PENGARUH FRAUD PENTAGON DALAM MENDETEKSI FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING DENGAN MENGGUNAKAN BENEISH MODEL Theresia Siwi Kartikawati . Mahyus . , & Zulfikar . 1, 2, 3 Jurusan Akuntansi. Politeknik Negeri Pontianak 1 email: theresiakartikawati@yahoo. email: mahyus@poltesa. 3 email: joel_acc@yahoo. Abstract Fraud in the presentation of financial statements . raudulent financial reportin. is common. Some cases of fraud that occurred in Indonesia include the Century Bank case, the Lippodan Bank case which recently occurred is the case of Garuda's financial statements which are considered not to present the real situation. Pentagon fraud is suspected to be a factor that drives the practice of fraud. This study aims to empirically examine the influence of pentagon fraud elements, in this case financial targets . ressure element. , ineffective monitoring . pportunity element. , change in directors . apability element. , political connections . rrogance elements to the occurrence of fraudulent financial reporting. It also further tests whether fraudulent financial reporting practices can moderate the influence of pentagon fraud elements on firm value. The population of this study is 49 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2012-2018. The results of this study indicate that only the change of board director variable has a significant positive effect on financial statement fraud, while the other variables have no significant effect on the occurrence of financial statement fraud. The results also showed that the external auditor quality variable had a significant positive effect on firm value. Furthermore, the results of the study show that the practice of fraudulent financial reporting strengthens the effect of pentagon fraud on firm Keywords: pentagon fraud, fraudullent financial reporting, firm value PENDAHULUAN dalam hal ini investor terhadap Nilai perusahaan sangat penting karena tingginya nilai perusahaan akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham (Bringham Houston. Salah perusahaan adalah melalui harga pasar saham perusahaan. Harga pasar saham menunjukkan bagaimana penilaian dari seluruh pelaku pasar terhadap kinerja Jika kinerja manajemen perusahaan dinilai baik oleh pelaku pasar, maka investor akan menginvestasikan lebih banyak lagi dananya di perusahaan. Dilihat pencapaiannya, secara jangka panjang perusahaan adalah memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham dengan cara memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga saham perusahaan. (Harjito dan Martono, dalam Ridwan dan Gunardi, 2. Nilai perusahaan merupakan kondisi yang telah dicapai perusahaan berkaitan dengan gambaran dari kepercayaan masyarakat meningkatnya harga saham perusahaan. Oleh karena itu perusahaan akan selalu berusaha menjaga agar kinerjanya terlihat dalam kondisi yang baik dan stabil di mata pemegang sahamnya. Menjaga agar kinerja perusahaan selalu baik dan stabil bukanlah hal yang Dalam kenyataannya, perusahaan acapkali menghadapi berbagai kendala yang berdampak pada penurunan kinerja. Penurunan kinerja akan berdampak negative bagi perusahaan, oleh karena itu manajemen perusahaan tentu akan berusaha menutupi keadaan itu dari para pemegang saham dan calon investor Salah satu cara yang dilakukan melakukan manipulasi dalam penyajian laporan keuangan perusahan, hal ini Kecurangan dalam penyajian laporan keuangan biasanya disebut dengan istilah fraudulent financial reporting. Arens. Elder, dan Beasley . mendefinisikan bahwa pelaporan keuangan yang curang adalah Ausalah saji atau pengabaian jumlah atau pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pemakai laporan itu. Ay Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), kecurangan merupakan tindakan penipuan atau kekeliruan yang dilakukan oleh seseorang sesungguhnya bahwa kekeliruan dapat mengakibatkan timbulnya manfaat yang tidak baik kepada individu atau entitas atau pihak lain. Kecurangan dalam penyajian laporan keuangan . raudulent financial reportin. merupakan upaya yang acapkali dilakukan dengan sengaja oleh oknum pihak manajemen dalam sebuah perusahaan untuk menipu, bahkan menyesatkan bagi para pengguna dan pembaca laporan keuangan tersebut dengan cara merekayasa nilai material dari laporan keuangan, hal ini di latar belakangi oleh kepentingan agar keuangan perusahaan tersebut selalu dalam kondisi yang terlihat menarik dimata pengguna laporan keuangan (Kurnia and Anis. ACFE mengungkapkan ada tiga kategori utama dalam kecurangan yang terjadi, terdiri dari: penyalahgunaan aktiva (Asset Misappropiatio. , (Corruptio. , dan kecurangan laporan (Fraudulent Financial Reportin. Dari kasus-kasus kecurangan yang ditemukan oleh ACFE, kasus penyalahgunaan aktiva merupakan jumlah kasus terbesar yaitu sekitar 85%, dengan rata-rata kerugian yang ditimbulkan sebesar $130. 000, temuan berupa kasus korupsi sebesar 37% dengan rata-rata kerugian sebesar $200. 000 dan temuan untuk kasus kecurangan laporan keuangan sebesar 9% dengan kerugian terbesar dibanding kasus yang lainnya yaitu sebesar $1. 000 dibandingkan kasus Fraudulent Financial Reporting dapat terjadi pada semua sektor kegiatan usaha Hasil survey yang dilakukan ACFE pada tahun 2016 menunjukkan fakta bahwa sektor perbankan dan keuangan merupakan sektor yang paling banyak terdapat kasus fraud. Demikian pula halnya yang terjadi di Indonesia. Beberapa kasus fraud yang terjadi di dunia perbankan Indonesia diantaranya adalah kasus Bank Century. Laporan keuangan yang telah dipublikasikan Bank Century dianggap memberikan informasi yang menyesatkan karena banyak salah saji Kasus Bank Century ini terungkap pada tahun 2008 disebabkan karena adanya gagal kliring pada tanggal 19 November 2008 yang mengakibatkan dihentikannya perdagangan oleh BEI. Contoh kasus yang lain terjadi di Bank Lippo Tbk. dengan memberikan laporan keuangan yang berbeda kepada publik mengenai dana manajemen (Ulfah. Nuraina, dan Wijaya, 2. Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting dengan Menggunakan Beneish Model Kecurangan keuangan perusahaan harus diminimalisir karena akan menyebabkan rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap laporan keuangan yang disajikan perusahaan, yang berdampak pada menurunnya nilai perusahaan di masa yang akan datang. Dalam hal ini auditor eksternal memegang peranan penting yang dapat membantu mengurangi kecurangan tersebut dengan kemungkinan terjadinya kecurangan yang dilakukan perusahaan, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara tepat waktu yang dapat meminimalisir terjadinya permasalahan yang dapat merugikan perusahaan. Adapun faktor-faktor yang diduga dapat mendorong terjadinya tindakan kecurangan . adalah adanya tekanan . , kesempatan . , dan . disebut sebagai fraud triangle (Cressey. Teori fraud triangle yang dikemukakan oleh Cressey berkembang ditambahkannya satu elemen indikator lainnya oleh Wolfe dan Hermanson . yaitu kemampuan . Lebih lanjut teori berkembang kembali ketika pada tahun 2011 Crowe memaparkan bahwa elemen arogansi . juga turut berpengaruh terhadap terjadinya fraud. Penelitian yang dilakukan Crowe ini memasukan fraud triangle theory dan elemen kompetensi . di dalamnya, sehingga fraud model yang ditemukan oleh Crowe terdiri dari lima elemen indikator yaitu tekanan . , kesempatan . , rasionalisasi . , kompetensi . , dan arogansi . Teori fraud terbaru yang dipublikasikan secara ilmiah oleh Crowe pada tahun 2011 ini dinamakan dengan CroweAos fraud pentagon theory. Hingga saat ini masih sedikit penelitian yang menggunakan teori ini Jurnal Eksos. Juni 2020. Th XVI. No. untuk mengupas kecurangan yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Penelitan yang berkaitan dengan fraud pentagon pernah dilakukan oleh beberapa peneliti misalnya oleh Tessa. Chyntia G. ,Puji Harto. yang dalam penelitian tersebut peneliti memproksikan faktor Fraud Pentagon ke dalam beberapa elemen yang terdiri dari financial target, financial stability, external pressure, institutional ownership, ineffective monitoring, kualitas auditor eksternal, change in auditor, pergantian direksi dan frequent number of CEOAos picture untuk mendeteksi fraudulent financial reporting. Penelitian tersebut memberikan hasil bahwa terdapat tiga variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap fraudulent financial reporting antara lain financial stability, external pressure, dan frequent number of CEO picture. Penelitian ini akan membuktikan secara empiris pengaruh elemen-elemen dalam fraud pentagon, terhadap praktik fraudulent financial reporting. Elemenelemen dalam fraud pentagon diteliti dengan menggunakan proksi variabel. Proksi yang digunakan untuk penelitian ini antara lain pressure yang diproksikan dengan, financial target. Opportunity yang diproksikan dengan ineffective monitoring dan kualitas auditor eksternal. Rationalization yang diproksikan dengan change in auditor. Capability yang diproksikan dengan pergantian direksi dan Arrogance yang diproksikan dengan politisi CEO. Kelima faktor tersebut diindikasikan dapat menjadi pemicu terjadinya peningkatan Keinginan perusahaan agar kegiatan operasional perusahaan terjamin kesinambungannya . oing concer. dengan selalu terlihat baik menyebabkan perusahaan terkadang mengambil jalan pintas . yaitu dengan melakukan fraudulent financial reporting. Pada penelitian ini proksi yang digunakan untuk mengukur fraudulent financial reporting adalah Beneish Model (Aprilia. KAJIAN LITERATUR DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Keagenan Jensen Meckling . merupakan suatu kontrak dimana terdapat satu atau lebih principal . menggunakan jasa orang lain atau agen . untuk menjalankan aktivitas perusahaan yang dimilikinya. Menurut teori keagenan . gency theor. ini, hubungan agensi akan muncul ketika terdapat hubungan kerja sama antara dua belah pihak, yaitu pihak investor . mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan dengan pihak yang menerima . tersebut yaitu manajer. Hubungan kerja sama antara pemilik dan manajer acap kali tidak berlangsung secara harmonis, kondisi ini terjadi disebabkan adanya perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak tersebut Adanya tersebut menyebabkan masing-masing pihak berusaha untuk memaksimalkan kepentingan diri sendiri. Sebagai pihak yang diberi wewenang untuk menjalankan perusahaan, agen mempunyai informasi yang lebih banyak mengenai perusahaan dibanding investor sebagai pemilik. Adanya asimetri informasi ini mendorong agen untuk menyembunyikan informasiinformasi tertentu untuk kepentingannya pribadi, yaitu dengan mempengaruhi angka-angka akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan dengan cara melakukan praktik kecurangan dalam penyajian laporan keuangan . raudulent financial reportin. Kecurangan Laporan (Fraudulent Financial Reportin. Komponen Laporan keuangan yang diterapkan di Indonesia sudah semakin Namun, ada banyak celah dalam laporan keuangan yang dapat menjadi ruang bagi manajemen dan oknum tertentu untuk melakukan kecurangan . pada laporan Menurut ACFE (Association of Certified Fraud Examine. definisi kecurangan laporan keuangan yaitu sebagai berikut: AuThe deliberate misrepresentation of the financial condition of an enterprise accomplished through the intentional misstatement or mission of amounts or disclosures in the financial statements in order to deceive financial statement users. Ay Fraud Pentagon Teori Fraud Pentagon dikemukakan oleh Crowe Howart pada ini merupakan pengembangan dari teori fraud triangle yang sebelumnya dikemukakan oleh Cressey 1953, dan teori fraud diamond yang sebelumnya dikemukakan oleh Wolfe dan Hermanson 2004, dalam teori ini menambahkan satu elemen fraud lainnya yaitu dan arogansi (Herviana, 2. Berikut ini Fraud pentagon divisualisasikan dalam gambar berikut ini: Gambar 1. Fraud pentagon Sumber: The CroweAos Fraud Pentagon. Marks . Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting dengan Menggunakan Beneish Model Fraud pentagon terdiri dari 5 elemen yang diyakini dapat menimbulkan opportunity, rationalization, capability, dan arrogance: Pressure Pressure . adalah dorongan orang untuk melakukan fraud, dapat mencakup hampir semua hal baik keuangan maupun non keuangan (Widarti. Menurut SAS No. 99, terdapat empat kondisi yang dapat mendorong seseorang melakukan kecurangan, yaitu financial stability, external pressure, personal financial need, dan financial . Opportunity Opportunity . adalah suatu kondisi yang memberikan kemungkinan seseorang untuk berbuat atau menempati suatu tempat pada posisi tertentu (Nurbaiti dan Hanafi, 2. Peluang muncul ketika pengendalian internal lemah, pengawasan yang kurang, dan penyalahgunaan posisi atau jabatan untuk kepentingan pribadi (Rahmanti and Daljono 2. SAS No. menyebutkan bahwa peluang pada financial statement fraud dapat terjadipada tiga kategori kondisi. Kondisi yang dapat mendorong timbulnya keiinginan untuk melakukan fraud tersebut adalah nature of industry, ineffective monitoring, dan organizational structure. Rationalization Elemen menimbulkan terjadinya fraud adalah Rationalization . , hal ini dimungkinkan karena terdapatnya sikap, karakter, atau serangkaian nilai-nilai etis yang membolehkan pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan kecurangan, atau orang-orang yang berada dalam lingkungan yang cukup menekan yang tindakan fraud (Siddiq dan Hadinata. Rasionalisasi pada perusahaan menurut SAS No 99 dapat diukur dengan siklus pergantian auditor, opini audit yang Jurnal Eksos. Juni 2020. Th XVI. No. didapat perusahaan tersebut serta keadaan total akrual dibagi dengan total aktiva. Capability Capability merupakan besarnya daya dan kapasitas yang dilakukan sesorang untuk melakukan fraud di lingkungan Kecurangan terhadap laporan keuangan bisa terjadi ketika terdapat perubahan direksi untuk memperbaiki kinerja manajemen sebelumnya (Nurbaiti dan Hanafi, 2. Perubahan direksi dapat menimbulkan stress period sehingga berdampak pada semakin terbukanya peluang untuk melakukan fraud. Arrogance Menurut Crowe Howarth . arogansi merupakan sifat superioritas dan hak atau keserakahan yang dimiliki oleh pelaku kejahatan dan merasa bahwa pengendalian internal dan kebijakan diterapkan kepadanya. Sifat arogan ini muncul dari keyakinan bahwa dirinya mampu melakukan kecurangan tanpa diketahui oleh internal kontrol sehingga pelaku fraud tersebut melakukan kecurangan tanpa takut adanya sanksi yang akan menjeratnya (Achsin & Cahyaningtyas, 2. Beneish M-Score Beneish M-Score yang diciptakan oleh Profesor Messod Beneish pada tahun 1990 kecurangan laporan keuangan perusahaan. Dalam pengukuran formula Beneish MScore variabel diukur menggunakan data dari tahun yang ditentukan . dan menggunakan data tahun sebelumnya . Dan telah diperoleh hasil perhitungan Beneish M-Score yang telah kekal . , dengan indikasi jika lebih dari 2,22 diklasifikasikan sebagai perusahaan manipulator, bila kurang dari -2,22 diklasifikasikan sebagai perusahaan Beneish M-Score memiliki formula pengukuran sebagai berikut: Leverage index (LVGI): [(Current liabilitiest total long term debt. / total aset. Beneish M-Score = -4,840 0,920 DSRI 0,528 GMI 0,404 AQI 0,892 SGI 0,115 DEPI Ae 0,172 SGAI Ae 0,327 LVGI 4,697 TATA -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- [(Current liabilitiest-1 total long term debtt-. / total asett-. Total accrual to total asset (TATA): Income from operatingt Ae cash flow from operatingt Dimana: DayAos sales in receivable indeks (DSRI): Net receivablet /Salest ------------------------------Net receivablet-1 /Salest-1 Gross margin index (GMI): (Salest-1-COGSt-. / Salest-1 --------------------------------(Salest - COGS. / Salest Asset quality index (AQI): 1 Ae (Current assett Net. Fixed asset. / Total assett -------------------------------------------------------------------1 Ae (Current assett-1 Net. Fixed assett-. / Total assett-1 Sales growth index (SGI): Salest --------Salest-1 Depreciation Index (DEPI): [Depreciationt-1 / (PPEt-1 Depreciationt-. ] -------------------------------------------------[Depreciationt / (PPEt Depreciation. ] Sales, general and administrative expenses index (SGAI): SGAt / Salest ------------------------ SGAt / Salest ----------------------------------------------------------------------- Total asset Hipotesis Penelitian Pengaruh Target Keuangan (Financial Targe. terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Fraudulent Financial Reportin. Financial target merupakan target keuangan yang harus dipenuhi manajemen perusahaan dalam satu periode, sehingga ini menjadi tekanan bagi manajer dalam menjalankan kinerjanya. Tekanan untuk melakukan manipulasi terhadap laporan keuangan agar laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Menurut penelitian Skousen et. ROA sering digunakan dalam menilai kinerja manajer, selain itu juga menunjukkan seberapa besar tingkat pengembalian dari aset yang dimiliki perusahaan untuk mengetahui seberapa efisien aset telah Oleh karena itu dalam penelitian ini variabel financial target diproksikan dengan ROA. Pernyataan ini didukung dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Widarti . yang menunjukkan hasil bahwa financial target dengan proksi ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat diambil hipotesis: H1: Target keuangan (Financial targe. berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan . raudulent financial Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting dengan Menggunakan Beneish Model Pengaruh Ketidakefektifan Pengawasan (Ineffective Monitorin. Kecurangan Laporan Keuangan (Fraudulent Financial Reportin. Ineffective monitoring merupakan pengawasan yang lemah menyebabkan peluang bagi manajer untuk melakukan SAS No. 99 menyatakan pengawasan yang tidak efektif oleh pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan pelaporan keuangan dan pengendalian intern dapat memicu terjadinya fraud. Dengan kurangnya kontrol dari pihak perusahaan menjadi kesempatan tersendiri bagi beberapa pihak untuk manipulasi data laporan keuangan. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Putriasih. Herawati, dan Wahyuni . bahwa ineffective monitoring berpengaruh atau dapat digunakan untuk mendeteksi financial statement fraud. Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil hipotesis: H2: Ineffective monitoring berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan Pengaruh Pergantian Auditor (Change in Audito. Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Fraudulent Financial Reportin. Rationalization merupakan perilaku membenarkan diri untuk tindakan yang Dalam penelitian ini rationalization diproksikan dengan change in auditor. Change in auditor merupakan pergantian perusahaan untuk mengaudit perusahaan Dari proses audit dapat diketahui perusahaan yang melakukan kecurangan. Jika sebuah perusahaan tidak mengganti auditor terdahulu dimungkinkan auditor tersebut paham dengan risiko dan proses mendeteksi adanya tindak kecurangan yang dilakukan perusahaan. Pernyataan di atas didukung hasil penelitian yang Jurnal Eksos. Juni 2020. Th XVI. No. dilakukan Putriasih et. dan Siddiq et. yang menyatakan bahwa changes in auditors berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil H3: Pergantian auditor berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan Pengaruh Pergantian Direksi (Change in Directo. Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Fraudulent Financial Reportin. Capability merupakan kemampuan seseorang dalam suatu perusahaan untuk memberi kesempatan dalam melakukan fraud (Siddiq. Achyani, and Zulfikar Proksi dari capability dalam penelitian ini yaitu changes in director. Dalam penelitian Wolfe dan Hermanson . mengatakan bahwa indikasi dilaksanakan oleh orang yang tepat serta memahami dan dapat memanfaat peluang yang ada. Pergantian direksi yang dianggap lebih berkompeten dilakukan untuk memperbaiki kinerja direksi Selain itu dari pergantian ini juga bisa dimaksudkan untuk kepentingan politik tertentu untuk menggantikan jajaran direksi sebelumnya (Tessa and Harto, 2. Oleh karena itu perubahan direksi dimungkinkan sebagai upaya perusahaan untuk menyingkirkan direksi yang dianggap mengetahui kecurangan yang telah dilakukan perusahaan. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil penelitian Putriasih et. menunjukkan bahwa capability yang diproksikan dengan perubahan direksi memiliki pengaruh terhadap financial statement fraud. Penelitian Pardosi . berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan terhadap laporan Sedangkan menurut penelitian Tessa dan Harto . Kurnia dan Anis . dan Ulfah et. variabel pergantian direksi tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting. Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil H4: Pergantian direksi berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan Pengaruh Hubungan Politik (Political Connectio. Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Fraudulent Financial Reportin. Perusahaan yang memiliki hubungan politik . olitical connectio. yang kuat cenderung memiliki beberapa keuntungan seperti lebih mudah mendapatkan akses pinjaman dari bank, lebih mudah mendapatkan kontrak dari pemerintah dan ketika sedang mengalami financial distress akan lebih mudah di bail out oleh pemerintah (Chaney, 2. Bisa dikatakan bahwa perusahaan yang diuntungkan ketika sedang mengalami Perusahaan dengan hubungan politik memiliki tingkat kecurangan yang rendah karena kemudahan akan sumber biaya yang didapat memungkinkan perusahaan kecurangan laporan keuangan. Sebaliknya menurut penelitian hasil Simon et. yang menyatakan untuk mengukur arogansi dengan melihat adanya CEO dalam sebuah perusahaan yang merupakan seorang politisi. Pada penelitian ini, hubungan politik tidak tertuju hanya pada CEO tetapi anggota Dengan peran ganda seorang CEO atau dewan komisaris tersebut dapat membantu kelancaran bisnis karena banyak koneksi. Namun, hal ini akan menumbuhkan sifat angkuh atau sombong dalam diri mereka yang mengakibatkan menghalalkan segala macam cara untuk memanfaatkan koneksinya yang luas. CEO dan dewan komisaris akan berpikir bahwa kelancaran bisnis perusahaan karena perannya. Oleh karena itu, arogansi dapat menjadi salah satu faktor terjadinya kecurangan. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan Chaney et. yang menyatakan bahwa perusahaan terdorong untuk melakukan kecurangan laporan keuangan karena faktor koneksi politik. Menurut Aidil dan Kurnia . dalam penelitiannya menyatakan bahwa political connection berpengaruh negatif signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Ngan . menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang ditemukan adanya faktor koneksi politik perusahaan financial reporting. Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil hipotesis: H5: Hubungan politik berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan METODE PENELITIAN Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif kausal. Penelitian jenis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hubungan sebab akibat antara variabel independen . ariabel yang mempengaruh. dan variabel dependen . ariabel yang Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur pada sektor industri umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2014-2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah sebagai berikut: Perusahaan dikelompokkan ke dalam jenis sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sampai tanggal 31 Desember 2018 dan dapat diperoleh laporan keuangan tahunan Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting dengan Menggunakan Beneish Model auditan per 31 Desember secara berturut-turut untuk tahun 2014-2018 dan dinyatakan dalam rupiah. Perusahaan manufaktur tersebut mengalami peningkatan laba dari tahun 2014 hingga tahun 2018. Fraudulent Beneish model. Menurut Beneish . adanya peningkatan laba perusahaan mengindikasikan adanya kemungkinan terjadi kecurangan dalam pelaporan keuangan. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel Intervening dalam penelitian ini adalah kecurangan laporan keuangan . raudulent Kecurangan laporan keuangan dihitung menggunakan Model Beneish yang diadopsi pada tahun 1999 yang terdapat dalam jurnal Mahama . Adapun rumusnya sebagai berikut: M-Score = -4. 920 DSRI 0. GMI 0. 404AQI 0. 892 SGI 0. DEPI 0. 172 SGAI 4. 679 TATA 0. 327 LEVI BDOUT (X. KAE (X. CHIA (X. CHOBD (X. Variabel Dependen Variabel Dependen (Z) dalam penelitian ini adalah Nilai Perusahaan. Nilai perusahaan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio Price to Book Value. Rasio Price to Book Value dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Brigham & Houston, 2. PBV = Harga saham Nilai buku/ lbr saham Nilai buku /lbr saham = Ekuitas saham biasa Jumlah lembar saham biasa yang beredar Variabel Independen Variabel ROA (X. Pengukuran ROA = Laba Bersih Total Aset Skala Rasio Jurnal Eksos. Juni 2020. Th XVI. No. POLCEO (X. BDOUT = Ketidakefektifan BDOUT merupakan variabel KAE = Kualitas auditor eksternal KAE merupakan variabel dummy 1 = menggunakan jasa audit KAP Big 0 = tidak menggunakan jasa audit KAP Big 4 CHIA = Change in Auditor / pergantian KAP CHIA merupakan variabel dummy 1 = terdapat pergantian auditor selama tahun 0 = tidak terdapat pergantian auditor selama tahun CHOBD = Change of board director / Pergantian direksi CHOBD merupakan variabel 1 = perusahaan yang melaksanakan pergantian direksi selama tahun 0 = perusahaan yang tidak pergantian direksi selama tahun POLCEO = Politisi CEO POLCEO merupakan variabel 1 = terdapat CEO seorang politisi Nominal Nominal Nominal Nominal Nominal 0 = tidak terdapat CEO seorang Model Penelitian Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi logistik karena variabel dependennya berupa variabel dummy . on-metri. dan variabel independennya berupa kombinasi antara metrik dan non-metrik (Ghozali, 2. Hipotesis penelitian akan diuji dengan persamaan regresi yaitu: FFR = 1 ROA 2 BDOUT 3 KAE 4 CHIA 5 CHOBD 6 POLCEO e Dimana: FFR = Fraudulent Financial Reporting ROA = Return on Asset BDOUT = Ineffective monitoring KAE = Kualitas auditor eksternal CHIA = Change in auditor CHOBD = Change of board director POLCEO = Politisi CEO HASIL DAN PEMBAHASAN Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktor untuk sektor industri umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode tahun Berdasarkan perusahaan tersebut penelitian ini menggunakan beberapa sampel yang ditentukan dengan metode purposive sampling, yaitu menentukan sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Dari jumlah populasi tersebut hanya 22 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel. Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif Minimum M-Score ROA BDOUT CHIA CHOB POLCEO Valid N . 110 Sumber: Data Olahan Analisis statistik deskriptif dalam maupun deskripsi dari data sampel yang telah ditentukan. Hasil statistik deskriptif untuk variabel dependen yaitu kecurangan laporan keuangan yang diukur dengan M-Score menunjukkan nilai rata-rata sebesar 2. 2224 yang menandakan rata-rata perusahaan industry umum yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014- Maximum Mean Std. Deviasi 2018 secara rerata tidak melakukan Berdasarkan tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa hasil analisis statistik deskriptif untuk M-Score menujukkan nilai 88 sedangkan nilai tertingginya adalah sebesar -1. Untuk variabel independen pressure diproksikan menjadi 3 proksi untuk Untuk yang pertama yaitu target keuangan . inancial targe. dalam Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting dengan Menggunakan Beneish Model penelitian ini diukur dengan Return On Asset (ROA). Hasil analisis statistik menunjukkan nilai terendah sebesar 0,001. Perusahaan yang memiliki nilai financial target terendah yaitu Indo Rama Synthetic Tbk. Yang berarti bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk mendapatkan laba paling rendah diantara perusahaan sampel. Sedangkan perusahaan yang memiliki nilai tertinggi adalah Indomobil Sukses International Tbk dengan nilai sebesar 0,25. Hasil penelitian untuk variabel target keuangan menunjukkan dari 22 sampel selama 5 periode pengamatan yang telah diolah memiliki nilai rata-rata sebesar 0. nilai tersebut dapat diartikan bahwa ratarata tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba adalah sebesar Selanjutnya variabel opportunity diproksikan untuk yang pertama dengan ketidakefektifan pengawasan . neffective monitorin. yaitu dengan menghitung rasio jumlah komisaris independen terhadap total komite audit (BDOUT). Hasil analisis statistik deskriptif terhadap menunjukkan bahwa rasio komite audit independen paling rendah adalah sebesar 0,3 untuk Astra International Tbk dan nilai tertinggi adalah Multi Prima Sejahtera Tbk dan Pan Brothers Tbk dengan nilai sebesar 0,67. Variabel rationalization diproksikan dengan pergantian auditor . hange in audito. dalam penelitian ini dan diukur dengan variabel dummy . CHIA). Hasil penelitian selama tahun 2014-2018 dengan menghasilkan rata-rata sebesar 0,1727 artinya sebesar 17,27% perusahaan sampel melakukan pergantian kantor akuntan publik . sedangkan untuk sisanya sebesar 82,73% perusahaan tidak melakukan pergantian kantor akuntan publik . Jurnal Eksos. Juni 2020. Th XVI. No. Variabel capability dalam penelitian ini diproksikan dengan pergantian direksi . hange in directo. yang pada penelitian ini menggunakan CHOB yaitu meneliti Berdasarkan terhadap 22 sampel selama periode penelitian 2014-2018 menghasilkan nilai rata-rata sebesar 0,1636 artinya sebesar 16,36% perusahaan sampel terdapat pergantian direksi . ilai 1,. dan sisanya 83,64% perusahaan tidak terdapat pergantian direksi . ilai 0,. Variabel arrogance dalam penelitian ini diproksikan hubungan politik . olitical connectio. , diukur dengan melihat perusahaan yang CEO, dewan komisaris atau dewan direksi yang memiliki hubungan politik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama tahun 20142018 hubungan politik memiliki nilai ratarata sebesar 0,455 artinya sekitar 45,5% perusahaan industri umum memiliki hubungan politik . sedangkan 54,5% tidak memiliki hubungan politik . Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan mengetahui terdistribusi normal atau tidak normal mengenai data penelitian yang digunakan selama penelitian. Uji normalitas dalam Kolmogrov-Smirnov Test. Dinyatakan terdistribusi normal jika nilai probabilitas signifikansi suatu data sampel lebih besar dari alpha 5%. Hasil mengenai uji normalitas menggunakan KolmogorovSmirnov dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters a,b Most Extreme Differe Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. Unstandardized Residual 0E-7 Sumber: Data sekunder diolah . Dari hasil uji kolmogororv-smirnov di atas, di hasilkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data residual dalam mdel regresi ini tidak terdistribusi normal karena nilai Asymp. Sig. -taile. di bawah 0,05 dan model regresi tersebut belum layak digunakan untuk analisis Oleh karena itu dari hasil tersebut diperlukan adanya perbaikan data untuk memperoleh data yang terbaik dan dapat digunakan dalam penelitian. Untuk memperoleh hasil terbaik maka dilakukan dengan pembersihan data dari outlier . ata yang menyimpang jauh dari rata-rat. (Widarjono, 2. Hasil dari uji normalitas setelah dilakukan pembersihan data dari outlier yaitu sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters a,b Most Extreme Differe KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardized Residual 0E-7 Sumber: Data sekunder diolah . Hasil dari uji normalitas setelah dilakukan pembersihan data dari outlier menghasilkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,956. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi ini terdistribusi normal karena nilai Asymp. Sig. -taile. di atas 0,05. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi antar variabel independen pada model regresi. Dalam regresi berganda yang baik seharusnya variabel independen tersebut harus benar benar bebas dan tidak memiliki korelasi satu sama lain. Uji multikolinieritas pada penelitian ini menggunakan nilai Tolerance dan nilai VIF (Variance Inflation Facto. Apabila nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10,00 maka tidak terjadi multikolinieritas, begitu juga sebaliknya apabila nilai tolerance kurang dari 0,10 dan nilai VIF lebih dari 10,00 maka terjadi Hasil Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Model Tolerance VIF ROA BDOUT CHIA CHOB POLCEO 0. Sumber: Data sekunder diolah . Dari hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen menunjukkan nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa variabel independen yang digunakanan dalam model regresi penelitian ini terbebas dari multikolinieritas, dapat dipercaya dan objektif. Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting dengan Menggunakan Beneish Model Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas untuk menguji adanya ketidaksamaan variance dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Suatu model regresi dinyatakan baik apabila tidak terdapat Pengujian heteroskedastisitas di dalam penelitian ini menggunakan Glejser Test. Jika nilai signifikansi variabel independen lebih besar dari 0,05, maka dapat dinyatakan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam Hasil uji heteroskedastisitas disajikan dalam sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Glejser Tes Model Nilai Probabilitas ROA BDOUT CHIA CHOB POLCEO Sumber: Data sekunder diolah . Hasil pengujian heteroskedastisitas penelitian di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk semua variabel lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada terjadinya gejala heteroskedastisitas dalam model regresi Uji Regresi Linier Berganda Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecurangan laporan keuangan dan proksi-proksi dari fraud pentagon dengan model regresi. Tabel 6. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model Konstan Target Keuangan Hipotesis Sig Onetailed Jurnal Eksos. Juni 2020. Th XVI. No. Ketidakefekt -ivan Pergantian Pergantian Koneksi Sumber: Data sekunder diolah . Berdasarkan hasil pengujian regresi di atas, maka dihasillkan persamaan regresi sebagai berikut: M-SCORE = (-0,. ROA BDOUT . CHIA . CHOB . POLCEO A Berdasarkan persamaan di atas bahwa nilai koefisien regresi dari pergantian direksi (CHOB) bernilai negatif artinya variabel-variabel ini memiliki hubungan yang negatif . idak berpengaruh positi. dengan risiko terjadinya kecurangan terhadap laporan keuangan. Sedangkan untuk variabel target keuangan (ROA), ketidakefektifan pengawasan (BDOUT), pergantian auditor (CHIA), dan hubungan politik (POLCEO) bernilai positif hal ini berpengaruh positif dengan risiko terjadinya kecurangan terhadap laporan H1 dalam penelitian ini menyatakan elemen pressure pada fraud pentagon yang diproksikan dengan variable target keuangan . inancial targe. berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan . raudulent financial reportin. Hasil pengujian menunjukkan nilai sigifikansi < 0,05 yaitu sebesar 0,003 yang artinya target keuangan mempengaruhi terjadinya kecurangan dalam laporan keuangan perusahaan sampel. Pencapaian target finansial seperti tingkat ROA biasanya menjadi salah satu indikator pengukuran kinerja sebuah perusahaan. Tingkat ROA yang rendah mencerminkan kinerja manajemen yang kurang optimal, sementara ROA yang tinggi menujukkan pengelolaan asset perusahaan sehingga memberikan return yang tinggi bagi Tuntutan untuk mencapai target keuangan seringkali menjadi pressure bagi manajemen perusahaan, sehingga dalam upaya mencapai target tersebut manajemen didorong untuk melakukan Manajemen didorong untuk memanfaatkan metode-metode akuntansi yang ada untuk memberikan laporan capaian laba yang tinggi dengan biaya-biaya tertentu atau dengan menurunkan jumlah asset perusahaan. Adanya target keuangan memberikan tekanan yang besar bagi manajemen dengan kinerja yang rendah untuk melakukan tindakan fraud, sehingga kinerja yang rendah tadi akan tertutupi dengan adanya laporan keuangan perusahaan yang baik. Dalam penelitian ini H2 menyatakan bahwa ketidakefektifan pengawasan . neffective monitorin. berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan Hasil pengujian menunjukkan nilai sigifikansi > 0,05 yaitu sebesar 0,328 yang artinya dalam penelitian ini pengaruh ketidakefektifan pengawasan tidak signifikan terhadap terjadinya kecurangan dalam laporan keuangan Dibentuknya komite audit dalam perusahaan diharapkan dapat melakukan pengawasan yang efektif Keberadaan sebagai ketua komite audit diharapkan dapat meningkatkan pengawasan pada tata kelola perusahaan yang berdampak dengan meningkatnya kinerja perusahaan. Hal sebaliknya akan terjadi ketika komisaris independen justru melakukan pengawasan menjadi tidak efektif, tindakan fraud dalam perusahaan. H3 dalam penelitian ini menyatakan pergantian auditor berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi > 0,05 yaitu sebesar 0,248 yang artinya pengaruh pergantian auditor terhadap kecurangan laporan keuangan pada penelitian ini tidak signifikan. Penggantian auditor dalam perusahaan tidak selalu berarti ada indikasi manajemen perusahaan melakukan fraud. H4 dalam penelitian ini menyatakan pergantian direksi berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi > 0,05 yaitu sebesar 0,375 yang artinya pengaruh pergantian direksi terhadap kecurangan laporan keuangan pada penelitian ini tidak signifikan. Pergantian direksi pada perusahaan sampel bukan disebabkan adanya fraud dalam perusahaan sampel, melainkan keinginan perusahaan untuk memperbaiki kinerja dengan mengganti direksi lama dengan direksi baru yang dianggap lebih H5 dalam penelitian ini menyatakan hubungan politik berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi > 0,05 yaitu sebesar 0,216 yang menunjukkan bahwa hubungan politik yang dimiliki CEO perusahaan sampel tidak signifikan pengaruhnya terhadap kecurangan laporan keuangan. Perusahaan hubungan politik memang cenderung memeliki lebih banyak keuntungan dalam hal mendapatkan akses ke perbankan, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman dan lebih mudah untuk kontrak-kontrak Dengan kemudahan yang ada perusahaan yang memiliki koneksi politik akan dimungkinkan untuk menghindari praktek fraud dalam laporan keuangan Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting dengan Menggunakan Beneish Model Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wu et. perusahaan dengan hubungan politik memiliki tingkat kecurangan yang rendah karena kemudahan akan sumber biaya yang didapat memungkinkan perusahaan kecurangan laporan keuangan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil pengujian terhadap pengaruh dari Pressure (Target Keuangan Eksterna. Opportunity (Ketidakefektifan Pengawasa. Rationalization (Pergantian Audito. Capability (Pergantian Direks. , dan Arrogance (Hubungan Politi. terhadap kecurangan laporan keuangan dalam perusahaan aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018, kesimpulan sebagai berikut: Variabel target keuangan . inancial targe. berpengaruh positif signifikan Hasil penelitian ini menyatakan bahwa target keuangan kecurangan laporan keuangan. Artinya semakin besar nilai target keuangan maka potensi kecurangan laporan keuangan semakin meningkat. Variabel ketidakefektifan pengawasan . neffective berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa ketidakefektifan pengawasan berpengaruh positif Artinya semakin besar atau pengawasan tidak akan berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan Berpengaruh Jurnal Eksos. Juni 2020. Th XVI. No. Variabel pergantian auditor . hange in audito. tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa pergantian auditor berpengaruh positif Artinya semakin besar atau kecil nilai pergantian auditor tidak akan berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Variabel pergantian direksi . hange in directo. tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa pergantian direksi berpengaruh positif Artinya semakin besar atau kecil nilai pergantian direksi tidak akan berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Variabel hubungan politik . olitical Hasil penelitian ini tidak menyatakan bahwa hubungan politik kecurangan laporan keuangan. Artinya semakin besar atau kecil nilai kecurangan laporan keuangan Saran Berdasarkan uraian pembahasan dan kesimpulan yang didapatkan masih terdapat inskonsistensi hasil penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya, maka berikut ini adalah saran yang bisa peneliti sampaikan untuk penelitian selanjutnya: Untuk penelitian yang lebih luas sehingga dapat menggeneralisasikan hasil penelitian untuk seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambah variabel proksi dari fraud pentagon seperti kepemilikan saham institusi dan perputaran modal agar cakupan variabel penelitian menjadi lebih luas. REFERENSI