E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 TELAAH PEMIKIRAN JEAN PIAGET DAN AL-GHAZALI TENTANG PERKEMBANGAN KOGNISI ANAK Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 Umam5284@gmail. com 1 , septigumiandari@gmail. IAIN Syeckhnurjati Cirebon Abstract This research aims to examine the thoughts of Jean Piaget and Al-Ghazali, two influential figures in developmental psychology, both of whom have their own unique characteristics in expressing opinions about developmental psychology. Both the meaning and stages of development. Of course there are also many similarities that have a common ground in their thinking. The differences in views are influenced by educational background and the basis of the arguments used. Jean Piaget is known as a western figure while Al-Ghazali is known as a Muslim figure who based his thoughts on the revelation/Nash of the Koran. This research is intended to examine and discuss developmental psychology proposed by Piaget and Al-Ghazali. This research uses descriptive qualitative methods through literature review. Literature Study (Library Researc. is a method of collecting data by understanding and studying theories from various literature related to research obtained from journals, books and other sources that can support the constructivity of the information needed. This research is descriptive, comparative, analytical, namely explaining, comparing and analyzing the thoughts of Jean Piaget and AlGhazali systematically. Based on the research conducted, it can be concluded that the development of human cognition according to Jean Piaget is divided into four stages, namely: sensori-motor, pre-operational, concrete-operational, and formaloperational. Meanwhile, the concept of cognitive development in humans according to Al-Ghazali is divided into four stages, namely al-'aql al-hayulani, al'aql bi al-malakat, al-'aql bi al-fi'il, and al-'aql al- mustafad. Similarity of concepts of cognitive development . Keywords: Study of Thought. Development. Cognition Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui telaah pemeikiran Jean piaget dan AlGhazali merupakan dua tokoh Psikologi perkembangan yang berpengaruh, keduanya memiliki keunikan tersendiri dalam mengemukakan pendapat tentang Baik tentu juga banyak persamaan yang memiliki titik temu dari Perbedaan pandangan itu dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan dasar argumentasi yang digunakan, jean piaget dikenal sebagai tokoh barat sedangkan Al-Ghazali dikenal sebagai seorang tokoh muslim yang meletakan dasar pemikirannya pada wahyu / Nash Alquran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dan membahas tentang psikologi perkembangan yang dikemukakan oleh piaget dan Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka. Studi Pustaka (Library Researc. merupakan yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 memahami dan mempelajari teori Aeteori dari berbagai literature yang berhubungan dengan penelitian yang diperoleh dari jurnal, buku, dan Sumber lainnya yang dapat menunjang kontruktifitas keterangan yang dibutuhkan. Penelitian ini bersifat deskriptif, komparatif, analitik, yaitu menjelaskan, membandingkan dan menganalisis pemikiran Jean Piaget dan Al-Ghazali secara Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Perkembangan kognisi pada manusia menurut jean Piaget terbagi kedalam empat tahapan yakni: sensoris- motoris, pra-operasional, kongkret-operasional, dan formal-operasional. Sedangkan konsep perkembangan kognisi pada manusia menurut Al-Ghazali Terbagi Menjadi empat tahapan yaitu al- Aoaql al-hayulani, alAoaql bi al-malakat, al-Aoaql bi al- fiAoil, dan al-Aoaql al-mustafad. Persamaan konsep perkembangan kognitif . Kata Kunci : Telaah Pemikiran,Perkembangan,Kognisi Pendahuluan Jean Piaget dan juga Al-Ghazali Merupakan salah satu tokoh Psikologi Perekembangan yang memiliki pengaruh luas dan banyak dijadikan sebagai referensi oleh banyak pihak baik dari kalangan praktisi Psikolog maupun dalam dunia akademisi. Keduanya memiliki kesamaan dan perbedaan sudut pandang terhadap pengertian dan pemaknaan terhadap perkembangan kognitif. Seperti halnya apa yang di rumuskan oleh jean Piaget Berdasarkan hasil penelitiannya. Piaget mengemukakan ada empat tahap perkembangan kognitif manusia yang berkembang secara Keempat tahap tersebut adalah. tahap sensori motor, . tahap pra operasional, . tahap operasional konkrit, dan . tahap operasional formal Mekanisme perkembangan masingmasing tahap dilakukan dengan organisasi kognitif, adaptasi kognitif, dan keseimbangan kognitif(Mastiyah et al. , 2. Hal yang paling mendasar menurut Jean Piaget. Teori Perkembangan kognitif adalah tentang cara berfikir Individu dan kompleksitas Perubahannya baik perkembangan secara neorologis maupun interaksi terhadap lingkungannya, manusia sebagai individu memiliki kemampuan dasar untuk mempelajari dan menganalisa sesuatu secara alamiah. Sedangkan kognitif menurut Al-Ghazali yang disebut dengan akal, yaitu akal itu seolah-olah suatu nur . yang dimasukkan kedalam hati yang disediakan untuk mengetahui macammacam hal(Fatimah, 2. lebih tegas al-Ghazali Menjelaskan tidak ada makna pengetahuan kecuali citra (Mitha. yang hadir dan timbul dari dalam jiwa manusia sesuai dengan citra yang ditangkap dan terpersepsikan oleh indra yakni obejak yang diketahui, baik berupa gambar, bentuk dan sesuatu hal yang dapat dibaca oleh indra manusia. Aldal penelitialn Terdalhulu yalng dijaldikaln alcualn balgi penulis untuk melengkalpi dalsalr pemikiraln yalng ditualngkaln dallalm penulisaln ini. Pertalmal penelitialn yalng dilalkukaln oleh (Whildaln, 2. yalng berjudul Alnallisis teori perkembalngaln kognisi malnusial menurut jealn Pialget. Tujualn Penelitialn ini untuk mengkalji lebih dallalm terhaldalp teori Perkembalngaln kognisi alnalk yalng dikembalngkaln oleh jealn Pialget. Sesuali dengaln kemalmpualn berfikiir daln talhalp usial usial tertentu. Halsil dalri pembalhalsaln penelitialn ini jealn Pialget menjelalskaln Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Melallui observalsi yalng dilalkukaln Pialget, ial meyalkini balhwal perkembalngaln kognitif terjaldi dallalm empalt talhalpaln. Malsing-malsing talhalpaln berhubungaln dengaln usial daln tersusun dalri jallaln pikiraln yalng berbedal- bedal. Menurut Pialget, semalkin balnyalk informalsi tidalk membualt pikiraln alnalk lebih malju, kuallitals kemaljualnnyal berbedal-bedal. Talhalptalhalp perkembalngaln kognitif tersebut aldallalh: . Sensorimotor . -2 talhu. Praloperalsionall . -7 talhu. Operalsionall Konkrit . -12 talhu. Operalsionall Formall . talhun ke altal. Kedual. Penelitialn yalng dilalkukaln oleh(Ralhmalwalti, 2. Mendidik alnalk usial dini dengaln berlalndalskaln pemikiraln Tokoh Islalm All-Ghalzalli Penelitialn ini secalral jelals menjelalskaln talhalpaln perkembalngaln kognitif alnalk menurut Perspektif allquraln dalri dallalm kalndungaln salmpali talhalp perkembalngaln yalng dijelalskaln oleh all-Ghalzalli Alnalk yalng lalhir menurut all-ghalzalli suci daln bersih oralng tual lalh yalng alkaln bertalnggung jalwalb Terdalpalt dual pendidikaln alnalk talhalpaln jalnin daln talhalpaln kalnalk-kalnalk . Implikalsi dalri halsil pemikiraln sosok AlL-Ghalzalli terhaldalp pendidikaln balhwalsalnyal dallalm mendidik alnalk hendalknyal pendidikaln selallu disesualikaln dengaln talhalp-talhalp perkembalngaln pesertal didik seperti perkembalngaln kognitif daln morallnyal. Kalrenal pendidikaln merupalkaln proses yalng sinergis alntalral pendidik, pesertal didik, metode daln Berdalsalrkaln paldal penelitialn terdalhulu terdalpalt beberalpal hall yalng penulis alnggalp sebalgali kesalmalaln dallalm mengemukalaln pendalpalt jealn Pialget daln jugal All-Ghalzalli yalng penulis teliti. Tentu dallalm pembualtaln kalryal tulis ini penulis ingin lebih menggalli lebih dallalm tentalng pemikiraln yalng Jealn Pialget daln All-ghalzalli tentalng perkembalngaln Kognisi mengingalt kedualnyal dual tokoh yalng memiliki pemalhalmaln daln historis keilmualn yalng berbedal Jealn Pialget lebih dikenall dengaln tokoh balralt, sedalngkaln All-Ghalzalli dikenall sebalgali tokoh islalm. Sehinggal telalalh ini alkaln memberikaln sudut palndalng yalng luals. Disalmping itu jugal kedual tokoh ini memiliki keunikaln yalng berbedal. Penelitialn ini dihalralpkaln dalpalt bermalnfalalt balgi pembalcal dallalm ralngkal upalyal mendidik daln mengalsuh alnalk sesuali dengaln talhalpaln perkembalngaln daln usial alnalk. Metode Penelitialn ini menggunalkaln metode kuallitaltif deskriptif melallui kaljialn pustalkal. Studi Pustalkal (Libralry Resealrc. merupalkaln yalitu metode dengaln pengumpulaln daltal dengaln calral memalhalmi daln mempelaljalri teori Aeteori dalri berbalgali literalture yalng berhubungaln dengaln penelitialn yalng diperoleh dalri jurnall, buku, daln Sumber lalinnyal yalng dalpalt menunjalng kontruktifitals keteralngaln yalng dibutuhkaln. Penelitialn ini bersifalt deskriptif, kompalraltif, alnallitik, yalitu menjelalskaln, membalndingkaln daln mengalnallisis pemikiraln Jealn Pialget daln All-Ghalzalli secalral sistemaltis(Ralhmalwalti, 2. Kemudialn Teknik alnallisis daltal dilalkukaln dengaln menghimpun dalri berbalgali sumber selalnjutnyal menelalalh. Mengalnallisal daln meneliti sumber yalng didalpalt oleh penulis. Memaldukaln sertal mengembalngkaln daltal daltal tersebut daln mendeskripsikalnnyal. Aldalpun Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 lalngkalh-lalngkalhnyal sebalgali berikut: . Mencalri sumber daltal . Lallu mengumpulkaln daltal . Selalnjutnyal daltal ditelalalh, dipelaljalri, daln dibalcal . Daln daltal disaltukaln . Teralkhir, interpretalsi daltal. daltal yalng telalh di kumpulkaln daln di himpun dalri beberalpal referensi tersebut dialnallisis secalral kritis daln halrus mendallalm algalr dalpalt mendukung proposisi daln Kemudialn dilalnjut dengaln Menginterpretalsi kaln nyal menjaldi sebualh kesimpulaln kesimpulaln. Pembahasan Biografi jean Piaget Peaget Merupakan tokoh Psikologi perkemba ngan yang lahir pada tanggal 09 Agustus 1896 di Neuchatel. Swiss dan meninggal di tahun 1980. Piaget mengidolakan ayahnya yang seorang akademisi akan tetapi takut pada ibunya yang sedikit menderita gangguan emosi. Kondisi ibunya yang demikian menjadi salah satu faktor pendukung yang memengaruhi Piaget di kemudian har i untuk mempelajari psikologi. Akan tetapi, bidang keilmuan yang awalnya dipelajari oleh Piaget adalah biologi. Ketertarikan Piaget pada biologi diawali ketika berumur 11 tahun ia menyatakan bahwa sains bersifat faktual dan agama bersifat sarat nilai. Piaget memperoleh jabatan pertamanya di Neuchatel pada 1925, lalu pindah untuk menetap di Universitas Geneva dari tahun 1929 sampai seterusnya. Ia ditunjuk menjadi Direktur International Bureau of Education pada tahun yang sama dan kemudian menjadi Direktur International Center for Genetic Epistemology pada 1955. Ia meraih gelar kehormatan pertama dari Universitas Harvard pada 1963 diikuti lebih dari empat puluh gelar kehormatan termasuk Erasmus Prize pada 1972. Piaget tetap berkarya setelah pensiun tahun 1971 dengan menulis buku tentang epistemologi konstruktivis. Piaget merupakan psikolog abad ke-20 yang sangat berpengaruh. Di tahun 1921. Piaget melakukan riset tentang bagaimana cara peserta didik pada jenjang sekolah dasar memberi alasan. Itulah mengapa Piaget tidak tertarik dengan jawaban benar atau salah dalam tes intelegensi yang dilakukan Simon Binet terhadap anak-anak. Ketertarikan Piaget pada bagaimana cara anak beralasan merupakan keniscayaan bahwa Piaget memfokuskan studinya pada psikologi intelegen . Adapun Autradisi perkembangan kognitifAy yang dapat disebut sebagai Auperkembangan struktural,Ay ditemukan dalam karya-karya Jean Piaget di tahun 1947 dan 1970. Pendekatan AukognitifAy atau AustrukturalAy menekankan sifat aktif otak anak-anak ketika sadar untuk membangun dan mengelola struktur pikiran dan tindakan. Premis dasarnya adala h bahwa semua pengetahuan Pendekatan kognitif ini mengidentifikasi serangkaian struktur yang terorganisir kemudia n diubah dalam urutan yang runtut ketika seseorang membangun proses kognitif yang semakin berguna dan komplek melalui interaksi dengan lingkungan. Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Konsep Perkembangan Kognisi Menurut Jean Piaget. Kognisi/kognitif berasal dari kata cognition yang memiliki persamaan Mengetahui. Berdasasarkan akar argument teoritis yang dibangun oleh jean Piaget, beberapa penulis memakna i ini berbeda beda. Namun pada dasarnya memiliki pemahaman ya ng sama yaitu aktifitas mental dalam mengenal dan mengetahui tentang dunia. (Dialektika & Pgsd, 2. Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan dasar anak yang sering menjadi perhatian orang tua. Sama hal dengan aspek perkembangan yang lain, perkembangan kognitif juga mengalami perkembangan tahap demi tahap menuju kesempurnaan. Menurut Piaget, teori perkembangan kognitif mengemukakan asumsi tentang perkembangan cara berfikir individu dan kompleksitas perubahannya melalui perkembangan neurologis dan perkembangan lingkungan(Marinda, 2. Sedangkan Perkembangan kognitif merupakan perubahan kemampuan berpikir atau intelektual. Dengan kata lain, perkembangan kognitif adalah bagaimana pikiran anak berkembang dan berfungsi sehingga berfikir tentang sesuatu yang ada disekitarnya(Ardiat i, 2. Tahapan perkembangan manusia dimulai sejak fase masa sebelum lahir . renatal perio. , masa bayi baru lahir . ew bor. , masa balita . , masa anak sekolah . arly chilhoo. , masa pra remaja . ater childhoo. , masa puber . , masa dewasa, dan masa usia lanjut. Masingmasing fase tersebut memiliki ciri khas tersendiri. Peningkatan dari satu fase kefase selanjutnya terjadi perubahan yang sifatnya kuantitatif ataupun kualitat if. Perkembangan ini saling berkaitan dan muncul dengan adanya motivasi, kepribadian, minat, kebiasaan belajar dan sikap. Perkembangan kognitif merupakan bagian dari fase perkembangan karakteristik manusia yang penting untuk dipelajari. Perkembangan kognitif sering disebut juga dengan perkembangan intelektual atau intelegensi. Perkemba ngan kognitif manusia adalah proses psikologis yang melibatkan proses memeroleh pengetahuan, menyusun dan mengunakan pengetahuan serta kegiatan lain seperti berfikir, mengingat, memahami, menimbang, mengamat i, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan memecahkan masalah melalui interaksi dengan lingkungan. Kecerdasan . individu berkemba ng sejalan dengan interaksi Antara aspek perkembangan yang satu dengan aspek perkembangan yang lainnya dan antara individu yang satu dengan individu ya ng lainnya begitu juga dengan alamnya. Maka dengan itu individu mempunyai kemampuan untuk belajar dan meningkatkan potensi kecerdasan dasar yang dimiliki(Arifin, 2. Tahap Tahap Perkembangan Kognitif Jean Piaget secara umum membagi tahapan perkembangan kognisi manusia terbagi menjad i 4 tahapan. Tahapan sensomotor, 2 Tahap Pra Operasional, 3. Tahap Operasional Kongkrit 4. Tahap Operasional Kongkrit. Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Tahap sensomotorik ini terjadi pada usia 0-2 tahun. Kata kunci perkembangan kognitif tahap ini adalah proses AudecentrationAy. Artinya, pada usia ini bayi tidak bisa memisahkan diri dengan lingkungannya. AucenteredAy pada dirinya sendiri. Baru pada tahap berikutnya dia mengalami decentered pada dirinya sendiri gerak dari tindakan reflex instinktif pada saat lahir sampai permulaan pemikiran simbolis. Bayi membangun pemahaman tentang dunia melalui pengoordinasian pengalaman-pengalama n sensor dengan tindakan fisik(Marinda, 2. Tahap ini anak melibatkan penglihatan, pendengaran, pergeseran dan persentuhan serta Artinya anak memiliki kemampuan untuk menangkap segala sesuatu melalui inderanya. Bagi Piaget masa ini sangat penting untuk pembinaan perkembangan pemikiran sebagai dasar untuk mengembangkan intelegensinya. Pemikiran anak bersifat praktis dan sesuai dengan apa yang Sehingga sangat bermanfaat bagi anak untuk belajar dengan lingkungannya. Jika seorang anak telah mulai memiliki kemampuan untuk merespon perkataan verbal orang dewasa, menurut teori ini hal ter- sebut lebih bersifat kebiasaan, be- lum memasuki tahapan Tahap Pra Operasional Pada tingkat ini, anak telah menunjukkan aktivitas kognitif dalam menghadapi berbagai ha l diluar dirinya. Aktivitas berfikirnya belum mempunyai sistem yang teroganisasikan. Anak sudah dapat mema hami realitas di lingkungan dengan menggunakan tanda Aetanda dan simbol. Cara berpikir anak pada pertingkat ini bersifat tidak sistematis, tidak konsisten, dan tidak logis. Hal ini ditandai dengan ciri-ciri : Cara berfikir yang bukan induktif atau deduktif tetapi tidak logis. Ketidak jelasan hubungan sebab-akibat yaitu anak mengenal hubungan sebab-akibat secara tidak logis. Animisme. yaitu menganggap bahwa semua benda itu hidup seperti dirinya. Artificialism, yaitu kepercayaan bahwa segala sesuatu di lingkungan itu mempunyai jiwa seperti manusia. Perceptually bound, yaitu anak menila i sesuatu berdasarkan apa yang dilihat atau di dengar. Mental experiment yaitu anak mencoba melakukan sesuatu untuk menemukan jawaban dari persoalan yang Centration, yaitu anak memusatkan perhat iannya kepada sesuatu ciri yang paling menarik dan mengabaikan ciri yang lainnya. Egosentrisme, yaitu anak melihat dunia lingkungannya menurut kehendak dirinya(Erni Murniat i, 2. Tahap Pra Operasional Tahap ini adalah tahap Plagetian yang kedua. Tahap ini berlangsung kurang lebih mulai dar i usia dua tahun sampai tujuh tahun. Ini adalah tahap pemikiran yang lebih simbolis ketimbang pada tahap sensorimotor tetapi tidak melibatkan pemikiran operasional. Namun tahap ini bersifat egosentris dan intuitif ketimbang logis. Pemikiran pra-operasional bisa dibagi lagi menjadi dua subtahap: fungsi simbolis dan pemikiran intuitif(Anidar, 2. Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Anak memperoleh kemampuan simbolik dengan membaya ngkan penampilan objek yang ada secara fisik contohnya anak akan sulit membayangkan sapi yang memiliki kaki empat sebaliknya anak akan lebih mudah memahami sapi berkaki empat saat diajak melihat secara Selain itu juga anak pada tahapan ini anak masih sangat sulit untuk berfikir secara sistemat ik. Namun demikian penggunaan bahasa anak meningkat baik secara lisan maupun tulisan. Namun masih terdapat keterbatasan pada tahap praoperasional yakni egosentrisme anak(Anidar. Tahap Operasional Kongkrit Tahapan ini dimana anak berusia antara 7-11 tahun. Pada Pada tahap ini akan muncul sistem operasi apabila anak melihat sesuatu yang konkret. Sistem operasi yang dimaksud adalah anak dapat memecahkan suatu persoalan berdasarkan sesuatu yang konkret. Di tahap ini anak belum dapat memecahkan suatu persoalan yang memiliki variabel terlalu banyak dan bersifat (Nabila, 2. Anak yang berada pada tahap operasional konkret dapat menyelesaikan masalahan serta membangun pemahaman melalui benda- benda konkret. Di fase ini anak aka n sangat mudah untuk diberikan pemahaman yang konstruktif dan masuk akal. Dikarenakan kemampuan anak untuk mencerna dan Menyusun informasi yang diterima kemudian mencerna dan menghasilkan kesimpulan kesimpulan. Biografi Al-Ghazali Al-Ghazali memiliki nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-thusi lahir pada 450 H/1058 M di thus. Lingkunga n pertama yang membentuk kesadaran Al-Ghazali adalah lingkungan keluarganya sendiri. Ayahnya tergolong orang yang hidup sederhana dan memiliki sema ngat keagamaan yang tinggi. Disebutkan bahwa ayahnya menyukai ula ma, sehingga ia sangat mengharapkan anak- anaknya menjadi seorang ulama. Ketika ajalnya tiba, ia menitipkan Al-Ghazali dan Ahmad saudaranya ketika masih kecil ke seorang temannya. Seorang sufi yang hidup sangat sederhana. Suasana rumah sufi ini menjadi lingkungan kedua yang turut membentuk kesadaran Al-Ghazali, diperkirakan ia tinggal sampai usia lima belas tahun . -465 H)(AD, 2. Setelah selesai menempuh Pendidikan di tempat teman ayahnya. Ghazali muda kemudian melanjutkan Pendidikan belajar ilmu fiqh dan ilmu dasar yang lainnya dari Ahmad al-Radzkani di Thus dan al-IsmaiAili di jurjan. Selanjutnya pada 473 H, ia pergi ke Naisabur untuk belajar di madrasah al-Nizamiyah dan berguru kepada al- Juwaini Imam al-Haramain iya belajar ilmu kala m dan mantiq. Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Al-Ghazali. Membuatnya menjadi orang yang berpengaruh di bagdad dan menjadi salah satu tenaga pengajar di Nizhamiyah. Al-Ghazali dikenal sebagai ulama sufi yang tidak hanya piawai dalam ilmu kalam dan fiqih. Beliau juga sangat pandai dalam bidang ilmu ilmu lain seperti Al-Quran dan Hadist. Dan salah satu karya monumentalnya adalah Ikhya ulumuddin yang membahas tentang ilmu tasawuf. yang sampai hari ini masih relefan dikaji bahkan pemikiran Al-Ghazali dalam kitab IkhyaAoulumuddin banyak diikuti oleh umat islam. Disamping gagasan gagasannya yang popular dalam ilmu tasawwuf Alghazali juga dikenal dengan pandangan-pandangan nya tentang Manusia. Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Pandangan-pandangannya yang berkenaan dengan manusia, kelihatan bahwa meskipun ia menentang pandangan-pandangan para filosof, ia juga banyak mengambil pandangan- pandangan para filosof terutama Ibnu Sina. Definisi jiwa . l- naf. yang ditulisnya dalam Marij al-Quds, dan pembagiannya kepada jiwa vegetative . l-nafs al-nabat iyya. , jiwa sensitive . l-nafs al-hawaniyya. dan jiwa manusia . l-nafs al-insyaniyya. hampir tidak berbeda dengan yang dibuat Ibnu Sina di dalam bukunya al-Najat. Demikian pula hal nya dengan pembagian akal kepada akal teoritis . laAql al-nazhar. dan akal praktis . l-aAql al- Aamal. Sumber lain yang turut memberika n sumbangan kepada pemikiran Al-Ghazali adalah pandangan dan pengalaman para sufi. Diantara mereka yang secara langsung disebut Al- Ghazali adalah Abu Thalib al-Makki, al-Junaid alBaghdadi, al-Syibli Abu Yazid al-Busthami dan al-Muhasibi. Konsep Perkembangan Kognisi Menurut Al-Ghazali Dalam perumusannya terhadap akal (Aq. Al-Ghazali mela ndaskan pada rasionya yang bersumber dari wahyu. Al-ghazali berpendapat bahwa didalam diri manusia memiliki terdapat jiwa rasional yang memiliki dua pemaknaan yaitu teoritis (Aoalima. dan praktis (Aoamila. Pembagian aql manusia menurut Al- Ghazali merujuk kepada Al-Quran dengan memberikan istilah al-aql al- hayulani, al-aql bi al-malakat, al-aql bi al-fil dan al-aql al-mustafad sebagai representas i dari tingkatan dan pembagian kognitif . Adapun keempat tahapan ini akan penulis uraikan sebagai Berikut : Al-Aql al-Hayulani Tingkatan pertama ini disebut Al-Ghazali sebagai tingkatan paling mendasar dalam tingkatan akal manusia. Pada tingkatan ini, akal hanya sebagai potensi belaka dalam diri seseorang, maksudnya kesanggupan untuk menangkap arti-arti murni yang berada dalam diri seseorang belum keluar Al-Aaql al-hayulani diibaratkannya dengan al-miskyat . ebuah lubang yang tidak tembu. , karena keduanya mempunyai potensi untuk memperoleh sesuatu. yang pertama untuk memperoleh pengetahuan dan yang kedua untuk memperoleh cahaya . n-nu. (Rido Kurnia. Al-Aql bi al-Malakat Dalam memandang akal manusia, pada tingkatan kedua Al-Ghazali menggunakan istilah alAoaql bi al-malakat, yaitu kesanggupan untuk berpikir abstrak secara murni sudah mulai kelihatan sehingga dapat menangkap pengertian dan kaidah umum. Misalnya akal sudah bisa menangkap pengertian bahwa seluruh lebih besar dari sebagian. Al-Aoaql bi al-malakat diibaratkan Al-Ghazali dengan al-zujajat, persamaan kedua istilah ini kelihatan dari segi potensi yang lebih tinggi untuk menerima cahaya dari pada al-miskyat Al-Aql bi al-FiAoil Dimensi ketiga akal manusia disebut dengan istilah al-Aoaql bi al-fiAoil. Pada tingkatan ini akal dicirikan telah lebih mudah dan lebih banyak menangkap pengertian dan kaidah umum yang Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Akal ini merupakan gudang bagi arti-arti abstrak yang dapat dikeluarkan setiap kali Al-Aoaql bi al-fiAoil diumpamakan Al-Ghazali dengan al-syajarat, persamaan kedua term ini adalah dari segi adanya perkembangan pada keduanya. yang pertama mengemba ngkan pengetahuan-pengetahuan, yang kedua mengembangkan cabang-cabangnya . Al-Aql al-Mustafad Tingkatan terakhir akal manusia menurut Al-Ghazali ialah al-Aoaql al-mustafad. Tingkatan ini merupakan tingkatan paling tinggi dalam pembagian akal manusia dalam persfektif AGhazali. Dalam tingkatan ini, manusia sudah bisa dikatakan sebagai makhluk yang sempurna dikarenakan akalnya yang telah sempurna sehingga manusia berbeda daripada hewan. Pada tahap ini manusia telah bisa memahami keadaan diri dan sekelilingnya sehingga bisa menggunakan akalnya dalam memecahkan permasalahan yang sedang dihadapinya. Al-Aoaql al-muustafad yaitu akal yang didalamnya terdapat arti- arti abstrak yang dapat dikeluarkan dengan mudah sekali. Alaql al- mustafad diibaratkannya dengan al-misbah, karena pada al-misbah cahaya itu sudah aktual sebagaimana akal itu aktual pada al-Aoaql al-mustafad. Hal diatas merupakan tingkatan kognitif . menurut Al-Ghazali yang terumus lewat rasionya yang bersumber dari wahyu Allah yang kemudian digunakannya dalam menjelaskan klasifikasi akal manusia yang menjadi sumber utama pembahasan dalam penelitian ini. Kesimpulan Dari pembahasan yang penulis sampaikan maka penulis secara garis besar memiliki kesimpulan sebagai berikut pertama Perkembangan kognisi pada manusia menurut jean Piaget terbagi kedalam empat tahapan yakni: sensoris- motoris, pra-operasional, kongkret-operasional, dan formal-operasional. Sedangkan konsep perkembangan kognisi pada manusia menurut Al-Ghazali Terbagi Menjadi empat tahapan yaitu al- Aoaql al-hayulani, al-Aoaql bi al-malakat, al-Aoaql bi al- fiAoil, dan al-Aoaql al-mustafad. Persamaan konsep perkembangan kognitif . menurut Al-Ghazali dan Jean Piaget yakni terdapat pada tahapan perkembangan yang terbagi kedalam empat tahapan. Selain itu, pandangan kedua tokoh juga mempunyai hubungan atau titik temu yang terdapat pada aspek kemampuan dari tiap tahapan yang dilewat i pada proses perkembangan kognitif . Perbedaan konsep perkembangan kognitif . menurut Al-Ghazali dan Jean Piaget terdapat pada metodologi sebagai dasar pemikiran keduanya. Al-Ghazali mendasari pemikirannya kepada rasio yang bersumber dari wahyu sedangkan Jean Piaget meletakkan dasar pemikirannya pada rasio murni. Selain itu, perbedaan konsep perkembangan kognitif . menurut kedua tokoh juga terdapat pada penggunaan istilah. Al-Ghazali menggunakan istilah aql sedangkan Jean Piaget menggunakan istilah kognitif. Telaah Pemikiran Jean Piaget Dan Al-Ghazali Tentang Perkembangan Kognisi Anak Khairul Umam1. Septi Gumiandari2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Daftar Pustaka