Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 97-104 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24376 KAJIAN SISTEMATIS LITERATUR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Dinda Rismayanti1. Sri Solihah2. Yoni Sunaryo3 Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Galuh. Ciamis. Indonesia1,2,3 Email: dinda_rismayanti@student. ABSTRAK Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kompetensi yang penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran matematika yang meliputi pengertian, indikator, faktor-faktor yang memengaruhi, serta model pembelajaran yang bisa digunakan sebagai upaya peningkatan kemampuan komunikasi matematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar dan Mendeley yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan siswa dalam mengorganisasi dan menyampaikan gagasan matematika secara lisan atau tertulis, menggunakan bahasa, simbol, gambar, diagram, serta representasi matematika lainnya secara logis dan jelas. Indikator kemampuan komunikasi matematis meliputi kemampuan menggambar . , kemampuan menulis . ritten tex. , dan kemampuan ekspresi matematika . athematical expressio. Kemampuan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi minat belajar matematika, pengetahuan dasar dan penguasaan konsep materi, kepercayaan diri, interaksi dengan teman belajar, keaktifan dalam pembelajaran, serta suasana belajar. Selain itu, model pembelajaran seperti Project-Based Learning (PjBL). Problem-Based Learning (PBL). Think Talk Write (TTW), dan Think Pair Share (TPS) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis. Pembelajaran Matematika. Systematic Literature Review Dikirim: Mei 2026. Diterima: Juni 2026. Dipublikasikan: Juni 2026 Cara sitasi: Rismayanti. Solihah. Sunaryo. Kajian Sistematis Literatur Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Pembelajaran Matematika. Proceeding Galuh Mathematics National Conference, 6. , 97-104. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 97-104 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24376 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses yang berperan penting dalam mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Matematika merupakan ilmu dasar yang memiliki penerapan sangat luas dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga menjadikannya sebagai bidang studi yang memiliki peran penting (Surtinah et al. , 2. Menurut NCTM . , terdapat lima kemampuan dasar yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, yaitu kemampuan pemecahan masalah, penalaran dan pembuktian, komunikasi, koneksi, serta Dari kelima kemampuan tersebut, salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki siswa adalah kemampuan komunikasi matematis. Kemampuan komunikasi matematis memungkinkan siswa untuk mampu mengungkapkan ide-ide matematika melalui bahasa, notasi, atau simbol sehingga mereka dapat memahami, menafsirkan, dan menyelesaikan masalah kontekstual dalam bentuk model matematika baik secara lisan maupun tertulis (Lubis et al. , 2. Kemampuan komunikasi matematis yang baik membantu siswa dalam memahami konsep matematika secara lebih mendalam serta memudahkan mereka untuk menyelesaikan berbagai permasalahan matematika. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis pada siswa masih pada kategori rendah. Penelitian Hakim & Sopiany . , mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa belum mampu menjelaskan langkah-langkah penyelesaian soal secara tertulis dan cenderung hanya menuliskan jawaban akhir tanpa menguraikan proses berpikirnya, sehingga menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa belum berkembang secara optimal. Kemampuan komunikasi matematis siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa perlu mendapatkan perhatian lebih dalam proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji secara sistematis kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan komunikasi matematis siswa yang meliputi pengertian, indikator, faktor-faktor yang memengaruhi, serta upaya peningkatannya melalui pendekatan Systematic Literature Review. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Systematis Literature Review (SLR) dengan mengacu pada tahapan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui beberapa basis data, seperti Google Scholar dan Mendeley menggunakan kata kunci AuKemampuan Komunikasi MatematisAy dan AuPembelajaran MatematikaAy dengan rentang tahun publikasi 2016 Ae 2026. Pada tahap identifikasi . , diperoleh sebanyak 50 artikel yang telah sesuai dengan rentang tahun publikasi, yaitu terbit bekisar antara tahun 2016 Ae 2026. Sebelum penyaringan, dilakukan penghapusan duplikasi sehingga tersisa 46 artikel. Pada tahap penyaringan . , artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian judul dan abstrak dengan topik penelitian, sehingga diperoleh 20 artikel yang relevan. Selain itu, artikel yang tidak memiliki teks lengkap . ull-tex. juga dieliminasi pada tahap ini. Pada tahap kelayakan . , dilakukan penelaahan secara menyeluruh terhadap teks lengkap . ull-tex. artikel, seperti kesesuaian dengan fokus penelitian, pembahasan mengenai kemampuan komunikasi matematis, serta kejelasan Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 97-104 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24376 metode penelitian. Dari tahap ini, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih Proses pemilihan artikel secara lengkap disajikan dalam diagram alur PRISMA berikut. Artikel dihapus sebelum Terbit pada tahun 2016 Ae 2026 . = . Duplikat . = . Artikel setelah penyaringan . Artikel idak sesuai dengan topik penelitian . Artikel sesuai topik penelitian . Artikel dikecualikan: Tidak sesuai fokus penelitian . Included Screening Identification Artikel diidentifikasi database: Artikel yang dianalisis . Gambar 1. Diagram Alur PRISMA pada Penelitian Ini HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil data penelitian yang dimasukkan dalam kajian literatur ini merupakan analisis dan rangkuman dari artikel terkait kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika, yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Penelitian terkait Kemampuam Komunikasi Matematis pada Pembelajaran Matematika Peneliti dan Tahun Dessy Noor Ariani Tahun : 2017 Jurnal Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Sri Solihah. Asep Amam. Nur Eva Zakiah Tahun : 2021 Teorema: Teori dan Riset Matematika Lydia Maulota. Anderson Leonardo Palinussa. Hanisa Tamalene Tahun : 2024 Heris Hendriana. Gida Kadarisma Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti JNPM Nasional (Jurnal Hasil Penelitian Kemampuan kemampuan untuk menyampaikan ide-ide matematika secara lisan maupun tertulis, serta memahami dan menerima gagasan matematika dari orang lain secara cermat, analitis, kritis, dan evaluatif guna mempertajam pemahaman. Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan individu atau kelompok yang mencakup aspek-aspek komunikasi dalam matematika, termasuk menyampaikan ideide matematika secara lisan maupun tertulis. Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan menggunakan bahasa matematika untuk mengungkapkan ide dan argumen secara tepat, ringkas, dan logis. Kemampuan komunikasi matematis memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika, di antaranya membantu Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 97-104 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24376 Tahun : 2017 Pendidikan Matematik. Fitria Noviana. Sigit Mulqiyono. Afrilianto Tahun : 2018 JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovati. Anis Khairunnisa Hakim. Hanifah Nurus Sopiany Tahun : 2022 Jurnal Educatio FKIP UNMA Muhammad Ishak Sinaga. Bornok Sinaga. Elvis Napitupulu Tahun : 2021 Budapest International Research Critics in Linguistics Education (BirLE) Ayu Budianti. Dewi Siti Jubaedah Tahun : 2018 Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Nanda Tia Losi. Mukhtar. Waminton Rajagukguk Tahun : 2021 Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika Suryawati. Murnia Suri. Kurniawati Tahun : 2023 Hasbi. Sulis Journal Education Science (JES) Karolus Sanononi Sarumaha. Rohpinus Sarumaha. Efrata Gee Tahun : 2022 AFORE: Jurnal Pendidikan Matematika Rina Nursamsih Lubis. Wardani Rahayu Tahun : 2023 Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta mengasah kemampuan berpikir siswa serta menjadi sarana untuk mengukur dan merefleksikan tingkat pemahaman matematika mereka. Kemampuan komunikasi matematis siswa SMP belum menunjukkan hasil yang memuaskan, yang ditunjukkan oleh belum optimalnya kemampuan siswa dalam memahami cara mengemukakan solusi secara tertulis dengan baik. Kemampuan komunikasi matematis siswa belum berkembang secara optimal, yang ditunjukkan oleh masih adanya siswa yang belum mampu menjelaskan langkahlangkah penyelesaian soal secara tertulis dan cenderung hanya menuliskan jawaban akhir tanpa menguraikan proses Indikator kemampuan komunikasi matematis meliputi: . Menggunakan model, diagram, dan simbol matematika untuk merepresentasikan konsep atau ide matematika. Menyampaikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis melalui gambar, diagram, serta melakukan manipulasi . Mengidentifikasi pola atau sifat dari fenomena matematika untuk membangun generalisasi. Mengkaji dan menilai keabsahan suatu argumen matematika. Menarik kesimpulan, menyusun pembuktian, serta memberikan alasan atau bukti terhadap solusi yang diperoleh. Indikator kemampuan komunikasi matematis meliputi: . Mengaitkan grafik, gambar, dan tabel ke dalam ide-ide . Menjelaskan ide, situasi, dan hubungan matematika secara lisan dengan bantuan gambar. Mengungkapkan permasalahan kehidupan sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. Menjelaskan serta menyusun pertanyaan yang berkaitan dengan konsep matematika yang dipelajari. indikator kemampuan komunikasi matematis terdiri dari: . Kemampuan menggambar . Kemampuan menulis . ritten tex. Kemampuan ekspresi matematika . athematical expressio. Faktor yang memengaruhi kemampuan komunikasi lisan siswa meliputi teman belajar, kepercayaan diri, rasa malu, gugup, suasana pembelajaran berkelompok, waktu pelaksanaan pembelajaran, serta gender. Sedangkan ketidakmampuan siswa dalam menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan, kurangnya fokus dalam belajar sehingga tidak memahami materi, tingkat kesulitan soal, serta ketenangan dalam mengerjakan soal. Faktor yang memengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa meliputi minat belajar matematika, pengetahuan dasar matematika, penguasaan dan pemahaman konsep terhadap materi, keaktifan siswa dalam pembelajaran, serta peran guru dalam pembelajaran. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan model yang dapat melatih siswa berpikir kritis, membangun serta menggali ide-ide hasil pemikirannya yang kemudian dikembangkan melalui proses diskusi untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial sebagai hasil pembelajaran, sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi diri serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri, khususnya dalam pembelajaran matematika. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 97-104 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24376 Nurmala Setianing Putri. Dadang Juandi. Al Jupri Tahun : 2022 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Siti Asfiranna Sari Dalimunthe. Mulyono. Edi Syahputra Tahun : 2022 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Nandea Maudi Tahun 2016 Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write (TTW) merupakan model yang menekankan pada proses berpikir, berbicara, dan menulis dalam pembelajaran, di mana siswa mengonstruksi dan memahami materi melalui bahan yang diberikan guru, mendiskusikannya untuk memperoleh pemahaman bersama, serta menuangkan hasilnya dalam bentuk tulisan, sehingga berdasarkan hasil penelitian, penerapannya memberikan pengaruh yang kuat terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) menekankan pada tiga tahapan utama, yaitu think . erpikir secara individua. , pair . erdiskusi dengan pasanga. , dan share . erbagi hasil pemikira. Berdasarkan hasil penelitian, model ini memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran melalui kegiatan proyek yang melibatkan tugas-tugas kompleks berbasis permasalahan sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru melalui pengalaman nyata. Berdasarkan hasil penelitian, model ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Kemampuan Komunikasi Matematis Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh siswa pada pembelajaran matematika. Hendriana & Kadarisma . mengungkapkan bahwa Kemampuan komunikasi matematis memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika, di antaranya membantu mengasah kemampuan berpikir siswa serta menjadi sarana untuk mengukur dan merefleksikan tingkat pemahaman matematika mereka. Menurut Ariani . Maulota et al. dan Solihah et al. , kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dalam menyampaikan ide-ide matematika secara lisan maupun tertulis, serta menggunakan bahasa matematika untuk mengungkapkan ide dan argumen secara tepat, ringkas, dan logis. Selain itu, kemampuan ini juga mencakup proses memahami dan menerima gagasan matematika dari orang lain secara cermat, analitis, kritis, dan evaluatif guna memperdalam pemahaman. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam mengorganisasi dan menyampaikan gagasan matematika secara lisan atau tertulis, menggunakan bahasa, simbol, gambar, diagram, serta representasi matematika lainnya secara logis dan jelas. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih belum optimal. Hal ini ditunjukkan pada penelitian yang dilakukan oleh Noviana et al. dan Hakim & Sopiany . yang mengungkapkan bahwa terdapat beberapa siswa yang belum bisa mengemukakan solusi matematika dengan baik, sehingga kemampuan komunikasi mereka berada pada kategori rendah. Dengan demikian, temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih perlu mendapatkan perhatian lebih dalam proses Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis Indikator komunikasi matematis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki siswa. Adapun indikator kemampuan komunikasi matematis menurut Sinaga et al. meliputi: . Menggunakan model, diagram, dan simbol matematika untuk merepresentasikan konsep atau ide matematika. Menyampaikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis melalui gambar, diagram, serta melakukan manipulasi matematika. Mengidentifikasi pola atau sifat dari fenomena matematika untuk membangun generalisasi. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 97-104 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24376 Mengkaji dan menilai keabsahan suatu argumen matematika. Menarik kesimpulan, menyusun pembuktian, serta memberikan alasan atau bukti terhadap solusi yang diperoleh. Budianti & Jubaedah . mengemukakan bahwa indikator kemampuan komunikasi matematis terdiri dari: . Mengaitkan grafik, gambar, dan tabel ke dalam ide-ide matematika. Menjelaskan ide, situasi, dan hubungan matematika secara lisan dengan bantuan gambar. Mengungkapkan permasalahan kehidupan sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. Menjelaskan serta menyusun pertanyaan yang berkaitan dengan konsep matematika yang Selain itu. Losi et al. menyatakan bahwa indikator kemampuan komunikasi matematis terdiri dari: . Kemampuan menggambar . Kemampuan menulis . Kemampuan ekspresi matematika . athematical expressio. Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa indikator kemampuan komunikasi matematis mengarah pada tiga aspek utama, yaitu kemampuan merepresentasikan ide dalam bentuk gambar atau visual . , kemampuan mengungkapkan ide secara tertulis . ritten tex. , serta kemampuan mengekspresikan ide dalam bentuk simbol atau model matematika . athematical Oleh karena itu, ketiga aspek tersebut dapat digunakan sebagai indikator utama dalam mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kemampuan Komunikasi Matematis Kemampuan komunikasi matematis siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan pembelajaran. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Suryawati et al. , mengungkapkan bahwa faktor yang memengaruhi kemampuan komunikasi lisan siswa meliputi teman belajar, kepercayaan diri, rasa malu, gugup, suasana pembelajaran berkelompok, waktu pelaksanaan pembelajaran, serta gender. Sedangkan kemampuan komunikasi tulis dipengaruhi oleh ketidakmampuan siswa dalam menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan, kurangnya fokus dalam belajar sehingga tidak memahami materi, tingkat kesulitan soal, serta ketenangan dalam mengerjakan soal. Sementara itu. Sarumaha et al. mengungkapkan bahwa faktor yang memengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa meliputi minat belajar matematika, pengetahuan dasar matematika, penguasaan dan pemahaman konsep terhadap materi, keaktifan siswa dalam pembelajaran, serta peran guru dalam pembelajaran. Dari berbagai temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan komunikasi matematis dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal . ang berasal dari dalam diri sisw. dan faktor eksternal . ang berasal dari lingkungan dan proses Faktor-faktor tersebut meliputi minat belajar matematika, pengetahuan dasar dan penguasaan konsep materi, kepercayaan diri, interaksi dengan teman belajar, keaktifan dalam pembelajaran, serta suasana belajar. Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Salah satu faktor eksternal yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa adalah model pembelajaran yang digunakan. Model pembelajaran yang tepat dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif mengemukakan ide, berdiskusi, serta menyampaikan hasil pemikirannya. Berdasarkan penelitian terdahulu, model pembelajaran yang dapat membantu dalam upaya peningkatan kemampuan komunikasi matematis diantaranya: Pertama, model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model pembelajaran PBL merupakan model yang dapat melatih siswa berpikir kritis, membangun serta menggali ide-ide hasil pemikirannya yang kemudian dikembangkan melalui proses diskusi untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial sebagai hasil pembelajaran, sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi diri serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri, khususnya dalam pembelajaran matematika (Lubis & Rahayu, 2. Kedua, model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Penelitian yang dilakukan oleh Putri et al. mengungkapkan bahwa Model pembelajaran kooperatif tipe TTW merupakan model yang menekankan pada proses berpikir, berbicara, dan menulis dalam pembelajaran, di mana Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 97-104 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24376 siswa mengonstruksi dan memahami materi melalui bahan yang diberikan guru, mendiskusikannya untuk memperoleh pemahaman bersama, serta menuangkan hasilnya dalam bentuk tulisan, sehingga memberikan pengaruh yang kuat terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Ketiga, model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Dalimunthe et al. mengungkapkan bahwa Model pembelajaran TPS menekankan pada tiga tahapan utama, yaitu think . erpikir secara individua. , pair . erdiskusi dengan pasanga. , dan share . erbagi hasil pemikira. yang memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Keempat. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Hasil penelitian Maudi . menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran melalui kegiatan proyek yang melibatkan tugas-tugas kompleks berbasis permasalahan sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru melalui pengalaman nyata sehingga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis KESIMPULAN Komunikasi matematis merupakan kemampuan siswa dalam mengorganisasi dan menyampaikan gagasan matematika secara lisan atau tertulis, menggunakan bahasa, simbol, gambar, diagram, serta representasi matematika lainnya secara logis dan jelas. Indikator kemampuan komunikasi matematis meliputi kemampuan menggambar . , kemampuan menulis . ritten tex. , dan kemampuan ekspresi matematika . athematical expressio. Kemampuan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi minat belajar matematika, pengetahuan dasar dan penguasaan konsep materi, kepercayaan diri, interaksi dengan teman belajar, keaktifan dalam pembelajaran, serta suasana belajar. Selain itu, model pembelajaran seperti Project-Based Learning (PjBL). Problem-Based Learning (PBL). Think Talk Write (TTW), dan Think Pair Share (TPS) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. REKOMENDASI Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, serta dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti lain dalam mengkaji topik serupa. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Sri Solihah. Pd. Pd. dan Ibu Dr. Yoni Sunaryo. Pd. Pd. , selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi selama penyusunan penelitian. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga atas doa, dukungan, dan semangat yang diberikan, serta kepada teman-teman yang selalu memberikan motivasi dalam proses penyusunan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA