e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2023. Vol. 2 No. MANFAAT PENERAPAN OUTDOOR LEARNING DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPASIAL Yenni Novita Harahap1. Sofia Idawati Lubis2. Arianto3. Lailan Syafira Putri Lubis4. Ummu Atiqoh5 1,2,3,4,5 Universitas Alwashliyah Medan yenninovita17@gmail. com1, sofya. romianda@gmail. com2 , lukiarianto91@gmail. syafiralubis1993@gmail. com4 ummu. atiqah17@gmail. ABSTRAK Pendidikan penting untuk diterapkan sejak usia dini. Melalui Pendidikan, kecerdasan majemuk yang dimiliki anak dapat dikembangkan. Howard Gardner mengemukakan ada sembilan kecerdasan yaitu, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan visualspasial, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan eksistensial. Pada sekolah SD Muhamaddiyah 01 Medan, kami melihat rendahnya tingkat kecerdasan spasial siswa yang dikarenakan sejauh ini siswa hanya di perlihatkan bentuk melalui gambar gambar 2 dimensi. Kecerdasan spasial atau kemampuan untuk memahami dan mengorganisir informasi dalam bentuk spasial . uang dan bentu. memiliki banyak manfaat dan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan outdoor learning, atau pembelajaran di luar ruangan, telah banyak diteliti dan terbukti memberikan berbagai manfaat bagi proses belajar-mengajar. Berikut adalah beberapa latar belakang mengapa outdoor learning dapat membantu meningkatkan kecerdasan spasial: Interaksi langsung dengan lingkungan fisik: Dalam lingkungan luar ruang, siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik, seperti taman, hutan, atau taman bermain. Kegiatan ini terlaksanan dengan baik. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai pengawal kegiataan yaitu berjalan mengelilingi Taman Cadika Medan sambil bernyanyi dan bergembira. Kemudian melihat dan memperhatikan keadaan sekitar serta menuangkannya dalam sebuak karangan menggunakan bahasa mereka Para siswa diarahkan untuk mengsmbil daun-daun yang berguguran di tanah dengan warna dan bentuk yang berbeda. Kemudian siswa dan para guru pendamping bersama-sama duduk pada suatu tempat dengan cara perkelompok. Setiap kelompok memiliki satu guru pembimbing atau pelaksana pengabdian. Setelah kegiatan itu masing-masing kelompok mulai melakukan kegiatan lain, seperti memasak, bermain terompa, menebak nama tumbuhan dan hewan. kegiatan terakhir dari pelaksanaan ini setiap anak dalam anggota kelompok mempunyai tugas untuk menuliskan dan menceritakan pengalaman yang ia dapatkan melalui kegiatan ini. Sebagian besar siswa merasa bahagia dan gembira karena telah diberi kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran di luar sekolah. Kata Kunci : Outdoor Learning. Kecerdasan Spasial. ABSTRACT Education is important to be applied from an early age. Through the Educator, the concentric intelligence that a child possesses can be developed. Howard Gardner argued that there are nine types of intelligence: musical intelligence, kinesthetic, logical-mathematical, verbal-linguistic, visual-spatial, interpersonal, intrapersonnel, naturalistic, and existential intelligence. At SD Muhamaddiyah 01 Field, we saw a low level of student spatial intelligence due to the fact that so far students were only shown shapes through twodimensional pictures. Spatial intelligence or the ability to understand and organize information in spatial forms . paces and shape. has many benefits and relevance in everyday life. Outdoor learning, or outdoor learning, has been studied extensively and has proven to provide a variety of benefits to the learning-teaching Here are some backgrounds why outdoor learning can help enhance spatial intelligence: Direct interaction with the physical environment: In an outdoor environment, students have the opportunity to interact directly with a physical environment, such as a park, forest, or playground. This activity is well run. The e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2023. Vol. 2 No. activities carried out as a guard of activity are walking around Cadika Medan Park while singing and Then look and observe the circumstances and pour them into a bowl using their own language. The students were instructed to smell the leaves that sprang up on the ground in different colors and shapes. Then the students and the accompanying teachers sat together somewhere in a group way. Each group has one mentor or dedication executor. After that activity each group starts doing other activities, such as cooking, playing pompa, guessing the names of plants and animals. The last activity of this implementation each child in the group has a task to write down and tell the experiences he has gained through this activity. Most students feel happy and happy to have been given the opportunity to pursue their learning outside of school. Keywords: Outdoor Learning. Spasial Inteligence. PENDAHULUAN Pendidikan adalah segala kegiatan pembelajaran yang berlangsung sepanjang zaman dalam segala situasi kegiatan kehidupan. Pada dasarnya pendidikan wajib bagi siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, karena menjadi dewasa, cerdas, dan matang adalah hak asasi manusia pada umumnya. Pendidikan penting untuk diterapkan sejak usia dini. Melalui Pendidika, kecerdasan majemuk yang dimiliki anak dapat Howard Gardner mengemukakan ada sembilan kecerdasan yaitu, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan eksistensial. Menurut PaAoindu . Kecerdasan yang menjadi tujuan utama dalam pendidikan adalah kecerdasan visual-spasial. Karena kecerdasan visual-spasial adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam memvisualisasikan gambar di dalam pikirannya atau kemampuan anak berpikir dalam bentuk visual untuk memecahkan suatu masalah atau menemukan jawaban. Kecerdasan ini mencakup kemampuan untuk memahami dan mengoperasikan dunia visual dan spasial di sekitar kita. Orang yang memiliki kecerdasan spasial yang baik memiliki kemampuan untuk: Memvisualisasikan objek, bentuk, dan pola dalam pikiran mereka. Menggambar atau membuat gambar dengan baik. Mengenali dan mengingat arah atau orientasi ruang dengan mudah Mengartikan peta, diagram, atau ilustrasi dengan cepat. Menghadirkan ide dalam bentuk visual atau gambar untuk membantu dalam pemecahan masalah. Menavigasi dengan mudah di lingkungan fisik dan memahami hubungan spasial antara objek. Sekolah sebagai landasan instruktif harus membidik kualitas seseorang, dan bukan hanya mencari Padahal tidak dapat dipungkiri bahwa persekolahan di Indonesia telah menjadisesuatu yang dijunjung tinggi oleh kalangan tertentu menurut Wiguna . Maka dari itu, perlunya dalam dunia pendidikan khususnya sekolah yang secara langsung perperan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan peserta didiknya. Pada sekolah SD Muhamaddiyah 01 Medan, kami melihat rendahnya tingkat kecerdasan spasial siswa yang dikarenakan sejauh ini siswa hanya di perlihatkan bentuk melalui gambar gambar 2 dimensi. Kecerdasan spasial atau kemampuan untuk memahami dan mengorganisir informasi dalam bentuk spasial . uang dan bentu. memiliki banyak manfaat dan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam banyak situasi, kemampuan untuk memvisualisasikan dan memahami permasalahan secara spasial membantu dalam menemukan solusi yang lebih efisien. Contoh dari kecerdasan ini adalah memahami bagaimana merakit suatu produk, mengorganisir ruang untuk efisiensi maksimal, atau memecahkan masalah matematika yang melibatkan representasi visual. Pemahaman visual: Kecerdasan spasial memungkinkan individu untuk lebih memahami dan mengingat informasi dalam bentuk visual. Ini sangat penting dalam pembelajaran, termasuk memahami diagram, grafik, dan ilustrasi. Bagi mereka yang tertarik pada seni dan kreativitas, kecerdasan spasial sangat penting dalam menciptakan karya seni, merancang desain, atau mengembangkan animasi. Dengan melakukan analisis situasi yang komprehensif, sekolah dan para pengambil keputusan akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kelayakan dan manfaat penerapan outdoor learning untuk meningkatkan kecerdasan spasial siswa. Hal ini juga dapat membantu merancang rencana aksi yang efektif untuk mengimplementasikan metode pembelajaran yang tepat dan memastikan dukungan yang memadai dari berbagai pihak terkait. Penerapan outdoor learning, atau pembelajaran di luar ruangan, telah banyak diteliti dan terbukti e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2023. Vol. 2 No. memberikan berbagai manfaat bagi proses belajar-mengajar. Berikut adalah beberapa latar belakang mengapa outdoor learning dapat membantu meningkatkan kecerdasan spasial: Interaksi langsung dengan lingkungan fisik: Dalam lingkungan luar ruang, siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik, seperti taman, hutan, atau taman bermain. Mereka dapat mengamati berbagai objek dan struktur di lingkungan tersebut, seperti pohon, batu, sungai, dan lainnya. Interaksi langsung dengan elemenelemen ini dapat membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang ruang dan bentuk. Latihan visualisasi: Aktivitas di luar ruangan sering melibatkan pengamatan objek dan lingkungan yang berbeda. Dengan melihat berbagai bentuk, ukuran, dan tekstur, siswa dapat melatih kemampuan visualisasi mereka. Ini membantu mereka dalam mengembangkan representasi mental tentang ruang dan bentuk-bentuk yang berbeda. Pengalaman tangan-tentang: Siswa sering kali dapat menyentuh, meraba, dan memanipulasi objek di lingkungan luar ruang. Contohnya, ketika mereka mengumpulkan batu-batu di tepi pantai atau merakit model dari bahan-bahan alami. Aktivitas semacam ini membantu meningkatkan persepsi sensorik dan pemahaman spasial mereka. Peta dan orientasi: Saat berada di luar ruangan, siswa sering berhadapan dengan situasi yang memerlukan orientasi dan penggunaan peta. Mereka harus memahami arah, jarak, dan hubungan spasial antara lokasi yang berbeda. Hal ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan navigasi mereka. Aktivitas berbasis permainan dan tantangan: Outdoor learning sering melibatkan aktivitas berbasis permainan atau tantangan yang memerlukan pemecahan masalah spasial. Misalnya, mencari jalur terpendek menuju titik tertentu, memecahkan teka-teki bentuk atau arah, dll. Pembelajaran lintas disiplin: Lingkungan luar ruang menyediakan kesempatan untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti geografi, biologi, matematika, seni, dan sejarah. Dengan menghubungkan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran ini dengan lingkungan fisik, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ruang dan Dengan demikian, penerapan outdoor learning memberikan lingkungan yang stimulatif dan kontekstual bagi perkembangan kecerdasan spasial pada siswa. Ini membantu mereka tidak hanya dalam mencapai keberhasilan akademis, tetapi juga dalam mengembangkan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka. Pemasalahan Mitra Permasalahan atau tantangan yang mungkin dihadapi dalam melibatkan mitra untuk melaksanakan outdoor learning guna meningkatkan kecerdasan spasial antara lain : Akses ke area Outdoor Perizinan dan Keamanan Sumberdaya dan perlengkapan Cuaca dan Lingkungan Pengawasan dan pengendalian kelompok Keterbatasan teknologi Maka dengan demikian diperlukan pemikiran yang matang, kolaborasi dengan mitra yang tepat, dan perencanaan yang cermat, outdoor learning dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan spasial siswa. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Outdoor Learning yang di laksanakan mencakup bermain sambil belajar, memasak sambil belajar dan menulis serta mengepresikan pengalaman selama kegiatan berlangsung. Metode yang pelaksanaan pengabdian dilakukan melaui game edukasi dengan pola outbond yang bertujuan agar semua kegiatan yang dilaksanakan dapan meningkatan kemampuan spasia Ae visual dan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini di laksanakan dalam satu hari yaitu pada hari kamis, 19 Januari 2023 pukul 00 Ae 14. 00 di Taman Cadika yang beralamat Jalan Citra Wisata Medan Johor Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini di ikuti oleh 60 siswa kelas II SD Muhamaddiya 01 Medan dan 10 guru pendamping dari sekolah SD Muhamaddiyah 01 Medan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini terlaksanan dengan baik. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai pengawal kegiataan yaitu berjalan mengelilingi Taman Cadika Medan sambil bernyanyi dan bergembira. Kemudian melihat dan memperhatikan keadaan sekitar serta menuangkannya dalam sebuak karangan menggunakan bahasa mereka Para siswa diarahkan untuk mengsmbil daun-daun yang berguguran di tanah dengan warna dan bentuk e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2023. Vol. 2 No. yang berbeda. Kemudian siswa dan para guru pendamping bersama-sama duduk pada suatu tempat dengan cara perkelompok. Setiap kelompok memiliki satu guru pembimbing atau pelaksana pengabdian. Setelah kegiatan itu masing-masing kelompok mulai melakukan kegiatan lain, seperti memasak, bermain terompa, menebak nama tumbuhan dan hewan. kegiatan terakhir dari pelaksanaan ini setiap anak dalam anggota kelompok mempunyai tugas untuk menuliskan dan menceritakan pengalaman yang ia dapatkan melalui kegiatan ini. Sebagian besar siswa merasa bahagia dan gembira karena telah diberi kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran di luar sekolah. Kita ketahui bahwa siswa-siswi khusunya Sekolah Dasar masih cenderung menyukai bermain, sehingga alangkah baiknya jika pembelajaran dilakukan secara lebih menarik yang membuat siswa bisa lebih aktif dan kreatif, yaitu dengan dilakukan belajar diluar sekolah, caraini bisa dilakukan guru dalam proses pembelajaran agar siswa pun bisa terjun langsung dan melihat secara langsung materi pembelajaran yang akan mereka pelajari, maka dengan itu siswa akan lebih cepat menangkap atau menyerap suatu pembelajaran yang diberikan, dan secara otomatis rasa keingintahuan mereka akan muncul dengan sendirinya, dan juga mereka bisa menjadi lebih aktif, apalagi dalam pembelajaran PKN erat kaitanya dengan kehidupan masyarakat sehingga strategi ini bisa dipraktekan atau dicoba oleh pendidik . andini, 2. Putriana . menyatakan bahwa dengan bermain di luar sekolah anak dapat memecahkan masalah, mengingat tujuan, belajar membaca peta, mengenali ciri dari sebuah objek dan mampu mengkoordinasikan mata dan tangan dan meningkatkan kemampuan motorik halusnya. Begitu juga menurut Prastyaningsih . Kecerdasan visual-spasial anak dapat dikembangkan dengan berbagai cara, antara lain dengan mencoret gambar, bermain konstruktif, dan merancang. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran di luar sekolah . utdoor Learnin. dapat meningkatkan kecerdasan spasial di karenakan dengan belajar di luar sekolah anak-anak lebih bisa untuk melihat, menemukan, merasakan dan berimajinasi secara e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2023. Vol. 2 No. Gambar 1. Kegiatan Outdoor Learning KESIMPULAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini yang berjudul AuManfaat Penerapan Outdoor Learning dalam meningkatkan Kecerdasan SpasialAy terlakaksana dngan baik. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Cadika. Jalan Karya Wisata Medan Johor. Medan Ae Sumatera Utara bersama siswa kelas II SD Muhammadiyah 01 Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang siswa, 10 orang guru. Kegiatan ini mendapat respond an tanggapan baik dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Ucapan Terima Kasih