JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/ jpkm. PKM DESA PRANGGONG. KECAMATAN ARAHAN. KABUPATEN INDRAMAYU DALAM MENGELOLA TAMAN DESA MENJADI EDUWISATA DAN BUDIDAYA AuTAMAN WISATA BUNGAAy Eny Tarsinih. Anilia Ratnasari. Sukhriyatun Fitriyah Universitas Wiralodra. Indramayu Email: enytarsinih18@gmail. Naskah diterima. Oktober 2024. disetujui November 2024. publikasi online Desember 2024 Abstrak Permasalahan yang dihadapi oleh mitra terkait Taman Desa yaitu bidang produksi yaitu . belum ada eduwisata dan budidaya mengenai macam-macam bunga dan penamaannya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Latin. pada bidang managemen, . belum ada pelatihan pengelolaan terkait dengan eduwisata dan budidaya Taman Wisata Bunga. pengelola belum memiliki website yang dapat digunakan untuk media promosi dan pemasaraan. pengelola belum pernah mendapatkan pelatihan pemasaran melalui media online. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan di bidang produksi yaitu: . mengembangkan Taman Desa menjadi eduwisata dan budidaya Taman Wisata Bunga. Solusi di bidang manajemen yaitu: . pelatihan manajemen pengelolaan tempat wisata. memberikan pelatihan dan pendampingan cara menanam, tata cara perawatan, dan budidaya tanaman. Solusi di bidang pemasaran yaitu: . pengadaan website pengelola Taman Kahuripan Desa Pranggong. memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai pengelolaan website sebagai sarana pemasaran. Metode yang digunakan pada pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, praktik, dan partisipatif. Metode ceramah dan diskusi digunakan pada saat sosialisasi eduwisata Taman Wisata Bunga, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan manajemen pengelolaan tempat wisata, dan pelatihan budidaya tanaman. Metode partisipatif dan praktik dilakukan oleh tim beserta mitra pada saat menanam dan merawat tanaman. Selain itu metode partisipatif dilakukan tim saat pendampingan pengelolaan website, pemasaran melalui website, serta pengumpulan data terkait dengan perkembangan jumlah pengunjung melalui observasi. Kata kunci: Eduwisata. Budidaya. Tanaman. Taman. Bunga Abstract The problems faced by partners related to Village Park are in the production sector, namely . there is no tourism and cultivation education regarding various types of flowers and their naming in Indonesian or Latin. in the field of management, . there has been no management training related to edutourism and flower tourism garden cultivation. the manager does not yet have a website that can be used for promotional and marketing media. managers have never received marketing training via online media. The solutions offered to solve problems in the production sector are: . developing Village Parks into edutourism and cultivating Flower Tourism Parks. Solutions in the field of management are: . management training for tourist attraction management. provide training and assistance on how to plant, care procedures and plant cultivation. Solutions in the marketing sector are: providing a website for managing Kahuripan Park. Pranggong Village. provide training and assistance regarding website management as a marketing tool. The method used in this service uses lecture, discussion, practical and participatory methods. Lecture and discussion methods are used during educational outreach at the Flower Tourism Park, financial management training, tourist attraction management training, and plant cultivation training. Participatory and practical methods are carried out by the team and partners when planting and caring for plants. Apart from that, the team uses participatory methods when assisting with website management, marketing via the website, and collecting data related to the development of the number of visitors through Keywords: Edutourism. Cultivation. Plant. Park. Flow Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. PENDAHULUAN sosialisasi hukum pidana dan perdata terhadap perusakan bunga-bunga yang ada di taman. pelatihan manajemen keuangan. pelatihan manajemen pengelolaan tempat wisata. memberikan pelatihan dan pendampingan cara menanam, tata cara perawatan, dan budidaya Solusi di bidang pemasaran yaitu: . pengadaan website pengelola Taman Kahuripan Desa Pranggong. memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai pengelolaan website sebagai sarana pemasaran. Mitra dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah pengelola Taman Kahuripan Desa Pranggong. Usaha yang dijalankan oleh pengelola ini hanya memberikan fasilitas taman desa berupa bunga-bunga yang ditanam di sekitar tengah-tengah desa dan dilokalisir dibangun membentuk taman dan ada tempat duduk pengunjung. Ada sekitar 10 jenis tanaman, di antaranya bunga Bugenvil . ougainvillea glabr. sebanyak lima ratus pohon, bunga Terompet (Mandevilla Sander. sebanyak 150 pohon, pohon Palem Kenari (Phoenix Canariensi. sebanyak 10 pohon, rumput Gajah Mini (Axonopu. sebanyak seribu bibit, bunga Kamboja (Plumeria Obtus. sebanyak 3 pohon, tanaman Airis (Neomarica Longifoli. sebanyak 300 batang, bunga Kol Banda (Pisonia Alba Spanogh. sebanyak 200 tanaman, tanaman Tayuman (Bauhinia Purpure. sebanyak 10 pohon, mangga Gedong Gincu (Mangifera Indic. sebanyak 2 pohon, dan mangga Cengkir (Mangifera Indica L) sebanyak 1 pohon. METODE Metode yang disepakai antara TIM PKM dengan mitra adalah pendekatan secara partisipatif, ceramah, diskusi, dan praktik. Melalui metode ceramah dan diskusi pada kegiatan pelatihan pengelolaan tempat wisata akan berdampak pada keberhasilan Pengelola Taman Kahuripan dalam mengelola tempat wisata ini. Selain itu pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim PKM akan memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat tanaman dan teknologi informasi, khususnya pada website sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan desa, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra terkait Taman Desa yaitu bidang produksi yaitu . belum ada eduwisata dan budidaya mengenai macam-macam bunga dan penamaannya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Latin. pada bidang managemen, . belum terbentuk kelompok kerja . yang secara rutin mengelola Taman Wisata Bunga. belum ada pelatihan pengelolaan terkait dengan eduwisata dan budidaya Taman Wisata Bunga. pada bidang pemasaran, . pengelola belum memiliki website yang dapat digunakan untuk media promosi dan dan . pengelola belum pernah mendapatkan pelatihan pemasaran melalui media online. Metode ceramah dan diskusi digunakan pada saat sosialisasi eduwisata Taman Wisata Bunga, pelatihan manajemen usaha, pelatihan manajemen pengelolaan tempat wisata, dan pelatihan budidaya tanaman. Metode partisipatif dan praktik dilakukan oleh tim beserta mitra pada saat menanam dan merawat tanaman. Selain itu metode partisipatif dilakukan tim saat pendampingan pengelolaan website, pemasaran melalui website, serta pengumpulan data terkait dengan perkembangan jumlah pengunjung melalui observasi. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan di bidang produksi yaitu: . mengembangkan Taman Desa menjadi eduwisata dan budidaya Taman Wisata Bunga dengan memberi label penamaan bunga dalam bahasa Indonesia dan bahasa Latin. Solusi di bidang manajemen yaitu: . membantu pengelola pada proses legalisasi pengelola eduwisata dan budidaya Taman Wisata Bunga. memberikan Partisipasi Mitra Partisipasi mitra pada PKM ini di antaranya: Memberikan memperlancar akses jalan menuju Taman Wisata Bunga melalui pengecoran. Memberikan bebas sewa tempat dan sewa listrik pada saat pelatihan dan PKM Desa Pranggong. Kecamatan Arahan. Kabupaten Indramayu dalam mengelola Taman Desa menjadi Eduwisata dan Budidaya AuTaman Wisata BungaAy (Eny Tarsinih. Anilia Ratnasari. Sukhriyatun Fitriya. akan ditempelkan pada kayu yang dicat warnawarni supaya menarik minat anak-anak untuk Tata letak mesin Sanyo supaya tidak dicuri warga maka diberi pengaman besi, supaya air tetap mengalir setiap harinya dan aliran air menyebar maka menggunakan alat sprinkle. Wahana bermain anak-anak yaitu ayunan dan jungkitan supaya anak-anak dan orang dewasa pun menikmati suasana taman dengan duduk bersantai di ayunan sambil membaca buku atau sekadar menikmati suasana di taman yang penuh bunga. Selain itu hasil diskusi terkait dengan kegiatan PKM, sosialisasi eduwisata dan pelatihan-pelatihan akan dilaksanakan pada minggu ke-3 dan ke-4 bulan September 2024. Memberikan bebas pinjam peralatan yang dimiliki oleh desa seperti sound system dan alat pertanian. Selain itu Kuwu H. Syaripudin juga memberikan kemudahan untuk dapat berkoordinasi dengan BUMDes dan Pengelola Taman Kahuripan terkait dengan pelaksanaan pelatihan dan HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Tim Melaksanakan PKM Pada bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2024 pukul 10. 00, tim pengabdian melakukan FGD membahas mengenai persiapan tim melaksanakan pengabdian di Taman Kahuripan Desa Pranggong. Kecamatan Arahan. Kabupaten Indramayu walaupun secara daring melalui zoom meeting karena perkuliahan masih Pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan Selanjutnya yaitu melaksanakan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan dengan pengelola Taman Kahuripan yang sudah ditentukan jadwalnya pada tanggal 20-27 September 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Kuwu Pranggong yaitu Bapak H. Syaripudin. Hasil yang diperoleh adalah time schedule pelaksanaan, deadline persiapan, peralatan apa saja yang diperlukan, biaya pelaksanaan kegiatan, dan persiapan apa saja yang perlu untuk persiapan pelaksanaan. Selanjutnya pada tanggal 14 September 2024, tim pengabdian melakukan diskusi dengan Perangkat Desa Pranggong. Diskusi dengan ketua dan wakil Pengelola Taman Kahuripan yaitu Bapak Dedi Mulyanto dan Bapak Sholehudin dimulai pukul 09. 00 sampai dengan 00, bertempat di Desa Pranggong. Pada diskusi tersebut membicarakan tentang mengingat kembali tujuan tim melaksanakan pengabdian, penentuan jadwal sosialisasi eduwisata dan pelatihan-pelatihan, penentuan tata letak penamaan bunga, letak mesin Sanyo dan pipa saluran air untuk penyiraman bunga, wahana bermain anak-anak yaitu ayunan dan jungkitan, serta berbincang mengenai permasalahan di desa terkait dengan pengelolaan taman desa. Gambar 1. Sosialisasi dengan Warga Hasil yang diperoleh dari diskusi tersebut adalah: jadwal sosialisasi eduwisata dan pelatihan-pelatihan, tata letak penamaan bunga, tata letak mesin Sanyo, dan wahana bermain anak-anak. Penamaan bunga dengan bahasa latin Gambar 2. Pelatihan dan Budidaya Tanaman Agenda berikutnya adalah pelatihan dan budidaya tanaman pada wisata taman bunga Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. dengan tema: AuMelalui Pelatihan dan Budidaya Tanaman dapat Memperbaiki Struktur Ekonomi Masyarakat Bidang Manajemen. Pelatihan ini dihadiri oleh pengelola Taman Kahuripan dengan pemateri Anilia Ratnasari. Pd. , sebagai ahli di bidang Biosistematika Tumbuhan dan Fisiologi Tumbuhan. Tim pengabdian berkoordinasi dengan ketua pengelola taman, yaitu Bapak Dedi Mulyanto untuk menentukan jadwal pelatihan dan pendampingan pada pengelola taman wisata bunga. Pemateri pada pelatihan ini yaitu Ibu Sukhriyatun Fitriyah. SKM. MKM. Beliau ahli di bidang dasar kesehatan lingkungan. pengelolaan limbah domestik dan industri. Hasil dari pelatihan manajemen usaha adalah para pengelola taman desa telah merencanakan pengembangan Pengelola Taman Kahuripan untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Gambar 3. Bersih Bersih Taman Kahuripan Persentase Angket Hasil Pretest dan Posttest Mitra Tim Pengelola Taman Desa Tabel 2. Persentase Pretest dan Posttest Pengelolaan Eduwisata Taman Desa Tabel 1. Rencana Jangka Pendek. Jangka Menengah, dan Jangka Panjang Jangka Pendek Jangka Menengah (Tahun 2024 Ae A Menerapkan hasil pelatihan yang didapat A Melakukan kerja sama dengan desa lain A Memperkuat jejaring sosial A Melakukan promosi kepada sekolah TK. SD, dan komunitas A Memberikan wahana wisata A Menjaga dan A Menjaga dan merawat alat merawat wahana yang tersedia A Melakukan budidaya TOGA anaman obat Jangka Panjang (Tahun 2024 Ae A Mengembangkan eduwisata menjadi Responden Mitra Pre-test (%) Post-test (%) R-1 37,5% R-2 87,5% R-3 37,5% R-4 R-5 12,5% 87,5% R-6 37,5% 87,5% R-7 12,5% R-8 R-9 87,5% R-10 87,5% Berdasarkan persentase hasil pretest dan posttest pada pada tabel dan gambar tersebut dengan persentase terendah 25% dan tertinggi 87,5% atau 88%, maka menunjukkan kenaikan sekitar 60 sampai dengan 70% terhadap pengetahuan dan pemahaman mitra pengelola taman Desa Pranggong pada pengelolaan eduwisata AuTaman Wisata BungaAy Desa Pranggong yang dilaksanakan tim PKM mengelola taman desa menjadi eduwisata dan budidaya taman wisata bunga Desa Pranggong. Arahan-Indramayu. A Melengkapi dan menambah wahana yang ada A Melakukan promosi dan A Menjaga dan merawat alat yang Langkah yang diambil oleh tim pengabdian selanjutnya adalah melaksanakan jadwal bersihbersih taman dan penataan kembali bunga-bunga di taman supaya elok dan asri. Karena kondisi taman sekarang tidak terurus, banyak rumputrumput liar yang meninggi dan bahkan kering karena musim kemarau sehingga banyak bunga yang layu dan mati. Kemudian dilakukan pula pre dan post test untuk melihat sejauh mana pemahaman mitra pengelola taman kahuripan pada teknologi budidaya tanaman bunga sebagaimana dalam tabel berikut. PKM Desa Pranggong. Kecamatan Arahan. Kabupaten Indramayu dalam mengelola Taman Desa menjadi Eduwisata dan Budidaya AuTaman Wisata BungaAy (Eny Tarsinih. Anilia Ratnasari. Sukhriyatun Fitriya. Tabel 3. Persentase Angket Hasil Pretest dan Posttest Pemahaman Mitra Pengelola Taman Kahuripan Pada Teknologi Budidaya Tanaman Bunga Responden Mitra Pre-test (%) maka hasil budidayanya pun meningkat. Terjadi peningkatan sarana dan prasarana juga, seperti adanya prasarana mainan anak-anak, lampu taman, dan sistem pengairan. Lalu edukasi yang diberikan pemberian papan nama ilmiah di setiap bunga dan komposter tanam. Post-test (%) R-1 R-2 28,5% 85,7% R-3 28,5% 85,7% R-4 14,2% 85,7% R-5 42,8% R-6 42,8% R-7 28,5% R-8 R-9 42,8% 85,7% R-10 28,5% 71,4% Semakin banyaknya pengunjung maka tempat wisata semakin ramai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, hanya sampah jangan sampai tidak diperhatikan. Perlu ada kontrol dari pengelola Taman Wisata Bunga terhadap keamanan dan kenyamanan pengunjung, jangan sampai banyak pengunjung mengundang kejahatan, terutama yang membawa kendaraan pribadi ke tempat eduwisata Taman Wisata Bunga. Banyak anak-anak yang membawa motor listrik ke tempat eduwisata, jadi perlu ada yang menjaga tempat parkir dan diberikan tiket masuk supaya terhitung jumlah harian Berdasarkan persentase hasil pretest dan posttest pada pada tabel dan gambar tersebut dengan persentase terendah 30% dan tertinggi 100%, maka menunjukkan kenaikan sekitar 70% terhadap pengetahuan dan pemahaman mitra pengelola Taman Kahuripan pada teknologi budidaya tanaman bunga yang dilaksanakan tim PKM mengelola taman desa menjadi eduwisata dan budidaya AuTaman Wisata BungaAy Desa Pranggong. Arahan-Indramayu. DAFTAR PUSTAKA