Subadi Pengaplikasian AI Video Editing Autopod Terhadap Efektivitas Produksi & Estetika Visual ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X PENGAPLIKASIAN AI VIDEO EDITING AUTOPOD TERHADAP EFEKTIVITAS PRODUKSI & ESTETIKA VISUAL Subadi1 1Program Studi Film & Televisi D-i. Fakultas Film & Televisi. Institut Kesenian Jakarta Jl. Cikini Raya No. Menteng. Jakarta Pusat Ae DKI Jakarta, 10330 e-mail : subadi@ikj. Abstraksi Industri media menghadapi berbagai tantangan, perkembangan teknologi dan disrupsi pasar menyebabkan perusahaan media tradisional mengalami penurunan pendapatan iklan dan melakukan pemutusan hubungan kerja massal. Dalam upaya untuk tetap kompetitif dan mengatasi tantangan ini, perusahaan media mulai beradaptasi dengan berbagai strategi, termasuk penggunaan AI. Sekarang kecerdasan artisial mulai digunakan dalam berbagai aspek pembuatan konten video, seperti untuk video editing dengan nama Autopod, dengan pemanfaatan AI yang maksimal, perusahaan media dapat mengefisiensi waktu dan biaya biaya operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan pastisipatif, pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan holistik tentang pengalaman dan pandangan peneliti yang berfokus membahas proses adaptasi dan pengaplikasian AI dalam proses video editing dan kebutuhan estetika visualnya. Kata Kunci : AI, video editing, produksi video, dan konten Abstract The media industry faces various challenges, technological developments and market disruptions, causing traditional media companies to experience a decline in advertising revenue and mass layoffs. To remain competitive and overcome these challenges, media companies are beginning to adapt to various strategies, including artificial intelligence ). Now artificial intelligence is starting to be used in various aspects of video content creation, such as for video editing under the name Autopod. With maximum use of AI, media companies can streamline time and operational costs. The research method used is qualitative with a participatory approach. This approach aims to develop a more profound and holistic understanding of the experiences and views of researchers who focus on discussing the adaptation and application of AI in the video editing process and its visual aesthetic needs. Keywords: Artificial Intelligence, video editing, video production, and content _________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Beragam cara dan solusi dilakukan oleh perusahaan media dari pembuatan platform, penyesuaian search engine optimation, digital marketing, peningkatan kuantitas dan kualitas konten, menganalisis demografi penonton, dan lain-lain, tapi perilaku audiens mengkonsumsi konten menjadi semakin kompleks dan berkembang lebih cepat dari sebelumnya, perusahaan media menghadapi pasar yang semakin kompetitif dan tidak pasti yang mendorong kebutuhan untuk mengurangi biaya operasional dan sekaligus menghasilkan lebih banyak pendapatan dan distribusi konten. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang media membuka jalan bagi inovasi dan efisiensi yang belum pernah dirasakan sebelumnya, dengan mengoptimalkan proses produksi, distribusi, dan personalisasi konten. AI mewakili peluang besar bagi perusahaan yang siap berinvestasi dalam solusi jangka panjang yang layak (Dataiku, 2. 24 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Subadi Pengaplikasian AI Video Editing Autopod Terhadap Efektivitas Produksi & Estetika Visual ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Potensi Ada tantangan signifikan dalam menyeimbangkan efektivitas dan efisiensi, serta penilaian manusia dan AI (Matthew Gentzkow, 2. Dalam era modern ini, kemajuan AI telah menjadi topik yang sangat penting dan berpengaruh bagi berbagai aspek kehidupan. Seth Godin seorang penulis dan pengusaha, pernah menyatakan bahwa, "Menurut saya. AI adalah perubahan terbesar di dunia kita sejak ditemukannya listrik-perubahan yang lebih besar daripada internet. Dan jika Anda tidak menggunakannya selama setengah jam sehari. Anda tidak akan mengerti" (Academy, 2. Dengan demikian, kehadiran teknologi AI dalam bidang produksi video dapat menjadi sangat relevan dan penting untuk dipelajari dan diterapkan, terutama dalam meningkatkan efektivitas produksi khususnya dalam perusahaan Salah satu contoh teknologi AI yang digunakan dalam produksi video seperti video editing adalah fitur auto-editing yang ditawarkan oleh aplikasi Autopod. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengedit video secara otomatis, dengan menggunakan algoritma yang dapat menganalisis gambar dan video, sehingga dapat meproduksi video lebih cepat. Dalam dunia produksi video, efisiensi dan efektivitas merupakan salah satu kunci utama untuk menghasilkan konten berkualitas dalam waktu yang singkat. Dalam menjawab tantangan ini, algoritma AI telah memainkan peran penting dalam meningkatkan proses produksi (ITU, 2. Algoritma AI memiliki dampak positif yang signifikan pada program dan alur kerja produksi. Dengan demikian, teknologi AI seperti Autopod, dapat menjadi solusi yang sangat berguna dalam mengoptimalkan alur kerja produksi video, dengan mengurangi waktu, usaha, dan biaya yang diperlukan. Studi kasus dalam penelitian ini adalah program Planet Remaja Podcast yang merupakan konten yang terdapat dalam akun kanal YouTube Planet Remaja dan diproduksi oleh Perusahan VIA Creative Hub, salah satu perusahaan media VIVA Grup. Tujuan menggunakan studi kasus Planet Remaja Podcast dikarenakan program ini dirancang untuk mengimplementasi aplikasi AI dalam proses produksinya, di sisi lain Viva Grup salah satu media di Indonesia yang dalam proses mengimplementasi AI di dunia industri media (Siregar. Namun, sampai saat ini belum banyak penelitian yang mengkaji penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam video editing dan media, terutama dalam kaitannya dengan efektivitas produksi dan estetika visual. Oleh karena itu, penelitian ini akan melakukan analisis lebih lanjut mengenai dampak penerapan kecerdasan buatan video editing Autopod terhadap efektivitas produksi dan estetika visual, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan kontribusi bagi para praktisi dan peneliti di bidang produksi video dan teknologi AI. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan pastisipatif, pendekatan ini menggunakan 4 . Tahap yang meliputi pengaplikasian AI, preediting, prosedur editing dan penerapan estetika visual. Kerangka teori yang akan dijadikan perangkat penelitian, teori tersebut akan terdiri dari 2 buah teori yaitu, teori tentang prosedur pre-editing hingga prosedur editing dan teori tentang estetika video yang menggunakan teori element of the shot untuk memaparkan tentang estetika visual. HASIL & PEMBAHASAN Pengapalikasian AI Video Editing AI mewujudkan sekumpulan kode, teknik, algoritma, dan data yang memungkinkan sistem komputer untuk mengembangkan dan meniru perilaku mirip manusia dan karenanya membuat keputusan yang mirip dengan . tau dalam beberapa kasus, lebih baik daripad. manusia (Stuart J. Russell & Peter Norvig, 2. 91 persen pengguna AI melaporkan bahwa mereka menggunakan alat AI untuk membuat materi tertulis, gambar, musik, atau video Ai 25 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Subadi Pengaplikasian AI Video Editing Autopod Terhadap Efektivitas Produksi & Estetika Visual ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X sebuah sinyal tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam keseharian kita dalam waktu dekat (Edwin Wong & Fernandez, 2. Khusus penggunaan AI untuk menciptakan karya video sudah banyak aplikasi video editing yang memanfaatkan kemampuan AI untuk mempermudah dan mempercepat proses pembuatan karya video dan visual lainnya. Aplikasi AI video editing memiliki banyak fungsi seperti melakukan tugas memotong video, menyusun video di timeline, menyesuaikan ukuran resolusi video, menambahkan teks dan grafis. Meskipun AI sudah sangat berkembang beberapa tahun ini, namun kemampuan AI untuk diterapkan ke dalam proses video editing tidak dapat dilakukan sepenuhnya oleh AI, masih butuh proses antara manusia dan AI. Pemanfaatan manusia dengan AI untuk Efisiensi sudah dapat membuat desain grafis hanya dengan biaya $0,08 dan dengan dalam hitungan >1 menit, namun jika dilakukan oleh AI biaya seharga $150 dengan waktu 5 jam, perpaduan antara manusia dan AI dapat mengefisiensi proses pengerjaan grafis dengan manusia menggunakan asisten AI (ARK Investment Management LLC, 2. Autopod adalah aplikasi AI untuk alat pengeditan video yang dirancang khusus untuk pengguna Adobe Premiere Pro. Sebagai bagian dari kategori pengeditan video, paket plugin inovatif ini menyederhanakan proses pengeditan untuk khususnya program podcast dan talk show, memastikan alur kerja yang lebih lancar dan peningkatan efisiensi. Autopod menawarkan tiga fitur utama: Multi-Camera Editor. Social Clip Creator, dan Jump Cut Editor, aplikasi berbentuk plug in ini berbayar sejumlah $29 per bulan. Fitur Multi-Camera Editor memungkinkan video editor menggunakan pemotongan otomatis dengan hingga 10 kamera dan 10 mikrofon sekaligus. Melakukan pemotongan video secara otomatis berdasarkan pemicu dari pengaturan video dan audio di jendela timeline video editing. Social Clip Creator melakukan pembuatan konten untuk platform media sosial dengan menawarkan tiga aspect ratio yang berbeda, framing otomatis dan watermark. Semua klip video disimpan dalam folder yang ditentukan dan dapat diekspor secara massal hanya dengan satu klik. Jump Cut Editor untuk membuat jump cut berdasarkan keheningan audio wave. AI akan membaca audio wave lalu membuangnya untuk menghasilkan potongan video dan audio yang lebih dinamis. Secara keseluruhan. Autopod bertujuan untuk menghemat waktu editor dan mengotomatiskan banyak proses dan menciptakan pengalaman produksi video yang lebih efisien dan efektif. Gambar 1. Hasil editing menggunakan Autopod Fase Preediting Multicamera Saat merekam video dan merekam audio selama produksi, staf produksi yang berpengalaman sudah mempertimbangkan pengeditan pascaproduksi, (Herbert Zettl, 2. Proses video editing dalam proses pengaplikasian AI Autopod dalam video editing sangat ditentukan oleh persiapan dan proses produksi. Program talk show dengan menggunakan system multicamera dalam program Planet Remaja ini menggunakan 3 kamera dengan talent 1 host dan 1 narasumber dengan perekam audio menggunakan mic clip on pada masingmasing pemain. 1 kamera khusus untuk shot lebar dengan full shot host dan narasummber 26 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Subadi Pengaplikasian AI Video Editing Autopod Terhadap Efektivitas Produksi & Estetika Visual ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X sedangkan 2 kamera dengan medium shot-close up shot masing-masing narasumber dan Tahap pra-editing meliputi: . tahap pengambilan gambar, . tahap review, dan . tahap persiapan (Herbert Zettl, 2. Dalam tahap pengambilan gambar sutradara memastikan kamera dan perekaman suara merekam secara bersamaan agar hasil gambar dapat terjadi secara simultan. Pada tahap review sutradara dan staf produksi harus melihat semua rekaman video yang sudah dihasilkan, ini untuk memastikan semua materi sudah terekam dengan baik sebelum dilakukan video editing. Terakhir tahap persiapan video editing sebenarnya adalah menyalin materi ke dalam penyimpanan di komputer, selain video juga perlu dipersiapkan materi grafis, video, musik dan audio dubbing. Untuk tujuan aplikasi Autopod terdapat penyesuaian pengaturan materi video dan audio, yaitu dengan memasukan pengaturan nama speaker sesuai dengan nama kamera, agar aplikasi dapat menentukan pemotongan yang sesuai sebagai data set sistem AI akan melakukan pemotongan otomatis. 3 Fase Prosedur Video Editing Pengeditan adalah tindakan menyusun klip gambar dan suara individual menjadi semacam cerita yang koheren. Jadi seorang video editor adalah orang yang mengambil banyak gambar dan materi suara, dan meninjau, menyempurnakan, memodifikasi, menghilangkan, dan menyusun komponen gambar dan suara tersebut menjadi bentuk atau cerita baru yang dapat diterima (Christopher J. Bowen, 2. Software video editing yang digunakan adalah Adobe Premiere Pro 2023 yang mendukung plug in aplikasi AI yang akan digunakan Autopod. Autopod perlu dilakukan instalasi ke dalam software Adobe Premiere Pro 2023, sehingga menjadi fitur video editing AI baru dalam jendela Adobe Premiere Pro. Pengeditan video membutuhkan pemahaman tentang bagaimana sebuah cerita berkembang, mata dan telinga yang baik, dan kesabaran. Namun sebelum menyalakan peralatan dan mulai mengedit, video editor harus memberi perhatian khusus pada langkahlangkah pengeditan utama ini: . shot selection, . shot sequencing, . audio sweetening, . membuat file master (Herbert Zettl, 2. Langkah-langkah ini terjadi beberapa penyesuaian ketika penerapan AI dalam proses editing. Shot Selection Dalam fase shot selection adalah proses memilih shot yang penting untuk meceritakan sesuai kisah. Dalam proses shot selection merupakan proses yang keseluruhan prosesnya dilakukan menggunakan Autopod dengan fitur Multi-Camera Editor. Multi-Camera Editor berfungsi memotong video sekaligus audio di dalam timeline dengan pemicunya adalah audio wave dan sumber suara yang dilakukan pengaturan di proses pre-editing sebagai data setnya. AI melakukan pemotongan berdarkan sumber audio wave, misalnya jika audio wave kamera 1, maka AI akan memilih dan memotong gambar kamera 1 yang sudah dilakukan pengaturan. Gambar 2. Blocking program Planet Remaja 27 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Subadi Pengaplikasian AI Video Editing Autopod Terhadap Efektivitas Produksi & Estetika Visual ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Video hasil produksi yang dilakukan pemotongan berdurasi 29 menit, dengan menggunakan Autopod hanya butuh waktu 2 menit 40 detik, jika dilakukan tanpa menggunakan Autopod proses ini membutuhkan sekitar 3 jam. Gambar 3. Hasil pemotongan menggunakan Autopod Setelah dilakukan pemotongan dengan Autopod, hasil potongan shot di dalam timeline tertata rapi dengan detil potongan yang baik. Shot Sequencing Dalam fase shot sequencing adalah proses menyesuaikan shot selection dengan dilakukan penyesuaian shot sesuai dengan nilai visual artistik dan menghilangkan shot yang berlebihan dengan potongan yang lebih halus. Proses ini juga dapat dimudahkan dengan fitur Jump Cut Editor Autopod, di mana aplikasi AI akan menghilangkan jeda waktu obrolan saat talent diam, sehingga menghasilkan obrolan yang lebih dinamis. AI melakukan pemotongan ini dengan pemicu audio wave jika di level angka rendah. Dalam fase ini aplikasi AI Autopod belum sepenuhnya dapat melakukan ketelitian dan kreativitas sepenuhnya, seperti menentukan konteks pembahasan, membuat keputusan untuk mengkoreksi shot, menambahkan transisi dan grafis secara otomatis. Dengan video berdurasi 29 menit, proses ini sebelum menggunakan aplikasi AI dapat dilakukan selama 2 jam, namun setelah menggunakan aplikasi AI dapat mengurangi waktu selama 30 menit, menjadi 1 jam 30 menit. Audio Sweetening Dalam fase audio sweetening adalah proses menyesuaikan audio dalam track timeline video editing agar sesuai dengan standar audio untuk penonton. Dalam proses ini tidak ada penggunaan aplikasi AI Autopod, proses ini dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis dan kreativitas video editor. Pengecekan dan penyesuaian audio dilakukan selama 30 menit. Membuat File Master Dalam fase pembuatan file master adalah mengekspor hasil video editing ke dalam file video sesuai dengan penggunannya. Dalam proses ini tidak ada penggunaan aplikasi AI Autopod, proses ini dilakukan berdasarkan kebutuhan output untuk YouTube yaitu format video Mp4 dan resolusi Full HD. Proses rendering ini membutuhkan waktu 10 menit. Total kebutuhan waktu dari proses video editing menggunakan aplikasi AI Autopod sangat mengefisiensi waktu sebesar 61%, jika dilakukan oleh manusia membutuhkan total waktu 340 menit dan menjadi 132,4 menit jika dilakukan dengan kombinasi antara manusia dengan AI. 28 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Subadi Pengaplikasian AI Video Editing Autopod Terhadap Efektivitas Produksi & Estetika Visual ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 4. Hasil video editing dengan aplikasi AI Autopod Penerapan Estetika Visual Video Editing Hasil AI Penerapan estetika media bukanlah konsep abstrak melainkan sebuah proses di mana kami menelaah sejumlah elemen media, seperti pencahayaan dan penerapan estetika yang menekankan bahwa seni bukanlah objek terisolasi yang tersembunyi di dalam museum dan bahwa pengalaman estetika merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari (Herbert Zettl. Hasil dari estetika dari proses kreatif dan seni dalam video editing tidak dapat dijalankan sepenuhnya oleh AI , manusia menggunakan AI hanya sebagai alat untuk membantu memudahkan tugas-tugas agar lebih otomatis. AI adalah dan akan terus menjadi baik dalam tugas-tugas otomatis tetapi tidak kreatif (Chatterjee, 2. Untuk mendukung peran kreatif dan makna estetika dari sebuah shot, shot perlu dibedah menjadi beberapa elemen yang terkandung di dalamnya yang disebut element of the shot, terdapat 6 elemen dari shot yaitu: Motivasi Sebuah shot harus mempunyai motivasi yang akan memberikan alasan bagi video editor untuk memotong dan menyambungkannya ke shot berikutnya. Aplikasi AI Autopod dalam menentukan pemotongan tentunya tidak berdasarkan motivasi yang terkandung dalam konteks adegan dan dialog. Informasi Sebuah shot harus menggambarkan informasi yang ingin disampaikan kepada Aplikasi AI Autopod dapat membantu dari kebutuhan informasi internal shot berdasarkan pemicu dari audio wave, karena AI mengarahkan pemilihan shot berdasarkan audio wave yang aktif, tentunya ini dapat membantu informasi ke penonton terhadap kebutuhan informasi internal shot siapa yang sedang berdialog. Namun informasi eksternal shot seperti meberikan pengambaran konteks dialog dari shot tersebut masih belum bisa dilakukan oleh AI. Komposisi Ada empat bagian yang perlu diperhatikan dalam komposisi, yaitu framing, illusion of depth, subjek & objek dan warna. Dari ke empat unsur komposisi ini yang dapat dilakukan oleh aplikasi AI Autopod adalah penentuan perhatian ke subjek dan objek dengan fitur Social Clip Creator, aplikasi ini mampu melakukan pencarian objek dan subjek manusia dengan 29 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Subadi Pengaplikasian AI Video Editing Autopod Terhadap Efektivitas Produksi & Estetika Visual ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X menandai visual mata. Jika menemukan visual objek mata maka akan secara otomatis AI menempatkan komposisi objek di tengah frame. Suara Elemen suara sangat mempengaruhi makna gambar, elemen suara adalah penggunaan AI yang dapat dilakukan dengan beberapa hal, seperti AI dapat mencari suara yang sedang berdialog. AI membuat dinamis pemotongan video dengan secara otomatis dapat menghilangkan jeda video yang memiliki audio wave level rendah. Namun dalam aplikasi AI Autopod, konsep kreatif audio belum dapat dilakukan, misalnya secara otomatis membuat musik ilustrasi sebagai penentuan suasana adegan dialog dalam program. Sudut Pengambilan Sudut pengambilan gambar oleh penata kamera akan memberikan kekuatan dari sebuah shot itu sendiri. Penerapan AI dalam elemen sudut kamera tidak dapat dilakukan dalam aplikasi AI Autopod, karena penentuan sudut kamera dilakukan dan direncanakan saat fase pre-editing. Continuity Continuity adalah sambugan shot-shot yang dapat melengkapi isi cerita maupun karya Pengkonsepan continuity shot dilakukan saat pre-editing menjadi tugas sutradara untuk melakukan tugas tanggung jawab memastikan alur cerita secara content, movement, position, sound dan dialog dapat dihasilkan continuity yang sesuai. Elemen continuity dapat diterapkan dalam aplikasi AI Autopod dengan memaksimalkan fitur Multi-Camera Editor. KESIMPULAN Implementasi AI dalam pengeditan video telah membuat prosesnya menjadi lebih efisien dan lebih cepat. Meskipun AI dapat membantu memotong video dan audio secara otomatis, interaksi manusia masih diperlukan untuk aspek kreatif dan estetika pengeditan. Aplikasi seperti Autopod menawarkan fitur seperti Multi-Camera Editor untuk menyederhanakan proses pengeditan video. Namun, keterlibatan manusia sangat penting untuk memastikan konteks, kreativitas, dan makna estetika dari sebuah video untuk hasil yang optimal. Penggunaan AI hanya sebagai alat bantu untuk mempercepat tugas-tugas otomatis dalam video editing, peran kreatif dari manusia sebagai operator video editor masih belum tergantikan oleh AI. Hal ini menujukan pekembangan teknologi AI di dalam bidang audio visual akan terus berkembang untuk membantu tugas-kreator video, dari penelitian ini bisa saja proses rought cut video editing tidak akan dikerjakan oleh manusia, karena proses ini secara sistematis dilakukan oleh AI seperti aplikasi Autopod, disimpulkan dengan perkembangan AI sejauh ini ke depannya proses video editing yang lain akan dapat dilakukan dan dibantu oleh aplikasi AI. Namun kemampuan mempadukan data set kreativitas dan imajinasi estetika visual masih belum sepenuhnya dapat dilakukan dan digantikan oleh AI. REFERENSI