Vi A . as the experimental group and class Vi B . as the control group, selected through purposive sampling. The instruments used included multiple-choice tests and observation sheets. Hypothesis testing results using the t-test showed a posttest value with sig . -taile. 00 < 0. 05, and t_calculated = 3. 276 > t_table = 1. 677, indicating a significant difference between the experimental and control groups. The N-gain score showed a significant improvement of 42. 48% for the PjBL-STEM model and 21. 22% for the discovery learningscientific model. In conclusion, the implementation of the PjBL-STEM model positively influences students' learning outcomes. Received 05/05/2024. Revised 23/05/2024. Accepted 16/06/2024. Available Online 31/08/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN terutama dibidang pendidikan menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan suatu keterampilan baru yang dikenal dengan keterampilan abad ke 21. Keterampilan abad 21 ditandai dengan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan keterampilan komunikasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah Untuk pembelajaran IPA diabad ke 21 ini, peserta didik maupun pendidik diharuskan untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu meningkatkan kualitas hidup pada masa globalisasi ini . Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berasal dari kata Natural Science. Natural artinya alamiah Science IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat pada kurikulum 2013 yang dilakukan untuk memahami alam. Keterkaitan antara sains dan teknologi maupun ilmu lain tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran IPA yang mempelajari tentang fenomena gejala alam dan tak lepas dari penerapan dalam kehidupan sehari-hari . Persaingan di dunia global Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online potensi siswa, dimana kemampuan belajar merupakan kemampuan yang dituntut harus dimilikioleh siswa pada abad 21 . Dalam proses pembelajaran siswa harus terlibat secara aktif, secagaimana kurikulum merdeka adalah kurikulum pendidikan di Indonesia yang pemerintah untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dan guru dalam merancang Kurikulum dikembangkan untuk menggantikan Kurikulum 2013, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan berfokus pada pengembangan kompetensi peserta didik. Hasil belajar adalah proses untuk menentukan nilai belajar pengukuran kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran baik itu kognitif, afektif, dan psikomotorik . Untuk mencapai hasil belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tentunya guru harus mampu mengemas pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Guru harus mengupayakan pembelajaran yang efektif bagi bermakna bagi siswa. kemampuan siswa dalam menguasai materi dapat berkontribusi terhadap mewujudkan hasil belajar secara optimal . Namun kenyataannya pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga siswa tidak memiliki keinginan yang kuat untuk mengikuti proses pembelajaran, pengetahuan siswa sangat minim dan tidak berkembang secara optimal . Hal ini didukung dengan hasil observasi yang dilakukan di SMPN 13 Sigi yang menyatakan bahwa hasil belajar siswa terbilang masih cukup rendah, salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat belajar siswa saat pembelajaran berlangsung dimana memperhatikan atau bahkan ikut serta secara aktif dalam proses pembelajaran. Kuriukulum Merdeka mengembangkan dan menerapkan sistem pendidikan modern yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa seperti dengan menerapkan pembelajaran dengan model project based learning terintegrasi Science. Technology. Engineering, and Mathemeatics (PjBL- STEM) . Model pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PJBL) adalah model proyek/kegiatan mampu maningkatkan minat belajar siswa. Vol. No. 2, pp. Agustus merangsang kemampuan dalam memecahlan masalah, membuat keputusan, melakukan kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara Pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk mengubah pembelajaran yang selama ini berfokus pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat kepada siswa yang dalam pelaksanaannya memberikan pengalaman bermakna selama pembelajaran . STEM merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang efektif dalam menerapkan pembelajaran tematik integratif karena menggabungkan empat bidang pokok ilmu dalam pendidikan yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika. Dimana pendekatan dari keempat aspek tersebut pembelajaran secara kohesif dan aktif dalam melibatkan peserta didik. Dengan tujuan penggunaan pembelajaran berbasis proyek PjBL terintegrasi STEM ini mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif, inovatif, dan memudahkan peserta didik dalam belajar mandiri dan memahami konsep pemecahan masalah secara logis, serta menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran abad 21 . Pembelajaran Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering Mathematics pembelajaran yang membentuk siswa dalam suatu kelompok untuk menyelesaikan suatu teknik, dan matematika. Project Based Learning berbasis Science Technology Engineering and Mathematics (PjBL-STEM) menekankan pada membuat proyek . Model pembelajaran Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering Mathematics keunggulan dibandingkan model pembelajaran lainnya, salah satunya adalah sintaks dari model pembelajaran Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematics, mengharuskan siswa untuk berpikir kritis, analitis dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathemathich (PjBL-STEM) mengharuskan siswa belajar mandiri akan memecahkan masalah yang berkaitan dengan isu-isu ilmiah yang ada didalam kehidupan . Penerapan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematics, merupakan salah satu upaya strategi inovatif sebagai alternatif solusi untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran yang efektif serta terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut terlihat dari hasil penilitian yang dilakukan oleh Helvy Aprianty et al . yang menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL-STEM dapat meningkatkan keterampilan dibandingkan dengan pembelajaran Discovery Learning, rata-rata skor hasil belajar siswa PjBL-STEM pembelajaran PjBL terintegrasi STEM memiliki potensi paling besar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran ini sangat dianjurkan. Hasil penelitian yang dilakukan Darmawan . menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL-STEM dapat berpengaruh terhadap hasil belajar. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Elva et al . yang menyatakan bahwa model pembelajaran PjBLSTEM dapat berpengaruh terhadap hasil belajar Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematics (PjBL-STEM) dan siswa yang Sehubungan dengan penjelasan diatas, penelitian tentang model pembelajaran Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematics telah banyak dilakukan khususnya pada mata pelajaran biologi dan matematika, namun masih minim Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematics terhadap hasil belajar IPA siswa pada materi Hukum Newton. Vol. No. 2, pp. Agustus Desain pada Tabel 1 . Tabel 1 Desain Penelitian Kelas Eksperimen Kontrol Pretest Perlakuan Posttest Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 13 Sigi Jl. Palu-Palolo No. Sidera. Kecamatan Sigi Biromaru. Kabupaten Sigi. Provinsi Sulawesi Tengah Waktu semester genap kelas Vi SMPN 13 Sigi, pada tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP NEGERI 13 SIGI kelas Vi yang berjumlah 3 kelas pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Teknik pemilihan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan pertimbangan bersama dengan guru mata pelajaran IPA bahwa kedua kelas tersebut mempunyai kemampuan akademik yang sama. Sampel yang diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas Vi A dan kelas Vi B masing-masing berjumlah 25 orang sebagai tempat penelitian dimana satu kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematich (PjBL-STEM) dan satu kelas menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah model pembelajaran Project Based Learning Science Technology Engineering Mathematich, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar IPA siswa. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan data sekunder. Sumber data primer pada penelitian ini adalah siswa kelas Vi A dan Vi B pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 di SMP Negeri 13 Sigi. Sedangkan sumber data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari guru IPA, kepala sekolah dan dokumentasi dari sekolah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, lembar observasi dan dokumentasi. Tes yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data aspek kognitif hasil belajar siswa pada materi Hukum Newton. Tes tersebut diberikan pada awal dan akhir, dimana kedua kelas tersebut diberikan METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Desain penelitian menggunakan desain AuThe Non Equivalen Pretest-Posttest DesignAy atau rancangan pretest-posttest untuk penelitian eksperimen, yaitu dengan menggunakan kelaskelas yang sudah ada dengan memilih kelas Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Tabel 4 Data Posttest Hasil Belajar siswa Posttest Ekspeimen soal plihan ganda dengan bentuk yang sama sebanyak sepuluh nomor soal pada materi Hukum Newton. Hasil dari tes tersebut diperoleh dari skor kognitif hasil belajar siswa, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program SPSS Statistic 27 for windows. lembar observasi digunkan untuk menilai aspek psikomotik hasil belajar siswa yaitu keterampilan berpikir kreatif siswa, dan dokumentasi dilakukan untuk mengetahui daftar nama dari siswa yang menjadi subjek penelitian, serta foto-foto saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Sedangkan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa RPP. LKPD. Soal pilihan ganda pada materi Hukum Newton (I,II dan . dan Lembar Observasi. untuk mengukur hasil belajar IPA siswa Analisis instrumen berupa validitas ahli, oleh validator ahli. Sedangkan menggunakan program SPSS Statistic 27 for Normalitas. Homogenitas. Uji Hipotesis dan Uji N-Gain. Kriteria Tingkat Gain pada penelitian ini menurut Shilla et al. , . dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Kriteria Tingkat Gain Tingkat Gain yci > 70 30 O yci O 70 yci < 30 Vol. No. 2, pp. Agustus (Vi A) 64,13 Sampel Nilai Terendah Nilai Tertinggi Skor Ideal Nilai Rata-rata (Vi B) 47,00 Berdasarkan Tabel 3 dan Tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa pada pretest nilai terendah yang diperoleh kelas eksperimen yaitu 10 dan nilai tertinggi 90 dari skor ideal 100. Untuk kelas kontrol, nilai terendah 10 dan nilai yang tertinggi yaitu 80 dari skor ideal 100. Nilai ratarata pretest yang diperoleh dari kelas eksperimen dan kontrol yaitu 36,89 dan 31,37. untuk posttest nilai terendah yang diperoleh kelas eksperimen yaitu 20 dan nilai tertinggi yaitu 100 mencapai skor ideal. Untuk kelas kontrol nilai terendah yaitu 10 dan nilai tertinggi yaitu 90 dari skor ideal 100. Nilai ratarata yang diperoleh dar tes akhir untuk kelas eksperimen dan kontrol yaitu 64,13 dan 47,00. Uji mengetahui apakah sebaran data berdistribusi normal atau tidak. Hasil pengujian normalitas pretes dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 5. Kriteria Tinggi Sedang Rendah Tabel 5 Uji Normalitas Data Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol HASIL DAN PEMBAHASAN Shapiro-Wilk Kelas Hasil Penelitian Hasil Belajar Berdasarkan Tes Pilihan Ganda Setelah melakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning Science. Technology. Engineering, and Mathematics (PjBL-STEM) dengan yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning terintegrasi Data pretest dan posttest hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Table 3 dan Tabel 4. Tes Hasil Belaj Pretest Eksperim Pretest Kontrol Posttest Eksperim Posttest Kontrol Statist Sig. Keputusan Uji Normal Normal Normal Normal Berdasarkan menggunakan SPSS Statistic 27 for windows dapat diketahui nilai signifikansi . pada Kolmogorov - ycIycoycnycycuycuyc yca untuk data pretest kelas eksperimen sebesar 0,092 > 0,05, maka pretest eksperimen berdistribusi normal, data posttest eksperimen memiliki nilai sig. 0,076 > 0,05 , maka data berdistribusi normal. Pada data pretest kontrol memiliki nilai sig. 0,060 > 0,05, maka data berdistribusi normal, dan pada Tabel 3 Data Pretest Hasil Belajar Siswa Pretest Eksperimen (Vi A) (Vi B) Sampel Nilai Terendah Nilai Tertinggi Skor Ideal Nilai Rata-rata 36,89 31,37 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online data posttest kontrol memiliki nilai sig. 0,152 > 0,05, maka data dinyakatakan berdistribusi Keempat data tersebut dinyakan berdistribusi normal seluruhnya. Uji homogenitas dilakukan untuk melihat apakah data berasal dari varians yang sama atau tidak. Uji homogenitas data pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 6. dan variabel akhir karena nilai signifikasi . yaitu 0,001 < 0,05. Tujuan Uji N-Gain mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada materi gelombang bunyi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil Uji N-Gain Skor kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8 Hasil Uji N-Gain Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol N-Gain Score Deskripsi Kategori Eksperimen Sedang Kontrol Rendah Tabel 6 Uji Homogenitas Data Pretest dan posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol Levene Kelas Df1 Df2 Sig Pretest Eksperimen 0,353 0,555 dan Kontrol Posttest Eksperimen 0,021 0,452 dan Kontrol Berdasarkan hasil uji N-Gain Skor dengan menggunakan SPSS Statistic 27 for windows diperoleh nilai N-Gain untuk kelas eksperimen pada tabel N-Gain score menunjukan angka 42,48 %. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran PjBL terintegrasi STEM yang diterapkan pada kelas eksperimen termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada kelas kontrol, diperoleh nilai sebesar 21,22 %. Berdasarkan nilai tersebut dapat dikatakan pembelajaran konvensional dengan model Discovery Learning-saintifik yang diterapkan pada kelas kontrol termasuk dalam kategori Berdasarkan hasil uji homogenitas pada Tabel 6 diketahui nilai signifikansi . pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,555. Sedangkan nilai signifikansi . posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,452. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa data pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi Uji hipotesis dengan kriteria jika nilai signifikansi . -tailel. < 0,05 maka terdapat perbedaan antara variabel awal dan variabel Jika nilai signifikansi . -taile. > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan antara variabel awal dan variabel akkhir. Uji hipotesis kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 7. Hasil Belajar Berdasarkan Lembar Observasi Penilaian observasi keterampilan berfikir kreatif siswa ini dilakukan pada pertemuan kedua dalam proses pembelajaran yaitu pada proses pembuatan proyek . Berdasarkan penilaian pada lembar observasi berikut adalah perolehan skor rata-rata keterampilan berfikir kreatif Tabel 7 Hasil Uji Hipotesis (Uji . Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Sig. taile Mean Differe Std. Error Differe Vol. No. 2, pp. Agustus Confidence Interval of Difference Lowe Upp Gambar 1. Diagram Skor Rata-Rata Keterampilan Berfikir Kreatif Siswa Berdasarkan diagram pada Gambar 1 tersebut keterampilan berfikir kreatif siswa pada setiap indikator . elancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaboras. diolah dengan menggunakan Berdasarkan hasil uji hipotesis (Uji . pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada Tabel 7 diketahui nilai signifikansi . -taile. yaitu 0,001. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara variabel awal Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online softwer Ms. Excel, yang menunjukkan analisis keterampilan keterampilan berfikir kreatif siswa setiap indikator pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil tersebut diperoleh karena model PJBL-STEM sedangkan kelas kelas kontrol mendapat Discovery Learning. Vol. No. 2, pp. Agustus sebesar 0,395 > 0,05 dan nilai ycEaycnycycycuyci 0. 677 maka dapat dinyatakan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan rata- rata hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas Karena hasil uji rata-rata niilai pretest menunjukan tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas Untuk itu dilakukan pengolahan data eksperimen dan kelas kontrol, berdasarkan hasil analisa data tes akhir diperoleh nilai posttest dengan nilai sig . -taile. , yaitu sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai ycEaycnycycycuyci 3. Hal ini berarti terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model PjBL terintegrasi STEM dengan siswa yang menggunakan model Discovery Learning terintegrasi saintifik. Berdasarkan hasil penelititan ini, nilai Ngain score yang diperoleh kelas eksperimen yatu sebesar 42,48 %, dimana skor tersebut menunjukkan kategori sedang. Sedangkan pada kelas kontrol, diperoleh nilai N-gain score sebesar 21,22% dan skor tersebut termasuk Nilai menunjukkan terdapat perbedaan penggunan model PjBL-STEM dalam pembelaJaran pada hasil belajar siswa. Keterampilan Berfikir Kreatif Berdasarkan Lembar Observasi Berdasarkan menggunakan lembar observasi dapat diketahui bahwa penerapan PjBL-STEM pada kelas eksperimen memperoleh skor lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menerapkan Discovery Learning-Saintifik. Skor perolehan nilai hasil belajar keterampilan berpikir kreatif siswa dapat dilihat pada diagram nilai rata-rata keterampilan berpikir kreatif siswa pada Gambar 1. Berdasarkan diagram tersebut dapat diketahui presentase deskriptif keterampilan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen pada tingkat keterampilan berpikir lancar adalah 78% dan kelas kontrol 63%. Hal ini menyatakan bahwa pada indikator keterampilan berpikir lancar terdapat perbedaan yang signifikan diantara kedua kelas. Pada indikator menggunakan pendekatan STEM dengan model PjBL mendapatkan persentase 76% sedangkan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan saintifik dengan model Discovery Learning mendapatkan persentase 57%. Pada indikator ini juga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Indikator berpikir original pada kelas eksperimen adalah 65% sedang kelas kontrol 51%. Maka dapat dikatakan Pembahasan Hasil Belajar IPA Berdasarkan Tes Berdasarkan data pretest yang telah dilakukan diperoleh nilai hasil belajar siswa masih rendah dan belum terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara kedua kelas. Nilai rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen sebsar 36,89 dan kelas kontrol sebesar 31,37. Berdasarkan data tersebut kemudian dilakukan uji normalitas, homogentitas dan hipotesis untuk mengetahui keadaan awal siswa. Berdasarkan hasil uji normalitas, homogenitas dan hipotesis diperoleh data bahwa keadaan awal siswa yang dijadikan sampel adalah terdistribusi normal, homogen dan tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kedua sampel sehingga dapat digunakan untuk penelititan. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas Vi A sebagai kelas eksperimen dan 25 siswa kelas Vi B sebagai kelas kontrol di SMP Negeri 13 Sigi. Untuk itu peneliti menerapkan model Project Based Learning terintegrasi Science. Technology. Engineering, and Mathematics (PJBL-STEM) pada kelas eksperimen dan model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik pada kelas kontrol. Setelah diberi perlakuan dengan model PJBL (Project Based Learnin. terintegrasi Pendekatan STEM (Science. Technology. Engineering, and Mathematic. pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional Discovery Learning dengan pendekatan saintifik pada kelas kontrol, kedua kelas tersebut memperoleh peningkatan hasil belajar dari keadaan awal. Hal tersebut dapat dilihat melalui hasil analisis posttest. Nilai rata-rata posttest yang dipereoleh pada kelas eksperimen sebesar 64,13 dan kelas kontrol menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sama-sama mengalami peningkatan dari keadaan awal. Hal ini kemudian didukung dengan adanya uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test dengan nilai tes awal yang diperoleh Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada indikator berpikir original. Dilihat dari hasil yang ada, indikator berpikir original memperoleh skor Indikator eksperimen adalah 68% dan kelas kontrol adalah 63% yang juga dapat dikatakan terdapat perbedaan anatara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peningkatan keterampilan berfikir kreatif siswa dapat dilihat pada diagram nilai rata-rata keterampilan berfikir kreatif siswa pada Gambar1. Berdasarkan diagram tersebut dapat diketahui besarnya peningkatan keterampilan berfikir kreatif siswa pada setiap indikator . elancaran, elaboras. pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil dan pembahasan yag telah diperoleh maka dapat dikatakan bahwa Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematics dapat berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 13 Sigi. Hal ini sejalan dengan penelitian (Azis et ,2. untuk menguji pengaruh Model PjBL-STEM peningkatan literasi sains, kreativitas, dan hasil belajar siswa. Dimana hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai kelas eksperimen > nilai kelas kontrol. Setelah melakukan uji t sampel berpasangan, diketahui signifikansinya 0,000 O = 0,05, sehingga kesimpulannya pembelajaran PjBL terintegrasi STEM terhadap peningkatan literasi sains, kreativitas,dan hasil belajar siswa. Selain itu hal ini juga sejalan dengan penelititan yang dilakukan (Saefullah et al. , 2. bahwa dengan penerapan model Project Based Learning terintegrasi Science. Technology. Engineering. Mathematics keterampilan berfikir kreatif siswa. Vol. No. 2, pp. Agustus pembelajaran IPA pada materi Hukum Newton. Saran Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti mengajukan beberapa saran sebagai bahan perbaikan dimasa akan datang yaitu bagi guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam, diharapkan dapat memperhatikan pemilihan model dengan pendekatan yang tepat dan sesuai dengan karakter siswa. Jika karakter siswa didalam kelas lebih cenderung senang pembelajaran dengan pendekatan yang modern dan menyenangkan bagi mereka, agar siswa lebih bisa memahami, tertarik serta aktif dalam proses pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakkan penelitian sejenis dengan mengganti variabel Y pada penelitian ini untuk melihat perbedaan DAFTAR PUSTAKA