Pola Komunikasi Organisasi Dalam Penerapan Visi Dan Misi Paguyuban Wargi Sunda Bontang Di Kota Bontang Anita Ardianty Nugget Oktavianoer Universitas Mulawarman Samarinda Email: . anitaardianty@gnail. No. WhatsApp Author: ARTICLE HISTORY Received . Juli 2. Revised . November 2. Accepted . Desember 2. KEYWORDS Diagonal Communication Patterns. Horizontal Communication Patterns. Vertical Communication Patterns. Organizational Vision and Mission. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Pola komunikasi organisasi dalam suatu organisasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan organisasi tersebut. Komunikasi yang baik akan menghasilkan hasil yang baik untuk mewujudkan visi dan misi organisasi itu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui cara komunikasi yang dilakukan dari atasan ke bawahan untuk memberdayakan masyarakat sunda atau anggota. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, menggunakan 6 informan dari Paguyuban Wargi Sunda Bontang secara struktural dipilih untuk Hasilnya menunjukan bahwa pola komunikasi yang digunakan Paguyuban Wargi Sunda Bontang dalam menerapkan visi dan misinya yaitu menggunakan Pola Komunikasi Diagonal. Pola Komunikasi Horizontal Dan Pola Komunikasi Vertikal. Saran dari penelitian ini yaitu Paguyuban Wargi Sunda Bontang Kota Bontang hendaknya dibuatkan sertifikasi kesenian sebagai payung hukum di setiap kegiatan yang dilakukan. ABSTRACT Organizational communication patterns in an organization are an important factor in the success of the organization. Good communication will produce good results to realize the vision and mission of the organization. This research aims to find out how communication is carried out from superiors to subordinates to empower the Sundanese community or members. This research is a qualitative research with interview, observation and documentation methods, using 6 informants from Paguyuban Wargi Sunda Bontang structurally selected to be interviewed. The results show that the communication patterns used by the Wargi Sunda Bontang Association in implementing its vision and mission are using Diagonal Communication Patterns. Horizontal Communication Patterns and Vertical Communication Patterns. The suggestion of this research is that Paguyuban Wargi Sunda Bontang Bontang City should be made an art certification as a legal umbrella in every activity carried out. PENDAHULUAN Dalam suatu organisasi memiliki pola komunikasi organisasi sendiri untuk menjalin hubungan yang baik dan meningkatkan kesolidan, organisasi resmi tentu sudah terstruktur kepengurusannya dengan visi dan misi serta tujuan keorganisasiannya. Dalam hal ini sebuah organisasi tentu harus dirawat dan dihidupkan keanggotaannya melalui program-program yang ada diorganisasi tersebut, peran ketua lah yang sangat berpengaruh pada berlangsungnya bagaimana organisasi tersebut berjalan dan bersatu menjadi solid. Lingkungan organisasi pasti dikelilingi dengan pro dan kontra dengan segala keputusan ketua, oleh karena itu peran ketua sangat penting pada suatu organisasi. Di Kota Bontang ada Paguyuban Wargi Sunda Bontang atau yang disingkat dengan PWSB, paguyuban ini merupakan kumpulan orang-orang bersuku sunda yang menetap di kota bontang. Sesuai dengan penjelasan diatas maka pola komunikasi ketua paguyuban dan anggota paguyuban lah yang penting dalam menerapkan visi dan misi paguyuban tersebut. Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota Bontang merupakan suatu organisasi masyarakat yang bergeark dibidang pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Mempunyai visi dan misi yang jelas yaitu visinya ngahiji . , ngabakti . , ngabukti. dan salah satu misinya Meningkatkan dan menjalin kesolidan dan persatuan untuk menjaga nama baik paguyuban serta dapat memberdayakan masyarakat. Tidak dapat disangkal bahwa salah satu fungsi pimpinan yang bersifat hakiki adalah berkomunikasi dengan baik dan benar. Demikian pentingnya komunikasi yang akurat itu dalam usaha peningkatan kemampuan memimpin seseorang sehingga dapat dikatakan bahwa penguasaan teknik dan pola komunikasi kelompok yang baik dari pimpinan akan membuahkan komunikasi kepada anggota yang baik pula. Untuk dapat melakukan hal demikian, keberhasilannya sangat bergantung pada pola komunikasi dari pimpinan baik langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan anggota nya dalam mengikuti kehendak pimpinan. Dalam pelaksanaan pola komunikasi organisasi maka anggota dituntut agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pimpinan. Sebab aturan yang telah ditetapkan oleh pimpinan merupakan hasil keputusan yang telah ditetapkan dan disetujui bersama dengan pimpinan yang bertujuan untuk kelancaran pencapaian tujuan organisasi. Anggota juga diharuskan untuk mencapai sasaran dan tujuan Jurnal Professional. Vol. 10 No. Desember 2023 page: 531 Ae 544 | 531 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X dalam pemenuhan program dan setiap organisasi tentunya memiliki visi dan misi mereka sendiri, agar menjadi acuan dan target jangka panjang dan jangka pendek yang harus dicapai oleh organisasi Visi dan misi merupakan landasan pennyelenggaraan program sebuah instansi yang wajib untuk diterapkan. Visi dan misi tentu tidak untuk dijadikan simbol atau kalimat berbingkai yang tanpa Banyak visi dan misi yang mandul karena tidak dapat dijabarkan kedalam program kerja Banyak ditemui aparatur yang apabila ditanya tentang visi dan misi yang ada di unit kerjanya menyatakan tdak tahu, tidak mengerti, tidak paham, tdak pernah terbesit dalam benak memorinya, dan tentunya tidak menjadikan sumber inspirasinya dalam melaksankan pekerjaannya. Kondisi ini menghawatirkan karena menunjukkan bahwa visi dan misi hanya merupakan simbol semata (Fadhli, 2021: . Keberhasilan yang dicapai dalam pelaksanaan tugas-tugas oleh anggota sangat ditentukan dari pola komunikasi organisasi dari instansi tersebut. Namun pola komunikasi organisasi yang diterapkan juga dapat membuat banyak tantangan tersendiri dalam penerapannya. Mulai dari hubungan dari pimpinan bersama anggota, ataupun sebaliknya. Pola komunikasi kelompok/organisasi akan menciptakan keadaan dimana situasi organisasi menjadi sangat formal karena adanya pola komunikasi organisasi yang telah terbentuk. Pola komunikasi organisasi tercipta dari kebijakan interaksi pimpinan yang menentukan kepada siapa objek yang akan berinteraksi lebih dahulu, dalam situasi yang formal pimpinan akan berinteraksi dengan anggota yang jabatan dan pangkat ada dibawahnya. Adanya pola komunikasi yang ditetapkan oleh pimpinan membuat komunikasi dalam organisasi berjalan berdasarkan pola-pola yang telah ditetapkan (Napitupulu, 2019:. Upaya melancarkan komunikasi yang baik diperlukan pola komunikasi di dalam organisasi tersebut, dan interaksi diantara bagian yang satu dengan yang lainnya berjalan secara harmonis, dinamis dan pasti. Pola komunikasi organisasi diperlukan untuk pengembangan komunikasi yang baru agar pimpinan dapat melahirkan strategi atau planning yang inovatif dalam penerapan visi dan misi. Untuk membenrtuk pola komunikasi organisasi yang baik dan akut maka pimpinan harus memperhatikan araharah komunikasi yang terdapat dalam organisasi. Arah-arah komunikasi yang terjalin dalam organisasi secara formal membentuk sebuah pola komunikasi organisasi yang secara langsung dilakukan oleh Maka sebagai komunikator pelikaku interaksi pimpinan sangat menentukan pola komunikasi organisasi yang diterapkan pada instansinya. Pada sebuah organisasi masyarakat atau paguyuban, sumber daya manusia terdiri dari pimpinan dan anggota. Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota Bontang merupakan suatu organisasi masyarakat yang bergeark dibidang pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat sekitar (Goncalves, 2019:. Dalam kehidupan organisasi, terdapat empat jenis fungsional komunikasi pimpinan, yaitu: fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan. Pola komunikasi organisasi tidaklah kecil dalam mendorong motivasi kuat dalam diri para anggota organisasi untuk berkarya lebih tekun. Karena komunikasi yang dijalankan dari pimpinan harus mampu memainkan dua peranan penting, pertama, sebagai wahana menyampaikan keluhan anggota dimana pimpinan diharapkan menjadi pendengar yang baik. Kedua sebagai saluran menyatakan kepuasan atas keberhasilannya seorang anggota dalam menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya. Fungsi terakhir dari komunikasi dari pimpinan adalah selaku pengendali perilaku para anggota organisasi. dikatakan demikian karena dalam suatu organisasi para anggotanya diharapkan taat kepada petunjuk, peraturan dan norma-norma yang berlaku bagi para angota organisasi bersangkutan (Riono, dkk. Dengan jumlah anggota 177 dalam anggota whatsup, tentu membuat Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota Bontang untuk lebih meningkatkan kordinasi, serta regulasi yang baik dalam pelaksanaan program program yang dijalankan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan cara yang tepat seperti dengan gaya dan pola komunikasi organisasi yang tepat pula. Pola komunikasi organisasi merupakan hal penting dalam system pengendalian kepada anggota yang bermaksud untuk mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati serta evaluasi pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Pola Komunikasi organisasi atau komunikasi secara berstruktur dalam sistem ini berguna sebagai pengendalian dan pengontrol perilaku anggota dalam mengelola Namun, apabila pola komunikasi diterapkan oleh pimpinan tidak berjalan dengan baik maka akan timbul sejumlah permasalahan internal maupun eksternal dari organisasi tersebut (Siregar & Usriyah, 2021:. Dari masalah tersebut pula dapat terlihat lemahnya pengawasan, serta pelaksanaan pola komunikasi organisasi yang kurang baik dari pimpinan Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota Bontang, sehingga dalam penerapan visi dan misi, seorang anggota dapat melanggar tujuan atau program organisasi yang telah ditetapkan. LANDASAN TEORI Teori dan Konsep Dalam suatu penelitian, kerangka teori membantu penelitian dalam menentukan tujuan dan arah 532 | Anita Ardianty Nugget Oktavianoer. Pola Komunikasi Organisasi. Teori dalam penelitian ini diambil dari teori-teori komunikasi yang terdapat pada buku komunikasi dan dari berbagai sumber pendukung lainnya. Teori Strategic Leadership Penelitian ini mengambil teori strategic leadership yang dikembangkan oleh Christensen pada Christensen . mengemukakan strategic leadership adalah kemampuan manajemen tingkat atas untuk mengantisipasi peristiwa dan menjaga fleksibilitas serta kemampuan melihat jangka panjang dalam rangka mengelola organisasi. Strategic leadership dalam suatu komunikasi dapat berfungsi sebagai suatu kemampuan seseorang dalam menciptakan pola perubahan strategis melalui komunikasi yang dilakukan. Hal ini telah didukung oleh pendapat Ireland and Hitt dalam Marina Purwanto . , bahwa kepemimpinan strategis menjadi dasar suatu kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, membayangkan, mempertahankan fleksibelitas, dan kemampu memberdayakan orang lain dalam menciptakan suatu perubahan strategis yang diperlukan. Teori strategic leadership berpotensi bagi seorang pemimpin dalam mencipatakan kondisi yang susuai dengan pengikut mereka untuk mendorong kreatifitas yang dimiliki melalui komunikasi dan motivias (Nurgraheni, 2. kemampuan komunikasi di Paguyuban Wargi Sunda Bondtang merupakan kemampuan untuk memberikan dan menerima komunikasi bagi seorang pemimpin. Karena kemampuan komunikasi seorang pemimpin merupakan suatu yang urgen guna dapat mempengaruhi . , membimbing . , dan mengarahkan . anggota untuk melakukan aktivitas tertentu (Hasanah, 2021: . Seorang pimpinan merupakan orang yang bekerja dengan menggunakan orang lain, karena itu pemberian perintah berupa penyampaian informasi kepada orang lain tersebut mutlak perlu dikuasai (Apriadi et al. , 2. Hal tersebut sebagai rangka pimpinan Paguyuban Wargi Sunda Bontang dalam mepertahankan keberlangsung organisasi (Aula et al. , 2. Selain itu strategic leadership Paguyuban Wargi Sunda Bontang mengelola sumber daya organisasi dengan memperhatikan sumber daya organisasi tersebut sebagai modal sosial organisasi yang dimiliki (Dasuki, 2. Komunikasi Organisasi Komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Melalui komunikasi setiap orang dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam rumah tangga, tempat pekerjaanmaupun dimana saja manusia tersebut berada, sehingga dalam kenyataannya tidak ada manusia yang tidak terlibat komunikasi. Proses komunikasi tidak pernah lepas dari manusia mengingat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan komunikasi dalam setiap aspek kehidupannya. Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari bahasa latin AucommunisAyyang berarti membuat kesamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau (Latief, 2018: . Hal ini diartikan apabila ada dua orang yang terlibat komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa dipercakapkan. Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif. Fungsional komunikasi organisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu (Mulyana dalam Silviani, 2019: . Unit komunikasi organisasi adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan . osisi-posis. yang berada dalam organisasi tersebut. Unit dasar dalam komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Komunikasi organisasi adalah proses komunikasi di dalam latar kepentingan organisasi. Organisasi adalah kegiatan-kegiatan sejumlah orang yang di koordinasi kea rah pencapaian tujusn bersama, yang merupakan kekuatan sosial yang khas dari masyarakat industry dan pasca-industri. (Kabu & Priadi, 2020:. Komunikasi organisasi merupakan pengirim dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi terhadap kepentingan organisasi yang berisi cara kerja di dalam organisasi. Misalnya : Memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial, dimana orientasinya buksn pada organisasi tetapi lebih kepada anggotanya secara individual. Goldhaber dalam buku Komunikasi Organisasi Lengkap, memberikan definisi komunikasi organisasi sebagai Organizational communication is the process of creating and exchanging messages with a network of interdependent relationship to cope with environmental uncertainty. Terjemahannya: komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam rangkaian hubungan yang selalu berubah-ubah. (Briandana & Irfan, 2019: 1. Menurut Taylor . membahas komunikasi organisasi mengikuti teori saintifik manajemen, dimana jika organisasi ingin meningkatkan produktifitasnya, setiap pekerja harus bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan. Adapun prinsip-prinsip dan teori saintifik manajemen adalah sebagai berikut (Danusiri. Jurnal Professional. Vol. 10 No. Desember 2023 page: 531 Ae 544 | 533 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X 2019:. Kesatuan komando Rantai scalar Divisi pekerjaan Tanggung jawab dan otoritas Disiplin Mengutamakan kepentingan umum dari kepentingan individu. Adapun definisi komunikasi organisasi yaitu sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unti komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi dalam hubungan-hubunga Hirarki antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi adalah salah satu dari aktivitas manusia yang dikenali oleh semua orang namun sangat sedikit yang dapat mendefinisikannya secara memuaskan. Komunikasi memiliki variasi definisi yang tidak terhingga seperti. saling berbicara satu sama lain, televisi, penyebaran informasi, gaya rambut kita, kritik sastra, dan masih banyak lagi. (Setiawan. Pada penjelasan diatas, bahwa tandapa adanya komunikasi Paguyuban Wargi Sunda Bontang tidak akan eksis. Tidak akan memungkinkan terjadinya koordinasi kerja yang diharapkan, kerja sama yang baik antara pimpinan dan bawahan tidak mungkin tercipta sebab mereka tidak mengomunikasikan kebutuhan dan perasaanya satu sama lain. Adapun, komunikasi organisasi yang diberlakukan pada komunikasi Paguyuban Wargi Sunda Bontang dapat memberikan manfaat mengenai hal hal yang telah diatur didalamnya untuk di taati seperti waktu untuk memulai dan menghentikan pekerjaan. Menurutnya, baik kalau setiap pekerja menekuni pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, juga bekerja sesuai dengan jadwal inilah metode pekerjaan yang baik, dan hanya dengan metode ini organisasi akan menghasilkan pekerjaan yang baik pula. Kemudian, dalam kehidupan organisasi, orang dipekerjakan, dididik dan dilatih, diberi informasi, dilindungi, dan dikembangkan. Dengan kata lain, maka komunikasi organisas pada komunikasi Paguyuban Wargi Sunda Bontang dapat membentuk perilaku orang yang tergabung didalam komunikasi sehingga memiliki perilaku yang sesuai di dalam suatu organisasi. Pola Komunikasi Organisasi Pola komunikasi merupakan suatu rerepsentasi yang sederhana melalui prpses komunikasi yang menunjukkan hibungan antara satu unsur komunikasi denan unsur yang lain. Denga kata lain, pola komunikasi berhubungan dengan berbagai hal yang mempengaruhi dengan proses komunikasi itu sendiri (Asman dkk, 2023: . Pola komunikasi dapat diartikan sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Pola komunikasi dan aktivitas organisasi sangat tergantung pada tujuan, gaya manajemen, dan iklim organisasi yang bersangkutan, artinya bahwa komunikasi itu tergantung pada kekuatan-kekuatan yang bekerja dalam organisasi tersebut, yang ditujukan oleh mereka yang melakukan pengiriman dan penerimaan pesan (Rahmawati & Gazali, 2018: . Studi tentang pola komunikasi dilakukan dalam usaha untuk menemukan cara terbaik dalam Walaupun sebenarnya tidak ada cara yang benar-benar baik secara universal dibidang komunikasi dikarenakan informasi dapat dikirimkan dengan tujuan yang berbeda-beda. Selain itu dalam sebuah komunikasi tentu berbicara tentang bagaimana komunikasi itu tersalurkan. Berikut implementasi pola komunikasi organisasi yang ditetapkan dalam saluran komunikasi organisasi yang dapat digunakan untuk berinteraksi agar sesuai dengan apa yang diharapkan dan komunikasi tersebut dapat terstruktur dengan baik dan mudah dipahami (Mahbob, dkk. Adapun saluran komunikasi organisasi (Dewi, 2022: . Komunikasi dari Atas ke Bawah Aliran komunikasi dari atasan kebawahan terkait dengan tanggung jawab dan wewenang seseorang dalam suatu organisasi. Seorang manajer menggunakan jalur komunikasi ke bawah dengan tujuan mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengendalikan berbagai kegiatan yang ada dilevel bawah. Komunikasi dari atas ke bawah berbentuk perintah, intruksi dan prosedur yang harus dijalankan para Menurut Katz dan Kahn komunikasi dari atas ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu (Hasanti, 2019: . Tujuan memberikan pengarahan atau intruksi kerja tertentu. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik harus dilaksanakan. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik organisasional. Untuk memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para anggota. Untuk menyajikan informasi mengenai hal ideology dalam membantu Komunikasi dari bawah ke atas Dalam struktur organisasi komunikasi dari bawah ke atas . otton up atau upward communicatio. 534 | Anita Ardianty Nugget Oktavianoer. Pola Komunikasi Organisasi. berarti alur informasi berasal dari bawah menuju ke atasan. Untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam suatu organisasi dan mengambil keputusan secara tepat, sudahsepantasnya bila manager memperhatikan dan mendengarkan aspirasi yang berasal dari bawah. Dengan kata lain, partisipasi bawahan dalam proses pengambilan keputusan akan sangat membantu dalam pencapaian tujuan Untuk mencapai keberhasilan organisasi, para atasan atau pimpinan harus mempercayai Komunikasi kebawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah (Akbar, dkk. 2019: . Informasi yang biasa dikomunikasikan dengan cara ini, misalnya: Mengenai bagaimana melakukan pekerjaan . Mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan . Mengenaik kebijakan dan praktik organisasi . Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas Pola komunikasi Roda, polakomunikasi jenis ini berfokus kepada seorang pemimpin yang berhubungan langsung dengan anggota dalam kelompok organisasi. Seorang pemimpin sebagai komunikator . enyampai pesa. , dan anggota kelompok sebagai komunikan yang melakukan umpan balik . kepada pemimpinnya tanpa adanya interaksi antar anggota, karena hanya berfokus kepada pemimpin . Pola tersebut menggambarkan bahwa A merupakan sentralisasi yang menyampaikan informasi terhadap si B. D, dan E lalu masing- masing merespon kembali kepada si A. Pola komunikasi antar anggota di dalam kelompok organisasi, dimana setiap anggota dapat berkomunikasi satu sama lain baik dari kiri maupun kanan, siapa saja dapat mengambil inisiatif memulai berkomunikasi . ebagai komunikato. Pola ini menggambarkan Si A menyampaikan pesan kepada si B, si B meneruskan kepada si C dan seterusnya hingga kembali kepada si A . dan seterusnya terhadap setiap angota. Pola komunikasi rantai adalah komunikasi yang dilakukan oleh anggota kelompok organisasi, komunikasi yang dimaksud adalah satu anggota hanya dapat menyampaikan pesan kepada anggota di sebelahnya, kemudian anggota yang menerima pesan akan melanjutkan dengan anggota lainnya lagi dan seterusnya. Pola komunikasi ini di sampaikan oleh si (A), kemudian berkomunikasi dengan si (B), dan si B melanjutkannya dengan si (C), dan begitu seterusnya kepada si (D), dan (E). setiap anggota dapat menyampaikan pesan atau meneruskannya kepada sesama anggota dalam kelompok Dalam pola komunikasi ini, anggota terakhir yang menerima pesan yang disampaikan oleh pemimpin seringkali tidak menerima pesan yang akurat. Sehingga pemimpin tidak dapat mengetahui hal tersebut karena tidak adanya umpan balik yang disampaikan. Menurut Smith sebagaimana dikutip Arni. Muhammad . komunikasi ke atas atau komunikasi dari bawah ke atas berfungsi sebagai balikan bagi pimpinan memberikan petunjuk tentang keberhasilan suatu pesan yang disampaikan kepada bawahan dan dapat memberikan stimulus kepada anggota untuk berpartisipasi dalam merumuskan pelaksanaan kebijaksanaan bagi departemennya atau organisasinya. Misalkan seorang bawahan memberikan informasi yang negative, seperti munculnya kegagalan di bidang pemasaran, kebocoran anggaran, menumpuknya utang, dan sejenisnya di dalam organisasi (Widiarto, 2018:. Arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi verbal, horizontal, dan diagonal, sebagai mana dalam penjelasan berikut (Arsyad & Febriansyah: 2022, 20-. Komunkasi Vertikal Merupakan arus komunikasi dengan melibatkan pihak-phak yang secara hierarkis memiliki jenjang kedudukan structural yang berbeda. Misal, komunikasi antara menajemen dengan staf, antara pimpinan dengan bawahan, antara kepala bagian dengan subbagina, dan sebagainya. Orientasi dari komuniasi vertikal adalah untuk memberikan perintah, petunjuak, arahan, nasihat, serta menginformasikan pada staf terkait kebijakan. Sebaliknya, komunikasi ke atas berguna dalam rangka memberikan informasi kepada tingkatan yang lebih tinggi tentang apa yang terjadi pada tingkatan rendah, misalnya tentang saran maupun laporan. Komunikasi Horizontal Arus komunikas horizontal disebut pula arus komunikasi ke samping, atau arus komunikasi mendatar, atau arus komunikasi sejajar, atau arus komunikasi literal yang merupakan proses penyampaian informasi yang melibatkan pegawai atau pimpinan yang masing-masing mempuyai level hierarki jabatan yang setingkat atau sejajar. Misalnya, komunikasi antar kepala bagian, antar kepala seksi dalam suatu organisasi, ataupun komunikasi antar pegawai. Komunikasi Diagonal Merupakan proses penyampaian dan penerimaan informasi atau arus komunikasi yang Jurnal Professional. Vol. 10 No. Desember 2023 page: 531 Ae 544 | 535 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X berlangsung antara pegawai pada tingkat kedudukan yang berbeda, pada tugas atau fungsi yang berbeda, dan satu sama lainnya tidak mempunyai wewenang langsung. Komunikasi diagonal ke bawah berarti merupakan rangkaian kegaiatan penyampaian informasi dari pejabat yang berkedudukan lebih tinggi ke pejabatan yang berkedudukan yang lebih rendah dan berbeda satuan unit kerjanya. Dari penjelasan di atas dapat merelevansikan, bahwa pola komunikasi yang dilakukan di Paguyuban Wargi Sunda Bontang dapat menggunakan ketiga pola di atas secara komprehensif. Hal tersebut sangat efektif dilakukan oleh Paguyuban Wargi Sunda Bontang yang merupakan usaha untuk menemukan cara terbaik dalam berkomunikasi. Pola komunikasi tersebut memiliki keuntungan, dimana penyebaran informasi bisa menjadi lebih cepat serta memungkinkan individu dari berbagai bagian terlibat untuk membantu penyelesaian masalah yang ada dalam Paguyuban Wargi Sunda Bontang. Visi dan Misi Organisasi Berikut merupakan sajian pemahaman tentang visi dan misi organisasi berdasarkan teori visi dan misi dalam suatu organisasi. Visi Organisasi Visi organisasi merupakan pernyataan mimpi organisasi di masa depan, diamana organsisasi tersebut akan menjadi seperti apa dalam suatu perencaan yang dibangun. Pernyataan visi umumnya dibuat setelah pernyataan misi yang mampu dihasilkan karena sebelumnya perlu tahu tujuan organisasi sebelum memberikan gambaran organisasi di masa depan. Visi yang yang dapat mengantarkan kepada keberhasilan harus berangkat dari hati melalui proses perenungan dan pembelajaran, didasarkan pada pengetahuan, dan direalisasikan pada tindakan yang nyata. (Hasibuan, dkk. , 2020: Misi Organisasi Peter F. Drucker dalam Hamali & Budihastuti . 9: . , bahwa misi organisasi diartikan sebagai alasan yang mendasari eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi akan mentukan batasan dan maksud aktivitas komunikasi yang dilakukan. Perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadi fungsi yang dilankan oleh organisasi dalam suatu masyarakat. Pada penjelasan diatas. Paguyuban Wargi Sunda Bontang dalam berkomunikasi menggunakan berdasarkan atas visi dan misi yang telah dibangun. Dalam visi Paguyuban Wargi Sunda Bontang memuat suatu harapan keberhasil komunikasi yag dilakukan oleh Paguyuban Wargi Sunda Bontang. Harapan ini didukung oleh misi Paguyuban Wargi Sunda Bontang sebagai alasan yang mendasari aktvitias komunikasi Paguyuban Wargi Sunda Bontang dan merealisasikan fungsi Paguyuban Wargi Sunda Bontang di tengah-tengah masyarakat. Definisi Konsepsional Pola komunikasi orgnisasi meruapakan usaha yang dilakukan oleh Paguyuban Wargi Sunda Bontang untuk menemukan cara terbaik dalam berinteraksi ketika melakukan komunikasi. Dimana komunikasi dalam suatu organisasi menjadi hal penting untuk menciptakan kesamaan pemahaman atas informasi yang disampaikan satu sama lain. Pola komunikasi organisasi menjadi hal yang krusial pada suatu organsasi maupun terhadap dampak dari adanya penerapan komunikasi dalam pelaksanaan visi misi organisasi guna terwujudnya tujuan organisasi, hal tersebut dilakukan untuk melihat program atau langkah yang diambil oleh suatu organisasi. METODE PENELITIAN Metode Analisis Penelitian adalah sebuah proses yang dilakukan dan diusahakan untuk mendapatkan temuan atau pemahaman baru. Pada penelitian berjudul AuPola Komunikasi Organisasi Dalam Penerapan Visi dan Misi Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota BontangAy ini, penulis menggunakan penelitian dengan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Pemilihan pendekatan kualitatif deskriptif karena pendekatan tersebut dapat memandu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam Creshwell berpendapat bahwa penelitian kualitatif merupakan pengumpulan, pengeksplorasian, dan memahami suatu gejala yang utama (Raco, 2010:. Sedangkan menurut Denzim dan Licoln, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuyk mengetahui fenomena yang terjadi dengan menggunakan latar alamiah (Albi & Johan, 2018: . Krick dan Miller mendefinisikan metode penelitian kualitatif sebagai sebuah kajian ilmu social dari suatu tradisi dan dapat menjadi permasalahan teliti sehingga dapat diulas (Farida, 2015:. Penelitian kualitatif menyajikan data yang tidak matematis maupun statistic. Diperkuat oleh teori Bogdan dan Taylor bahwa metode penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif (Emzir, 2011:. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan kalimat kalimat yang naratif, rinci dan 536 | Anita Ardianty Nugget Oktavianoer. Pola Komunikasi Organisasi. mendalam dengan tetap mudah dipahami. Sehingga penyajian informasi dapat menggambarkan situasi yang sebenar-benarnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Untuk mendapatkan hasil analisa pola komunikasi yang terjadi di PWSB, dipaparkanlah hasil data penelitian yang meliputi wawancara, dokumentasi, serta observasi. Hasil wawancara akan di paparkan dalam sub-bab yang berjudul Pola komunikasi. Proses analisa selanjutnya yaitu analisa pola komunikasi. Pola komunikasi yang akan diikut sertakan pada penelitian kali ini adalah komunikasi horizontal dan komunikasi diagonal. Anggota PWSB yang data wawancaranya diklasifikasikan sebagai narasumber (NS) komunikasi horizontal adalah Dani Kusuma-Ketua Bidang Kesenian (NS . Jeli-Ketua Bidang Rohani dan Jasmani (NS . , dan Jeje-Ketua Bidang Humas dan Dokumentasi (NS . Sedangkan anggota yang digolongkan sebagai narasumber (NS) komunikasi diagonal adalah Suryana-Ketua (NS . Neneng Aenuroh-Wakil Ketua(NS . , dan Madun-Sekertaris (NS . Narasumber-narasumber tersebut dibedakan pada komunikasi horizontal dan diagonal karena narasumber komunikasi horizontal yang berkedudukan sebagai ketua bagian dari beberapa cabang di organisasi dinilai lebih mengetahui interaksi horizontal antar anggota yang mempunyai kedudukan sama di PWSB, sedangkan narasumber komunikasi diagonal yang berkedudukan sebagai atasan dinilai lebih mengetahui interaksi diagonal antar atasan dan bawahan anggota PWSB. Berikut hasil observasi dan dokumentasi akan disebutkan pada sub-bab sebagaimana berikut: Pola Komunikasi Vertikal Terlaksananya komunikasi antara atasan dan bawahan merupan indikator dalam komunikasi Hal ini sangat berpotensi terhadap pengembangan potensi dengan jalinan komunikasi yang baik yang mengandung esensi untuk saling tukar informasi sesuai dengan kondisi yang dihadapi dalam kinerja yang dilakukan baik tukar informasi dan arahan yang dilakukan oleh pimpinan, maupun informasi yang diberikan oleh bawahan. Tukar informasi yang dilakukan tersebut sebagai pengejawantahan, bahwa organisasi bukan suatu sistem yang kaku dan berat saat dikomunikasikan, disamping juga berdampak terhadap mudahnya hasil informasi yang didapat oleh kedua belah pihak. Pertanyaan yang diajukan peneliti untuk mencari jawaban dari indikator pola komunikasi vertikal dengan bunyi pertanyaan: AuBagaiamana pola komunikasi atasan dan bawahan yang lumrah dilakukan di Paguyuban Wargi Sunda Bontang selama ini? Narasumber tersebut memberikan jawaban, bahwa komunikasi tersebut dilakukan secara kekeluargaan. Sebagaimana jawaban NS . 5 berikut AuPola komunikasi yang sering dilakukan secara kekeluargan di Paguyuban ini membuat suasan lebih mencair dan kominikasi lebih mengalir, yang mana pimpina dan bawahan sering melakukan tukar informasi, baik yang yang dibingkai dalam bentuk formal maupun non formal, sehingga hal tersebut kami benar-benar rasakan kalau kita adalah keluarga dan komunikasi yang kita lakukan lebih mudah. Ay (Wawancara peneliti bersama Ibu Neneng Aenuroh, wakil ketua, 13 April 2. Gamar 4. Komunikasi bawahan dan atasan PWSB . umber: Facebook PWSB) Gambar tersebut merupakan bukti dokumentasi terhadap kegiatan diskusi yang dilakukan oleh PWSB guna tukar informasi antara atasan dan bawahan. Berdasarkan hasil observasi peneliti, bahwa Jurnal Professional. Vol. 10 No. Desember 2023 page: 531 Ae 544 | 537 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X data yang dapat dilaporkan peneliti adalah, kegiatan tersebut dilakukan oleh PWSB sebagai upaya penyelarasan pandangan dan komitmen guna tercapainya tujaun dari PWSB. Proses komunikasi yang dilakukan sebagai bentuk tukar informasi atasan dan bawahan tersebut menjadi wahana pengembangan potensi, yaitu bertambahnya inforamsi melalui komunikasi saling tukar informasi sesuai degan pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing berdasarkan kinerja dan pengalaman kerja yang mereka dapatkan. Hal ini membutktikan, bahwa organisasi bukanlah suatu beban kerja dan tanggungjawaban berlebin ututk dijalankan, melainkan sebagai kenyamaan kerja untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kutipan hasil wawancara tersebut dipertegas kembali oleh NS . 5 dengan penyataan sebagai berikut: AuSikap yang dimiliki invidu dalam suatu organiasi merupakan arah penentu dari ketercapaian visi dan misi Paguyuban ini, sehingga secara psikologis dan sosial semua anggota organisasi, membuhkan perhatian yang tidak boleh diabaikan guna mewujudkan tujuan dari Paguyuban ini. Karena kita disini sama-sama manusia yang bukan robot, yang berjalan ketika dioperasionalisasikan atau ketika dikendalikan oleh si pemegang remot tersebut. (Wawancara peneliti bersama Ibu Neneng Aenuroh, wakil ketua, 13 April 2. Pola Komunikasi Horizontal Terdapat tiga indikator Komunikasi Horizontal. Tiga indikator tersebut adalah: interaksi antar bawahan, penyampaian informasi antar bawahan, dan saran pemecahan masalah. Oleh karena itu, pewawancara membuat enam pertanyaan yang dinilai sudah cukup dan sesuai dengan indikator Komunikasi Horizontal. Pertanyaan tersebut adalah: AuDari sejak kapan bergabung dengan Paguyuban Wargi Sunda Bontang ini?Ay. AuApa saja kegiatan progam yang dilakukan Paguyuban Wargi Sunda Bontang?Ay. AuApa saja kendala/hambatan yang pernah dialami antara sesame anggota maupun pengurus Paguyuban Wargi Sunda Bontang?Ay. AuBagaimana interaksi antar anggota dalam menerapkan visi dan misi paguyuban?Ay. AuApakah penyampaian visi dan misi antar anggota berjalan lancar?Ay, dan AuBagaimana saran pemecahan masalah ditanggapi?Ay. Keenam pertanyaan tersebut kemudian ditanyakan pada tiga anggota PWSB yang berkedudukan sebagai ketua bagian PWSB. Tiga anggota tersebut diklasifikasikan sebagai narasumber Komunikasi Horizontal. Semua pertanyaan telah dijawab dengan baik oleh Berikut jawaban narasumber atas pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan dengan indikator Komunikasi Horizontal tersebut: Interaksi antar bawahan Pertanyaan yang berfungsi untuk mencari informasi tentang indikator pertama berbunyi: AuBagaimana interaksi antar anggota dalam menerapkan visi dan misi paguyuban?Ay. Tiga narasumber Komunikasi Horizontal menjawab bahwa komunikasi yang terjadi antar bawahan anggota PWSB berlangsung dengan baik. Seperti NS . 1 yang menjawab: AuInteraksi antar anggota sering terjadi karna dibidang kesenian ini paling aktif kegiatan. PWSB banyak mengikuti acara-acara kota bontang. Alhamdulillah solid semua mau bergabung meramaikan kegiatan Paguyuban ini berjalan udah lama yah jadi kita mengganggap satu sama lain udah kayak saudara. Komunikasi kita aktif sering terjadi di grup maupun ketemu langsung ya teh . awancara dengan Pak Dani Kusuma, ketua bidang kesenian, 10 April 2. " Gambar 2 Latihan Sekaligus Interaksi Atasan dan Bahwan Setiap Malam Senin yang Diselenggarakan oleh Bidang Kebudayaan dan Kesenian PWSB . umber: dokumentasi Pak Jej. 538 | Anita Ardianty Nugget Oktavianoer. Pola Komunikasi Organisasi. Berdasarkan hasil observasi peneliti yang dibuktikan dengan gambar tersebut di atas, merepresentasikan pola komunikasi yang dilakukan oleh PWSB yang dilakukan bukan yang dalam keadaan formal, namun disaat mereka sedang Latihan hal tersebutpun bisa juga dilakuakn. Dan NS 3 yang menambahkan interaksi antar anggota melalui sosial media: AuKita aktif disosmed dan digrub dengan cara masing-masing anggota pwsb yang punya sosmed update di social media mereka masing-masing untuk mempromosikan dan memberitahukan bahwa ada paguyuban sunda loh di kota bontang . awancara dengan Pak Jeje, ketua bidang humas dan dokumentasi, 10 April 2. Ay Penyampaian Informasi antar bawahan Indikator kedua diwakili oleh pertanyaan tentang penyampaian informasi antar anggota dan kegiatan yang disebutkan narasumber sebagai wadah penyampaian informasi antar anggota. Ketiga narasumber memberikan jawaban bahwa informasi disampaikan dengan baik oleh para anggota baik berupa komunikasi verbal pada saat kegiatan ataupun melalui grup chat. Jawaban mereka hampir sama dengan jawaban yang disampaikan oleh NS 1: AuAlhamdulillah . enyampaian komunikasiny. lancer-lancar aja teh, karna kan tiap minggu ada latian semuanya pada mau datang. Kalaupun tidak datang pasti izin tidak hadir dan menjelaskan kenapa tidak bisa hadir latihan . awancara dengan Pak Dani Kusuma, ketua bidang kesenian, 10 April 2. Ay NS 2 menambahkan jawaban dengan:AuAlhamdulillah lancar, kan aktif di grub wa . awancara dengan Pak Jeli, ketua bidang jasmani dan rohani, 10 April 2. Ay Penyampaian informasi juga dilakukan kegiatan-kegiatan yang berfungsi sebagai wadah penyampaian informasi serta interaksi antar anggota. Berikut NS 1 menyampaikan apa saja kegiatan di bidangnya: AuKhusus untuk dibidang kesenian program yang aktif yaitu setiap Malam senin dan malam rabu kita Latihan gamelan serta jaipongan . awancara dengan Pak Dani Kusuma, ketua bidang kesenian, 10 April 2. Ay Begitu juga NS 2:AuDibidang jasmani dan rohani program yang berjalan ya pengajian rutin teh tiap bulan, dan itu bergilir ke setiap anggota yang bersedia jadi tuan rumah . awancara dengan Pak Jeli, ketua bidang jasmani dan rohani, 10 April 2. Ay NS 3 menyebutkan keterlibatan bagiannya dalam mendukung PWSB:AuKalau dari bidang ini sih ya kitamah mendukung ajalah apapun program-program yang mau diadakan, kita tinggal dokumentasikan dan share ke public seperti kemarin kita bikin ucapan selamat hari raya idul fitri untuk divideo tron lampu merah Ramayana. Intinya kita ingin menunjukan keberadaan paguyuban sunda ini sih kewarga bontang . awancara dengan Pak Jeje, ketua bagian humas dan dokumentasi, 10 April 2. Ay Saran pemecahan masalah Pertanyaan yang mewakili indikator terakhir dari Komunikasi Horizontal adalah AuApa saja kendala atau hambatan yang pernah dialami antara sesame anggota maupun pengurus Paguyuban Wargi Sunda BontangAy dan AuBagaimana saran pemecahan masalah ditanggapi?Ay. Untuk menanggapi pertanyaan tersebut tiga narasumber menjawab bahwa jarang terjadi kendala atau hambatan. Seperti jawaban NS 2: AuDibidang ini sih, jarang ya ditemukan hambatan atau kendala karna perasaan sih insyaAllah aman aja setiap anggotanya. Jarang sy dengar ada keluhan . awancara dengan Pak Jeli, ketua bidang jasmani dan rohani, 10 April 2. Ay NS 1 menambahkan kendala yang sering mereka hadapi:AuKalau kendala sih tidak ada, cuman kalau hambatan, mungkin ini bisa dibilang sedikit hambatan contohnya kita mau Latihan tp personil yang biasanya memainkan alat music goong misalkan tdk dating ya berarti ada yang merangkap memainkan alat music itu . awancara dengan Pak Dani Kusuma, ketua bidang kesenian, 10 April 2. Ay Pada pertanyaan berikutnya, narasumber menjawab bahwa mereka menanggapi masalah yang ada di bidang mereka dengan musyawarah bersama anggota masing masing. Berikut jawaban NS 2 untuk pertanyaan terkait indikator pemecahan masalah antar anggota: AuBiasanya kalau ada diskusi gitu kita semua bermusyawarah bersama teh buat dapatin hasil dari pembahasan itu Alhamdulillah semua anggota selalu terlibat dalam mengambil keputusan . awancara dengan Pak Jeli, ketua bidang jasmani dan rohani, 10 April 2. Ay Pola Komunikasi Diagonal Indikator komunikasi diagonal yaitu, penyampaian keluhan, pendapat dan saran. Para narasumber diberi lima pertanyaan yang masing- masing mewakili indikator Komunikasi Diagonal. Lima pertanyaan Jurnal Professional. Vol. 10 No. Desember 2023 page: 531 Ae 544 | 539 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X tersebut adalah: AuDari sejak kapan bergabung dengan Paguyuban Wargi Sunda Bontang ini?Ay. AuApa saja kegiatan progam yang dilakukan Paguyuban Wargi Sunda Bontang?Ay. AuApa saja kendala/hambatan yang pernah dialami antara sesame anggota maupun pengurus Paguyuban Wargi Sunda Bontang?Ay. AuApakah penyampaian keluhan antar anggota sering terjadi? Bagaimana menanggapinya?Ay, dan AuBagaimana menanggapi pendapat dan saran dari anggota paguyuban?Ay. Anggota yang digolongkan sebagai narasumber (NS) Komunikasi Diagonal adalah Suryana-Ketua PWSB (NS . Neneng Aenuroh-Wakil Ketua PWSB (NS . , dan Madun-Sekertaris PWSB (NS . Berikut hasil analisa wawancara ketiga Penyampaian keluhan Pertanyaan yang berfungsi untuk mencari informasi tentang Indikator penyampaian keluhan adalah AuApakah penyampaian keluhan antar anggota sering terjadi? Bagaimana menanggapinya?Ay. Jawaban yang sama diberikan oleh ketiga narasumber untuk pertanyaan tersebut. Mereka menjawab bahwa keluhan anggota sering mereka terima dan mereka tanggapi dengan mencari jalan tengah yang bisa diterima oleh semua pihak, seperti jawaban NS 4: AuSaya sebagai ketua pasti ada yang mengeluh mah tapi pasti selalu ada jalan keluarnya, kaarna pasti sama kita di badami keun . ibicarakan bersam. setiap anggota itu kan punya sifat yang berbeda ya, isi kepala pun pasti berbeda jadi paling saat ada yang dikeluhkannya itu saya bawa ke forum untuk cari jalan keluar maksutnya kita musyawarahkan bersama gitu ya, jadi pokoknya kita cari nyamannya aja supaya tetap guyub satu sama lain . awancara dengan Pak Suryana, ketua PWSB, 10 April 2. Ay Selain keluhan, terdapat beberapa kendala dan hambatan yang dialami oleh narasumber. Berikut pengakuan mereka NS 5: AuKalau kendala yang sering terjadi mungkin kalau ada beberapa kegiatan yang lokasinya cukup jauh beberapa anggota izin untuk bisa ikut hadir karna lokasi mereka dengan tempat kegiatan jauh, atau kena hujan mungkin . awancara dengan Bu Neneng Aenuroh, wakil ketua PWSB, 10 April 2. Ay NS 6 menambahkan cara menanggapi beberapa anggota yang tidak hadir:AuSejauh ini sih kendala yang pernah terjadi apaya mungkin kalau sesame pengurus tidak ada yang bisa hadir dirapat besar jadikan pertukaran pesannya kurang sampai tapi ya biasanya setelah rapat selesai kita buat notulen hasil rapat tersebut agar memudahkan bagi anggota yang berhalangan hadir. Mungkin seperti itu kurang lebihnya teh . awancara dengan Pak Madun, sekretaris PWSB, 10 April 2. Ay Pendapat dan saran Pertanyaan untuk indikator kedua pola Komunikasi Diagonal adalah Aubagaimana para narasumber menanggapi pendapat dan saran dari anggota paguyuban?Ay. Ketiga narasumber bersepakat menjawab bahwa mereka selalu menampung semua keluhan, saran, dan pendapat para anggota PWSB, kemuadian mendiskusikannya ke forum agar kesolidan para anggota PWSB tetap terjaga. Berikut jawaban Sekretaris sebagai NS 6: AuYaitu tadi kita bawa ke forum, kita terima semua keluhannya, pendapatnya dan saran saran dari setiap anggota. Karna kan kita di organisasi ini gak boleh egois maunya kita sendiri yang didengar, semuanya itu ada porsinya masing-masing pokoknya sama kita didedeuhkeun . ijelaskan sejelasjelasny. agar kembali lagi solid guyub dan bahagia semua yang ada di paguyuban ini . awancara dengan Pak Madun, sekretaris PWSB, 10 April 2. Ay Pembahasan Pola komunikasi organisasi dalam penerapan visi dan misi Paguyuban Wargi Sunda Bontang dapat diketahui dengan membahas data hasil penelitian dan menilai data tersebut berdasarkan teori yang berhubungan dengan pola komunikasi dan visi misi yang ada. Adapun teori yang akan dibahas pada bab ini adalah strategi leadership (Christensen, 1. dan pola komunikasi organisasi yang berupa komunikasi vertical, horizontal dan komunikasi diagonal (Effendy, 2. Pola Komunikasi Vertikal Pola komunikasi vertikal dilaksanan antara atasan dan bahwan Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota Bontang, hal ini dapat memperkuat nilai-nilai komunikasi dalam membangun pengetahuan dan kekayaan informasi di antara kedua belah pihak. Dimana hal ini dapat mendorong kualitas dan profesionalitas kerjap pada proses komunikasi yang di buat secara kekeluargaan di Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota Bontang membuat pimpinan berperan sebagai komunikator dan bawahan sebagai komunikan. Komunikasi berlangsung secara informal dan formal dengan suasana yang kondusif, santai dan rileks yang dimana sangat memudahkan komunikan dalam memahami satu pesan yang 540 | Anita Ardianty Nugget Oktavianoer. Pola Komunikasi Organisasi. disammpaikan oleh komunikator pimpinan. Pola yang dilakan ini diharapkan dapat menciptakan suatu perubahasan ke arah positif pada Paguyuban Wargi Sunda Bontang di Kota Bontang, sebagaimana teori yang dibangun oleh Ireland and Hitt dalam Marina Purwanto . , bahwa kepemimpinan strategis menjadi dasar suatu kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, membayangkan, mempertahankan fleksibelitas, dan kemampu memberdayakan orang lain dalam menciptakan suatu perubahan strategis yang diperlukan dalam suatu organisasi demi mewujudkan tujuan inti dari organisasi tersebut. Hal ini berkaitan pada pengembangan potensi yakni adanya komunikasi saling tukar informasi sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing pada kinerja dan bersamaan penukaran informasi pesan pada pimpinan. Hasil informasi pesan yang didapat sangat lebih mudah dan ini terbukti bahwasannya organisasi bukan sistem yang kaku dan berat saat di komunikasikan. Aspek dari pemberian pesan adalah kebutuhan terhadap informasi atau pemberian tugas yang efektif sesuai kemampuan diri mereka terhadap tanggung jawab karyawan, apa yang membuat koordinasi organisasi didalam perusahaan memungkinkan adalah karena adanya pelaksanaan dari pimpinan sebagai komunikator bertanggung jawab penuh pada seperangkat aturan bersama yang mengatur perilaku setiap orang dan menjaga terjadinya stabilitas dalam intensitas kerja karyawan yaitu komunikan yang lebih memahami dalam hal tersebut. Pola Komunikasi Horizontal Pola Komunikasi Horizontal berpengaruh banyak pada penerapan visi dan misi organisasi. Seperti yang telah dianalisa pada wawancara pola Komunikasi Horizontal sebelumnya, pengetahuan narasumber selaku ketua bagian yang mengetahui tentang seluk beluk bagian organisasi beserta cara menghadapi masalah yang terjadi didalamnya membuat para anggota merasa dekat dan nyaman sehingga visi dan misi organisasi dapat terlaksanakan. Bukti terlaksananya visi bisa kita lihat dari kegiatan yang aktif dilakukan oleh para anggota PWSB. Dengan terlaksananya kegiatan yang aktif, para anggota melaksanakan visi Ngahiji (Bersat. dan Ngabukti (Membuktika. , dimana hal ini mampu dilakukan oleh semua bagian karena bentuk fungsional benar-benar terasa. Hal ini syarat dengan pendapat Mulyana dalam Silviani . 9: . , bahwa fungsional komunikasi organisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Para anggota bersatu membentuk organisasi yang kompak dan membuktikan bahwa budaya tanah Pasundan masih mereka lestarikan meskipun telah tinggal di Kota Bontang. Terlaksananya visi PWSB Ngabakti (Berbakt. kepada masyarakat sekitar terlihat pada kegiatan penggalangan dana oleh organisasi PWSB. Misi organisasi PWSB yang berbunyi AuMeningkatkan Dan Menjalin Kesolidan Dan Persatuan Untuk Menjaga Nama Baik Paguyuban Serta Dapat Memberdayakan Masyarakat. Ngahiji (Bersat. Ay pun secara langsung terlaksana dengan terlaksananya visi organisasi. Pola Komunikasi Diagonal Sementara itu pada wawancara Komunikasi Diagonal, para narasumber menjawab dengan lugas dan singkat sesuai dengan pertanyaan pewawancara. Hal ini menunjukkan bahwa para narasumber bersikap netral dan siap mendengarkan berbagai pendapat dan keluhan yang disampaikan oleh para Sikap siap mendengarkan dan netral . idak memihak siapapu. dapat membantu menengahi para anggota sehingga tidak terjadi masalah yang membuat terpecahnya sebuah organisasi. Oleh karena itu. Komunikasi Diagonal yang terjadi di PWSB tersebut juga mempengaruhi terlaksananya visi dan misi organisasi. Terpenuhinya tujuh prinsip pada teori saintifik manajemen mencerminkan bahwa PWSB tidak hanya mempunyai pola komunikasi yang baik dan dapat melaksanakan visi dan misinya, akan tetapi PWSB juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan produktifitas paguyuban lewat sikap dan komunikasi sesuai prinsip pada teori tersebut. (Hasibuan, dkk. , 2020: . Observasi dan Dokumentasi Tidak hanya melihat hasil wawancara, penulis juga mengobservasi serta mendokumentasikan proses diskusi para anggota PWSB. Pada saat melakukan observasi, penulis mengikuti kegiatan oleh anggota PWSB. Pengajian tiap bulan tersebut ditempatkan bergilir ke semua anggota PWSB. Menurut hasil observasi penulis, pengajian tersebut merupakan ajang komunikasi yang baik antar anggota bawahan PWSB. Semua anggota terlihat guyub dan melakukan komunikasi dengan baik. Penulis juga mengikuti diskusi antar anggota PWSB. Diskusi berjalan dengan lancar sesuai dengan jawaban narasumber pada saat wawancara. Jurnal Professional. Vol. 10 No. Desember 2023 page: 531 Ae 544 | 541 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penyajian data dan pembahasan penelitian mengenai pola komunikasi organisasi dalam menerapkan visi dan misi paguyuban wargi sunda bontang di kota bontang, maka peneliti menyimpulkan bahwa: Pola komunikasi vertikal dalam Paguyuban Wargi Sunda, kemampuan untuk memberikan dan menerima komunikasi merupakan keharusan bagi seorang pimpinan. Seorang pimpinan adalah orang yang bekerja dengan menggunakan orang lain, karena itu pemberian perintah berupa penyampaian informasi kepada orang lain tersebut mutlak perlu dikuasai. Hal tersebut dapat didorong melaksanakan upaya pelaksanaan tujuan organisasi degan memberikan penaruh kepada anggota untuk melaksanakan program kerja yang telah dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Hal tersebut dapat dilakukan pimpinan Paguyuban Wargi Sunda dalam mempertahankan keberlangsungan organisasi kedepannya. Pola Komunikasi Horizontal berpengaruh banyak pada penerapan visi dan misi organisasi. Seperti yang telah dianalisa pada wawancara pola Komunikasi Horizontal sebelumnya, pengetahuan narasumber selaku ketua bagian yang mengetahui tentang seluk beluk bagian organisasi beserta cara menghadapi masalah yang terjadi didalamnya membuat para anggota merasa dekat dan nyaman sehingga visi dan misi organisasi dapat terlaksanakan. Bukti terlaksananya visi bisa kita lihat dari kegiatan yang aktif dilakukan oleh para anggota PWSM. Pola Komunikasi Diagonal menunjukkan bahwa para narasumber bersikap netral dan siap mendengarkan berbagai pendapat dan keluhan yang disampaikan oleh para anggotanya. Sikap siap mendengarkan dan netral . idak memihak siapapu. dapat membantu menengahi para anggota sehingga tidak terjadi masalah yang membuat terpecahnya sebuah organisasi. Oleh karena itu. Komunikasi Diagonal yang terjadi di PWSB tersebut juga mempengaruhi terlaksananya visi dan misi Saran Setelah dilakukan beberapa tahapan penelitian dalam penulisan skripsi ini, maka saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: Hendaknya Paguyuban Wargi Sunda Bontang Kota Bontang mengaktifkan lagi facebook dan aktif di segala social media seperti intagram. Paguyuban Wargi Sunda Bontang Kota Bontang hendaknya dibuatkan sertfikasi kesehian sebagai payung hukum di setiap kegiatan yang dilakukan. Struktur organisasi di Paguyuban Wargi Sunda Bontang Kota Bontang hendaknya dibuat lebih konkret dan lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA