Jurnal TRANSFORMATIKA Vol. No. Januari 2026, pp. 258 - 267 P-ISSN: 1693-3656. E-ISSN: 2460-6731 https://journals. id/index. php/transformatika/ npage 258 Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Ajuan Anggaran Belanja Peralatan Pada Klinik Utama Sari Medika Dian Prawitasari1. Aries Setiawan2*. Ngurah Pandji Mertha Agung Durya3. Imam Nuryanto4. Arditya Dian Andika5 . Jaka Prasetya6. Lely Kusumaningrum7. Budi Widjajanto8 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam bonjol 207. Semarang, e-mail: sari. dianprawita@dsn. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam e-mail: arissetya_005@dsn. 3Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam bonjol 207, e-mail: ngurahdurya@dosen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam bonjol 207 . Semarang, e-mail: imam. nuryanto@dsn. 5Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam bonjol 207 . Semarang, e-mail: arditya@dsn. Fakultas Kesehatan. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam bonjol 207. Semarang, e-mail: jaka. prasetya@dsn. 7Fakultas Kedokteran. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam bonjol 207. Semarang,e-mail: lely. kusumaningrum@dsn. 8Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam bonjol 207 . Semarang, e-mail: budipojok@yahoo. ARTICLE INFO History of the article : Received 30 December 2010 Received in revised form 30 April 2011 Accepted 26 September 2012 Available online 8 October 2012 Keywords: Decision support system. Eligibility. Budget Proposal. Clinic * Correspondece: Telepon: 62. 805805158/ 62. 56597076 E-mail: dianprawita@dsn. arissetya_005@dsn. ABSTRACT The existence of very large and diverse clinical needs supports leadership to conduct equipment purchase selection by considering the feasibility of the proposed budget value. The existing problem so far is that the approval of budget proposals is not optimal, that is without considering the priority scale and level of equipment needs issued, so that many equipment proposals are approved but their function is not optimal and on the other hand, equipment with a high level of function is not The purpose of this study is to apply the simple additive weighing method in the decisionmaking process of the feasibility of approving each equipment expenditure budget proposal to produce choices that are in accordance with the level of need and interests of each sector. The final result obtained is a 90% accuracy level compared to the manual test used previously. TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. INTRODUCTION Klinik Utama Sari Medika sebagai salah satu usaha layanan kesehatan terbesar di kabupaten Semarang sudah tertata manajemen operasional usahanya. Salah satu komponen terpenting penggerak usahanya adalah peralatan kesehatan dan peralatan pendukung lainnya . masing-masing peralatan yang ada tentu saja memiliki umur operasional sehingga perlu dilakukan perbaikan maupun penggantian jika memang sudah memenuhi kelayakan pakai. Peralatan sebagai sarana primer tentunya menjadi prioritas pengadaan . Bagian prasarana memiliki tugas memetakan peralatan-peralatan berdasarkan tingkat prioritas pemakaian, mengajukan komponen peralatan maupun pengadaan peralatan untuk selanjutnya di mintakan persetujuan pimpinan. Adanya tingkatan kebutuhan klinik yang sangat banyak dan bervariasi mendukung pimpinan untuk melakukan pemilihan terhadap pembelian peralatan mempertimbangkan kelayakan nilai ajuan anggaran . Terdapat peralatan dengan kondisi dengan umur operasional yang melebihi batas kapasitas maksimal pemakaian namun masih layak pakai . , peralatan dengan umur pemakaian kurang dari batas kapasitas namun operasionalnya sudah tidak maksimal . , peralatan dengan sifat pemakaian sangat dibutuhkan secara periodik . , peralatan dengan sifat pemakaian sangat dibutuhkan secara rutinitas . Untuk menentukan kelayakan ajuan anggaran diperlukan beberapa indikator penilaian . , diantaranya . Jenis Pemakaian . , merupakan kategori pemakaian periodik harian, bulanan, tahunan atau insidential. Jenis pemakaian dengan periodik harian mungkin akan menjadi pemenuhan utama oleh klinik karena jika terlambat pemenuhannya maka proses yang dilakukan akan berhenti, periode bulanan tingkatan pemenuhannya berada dibawah periode harian begitu juga untuk periode tahunan, sedangkan insidential terkadang lebih diutamakan dari pada periode harian . Kategori Nilai Pengadaan . , merupakan kategori nilai nominal pengadaan, indikator ini tidak bisa berdiri sendiri karena dipengaruhi indiaktor yang lain, dimungkinkan waluapun nilai pengadaan tinggi namun sangat dibutuhkan maka bisa menjadi hal yang diutamakan dalam pemenuhan . Nilai Manfaat . , merupakan tingkatan manfaat bagi institusi maupun pengguna baik dari internal maupun eksternal klinik, . Pengguna manfaat . , merupakan cakupan pengguna yang dapat memanfaatkan setiap jenis fasilitas, . Biaya perawatan . , merupakan aktivitas perawatan terhadap peralatan yang akan dibeli membutuhkan biaya perawatan yang besar atau sebaliknya. Masing-masing indikator tidak bisa berdiri sendiri dalam penentuakan kelayakan ajuan, namun saling dipengaruhi indikator yang Permasalahan yang ada selama ini persetujuan ajuan anggaran belum maksimal yaitu tanpa memperhatikan skala prioritas dan tingkat kebutuhan peralatan yang diajukan, sehingga banyak ajuan peralatan yang disetujui tetapi fungsinya tidak maksimal dan disamping sisi juga peralatan dengan tingkat fungsi yang seharusnya tinggi namun tidak disetujuai. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai pendukung bagi pihak pengambil keputusan dalam menentukan kelayakan persetujuan setiap ajuan anggaran belanja peralatan untuk menghasilkan pilihan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kepentingan masing-masing bagian. Metode yang digunakan adalah simple additive weigthing, sebagai salah metode yang digunakan acuan dalam model pilihan berbasis perangkingan . , dengan membagi indikator menjadi benefit dan cost membantu memberikan hasil perangkingan yang terbaik dari sekian banyak alternatif yang ditawarkan . Pada penelitian sebelulumnya tentang uji perbandingan metode simple additive weigthing dan Topsis pada penentuan jabatan karyawan, metode metode simple additive weigthing memiliki tingkat akurasi sebesar 99% sehingga metode ini direkomendasikan untuk mendukung proses promosi jabatan . Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Ajuan Anggaran Belanja Peralatan Pada Klinik Utama Sari Medika (Dian Prawitasar. RESEARCH METHODS Metode Simple Additive Weighting mengelompokkan indikator dalam jenis benefit dan cost . Benefit merupakan indikator yang berdampak pada semakin bagus jika bernilai tinggi dan cost semakin bagus jika bernilai rendah. Sample yang digunakan adalah data ajuan belanja pada Klinik Utama Sari Medika dengan total 50 sampel. Tahapan yang dilakukan meliputi : Penentuan Rentang Nilai Penentuan Nilai Target Penentuan Indikator Penentuan Benefit dan Cost Isian Nilai Alternatif dengan sample Normalisasi Perhitungan Nilai Akhir dan Perangkingan Gambar 1. Tahapan Implementasi RESULT Penentuan indikator Berikut indikator yang digunakan, beserta rentang nilai serta penentuan jenis benefit atau Dalam penelitian ini indikator jenis pemakaian, nilai manfaat, pengguna manfaat, biaya perawatan dikategorikan dalam jenis benefit karena semakin tinggi nilainya akan semakin berdampak baik, sedangkan indikator nilai pengadaan dikategorikan dalam jenis cost karena semakin kecil nilainya akan semakin baik. No. Tabel 1. Indikator. Nilai Target dan Benefit cost Nama Variabel Tingkat Nilai Nilai Target Benefit/Cost Jenis Pemakaian Insidensial Benefit . Bulanan Mingguan DOI: https://doi. org/10. 26623/transformatika. TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. Nilai Pengadaan . Harian <= 1 jt Cost Benefit Benefit Benefit >1 jt Ae 5 jt >5 jt Ae 10jt >10 jt Nilai Manfaat . Pengguna Manfaat . Biaya Perawatan . Kurang Cukup Manfaat Manfaat Sangat Manfaat Pasien Spesialis Pasien Umum Pasien Umum dan spesialis Mendekati nilai pengadaan Setengah dari nilai pengadaan 10% dari nilai <10% dari nilai pengadaan Isian alternatif Nilai alternatif diisi dengan data sampel sebanyak 30 sample yang diambil dari dari Klinik Utama Sari Medika Tabel 2. Nilai Alternatif No. Kode Pengada Nama Peralatan Stetoskop Tensimeter Termometer Otoskop Oksimeter Nebulizer Glukometer Bed Pasien Micsroscop Indikator ycn1 Benefi ycn2 Cost Benefit Benefit Benefi Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Ajuan Anggaran Belanja Peralatan Pada Klinik Utama Sari Medika (Dian Prawitasar. A10 A11 Centrifuge Spektrofoto Alat EKG Kursi Roda Tiang Infus Alat USG Tabung Oksigen A12 A13 A14 A15 A30 DISCUSSION Setelah alternatif terkumpul beserta indikatornya yang telah tersusun dalam data kuantitatif, selanjutnya dilakukan normalisasi matrik, normalisasi matrik dilakukan dengan melakukan pembagian antara nilai alternatif dengan nilai target. Adapun rumus normalisasi pada indikator benefit adalah : Tabel 3. Tabel Rumus Rumus Benefit Rumus Cost ycAycnycoycaycn yaycoycyceycycuycaycycnyce max. cAycnycoycaycn ycyceycoycycycEa yaycoycyceycycuycaycycnyc. ycAycnycu. cAycnycoycaycn ycyceycoycycycEa yaycoycyceycycuycaycycnyc. ycAycnycoycaycn yaycoycyceycycuycaycycnyce Sebelum melakukan normalisasi berdasarkan tabel 2. terlebih dahulu menentukan nilai maksimal pada indikator yang berjenis benefit dan nilai minimal pada indikator yang berjenis Tabel 4. Tabel indikator, nilai maximal dan minimal No. No. Indikator Jenis Pemakaian . Nilai Pengadaan . Nilai Manfaat . Pengguna Manfaat . Biaya Perawatan . Kode Penga Nama Peralatan Stetoskop Tensimeter Jenis Benefit Cost Benefit Benefit Max Benefit Min Tabel 5. Normalisasi Indikator ycn1 4/4=1 1/1=1 DOI: https://doi. org/10. 26623/transformatika. 4/4=1 ycn4 ycn5 3/4=0. 75 1/4=0. 0,75 0,25 Nilai Akhir TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. A10 A11 A12 A13 A14 A15 A30 Termometer Otoskop Oksimeter Nebulizer Glukometer Bed Pasien Micsroscop Centrifuge Spektrofoto Alat EKG Kursi Roda Tiang Infus Alat USG Tabung Oksigen 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,25 0,75 0,25 0,75 0,75 0,25 0,75 0,25 0,75 0,25 0,75 0,25 0,75 0,75 0,25 0,333 0,25 0,75 0,75 0,25 0,75 0,75 0,25 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,25 10,75 10,75 10,75 12,25 6,58 9,75 10,25 14,75 8,75 11,75 Indikator Jenis Pemakaian . Nilai Manfaat . Pengguna Manfaat . dan Biaya Perawatan . dikategorikan sebagai indikator jenis benefit sehingga nilai alternatif di bagi dengan nilai maksimal dari kumpulan alternatif yang sama, sedangkan Nilai Pengadaan . dikategorikan sebagai indikator jenis cost sehingga nilai minimal dari sejumlah alternatif dibagi dengan nilai setiap alternatif. Nilai akhir dihasilkan dari akumulasi perkalian ycn1, ycn2, ycn3, ycn4 yccycaycu ycn5 terhadap nilai target, tahap selanjutnya melakukan an rangking berdasarkan nilai akhir Tabel 6. Hasil Perangkingan Kode Penga Nama Peralatan Indikator A18 Senter Medis A19 Sarung Tangan Medis A14 Tiang Infus A21 Timbangan Badan A20 Bed Pasien Timbangan Bayi Stetoskop Tensimeter Termometer Tabung Sampel Darah 10 A27 Nilai Akhir 14,75 14,75 Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Ajuan Anggaran Belanja Peralatan Pada Klinik Utama Sari Medika (Dian Prawitasar. 11 A29 Komputer 1,33 12 A28 Hematologi 13 A7 Glukometer 14 A23 Bed Gigi 15 A30 Tabung Oksigen A11 1,33 Spektrofotometer 12,83 12,25 11,75 11,75 6,58 Berdasarkan tabel 6. di atas, diperoleh urutan nilai terbesar sampai dengan terkecil, pihak pengambil keputusan bisa membatasi sesuai yang diharapkan, seandainya hanya 10 ajuan yang akan di setujui maka akan diambil 10 besar ajuan dengan nilai urutan paling atas. Hasil perhitungan dengan simple additive weigthing seperti yang ditampilkan pada tabel selanjutnya dilakukan perbandingan dengan perangkingan manual, seperti yang ditunjukkan pada tabel 7. Tabel 7. Perbandingan Hasil Perangkingan Manual No. Kode Peng Nama Peralatan A18 Senter Medis A19 A14 A21 A20 A27 Sarung Tangan Medis Tiang Infus Timbangan Badan Bed Pasien Timbangan Bayi Stetoskop Tensimeter Termometer Tabung Sampel Darah A29 Komputer A28 A23 Hematologi Glukometer Bed Gigi Perangkingan dengan metode simple additive Kode Nama Peralatan Pengadaan A18 Senter Medis A19 A14 A21 A27 Sarung Tangan Medis Tiang Infus Timbangan Badan Bed Pasien Nebulizer Stetoskop Tensimeter Termometer Tabung Sampel Darah A29 Komputer A28 A23 Hematologi Glukometer Bed Gigi DOI: https://doi. org/10. 26623/transformatika. TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. A30 Tabung Oksigen A20 Timbangan Bayi A16 A13 A12 A26 A24 A30 A16 A13 A12 A26 A24 Otoskop Oksimeter Tabung Oksigen Alat Suntik Kursi Roda Alat EKG Perangkat Bedah Kecil Treadmil A17 Lampu Pembaca Rontgen A15 A10 A25 A22 A11 Otoskop Oksimeter Nebulizer Alat Suntik Kursi Roda Alat EKG Perangkat Bedah Kecil Treadmil Lampu Pembaca Rontgen Alat USG Centrifuge Alat Tes Baca Mata Microscop Alat Saturasi Spektrofotometer A15 A10 A25 A22 A11 Alat USG Centrifuge Alat Tes Baca Mata Microscop Alat Saturasi Spektrofotometer A17 Berdasarkan hasil tabel 7. Terdapat 3 data dengan urutan perangkingan yang berbeda yaitu peralatan dengan kode A6. A20 dan A30, sehingga tingkat akurasi yang didapatkan adalah 90%. Kode A6. A20 dan A30 pada hasil perangkingan menggunakan simple additive mengalami perbedaan dibanding perangkingan manual, hal ini lebih didominasi pada kode A6 pada variabel biaya perawatan . membutuhkan biaya kecil yaitu pada skala 4 ( <10% dari nilai pengadaan ) sehingga pada tabel 7. kolom perangkingan dengan simple additive weighting , kode A6 memiliki rangking lebih tinggi dari pada posisinya dikolom perangkingan manual. CONCLUSIONS AND RECOMMENDATIONS Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat akurasi 90% diatas dapat disimpulkan bahwa pemakaian metode simple additive weighting dapat dijadikan alternatif pengambilan keputusan terkait pemilihan hasil berbasis multi kriteria, untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik, pada pengembangan penelitian lebih lanjut dapat ditambahkan beberapa indikator pendukung serta pada tahap selanjutnya hasil penelitian ini dapat dikembangkan pada pembuatan sistem pendukung keputusan berbasis web ataupun lainnya untuk diaplikasikan pada Klinik Utama Sari Medika REFERENCES