Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. Desember 2019 . e-ISSN 2685-5607 THE EFFECT OF FINANCIAL RATIOS ON PROFIT OF CONSUMPTION INDUSTRY COMPANIES LISTED ON IDX 2012-2018 Syukri Hadi1. Astriyana Pangaribuan2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia Email : syukri. hadi@yahoo. ABSTRACT Sharp and high competition between similar companies, demands every company to be able to optimally increase its profits and value in the future. This study aimed to determine the effect of financial ratios, which are Current Ratio. Quick Ratio, and Debt to Equity Ratio, on profit growth in the Food and Beverageconsumption industry companies listed on the IDX. This research used a quantitative approach. The study population included food and beverage consumption industrial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 20122018, which were 11 companies. The samples were determined by the purpose sampling technique. The analytical method used was multiple linear regression. The results showed that the Current Ratio. Quick Ratio, and Debt to Equity Ratio simultaneously and partially did not significantly influence the profit growth of companies in the food and beverage consumption industry on the Indonesia Stock Exchange in 2012-2018 period. Keyword: Current Ratio. Quick Ratio. Debt to Equity Ratio. Profit Growth. Food and Consumption Industrial Companies. Drinks PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP LABA PADA PERUSAHAAN INDUSTRI KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BEI 2012-2018 ABSTRAK Persaingan yang tajam dan kompetitif antara perusahaan sejenis, menuntut setiap perusahaan harus bisa meningkatkan laba perusahaan secara optimal dan meningkatkan nilai perusahaan dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan yaitu rasiolancar, rasiocepat, dan rasioutangterhadapekuitas, terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Industri KonsumsiMakanan dan Minuman yang terdaftar di BEI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf. Populasi penelitian meliputi perusahaan industrikonsumsi makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2018 yaitu 11 perusahaan. Sampel ditentukan dengan teknik sampling purposif. Metode analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel rasio lancar, rasio cepat, dan rasio utang terhadap ekuitas secara simultan dan parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan industri konsumsimakanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2018. Kata Kunci : Rasio Lancar,Rasio Cepat. Rasio Utang Terhadap Ekuitas. Pertumbuhan Laba. Perusahaan Industri Subsektor Makanan dan Minuman Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index e-ISSN 2685-5607 PENDAHULUAN Saat ini dunia usaha sudah semakin berkembang, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya bermunculan usaha-usaha baru, tentu saja ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi semakin baik dan disisi lain juga memaksa perusahaan-perusahaan untuk memproduksi barang-barang yang berkualitas, menarik, dan diminati Salah satu indikator yang umum digunakan dalam menilai kinerja sebuah perusahaan yakni indikator kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Laba selain merupakan indikator kemampuan perusahaan juga bertujuan untuk memenuhi kewajiban kepada para investor dan juga merupakan sebagai indikator terciptanya nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Sumber : Laporan keuangan 11 perusahaan konsumsi sub sektor makanan dan minuman 2012-2018. Gambar 1. Grafik Rata-Rata Laba Perusahaan Industri Barang Konsumsi Tahun 2012-2018 Dari gambar 1 di atas yang bersumber dari Bursa Efek Indonesia dapat dilihat bahwa tidak semua perusahaan barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman memiliki laba yang selalu naik setiap tahunnya, bahkan ada juga yang mengalami penurunan dan cenderung fluktuatif atau berubah-ubah seperti terlihat pada tahun 2014 perusahaan mengalami penurunan laba, dan mengalami peningkatan laba kembali pada tahun 2015. Tahun 2018, terjadi penurunan laba kembali dan bahkan penurunannya lebih rendah dibandingkan tahun 2014. Laba sebagai salah satu indikator pengukuran kinerja perusahaan merupakan suatu indikator yang menggambarkan terjadinya proses peningkatan atau penurunan modal dari berbagai sumber transaksi (Takarini. Nurjanti, dan Ekawati, 2. Perusahaan akan selalu mengharapkan laba mengalami kenaikan setiap tahunnya, untuk itu dibutuhkan estimasi laba yang akan dicapai perusahaan dimasa yang akan mendatang. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi naik turunnya laba, apakah akibat persaingan atau ada faktor lainnya. Untuk mengetahui apakah laba yang dihasilkan dapat menutupi utang dapat dengan menggunakan rasio keuangan (Meythi, 2. Seperti penelitian-penelitian sebelumnya, terdapat beberapa perbedaan yakni terhadap objek yang diteliti dan rasio apa yang digunakan. Hasil penelitian Sari . tentang Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI periode 2009-2013. Nilai Adjusted R square adalah 29,3%. Ini berarti bahwa 29,3% dari pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh variabel independen, sedangkan sisanya . ,7%) dijelaskan oleh variabel lain atau sebab-sebab lain. Sedangkan hasil penelitian dari Fitria Maharani . yang meneliti tentang pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio . Total Assets Turnover. Return On Assetsdan Return On Equity terhadap perubahan laba pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumen yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Hasil perhitungan yang diterima adalah Current Ratio. Debt to Equity Ratio . Total Asset Turnover. Return On Assets. Return On Equity berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap perubahan laba Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi akademis, dimana hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan penelitian berikutnya tentang pengaruh rasio keuangan, khususnya pada perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Untuk praktisi, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu referensi dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk menanamkan modal pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor perusahaan dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan analisis pengaruh rasio keuangan terhadap laba yang dihasilkan selama perusahaan beroperasi. TINJAUAN PUSTAKA Laporan Kauangan Dari kinerja keuangan dapat dilihat gambaran kondisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, indikator yang digunakan adalah kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas (Jumingan, 2. Penyusunan laporan keuangan disusun sesuai dengan aturan atau standar yang berlaku agar mudah dibaca dan dimengerti oleh semua pihak termasuk manajemen, pemilik perusahaan dan pihak eksternal. Dalam Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Laba pada Perusahaan Industri Konsumsi yang Terdaftar di BEI 2012-2018 (Syukri Hadi dan Astriyana Pangaribua. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 melakukan analisis terhadap sebuah laporan keuangan perlu dilakukan dengan tepat dan cermat sehingga hasil yang diharapkan benar-benar sesuai. Kesalahan dalam memasukkan angka atau rumus akan berakibat pada hasil yang diperoleh sehingga akan mengakibatkan terjadi ketidak akuratan. Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah suatu alat untuk menganalisis dan mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan data-data keuangan perusahaan yakni laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan laporan lainnya. Adapun keterbatasan dari rasio ini yaitu sulitnya dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya (Harahap, 2. Keterbatasan yang dimiliki akuntan atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia, akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Rasio Lancar (Current Rati. Current ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia. Rasio lancar yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan akiva lancar yang akan berpengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan. Menurut Gunawan dan Wahyuni . , aktiva lancar secara umum menghasilkan return yang lebih rendah dibandingkan dengan aktiva tetap dan komponen aktiva lancar. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio lanca rmenurut (Bambang Riyanto, 2. adalah sebagai Rasio Cepat (Quick Ratio/Acid Test Rati. Quick Ratio/Acid Test Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai perusahaan (Hanafi dan Halim, 2. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio cepat menurut (Bambang Riyanto, 2. adalah sebagai berikut: Rasio Utang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio ) Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara utang perusahaan dengan modal yang Ketika nilai rasio ini relatif tinggi . encapai 100% atau lebi. , artinya perusahaan memiliki modal yang relatif sedikit dibandingkan dengan total utangnya. Bagi perusahaan, semakin besar rasio akan semakin baik. Sebaliknya, dengan rasio yang rendah maka akan semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau penyusutan terhadap nilai aktiva (Kasmir, 2. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio utang terhadap ekuitasmenurut (Bambang Riyanto, 2. adalah sebagai berikut: Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Hubungan Rasio Lancar terhadap Laba Rasio lancar adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban lancar dengan aktiva lancar. Rasio lancar yang rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadi masalah dalam likuiditas. Sebaliknya rasio lancar yang terlalu tinggi juga kurang baik, karena banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan. Hasil penelitian Meriewaty dan Setyani . menyatakan bahwa rasio lancar memiliki hubungan yang positif terhadap perubahan laba. Berdasarkan pemikiran tersebut, dapat diturunkan hipotesis sebagai berikut: H1: Rasio Lancar (Current Rati. berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Hubungan Rasio Cepat terhadap Laba Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai perusahaan (Hanafi dan Halim. Semakin besar nilai Quick Ratio, maka semakin cepat perusahaan dapat memenuhi segala kewajibannya. Hasil penelitian (Novatiani dan Muthya, 2. menyatakan bahwa rasio cepat berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut, dapat diturunkan hipotesis sebagai berikut: H2: Rasio Cepat (Quick Rati. berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba. Hubungan Rasio Utang terhadap Ekuitas terhadap Laba Rasio utang terhadap ekuitasmerupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan. Makin tinggi rasio utang terhadap ekuitas, maka semakin besar financial leverage dan makin besar proporsi dana kreditor yang digunakan untuk menghasilkan laba. Menurut Zul . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa rasio Debt to Equity Ratio mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang dan mempunyai pengaruh yang negatif dengan perubahaan laba. Berdasarkan pemikiran tersebut, dapat diturunkan hipotesis sebagai berikut: H3: Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Rati. berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba Kerangka Pemikiran CR (X. QR (X. DER (X. PERTUMBUHAN LABA (Y) Gambar 2. Skema Kerangka Pemikiran METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui website w. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019 terhadap perusahaan-perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Makanan dan Minuman yang tercatat . di BEI dari periode 2012-2018 sesuai dengan kriteria sampel yang telah ditentukan. Populasi dan Sampel Populasi yang diambil yaitu Sektor Industri Barang Konsumsi Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode observasi 2012-2018 . yaitu sebanyak 11 perusahaan dari 18 perusahaan. Sampel penelitian yang dipilih yaitu melalui metode purposive sampling, artinya sampel yang dipilih dengan kriteria tertentu. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Laba Perusahaan Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu pertumbuhan laba yang terbentuk dari adanya faktor yang mempengaruhi laba dalam laporan Variabel Independen Variabel independen dalam penelitian ini adalah rasio lancar (X. , rasio cepat (X. , rasio utang terhadap ekuitas (X. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang telah tersedia dan dikumpulkan dari berbagai sumber yang telah ada . eneliti sebagai tangan kedu. serta bersifat kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka atau Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Laba pada Perusahaan Industri Konsumsi yang Terdaftar di BEI 2012-2018 (Syukri Hadi dan Astriyana Pangaribua. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 bilangan yang dapat dihitung dengan satuan hitungan. Jenis data yang digunakan adalah berupa laporan keuangan perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sumber data dalam penelitian ini yaitu dari perpustakaan. Indonesia Data Exchange (IDX) yang diakses melalui situs resmi yaitu w. Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui data yang digunakan dalam penelitian serta dapat menunjukkan nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata, dan standart deviasi dari masing-masing variabel yaitu rasio lancar (CR), rasio cepat (QR), rasio utang terhadap ekuitas (DER) dan pertumbuhan laba. Uji Normalitas Data Uji Normalitas Data sangat dibutuhkan dalam pengujian F dan t. Dengan tujuan untuk menguji apakah Variabel Dependen dan Variabel Independen memiliki ditrsibusi yang normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan bisa dilakuan berdasarkan probabilitas . symptotic significanc. yakni: Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal dan Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari populasi adalah tidak normal. Uji normalitas dapat dilihat dengan memperlihatkan penyebaran data . itik-titi. pada normal P plot of regression standardized residual variabel dependent. Multikolinearitas Uji Multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah ada korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas pada suatu model regresi adalah dengan melihat nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Facto. Autokorelasi Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara anggotaanggota serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu . ime serie. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Model regresi yang baik adalah yang bebas autokorelasi. Untuk mendeteksi autokorelasi, dapat dilakukan dengan uji Durbin Watson . W tes. Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual antara satu pengamatan dengan pengamatan yang lain disebut heteroskedastisitas, sedangkan model yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis Regresi Berganda Analisis yang bertujuan untuk menunjukkan pengaruh hubungan kualitas variabel independen terhadap variabel Bentuk regresi linear berganda dapat dirumuskan sebagai berikut : Keterangan : = Pertumbuhan Laba = Konstanta b1 Ae b3 = Koefisien regresi variabel independen = Current Ratio = Quick Ratio = Total Debt to Equity Ratio = Error Uji Model (Uji F) Uji Model digunakan untuk melihat kemampuan menyeluruh dari variabel bebas terhadap variabel tidak bebas secara bersama-sama. Diketahui dengan menggunakan F hitung dan dilihat didalam table F. Melihat tingkat signifikansi sebesar 5% ( = 0,. H0 ditolak jika F hitung > F table. H0 diterima jika F hitung < F table. Jika hipotesis nol (H. ditolak, maka hal ini berarti rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh cukup signifikan terhadap laba. Namun jika penghitungan statistik menunjukkan bahwa hipotesis nol (H. diterima maka hal ini menunjukkan bahwa rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini tidak berpengaruh signifikan terhadap laba. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Uji Parsial (Uji . Bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu dengan membandingkan t-tabel dan t-hitung. Masing-masing t hasil perhitungan ini kemudian dibandingkan dengan t-Tabel yang diperoleh dengan menggunakan taraf kesalahan 0,05. H0 : ditolak jika Sig t hitung < . ingkat signifikan yang digunaka. H0 : diterima jika Sig t hitung > . ingkat signifikan yang digunaka. Jika Ho diterima, maka hal ini diartikan bahwa pengaruh variabel independen secara parsial dinilai tidak terdapat pengaruh terhadap variabel dependen. Sedangkan penolakan Ho menunjukkan terdapat pengaruh dari variabel independen secara parsial terhadap suatu variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi (R. Untuk mengukur proporsi variasi dari variabel pertumbuhan laba (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel Current Ratio (X. Quick Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. , atau ukuran yang menyatakan kontribusi dari variabel independen dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Variabel Independen Variabel independen dalam penelitian ini adalah rasio keuangan, yang terdiri dari: Current Ratio (CR) Rata-rata Current Ratio (CR) perusahaan Makanan dan Minuman dari tahun 2012 sampai 2018 adalah sebesar Dimana rata-rata Maksimum yaitu Perusahaan Ultrajaya Milk Industri and Trading Company sebesar 84, dan rata-rata Minimum yaitu Perusahaan Multi Bintang Indonesia sebesar 68. Quick Ratio (QR) Rata-rata Quick Ratio (QR) perusahaan Makanan dan Minuman dari tahun 2012 sampai 2018 adalah sebesar Dimana rata-rata Maksimum yaitu Perusahaan Ultrajaya Milk Industri and Tarding Company sebesar 03, dan rata-rata Minimum yaitu Perusahaan Multi Bintang Indonesia sebesar 54. Debt to Equity Ratio (DER) Rata-rata Dept to Equity Ratio (DER) perusahaan Makanan dan Minuman dari tahun 2012 sampai 2018 adalah Dimana rata-rata Maksimum yaitu Perusahaan Multi Bintang Indonesia sebesar 1. 90, dan rata-rata Minimum yaitu Perusahaan Ultrajaya Milk Industri and Trading Company sebesar 0. Variabel Dependen: Pertumbuhan Laba Rata-rata Pertumbuhan Laba perusahaan Makanan dan Minuman dari tahun 2012 sampai 2018 adalah sebesar Dimana rata-rata Maksimum yaitu Perusahaan Wilmar Cahaya Indonesia sebesar 1. 07, dan rata-rata Minimum yaitu Perusahaan Indofood Sukses Makmur sebesar 0. Uji Asumsi Klasik Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis regresi berganda. Untuk hasil yang terbaik, maka dibutuhkan juga pengujian menggunakan asumsi klasik sebelum pengujian hipotesis. Uji Normalitas Data Tabel 1. Hasil Uji Normalitas dengan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kolmogorov-Smirnov Asymp. Sig. Status Terdistribusi Normal Sumber : Data Olahan SPSS 16. Tujuan untuk menguji apakah Variabel Dependen dan Variabel Independen memiliki ditrsibusi yang normal atau Dilihat menggunakan Kolmogrov-Smirnov Z untuk variabel Pertumbuhan Laba (Y) adalah sebesar 1. dengan Asymp. Sig. -taile. 144 > 0. Artinya, data terdistribusi normal. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Laba pada Perusahaan Industri Konsumsi yang Terdaftar di BEI 2012-2018 (Syukri Hadi dan Astriyana Pangaribua. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0, 2019 Gambar 3. Normal P-P Plot Regression Standardized Residual Dapat dilihat dari gambar 3 dengan memperlihatkan penyebaran data . itik-titi. pada normal P-P Plot regression standardized residual variabel dependent, penyebaran data . mendekati garis diagonal, tetapi masih ada data . yang sedikit menjauhi garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Dan dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini adalah normal. Uji Multikolinearitas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Model Rasio Lancar Rasio Cepat Rasio Utang Terhadap Ekuitas Colinearity Statistic Tolerance VIF Keterangan Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0, 2019 Tujuan untuk menguji apakah ada korelasi antar variabel independen. Asumsi multikolinearitas menyatakan bahwa variabel independen harus bebas dari gejala multikolinearitas. dilihat semua variabel bebas memiliki nilai Tolerance < 1 dan nilai Variance Inflation Faktor (VIF) < 10, maka model regresi bebas dari gejala multikolinearitas sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Uji Autokorelasi Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi Durbin Watson 4-DU 4-DL Durbin-Watson Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0, 2019 Tujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 . Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem Model regresi yang baik adalah yang bebas autokorelasi. Dilihat hasil Durbin-Watson adalah 2. Kemudian, dapat dilihat k = 3 dan n = 77, didapatkan dL = 1. 5502 dan dU = 1. Sehingga untuk melihat apakah terdapat autokorelasi atau tidak, maka dilakukan perhitungan 4-dL= 4-1. 5502 = 2. 4498 dan 4-dU= 41. 7117 = 2. Maka berdasarkan nilai tersebut, nilai Durbin-Watson berada di antara dU < dW < 4-dU = 7117 > 2. 036 < 2. 2883, maka dapat dinyatakan tidak terdapat gejala autokorelasi positif maupun negatif dalam penelitian ini. Berdasarkan teori tersebut maka penelitian ini layak untuk dilanjutkan. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Uji Heteroskedastisitas Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0, 2019 Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Tujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual antara satu pengamatan dengan pengamatan yang lain disebut heteroskedastisitas, sedangkan model yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Dan setelah dilihat, tidak adanya pola tertentu dan titik-titik menyebar pada sumbu Regression Standardized Predicted Value, sehingga penelitian ini tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Uji Regresi Linier Berganda Tabel 4. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. Std. Error Sig. Beta CURRENT RATIO QUICK RATIO DEPT TO EQUITY RATIO Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0,2019 Analisis yang bertujuan untuk menunjukkan pengaruh hubungan kualitas variabel independen. Current Ratio. Quick Ratio, dan Debt to Equity Ratio terhadap variabel dependen yaitu Pertumbuhan Laba. Dari tabel diatas dapat dirumuskan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Dari persamaan regresi diatas dapat dijelaskan bahwa : . Diperoleh nilai konstanta sebesar 1. Hal ini berarti tanpa adanya CR. QR, dan DER adalah 0, maka Pertumbuhan Laba adalah sebesar 1. 374 satuan. Nilai koefisien regresi linier berganda variabel CR sebesar 0. 001 yang berarti jika variabel independen lainnya tetap dan CR mengalami kenaikan 1 satuan, maka Pertumbuhan Laba akan mengalami kenaikan sebesar 0. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif, dimana CR yang tinggi akan meningkatkan Pertumbuhan Laba. Nilai Koefisien regresi linier berganda variabel QR sebesar -0. 003 yang berarti jika variabel independen lainnya tetap dan QR mengalami penurunan 1 satuan, maka Pertumbuhan laba akan mengalami penurunan sebesar -0. 003 satuan. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif, dimana QR yang tinggi tidak akan meningkatkan Pertumbuhan Laba. Nilai Koefisien regresi linier berganda variabel QR sebesar -0. 003 yang berarti jika variabel independen lainnya tetap dan QR mengalami penurunan 1 satuan, maka Pertumbuhan laba akan mengalami penurunan sebesar -0. 003 satuan. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif, dimana QR yang tinggi tidak akan meningkatkan Pertumbuhan Laba. Uji Koefisien Determinasi (R. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Laba pada Perusahaan Industri Konsumsi yang Terdaftar di BEI 2012-2018 (Syukri Hadi dan Astriyana Pangaribua. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Tabel 5. Hasil Uji Determinasi (R. Mode R Square Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0, 2019 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Koefisien determinasi (R. adalah untuk mengukur proporsi variasi dari variabel Pertumbuhan Laba (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel Current Ratio (X. Quick Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. , atau ukuran yang menyatakan kontribusi dari variabel independen dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel Dilihat nilai Adjusted R2 sebesar 0. 011 atau 1. Hal ini menunjukkan bahwa CR. QR, dan DER mempunyai pengaruh terhadap variabel Pertumbuhan Laba yaitu sebesar 1. 1% yang dipengaruhi, sedangkan 9% dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Uji Kelayakan Model (F) Tabel 6. Hasil Uji F (Simulta. Model Regression Residual Total Sig. Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0, 2019 Penghitungan statistik menunjukkan bahwa hipotesis nol (H. ditolak, maka hal ini berarti rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh cukup signifikan terhadap laba. Sebaliknya jika penghitungan statistik menunjukkan bahwa hipotesis nol (H. diterima maka rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini tidak berpengaruh signifikan terhadap laba. Diketahui bahwa Fhitung sebesar 1. 270 dengan Ftabel Hal ini menunjukkan bahwa Fhitung< Ftabel dengan nilai signifikan yang telah ditentukan yaitu 0. > 0. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara CR. QR, dan DER terhadap Pertumbuhan Laba dan Uji Model dinyatakan tidak layak. Uji T Tabel 7. Hasil Uji t (Parsia. Variabel t Hitung t Tabel Sig Sumber : Data Olahan SPSS 16. 0, 2019 Pengujian secara parsial dapat dijelaskan sebagai berikut: Hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai Thitung untuk variabel CR sebesar 0. 594 < dari Ttabel sebesar 1,984 atau nilai signifikan 0. 555 > dari alpha 0. 05, maka H1 ditolak, berarti variabel CR tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2018. Hipotesis kedua menunjukkan bahwa nilai Thitung untuk variabel QR sebesar -1. 633 < dari Ttabel sebesar 1,984 atau nilai signifikan 0. 107 > dari alpha 0. 05, maka H2 ditolak, berarti variabel QR tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2018. Hipotesis ketiga menunjukkanbahwa nilai Thitung untuk variabel DER sebesar -0. 971 < dari Ttabel sebesar 1,984 atau nilai signifikan 0. 335 > dari alpha 0. 05, maka H3 ditolak, berarti variabel DER tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2018. Analisis Hasil Penelitian Hasil pengujian secara parsial keempat variabel independent, yaitu rasio keuangan (Current Ratio/CR. Quick Ratio/QR. Debt to Equity Ratio/DER). Pengujian Hipotesis Pertama Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 1 (H. yaitu Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba yang terjadi di perusahaan industri konsumsi makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2012-2018. Dapat dilihat dari nilai Thitung untuk variabel CR Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 594 < dari Ttabel sebesar 1,984 atau nilai signifikan 0. 555 > dari alpha 0. Hal ini dapat menunjukkan bahwa jumlah aktiva lancar perusahaan tersebut rendah dan tidak akan mampu membayar hutang jangka pendeknya dan kreditur akan ragu dalam memberikan pinjaman. Hasil penelitian ini juga berbeda dengan penelitian yang menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba (Novatiani dan Muthya, . , ini disebabkan karena perbedaan sampel dan tahun penelitian yang digunakan. Pengujian Hipotesis Pertama Pengaruh Quick Ratio (QR) terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 2 (H. yaitu Quick Ratio (QR) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba yang terjadi di perusahaan industri konsumsi makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2012-2018. Dapat dilihat dari nilai Thitung untuk variabel QR sebesar -1. < dari Ttabel sebesar 1,984 atau nilai signifikan 0. 107 > dari alpha 0. Hal ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan lambat dalam memenuhi segala kewajiban yang dimilikinya. Hasil penelitian ini juga berbeda dengan penelitian yang menyatakan bahwa Quick Ratio tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba (Novatiani dan Muthya, 2. Hal ini disebabkan karena perbedaan sampel dan tahun penelitian yang digunakan. Pengujian Hipotesis Pertama Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 3 (H. yaitu Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba yang terjadi di perusahaan industri konsumsi makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2012-2018. Dapat dilihat dari nilai Thitung untuk variabel DER sebesar -0. 971 < dari Ttabel sebesar 1,984 atau nilai signifikan 0. 335 > dari alpha 0. Hal ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat mengelola hutang dan modalnya, dan tidak melihat pinjaman besar atau tidak pemilik perusahaan menyediakan pinjamannya. Hasil penelitian ini serupa dengan penelitian yang menunjukkan bahwa rasio Debt to Equity Ratio mempunyai kemampuan dalam memprediksi pertumbuhan laba satu tahun yang akan datang dan mempunyai pengaruh yang negatif dengan pertumbuhan laba (Zul, 2. Hal ini disebabkan karena perbedaan sampel dan tahun penelitian yang digunakan. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta uraianatas hasil pengujian asumsi klasik yang telah dilakukan sebelumnya, maka disimpulkan bahwa 1. 1% pertumbuhan laba terdapat dari aspek diluar penelitian ini. Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan industri Konsumsi Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI tahun 2012-2018. Quick Ratio tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan industri Konsumsi Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI tahun Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan industri Konsumsi Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI tahun 2012-2018. Bagi perusahaan, jika hasil kerja baik, maka diharapkan mempertahankan hasil kinerja perusahaanya. Namun jika kinerja keuangan menurun atau kurang baik, maka diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan agar dapat memberikan hasil yang baik lagi bagi perusahaan. Bagi investor, diharapkan lebih teliti lagi dalam memilih perusahaan mana saja yang memiliki kinerja keuangan dan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya dengan baik. Disamping itu agar melihat rasio-rasio yang terdapat di perusahaan tersebut. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambah rasio keuangan yang akan digunakan dan meneliti faktor apa yang dapat mempengaruhi Pertumbuhan Laba tersebut, atau bisa juga menambah atau mengganti sektor penelitian agar kesimpulan yang diperoleh berbeda dan lebih kompleks. DAFTAR RUJUKAN Gunawan dan Wahyuni, 2013. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Perdagangan di Indonesia, jurnal Manajemen & Bisnis Volume 13. No 1,April. Harahap. Sofyan. Syafri. Analisis Kritis Laporan Keuangan. Edisi Pertama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hanafi. Mamduh M dan Abdul Halim, 2009. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat. UPP STIM YKPN. Yogyakarta. IDX. Perusahaan Tercatat Laporan Keuangan Tahunan. Jumingan. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Revisi 2015. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Meriewaty. Dian. dan Setyani. Astuti Yuli, 2005. Analisis Rasio Keuangan terhadap Perubahan Kinerja pada Perusahaan di Industri Food and Beverages yang Terdaftar di BEJ. Simposium Nasional Akuntansi Vi, 15-16 September. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Laba pada Perusahaan Industri Konsumsi yang Terdaftar di BEI 2012-2018 (Syukri Hadi dan Astriyana Pangaribua. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Meythi. Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Novatiani. Ait R dan Rosyani Muthya. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Di Masa Yang Akan Datang. Naskah Publikasi Fakultas Ekonomi Universitas WidyatamaAeBandung. Riyanto. Prof. Dr. Bambang. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Penerbit : BPFE-Yogyakarta. Edisi Sari, 2015. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI periode 2009-2013. Jurusan manajemen: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Takarini. Nurjanti dan Erni Ekawati. Analisis Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur di Pasar Modal Indonesia. Ventura. Jurnal akuntansi Vol. No. Zul. Eka Khairunnisa, 2009. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara. https://analis. id/quick-ratio. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019