SELF ESTEEM MAHASISWA TENTANG ENTREPRENEURSHIP Komang Ayu Purnama Dewi, 2Gusti Ayu Dwina Mastryagung, 3Ni Made Nurtini STIKES Bali. Jalan Tukad Balian No 180 Renon Denpasar Email: ayupurnama. stikesbali@gmail. ABSTRAK Entrepreneurship dipandang perlu dimiliki oleh mahasiswa di tengah membludaknya lulusan bidan dan persaingan dalam mencari pekerjaan. Self-esteem merupakan salah satu faktor keberhasilan individu dalam kehidupannya, karena perkembangan selfesteem pada seorang akan menentukan keberhasilan maupun kegagalan dimasa mendatang. Self-esteem adalah evaluasi individu untuk mengubah atau untuk mengembangkan keterampilan sosial, fisik dan akademis Tujuan Penelitian adalah untuk self esteem mahasiswa tentang entrepreneurship. Metode pada penelitian adalah adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel adalah seluruh mahasiswa Prodi D i Kebidanan STIKES Bali, yang diambil dengan teknik total populasi. Waktu penelitian adalah tanggal 7 sampai 26 Januari 2019 Sebagian besar responden memiliki self esteem yang normal yaitu sebanyak 56 orang . ,8%) dan 5 orang memiliki harga diri yang rendah yaitu sebanyak 5 orang . 2%). Peneliti selanjutnya agar melanjutkan penelitian untuk mencari hubungan antar variable dengan jumlah responden yang lebih Kepada responden yaitu mahasiswa agar mengembangkan terus jiwa entreprenenurship agar dapat menjadi job creater. Kata kunci: self esteem, mahasiswa, entrepreneurship ABSTRACT Entrepreneurship is deemed necessary for students in the midst of the booming midwives and competition in finding work. Self-esteem is one of the individual success factors in his life, because the development of self-esteem in a person will determine success and failure in the future. Self-esteem is the evaluation of individuals to change or to develop social, physical and academic skills. The aim of the study is to develop student self esteem about entrepreneurship. The method in this research is quantitative descriptive with cross sectional approach, with the sample is all students of STIKES Bali Midwifery Study Program i, taken by the total population technique. The research time is 7 to 26 January 2019 Most of the respondents had normal self esteem as many as 56 people . 8%) and 5 people had low self-esteem as many as 5 people . 2%). The next researcher is to continue the research to find relationships between variables with more respondents. Respondents are students to develop entrepreneurship in order to become job creaters. Keywords: self esteem, students, entrepreneurship PENDAHULUAN Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari (Zimmerer. TW, Di Indonesia, entrepreneurship dipelajari pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi. Salah satu perguruan tinggi yang mempelajari entrepreneurship adalah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali khususnya program studi Di Kebidanan. Prodi Di Kebidanan STIKES Bali mencantumkan entrepreneurship sebagai salah satu mata kuliah bahkan sebagai keuunggulan prodi. Hal ini bertujuan agar bidan yang diluluskan dapat memiliki jiwa entrepreneurship dan menjadi wirausaha, sehingga tidak hanya menjadi job seeker tetapi diharapkan mampu menjadi job creater. Jumlah bidan di Indonesia berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 adalah sebanyak 163. 541 orang. Provinsi Bali menempati urutan ke 13 terbanyak dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. Jumlah tersebut terus meningkat sejalan dengan bertambahnya lulusan Di Kebidanan yang dihasilkan setiap tahunnya oleh 8 institusi Kebidanan negeri dan swasta. Jumlah bidan yang berpendidikan Di Kebidanan di Provinsi Bali yang tercatat berdasarkan data dari Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Bali tanggal 23 Januari 2018 sebanyak 4577 orang. Entrepreneurship dipandang perlu dimiliki oleh mahasiswa di tengah membludaknya lulusan bidan dan persaingan dalam mencari pekerjaan. Beberapa upaya Prodi Di Kebidanan STIKES Bali terkait hal tersebut seperti telah mencantumkan entreprenurship dengan beban studi yang tinggi yaitu sebanyak 4 SKS, mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan mendatangkan testimoni dari lulusan yang telah berhasil menjalankan kewirausahaan khususnya di bidang kebidanan. Upaya-upaya tersebut tidak berhasil dengan optimal jika tidak didukung oleh motivasi dari dalam diri Self-esteem merupakan salah satu faktor keberhasilan individu dalam ke- hidupannya, karena perkembangan selfesteem pada seorang akan menentukan keberhasilan maupun kegagalan dimasa Self-esteem adalah evaluasi individu untuk mengubah atau untuk mengembangkan keterampilan sosial, fisik dan akademis (Lawrence, 2. Semakin tinggi self-esteem seseorang maka dapat membantu siswa tersebut untuk berprestasi dalam belajar, begitupun sebaliknya, semakin rendah self-esteem seseorang maka akan menghambat siswa untuk berprestasi (Adila, 2010. Irawati & Hajat. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui Self Esteem Mahasiswa Tentang Entrepreneurship. BAHAN DAN METODE Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, untuk mengetahui Self Esteem Mahasiswa Tentang Entrepreneurship Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah adalah seluruh mahasiswa Prodi D i Kebidanan STIKES Bali, yaitu sebanyak 61 orang. Cara Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan non probability sampling dengan total Instrumen Penelitian Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah mempergunakan kuesioner yaitu kuesioner tentang Self Esteem Mahasiswa Tentang Entrepreneurship Pengumpulan dan Analisa Data Calon penjelasan tentang maksud dan tujuan dilakukannya penelitian. Selanjutnya peneliti menyerahkan surat permohonan menjadi responden. Calon responden baru bisa mengisi kuesioner setelah menjadi responden (Informed concen. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Dalam analisis ini, variabel disusun secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik masing-masing melalui tabel HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran karasteristik responden semakin tabah, dan semakin tahan dalam menghadapi tekanan-tekanan kehidupan, serta tidak mudah menyerah dan putus asa, individu yang semakin kreatif, memilki harapan yang besar dalam membangun hubungan yang baik, akan semakin hormat dan bijak dalam memperlakukan orang lain, karena tidak memandang orang lain sebagai ancaman dan mampu melihat peluang untuk melakukan perubahan yang menurut mereka penting (Branden, 1. Menurut Hendro . bahwa entrepreneurship untuk mahasiswa dalam dunia pendidikan yaitu sebagai bekal untuk masa depan, bisa diterapkan disemua bidang pekerjaan dan kehidupan, entrepreneurship bisa menjadi langkah untuk mencari nafkah dan bertahan hidup, meningkatkan pendapatan keluarga dan daerah yang akan berujung pada kemajuan ekonomi bangsa, membudayakan sikap unggul, perilaku positif dan kreatif. Terdapat sebagian kecil dari responden yang memiliki harga diri rendah tentang entrepreneurship yaitu sebanyak 5 orang . ,2%). Didukung dari distribusi frekuensi jawaban kuesioner yang menunjukkan bahwa masih ada yang mengungkapkan setuju bahwa mereka tidak punya banyak hal untuk dibanggakan di bidang entrepreneurship/ kewirausahaan yaitu 17 orang . ,87%) dan 3 orang . ,28%) menyatakan sangat setuju. ,11%) mengungkapkan setuju merasa tidak berguna di bidang entrepreneurship/ kewirausahaan dan 1 orang . ,64%) mengungkapkan sangat setuju. Dilihat dari karakteristik responden juga masih ada yang belum mendapatkan mata kuliah entrepreneurship/kewirausahaan yaitu mahasiswa tingkat 1 sebanyak 28 orang . ,9%). Remaja dengan harga diri rendah cenderung untuk tidak berani mencari tantangan-tantangan baru dalam hidupnya, lebih senang menghadapi hal-hal yang sudah dikenal dengan baik serta menyenangi hal-hal yang tidak penuh dengan tuntutan, cenderung tidak merasa yakin akan pemikiran-pemikiran serta perasaan yang dimilikinya, cenderung takut menghadapai respon dari orang lain, tidak mampu membina komunikasi yang baik dan cenderung merasa hidupnya tidak bahagia (Engko, 2. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karasteristik Responden Berdasarkan Tingkat Mahasiswa . Karakteristik Tingkat mahasiswa: Tingkat I Tingkat II Tingkat i Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden adalah mahasiswa tingkat 1 yaitu sebanyak 28 orang . 9%). Mahasiswa tingkat 2 sebanyak 13 orang . 3%) dan mahasiswa tingkat 3 sebanyak 20 orang . 8%). Gambaran Self Esteem Responden Tentang Entrepreneurship Tabel 2 Distribusi Frekuensi Self Esteem Mahasiswa Tentang Entrepreneurship . Self Esteem tentang Entrepreneurship Normal Harga diri rendah Berdasarkan table 2 sebagian besar responden memiliki self esteem yang normal yaitu sebanyak 56 orang . ,8%) dan 5 orang memiliki harga diri rendah yaitu sebanyak 5 orang . 2%). Self esteem responden tentang entrepreneurship didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki self esteem yang normal yaitu sebanyak 56 orang . ,8%). Ini berarti bahwa sebagian besar responden memiliki harga diri yang tinggi yang akan membangkitkan rasa percaya diri, penghargaan diri, rasa yakin akan kemampuan diri, rasa berguna serta rasa bahwa kehadirannya diperlukan didalam bidang entrepreneurship. Hal ini didukung dari distribusi frekuensi jawaban kuesioner yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden mengungkapkan setuju merasa bahwa mereka adalah orang yang berharga di bidang entrepreneurship/ kewirausahaan yaitu sebanyak 44 orang . ,13%) dan 5 orang . ,20%) mengungkapkan sangat setuju. Mereka juga mengungkapkan bahwa sebagian besar merasa setuju dapat melakukan banyak hal sebaik orang lain lakukan di bidang entrepreneurship/ kewirausahaan yaitu sebanyak 42 orang . ,85%) . ,11%) mengungkapkan sangat setuju. Self esteem yang tinggi di bidang entrepreneurship sangat bermanfaat bagi responden yaitu mahasiswa untuk menjadi individu yang semakin kuat dalam menghadapi penderitaan-penderitaan hidup. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Sebagian besar responden memiliki self esteem yang normal yaitu sebanyak 56 orang . ,8%). Ini berarti bahwa sebagian besar responden memiliki harga diri yang tinggi yang akan membangkitkan rasa percaya diri, penghargaan diri, rasa yakin akan kemampuan diri, rasa berguna serta rasa bahwa kehadirannya diperlukan didalam bidang entrepreneurship. SARAN Peneliti selanjutnya agar melanjutkan penelitian untuk mencari hubungan antar variable dengan jumlah responden yang lebih Kepada responden yaitu mahasiswa agar entreprenenurship agar dapat menjadi job creater. Engko. Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja individual dengan self esteem dan self efficacy sebagai variabel intervening. Simposium Nasional Akuntansi, 9, 2326. Hendro, 2011. Dasar-dasar Kewirausahaan. Penerbit Erlangga. Jakarta Lawrence. Enhancing self-esteem in the classroom: Pine Forge Press. Zimmerer T. & Scarborough N, 2008. Essential of Entrepreneurship and Small Business Management. Pearson Education inc. New Jersey KEPUSTAKAAN