JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 4 iC Nomor 1 iC April 2023 Pengaruh Model Pembelajaran STAD Terhadap Keterampilan Shooting Bolabasket Deswita Supriyanti STKIP Pasundan deswita291284@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Model pembelajaran STAD terhadap keterampilan shooting bolabasket siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen dengan desain Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 5 Cimahi, sampel adalah siswa kelas VII/A berjumlah 37 orang untuk kelompok eksperimen dan Kelas VII/B 38 orang untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Tes keterampilan shooting bolabasket dari Nurhasan . Data yang terkumpul dianalisis secara statistika menggunakan teknik analisis Independent Sampel t-tes dengan taraf signifikansi < 0. Berdasarkan hasil yang diperoleh didapat angka signifikansinya adalah sebesar Karena nilai signifikansi < 0. 05 maka Ho ditolak, sehingga pada tingkat kepercayaan 95% hasil dari penghitungan bahwa Model pembelajaran STAD lebih berpengaruh dibandingkan Model Direct Teaching terhadap keterampilan bolabasket siswa SMP kelas VII. Kemudian masing-masing model antara model STAD dan Model Direct Teaching berpengaruh terhadap penguasaan keterampilan shooting bolabasket. Kata Kunci: Model Pembelajaran. STAD. Shooting. Bolabasket. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of the STAD learning model on students' basketball shooting skills. The method used in this study is the Experiment method with a Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. The population in this study was grade VII students of SMPN 5 Cimahi, the sample was class VII / A students totaling 37 people for the experimental group and Class VII / B 38 people for the control group. The research instrument used was the basketball shooting skills test from Nurhasan . The collected data were statistically analyzed using the Independent Sample t-test analysis technique with a significance level of < 0. Based on the results obtained, the significance figure is 0. Because the significance value < 0. Ho was rejected, so that at a 95% confidence level the result of the calculation was that the STAD learning model was more influential than the Direct Teaching Model on the basketball skills of grade VII junior high school students. Then each model between the STAD model and the Direct Teaching Model affects the mastery of basketball shooting skills. Keyword: Learning Model. STAD. Shooting. Basketball. Alamat Korespondensi: STKIP Pasundan A Email: deswita291284@gmail. A 2021 STKIP Pasundan ISSN 2721-5660 (Ceta. ISSN 2722-1202 (Onlin. Rony Mohamad Rizal PENDAHULUAN Pembelajaran pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang harus dapat memberikan kontribusi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terutama melalui pembelajaran aktivitas gerak (Pangrazi & Beighle, 2. Proses pendidikan jasmani harus bisa membangun kualitas tujuan dalam mengembangkan keterampilan fisik, memberikan kesempatan kepada siswa agar nyaman dalam melakukan aktivitas olahraga (Cairney et al. , 2. , dengan adanya mata pelajaran penjas ini siswa akan memperoleh keterampilan gerak, pengetahuan tentang kesehatan jasmani dan berbagai sikap sosial (Hambali et al. , 2. Dengan begitu, posisi pendidikan jasmani memegang peranan penting dalam upaya menumbuhkembangkan segala potensi yang ada pada peserta didik. Oleh karena itu, proses pembelajarannya harus sesuai dan tepat sasaran, dan disinilah peran guru penjas sebagai sentral dari proses pendidikan jasmani harus dapat berkerja secara optimal guna tercapainya tujuan pendidikan jasmani. Guru menjadi kunci utama dalam pencapaian tujuan pendidikan (Andriani et al. , oleh karena itu kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kualitas guru (Hanushek, 2. , guru yang mengajar secara monoton cenderung akan menimbulkan rasa kebosanan, karena siswa tidak diberikan kesempatan untuk belajar aktif (Wang. Maka dari itu, jelas bahwa seorang guru menjadi peran sentral dalam mencapai perkembangan peserta didik. Guru harus mampu mengelola proses pembelajaran dengan baik, sehingga siswa memiliki minat yang tinggi dalam belajar. Namun sangat disayangkan dalam pelaksanaannya, masih terdapat pendapat bahwa pendidikan jasmani merupakan pelajaran yang hanya bertujuan mengembangkan aspek fisik dan keterampilan gerak saja (Bayu, 2018. Harta, 2. Kenyataannya praktik pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah masih berkutat pada apa yang disebut sebagai pendidikan jasmani sebagai teknik olahraga (Fitzpatrick, 2. , belum menjadi pendidikan jasmani sebagai budaya gerak (Muharram, 2. Ini kiranya yang menjadi permasalahan penting dalam proses pendidikan jasmani, sehingga perlu adanya perubahan dalam mengajar pendidikan jasmani di sekolah. Salah satu materi yang diajarkan di sekolah-sekolah adalah permainan bolabasket, dimana permainan ini masuk pada jenis permainan bola besar. Masih banyak didapat seorang guru dalam melaksanakan atau mengajarkan permainan bolabasket ini hanya tertuju pada aspek teknik saja, sehingga tidak ada pengembangan proses pembelajaran yang baru, sehingga guru cenderung masih menggunakan model belajar yang monoton atau memberikan materi secara langsung tanpa adanya kesempatan yang lebih bagi siswa untuk berkembang pemikirannya. Maka dari itu, perlu kiranya membuat atau menerapkan model pembelajaran yang memang sesuai dengan karakteristik siswa dan sesuai dengan penunjangan tujuan pendidikan jasmani secara keseluruhan. Shooting merupakan salah satu kajian atau materi teknik dasar yang perlu diberikan pada materi bolabasket. Hal tersebut dikarenakan dalam shooting banyak sekali manfaat yang didapat, baik pada saat akan melakukan, pada saat proses gerakan dan juga dampak ketika siswa berhasil melakukan tekniknya. Shooting ini merupakan teknik yang dapat menentukan tim meraih kemenangan, karena jika shooting berhasil makan akan mendapatkan skor dan memungkinkan tim tersebut meraih kemanangan dalam suatu pertandingan (Darmawan et al. , 2. Selain itu, kerjasama tim dalam olahraga bolabasket juga sangat diperlukan, dengan kerjasama tim yang baik akan memungkinkan pemain mendapatkan ruang tembak yang tepat (Dai et al. , 2. Pemilihan model pembelajaran dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengubah suasana belajar yang monoton (Bodsworth, 2. Penggunaan model pembelajaran yang tepat mampu menumbuhkan minat anak dalam belajar (Ulstad et al. , 2. Rony Mohamad Rizal sehingga ketika minat belajar meningkat cenderung akan meningkatkan hasil belajarnya (Pan, 2. Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran (Casey & Goodyear, 2. Berkaitan penelitian ini penulis mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, karena STAD merupakan metode yang paling sederhana. Model ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diajarkan oleh guru (Slavin, 2. Pada pembelajaran bolabasket yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa dihadapkan pada situasi lingkungan yang menuntutnya untuk menemukan solusi terbaik dalam menyelesaikan pembelajaran METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitiannya randomize pretest-posttest control goup design. Desain ini berguna untuk melihat sejauhmana perbandingan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol (Jack R. Fraenkel et al. , 2. Dalam desain ini kelompok treatment diberikan perlakuan berupa model pembelajaran kooperatif tipe STAD, sedangkan kelompok kontrol diberikan perlakuan dengan pembelajaran direct. Treatment group Control Group Gambar 1. The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design Keterangan: : Random . enetapan secara acak pada kelas VII yang dipilih secara aca. : Observasi atau Pengukuran : Eksperimen (Perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD) : Kontrol (Perlakuan dengan model direct teachin. Sampel penelitian ada sebanyak dua kelas yanitu sebanyak 75 orang siswa kelas VII SMPN 5 Kota Cimahi, terpilih secara acak menggunakan teknik cluster random sampling, dimana sampel ini dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok akan diberikan perlakuan yang berbeda sesuai degan desain penelitian yang digunakan. Pengumupulan data penelitian menggunakan alat ukur berupa tes keterampilan shooting bolabasket, dimana pendekatan pemberian skor menggunakan penilaian proses gerak. Hasil analisis data dibantu menggunakan software IBM Statistical Product for Service Solutions (SPSS) versi 26, dengan pengujian analisis menggunakan Uji-t sampel berpasangan (Paired Sample t-tes. dan Uji perbedaan rata-rata (Independent Sample ttest Posttes. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil pengumpulan data yang telah dilakukan, didapat deskripsi hasil tes keterampilan bolabasket untuk masing-masing kelompok sebagai berikut: Rony Mohamad Rizal Tabel 1. Deskripsi Hasil Tes Keterampilan Bolabasket Std. Error Kelompok Eksperimen Kontrol Mean Std. Deviation Mean Pretest Posttest Pretest Posttest Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa nilai untuk penguasaan keterampilan bolabasket pada kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pre-test shooting memiliki rerata 29. 03, sedangkan untuk post-test shooting memiliki rerata 35. Pada kelompok kontrol yang menggunakan model direct teaching pre-test shooting memiliki rerata 29. 51, sedangkan post-test shooting memiliki Selanjutnya hasil ini akan dianalisis menggunakan uji-t paired sample t-test dan juga independet sample t-test untuk mengetahui apakah model yang diberikan berpengerauh terhadap hasil keterampilan shooting bolabasket dan apakah terdapat perbedaan dari masing-masing kelompoknya, dimana sebelum ketahap tersebut terlebih dahulu melakukan pengujian normalitas dan homogenitas pada setiap tes pada masingmasing kelompok, dan hasilnya adalah semua data berdistribusi normal dan semua kelompok memiliki variansi yang sama. Dalam menguji data hasil tes awal dan tes akhir untuk mengetahui pengaruh perlakuan di setiap kelompok dilakukan dengan Paired Sample t-test. Berikut adalah hasil dari Tabel 2. Hasil Uji Paired Sample t-test pada Kelompok Eksperimen Paired Differences 95% Confidence Mean Shooting Pretest - Posttets Std. Std. Error Deviation Mean Interval of the Sig. Difference . - Lower Upper Kriteria Peujian: Jika nilai Signifikansi . -taile. > 0,05 (H0 diterim. Jika nilai Signifikansi . -taile. < 0,05 (H0 Ditola. Berdasarkan pada tabel 2, hasil uji Paired Samples Test pada perlakuan pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukan bahwa signifikansi pada kolom Sig. menunjukan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya. H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap penguasaan keterampilan shooting bolabasket pada siswa SMP kelas VII. Rony Mohamad Rizal Tabel 3. Hasil Uji Paired Sample t-test pada Kelompok Kontrol Paired Differences 95% Confidence Mean Shooting Pretest - Posttets Std. Std. Error Deviation Mean Interval of the Sig. Difference . - Lower Upper Berdasarkan pada tabel 3 hasil uji Paired Samples Test pada perlakuan kelompok kontrol menunjukan bahwa signifikansi pada kolom Sig. -taile. menunjukan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya. H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model direct teaching terhadap penguasaan keterampilan shooting bolabasket pada siswa SMP kelas VII. Selanjutnya untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata pada setiap kelompok dilakukan pengujian independent sample t-test dan berikut adalah hasilnya: Tabel 4. Hasil Uji Independent Sample T-Test pada Semua Kelompok Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Shooting Equal variances Sig. Mean Std. Error . -taile. Difference Difference Lower Upper Sig. Difference Equal variances not assumed Berdasarkan pada tabel 4 hasil uji Independent Sample t-test Posttest pada perlakuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki nilai t-hitung sebesar 292 dengan probabitas Sig. -taile. Oleh karena probabilitas Sig. < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya Model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih berpengaruh dibandingkan model direct teaching terhadap penguasaan keterampilan shooting bolabasket pada siswa SMP kelas VII. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran STAD memiliki pengaruh lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran direct teaching. Hal ini dapat dijelaskan bahwa model STAD dapat membantu siswa meningkatkan sikap positif siswa dalam belajar (Wyk, 2. Para siswa secara individu membangun kepercayaan diri terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam belajar (Rahmawati et al. , 2. , sehingga membuat setiap siswa termotivasi untuk menyelesaikan tugas gerak yang diberikan oleh guru dan pada akhirnya keterampilan mereka dapat lebih baik karena pada prosesnya mereka bekerja secara kolaboratif atau Rony Mohamad Rizal saling mengajari (Yang et al. , 2. Sangat berbanding terbalik pada proses pembelajaran model direct teaching siswa lebih bersifat apatis dan tidak terjadi interaksi antar sesama siswa karena siswa hanya fokus terhadap tugas gerak yang diberikan oleh guru (Bilgin & Dalkran, 2017. Jayantilal & OAoLeary, 2. Pembelajaran pendidikan jasmani pada materi shooting bolabasket melalui model pembelajaran STAD memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk belajar menguasai tugas gerak yang diberikan oleh guru. Model pembelajaran STAD pada saat pembelajarannya siswa harus terlibat langsung dalam sebuah proses pembelajaran tugas gerak maupun proses sosial dimana siswa bekerja secara bergotong royong demi tercapainya tujuan pembelajaran (Rizki, 2. Pada proses pembelajaran kooperatif, bukan hanya guru yang memotivasi siswanya agar menyelesaikan tugas gerak dengan baik, tetapi siswa juga ditekankan supaya saling memberi motivasi dan mengajari teman kelompoknya dalam upaya melakukan tugas gerak yang diberikan oleh guru (Yoda. Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (Kim, 2. Jadi dalam pembelajaran kooperatif siswa berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun guru, dengan bekerja secara berkolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama, maka siswa akan mengembangkan keterampilan berhubungan dengan sesama manusia yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di luar sekolah (Shoval & Shulruf, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan pengaruh peningkatan penguasaan keterampilan bolabasket pada siswa kelas VII SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Indonesia, antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model direct teaching, dimana kelompok yang diberikan perlakuan menggunakan model kooperatif tipe STAD memberikan pengaruh lebih baik. Hasil tersebut memberikan pandangan saran kepada beberapa pihak terkait untuk lebih memperhatikan hal-hal yang dapat mendukung terhadap peningkatan penguasaan keterampilan siswa. DAFTAR PUSTAKA