AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Analisis Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya Menggunakan Metode PKJI 2023 1,2,3 Dewa Fabian Firsta Desanta 1. Ibnu Sholichin 2. Fithri Estikhamah 3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik dan Sains. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Jl. Raya Rungkut Madya. Gunung Anyar. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia, 60294 ts@upnjatim. Abstract The intersection of Jalan Menganti - Jalan Sepat - Jalan Wisma Lidah Kulon has three arms, each of which has a heavy volume of vehicles, so there is the potential for vehicle buildup due to the lack of a signal management system. So it is necessary to analyze the performance of the intersection with the Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 method to find out how much the value of traffic performance at the intersection. In the existing condition . , the maximum calculation results were obtained on Monday. May 13, 2024 morning peak hour . with a Degree Saturation (DJ) value of Meanwhile, in the plan condition . , the maximum calculation result is obtained on Friday, afternoon peak hour . on the approach arm A (Sepat Lidah Kulon Stree. with a Degree Saturation (DJ) value of 0. The performance of the planned intersection shows that the calculation results in the planned conditions provide satisfactory results because they are below the standard limit (DJ O 0. , so alternative problems with signalized intersection planning can be used as a reference to improve intersection performance. Keywords: Intersection. Performance. Traffic Abstrak Persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon memiliki tiga lengan yang masing-masing memiliki volume kendaraan yang padat sehingga berpotensi terjadi penumpukan kendaraan karena kurangnya sistem pengaturan sinyal. Maka perlu dilakukan analisis kinerja simpang dengan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk mengetahui seberapa besar nilai dari kinerja lalu lintas pada persimpangan. Pada kondisi eksisting . idak bersinya. didapatkan hasil perhitungan yang maksimum pada hari Senin, 13 Mei 2024 jam puncak pagi . dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 1,195. Sedangkan, pada kondisi rencana . didapatkan hasil perhitungan yang maksimum pada hari Jumat, jam puncak sore . pada lengan pendekat A (Jalan Sepat Lidah Kulo. dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,845. Kinerja simpang rencana menunjukkan bahwa hasil perhitungan pada kondisi rencana memberikan hasil yang memenuhi karena berada di bawah batas standar (D J O 0,. , maka alternatif masalah dengan perencanaan simpang bersinyal dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kinerja simpang. Kata Kunci: Simpang. Kinerja. Lalulintas PENDAHULUAN Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta. Akibatnya, pertumbuhan kendaraan bermotor dan peningkatan kebutuhan jalan tidak dapat dihindari (Silaban dkk. , 2. Pergerakan manusia, barang dan jasa yang meningkat juga merupakan dampak dari pertumbuhan kendaraan bermotor (Afni dkk. , 2. Padatnya kendaraan bermotor di jalan-jalan membuat kemacetan lalu lintas semakin parah. Tidak sedikit pengemudi di simpang tidak bersinyal yang dalam tindakannya kurang mempunyai dan bahkan tidak mengambil petunjuk yang positif, seperti kebiasaan para sopir pada angkutan umum yang sering menaikturunkan penumpang dan berhenti sewaktu-waktu di sembarang tempat (Rizal dkk. , 2. PermasalahanAepermasalahan yang terjadi pada persimpangan tidak bersinyal ini umumnya terjadi pada jam puncak, yaitu pada pagi dan sore hari (Frans. Karels, dkk. , 2. Persimpangan adalah dua atau lebih jalan raya saling bertemu, termasuk fasilitas jalan dan sisi jalan untuk pergerakan lalu lintas pada daerah terkait (Asy'ari dkk. Simpang adalah dua atau lebih jalan raya yang berpencar, bergabung, bersilangan dan berpotongan. (Jaya DESANTA/ANALISIS A. /1109 - 1116 & Gautama, 2. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum . menyatakan bahwa simpang adalah pertemuan dua atau lebih ruas jalan sebidang dan tidak diatur oleh Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Sedangkan, persimpangan adalah pertemuan dua atau lebih ruas jalan, dapat berupa simpang atau simpang APILL atau bundaran atau simpang tidak sebidang. Simpang tidak bersinyal pada umumnya berada pada arus lalu lintas di jalan mayor dan pergerakan membelok yang relatif rendah (Farizi, 2. Pendekat atau lengan simpang terdapat pada pertemuan simpang (Pamungkas dkk. , 2. Pada simpang tidak bersinyal, penting bagi pengemudi untuk berhati-hati, mengamati lalu lintas sekitar, dan memastikan keselamatan saat melintasi Diperkirakan simpang tidak bersinyal memiliki angka kecelakaan yang mencapai 0,60 % (Putri , 2. Pada umumnya, persimpangan tidak bersinyal digunakan di kawasan pemukiman pada perkotaan dan persimpangan antara jalan lokal di daerah pedesaan juga daerah pedalaman atau di lingkungan dengan arus lalu lintas yang sangat rendah (Pasaribu, 2. Kinerja simpang merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengetahui permasalahan pada simpang dan mengoptimalkan fungsi simpang melalui penanganan AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 yang tepat (Frans. Sir, dkk. , 2. Evaluasi kinerja simpang yang menggunakan beberapa parameter, seperti kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian (Anggraini dkk. , 2. Untuk menganalisis kinerja simpang digunakan metode perhitungan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Pengguna jalan terdampak negatif karena menurunnya kinerja simpang, seperti terjadinya penurunan kecepatan, peningkatan tundaan dan antrian kendaraan (Lengkong , 2. Kinerja simpang yang baik dapat ditunjukkan dari beberapa faktor, seperti minimalnya tundaan dan rendahnya peluang antrian (Taufikkurrahman, 2. Alasan yang mendasari dilakukannya penelitian ini berdasarkan pada survei awal yang memberikan hasil, seperti keluhan masyarakat mengenai kemacetan dan ketidaknyamanan di simpang dibuktikan dengan volume lalu lintas tinggi seperti yang ditunjukkan pada hasil dan pembahasan sehingga dapat disimpulkan bahwa pada persimpangan termasuk dalam kawasan yang padat kendaraan bermotor sebab merupakan simpang penghubung dari daerah pemukiman menuju daerah pendidikan, perkantoran dan pusat bisnis serta aktivitas harian masyarakat seperti berdagang yang dapat menambah kepadatan arus lalu lintas sehingga perlu analisis kinerja simpang yang dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan manajemen lalu lintas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi dari permasalahan yang terjadi pada persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon, sehingga arus lalu lintas pada setiap lengan yang dapat melayani secara optimal dapat diwujudkan. METODE PENELITIAN Diagram Alir Lokasi Penelitian Lokasi penelitian untuk analisis kinerja simpang tidak bersinyal dilakukan pada persimpangan Jalan DESANTA/ANALISIS A. /1109 - 1116 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya yang ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Lokasi Penelitian Pengumpulan Data Pengumpulan data diperlukan untuk menunjang penyelesaian penelitian tentang analisis kinerja simpang tidak bersinyal persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya. Data yang diperlukan adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti pada saat pengamatan langsung di lokasi Maka dari itu, untuk mendapatkannya dilakukan Survei arus lalu lintas untuk mendapatkan data primer yang berupa klasifikasi kendaraan yang dilakukan setiap interval 15 . ima bela. menit tanpa mengikutsertakan Kendaraan Tak Bermotor (KTB) untuk mengestimasi volume lalu lintas harian. Klasifikasi kendaraan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data jam puncak simpang selama 3 . hari, yaitu hari Senin. Jumat dan Sabtu pada 2 . waktu, yaitu pukul 00 . agi har. ore har. Hal ini didasarkan pada arus lalu lintas cenderung meningkat pada siang dan sore hari karena aktivitas berangkat dan pulang sekolah dan kerja. Oleh karena itu, survei pada jam-jam ini akan memberikan data yang paling relevan dan tidak bias. Data yang diperoleh meliputi jumlah volume lalu lintas pada setiap lengan simpang, jumlah lajur pada persimpangan dan ukuran dari lebar pendekat. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan melakukan pengamatan dan perhitungan kuantitatif. Pengamatan dilakukan di persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya untuk mendapatkan data volume lalu lintas, klasifikasi kendaraan, jumlah lajur, dan lebar pendekat. Kemudian diolah dengan menggunakan ketentuan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan menghitung kinerja simpang eksisting dimulai dari nilai Kapasitas Simpang (C). Hasil dari perhitungan kapasitas simpang dapat digunakan untuk menentukan kinerja simpang pada setiap lengannya. Parameter yang akan ditinjau, seperti Derajat Kejenuhan (DJ). Tundaan (T) dan Peluang Antrian (P. Setelah itu, dilakukan pemecahan masalah berupa perubahan pengaturan simpang dengan AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Perhitungan kinerja simpang rencana dilakukan untuk mendapatkan hasil yang memenuhi batas standar Derajat Kejenuhan (DJ O 0,. Data yang digunakan untuk menganalisis kondisi rencana adalah data arus lalu lintas pada kondisi eksisting. Parameter yang akan ditinjau, seperti Derajat Kejenuhan (DJ). Tundaan (T) dan Panjang Antrian (PA). Pemecahan masalah berupa simulasi pengaturan simpang bersinyal dilakukan dengan perencanaan pelebaran pendekat dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja simpang. Penetapan tingkat pelayanan bertujuan untuk menetapkan tingkat pelayanan pada suatu persimpangan. Tingkat pelayanan pada persimpangan yang ditunjukkan pada Tabel 1. langsung pengukuran melakukan survei. Tabel 1. Tingkat Pelayanan Pada Persimpangan Data Volume Lalu Lintas Rencana Setelah memperoleh hasil persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya, selanjutnya dilakukan pengolahan data satuan kendaraan yang nilainya akan mendapatkan SMP/jam. Menurut hasil pengamatan survei pada tiga lengan simpang tidak bersinyal dan hasil perhitungan survei, nilai faktor pengali yang didapatkan untuk nilai qTOTAL Ou1000 kend/jam. Mobil Penumpang (MP) = 1. Kendaraan Sedang (KS) = 1,8 dan Sepeda Motor (SM) = 0,2. Grafik fluktuasi kondisi eksisting untuk penentuan jam puncak pada hari Senin, 13 Mei 2024 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. Tingkat Pelayanan Karakteristik Kondisi arus bebas dengan kecepatan tinggi, pengemudi dapat memilih kecepatan yang diinginkan tanpa hambatan. 0,00 Ae 0,20 Arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu-lintas. Pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan. 0,20 Ae 0,44 Arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan. Pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. 0,45 Ae 0,74 Arus mendekati tidak stabil, kecepatan masih dapat ditolelir 0,75 Ae 0,84 Volume lalu lintas mendekati/berada pada Arus tidak stabil, kecepatan arus terkadang 0,85 Ae 0,1 Arus yang dipaksakan atau macet, kecepatan rendah, volume di atas kapasitas. Antrian panjang dan terjadi hambatan besar. Data Geometrik Eksisting Kondisi geometrik pada lokasi penelitian yang terletak pada persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Data Geometrik Simpang Nama Jalan Jumlah Lajur Lebar Pendekat . Lebar Jalan . Sepat Wisma Menganti 2,25 Sumber: Hasil Survei . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan lokasi penelitian. Jalan Sepat Lidah Kulon berada di sebelah Timur. Jalan Wisma Lidah Kulon berada di sebelah Selatan dan Jalan Menganti Lidah Kulon berada di sebelah Barat yang ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 3. Penentuan Jam Puncak Pada Hari Senin, 13 Mei 2024 Hasil perhitungan Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) dari arus kendaraan saat puncak pagi dan sore pada hari Senin, 13 Mei 2024 yang ditunjukkan pada Tabel 3. Gambar 2. Lokasi Persimpangan Jalan Lidah Kulon Kota Surabaya Kondisi Eksisting Simpang Penyajian data hasil survei diperlukan sebagai penunjang perhitungan pada penelitian. Data yang diperoleh melalui pengamatan visual serta dilakukan DESANTA/ANALISIS A. /1109 - 1116 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 3. Data Volume Lalu Lintas Pada Hari Senin, 13 Mei Arus . end/ja. Jalan Periode Arah BKi LRS BKi BKa LRS BKa BKi LRS BKi BKa LRS BKa Volume SMP/ Total Volume Sumber: Hasil Pengolahan Data Eksisting . Grafik fluktuasi kondisi eksisting untuk penentuan jam puncak pada hari Jumat, 17 Mei 2024 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4. Gambar 5. Penentuan Jam Puncak Pada Hari Sabtu, 18 Mei 2024 Hasil perhitungan Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) dari arus kendaraan saat puncak pagi dan sore pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 yang ditunjukkan pada Tabel 5. Tabel 5. Data Volume Lalu Lintas Puncak Pada Hari Sabtu, 18 Mei 2024 Arus . end/ja. Gambar 4. Penentuan Jam Puncak Pada Hari Jumat, 17 Mei 2024 Hasil perhitungan Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) dari arus kendaraan saat puncak pagi dan sore pada hari Jumat, 17 Mei 2024 yang ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Data Volume Lalu Lintas Pada Hari Jumat, 17 Mei Arus . end/ja. Jalan Periode Arah BKi LRS BKi BKa LRS BKa BKi LRS BKi BKa LRS BKa Volume SMP/ Total Volume Sumber: Hasil Pengolahan Data Eksisting . Jalan Periode BKi LRS BKi BKa LRS BKa BKi LRS BKi BKa LRS BKa Volume SMP/ Total Volume Sumber: Hasil Pengolahan Data Eksisting . Analisis Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Analisis pada penelitian ini menggunakan data volume lalu lintas di persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya. Analisis kapasitas simpang didasarkan pada rata-rata lebar lajur pendekat yang nilai kapasitasnya ditetapkan dari arus lalu lintas tertinggi yang melaluinya secara empiris. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan hasil untuk dilakukan perhitungan kinerja simpang tak Langkah untuk mendapatkan nilai dari parameter yang akan ditinjau. Maka, diperlukan nilai yang ditunjukkan pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Perhitungan Maksimum Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Hari Senin Grafik fluktuasi kondisi eksisting untuk penentuan jam puncak pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. Arah Jumat Sabtu Periode SMP/jam SMP/jam 2018,402 2956,044 2102,16 3225,848 2308,081 3124,474 TLL det/SMP 34,674 8,869 20,803 8,85 11,182 7,62 TLL det/SMP 4,188 4,161 4,077 4,231 Sumber: Hasil Pengolahan Data Eksisting . Hasil perhitungan dari parameter yang ditinjau, seperti Derajat Kejenuhan (DJ). Tundaan (T) dan Peluang Antrian (P. yang ditunjukkan pada Tabel 7. DESANTA/ANALISIS A. /1109 - 1116 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 7. Rekapitulasi Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Hari Senin Jumat Sabtu Periode 1,195 0,766 1,096 0,765 0,883 0,677 det/SMP 38,674 13,057 24,803 13,010 15,259 11,851 58,143-118,045 23,768-47,485 -1,121-96,917 -0,495-47,351 -0,923-61,808 -0,107-38,496 Sumber: Hasil Pengolahan Data Eksisting . Berikut ini adalah contoh perhitungan pada hari Senin, 13 Mei 2024 periode 06. 00 untuk mendapatkan parameter kinerja simpang tidak bersinyal: A Derajat Kejenuhan (DJ) DJ = q / C DJ = 2411,2 / 2018,402 = 1,195 A Tundaan (T) T = TLL TG T = 34,674 4 = 38,674 det/SMP A Peluang Antrian (P. Batas atas peluang Pa = 47,71 DJ Ae 24,68 DJ2 56,47 DJ3 Pa = 47,71 . Ae 24,68 . 2 56,47 . 3 = 118,045 % Batas bawah peluang Pa = 9,02 DJ Ae 20,66 DJ2 10,49 DJ3 Pa = 9,02 . Ae 20,66 . 2 10,49 . 3 = 58,143 % Tabel 9. Data Geometrik Simpang Rencana Nama Jalan Jumlah Lajur Lebar Pendekat . Lebar Jalan . Sepat Wisma Menganti Sumber: Hasil Perencanaan Data Volume Lalu Lintas Rencana Setelah memperoleh data perencanaan geometrik pada persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya, selanjutnya dilakukan pengolahan data satuan kendaraan yang nilainya akan mendapatkan SMP/jam. Menurut jenis simpangnya, simpang bersinyal memiliki 2 tipe pendekat, yaitu pendekat terlindung dan terlawan. Maka dari itu, nilai faktor pengali untuk tipe pendekat terlindung yang didapatkan adalah sebagai berikut Mobil Penumpang (MP) = 1. Kendaraan Sedang (KS) = 1,3 dan Sepeda Motor (SM) = 0,15. Grafik fluktuasi kondisi rencana untuk penentuan jam puncak pada hari Senin, 13 Mei 2024 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. Penetapan Tingkat Pelayanan Kondisi Eksisting Tingkat pelayanan kinerja simpang tidak bersinyal yang ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 8. Tingkat Pelayanan Kondisi Eksisting Hari Senin, 13 Mei 2024 Jumat, 17 Mei 2024 Sabtu, 18 Mei 2024 Jalan Periode DJ Tingkat Pelayanan 1,195 0,766 1,096 0,765 0,883 0,677 Kondisi Rencana Simpang Setelah melakukan perhitungan kinerja pada kondisi eksisting, selanjutnya dilakukan perhitungan Perhitungan perencanaan menjadi simpang Penyajian data alternatif diperlukan sebagai penunjang perhitungan pada penelitian. Data Geometrik Rencana Kondisi geometrik eksisting pada lokasi penelitian yang terletak pada persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya akan disesuaikan dengan alternatif. Alternatif yang memenuhi, seperti pelebaran pendekat dan pemasangan APILL untuk simpang bersinyal. Maka dari itu, perlu dilakukan pelebaran pendekat yang ditunjukkan pada Tabel 9. DESANTA/ANALISIS A. /1109 - 1116 Gambar 6. Penentuan Jam Puncak Pada Hari Senin, 13 Mei 2024 Hasil perhitungan Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) rencana saat puncak pagi dan sore pada hari Senin, 13 Mei 2024 yang ditunjukkan pada Tabel 10. Tabel 10. Data Rencana Volume Lalu Lintas Pada Hari Senin, 13 Mei 2024 Arus . end/ja. Jalan Periode Arah BKi LRS BKi BKa LRS BKa BKi LRS BKi BKa LRS BKa Volume SMP/ 348,65 204,65 180,25 524,05 451,75 148,05 Total Volume 915,75 908,75 Sumber: Hasil Pengolahan Data Rencana Grafik fluktuasi kondisi rencana untuk penentuan jam puncak pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 12. Data Rencana Volume Lalu Lintas Puncak Pada Hari Sabtu, 18 Mei 2024 Arus . end/ja. Gambar 7. Penentuan Jam Puncak Pada Hari Sabtu, 18 Mei 2024 Hasil perhitungan Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) rencana saat puncak pagi dan sore pada hari Jumat, 17 Mei 2024 yang ditunjukkan pada Tabel 11. Tabel 11. Data Rencana Volume Lalu Lintas Pada Hari Jumat, 17 Mei 2024 Arus . end/ja. Jalan Periode Arah BKi LRS BKi BKa LRS BKa BKi LRS BKi BKa LRS BKa Volume SMP/ 143,05 451,25 670,65 144,25 653,25 614,75 157,95 264,75 128,05 Total Volume 506,35 Sumber: Hasil Pengolahan Data Rencana Grafik fluktuasi kondisi rencana untuk penentuan jam puncak pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8. Jalan Periode Volume SMP/ 201,05 581,65 121,15 366,35 267,75 Total Volume 570,15 893,85 392,05 Tabel 13. Hasil Perhitungan Maksimum Kinerja Simpang Bersinyal Jum DESANTA/ANALISIS A. /1109 - 1116 Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Alternatif yang dilakukan berupa pemasangan APILL. Analisis pada penelitian ini menggunakan acuan PKJI 2023 dan menggunakan data volume lalu lintas di persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya pada kondisi eksisting. Analisis simpang bersinyal/APILL ditetapkan berdasarkan arus jenuh yang nilai arus jenuhnya ditetapkan sesuai dengan kondisi perlalulintasan di Indonesia. Analisis simpang bersinyal adalah analisis rencana yang didasarkan pada hasil perhitungan kondisi eksisting simpang tidak bersinyal yang beberapa hasil perhitungan diantaranya melewati batas Berdasarkan perhitungan pada kondisi eksisting, didapatkan hasil yang dapat digunakan untuk perhitungan kinerja simpang bersinyal. Langkah untuk mendapatkan nilai dari parameter yang akan ditinjau. Maka, diperlukan nilai yang ditunjukkan pada Tabel 13. Sen Hasil perhitungan Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) rencana saat puncak pagi dan sore pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 yang ditunjukkan pada Tabel 12. BKi LRS BKi BKa LRS BKa BKi LRS BKi BKa LRS BKa Sumber: Hasil Pengolahan Data Rencana Hari Gambar 8. Penentuan Jam Puncak Pada Hari Sabtu, 18 Mei 2024 Arah Sab Jalan Perio SMP/ 866,25 536,75 1251,55 405,05 485,45 570,15 893,85 SMP/ 615,711 757,957 1054,07 1130,234 581,923 673,162 676,738 733,652 977,621 1481,222 479,381 574,535 671,78 734,308 872,567 1163,401 505,917 668,612 SMP 11,397 13,378 17,662 16,108 9,284 10,583 10,992 11,607 14,79 27,058 10,747 12,543 9,415 9,944 11,611 13,971 7,082 8,967 TLL SMP 36,873 31,519 26,892 22,839 31,577 31,028 31,966 29,093 25,596 23,423 45,403 43,419 28,23 25,075 24,212 19,421 29,704 27,089 SMP 4,02 4,113 4,208 4,253 4,044 4,072 4,068 4,118 4,311 3,927 3,981 4,089 4,153 4,186 4,297 4,015 4,098 Sumber: Hasil Pengolahan Data Rencana Hasil perhitungan dari parameter yang ditinjau, seperti Kapasitas Simpang (C). Derajat Kejenuhan (DJ). Tundaan (T), dan Panjang Antrian (PA) yang ditunjukkan pada Tabel 14. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 14. Rekapitulasi Kinerja Simpang Bersinyal Hari Jalan Senin Jumat Sabtu Periode 0,822 0,797 0,803 0,845 0,776 0,768 det/SMP 40,893 35,631 27,091 35,621 36,034 33,211 29,796 27,734 49,33 32,319 29,228 28,398 23,718 33,719 31,188 45,59 53,511 88,311 64,433 37,138 52,917 43,968 46,426 73,949 108,232 42,989 62,717 37,660 39,776 58,055 55,883 28,328 44,833 Sumber: Hasil Pengolahan Data Rencana Berikut ini adalah contoh perhitungan pada hari Senin, 13 Mei 2024 periode 06. 15 pendekat A untuk mendapatkan parameter kinerja simpang bersinyal: A Derajat Kejenuhan (DJ) DJ = q / C DJ = 506 / 615,711 = 0,822 A Panjang Antrian (PA) Pa = Nq x 20/LM Pa = 11,397 x 20/11-6 = 45,59 m A Tundaan (T) T = TLL TG T = 36,873 4,02 = 40,893 det/SMP Penetapan Tingkat Pelayanan Kondisi Rencana Tingkat pelayanan kinerja simpang bersinyal yang ditunjukkan pada Tabel 15. Tabel 15. Tingkat Pelayanan Kondisi Eksisting Hari Senin, 13 Mei 2024 Jumat, 17 Mei 2024 Sabtu, 18 Mei 2024 Jalan Periode DJ Tingkat Pelayanan 0,822 0,766 1,096 0,797 0,883 0,677 Berdasarkan analisis kinerja menggunakan PKJI 2023 pada persimpangan tidak bersinyal Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya yang ditinjau pada kondisi eksisting dan kondisi rencana, diketahui bahwa pada kondisi eksisting, untuk nilai derajat kejenuhan terbesar terletak pada hari Senin, 13 Mei 2024 30 sebesar 1,195 dengan nilai tundaan simpang sebesar 38,674 det/SMP. Untuk kondisi rencana dengan nilai derajat kejenuhan terbesar terletak pada lengan pendekat A (Jalan Sepat Lidah Kulo. hari Jumat periode 30 sebesar 0,845 memiliki karakteristik arus mendekati tidak stabil, kecepatan masih dapat ditolelir dengan nilai tundaan simpang sebesar 27,734 det/SMP. Maka dari itu, dengan kondisi eksisting saat ini telah menunjukkan bahwa status dari persimpangan tidak bersinyal Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah DESANTA/ANALISIS A. /1109 - 1116 Kulon Kota Surabaya perlu pemasangan APILL seperti yang telah dianalisis. Perhitungan kondisi rencana didapatkan urutan waktu menyala isyarat pada pengaturan APILL tiga fase yang ditunjukkan pada Gambar 9. Fas e A 39 de tik s 3s s1 s 38 de tik Fas e B 43 de tik 16 de tik s 3s s1 s 18 de tik Fas e C 63 de tik Waktu Siklus 14 de tik s 3s s1 s 81 de tik Gambar 9. Urutan Waktu Menyala Isyarat pada Pengaturan APILL Tiga Fase KESIMPULAN Berdasarkan pada hasil analisis persimpangan tidak bersinyal Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya dapat disimpulkan bahwa: Pada kondisi rencana . dengan pemasangan APILL didapatkan hasil perhitungan yang maksimum pada hari Jumat, 17 Mei 2024 jam puncak sore . pada lengan pendekat A (Jalan Sepat Lidah Kulo. dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,845, nilai Tundaan (T) simpang sebesar 27,734 det/SMP dan nilai Panjang Antrian (PA) sebesar 108,232 Maka dari itu, pada perhitungan kondisi rencana memberikan hasil yang memenuhi standar karena nilai DJ O 0,85 sehingga perencanaan simpang bersinyal dapat digunakan. Pemecahan masalah yang dipilih berupa pelebaran pendekat dan pemasangan APILL. Simulasi perubahan pengaturan simpang dengan sinyal . emasangan APILL) memberikan hasil yang berada di bawah batas standar (DJ O 0,. dengan perencanaan lebar pendekat A (Sepat Lidah Kulo. dari 3,5 meter menjadi 6 meter, pendekat B (Wisma Lidah Kulo. dari 2,25 meter menjadi 4 meter dan pendekat C (Menganti Lidah Kulo. dari 3,5 meter menjadi 5 meter. Memiliki waktu siklus selama 81 detik dengan waktu hijau pada fase A selama 39 detik, fase B selama 16 detik dan fase C selama 14 detik. Jadi, perubahan pengaturan simpang menjadi simpang bersinyal dengan menggunakan kedua alternatif, yaitu pelebaran pendekat dan pemasangan APILL merupakan solusi dari permasalahan pada persimpangan Jalan Menganti Ae Jalan Sepat Ae Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya. DAFTAR PUSTAKA