Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pendekatan Interaktif dalam Edukasi Menabung untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Siswa di SB Kampung Bharu Malaysia Siska Lelani1. Firdaus2. Joko Setyo Hartono3. Aimatuz Zahro4 Universitas Muhammadiyah Semarang. Indonesia siskalaelani0@gmail. com1, firdaus. fatir37@gmail. com2, joko@gmail. Submitted: 27th March 2024 | Edited: 24th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Lelani. Firdaus. Hartono. , & Zahro. Pendekatan Interaktif dalam Edukasi Menabung untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Siswa di SB Kampung Bharu Malaysia. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 273-281. ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif program pendidikan menabung untuk siswa sekolah dasar di SB Kampung Bharu. Kuala Lumpur. Malaysia. Program ini melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan tujuan memperkenalkan konsep uang dan pentingnya menabung sejak dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pemberian materi, diskusi, dan praktik langsung. Kegiatan edukasi meliputi pengenalan mata uang, simbol, dan pahlawan pada uang rupiah, serta edukasi tentang cara menyimpan dan menjaga uang. Siswa juga diajari tentang pentingnya menabung melalui diskusi interaktif dan praktik membuat celengan dari bahan bekas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang berbagai aspek keuangan, termasuk nilai uang, sejarah di balik simbol-simbol pada mata uang, dan pentingnya menjaga uang mereka dengan aman. Diskusi tentang menabung berhasil menanamkan kebiasaan positif dan pemahaman mengenai pentingnya memiliki cadangan uang untuk kebutuhan mendesak atau tujuan jangka panjang. Praktik membuat celengan tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa tetapi juga memperkuat pemahaman mereka tentang konsep Kata Kunci: Edukasi. Pengenalan Mata Uang. Menabung. Literasi. Kreativitas ABSTRACT This study aims to determine how effective the savings education program is for primary school students in SB Kampung Bharu. Kuala Lumpur. Malaysia. The program involved students from grade 1 to grade 6, to introduce the concept of money and the importance of saving early on. The methods used in this activity include material provision, discussion, and hands-on practice. Educational activities include the introduction of currency, symbols, and heroes on rupiah money, as well as education on how to save and protect money. Students were also taught about the importance of saving money through interactive discussions and practice making piggy banks from used materials. The results showed that students had an increased understanding of various aspects of finance, including the value of money, the history behind the symbols on currency, and the importance of keeping their money safe. Discussions about saving money succeeded in instilling positive habits and an understanding of the importance of having spare money for urgent needs or long-term The practice of making piggy banks not only enhanced students' creativity but also strengthened their understanding of the concept of saving money. Keywords: Education. Currency Recognition. Saving. Literacy. Creativity Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, setiap manusia berhak mendapatkan Pendidikan yang maksimal dan mampu berkembang didalamnya, pendidikan juga merupakan proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk keberlangsungan kehidupan. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkanpotensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan (Munir et al. , 2. Selain itu tidak semua anak-anak mendapatkan pendidikan yang maksimal contoh saja anak-anak migran Indonesia yang ada di Malaysia terkendala masalah pendidikan karena status legalitasnya yang belum jelas, selain itu kurangnya akses Pendidikan bagi anak-anak migran disebabkan oleh kebijakan Pendidikan yang restriktif terhadap anak non- warga negara Malaysia, pemerintah Indonesia menindak lanjuti dengan pertemual bilateral yang mana pemerintah Malaysia secra resmi melegalkan pendirian Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan pemerintah Indonesia mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( Community Learning Center/ CLC) yang menjembatani anakanak imigran untuk lebih mudah mengakses pendidikan. Sangat penting bagi anak-anak untuk mengenal uang dan belajar menabung sejak dini (Endah et al. , n. Jika anak-anak tahu apa itu uang, bagaimana menggunakannya, dan pentingnya menabung, mereka dapat membangun dasar yang kuat untuk mengelola keuangan mereka di masa depan serta menanamkan budaya hidup yang sederhana dengan mengajarkan anak-anak untuk mempertimbangkan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan (Sabilla et al. , 2023. Lasmiatun et al. ,2. Studi menunjukkan bahwa kebiasaan keuangan yang baik sering muncul saat anak-anak dan memiliki dampak pada kehidupan keuangan seseorang dalam jangka panjang (Shim et , 2. Pendidikan literasi keuangan sangat dipengaruhi oleh peran kedua orang tua. Anak-anak yang memiliki penghasilan perlu belajar mengelola keuangan dengan baik, termasuk dalam hal menabung. Literasi keuangan sejak dini sangat penting, di mana anak-anak harus dilatih untuk mengelola uang mereka dan diberikan dorongan untuk meningkatkan kebiasaan menabung yang baik demi masa depan yang lebih baik (Sari et , 2. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Banyak orang telah mengakui betapa pentingnya mengajarkan anak-anak tentang pendidikan dalam mengatur keuangan. Studi yang dilakukan oleh (Lusardi & Mitchell, 2. menemukan bahwa kurangnya pengetahuan keuangan dikaitkan dengan membuat keputusan keuangan yang buruk dan tidak dapat mengelola utang dengan baik. Oleh karena itu, menjadi semakin penting untuk mengajarkan anak-anak dasar-dasar keuangan, seperti cara mengenali uang dan membuat kebiasaan menabung sejak usia dini. Pendidikan keuangan menjadikan anak individu yang cerdas dalam menyimpan dan mengelola uang (Korselinda et al. , 2. Sering kali, program pendidikan keuangan untuk anak-anak dimulai dengan pengenalan mata uang. Metode ini membantu anak-anak memahami bahwa uang memiliki nilai yang dapat ditukar dengan barang dan jasa, serta mengajarkan mereka mengenali berbagai jenis uang kertas dan koin serta konsep dasar transaksi. Pengenalan ini merupakan langkah awal yang penting dalam pendidikan keuangan. Konsep menabung adalah bagian penting dari mengajarkan anak-anak tentang keuangan mereka selain memperkenalkan mereka dengan mata uang. Penundaan kepuasan, perencanaan, dan pengelolaan sumber daya adalah semua keterampilan yang diajarkan kepada anak-anak melalui kebiasaan menabung (Drever et al. , 2. Anakanak belajar menabung untuk merencanakan masa depan dan memahami pentingnya memiliki cadangan uang untuk kebutuhan mendesak atau tujuan jangka panjang dalam persiapan kehidupan yang lebih baik (Nomor & Vidia, 2. Edukasi tentang menabung di institusi pendidikan dan rumah tangga telah menunjukkan hasil yang positif. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh (Drever et al. menemukan bahwa anak-anak yang mengikuti program tabungan sekolah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mengelola uang mereka dan lebih cenderung untuk menabung secara teratur. Selain itu, orang tua dapat membantu anakanak mereka memahami dan mengembangkan kebiasaan keuangan yang baik dengan mengajarkan mereka tentang hal itu (Jorgensen & Savla, 2. Di dunia pendidikan, pemahaman tentang uang sangat penting, terutama untuk anak usia dini dan siswa sekolah dasar. Pemahaman keuangan sangat penting untuk mereka miliki ketika mereka memasuki usia produktif pada masa mendatang. Ini adalah kemampuan hidup yang penting. Sangat penting untuk mengajarkan anak-anak bagaimana mengelola keuangan mereka untuk masa depan mereka sendiri. OJK Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. menekankan bahwa salah satu kecakapan hidup penting yang ditanamkan pada anak adalah literasi finansial, yang mencakup mengatur dan mengelola uang untuk dibelanjakan dengan bijak, diinvestasikan, atau ditabung. Siswa sejak usia dini atau sekolah dasar harus diajarkan cara menabung (Asri Dwi Ariyani et al. , 2. Tidak hanya kemampuan seseorang untuk menangani masalah keuangan, tetapi literasi finansial juga berkaitan dengan sikap mereka terhadap keuangan. Sikap finansial adalah sikap yang terbuka terhadap informasi keuangan, berorientasi pada masa depan, tidak impulsif dan konsumtif, dan bertanggung jawab (Krisdayanthi & Wijaya, 2. Meskipun banyak upaya telah dilakukan untuk mengajarkan anak-anak tentang keuangan, masih ada berbagai masalah. Salah satunya adalah pelajaran keuangan yang diajarkan di sekolah tidak konsisten atau standar. Selain itu akses pendidikan dan kurangnya tenaga pengajar yang mumpuni untuk anak-anak migran yang menjadi salah satu hambatan bagi anak-anak migran untuk mendapatkan pengetahuan dasar tentang literasi mata uang dan edukasi menabung. Untuk menemukan cara terbaik untuk mengajarkan anak-anak tentang uang dan menabung dan untuk mengetahui seberapa efektif program-program ini dalam jangka panjang, penelitian lebih lanjut diperlukan. Dengan memahami pentingnya pengenalan mata uang dan edukasi menabung, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai strategi dan pendekatan yang dapat digunakan oleh pendidik dan orang tua dalam mendidik anak-anak tentang keuangan. Melalui tinjauan literatur dan observasi secara langsung, diharapkan dapat ditemukan cara-cara yang lebih efektif untuk meningkatkan literasi keuangan anak-anak dan membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. METODE Sasaran Kegiatan Siswa sekolah dasar di SB Kampung Bharu. Kuala Lumpur. Malaysia, dan siswa dari kelas satu hingga enam adalah target dari kegiatan pengabdian masyarakat yang Model Pelaksanaan Kegiatan Untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, berbagai pendekatan digunakan, termasuk pendekatan pendidikan dan praktik. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut: Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Kegiatan Metode Pengenalan mata uang Materi Pengenalan simbol dan pahlawan yang ada Materi & Diskusi di uang rupiah Edukasi dalam menyimpan & menjaga uang Diskusi Pengenalan apa itu menabung Diskusi Membuat celengan Praktik Sumber: Kegiatan PKM, 2024 PEMBAHASAN Sebelum membahas hasil penelitian, berikut adalah rincian kegiatan yang dilakukan pada 14 Februari dan 21 Februari. Hari Pertama (Tanggal 14 Februari 2. Gambar 1. Edukasi Pengenalan Mata Uang dan Pentingnya Menabung Pada tanggal 14 Februari 2024, telah dilakukan kegiatan pengenalan mata uang, pengenalan simbol dan pahlawan yang ada di uang rupiah, serta penjelasan konsep apa itu menabung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar pada anak-anak mengenai pentingnya mengenal mata uang negara mereka dan pentingnya menabung. Materi yang disiapkan dan disampaikan menggunakan Microsoft Powerpoint agar lebih menarik dan mudah dipahami. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Hari Kedua (Tanggal 21 Februari 2. Gambar 2. Praktik Membuat Celengan Pada tanggal 21 Februari 2024, merupakan hari dimana anak-anak melakukan praktik membuat celengan yang dimulai pada jam 14. 00 Ae 16. 00 MYT, dengan melibatkan 29 siswa dari kelas 1, 2, dan 3 serta dua pelaksana. Dalam tahap pengenalan mata uang, siswa dikenalkan dengan berbagai macam mata uang rupiah. Melalui materi yang disampaikan, siswa belajar mengenali nilai mata uang dan pentingnya mengenal mata uang yang digunakan dalam transaksi sehari-hari. Hasilnya, siswa menujukan peningkatan pemahaman tentang jenis-jenis uang dan Selanjutnya dalam tahap pengenalan simbol dan pahlawan pada mata uang rupiah, kegiatan ini materi dan diskusi yang mana siswa belajar tentang berbagai simbol dan gambar pahlawan yang terdapat di uang rupiah. Melalui diskusi, siswa menjadi lebih tertarik dan menujukan peningkatan dalam mengenali simbol-simbol penting dan arti Edukasi dalam menyimpan dan menjaga uang untuk siswa, dalam diskusi ini anak-anak diajari bagaimana cara menyimpan dan menjaga uang serta memberikan pemahaman tentang pentingnya keamanan dalam pengelolaan uang. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga uang mereka dengan baik dan tidak mudah kehilangan ataupun dirusak nilainya. Selain itu anak-anak diajarkan apa itu menabung, tahap ini melibatkan diskusi interaktif tentang mengapa menabung itu penting. Siswa belajar tentang manfaat menabung, seperti memiliki dana cadangan untuk keperluan mendadak atau membeli barang yang diinginkan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa siswa memahami pentingnya menabung dan mulai berpikir tentang cara mengatur keuangan mereka. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Terakhir adalah praktik membuat celengan, dalam tahap ini, siswa diajak untuk membuat celengan dari bahan bekas seperti botol plastik dan kardus. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa cara menabung, tetapi juga mengembangkan kreativitas mereka dalam memanfaatkan barang - barang yang ada di sekitar. Anak-anak diberikan kebebasan dalam membuat celengan, anak-anak diberikan peralatan seperti kertas warna, lem, pewarna untuk membuat celengan yang mereka inginkan, dan anak-anak dibolehkan membawa hasil kreasi celengan untuk dibawa pulang ke rumah. Anak-anak sangat antusias dan aktif dalam membuat celengan mereka sendiri, serta menunjukkan pemahaman praktis tentang konsep menabung. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi menabung bagi anak-anak ini menunjukkan bahwa pendekatan yang interaktif dan praktis sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang literasi keuangan. Metode yang digunakan, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga praktik langsung, dan berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Gambar 3. Foto Bersama setelah Praktik Membuat Celengan KESIMPULAN Hasil dari setiap kegiatan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami teori tentang menabung dan pengelolaan uang, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan mata uang dan simbol-simbol pada uang rupiah membantu siswa menghargai nilai uang dan sejarah di baliknya. Edukasi tentang cara menyimpan dan menjaga uang mengajarkan siswa pentingnya keamanan dalam mengelola keuangan. Diskusi tentang konsep menabung menanamkan kebiasaan positif yang diharapkan akan terbawa hingga dewasa. Praktik membuat celengan dari bahan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. bekas tidak hanya mengajarkan cara menabung tetapi juga mendorong kreativitas dan kesadaran lingkungan. Secara keseluruhan, program edukasi menabung ini telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu membentuk kebiasaan menabung dan kesadaran finansial sejak dini. Rekomendasi untuk kegiatan serupa di masa mendatang adalah meningkatkan frekuensi program, melibatkan orang tua dalam proses edukasi, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA