Analisis Pengaruh Service Quality dan Word of Mouth (WOM) Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus UKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidu. AGUS DWI CAHYA1. ICCA NUR ANNISA2. FERY BUDI SETIAWAN3. ALIFIA LINTANG DHARMANISA4 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jl. Kusumanegara No. 157 Daerah Istimewa Yogyakarta 55165 E-mail : alifialintang1@gmail. Abstract: This study aims to examine the effect of Service Quality and Word of Mouth (WOM) on Buying Interest at Bakpia Boomber Mas Raga UMKM. This type of research is descriptive with a quantitative approach. Research subjects are consumers who have purchased products at Bakpia Boomber Mas Raga. Primary data obtained from a questionnaire with 100 respondents with purposive sampling. Then the data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results of the research on the test show that the Service Quality (X) variable has no significant effect on Purchase Intention (Y) with a value 745 and the Word of Mouth (WOM) (X. variable has a significant effect on Purchase Intention (Y) with a value of 0. In the results of the F test. Service Quality and Word of Mouth (WOM) simultaneously affect buying interest which is indicated by a significance value of 0. Keywords: Service Quality. Word of Mouth. Purchase Interest. MSME Dalam negara-negara Indonesia sangat bergantung pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Itu dikarenakan bahwa UMKM banyak menyerap para tenaga kerja dan sangat berdampak pada berkurangnya jumlah pengangguran dan dapat meningkatkan pendapatan per kapita suatu negara. Banyaknya UMKM yang ada menjadikan mereka dihadapkan dengan persaingan yang ketat. Meningkatnya intensitas persaingan dari pesaing menuntut para pelaku UMKM untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen serta berusaha memenuhi harapan konsumen dengan cara memberikan service quality yang lebih memuaskan dari pada yang dilakukan Service Quality dipersepsikan sebagai suatu bentuk sikap, evaluasi menyeluruh dalam jangka panjang. Service Quality perbedaan antara kenyataan dan harapan pelanggan atas pelayanan yang mereka terima (Lupiyoadi, 2. Jadi, semakin tinggi tingkat Service Quality yang dipersepsikan oleh perusahaan, maka semakin meningkat juga minat beli para pelanggan terhadap produk tersebut. Para pelaku UMKM juga harus semakin aktif dalam merealisasikan strategi pemasaran secara efektif dan efisien, seperti strategi pemasaran dari mulut ke mulut atau yang sering disebut dengan strategi word of mouth. Word of Mouth merupakan proses komunikasi yang berupa pemberian rekomendasi baik secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal (Kotler dan Keller, 2. Saluran komunikasi personal dalam Word of Mouth bisa menjadi metode promosi yang efektif dan dapat menjadi media iklan gratis bagi suatu perusahaan. Dengan Service Quality yang baik dan juga strategi Word of Mouth yang berjalan UMKM mempunyai daya tarik bagi konsumen dan Analisis Pengaruh Service Quality dan Word of Mouth (Wo. Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus UKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidu. (Agus Dwi Cah. Icca Nur Anni. Fery Budi Setiawan. Alifia Lintang Dharmanis. para pelanggan pun akan mempunyai minat beli terhadap produk tersebut. Dalam perekonomian Indonesia melalui UMKM, salah satu yang menjadi dukungan juga adalah banyaknya kekayaan alam, suku, ras, agama, adat dan budayanya. Hal tersebut membuat setiap daerah yang ada dinegara indonesia memiliki ciri khas Salah satu makanan ciri khas yang kita angkat adalah makanan tradisional Bakpia. Sekarang makanan tradisional sudah jarang ditemui, padahal apabila diteliti lebih menjauh ini dapat dijadikan salah satu potensi yang dapat mengangkat kebudayaan Indonesia di kanca internasional. Seperti UMKM yang kini sedang berkembang pesat yaitu produksi Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidul. Banyak sekali factor-faktor yang mendorong produksi Bakpia Pesona Jogja untuk semakin berkembang, mulai dari ukuran bakpia yang unik dimana berbeda dengan bakpia pada umumnya, dan lokasi produksi dekat dengan tempat Service Quality adalah kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak kepemilikan apapun (Kotler & Amstrong. Service Quality adalah suatu tingkat perbedaan antara kenyataan dan juga harapan pelanggan atas pelayanan yang mereka Jadi, pelayanan merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang penjual kepada pembeli atau konsumennya demi memenuhi kebutuhan dan juga keinginan konsumen. Kualitas pelayanan meruupakan tingkat keunggulan . yang diharapkan dan pengendalian atas keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan. Dengan kata lain, terdapat dua faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan yaitu pelayanan yang diharapkan . xpected servic. dan pelayanan yang dipersepsikan . erceived servic. (Tjiptono, 2. Dimensi Ae Dimensi Kualitas Pelayanan (Tjiptono, 2. , yaitu sebagai Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. berikut : Bukti fisik (Tangibl. Bukti fisik. kan suatu service yang bisa dilihat, bisa dicium dan bisa diraba, maka aspek tangible menjadi penting sebagai ukuran Kehandalan (Reliabilit. Reliability melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secara tepat waktu. Ketanggapan (Responsivenes. Responsiveness merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan langsung oleh karyawan untuk memberikan pelayanan terhadap pelanggan dengan cepat dan Jaminan (Assuranc. Assurance merupakan pengetahuan dan perilaku employee untuk membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri konsumen dalam mengkonsumsi jasa yang ditawarkan. Empati (Empath. Empathy merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan langsung oleh karyawan untuk memberikan individu, termasuk juga kepekaan atau kebutuhan konsumen. Word of Mouth adalah sebagai kegiatan pemasaran dalam memberikan informasi suatu produk/jasa dari satu konsumen kepada konsumen lainnya untuk membicarakan, mempromosikan, dan mau menjual suatu merek kepada orang lain (Priansa, 2. Word of Mouth adalah salah satu saluran komunikasi yang sering Komunikasi ini dinilai sangat efektif dan juga tidak butuh mengeluarkan biaya dalam memperlancar proses pemasaran dan mampu memberikan keuntungan kepada Pelanggan seringkali ikut menyampaikan pengalaman mereka kepada pelanggan potensial lain tentang suatu produk ataupun jasa. Komunikasi Word Of Mouth mengacu pada pertukaran komentar, pemikiran, atau ide antara dua konsumen atau lebih, dimana mereka bukan merupakan pemasar resmi dari perusahaan. Informasi yang didapatkan dari Word Of Mouth lebih jelas dan mudah dimengerti oleh konsumen karena pesan dalam ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Pengaruh Service Quality dan Word of Mouth (Wo. Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus UKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidu. (Agus Dwi Cah. Icca Nur Anni. Fery Budi Setiawan. Alifia Lintang Dharmanis. informasi tersebut berasal langsung dari orang yang mempunyai pengalaman. WOM menggunakan sejumlah dimensi yang dapat menakar persebarannya (Priansa, 2. , yaitu : Talkers. Pembicara adalah konsumen yang telah mengonsumsi produk. Konsumen biasanya memakai produk karena saran talkers tersebut, atau biasanya disebut dengan referral, pihak yang Merekomendasikan suatu produk. Topics. Pesan yang terkandung dalam WOM menjadi substansi yang Tools. Suatu alat untuk membantu agar pesan tersebut dapat berjalan dan tersebar sehingga bisa membuat orang mudah membicarakan atau menularkan produk kepada temannya. Minat beli . illingness to bu. yaitu bagian dari komponen perilaku dalam sikap Minat beli konsumen adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu altenatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh bermacam pertimbangan (AG. Suyono, 2. Minat adalah dorongan untuk memotivasi seseorang melakukan Tindakan. Minat dorongan, yaitu rangsangan internal yang kuat yang memotivasi tindakan, dimana dorongan ini dipengaruhi oleh stimulus dan perasaan positif akan produk. METODE Penelitian ini dilakukan kepada para konsumen Bakpia Boomber Mas Raga. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan penelitian kualitatif yang berlokasi pada Bakpia Boomber Mas Raga Gunungkidul. Variabel yang diteliti adalah Service Quality dan Word Of Mouth (WOM) terhadap minat beli. Sampel dalam penelitian responden yang dianalisis menggunakan analisis statistic Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS Versi 21. Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. Dengan metode SPSS Versi 21 maka dapat diketahui apakah variabel yang diteliti memiliki keterkaitan atau tidak. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Likert lima poin yaitu : Sangat Setuju (SS = Setuju (S = . Netral (N= . Tidak Setuju (TS = . dan Sangat Tidak Setuju (STS = . Analisis regresi linear berganda merupakan analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau kausal antara dua variabel bebas dengan satu variabel terikat. Persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y= a b1X1 b2 X2 e Y = Penjualan A = Konstanta dari Persamaan Regresi b1 = Koefisien regresi dari Kualitas Pelayanan X1 = Variabel Kualitas Pelayanan b2 = Koefisien regresi dari Harga X2 = Variabel Harga Uji t, digunakan untuk menguji apakah variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. terhadap Y secara parsial atau individu. Pengujian menggunakan signifikasi level 0,05 (A = 5%). Uji F, menurut (Ghozali, 2. menyatakan bahwa pada dasarnya uji f menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh terhadap variabel digunakan untuk menguji pengaruh dri variabel independen terhadap dependen secara bersamaan. HASIL Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas bahwa r-hitung > 0,194 . -tabe. , maka dari pertanyaan dari semua variabel dinyatakan valid sehingga dapat digunakan pada pengambilan data selanjutnya. Dari uji reliabilitas yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa CronbachAos Alpha setiap variabel lebih dari standar CronbachAos Alpha yang disyaratkan yaitu 0,60. Maka ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Pengaruh Service Quality dan Word of Mouth (Wo. Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus UKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidu. (Agus Dwi Cah. Icca Nur Anni. Fery Budi Setiawan. Alifia Lintang Dharmanis. variabel Service_Quality. Word_of_Mouth, dan Minat Beli pada penelitian ini dalam pertanyaan berdasarkan indikator dari variabel dinyatakan reliabel atau dapat dipercaya atau konsisten. Nilai signifikansi antara variabel Word of Mouth (WOM) dan Service Quality berpengaruh positif terhadap Minat Beli adalah . 117 yang berarti lebih besar dari 0,05. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai residual terdistribusi Kemudian menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel yang nilainya lebih dari 95%. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama, tidak ada satu variabel yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel dalam model regresi. Nilai sig lebih besar dari 0. Hal ini berarti model regresi tidak terjadi heterokedastisitas, sehingga seluruh variabel indepenen dapat digunakan untuk penelitian. Untuk nilai D-W sebesar 2,378, dibandingkan dengan nilai dari tabel signifikansi sebesar 5%/0,05 dengan jumlah sampel sebanyak 100 dan jumlah variabel independen 1 (K=. =1,50 sehingga didapatkan dari hasil dU dari tabel r adalah Nilai DW lebih besar dari pada batas dU sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi pada penelitian ini. Tabel 1: Hasil Analisis Berganda Regresi Linier Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. 1 (Constan. SUMSQ 023 -. SUMWOM . Y = . 398 (-. X1 . Keterangan : Y = Minat Beli a = . b1 = -. b2 = . X1 = Service Quality X2 = Word of Mouth Tabel 2: Hasil Uji t (Parsia. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model SUMSQ Sig. SUMWOM . Dependent Variable: SUMMB Pengujian Service Quality terhadap Minat Beli diperoleh nilai signifikan 0,745 > 0,05 atau -0. -hitun. < > 1. , maka dapat disimpulkan bahwa Service Quality signifikan terhadap Minat Beli. Dan variabel Word of Mouth memiliki nilai signifikasi 0,000 < 0,05, atau 10,535 . > 1. -tabe. , maka dapat disimpulkan bahwa Word of Mouth berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli. Tabel 3: Hasil Uji F (Simulta. Sum Squares Model 1 Regression 477. Mean Df Square Residual Total Sig. Predictors: (Constan. SUMWOM. SUMSQ Dependent Variable: SUMMB Dari tabel ANOVA diatas diperoleh nilai probabilitas . = 0,000. Karena nilai sig < 0,05, maka dapat diambil keputusannya bahwa Word of Mouth (WOM) dan Service Quality berpengaruh secara simultan terhadap Minat Beli. Tabel 4: Model Summaryb Model R Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. Std. Error Beta 1 (Constan. Dependent Variable: SUMMB Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Adjusted Square Square R Std. Error of the DurbinEstimate Watson Predictors: (Constan. SUMWOM. SUMSQ Dependent Variable: SUMMB ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Pengaruh Service Quality dan Word of Mouth (Wo. Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus UKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidu. (Agus Dwi Cah. Icca Nur Anni. Fery Budi Setiawan. Alifia Lintang Dharmanis. Koefisien determinasi menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing nilai variabel independen dalam menjelaskan variasi nilai variabel dependen, yang dinyatakan dengan persentase. Dari tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R-square 537 atau koefisien determinasi 527x 100% = 52. 7%,artinya variasi nilai variabel dependen (Minat Bel. mampu dijelaskan oleh nilai variabel independen Word of Mouth (WOM) dan Service Quality, sedangkan sisanya 47. 2 % variasi nilai variabel Minat Beli mampu dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. PEMBAHASAN Pengaruh Service Quality terhadap minat beli Berdasarkan nilai statistik dari uji t ,variabel Service Quality . 1 ) sebesar 0,745 yang tentunya lebih besar dari 0,05 artinya nilai variabel Service Quality mempengaruhi meningkatnya nilai Minat Beli konsumen dengan asumsi jika variabel Service Quality . 1 ) tetap konstan. Hasil ini selaras dengan hasil penelitian (Ramadhan & Santosa, 2. yang menyatakan bahwa Service Quality tidak berpengaruh terhadap minat beli. Pengaruh Word of Mouth (WOM) terhadap minat beli Berdasarkan hasil dari uji t menunjukkan variabel harga memiliki nilai signifikansi 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05. Maka bisa disimpulkan bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap Hasil ini selaras dengan hasil penelitian (Mahendrayasa et al. , 2. yang menyatakan bahwa Word of Mouth (WOM) berpengaruh terhadap minat beli. Pengaruh Service Quality dan Word of Mouth (WOM) terhadap minat beli Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi di atas diperoleh nilai Adjusted R-square sebesar 0. 537 atau koefisien determinasi sebesar 0. 527x 100% = 52. artinya variasi nilai variabel dependen (Minat Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. Bel. mampu dijelaskan oleh nilai variabel independen (Word of Mouth (WOM) dan Service Qualit. , sedangkan sisanya 47. variasi nilai variabel Minat Beli mampu dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. SIMPULAN Kesimpulan antara lain variabel Service Quality signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai signifikansi 0,745, maka dari itu Service Quality tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli di UMKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidul. Variabel Word of Mouth (WOM) berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai signifikansi 0,000, maka dari itu Word of Mouth (WOM) berpengaruh terhadap Minat Beli di UMKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidul. Variabel Service Quality dan variabel Word of Mouth (WOM) pada uji F secara simultan/bersama-sama signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai 0,000. DAFTAR RUJUKAN AG. Suyono. dan P. Pertimbangan dalam Membeli Produk Barang Maupun Jasa. Intidayu Press. Ghozali, . Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali. Analisis Multivariete Dengan Program IBM 2016. Aplikasi SPSS 23 . th ed. Universitas Diponegoro. Ghozali, . Aplikasi Analisis Multivariate: Dengan Program IBM SPSS23 . th ed. Universitas Diponegoro. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Pengaruh Service Quality dan Word of Mouth (Wo. Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus UKM Bakpia Boomber Mas Raga Gunung Kidu. (Agus Dwi Cah. Icca Nur Anni. Fery Budi Setiawan. Alifia Lintang Dharmanis. Ghozali, . Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM. SPSS 25. Universitas Diponegoro. Kotler dan Keller. Manajemen Pemasaran . th ed. Erlangga. Kotler. , & Amstrong. Prinsipprinsip Pemasaran . th ed. Erlangga. Lupiyoadi, . Pemasaran Jasa. Salemba Empat. Manajemen . th ed. Mahendrayasa. Kumadji. , & Abdillah. PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT BELI SERTA DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 1. Priansa. Manajemen Pelayanan Prima. Alfabeta. Ramadhan. , & Santosa. Analisis Pengaruh Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan, dan Citra Merek terhadap Minat Beli Ulang pada Sepatu nike Running melalui Kepuasaan Pelanggan Variabel Interverning. Diponegoro Journal Of Management, 6, 1Ae12. Tjiptono. Pemasaran Jasa Ae Prinsip. Penerapan, dan Penelitian. Andi Offset. Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356