Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Sistem Monitoring Administrasi Kantor Notaris Berbasis Web Menggunakan Laravel Hasna Dhiya Salsabila*1 Adi Wibowo2 Sistem dan Teknologi Informasi. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Kotabumi *e-mail: nadyanadya452@gmail. com, adi. wibowo@umko. Received: Revised: Accepted: Available online: Abstract : Administrative processes in notary offices were still largely performed manually, causing work delays, difficulties in monitoring administrative progress, and limited transparency in document This study aimed to design and implement a web-based workflow management system for notary offices using the Laravel Framework. The research method applied was the Software Development Life Cycle using the Waterfall model, which consisted of requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance stages. The system was developed using the PHP programming language and MySQL database. The main system features included workflow monitoring, document management, digital approval, notifications, and user activity recording. System testing was conducted using the Black Box Testing method to ensure that all system functions operated according to the specified The implementation results indicate that the developed system supports a more structured administrative process, facilitates real-time workflow monitoring, and improves transparency in document The implementation of the system made the administrative process more structured, effective, and integrated compared to the previous manual system. Keywords: Workflow System. Notary Office. Laravel Framework. Administrative Monitoring. Web-Based System. Abstrak : Proses administrasi pada kantor notaris masih banyak dilakukan secara manual sehingga menyebabkan keterlambatan pekerjaan, kesulitan dalam pemantauan progres administrasi, serta rendahnya transparansi pengelolaan dokumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen alur kerja berbasis web pada kantor notaris menggunakan Laravel Framework. Metode penelitian yang digunakan adalah Software Development Life Cycle dengan model Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Fitur utama sistem meliputi monitoring alur kerja, pengelolaan dokumen, persetujuan digital, notifikasi, dan pencatatan aktivitas Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan dapat mendukung pengelolaan administrasi secara lebih terstruktur, mempermudah monitoring pekerjaan secara real-time, serta meningkatkan transparansi proses administrasi pada kantor notaris. Dengan adanya sistem ini, proses administrasi menjadi lebih terstruktur, efektif, dan terintegrasi dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya. Kata kunci: Sistem Workflow. Kantor Notaris. Laravel Framework. Monitoring Administrasi. Sistem Berbasis Web. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital pada berbagai sektor, termasuk administrasi hukum dan pelayanan publik (Muthmainnah et al. , 2025. Mudamakin & Radja, 2021. Lende et al. , 2. Transformasi digital tidak hanya berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung transparansi, akuntabilitas, keamanan data, serta kualitas layanan kepada masyarakat (Duha et al. , 2. Dalam konteks administrasi modern, sistem informasi menjadi komponen penting untuk mengelola data, mengotomatisasi proses bisnis, dan menyediakan informasi yang akurat secara real-time guna mendukung pengambilan keputusan. Salah satu institusi yang memerlukan dukungan sistem informasi terintegrasi adalah kantor Sebagai pejabat umum yang berwenang membuat akta autentik dan memberikan layanan hukum kepada masyarakat, kantor notaris memiliki aktivitas administrasi yang kompleks dan melibatkan pengelolaan dokumen dalam jumlah besar. Proses administrasi tersebut mencakup pendaftaran klien, verifikasi dokumen, penyusunan draft akta, proses persetujuan, revisi dokumen, hingga penyerahan dokumen kepada klien (Vindisari et al. , 2025. Aminnullah & Bachtiar, 2019. Hasanah et al. , 2. Seluruh tahapan tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti staf administrasi, staf penyusun dokumen, asisten hukum, dan notaris, sehingga membutuhkan koordinasi yang baik serta pengawasan yang berkelanjutan untuk memastikan setiap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai prosedur dan waktu yang ditentukan (Kurniawati, 2. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Secara teoritis, konsep manajemen alur kerja . orkflow managemen. merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengatur, mengendalikan, dan memonitor aktivitas bisnis secara sistematis agar setiap proses dapat berjalan secara efektif dan terukur. Implementasi sistem manajemen alur kerja memungkinkan organisasi untuk melakukan pemantauan terhadap status pekerjaan, distribusi tugas, serta evaluasi kinerja berdasarkan aktivitas yang tercatat dalam sistem. Dengan adanya sistem monitoring yang terintegrasi, setiap proses administrasi dapat terdokumentasi dengan baik sehingga mengurangi risiko kehilangan informasi dan meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Meskipun demikian, sebagian besar kantor notaris masih menerapkan sistem administrasi manual atau semi-digital yang mengandalkan dokumen fisik, lembar kerja spreadsheet, serta komunikasi langsung antarpegawai. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai permasalahan, antara lain keterlambatan penyelesaian pekerjaan, kesulitan dalam memantau perkembangan dokumen, kurangnya transparansi distribusi tugas, serta meningkatnya risiko kesalahan pencatatan dan kehilangan data (Kurniawati, 2. Selain itu, belum tersedianya sistem monitoring yang mampu memberikan informasi secara real-time menyebabkan notaris mengalami kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap proses administrasi yang sedang berlangsung. Permasalahan ini berpotensi menurunkan efektivitas pelayanan serta menghambat proses pengambilan keputusan dalam operasional kantor. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas penerapan sistem administrasi berbasis web dan manajemen alur kerja pada berbagai jenis organisasi. Penelitian yang dilakukan oleh Vindisari et al. menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi administrasi berbasis web mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan dokumen dan mempermudah proses monitoring administrasi. Hasil serupa juga dilaporkan oleh Utami dan Muslih . yang menyatakan bahwa digitalisasi administrasi pada kantor notaris dapat meningkatkan keteraturan proses kerja dan kemudahan akses Penelitian lain oleh Rahmawati dan Bachtiar menjelaskan bahwa digitalisasi administrasi memberikan dampak positif terhadap akurasi pencatatan data, kemudahan akses informasi, dan efektivitas pengelolaan dokumen organisasi (Rahmawati & Bachtiar, 2. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas tata kelola administrasi. Berdasarkan kajian pustaka tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada implementasi sistem administrasi dan workflow management pada lingkungan perkantoran secara umum. Namun, penelitian yang secara khusus membahas sistem monitoring alur kerja administrasi pada kantor notaris masih relatif terbatas (Kurniawati, 2. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengintegrasikan fitur monitoring pekerjaan, pengelolaan dokumen, proses persetujuan, notifikasi otomatis, dan pencatatan aktivitas pengguna . ctivity loggin. ke dalam satu platform berbasis web yang terpusat. Kesenjangan penelitian . esearch ga. inilah yang menjadi dasar penting dilaksanakannya penelitian ini. Sebagai upaya pemecahan masalah, penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem manajemen alur kerja berbasis web menggunakan Laravel Framework dan database MySQL (Sinlae et , 2024. Fakhri et al. , 2. Laravel dipilih karena memiliki arsitektur yang mendukung pengembangan aplikasi berbasis Model-View-Controller (MVC), keamanan yang baik, serta kemudahan dalam pengelolaan data dan integrasi fitur. Sistem yang dikembangkan dirancang untuk mengintegrasikan proses administrasi, monitoring pekerjaan, manajemen dokumen, proses persetujuan, notifikasi otomatis, serta pencatatan aktivitas pengguna ke dalam satu sistem yang dapat diakses secara terpusat. Keterbaruan . penelitian ini terletak pada penerapan sistem monitoring administrasi kantor notaris yang mengintegrasikan manajemen alur kerja, pengelolaan dokumen digital, notifikasi otomatis, dan pemantauan aktivitas pengguna secara real-time dalam satu platform berbasis web. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada digitalisasi administrasi secara umum, penelitian ini menitikberatkan pada pengawasan proses kerja yang berlangsung pada setiap tahapan pelayanan notaris sehingga memungkinkan peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem manajemen alur kerja berbasis web pada kantor notaris guna meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi, mempermudah monitoring pekerjaan, serta mendukung proses pengambilan keputusan E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. melalui penyediaan informasi yang akurat dan real-time. Hipotesis penelitian adalah bahwa penerapan sistem manajemen alur kerja berbasis web dapat mendukung pengelolaan administrasi yang lebih terstruktur, transparan, dan mudah dipantau dibandingkan sistem manual. Kontribusi ilmiah penelitian ini tidak hanya terletak pada pengembangan aplikasi berbasis web, tetapi juga pada perancangan model monitoring administrasi kantor notaris yang mengintegrasikan workflow management, document tracking, activity logging, dan notifikasi otomatis dalam satu platform terpusat. Model yang diusulkan memungkinkan setiap tahapan administrasi terdokumentasi secara sistematis dan dapat dipantau secara real-time oleh seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi empiris berupa evaluasi implementasi sistem terhadap efektivitas pengelolaan administrasi pada lingkungan kantor notaris yang sebelumnya masih dilakukan secara METODE 1 Pendekatan dan Objek Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak . oftware engineering researc. dengan metode Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall. Model Waterfall dipilih karena menyediakan tahapan pengembangan sistem yang sistematis dan terstruktur, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan sistem (Mahmuda et al. , 2. Metode ini sesuai digunakan dalam pengembangan sistem manajemen alur kerja karena setiap tahapan dilakukan secara berurutan sehingga kebutuhan pengguna dapat dianalisis secara mendalam dan proses pengembangan dapat terdokumentasi dengan baik. Objek penelitian adalah proses administrasi dan manajemen alur kerja pada Kantor Notaris Kuspermadi Putra. MH. Fokus penelitian diarahkan pada pengelolaan dokumen, monitoring progres pekerjaan, proses persetujuan dokumen, distribusi tugas staf, serta penyediaan informasi administrasi secara real-time melalui sistem berbasis web. Penelitian dilaksanakan di Kantor Notaris Kuspermadi Putra. MH sebagai lokasi studi kasus karena masih terdapat kendala dalam monitoring pekerjaan dan pengelolaan administrasi yang sebagian besar dilakukan secara manual. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem, pengujian sistem, dan pemeliharaan. Pada tahap analisis kebutuhan dilakukan identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengguna melalui observasi dan wawancara. Tahap perancangan sistem dilakukan dengan menyusun model sistem, basis data, dan alur kerja yang Selanjutnya, tahap implementasi dilakukan dengan mengembangkan sistem menggunakan Laravel Framework dan database MySQL. Setelah sistem selesai dikembangkan, dilakukan pengujian menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai kebutuhan. Tahap terakhir adalah pemeliharaan sistem untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kinerja sistem berdasarkan hasil evaluasi. Alur metode penelitian yang digunakan ditunjukkan pada Gambar Gambar 1. Tahapan Metode Penelitian E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. 2 Populasi. Informan, dan Teknik Pengumpulan Data Populasi penelitian meliputi seluruh pihak yang terlibat dalam proses administrasi kantor Informan penelitian terdiri atas notaris, staf administrasi, dan staf penyusun dokumen yang terlibat langsung dalam pelaksanaan workflow administrasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan beberapa teknik sebagai berikut: Observasi Observasi dilakukan secara langsung terhadap proses administrasi yang berjalan untuk mengidentifikasi alur kerja, kendala operasional, serta kebutuhan sistem yang diperlukan. Wawancara Wawancara dilakukan kepada notaris dan staf administrasi untuk memperoleh informasi mengenai permasalahan yang dihadapi, kebutuhan pengguna, serta harapan terhadap sistem yang akan dikembangkan. Studi Literatur Studi literatur dilakukan dengan mengkaji jurnal nasional, jurnal internasional, buku, dan dokumen pendukung yang berkaitan dengan sistem informasi administrasi, workflow management. Laravel Framework, dan monitoring sistem berbasis web (Vindisari et al. , 2025. Utami & Muslih, 2025. Rahmawati & Bachtiar, 2. Data hasil observasi dan wawancara dianalisis menggunakan teknik analisis kebutuhan sistem . equirement analysi. untuk mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional yang akan diterapkan pada sistem. 3 Analisis Kebutuhan Sistem Tahap analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan permasalahan yang terjadi pada proses administrasi kantor notaris. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diperoleh beberapa permasalahan utama sebagai berikut: Tidak adanya monitoring pekerjaan secara real-time. Kesulitan memantau progres pekerjaan. Keterlambatan proses administrasi dokumen. Belum tersedianya pencatatan aktivitas secara terpusat. Tidak adanya sistem notifikasi otomatis. Sulitnya monitoring tanggung jawab staf. Alur kerja sistem yang berjalan ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Alur kerja Sistem Berjalan E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Hasil analisis kebutuhan digunakan untuk menentukan kebutuhan fungsional dan nonfungsional sistem. Kebutuhan fungsional meliputi autentikasi pengguna, manajemen workflow, pengelolaan dokumen, persetujuan dokumen, notifikasi, serta log aktivitas. Kebutuhan nonfungsional meliputi keamanan sistem, kemudahan penggunaan, performa aplikasi, dan aksesibilitas sistem. 4 Perancangan Sistem Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dirancang sistem manajemen alur kerja berbasis web untuk mendukung proses administrasi kantor notaris. Sistem dirancang menggunakan pendekatan manajemen workflow yang mampu melakukan monitoring pekerjaan secara terintegrasi dan real-time (Palinggi et al. , 2. Alur kerja sistem yang diusulkan ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Workflow Sistem Usulan Sistem yang diusulkan memiliki beberapa fitur utama, yaitu: Monitoring alur kerja secara real-time. Dashboard monitoring administrasi. Notifikasi otomatis. Pengelolaan dokumen terpusat. Log aktivitas pengguna. Kontrol akses berbasis peran (Role Based Access Contro. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Selain itu, sistem juga dirancang menggunakan Use Case Diagram dan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menggambarkan hubungan antar pengguna dan struktur basis data sistem (Rahmawati & Sumarsono, 2. Gambar 4. Use Case Diagram Gambar 5. Entity Relationship Diagram 5 Implementasi Sistem Sistem dikembangkan menggunakan Laravel Framework dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Laravel dipilih karena menyediakan fitur pengembangan yang mendukung keamanan sistem, manajemen routing, autentikasi pengguna, migrasi basis data, dan Object Relational Mapping (ORM) (Sinlae et al. , 2. Sistem menerapkan arsitektur Model-View-Controller (MVC) untuk memisahkan proses pengolahan data, antarmuka pengguna, dan logika sistem sehingga mempermudah pengembangan dan pemeliharaan aplikasi (Rahmawati & Sumarsono, 2. Spesifikasi perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan pada penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 1. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Tabel 1. Spesifikasi Perangkat Lunak dan Perangkat Keras Komponen Spesifikasi Sistem Operasi Windows 11 Bahasa Pemrograman PHP Framework Laravel 13 Database MySQL Web Server Apache/XAMPP Frontend HTML. CSS. JavaScript Editor Kode Visual Studio Code Processor Intel Core i5 RAM 8 GB 6 Pengujian dan Analisis Data Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk mengevaluasi kesesuaian fungsi sistem terhadap kebutuhan yang telah ditentukan (Fikri & Voutama, 2. Pengujian dilakukan pada fitur login, manajemen workflow, pengelolaan dokumen, persetujuan dokumen, notifikasi otomatis, dashboard monitoring, dan log aktivitas pengguna. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan kebutuhan sistem yang telah ditetapkan pada tahap analisis kebutuhan. Sistem dinyatakan berhasil apabila seluruh fungsi menghasilkan keluaran yang sesuai dengan skenario pengujian yang telah dirancang. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Implementasi Dashboard Dashboard dirancang sebagai pusat monitoring aktivitas administrasi pada sistem manajemen alur kerja kantor notaris. Halaman dashboard menampilkan informasi penting seperti jumlah pekerjaan aktif, status persetujuan, notifikasi, pekerjaan selesai, dan pekerjaan yang mengalami keterlambatan secara real-time. Gambar 6. Antarmuka Pengguna Dashboard Dashboard juga dilengkapi dengan grafik statistik pekerjaan, timeline aktivitas, dan monitoring pekerjaan berdasarkan staf yang bertugas. Fitur tersebut membantu notaris dan administrator dalam memantau progres pekerjaan serta mempercepat proses pengambilan keputusan 2 Implementasi Manajemen Alur Kerja Implementasi manajemen alur kerja dirancang untuk mempermudah proses monitoring dan pengelolaan administrasi pada kantor notaris. Melalui halaman workflow, pengguna dapat melihat E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. tahapan pekerjaan, status proses, informasi permohonan, dokumen pendukung, serta riwayat aktivitas secara terintegrasi dan real-time. Gambar 7. Antarmuka Pengguna Alur Kerja Halaman workflow memungkinkan notaris dan staf administrasi melakukan monitoring progres pekerjaan, persetujuan dokumen, serta revisi administrasi secara digital. Selain itu, sistem juga menyediakan timeline workflow dan log aktivitas untuk meningkatkan transparansi serta mempermudah pengawasan proses administrasi. 3 Implementasi Sistem Persetujuan Dokumen Sistem persetujuan dokumen dikembangkan untuk mendukung proses validasi dokumen secara digital. Melalui fitur ini, notaris dapat melakukan pemeriksaan dokumen, memberikan persetujuan, atau mengirimkan revisi secara langsung melalui sistem. Setiap proses persetujuan akan tercatat secara otomatis pada sistem sehingga riwayat aktivitas pengguna dapat dimonitor dengan baik. Implementasi fitur persetujuan ini membantu mengurangi proses administrasi manual dan meningkatkan efisiensi komunikasi antar pengguna sistem. 4 Implementasi Monitoring dan Notifikasi Sistem monitoring dan notifikasi digunakan untuk memberikan informasi terkait progres pekerjaan dan aktivitas pengguna secara real-time. Notifikasi akan muncul ketika terdapat pekerjaan baru, permintaan persetujuan, revisi dokumen, atau pekerjaan yang melewati batas waktu pengerjaan. Fitur monitoring membantu administrator dan notaris dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas workflow sehingga proses administrasi menjadi lebih terstruktur dan transparan. 5 Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan (Fikri & Voutama, 2. Pengujian dilakukan terhadap fitur utama seperti login pengguna, pengelolaan workflow, upload dokumen, persetujuan dokumen, notifikasi, dan monitoring dashboard. Hasil pengujian sistem ditunjukkan pada Tabel 2. E-ISSN: 2777-0680 Tabel 2. Hasil Pengujian Black Box Testing Skenario Pengujian Hasil yang Diharapkan Status Login Pengguna Sistem menampilkan dashboard Berhasil Pembuatan Workflow Data workflow tersimpan Berhasil Upload Dokumen Dokumen berhasil diunggah Berhasil Persetujuan Dokumen Status persetujuan berubah Berhasil Notifikasi Sistem Notifikasi tampil sesuai proses Berhasil Monitoring Workflow Data workflow tampil Berhasil Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh fungsi utama sistem berjalan dengan baik sesuai kebutuhan fungsional yang telah ditentukan. 6 Pembahasan Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem manajemen alur kerja berbasis web mampu membantu proses administrasi kantor notaris menjadi lebih efektif dan terstruktur. Sistem yang dikembangkan mendukung monitoring pekerjaan secara real-time, pengelolaan dokumen secara terpusat, serta proses persetujuan digital yang lebih terstruktur dibandingkan sistem manual. Selain itu, penerapan notifikasi otomatis dan log aktivitas membantu meningkatkan transparansi dan mempermudah proses pengawasan administrasi. Penggunaan Laravel Framework juga mendukung pengembangan sistem yang lebih aman, terstruktur, dan mudah dikembangkan kembali pada penelitian selanjutnya. KESIMPULAN Penelitian ini menghasilkan sistem monitoring administrasi kantor notaris berbasis web menggunakan Laravel Framework yang mengintegrasikan workflow management, pengelolaan dokumen, notifikasi otomatis, dan pencatatan aktivitas pengguna dalam satu platform terpusat. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional yang telah ditentukan. Kontribusi penelitian ini terletak pada perancangan model monitoring administrasi yang mendukung keterlacakan proses kerja dan transparansi pengelolaan dokumen pada lingkungan kantor Namun demikian, penelitian ini belum melakukan pengukuran kuantitatif terhadap peningkatan efisiensi administrasi maupun tingkat kepuasan pengguna. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan evaluasi menggunakan metode usability testing atau pengukuran kinerja sebelum dan sesudah implementasi sistem sehingga manfaat sistem dapat dibuktikan secara empiris. Meskipun hasil Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan, pengujian ini belum dapat digunakan untuk mengukur peningkatan efisiensi administrasi maupun tingkat kepuasan pengguna. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu melakukan evaluasi menggunakan metode usability testing. System Usability Scale (SUS). Technology Acceptance Model (TAM), atau pengukuran waktu proses administrasi sebelum dan sesudah implementasi sistem. DAFTAR PUSTAKA