R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Bendorejo Trenggalek Rohmatus SyafiAoah1*. Mukhammad Zainul Muttaqin2. Amelia Linda Widiyawati3 Universitas Bhinneka PGRI , 2UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung syafiahzainul@gmail. com , 2betesaren@gmail. ameliawidiyawati@gmail. Abstract: The results of initial observations, thematic learning in grade IV students of SDN 1 Bendorejo Trenggalek is monotonous and teacher-centered. On average, each sub-theme contains 50% of students who have scores below the KKM. The purpose of this study is to describe the implementation of the talking stick learning model and its effect on student learning outcomes. Methods of data collection using observation and tests. Quantitative research approach with One Group PretestPostest Design. The sampling technique used is Nonprobability Sampling with the type of Saturated Sampling, namely all fourth grade students as many as 12 students as respondents. Observations using the learning implementation sheet and hypothesis testing were carried out with the Paired Sample T Test. This is shown from the results of observing the implementation of learning, the percentage of learning implementation is 100%, which means that learning takes place very well and the Paired Sample T Test test obtained a significance value of 0. 000 <0. which means that there is a difference in the pretest posttest, so there is an effect of the talking stick learning model on the results. student learning. Keywords: Learning outcomes, thematic learning, talking stick PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, bangsa dan negara (Anonim, 2. Pendidikan di Sekolah Dasar berdasarkan amanat UUD 1945 merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertakwa, cinta tanah air, bangga terhadap bangsa dan negara, kreatif, terampil, berbudi pekerti yang santun serta mampu menyelesaikan permasalahan di lingkunganya. Pendidikan Sekolah Dasar merupakan pendidikan anak berusia 6 sampai dengan 12 Penyelenggaraan Sekolah Dasar memiliki landasan yuridis berupa tiga peraturan perundang-undangan yaitu Undang-Undang Dasar 1945. UndangUndang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dan peraturan pemerintah No. 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Pemerintah menetapkan suatu rencana berupa pedoman pelaksanaan pendidikan yang disebut kurikulum. Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 19, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum berperan penting dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang sedang berjalan dalam proses belajar mengajar di negara kita saat ini adalah kurikulum 2013. Tujuan pengembangan kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi (Mulyasa, 2. Kurikulum 2013 berbasis karakter dan kompetisi mengharapkan hasil belajar optimal baik kognitif . ikiran, pengetahuan, kesadara. , afektif . , maupun psikomotorik . yang mencerminkan penguasaan dan pemahaman terhadap apa yang dipelajari. Berdasarkan hasil observasi, model pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD Negeri 1 Bendorejo kurang melibatkan keaktifan siswa secara optimal. Setelah guru memberikan penjelasan tentang materi, siswa mengerjakan soal yang terdapat pada buku. Guru lebih dominan menguasai kelas, siswa cenderung pasif, kurang tertarik dengan pembelajaran yang berlangsung disebabkan model pembelajaran yang monoton. Kurangnya perhatian dan umpan balik terhadap pertanyaan dan penjelasan guru. Ada beberapa siswa yang membuat kegaduhan dengan melakukan aktivitas sendiri karena merasa Hal ini tentu akan berdampak pada kurang maksimalnya hasil belajar siswa. Terdapat enam dari 12 siswa . %) siswa yang memiliki nilai di bawah KKM 70 pada pembelajaran tematik. Terdapat pula sepuluh dari 17 siswa . %) kelas IV tahun lalu yang sekarang sudah duduk di bangku kelas V mendapatkan nilai di bawah KKM 70 pada pembelajaran tematik materi sumber energi yang tidak dapat diperbarui dan sumber energi yang dapat diperbarui, berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV SDN 1 Bendorejo. Penyebab rendahnya persentase siswa yang mencapai KKM 70 pada pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang diterapkan tidak sesuai dengan karakteristik siswa. Guru diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran tematik yang tepat sehingga memaksimalkan hasil belajar siswa baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada siswa melainkan harus kreatif memberikan layanan dan kemudahan belajar kepada seluruh siswa agar siswa dapat belajar dengan suasana menyenangkan, gembira, penuh semangat, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka (Mulyasa, 2. Pembelajaran Tematik dapat menjadi pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, salah satunya dapat dilaksanakan dengan model pembelajaran talking stick . ongkat berbicar. Model pembelajaran ini memiliki kelebihan yaitu R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . menguji kesiapan siswa menerima pelajaran, melatih membaca dan memahami pelajaran dengan cepat, serta melatih siswa belajar lebih giat sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa (Suprijono, 2. Talking stick merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang berorientasi pada penciptaan suasana belajar aktif berbantuan tongkat. Siswa diberi waktu beberapa saat untuk mempelajari materi pelajaran yang telah disampaikan guru. Guru meminta siswa untuk menutup bukunya. Guru mengambil tongkat yang telah dipersiapkan lalu memberikannya pada salah satu siswa. Tongkat bergulir ke siswa lain diiringi lagu. Ketika lagu berhenti, siswa yang memegang tongkat harus menjawab pertanyaan dari guru. Hukuman bersifat positif yang menumbuhkan motivasi belajar siswa dapat diberlakukan kepada siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan. Terakhir, guru melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajari, mengulas jawaban siswa, meluruskan kesalahpahaman dan bersama siswa merumuskan (Pambudi, 2. menyatakan bahwa sebelum diterapkannya tindakan, pada ulangan harian ada 13 siswa . %) yang mendapat nilai Ou65 dan pada hasil pretes ada 11 siswa . %). Setelah diterapkannya tindakan, pada hasil tes siklus I ada 15 siswa . %) dan pada siklus II ada 18 siswa . %) dari seluruh siswa yang mendapat nilai Ou65. Persentase aktivitas guru pada siklus I dan II adalah 89%. Persentase aktivitas siswa pada siklus I-1 adalah 36%. I-2 adalah 50%. I-3 adalah 64%. I-4 adalah 64%, dan pada siklus II-1 adalah 86%. II-2 adalah 93%. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguraikan keterlaksanaan model pembelajaran talking stick dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. KAJIAN TEORI Hasil Belajar Menurut (Sudjana, 2. hasil belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan belajar mengajar, dalam pengertian lebih luas mencakup kognitif, afektif dan psikomotorik. Dari pengertian di atas, maka hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan proses belajar mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar pada ranah kognitif meliputi tipe hasil belajar mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil belajar ranah afektif . enerima, berpartisipasi, menilai, berorganisasi, membentuk pol. Sedangkah hasil belajar peikomotorik dibedakan menajdi meniru, manipulasi, presesi, artikulasi, dan Model Pembelajaran Talking Stick Model pembelajaran talking stick adalah salah satu model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat dengan memberikan tongkat kepada peserta didik. Fase dalam pembelajaran ini R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . mengikuti fase pembelajaran kooperatif yaitu: . menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, . menyajikan informasi, . mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar, . membimbing kelompok bekerja dan belajar, . evaluasi, dan . memberikan penghargaan (Rusman dalam Lazim, 2. Pembelajaran Tematik Pembelajaran untuk siswa Sekolah Dasar (SD) pada kurikulum 2013 adalah pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik membentuk pemahaman siswa terhadap suatu konsep menjadi lebih terorganisir. Proses pemahaman siswa terhadap suatu konsep bergantung pada pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dan akan membangun pemahaman konsep baru yang diterima sesudahnya. Berdasarkan kurikulum yang berjalan sekarang yaitu kurikulum 2013, pembelajaran di sekolah dasar menggunakan tematik-integratif. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari beberapa mata pelajaran ke dalam berbagai tema (Prastowo, 2. Pembelajaran tematik kelas IV SD disusun berdasarkan tema. Terdapat lima tema pada semester satu yaitu tema 1 (Indahnya Kebersamaa. , tema 2 (Berhemat Energ. , tema 3 (Peduli Makhluk Hidu. , tema 4 . erbagai Pekerjaa. , dan tema 5 (Pahlawank. Sedangkan pada semester dua terdapat empat tema yaitu tema 6 (Cita-citak. , tema 7 (Indahnya Keberagamaan Di Negerik. , tema 8 (Daerah Tempat Tinggalk. , dan tema 9 (Kayanya Negerik. Penelitian ini menggunakan tema 9 (Kayanya Negerik. Terdapat empat subtema pada tema 9 yaitu subtema 1 (Kekayaan Sumber Energi di Indonesi. , subtema 2 (Pemanfaatan Kekayaan Alam di Indonesi. , subtema 3 (Pelestarian Sumber Daya Alam Indonesi. , dan subtema 4 (Karyaku Prestasik. Penelitian ini menggunakan subtema 1 Kekayaan Sumber Energi di Indonesia. Terdapat enam pembelajaran pada subtema 1 Kekayaan Sumber Energi di Indonesia yaitu pembelajaran 1 sampai 6. Peneliti menggunakan pembelajaran 3. Pada pembelajaran 3 terdapat empat kompetensi dasar (KD). Dua kompetensi dasar (KD) pada IPA yaitu: 5 Mengidentifikasi berbagai sumber energi, perubahan bentuk energi, dan sumber energi alternatif . ngin, air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nukli. dalam kehidupan sehari-hari 5 Menyajikan laporan hasil pengamatan dan penelusuran informasi tentang berbagai perubahan bentuk energi. Dua kompetensi dasar (KD) pada Bahasa Indonesia yaitu: 3 Menggali informasi dari seorang tokoh melalui wawancara menggunakan daftar pertanyaan. 3 Melaporkan hasil wawancara menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif dalam bentuk teks tulis. Penelitian ini menggunakan dua kompetensi dasar R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . yaitu KD 3. 5 pada IPA dan KD 3. 3 pada Bahasa Indonesia disebabkan keterbatasan METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design sebagai berikut. O1 x O2 Gambar 1. Rancangan one group pretest-postest Keterangan : O1 : Nilai Pretest O2 : Nilai Posttest Pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar (O2-O. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes . retest dan posttest dari guru kela. , dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Lembar tes yang telah divalidasi dosen ahli, diujicobakan pada siswa yang sudah mendapatkan materi, hasilnya diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran soal. Selanjutnya talking stick diterapkan untuk diamati keterlaksanaan pembelajaran dan mendapatkan nilai pretest-posttest. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah . persentase keterlaksanaan pembelajaran . uji normalitas sebagai prasyarat analisis . uji hipotesis menggunakan Paired Sample T Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berikut adalah hasil uji validitas menggunakan SPSS 16 for Windows. Tabel 1. Hasil Validitas Uji Coba Instrumen No. Nilai 0,953 0,910 0,910 0,953 0,910 0,953 0,910 0,953 0,953 0,953 Nilai Keterangan No. Nilai Nilai Keterangan rhitung rtabel 0,632 Valid 0,953 0,632 Valid 0,632 Valid 0,953 0,632 Valid 0,632 Valid 0,910 0,632 Valid 0,632 Valid 0,953 0,632 Valid 0,632 Valid 0,910 0,632 Valid 0,632 Valid 0,910 0,632 Valid 0,632 Valid 0,953 0,632 Valid 0,632 Valid 0,729 0,632 Valid 0,632 Valid 0,953 0,632 Valid 0,632 Valid 0,953 0,632 Valid R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Berdasarkan uji validitas tes pada tabel di atas, diperoleh bahwa item 1 sampai 20 memiliki nilai rhitung lebih besar dari rtabel . hitung > 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji validitas insrtrumen yang terdiri dari 20 item soal adalah semuanya valid. Hasil uji reliabilitas instrumen tes sesuai dengan perhitungan SPSS 16 for Windows adalah sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan nilai Realiability Statistic instrumen tes yang tediri dari 20 item soal pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,983 lebih besar dari nilai signifikasi 0,632. Maka dapat disimpulkan bahwa item pada instrumen sudah reliabel . apat dipercay. Taraf kesukaran soal dianalisis menggunakan Microsoft Excel diperoleh hasil seperti pada tabel berikut : Tabel 3. Hasil Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal No. Soal Tingkat Kesukaran Klasifikasi Sedang Sedang Sedang Sukar Mudah Sukar Sedang Sukar Sedang Sukar Sedang Sedang Mudah Mudah Sukar Mudah Sukar Sedang Sedang Sedang Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap 20 butir soal pilihan ganda tersebut, dapat diketahui bahwa sebanyak 4 butir soal termasuk kategori R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . mudah, 10 butir soal termasuk kategori sedang dan terdapat 6 butir soal termasuk kategori sukar. Tabel 4. Hasil Perhitungan Daya Pembeda No. Soal Daya Pembeda Klasifikasi Daya Pembeda Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Sekali Cukup Baik Baik Sekali Jelek Jelek Baik Cukup Baik Baik Baik Sekali Baik Sekali Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sebanyak 4 butir soal termasuk kategori baik sekali, 11 butir soal termasuk kategori baik, 3 butir soal termasuk kategori cukup, dan 2 butir soal termasuk kategori jelek. Pengamatan terhadap keterlaksanaan model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Tabel 5. Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Indikator Butir Indikator yang dinilai Kegiatan Awal: Guru memulai dengan efektif Menyajikan fenomena dalam kehidupan sehari-hari sebelum pembelajaran dimulai Menyampaikan Kompetensi Dasar/Tujuan Pempelajaran Kemampuan menjelaskan materi tentang sumber energi Kegiatan Inti Keterlaksanaan Tidak Oo Oo Oo R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Indikator Butir Indikator yang dinilai Guru menguasai Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan IPTEK, dan kehidupan nyata . enugaskan siswa membuat peta konse. Tingkat ketepatan pembahasan dengan manfaat energi matahari . eminta siswa maju ke depan kelas menjelaskan peta konsep yang telah dibua. Membimbing siswa merumuskan Kegiatan Meminta siswa beeksplorasi Berkelompok menggali menggali informasi dari dan Talking Stick narasumber secara berkelompok Guru Meminta tiap perwakilan kelompok menyajikan hasil wawancara di depan kelas Menyimpulkan hasil presentasi yang efektif Meminta siswa mempelajari materi yang telah disampaikan dalam waktu lima menit Siswa diminta menutup bukunya lalu guru memberikan tongkat yang telah dipersiapkan kepada salah satu siswa. Tongkat bergulir diiringi lagu yang dinyanyikan Memberikan pertanyaan pada siswa yang memegang tongkat ketika lagu berhenti. Bagi yang tidak bisa menjawab diberi Selanjutnya tongkat kembali bergulir diiringi lagu hingga lagu atau pertanyaan dari guru selesai. Memberikan reward bagi siswa yang berprestasi dan punishment bagi siswa yang tidak bias menjawab pertanyaan. Kegiatan Akhir Membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari Memberi kesempatan siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum dimengerti Keterlaksanaan Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Indikator Butir Indikator yang dinilai Meminta siswa mengerjakan soal Meminta siswa untuk mengumpulkan jawaban posttest Menanyakan pada siswa apa saja yang dipelajari hari ini dan bagaimana cara guru mengajar Memberikan tugas rumah sebagai tindak lanjut Keterlaksanaan Tidak Oo Oo Oo Oo Berdasarkan tabel diatas terdapat 19 langkah dan kesemuanya telah Persentase keterlaksanaan pembelajaran . Sesuai hasil persentase keterlaksanaan pembelajaran yaitu 100%, dapat dikatakan bahwa pembelajaran berjalan dengan sangat baik. Uji prasyarat analisis dengan uji normalitas, sebelum melakukan analisis sesungguhnya, data diuji kenormalan distribusinya. Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Pretest -Postest One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PRETEST POSTEST Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Normal Parametersa Most Extreme Differences Test distribution is Normal. Berdasarkan tabel 5 diketahui nilai signifikasi pretest sebesar 0,379 yang menunjukkan bahwa nilai pretest > 0,05 dan nilai signifikasi posttest sebesar 0,978 yang menunjukkan bahwa nilai posttest > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai signifikasi . pretest adalah 0,379 > 0,05 berarti data berdistribusi normal, sedangkan nilai signifikasi . posttest adalah 0,978 > 0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS 00 for Windows. Hipotesis penelitian ini sebagai berikut: : Tidak ada pengaruh model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Bendorejo. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . : Ada pengaruh model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Bendorejo Tabel 7. Hasil Uji Paired Sample T-Test Paired Samples Test Paired Differences Std. 95% Confidence Interval of the Difference Std. Error Mean Deviation Mean Lower Upper Pair POSTTEST 1 - PRETEST Sig. df taile. Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka menunjukkan adanya perbedaan antara pretest artinya ada pengaruh model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Bendorejo. Persentase keterlaksanaan pembelajaran 100%. Keterlaksanaan pembelajaran termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini didasarkan pada penentuan kriteria level Ratumanan yang diadaptasi dari Wilujeng . dan Khabibah . yang tercantum pada halaman 55, bahwa persentase keterlaksanaan (KP) minimal 0% dan persentase keterlaksanaan pembelajaran (KP) maksimal 100% dengan rentang 75% < KP O 100% pembelajaran dikatakan terlaksana dengan sangat baik. Pembahasan Hasil belajar siswa . anah kogniti. didapatkan dari nilai pretest dan posttest yang dikerjakan siswa. Perbedaan nilai pretest dan posttest disebabkan adanya penerapan model pembelajaran talking stick. Model pembelajaran talking stick memberi dampak positif pada hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikasi 0,000 < 0,05 yang dapat diartikan terdapat perbedaan antara pretest dan posttest sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik terhadap hasil belajar siswa. Pelaksanaan model pembelajaran talking stick memberikan kesempatan pada siswa untuk menguasai materi yang diberikan dan mengoptimalkan keaktifan Siswa terlihat antusias dalam belajar hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran talking stick menarik minat siswa. Dari uraian pembahasan tersebut model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik merupakan model pembelajaran yang tepat jika diterapkan pada materi sumber energi yang tidak dapat diperbarui dan sumber energi yang dapat diperbarui. Hal ini didasarkan pada hasil pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran talking stick yang dilakukan oleh Dari hasil pengamatan, diperoleh persentase keterlaksanaan pembelajaran 100% yang berarti bahwa model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik materi sumber energi yang tidak dapat diperbarui dan sumber energi yang R. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . dapat diperbarui terlaksana dengan sangat baik dan dapat dikatakan pembelajaran berlangsung dengan efektif. Model pembelajaran talking stick memiliki kelebihan yaitu Model pembelajaran ini memiliki kelebihan yaitu menguji kesiapan siswa menerima pelajaran, melatih membaca dan memahami pelajaran dengan cepat, serta melatih siswa belajar lebih giat sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa (Suprijono, 2. Hal ini juga didukung dengan hasil belajar siswa . berupa nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikasi 0,000 < 0,05 maka terdapat perbedaan pretest dan posttest sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Bendorejo. Hal ini juga didukung dengan beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu, salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Rendi Lilit Iman Pambudi dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Suryoningratan II Tahun Ajaran 2015/2016" dengan hasil, sebelum diterapkannya tindakan, pada ulangan harian ada 13 siswa . %) yang mendapat nilai Ou65 dan pada hasil pretest ada 11 siswa . %). Setelah diterapkannya tindakan, pada hasil tes siklus I ada 15 siswa . %) dan pada siklus II ada 18 siswa . %) dari seluruh siswa yang mendapat nilai Ou65. Persentase aktivitas guru pada siklus I dan II adalah 89%. Persentase aktivitas siswa pada siklus I-1 adalah 36%. I-2 adalah 50%. I-3 adalah 64%. I-4 adalah 64%, dan pada siklus II-1 adalah 86%. II-2 adalah 93%. Penelitian yang hampir serupa juga dilakukan oleh Indra Suriani Siregar Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Gunung Leuser Aceh Tenggara. Indonesia yang berjudul "Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Dan Aktivitas Visual Siswa Pada Konsep Sistem Indra" diperoleh hasil: . Terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran talking stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui metode konvensional pada konsep sistem indra dari analisis data diperoleh rata-rata eksperimen 80,89 dan kelas control 71,71 diuji dengan menggunakan uji t diperoleh t hitung= 2,475 > t tabel =2. 01, . Terdapat perbedaan aktivitas visual siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran talking stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui metode konvensional pada konsep sistem indra manusia dapat dilihat dari hasil analisis data diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 74,63 dan kelas kontrol sebesar 66,43 diuji dengan menggunakan uji t diperoleh t hitung= 2,258 > t tabel= 2,01. SyafiAoah. Muttaqin. Widiyawati Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . SIMPULAN Keterlaksanaan model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SDN 1 Bendorejo materi sumber energi yang tidak dapat diperbarui dan sumber energi yang dapat diperbarui, berjalan dengan sangat baik dengan persentase keterlaksanaan 100%. Selain itu, ada pengaruh model pembelajaran talking stick pada pembelajaran tematik terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Bendorejo berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikasi 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan antara pretest dengan posttest sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk penelitian selanjutkannya disarankan untuk lebih mengembangkan model pembelajaran talking stick atau model pembelajaran lain yang disesuaikan dengan kondisi belajar dan karakteristik DAFTAR PUSTAKA