Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. December 2025 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak Bangsa Angga Alfarizi1. Ilman Zikrah2. Melina Dwi Putri3. Tessa Agustina4. Tiwi Tamara5 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu anggaalfarizi422@gmail. abe815183@gmail. dwiputrimelina@gmail. tessaagustina1012@gmail. tamaratiwi22@gmail. Abstract This study will discuss the role of Islamic religious education in schools in shaping students' Islamic Religious Education (PAI) is one of the important pillars in character Character education will develop well if it begins with the instilling of a religious spirit in children, therefore PAI material in schools becomes one of the supports for character Islamic Religious Education is one of the media that can be used in the world of education to shape the character of students. This study uses the Library Research Method, data collection techniques obtained from library sources in the form of journals. Education according to Islamic teachings aims to develop personality and shape the character of the younger generation, this is very necessary because as the next generation will have a noble future accompanied by good morals or what in Islam is called Akhlakul Karimah. In the family environment, parents have a very important role in developing personality and shaping the personality of the NATION's generation of children, especially their children. Keywords: Character Education. Islamic Religious Education. How to cite this article: Alfarizi. Zikrah. Putri. Agustina. Tamara. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak Bangsa. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10. , 214-219. Received: 7/15/2025 Revised: 10/13/2025 Accepted: 11/2/2025 Vol. No. December 2025 | Pages. 214-219 | 215 PENDAHULUAN Pendidikan Islam dapat dipahami sebagai upaya membina dan mengembangkan kepribadian manusia, mulai dari jasmani hingga rohani, secara terpadu dan progresif. Pendidikan Islam mengembangkan manusia dalam kerangka keseimbangan antara nilainilai internal dan eksternal yang dimodelkan dalam doktrin Islam Dilihat dari praktiknya, pendidikan agama Islam atau pendidikan agama di sekolah hanya pembelajaran agama, sehingga belum mampu membentuk manusia yang bermoral, padahal hakikat pendidikan Islam adalah pendidikan akhlak. Akibat praktik tersebut. Pendidikan Agama Islam dinilai tidak mampu menjalankan amanat undang-undang yang menjadi dasar dan tujuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam ketentuan yang berkaitan dengan sistem pendidikan Nasional Dengan alokasi waktu seperti itu, jelas mustahil membekali siswa dengan ilmu agama, perilaku, dan keterampilan yang memadai. (Arlina et al. , 2. Pada prinsipnya karakter adalah keyakinan ortodoks yang memberikan kemungkinan kepada manusia untuk hidup berdampingan secara damai dan terciptanya dunia yang penuh dengan kebaikan dan kebijaksanaan, bebas dari kekerasan dan perbuatan asusila. Pengembangan kepribadian adalah proses membangun kepribadian dari buruk menjadi lebih baik sehingga terbentuk kepribadian yang mulia. Tanda keberhasilan pendidikan karakter adalah apakah seseorang yang mengalami sesuatu yang baik . engetahui kebaika. bersifat kognitif, mencintai sesuatu yang baik . oving the goo. bersifat afektif dan berbuat baik . ood actio. bersifat psikomotorik. (Arlina et al. , 2. Pendidikan Agama Islam adalah salah satu media yang dapat digunakan dalam dunia pendidikan untuk pembentukan karakter peserta didik. Banyak sekali tindakan- tindakan kriminal yang terjadi di dalam lingkungan sekolah serta dalam lingkungan masyarakat seperti pelecehan seksual, tawuran antar pelajar, kekerasan dalam lingkungan sekolah serta pelanggaran-pelanggaran HAM lainnya yang terjadi baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. (Puspitasari et al. , 2. Istilah karakter dalam Islam adalah akhlak. Hadits populer dari Nabi Muhammad SAW AuAku diutus untuk menyempurnakan akhlak. Etika. Perilaku Santun, tingkah laku, sopan santun merupakan ekspresi pengalaman nilai-nilai agama Islam Sebagai transformasi nilai moral, pentingnya karakter dalam membangun Konstruksi Sumber Daya Manusia harus diterapkan dengan tepat. Oleh karena itu, untuk menyongsong kemajuan era globalisasi, penyiapan dan penerapan karakter merupakan kebutuhan pendidikan yang penting. (Kulsum & Muhid, 2. METODE Penelitian ini menggunakan Metode Studi Kepustakaan (Library Researc. Teknik pengumpulan data diperoleh dari Sumber pustaka berupa jurnal. Selanjutnya, peneliti menganalisis data-data kepustakaan yang berkaitan sesuai dengan fokus penelitian yakni mengenai Peran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter anak bangsa. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pendidikan Agama Islam This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 216 | Angga Alfarizi1. Ilman Zikrah2. Melina Dwi Putri3. Tessa Agustina4. Tiwi Tamara5 Secara Terminologis arti kata pendidikan dibedakan menjadi dua kata yaitu konsep dan pendidikan. Menurut Saiful Sagala, gagasan atau konsep merupakan hasil himpunan pemikiran manusia yang dituangkan dalam definisi dan menghidupkan produk pengetahuan seperti asas, hukum, dan konsepsi teoritis yang diperoleh dari fakta, peristiwa, dan pengalaman, serta penjelasan dan prediksi. Sedangkan pendidikan adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang dirancang dengan menggunakan materi yang terstruktur, dilaksanakan secara terencana menurut sistem pengawasan, dan dievaluasi secara tepat terhadap tujuan yang ingin dicapai. (Bahri, 2. Makna PAI dalam regulasi di Indonesia yang perlu untuk diketahui bahwa. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Keagamaan dan Pendidikan Keagamaan Bab 1 Pasal 1 dan 2 ditegaskan bahwa AuPendidikan Agama dan Keagamaan itu merupakan pendidikan dilaksanakan melalui mata pelajaran atau kuliah pada semua jenjang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta membentuk sikap, kepribadian manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga keterampilan dan kemampuan peserta didik dalam menyikapi nilai-nilai agama, serta untuk mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang dapat menjalankan dan mengamalkan ajaran agamanyaAy (Kementerian Hukum, 2. (Firmansyah, 2. Di sinilah peran pendidikan sangat dibutuhkan, tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk kepribadian yang baik, kepribadian manusia agar memahami hakikat kehidupan yang sebenarnya. Banyak sekali prinsip-prinsip yang dapat membimbing dan mengembangkan keterampilan manusia, namun prinsip-prinsip yang dapat membimbing, mengembangkan dan membentuk watak dan kepribadian hanya sedikit. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan antara ilmu-ilmu yang mengembangkan dan membentuk manusia dengan ilmu-ilmu yang mengembangkan dan membentuk watak dan kepribadian manusia. (Yunof Candra, 2. Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan pemahaman, keyakinan, dan praktik ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. PAI mencakup pengajaran tentang dasar-dasar keimanan, ibadah, akhlak, hukum-hukum Islam, sejarah, dan budaya Islam. Tujuan utama PAI adalah membentuk generasi yang memiliki kepribadian Islami, berkomitmen terhadap ibadah dan perintah Allah, serta memiliki akhlak yang baik dalam hubungan sosial. PAI juga bertujuan untuk: Meningkatkan keimanan dan ketakwaan: Melalui pengajaran tentang keimanan kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan qadar, peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dan keyakinan yang kuat tentang ajaran Islam. Membangun akhlak mulia PAI mengajarkan prinsip-prinsip akhlak yang baik, seperti jujur, amanah, sabar, ikhlas, dan lain-lain, yang diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang berakhlak Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang ajaran Islam Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 214-219 | 217 PAI memberikan pengajaran tentang berbagai aspek ajaran Islam, seperti fikih, tafsir, hadis, dan sejarah Islam, sehingga peserta didik dapat memiliki pemahaman yang lebih luas tentang ajaran Islam. Menumbuhkan kesadaran untuk mengamalkan ajaran Islam PAI juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan lingkungan sekitar. Membangun karakter dan kepribadian Islami PAI berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian Islami, yang meliputi keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kecintaan pada ajaran Islam. Pembentukan Karakter Anak Bangsa Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berkaitan dengan hubungan mereka dengan Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan keanak BANGSAan. Karakter tercermin dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan tindakan individu, yang didasarkan pada norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Individu yang memiliki karakter baik adalah individu yang mampu membuat keputusan dan bertanggung jawab atas konsekuensi dari keputusan mereka. (Rudiansyah & Saputra, 2. Pelaksanaan Pendidikan Karakter melalui proses pembelajaran, langkah pertama yang harus dilakukan seorang guru adalah merencanakan bagaimana ia akan merencanakan pembelajaran yang dilakukan guru tersebut. Guru menyusun rencana pembelajaran yang disusun secara berurutan dan sistematis yang menguraikan materi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang mencakup pendidikan Pertama, guru menentukan nilai-nilai karakter apa yang akan disampaikan dalam Nilai-nilai karakter hendaknya disesuaikan dengan indikator kompetensi atau materi yang ingin disampaikan guru. Guru juga perlu memikirkan kemana harus menyampaikan nilai-nilai karakter kepada siswa. (Abdi, 2. Membangun karakter memerlukan pelatihan intensif yang tidak sebatas mengajarkan ilmu saja tetapi juga mempelajari bagaimana melatih siswa dalam kebiasaan berperilaku yang baik. Pembiasaan mengharuskan intensitas, frekuensi, durasi, dan efektivitas Pendidikan dikelola dalam ruang dan waktu yang memadai. Pendidikan karakter merupakan inti dari segala upaya pendidikan dan tidak dapat dipisahkan mdari peran lingkungan. Kepribadian dapat dibentuk melalui pendidikan dan kepribadian juga dihubungkan oleh faktor alam Oleh karena itu, diperlukan lingkungan belajar yang kondusif untuk menciptakan kondisi terbaik bagi perkembangan kepribadian siswa. (Kajian & Ilmu, 2. Pembentukan karakter anak bangsa adalah proses membangun dan mengembangkan kepribadian, nilai, dan perilaku yang positif pada generasi muda, dengan tujuan menciptakan individu yang berintegritas, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Dengan pembentukan karakter yang baik, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa. Nilai-nilai karakter This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 218 | Angga Alfarizi1. Ilman Zikrah2. Melina Dwi Putri3. Tessa Agustina4. Tiwi Tamara5 yang perlu dikembangkan meliputi keimanan dan ketakwaan, jujur, disiplin, tanggung jawab, persatuan, toleransi, gotong royong, dan lain-lain. Pembentukan karakter dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk: Pendidikan di Keluarga: Keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Orang tua berperan sebagai teladan dan memberikan pendidikan moral serta nilai-nilai positif. Pendidikan di Sekolah: Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Pembiasaan dan Keteladanan: Pembiasaan karakter positif melalui kegiatan sehari-hari dan keteladanan dari tokoh-tokoh yang dihormati dapat membantu pembentukan karakter anak. Peran Lingkungan: Lingkungan sosial, seperti komunitas, masyarakat, dan media, juga turut mempengaruhi pembentukan karakter Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak Bangsa Pendidikan menurut ajaran Islam bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan membentuk karakter generasi muda, hal ini sangat diperlukan karena sebagai generasi penerus akan mempunyai masa depan yang mulia disertai dengan akhlak yang baik atau yang dalam Islam disebut Akhlakul Karimah. Oleh karena itu, mendidik dan mengembangkan kepribadian generasi muda merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan keluarga, sosial kemasyarakatan, sekolah, negara dan agama, yaitu generasi yang memiliki kualitas intelektual. (Setiawan1 et al. , 2. Dalam lingkungan keluarga, orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan kepribadian dan membentuk kepribadian generasi anak bangsa khususnya anak-anaknya. Dalam lingkungan sosial masyarakat juga mempunyai peranan dalam mengembangkan kepribadian dan membentuk kepribadian generasi muda. sedangkan di sekolah, guru mempunyai tugas dan wewenang untuk mengembangkan dan membentuk kepribadian peserta didik, khususnya kepribadian yang seluruh aspeknya, khususnya perilaku lahiriah, aktivitas mental. Tuhan, serta falsafah hidup dan keyakinan, semuanya mengungkapkan pengabdian kepada Allah SWT. (Setiawan1 et al. Islam selalu memposisikan pembentukan akhlak atau karakter anak pada pilar utama tujuan pendidikan. Untuk mewujudkan pembentukan akhlak pada anak al Ghazali menawarkan sebuah konsep pendidikan yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah. Menurutnya mendekatkan diri kepada Allah merupakan tolak ukur kesempurnaan manusia, dan untuk menuju kesana ada jembatan yang disebut ilmu pengetahuan. Ibn miskawaih menambahkan tidak ada materi yang spesfik untuk mengajarkan akhlak, tetapi materi dalam pendidikan akhlak dapat diimplementasikan ke dalam banyak ilmu asalkan tujuan utamanya adalah sebagai pengabdian kepada Tuhan. Pendapat diatas menggambarkan bahwa akhlak merupakan pilar utama dari tujuan pendidikan didalam Islam, hal ini senada dengan latar belakang perlunya diterapkan pendidikan karakter disekolah. untuk menciptakan bangsa yang besar, bermartabat dan disegani oleh dunia maka dibutuhkan good society yang dimulai dari pembangunan karakter . haracter buildin. Pembangunan karakter atau akhlak tersebut dapat mengimplementasikan penanaman nilainilai akhlak dalam setiap materi pelajaran. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 214-219 | 219 KESIMPULAN Di sinilah peran pendidikan sangat dibutuhkan, tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk kepribadian yang baik, kepribadian manusia agar memahami hakikat kehidupan yang sebenarnya. Banyak sekali prinsip-prinsip yang dapat membimbing dan mengembangkan keterampilan manusia, namun prinsip-prinsip yang dapat membimbing, mengembangkan dan membentuk watak dan kepribadian hanya sedikit. Tanda keberhasilan pendidikan karakter adalah apakah seseorang yang mengalami sesuatu yang baik . engetahui kebaika. bersifat kognitif, mencintai sesuatu yang baik . oving the goo. bersifat afektif dan berbuat baik . ood actio. bersifat psikomotorik Pendidikan karakter merupakan inti dari segala upaya pendidikan dan tidak dapat dipisahkan dari peran lingkungan. DAFTAR PUSTAKA