CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten https://doi. org/10. 25008/caraka. AHMAD MUSTAQIM INDAH SURYAWATI Universitas Budi Luhur - Indonesia ABSTRACT This study aims to analyze the dynamics of intergenerational communication in the preservation of the Maulid Arba'in tradition in Larangan Selatan. Tangerang. Banten Province with a focus on using WhatsApp as a modern communication tool. The Maulid Arba'in tradition is a significant celebration in Islamic culture, carrying historical and spiritual values. However, modernization and social change present challenges to its preservation. This research employs a qualitative method through in-depth interviews and observations to understand how the older and younger generations interact in preserving this tradition using WhatsApp. The findings indicate that WhatsApp plays a significant role in enhancing communication, facilitating information exchange, and encouraging active participation from the younger generation in preserving the Maulid Arba'in tradition. Keywords: communication dynamics, cultural preservation. Maulid Arba'in, new media, the role of WhatsApp social media ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi antar generasi dalam pelestarian tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Provinsi Banten dengan fokus pada penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai sarana komunikasi modern. Tradisi Maulid Arba'in merupakan perayaan penting dalam budaya Islam yang memiliki nilai historis dan spiritual. Namun, tantangan modernisasi dan perubahan sosial memengaruhi cara pelestariannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi untuk memahami bagaimana generasi tua dan muda berinteraksi dalam pelestarian tradisi ini menggunakan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp berperan signifikan dalam meningkatkan komunikasi, memfasilitasi pertukaran informasi, dan mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pelestarian tradisi Maulid Arba'in. Kata kunci: dinamika komunikasi, pelestarian budaya, maulid arbain, media baru, peran media sosial Whatsapp AuthorAos email correspondent: 207151162@student. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2025 (Ahmad Mustaqi. Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: 22/04/2025. Revised: 02/5/2025. Accepted: 15/05/2025 Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 PENDAHULUAN Komunikasi adalah proses fundamental yang memungkinkan individu dan kelompok saling bertukar informasi, membangun hubungan, dan berinteraksi satu sama lain. Dalam konteks yang lebih luas, dinamika komunikasi merujuk pada perubahan dan interaksi yang terjadi dalam proses komunikasi antar individu atau kelompok yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konteks sosial, budaya, teknologi, dan hubungan interpersonal. Dalam masyarakat yang semakin kompleks, komunikasi tidak lagi sekadar bertukar pesan. telah berkembang menjadi suatu proses yang melibatkan berbagai elemen yang saling Misalnya, dalam interaksi antar generasi, dinamika komunikasi menjadi sangat penting karena perbedaan nilai, pengalaman, dan cara pandang yang sering kali muncul. Setiap generasi memiliki cara dan preferensi sendiri dalam berkomunikasi, yang dipengaruhi oleh kondisi sosial dan teknologi yang ada di zaman mereka (Nussbaum & Williams, 2. Komunikasi antargenerasi menjadi topik yang semakin relevan dalam masyarakat modern, terutama karena perbedaan nilai, pandangan, dan cara berkomunikasi yang dimiliki oleh masing-masing generasi. Setiap generasiAiseperti generasi Baby Boomer. Generasi X. Generasi Y (Milenia. , dan Generasi ZAimemiliki ciri khas dan pola komunikasi yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan teknologi di masa mereka dibesarkan. Perbedaan ini dapat memengaruhi cara mereka saling berinteraksi, membangun hubungan, dan berbagi informasi (Nussbaum & Williams, 2. Dinamika komunikasi antargenerasi mencakup bagaimana setiap generasi beradaptasi dan berkompromi dalam proses pertukaran informasi. Proses ini penting, khususnya dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan oleh generasi yang lebih tua kepada generasi muda. Di sisi lain, generasi muda dapat membawa perspektif baru yang lebih modern, yang juga memengaruhi cara mereka menyerap dan memahami tradisi. Oleh karena itu, memahami dinamika komunikasi antar generasi sangat penting dalam memastikan keberlanjutan nilai-nilai budaya dan identitas sosial di tengah masyarakat yang semakin berkembang (Liliweri 2. Dalam konteks pelestarian budaya, dinamika komunikasi antargenerasi menjadi sangat Tanpa komunikasi yang baik, tradisi dan nilai budaya yang telah diwariskan bisa hilang atau diabaikan oleh generasi berikutnya. Komunikasi yang efektif memungkinkan generasi yang lebih tua menyampaikan makna mendalam dari tradisi tersebut kepada generasi muda, sementara generasi muda dapat memberikan inovasi dalam cara tradisi itu disampaikan atau dipraktikkan dalam era modern. Sebagai contoh, penggunaan platform digital seperti WhatsApp dapat memfasilitasi komunikasi antaragenerasi tua dan muda dalam mempersiapkan kegiatan tradisional, seperti perayaan Maulid Arba'in. Dengan cara ini, generasi muda tetap terlibat dan dapat memahami nilai tradisi, meskipun melalui saluran komunikasi yang berbeda. Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Provinsi Banten, adalah perayaan yang dilakukan untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dilaksanakan selama 40 hari terhitung dari tanggal 1 Rabiul Awal sampai dengan 10 Rabiul Akhir. Maulid Arbain di Larangan Selatan dijadikan sebagai program tahunan yang bertujuan mempererat hubungan masyarakat dengan sosok Nabi Muhammad SAW, meningkatkan kecintaan terhadap beliau melalui pengenalan kembali sejarah dan akhlaknya. Dilaksanakan selama 40 hari, acara ini bertujuan agar sosok Nabi tetap hidup dalam ingatan masyarakat (Khodir, 2. Tradisi ini merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, khususnya di Larangan Selatan, namun seiring dengan modernisasi dan Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 kemajuan teknologi, cara pelestariannya mengalami perubahan. Aplikasi WhatsApp, yang menjadi salah satu media komunikasi populer, memiliki potensi untuk memperkuat interaksi antar generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana media sosial seperti WhatsApp digunakan oleh generasi tua dan muda dalam melestarikan tradisi Maulid Arba'in. Pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: Bagaimana dinamika komunikasi antar generasi dalam pelestarian tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan melalui media sosial WhatsApp? Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas pentingnya komunikasi dalam pelestarian tradisi. Liliweri . menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif antara generasi dapat memperkecil kesenjangan pemahaman dan meningkatkan rasa saling Wulandari dan Raharjo . menekankan peran media sosial dan aplikasi pesan dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal. Mahendra dan Andayani . menyoroti bahwa teknologi komunikasi modern dapat meningkatkan kolaborasi antar generasi dalam pelestarian tradisi. Penelitian ini berupaya melengkapi literatur yang ada dengan fokus pada penggunaan WhatsApp sebagai alat komunikasi modern dalam pelestarian tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. KERANGKA TEORI Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa komunikasi adalah proses fundamental dalam membangun hubungan sosial, termasuk dalam pelestarian tradisi Dalam konteks pelestarian tradisi Maulid Arbain di Larangan Selatan, terjadi interaksi antargenerasi yang memiliki karakteristik komunikasi berbeda, baik dari segi gaya, media, maupun nilai-nilai yang dibawa. Dinamika komunikasi antargenerasi muncul karena adanya perbedaan usia, pengalaman hidup, serta kemajuan teknologi. Generasi tua cenderung mempertahankan cara komunikasi tradisional, sedangkan generasi muda lebih akrab dengan teknologi modern seperti WhatsApp. Perbedaan ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang dalam mempertahankan tradisi budaya. Dengan menggunakan WhatsApp sebagai fasilitas komunikasi modern, generasi muda dan tua dapat membangun komunikasi yang lebih efektif. WhatsApp memfasilitasi penyebaran informasi yang cepat dan luas mengenai kegiatan Maulid Arbain, memperkuat interaksi antar generasi, dan mendorong penguatan komunitas di Larangan Selatan. Melalui penggunaan media ini, informasi mengenai tradisi Maulid Arbain lebih mudah diakses, diskusi lintas generasi lebih sering terjadi, dan partisipasi dalam kegiatan tradisi menjadi lebih aktif. Akhirnya, semua dinamika tersebut berkontribusi pada pelestarian tradisi secara berkelanjutan. Teori Komunikasi antar Generasi Teori ini menjelaskan dinamika komunikasi antara generasi yang berbeda, khususnya terkait perbedaan nilai, norma, gaya bahasa, serta harapan sosial dalam interaksi. Menurut Harwood . , komunikasi antar generasi melibatkan adaptasi strategi komunikasi untuk mengatasi hambatan yang muncul akibat perbedaan usia dan pengalaman. Dalam penelitian ini, teori ini digunakan untuk memahami bagaimana generasi tua dan muda di Larangan Selatan berinteraksi dalam pelestarian tradisi Maulid Arbain, serta bagaimana perbedaan persepsi dan penggunaan media komunikasi mempengaruhi proses Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 Teori Media Baru Teori ini membahas perubahan besar dalam praktik komunikasi akibat munculnya teknologi digital. Menurut Lev Manovich . dalam The Language of New Media, media baru . eperti WhatsAp. bersifat interaktif, berbasis jaringan, dan memungkinkan partisipasi lebih luas. Dalam penelitian ini, teori media baru digunakan untuk menganalisis bagaimana WhatsApp sebagai media digital guna: . Membantu mempercepat penyebaran informasi tentang kegiatan Maulid Arbain. Memfasilitasi komunikasi lintas generasi dengan lebih . Meningkatkan keterlibatan komunitas dalam aktivitas pelestarian tradisi. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi, pertama. Wawancara Mendalam: Wawancara merupakan alat pengumpulan data yang sangat penting dalam penelitian komunikasi kualitatif yang melibatkan manusia sebagai subjek . elaku, akto. sehubungan dengan realitas atau gejala yang dipilih untuk diteliti (Pawito, 2007: . Wawancara dilakukan terhadap lima orang generasi tua . okoh masyarakat, pemuka agam. dan lima orang generasi muda yang aktif menggunakan WhatsApp dalam konteks pelestarian tradisi. Wawancara ini bertujuan untuk memahami pandangan mereka tentang peran WhatsApp dalam komunikasi dan pelestarian tradisi. Total informan adalah 10 orang. Kedua. Observasi Partisipatif. Moleong . menyatakan bahwa observasi partisipatif merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang memungkinkan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan subjek penelitian. Peneliti melakukan observasi terhadap interaksi di grup WhatsApp yang berkaitan dengan Maulid Arba'in, termasuk diskusi, penyebaran informasi, dan partisipasi dalam perayaan. Penelitian ini menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sample. Dengan teknik ini, peneliti dapat memastikan bahwa informan yang dipilih memiliki pengalaman atau keterlibatan yang relevan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola komunikasi antar generasi dan dampak penggunaan WhatsApp terhadap pelestarian tradisi. HASIL PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan kunci terkait dinamika komunikasi antar generasi dalam pelestarian tradisi Maulid Arba'in melalui aplikasi WhatsApp. Selengkapnya diuraikan sebagai berikut: Fasilitas Komunikasi, sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis, pendidikan, dan hubungan sosial, karena mempengaruhi cara orang berinteraksi, berbagi informasi, dan membangun hubungan. Menurut Cangara . alam Yulyuswarni, 2. , fasilitas komunikasi sebagai perangkat atau sarana yang menunjang komunikasi agar lebih efektif. Hal ini meliputi teknologi dan media yang memungkinkan pesan dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Penggunaan fasilitas komunikasi yang efektif dapat meningkatkan efisiensi komunikasi dan memperkuat hubungan antar individu maupun kelompok. Fasilitas komunikasi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup berbagai sarana yang memfasilitasi interaksi antar anggota komunitas. Dalam konteks Maulid Arba'in, berikut adalah fasilitas komunikasi yang diidentifikasi: Media Sosial: WhatsApp Group menjadi salah satu sarana komunikasi utama bagi Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 anggota komunitas untuk berdiskusi dan merencanakan kegiatan Maulid Arba'in. Di platform ini, anggota dapat berbagi informasi, foto, dan pengalaman secara real-time, sehingga mempercepat proses koordinasi dan meningkatkan partisipasi. Gambar 1. WhatsApp Group Sumber: Grup Hadroh MDI: 2024 Instagram: Beberapa komunitas juga memanfaatkan media sosial lain seperti Instagram untuk menyebarkan informasi mengenai acara, termasuk pengumuman, undangan, dan dokumentasi kegiatan. Media sosial ini membantu menjangkau generasi muda yang lebih aktif di platform tersebut. Gambar 2. Media sosial Instagram untuk menyebarluaskan infomasi Sumber: @cahayaband. official, 2024 . Pertemuan Tatap Muka. Rapat Rutin: Komunitas mengadakan rapat rutin yang dihadiri oleh anggota dari berbagai generasi. Dalam pertemuan ini, diskusi langsung dilakukan untuk membahas perencanaan dan evaluasi kegiatan. Pertemuan tatap muka ini memungkinkan pertukaran ide secara langsung dan memperkuat hubungan antar anggota. Telepon dan Pesan Singkat. Komunikasi Pribadi: Selain komunikasi kelompok, anggota juga menggunakan telepon dan pesan singkat untuk berbagi informasi atau mengingatkan satu sama lain tentang kegiatan. Ini menciptakan saluran komunikasi yang lebih pribadi dan mendalam. Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 Gambar 3. Pesan pribadi Sumber: dokumen pribadi, 2024 Penyebaran Informasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Penyebaran informasi merujuk pada proses atau tindakan untuk menyebarkan atau menyebarluaskan informasi kepada pihak lain, baik itu individu, kelompok, atau masyarakat, melalui berbagai saluran komunikasi atau media. Tujuannya adalah agar informasi tersebut dapat diterima dan dipahami oleh penerima informasi. Penyebaran informasi adalah proses penyampaian pesan dari satu pihak ke pihak lain, melalui saluran komunikasi baik secara lisan, tertulis, maupun media massa atau digital, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan atau mempengaruhi audiens (Cangara. Dapat dikatakan, penyebaran informasi adalah proses krusial dalam komunikasi yang mempengaruhi cara individu dan masyarakat berinteraksi dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Aspek ini meliputi: . Metode Penyampaian dengan Penggunaan Media Digital. Dengan kemajuan teknologi, informasi tentang acara Maulid Arba'in semakin sering disebarluaskan baik melalui pesan teks maupun video dan konten digital lainnya. Generasi muda, yang lebih akrab dengan teknologi, menjadi penggerak dalam pembuatan konten ini untuk dibagikan di media sosial. Partisipasi dalam Kegiatan. Ini meliputi dua hal, yaitu, pertama. Pelibatan Generasi Muda: Generasi muda dilibatkan dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Dengan melibatkan mereka, informasi tentang tradisi tidak hanya disampaikan, tetapi juga dipraktikkan secara langsung, sehingga lebih mudah diingat dan diterapkan. Gambar 4. Pelibatan generasi muda Sumber: Grup Musholla An-Nur, 2024 Dokumentasi Acara: Kegiatan Maulid Arba'in biasanya didokumentasikan dalam bentuk foto dan video, yang kemudian dibagikan melalui media sosial. Dokumentasi ini berfungsi untuk menyimpan kenangan serta menyebarkan informasi kepada masyarakat yang lebih luas. Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 Gambar 5. Dokumentasi kegiatan maulid Sumber: grup warga RT01, 2024. Feedback dan Evaluasi. Ini meliputi dua hal yaitu, pertama. Umpan Balik Melalui Media Sosial: Anggota komunitas dapat memberikan umpan balik tentang kegiatan melalui komentar di media sosial, yang membantu panitia memahami tanggapan masyarakat dan melakukan perbaikan di masa mendatang. Kedua. Evaluasi Acara: Setelah acara selesai, evaluasi dilakukan melalui diskusi atau survei informal, yang menjadi wadah bagi anggota untuk berbagi pendapat dan saran terkait penyelenggaraan acara. Penguatan Komunitas. Dalam KBBI penguatan komunitas merujuk pada proses atau upaya untuk memperkokoh hubungan, solidaritas, dan kerjasama dalam suatu kelompok atau komunitas. Hal ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti peningkatan kapasitas, peningkatan partisipasi anggota, dan pemanfaatan sumber daya yang ada untuk menciptakan ikatan yang lebih kuat antar anggota komunitas, agar dapat berfungsi lebih efektif dalam mencapai tujuan bersama. Penguatan komunitas dalam penelitian ini menunjukkan bagaimana solidaritas dan kerjasama antar anggota komunitas berperan penting dalam pelestarian tradisi Maulid Arba'in. Beberapa aspek penguatan komunitas yang teridentifikasi meliputi: Keterlibatan Anggota. Keterlibatan anggota meliputi dua hal yaitu, pertama Partisipasi dalam Perencanaan: Komunitas mendorong semua anggota untuk terlibat dalam proses perencanaan kegiatan Maulid Arba'in. Dengan melibatkan semua generasi, mereka merasa memiliki tanggung jawab dan komitmen terhadap keberhasilan acara. Kedua. Kegiatan Gotong Royong: Pengorganisasian acara melalui gotong royong menunjukkan betapa pentingnya kerjasama. Kegiatan ini membantu memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan semangat komunitas. Pendidikan dan Transfer Pengetahuan. Pertama. Edukasi tentang Tradisi: Komunitas sering mengadakan sesi edukasi tentang nilai dan makna tradisi Maulid Arba'in. Generasi tua menyampaikan pengetahuan mereka kepada generasi muda, yang memastikan bahwa warisan budaya tidak hilang. Kedua. Workshop Keterampilan: Pelatihan keterampilan yang diadakan oleh anggota komunitas membantu generasi muda mempelajari hal-hal baru yang relevan dengan tradisi salah satunya ialah seni musik hadrah, sekaligus memperkuat rasa memiliki. Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 Gambar 6. Seni musik hadrah Sumber: grup WhatsApp Cahaya band, 2024. Membangun Jaringan Sosial. Pertama. Jaringan Dukungan: Komunitas yang kuat menciptakan jaringan dukungan di mana anggota saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan, bukan hanya dalam konteks acara tradisi. Ini menciptakan rasa aman dan saling percaya di antara anggota. Kedua. Komunikasi Berkelanjutan: Dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, anggota komunitas tetap terhubung dan saling berbagi informasi, pengalaman, dan sumber daya. Gambar 7. Komunikasi keberlanjutan Sumber: grup WhatsApp Nur Ridafa, 2024 . Kepemimpinan Partisipatif. Pertama. Kepemimpinan Berbasis Komunitas: Pemimpin yang berasal dari berbagai generasi berperan penting dalam mengarahkan Kepemimpinan yang inklusif memastikan bahwa semua suara didengar, menciptakan rasa memiliki dan komitmen terhadap tradisi. Kedua. Pemberdayaan Pemuda: Pemuda diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam organisasi dan kegiatan, yang membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan keterikatan terhadap tradisi. KESIMPULAN Dinamika komunikasi antargenerasi dalam pelestarian tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan terjadi melalui penggunaan aplikasi WhatsApp yang menunjukkan bahwa media ini berfungsi sebagai jembatan yang efektif dalam memperkuat komunikasi dan WhatsApp telah memfasilitasi penyebaran informasi dan meningkatkan partisipasi aktif generasi muda, sehingga mendukung pelestarian tradisi Maulid Arba'in tanpa menghadapi tantangan signifikan. Dengan demikian, penerapan teknologi komunikasi Dinamika Komunikasi Antargenerasi dalam Pelestarian Tradisi Maulid Arba'in di Larangan Selatan. Tangerang. Banten CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 13-22 modern dapat menjadi strategi yang efektif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya ini. Secara keseluruhan, memahami dinamika komunikasi antar generasi adalah langkah penting untuk memastikan terjalinnya interaksi yang baik antara generasi tua dan muda. Melalui komunikasi yang efektif, setiap generasi dapat saling belajar, beradaptasi, dan menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya yang ada. Memanfaatkan teknologi komunikasi modern dapat membantu menjembatani perbedaan ini, sehingga setiap generasi tetap dapat terhubung dalam pelestarian tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. DAFTAR PUSTAKA