TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 851-858 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Otomatisasi Pencatatan dan Kepatuhan Regulasi Terhadap Keberlanjutan UMKM Pengendalian Internal Sebagai Moderasi Rizky Imanuel*. Risal. Ali Afif Fakultas Ekonomi. Program Studi Akuntansi. Universitas Panca Bhakti. Pontianak. Indonesia Email: 1,*rizkyimanuel384@gmail. com, 2risal@upb. id, 3ali. afif@upb. Email Penulis Korespondensi: rizkyimanuel384@gmail. AbstrakAMengingat jumlah dan kontribusinya yang besar terhadap PDB negara, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, keberlanjutan perusahaan menghadirkan tantangan bagi para pelaku usaha, terutama terkait penerapan pengendalian internal, otomatisasi pencatatan, kepatuhan regulasi. Studi ini berpendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer sebagai sumber data. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk memilih responden UMKM. Proses analisis data menggunakan SPSS versi 26. Analisis data dilakukan melalui tahapan statistik deskriptif, uji kualitas data validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, dan analisis regresi moderasi (MRA) dengan bantuan SPSS versi 26. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, dan sebanyak 89 kuesioner yang kembali dinyatakan layak serta mewakili seluruh responden penelitian. Dari hasil analisis, secara simultan otomatisasi pencatatan, kepatuhan regulasi terbukti berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM, pengendalian internal tidak terbukti memoderasi hubungan kedua variabel, secara parsial otomatisasi pencatatan terbukti memengaruhi keberlanjutan UMKM ditunjukkan dengan nilai sebesar 0,016 < 0,05, serta kepatuhan regulasi terbukti berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM ditunjukkan dengan nilai 0,02 < 0,05, sedangkan pengendalian internal tidak memoderasi hubungan otomatisasi pencatatan dengan nilai 0,721>0,05, kepatuhan regulasi 0,731 > 0,05. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya kesadaran para pelaku usaha dalam penerapan pengendalian internal yang efektif dalam menjalankan usahanya. Kata Kunci: Kepatuhan Regulasi. Keberlanjutan. UMKM. Otomatisasi Pencatatan. Pengendalian internal AbstractAGiven their large number and contribution to the country's GDP, micro, small, and medium enterprises (MSME. play a significant role in the Indonesian economy. However, corporate sustainability presents challenges for business actors, particularly related to the implementation of internal controls, automation of recording, and regulatory compliance. This study uses a quantitative approach by utilizing primary data as a data source. This study uses a purposive sampling method to select MSME respondents. The data analysis process uses SPSS version 26. Data analysis is carried out through descriptive statistics, data quality tests for validity and reliability, classical assumption tests, multiple linear regression, and moderated regression analysis (MRA) with the help of SPSS Data were collected through questionnaires, and 89 returned questionnaires were declared eligible and represent all research respondents. From the analysis results, simultaneously recording automation, regulatory compliance is proven to have an effect on the sustainability of MSMEs, internal control is not proven to moderate the relationship between the two variables, partially recording automation is proven to affect the sustainability of MSMEs shown by a value of 0. 016 <0. 05, and regulatory compliance is proven to affect the sustainability of MSMEs shown by a value of 0. 02 <0. 05, while internal control does not moderate the relationship between recording automation with a value of 0. 721>0. 05, regulatory compliance 0. 731>0. The implications of these findings indicate the importance of awareness of business actors in implementing effective internal control in running their Keywords: Regulatory Compliance. MSME. Sustainability. Recording Automation. Internal Control PENDAHULUAN UMKM, atau usaha mikro, kecil, dan menengah, merupakan sektor penting yang mendorong perekonomian Indonesia. Saat ini. Indonesia memiliki sekitar 64,2 juta unit UMKM, yang memberikan kontribusi hingga Rp8. 573,89 triliun terhadap PDB (Kemenkeu, 2. Ini menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya memajukan perekonomian nasional, dan juga dapat membantu menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan lapangan kerja dalam situasi perekonomian global yang diliputi oleh ketidakpastian (Afif & Setiawan, 2. Menghadapi masalah mengenai peningkatan jumlah manusia yang meningkat berbanding terbalik dengan ketersediaan lapangan kerja yang belum memadai sehingga mengakibatkan peningkatan angka pengangguran (Risal & Kristiawati, 2. Dengan demikian, pemerintah Indonesia terus berusaha untuk mendorong masyarakat untuk mengembangkan diri pada sektor UMKM. Di Kota Pontianak jumlah UMKM setiap tahunnya terus meningkat. Pertumbuhan yang semakin meningkat ini menunjukkan minat masyarakat di Kota Pontianak yang semakin besar untuk berwirausaha dan menjadikan UMKM sebagai mata pencaharian utama (Aprianda et al. , 2. Namun seiring meningkatnya jumlah usaha tersebut tidak selalu diikuti dengan pengelolaan usaha yang baik. Berdasarkan observasi pada studi ini para pelaku usaha belum mengelola usaha dengan baik, sehingga dalam keberlanjutan usahanya masih menghadapi berbagai tantangan, yang dimana banyak pemilik usaha yang mengalami kerugian dan berakhir menutup usahanya Pengendalian internal adalah mekanisme yang diterapkan oleh manajemen untuk memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku, sehingga operasional perusahaan tetap efisien, lancar, dan risiko kecurangan dapat diminimalkan (Afif et al. , 2. Pengelolaan bisnis yang efektif menjadi aspek yang sangat penting untuk keberlanjutan usaha ini menjadikan pengendalian internal sebagai suatu hal yang harus difokuskan oleh pemilik UMKM demi menjaga keberlangsungan usaha. Tujuan utama dari penerapan pengendalian internal adalah untuk mengumpulkan data keuangan yang kredibel dan dapat diandalkan ( sunanti & mftukhin, 2. Menurut Prabowo & Ifan. , . menegaskan bahwa pengendalian internal berfungsi menjamin bahwa kebijakan Copyright A 2025 the author. Page 851 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 851-858 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. usaha diikuti secara konsisten untuk mencegah kesalahan dan kecurangan. Temuan (Rosmawati et al. , 2. juga menunjukkan bahwa pengendalian internal berperan penting dalam meningkatkan keandalan informasi akuntansi dan mencegah fraud kegiatan operasional secara lebih terstruktur. Dengan adanya otomatisasi pencatatan yang ada pada sistem informasi akuntansi, tentunya pencatatan akuntansi dapat menjadi lebih efektif dan cepat. (Risal & Wulandari, 2. Tujuan utama otomatisasi pencatatan adalah untuk membantu bisnis melakukan pencatatan transaksi keuangan dengan cepat (Achadiyah, 2. Dengan sistem yang efisien, pengusaha juga dapat mengurangi biaya yang terkait dengan kesalahan laporan atau kegagalan dalam memenuhi kewajiban hukum (Poernomo, 2. Penelitian (Choiriyah et al. , 2. menunjukkan bahwa kualitas sistem keandalan, keamanan, kemudahan penggunaan dan kualitas informasi relevansi, ketepatan waktu, kelengkapan secara signifikan memengaruhi kualitas laporan keuangan dan kinerja organisasi. Kepatuhan terhadap regulasi sangat erat kaitannya dengan pelaporan keuangan, kewajiban perpajakan, serta pelaksanaan standar operasional yang ditetapkan (Kristiawati et al. , 2. Ketaatan terhadap regulasi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk tanggungjawab hukum, tetapi juga mencerminkan integritas dan transparansi suatu entitas dalam mengelola usahanya. Dengan adanya dukungan teknologi seperti sistem pencatatan otomatis, pelaku UMKM kini memiliki akses yang lebih mudah untuk memenuhi kewajiban regulatif, terutama dalam hal pelaporan pajak, pembuatan laporan keuangan dan pencatatan transaksi. Hal tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya pengawasan dari otoritas serta kesadaran masyarakat terhadap praktik bisnis yang sehat dan akuntabel. Dalam menjaga keberlanjutan UMKM para pelaku usaha harus mampu untuk menerapkan sistem secara digitalisasi karena laporan keuangan yang dihasilkan akan menjadi lebih akurat (Risal & Kristiawati, 2. Keberlanjutan sangat penting untuk pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja Apabila sebuah usaha ingin bertahan dalam jangka yang panjang, maka para pelaku UMKM harus mampu bertahan dalam setiap situasi-situasi eksternal yang mampu mempengaruhi usahanya (Afif, 2. Sangat mungkin bahwa penerapan sistem informasi akuntansi yang efisien akan meningkatkan kemampuan UMKM untuk mengelola transaksi keuangan, dan mengoptimalkan operasi bisnisnya (Lasari et al. , 2. Semakin cepatnya perkembangan UMKM menjadikan persaingan di antara pelaku usaha semakin ketat. Jadi setiap pelaku usaha perlu mampu merencanakan masa depan untuk mengembangkan bisnisnya. Kebaharuan penelitian ini adalah otomatisasi pencatatan dan kepatuhan regulasi merupakan faktor utama yang mampu meningkatkan keberlanjutan UMKM, temuan ini menambah literatur yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada kualitas laporan keuangan atau kepatuhan pajak, dengan menghadirkan perspektif baru bahwa dua variabel tersebut berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan usaha. Selain itu, penelitian ini memberikan temuan baru yang menegaskan bahwa pengendalian internal tidak berperan sebagai variabel moderasi, suatu hasil yang berbeda dari sebagian besar penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pengendalian internal biasanya memperkuat hubungan antarvariabel dalam sistem informasi akuntansi maupun perilaku kepatuhan. Dengan demikian diharapkan penelitian ini dapat memberikan kesadaran bagi para pelaku usaha untuk dapat menerapkan pengendalian internal secara baik dan efektif dalam menjalankan usahanya agar dapat terus berkelanjutan. METODOLOGI PENELITIAN 1 Kerangka Dasar Penelitian Studi ini dilakukan untuk mengkaji serta memberikan bukti secara empiris mengenai pengaruh otomatisasi pencatatan, kepatuhan regulasi, terhadap keberlanjutan UMKM, pengendalian internal sebagai moderasi dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, dengan teknik analisis dan pengolahan data menggunakan SPSS versi 26. Kerangka berpikir dalam penelitian ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai arah studi serta memahami alur pengaruh Otomatisasi Pancatatan. Kepatuhan Regulasi, terhadap Keberlanjutan UMKM, yang dimoderasi oleh Pengendalian Internal sebagaimana digambarkan pada Gambar 1 berikut ini Otomatisasi pencatatan (X. Keberlanjutan usaha (Y) Kepatuhan Regulasi (X. Pengendalian internal (M) Gambar 1. Kerangka Penelitian 2 Populasi dan Sampel Dalam studi ini Populasi yang digunakan adalah seluruh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang aktif di Kota Pontianak dengan jumlah populasi sebanyak 42. Penentuan sampel pada studi ini menggunakan metode Copyright A 2025 the author. Page 852 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 851-858 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Simple Random Sampling dengan jumlah 100 responden sebanyak 89 kuesioner yang kembali dinyatakan layak mewakili seluruh responden penelitian. 3 Definisi Operasional Variabel Studi ini melibatkan sebagian variabel utama, dengan 2 variabel independen serta 1 variabel dependen dan 1 variabel Uraian mengenai definisi operasional setiap variabel disajikan seperti berikut: 4 Keberlanjutan Usaha keberlanjutan usaha merupakan kemampuan sebuah organisasi untuk mengelola secara efektif dan efisien sumber daya nya yang sangat terbatas dalam hal memenuhi kebutuhan jangka panjang, keberlanjutan usaha ialah proses keberlangsungan suatu usaha yang mencakup perkembangan serta pertumbuhan maupun cara dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan suatu usaha (Isyaroh, 2. Keberlanjutan usaha pada UMKM dapat diketahui berdasarkan keberhasilan pelaku usaha dalam melakukan inovasi, pengelolaan karyawan dan konsumen serta pengembalian terhadap modal yang digunakan dari awal (Ayu & Gede, 2. 5 Otomatisasi pencatatan Otomatisasi pencatatan mengacu pada penggunaan sistem pencatatan transaksi keuangan secara digital atau otomatis yang sangat diperlukan untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan pencatatan secara cepat dan mudah. Sistem ini merupakan komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa, serta mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan oleh pihak internal dan eksternal. Otomatisasi yang ada pada sistem informasi akuntansi dapat menyederhanakan pencatatan akuntansi sehingga menjadi lebih cepat dan efisien (Darmawan & Nugraha, 2. 6 Kepatuhan Regulasi Kepatuhan terhadap regulasi merupakan salah satu aspek penting dalam keberlangsungan operasional suatu entitas, baik itu perusahaan besar maupun Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Kepatuhan regulasi . egulatory complianc. dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau kondisi di mana pelaku usaha menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik yang bersifat fiskal, keuangan, lingkungan, maupun administratif (Chatra, 2. 7 Pengendalian Internal Pengendalian internal merupakan prosedur penjamin yang dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen dan entitas lain untuk mencapai tujuan bisnis. Menurut sudut pandang yang berbeda, pengendalian internal adalah proses yang memastikan melalui operasi bisnis yang efektif dan efisien, penyajian laporan keuangan yang dapat dipercaya dan kepatuhan terhadap peraturan yang relevan bahwa tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen dan karyawan akan tercapai (Nisa & Citra, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Deskriftif Statistik Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menyajikan gambaran menyeluruh mengenai karakteristik data penelitian. Hasil pemrosesan data secara deskriptif ditampilkan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Analisis Deskriftif Statistik Otomatisasi Pencatatan (X. Kepatuhan Regulasi (X. Keberlanjutan UMKM (Y) Pengendalian Internal (M) Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan Uji Deskriptif Tabel 1, variabel otomatisasi pencatatan (X. memiliki nilai minimum 7,00, nilai maksimum 20,00, rata-rata 16,5506, dan deviasi standar 2,5717. Distribusi data variabel ini solid dan respons responden yang relatif konsisten ditunjukkan dengan rata-rata yang lebih besar daripada deviasi standar. Rata-rata 16,1124, deviasi standar 2,7362, dan nilai terendah dan tertinggi yang tercatat untuk variabel kepatuhan regulasi (X. masing-masing adalah 8,00 dan 20,00. Dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara seragam dan jawaban responden relatif stabil ketika nilai rata-rata lebih tinggi daripada simpangan baku. Dengan nilai minimum 4,00, maksimum 20,00, nilai ratarata 16,0337, dan simpangan baku 2,8542, variabel keberlanjutan UMKM (Y) menunjukkan distribusi data yang wajar dan jawaban yang konsisten dari responden. Sebaliknya, variabel pengendalian internal (M) memiliki nilai rata-rata Copyright A 2025 the author. Page 853 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 851-858 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. 16,9551, simpangan baku 2,64107, nilai maksimum 20,00, dan nilai minimum 4,00. Data terdistribusi secara merata, dan jawaban responden cukup konsisten, berdasarkan perbandingan nilai rata-rata dan simpangan baku. 2 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengevaluasi kemampuan tiap item dalam mencerminkan variabel penelitian. Item dikategorikan valid jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel, dan dianggap tidak valid apabila r hitung lebih kecil dari r Hasil pengujian validitas ditampilkan pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Uji Validitas Variabel Otomatisasi pencatatan (X. Kepatuhan regulasi (X. Keberlanjutan UMKM (Y) Pengendalian Internal (M) Pertanyaan r Hitung r Tabel 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 2, seluruh item instrumen variabel keberlanjutan UMKM (Y), pengendalian internal (M), kepatuhan regulasi (X. , dan otomatisasi Pencatatan (X. memiliki koefisien korelasi lebih besar dari r tabel . ,1. , sehingga seluruh item instrumen tersebut dapat dikatakan valid. 3 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengevaluasi konsistensi instrumen dalam mengukur variabel penelitian. Instrumen dianggap reliabel jika nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,70, dan dinyatakan tidak reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha kurang dari 0,70. Hasil pengujian reliabilitas disajikan pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Uji Reliabilitas Variabel Otomatisasi Pencatatan (XI) Kepatuhan Regulasi (X. Keberlanjutan UMKM (Y) Pengendalian Internal (M) Cronbach's Alpha() 0,771 Standar Reliabilitas 0,60 0,60 0,60 0,60 Kesimpulan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan Tabel 3 Uji Reliabilitas, setiap variabel memiliki nilai Cronbach's Alpha lebih dari 0,60. Hal ini membuktikan bahwa kuesioner tersebut reliabel, konsisten, dan layak digunakan sebagai alat penelitian. 4 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menilai apakah residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini, digunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov (K-S), di mana p-value > 0,05 menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan p-value < 0,05 menandakan data tidak berdistribusi normal. Hasil pengujian Kolmogorov-Smirnov ditampilkan pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Copyright A 2025 the author. Page 854 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 851-858 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Uji Normalitas menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,200 berdasarkan hasil uji yang ditunjukkan pada Tabel 4. Mengingat angka ini menunjukkan 0,200>0,05, maka dapat dikatakan bahwa data terdistribusi normal dan memenuhi asumsi analisis regresi sederhana. 5 Uji T Uji t digunakan untuk mengukur pengaruh tiap variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Variabel dianggap memiliki pengaruh signifikan apabila nilai signifikansinya kurang dari 0,05 atau t hitung lebih besar dari t Hasil rinci pengujian uji t disajikan pada Tabel 5 berikut. Tabel 5. Uji T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Otomatisasi Pencatatan (X. Kepatuhan Regulasi (X. Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Hasil uji t yang tercantum pada Tabel 6 menunjukkan bahwa dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Otomatisasi pencatatan (X. terhadap keberlanjutan UMKM (Y) Variabel Otomatisasi pencatatan (X. memiliki nilai hitung 2,457 > 0,1966 dan nilai signifikansi 0,016 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Otomatisasi pencatatan (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel keberlanjutan UMKM (Y), sehingga hipotesis (X. Pengaruh Kepatuhan Regulasi (X. terhadap Keberlanjutan UMKM (Y) Nilai t estimasi untuk variabel kepatuhan regulasi (X. adalah 3,247 > 0,1966, dan nilai signifikansinya adalah 0,02 < 0,05. Mengingat hal ini menunjukkan bahwa hipotesis (X. diterima, dapat dikatakan bahwa Kepatuhan Regulasi (X. memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan UMKM (Y). 6 Analisis Regresi Moderasi (MRA) Analisis regresi moderasi (MRA) merupakan teknik regresi yang digunakan untuk menilai peran variabel moderasi, sambil mempertahankan integritas sampel dan menyediakan dasar untuk mengontrol dampak variabel moderasi terhadap hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil pengujian MRA disajikan pada Tabel 6 berikut. Tabel 6. Analisis Regresi Moderasi Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Otomatisasi Pencatatan (X. Kepatuhan Regulasi (X. Pengendalian Internal (M) X1_M X2_M Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berikut ini adalah ringkasan temuan uji-t berdasarkan hasil uji yang ditunjukkan pada Tabel 6: Otomatisasi Pencatatan (X. terhadap Keberlanjutan UMKM (Y) dimoderasi oleh pengendalian internal (M) Nilai t adalah -0,359<0,1966, sedangkan nilai signifikansi interaksi antara pengendalian internal dan administrasi akuntansi adalah 0,721>0,05. Karena variabel akuntansi (X. memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keinginan UMKM (Y) dibandingkan variabel pengendalian internal (M), hipotesis (H. Kepatuhan Regulasi (X. terhadap Keberlanjutan UMKM (Y) dimoderasi oleh Pengendalian Internal (M) Nilai t adalah 0,345>0,1966, sedangkan nilai signifikansi interaksi antara pengendalian internal dan kepatuhan regulasi adalah 0,731>0,05. Karena variabel pengendalian internal (M) tidak memiliki efek moderasi terhadap pengaruh variabel kepatuhan regulasi (X. terhadap keberlanjutan UMKM (Y), hipotesis (H. Copyright A 2025 the author. Page 855 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 851-858 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. 7 Pembahasan 1 Otomatisasi pencatatan (X. terhadap keberlanjutan UMKM (Y) di Kota Pontianak Dengan t hitung sebesar 2,457 > t tabel 0,1966 dan nilai signifikansi 0,016 < 0,05 untuk variabel peralatan pencatatan (X. , hipotesis yang terkait dengan X1 terdukung. Dengan demikian, hipotesis H1 terdukung karena dapat disimpulkan bahwa dokumentasi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap permintaan UMKM (Y). Di era kemajuan teknologi saat ini. UMKM dituntut untuk mampu bersaing. Penerapan sistem informasi akuntansi yang efisien membantu pengelolaan transaksi keuangan dan meningkatkan efektivitas operasional. Selain itu, teknologi ini juga mendukung UMKM yang memiliki keterbatasan pengetahuan akuntansi, karena otomatisasi memungkinkan pencatatan dilakukan lebih cepat dan praktis (Saraswati et al. , 2. Dengan demikian, penggunaan sistem informasi akuntansi yang efisien sangat mendukung UMKM dalam mengatur transaksi keuangan sekaligus meningkatkan efektivitas operasional bisnis (Supriadi & Nurhardiyanto, 2. Penerapan otomatisasi pencatatan memberikan dampak yang sangat baik terhadap para pelaku UMKM khususnya di Kota Pontianak dalam berbagai aspek operasional dan pengelolaan bisnis. Penelitian ini menunjukkan bahwa otomatisasi pencatatan berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM di Kota Pontianak. Semakin efektif otomatisasi pencatatan digunakan, maka keberlanjutan usahanya akan semakin meningkat dan Hasil ini selaras dengan temuan penelitian sebelumnya dan (Arimurti et al. , 2. Secara empiris, mereka menemukan bahwa sistem informasi akuntansi mempengaruhi keberlanjutan UMKM dengan adanya penerapan otomatisasi pencatatan. Temuan ini sejalan dengan hasil studi (Zohry & Al-Dhubaibi, 2. yang menemukan bahwa kemampuan sistem dan kualitas informasi menguntungkan SIA dan kinerja bisnis perusahaan. 2 Kepatuhan Regulasi (X. terhadap Keberlanjutan UMKM (Y) di Kota Pontianak Variabel kepatuhan regulasi (X. memiliki nilai t sebesar 3,247 > 0,1966 dan nilai signifikansi 0,02 < 0,05, berdasarkan hasil uji t. Hasil ini menunjukkan bahwa teori terkait X2 terbukti benar. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Keberlanjutan UMKM (Y) dipengaruhi secara signifikan oleh kepatuhan regulasi. Dengan demikian, hipotesis H2 dapat Salah satu kunci keberhasilan suatu entitas, baik itu perusahaan besar maupun UMKM, adalah ketaatan terhadap regulasi. Dalam usaha, kepatuhan terhadap regulasi sangat erat kaitannya dengan pelaporan keuangan, kewajiban perpajakan, serta pelaksanaan standar operasional yang ditetapkan pemerintah (Arrizal et al. , 2. Kepatuhan terhadap regulasi sangat penting untuk keberlanjutan usaha, terutama untuk UMKM di Kota Pontianak. Ketika pelaku usaha mematuhi regulasi, mereka menciptakan dasar hukum yang kuat bagi kegiatan bisnisnya. Kepatuhan ini memberikan jaminan keamanan hukum sehingga usaha terhindar dari risiko sanksi, denda, atau penutupan akibat pelanggaran aturan semakin patuh usaha tersebut maka usahanya akan terus berkelanjutan tanpa kendala hukum. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan regulasi berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM di Kota Pontianak. Artinya semakin patuh usaha terhadap regulasi yang tentunya akan meningkatkan peluang keberlanjutan usahanya. 3 Otomatisasi Pencatatan (X. terhadap Keberlanjutan UMKM (Y) dimoderasi oleh Pengendalian Internal (M) di Kota Pontianak Interaksi antara akuntansi dan pengendalian internal memiliki nilai signifikansi 0,721>0,05, berdasarkan hasil uji-t statistik, dan nilai t hitung adalah -0,359<0,1966. Karena variabel akuntansi (X. memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keberlanjutan UMKM (Y) dibandingkan variabel pengendalian internal (M), hipotesis (H. AuPengendalian internal adalah salah satu sistem yang digunakan manajemen untuk memastikan seluruh kegiatan perusahaan sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku, sehingga efisiensi operasional dapat terwujudAy (Prabowo & Ifan, 2. Tujuan pengendalian internal adalah untuk mendapatkan informasi tentang keuangan yang handal dan dapat dipercaya dan dirancang untuk memastikan bahwa seluruh Aktivitas operasional, keuangan, dan administrasi perusahaan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan kebijakan . unanti & mftukhin, 2. Hal ini sama dengan Temuan hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa kegagalan dalam pengelolaan dapat berujung pada penutupan usaha. Kerugian yang muncul akibat lemahnya pengendalian internal tentu menjadi hal yang tidak diinginkan oleh pelaku UMKM (Islachiyana et al. , 2. Hasil ini mendukung teori kontinjensi yang menjelaskan bahwa efektivitas kebijakan atau teknologi tergantung pada kesesuaian dengan kondisi internal organisasi (Sawitri & Nugraha, 2. 4 Kepatuhan Regulasi (X. terhadap Keberlanjutan UMKM (Y) dimoderasi oleh Pengendalian Internal (M) di Kota Pontianak Berdasarkan hasil uji statistik t, nilai t hitung adalah 0,345 > 0,1966 dan nilai signifikansi interaksi antara pengendalian internal dan kepatuhan regulasi adalah 0,731 > 0,05. Karena variabel pengendalian internal (M) tidak memiliki efek moderasi terhadap pengaruh variabel kepatuhan regulasi (X. terhadap keberlanjutan UMKM (Y), sehingga hipotesis (H. Pengendalian internal berfungsi untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional, keuangan, dan administratif perusahaan berjalan secara tertib dan transparan sesuai dengan kebijakan internal, peraturan eksternal, dan standar hukum yang berlaku. Usaha yang patuh terhadap regulasi akan lebih mudah memperoleh izin dan pendanaan dalam menjalankan usahanya, pengendalian internal yang kuat sangat membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi dengan cepat tanpa mengganggu operasional usaha. Namun Semakin baik pengendalian Copyright A 2025 the author. Page 856 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 851-858 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. internal dalam usaha maka peluang keberlanjutan usahanya akan semakin meningkat, dimana dengan pengendalian internal yang baik maka UMKM akan semakin patuh terhadap regulasi yang ada hal ini sejalan dengan penelitian (Rosmawati et al. , 2. Pengendalian internal sangatlah penting untuk usaha karena dalam menjalankan kegiatan operasional dan kinerja membutuhkan kebijakan-kebijakan khusus yang memberikan aturan-aturan khusus untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi maupun yang berpotensi muncul di masa depan di dalam suatu usaha. KESIMPULAN Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan UMKM di Kota Pontianak sangat dipengaruhi oleh otomatisasi pencatatan dan tingkat kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Kedua faktor tersebut terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan usaha. Sementara itu, pengendalian internal tidak berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara otomatisasi pencatatan maupun kepatuhan regulasi terhadap keberlanjutan usaha. Namun, hasil penelitian menegaskan bahwa penerapan pengendalian internal yang baik memiliki manfaat signifikan dalam meningkatkan keberlangsungan usaha, meminimalkan kesalahan, serta memperkuat tata kelola usaha secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkaya kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan UMKM, serta memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan untuk semakin meningkatkan pengendalian internal sebagai langkah strategis dalam mendorong keberlanjutan UMKM kedepannya. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas sampel penelitian ke UMKM di berbagai daerah dengan karakteristik berbeda REFERENCES