Vol. No. 2, 2024, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202424564 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2476-9886 (Prin. ISSN: 2477-0302 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jppi Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyah swasta persiapan Medan Milna Sari*). Khairuddin Khairuddin Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kebingungan berkelanjutan serta kurangnya informasi di kalangan siswa mengenai rencana studi lanjut yang berdampak terhadap ketidakpastian siswa dalam pengambilan keputusan studi Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan mekanisme perencanaan studi lanjut siswa, efektifitas penentuan studi lanjut siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme penentuan studi lanjut siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan subjek yang berjumlah tiga orang siswa kelas XII yang mau melanjutkan studi lanjut dan guru BK. Prosedur pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Mekanisme penentuan studi lanjut MAPN 4 Medan kelas XII sudah terlaksana dengan baik. Penentuan studi lanjut dimulai dengan memberikan pemahaman diri kepada siswa berdasarkan tes bakat dan minat, memberikan informasi berkaitan pemilihan jurusan dengan pembagian brosur dan website perguruan tinggi terkait informasi jurusan, persaingan dunia kerja, serta jumlah kuota dan peminat jurusan pada perguruan . Efektivitas dalam penetuan studi lanjut kelas XII MAPN 4 Medan terlihat berjalan dengan baik dengan efektifnya pemberian bimbingan karier, layanan informasi, bimbingan kelompok, layanan konseling individual, dan layanan konseling penempatan serta penyaluran yang membuat siswa lebih berani mengambil keputusan dalam menentukan studi lanjut. Terpetakannya determinan yang mempengaruhi mekanisme penentuan studi lanjut siswa kelas XII yaitu tes minat dan bakat siswa, dukungan guru, orangtua dan teman sebaya, prestasi akademik siswa, serta finansial dan informasi karier studi lanjut Received Jun 12th, 201x Revised Aug 20th, 201x Accepted Aug 26th, 201x Keywords: Perencanaan studi lanjut Bimbingan karier Layanan informasi Siswa A 2024 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Milna Sari. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email : milna0303201075@uinsu. Pendahuluan Penentuan studi lanjut siswa penting bagi siswa dalam mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Azizah. Mugiarso, & Sunawan, . menjelaskan bahwa perencanaan studi lanjut adalah suatu proses penerapan pengetahuan siswa untuk menyusun rencana secara sistematik berkaitan dengan pendidikan lanjutan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Setiap siswa yang lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) akan melakukan pengambilan keputusan kariernya. Oleh sebab itu, sebelum menentukan studi lanjut siswa perlu memiliki perencanaan yang matang yang sesuai dengan keadaan diri dan Sehingga studi lanjut yang telah dipilih nantinya tidak menimbulkan penyesalan dimasa depan. Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyahA Masalah signifikan yang dihadapi oleh banyak siswa SLTA adalah ketidakpastian untuk mengenali potensi dan minat pribadi sebagai faktor penentu dalam memilih jurusan di perguruan tinggi. Banyak dari mereka menghadapi permasalahan tersebut akibat keterbatasan akan informasi tentang berbagai pilihan karier yang ada, sehingga sering kali membuat keputusan berdasarkan pengaruh dari lingkungan sosial atau harapan keluarga. Hal ini dapat mengarah pada kesenjangan antara pilihan studi dengan minat sebenarnya, serta kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik dan profesional di masa depan. Dalam penelitian Muhazir dan Syahputri . , menunjukkan bahwa permasalahan yang sering dialami siswa yaitu siswa yang tidak paham dengan potensi yang dimilikinya dan siswa belum memiliki perencanaan yang matang mengenai pendidikan maupun pekerjaan yang akan dipilihnya. Maka dari itu, siswa sangat membutuhkan perencanaan yang matang untuk menempuh studi lanjut (Hidayat, 2. Hasil penelitian Nurcahyo . menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum paham tentang informasi studi lanjut dan merasa sekolah yang ditempuh kurang begitu menunjang dan sesuai dengan keinginan mereka sehingga mereka bingung dalam menentukan studi lanjut setelah lulus nanti. Adapun hambatan-hambatan yang ada dalam mengambil keputusan untuk melanjutkan studi seperti kondisi sosial ekonomi keluarga, dukungan orangtua, ketatnya persaingan memasuki perguruan tinggi, pengaruh teman sebaya, dan lain sebagainya (Kustiani. Sugiharto, dan Anni, 2. Teman sebaya dapat mempengaruhi pemilihan studi lanjut siswa karena adanya interaksi yang memiliki pengaruh pada sikap seseorang dalam menentukan studi lanjutnya, seperti lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman (Suwanto. Istirahayu, dan Qonitha, 2. Hasil penelitian Nelissa. Zahra. Sri Astuti, dan Martunis . misalnya menunjukkan bahwa fenomena pemilihan jurusan yang terjadi di kalangan siswa saat ini adalah banyaknya siswa yang memilih jurusan pendidikan lanjutan dikarenakan faktor luar diri, yaitu ikut-ikutan . fek Banwago. teman dan mengikuti pilihan orangtua tanpa didasari oleh bakat dan kemampuan diri. Banyak siswa yang memilih jurusan pendidikan lanjutan dikarenakan teman sebaya dan orangtua memiliki berbagai masalah, seperti memperoleh pekerjaan dikarenakan tidak memenuhi kualifikasi dan skill yang dituntut oleh suatu pekerjaan. Selain itu, pada penelitian Arimbi dan Hariastuti . menunjukkan bahwa dalam merencanakan pilihan studi lanjut peserta didik akan tetap membutuhkan dukungan dari orang tua maupun masukan dari teman sebaya. Penelitian Fitria . menjelaskan bahwa dalam menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang tepat bukanlah hal yang mudah. Ketiadaan informasi dan ketidaktahuan akan minat atau bakat seringkali menimbulkan masalah di masa depan. Beberapa masalah yang mungkin timbul adalah kualitas perguruan tinggi yang tidak sesuai harapan, kesulitan dalam mengikuti perkuliahan karena kurang minat dan bakat, serta kesulitan dalam menyelesaikan studi yang berujung pada drop out (DO). Misalnya ditemukan beberapa siswa yang memilih jurusan Teknik Mesin padahal sebenarnya ia lebih tertarik pada seni. Hal ini membuat individu tersebut merasa tidak tertarik belajar karena terkendala soal kemampuan matematis sehingga sangat menghambatnya mencapai hasil performance yang baik. Pemberian layanan informasi studi lanjut sangat penting dalam perencanaan karier siswa (Hidayati, 2. Berikutnya pada penelitian Kusri . yang menemukan bahwa siswa pada SMP Negeri 2 Maros Para siswa berada pada kategori rendah ketika dievaluasi tentang kemampuan menentukan perencanaan studi lanjut. Di SMP tersebut ditemukan beberapa gejala-gejala destruktif akan perencanaan karier diantaranya: . Masih banyaknya siswa yang bingung dengan sekolah lanjutan yang akan mereka pilih setelah tamat pada SMP. Masih banyak siswa yang mengikuti kehendak orangtua untuk memilih sekolah lanjutan. Masih banyak siswa yang kurang mengerti tentang jenis-jenis sekolah lanjutan. Masih ada siswa setelah tamat SMP tidak melanjutkan ke sekolah lajutan. Masih banyak siswa yang ingin memilih sekolah lanjutan karena terpengaruh teman sebaya. Oleh karena itu. Siswa harus mampu mamahami dan mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan karier (Great Britain, 2. Selain itu, hasil penelitian Masriah. Malay, dan Fitriani . menunjukkan bahwa terdapat mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang banyak mengalami permasalahan kapasitas untuk menangkap pelajaran perkuliahan disebabkan pengambilan keputusan tentang program studi perguruan tinggi yang cuma berdasarkan pengalaman belajar dari SD. SLTP, dan SLTA tanpa menerima layanan informasi dan bimbingan karier oleh guru BK dalam penentuan program studi yang hendak ditempuh. Pentingnya peranan guru BK di atas didukung pula oleh penelitian Handatama. Ansori, & Lestari . yang menunjukkan bahwa terdapat konstribusi signifikan layanan informasi karier terhadap perencanaan pendidikan lanjutan adalah 87,42%. Temuan ini menunjukkan adanya pengaruh besar dari layanan informasi dan karier terhadap keberhasilan pendidikan lanjutan siswa. Begitu juga dengan hasil penelitian Nelissa. Astuti, dan Martunis . yang merumuskan secara fit bahwa determinan yang mempengaruhi siswa dalam proses memilih jurusan pendidikan lanjutan pada siswa kelas XI Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Sari. & Khairuddin. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. SMA Negeri 5 Banda Aceh mencakup dua faktor yang berpengaruh secara signifikan dan dominan serta satu faktor lainnya berpengaruh secara signifikan namun dalam presentase marginal. Dua faktor dominan tersebut adalah faktor kepribadian dan faktor orangtua, sedangkan faktor non dominan adalah teman sebaya memiliki pengaruh kecil dalam pemilihan jurusan pendidikan lanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kepribadian memiliki presentase pengaruh signifikan sebesar 92%, dan faktor orangtua memiliki presentase pengaruh signifikan 76% terhadap proses memilih jurusan pendidikan. Untuk menghentaskan problematika diatas, tentulah dibutuhkan theoretical foundation dimana peneliti menjadikan teori Gladding . mengenai bimbingan karier sebagai pisau analisis untuk menyoroti problematika studi lanjut siswa SMA. Teori ini, terdiri dari dua dimensi penting yaitu pemahaman akan diri dan pengetahuan tentang dunia kerja. Pemahaman diri disini mengacu pada kemampuan individu untuk mengenali minat, bakat, nilai-nilai, dan karakteristik pribadi mereka, yang merupakan landasan untuk memilih karier yang sesuai. Sementara itu, pengetahuan tentang dunia kerja memberikan individu akses terhadap informasi detail mengenai berbagai jenis pekerjaan, termasuk deskripsi pekerjaan, persyaratan kualifikasi, prospek karier, dan lingkungan kerja yang relevan. Dalam aplikasinya, teori ini mendorong individu untuk mengidentifikasi minat karier mereka dengan menggunakan tes minat karier, mengevaluasi kemampuan dan bakat mereka melalui penilaian yang sesuai, serta mempertimbangkan nilai-nilai pribadi mereka dalam memilih lingkungan dan jenis pekerjaan yang cocok. Teori ini juga menekankan pentingnya individu memahami kemampuan dan bakat yang mereka miliki, serta sejauh mana kemampuan tersebut dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang karier. Selain itu, pemahaman akan nilai-nilai pribadi juga menjadi faktor penentu dalam proses pemilihan karier. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek ini, individu dapat membuat keputusan karier yang lebih terinformasi dan sesuai dengan harapan masa depan mereka. Beberapa penelitian relevan yang juga menyoroti tentang permasalahan studi lanjut siswa antara lain. Penelitian Wulandari dan Ernawati . yang melihat bahwa pada era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat di dunia pendidikan dan pasar kerja, "pemilihan jurusan studi lanjut bagi siswa SMA merupakan langkah awal yang krusial dalam menentukan arah karier masa depan mereka. " Selanjutnya penelitian dari Setyowati dan Nursalim . yang menyoroti minimnya pemahaman diri dan informasi yang memadai seringkali mengakibatkan siswa membuat keputusan yang kurang sesuai dengan potensi dan minat pribadi mereka, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kepuasan dan kesuksesan karier. Dalam penelitiannya mereka mengeksplorasi "efektivitas layanan informasi dan bimbingan karier yang disediakan di sekolah, dengan fokus pada bagaimana upaya ini dapat membantu siswa mengidentifikasi dan memilih jurusan yang tepat. Penelitian ini juga menekankan bahwa melalui pendekatan yang terintegrasi antara faktor-faktor personal, seperti minat dan bakat, serta dukungan dari orangtua dan guru BK dapat membuat siswa lebih siap menghadapi tantangan akademik di perguruan tinggi dan persaingan di pasar kerja yang semakin dinamis. Selain itu Sari . menemukan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap dinamika pemilihan jurusan studi lanjut tidak hanya mempengaruhi keberhasilan akademis siswa, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk perspektif siswa pada karier di masa depan. Berdasarkan hasil observasi awal di sekolah MAPN 4 Medan bahwa beberapa siswa kelas XII masih mengalami kebingungan dalam menetukan studi lanjut dengan berbagai alasan kurangnya informasi karier tentang studi lanjut siswa, ekonomi keluarga, belum mengenali bakat dan minat sehingga ragu dalam memutuskan studi lanjut, dan masih adanya orangtua yang memaksakan kehendak dalam menentukan studi lanjut tidak berdasarkan keinginan siswa. Oleh karena itu, pentingnya peranan guru BK dalam memberikan informasi karier dan mengarahkan siswa dalam menentukan studi lanjut agar mantap memilih jurusan tanpa adanya keterpaksaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan panduan yang lebih baik kepada siswa mengenali minat dan bakat mereka sendiri, membantu siswa menemukan jurusan yang sesuai dengan potensi mereka, mempersiapkan siswa agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan tinggi dan pasar kerja yang dewasa ini semakin dinamis. Temuan riset ini nantinya diharapkan pula dapat meningkatan kesadaran siswa tentang berbagai pilihan karier yang ada sehingga bisa mengurangi tingkat ketidakpastian dalam pemilihan jurusan. Dengan demikian, siswa akan dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan sesuai dengan minat mereka, meningkatkan kepuasan dan kemungkinan kesuksesan dalam perkembangan karier mereka di masa depan, memberikan kontribusi dalam optimalisasi proses bimbingan karier di sekolah, memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pendampingan Guru BK secara tepat dalam rangka merencanakan masa depan yang lebih baik sehingga dapat menjadi individu yang sejahtera di masa depan. Penelitian ini menyoroti "peran kunci dari guru BK dalam memberikan layanan yang berfokus pada pengembangan pemahaman diri siswa dan pengetahuan yang memadai tentang dunia kerja. " Dengan demikian, relevansi penelitian ini selain mendukung riset terdahulu juga menjadi pijakan penentuan kebaharuan riset dari eksplorasi studi lanjut siswa. Ini mencakup kebaharuan subyek penelitian pada siswa kelas XII dan guru BK di Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyahA SMA MAPN 4 Medan, serta kebaharuan pada polarisasi determinan keberhasilan dalam penentuan studi lanjut berdasarkan temuan data empiris di lapangan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuMekanisme Perencanaan Studi Lanjut Siswa Kelas XII MAPN 4 MedanAy. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis mekanisme perencanaan studi lanjut, efektifitas penentuan studi lanjut dan faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme penentuan studi lanjut siswa kelas XII di MAPN 4 Medan. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah guru BK dan tiga orang siswa kelas XII MAPN yang mau melanjutkan studi lanjut di perguruan tinggi. Prosedur pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive Penelitian ini dilakukan di sekolah MAPN 4 Medan dengan 4 kali pertemuan pada tanggal 12 Juni sampai 10 Juli 2024. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara dan Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Moleong, 2. Miles & Huberman . menjelaskan bahwa analisis data memiliki tiga komponen, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber dilakukan dengan mengecek kembali data dari subjek dengan sumber yang lain yaitu guru BK, siswa dan teman subjek Triangulasi teknik dilakukan dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi dan dokumentasi. Triangulasi waktu dilakukan dengan wawancara dalam waktu yang berbeda. Penelitian ini juga mengedepankan aspek etika dengan memastikan izin yang diperlukan dari sekolah dan partisipan, menjaga kerahasiaan data, serta memastikan bahwa partisipasi dalam penelitian ini bersifat sukarela dan didasarkan pada pemahaman yang jelas tentang tujuan penelitian. Dengan demikian, studi ini tidak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan peran guru BK dalam konteks layanan karier, tetapi juga untuk memberikan wawasan mendalam tentang dinamika interaksi antara guru BK dan siswa dalam konteks yang relevan bagi pengembangan perencanaan studi lanjut siswa melalui layanan informasi dan bimbingan karier di sekolah Hasil dan Pembahasan Mekanisme Penentuan Studi Lanjut Siswa Kelas XII Secara keseluruhan, upaya kolaboratif dan sistematis dari berbagai pihak di MAPN 4 Medan telah memberikan dampak yang positif dalam membantu siswa mengambil keputusan pendidikan yang lebih baik. Meskipun beberapa siswa mungkin masih menghadapi kesulitan dalam menentukan jurusan yang tepat, pendekatan yang holistik ini membuktikan keberhasilannya dalam membimbing siswa menuju pilihan studi lanjut yang sesuai dengan potensi dan minat mereka, serta mendukung mereka dalam mengatasi berbagai hambatan yang mungkin mereka hadapi dalam proses tersebut. Pembahasan tentang penentuan studi lanjut siswa kelas XII di sekolah MAPN 4 Medan menunjukkan hasil temuan bahwa penentuan studi lanjut sudah dilakukan dengan baik oleh guru BK, guru kelas, guru mata pelajaran, orangtua dan siswa yang ikut andil di dalamnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK dan siswa, peneliti melihat bahwa penentuan studi lanjut pada MAPN 4 Medan dilakukan dengan memberikan layanan BK mencakup layanan akan informasi, layanan konseling individu, bimbingan karier, layanan penempatan dan penyaluran, bimbingan kelompok, konseling kelompok, pemberian sosialisasi pada siswa, dan pengaplikasian tes minat bakat dalam menentukan studi lanjut agar tidak salah dalam menentukan jurusan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Dinda selaku guru BK di MAPN 4 Medan diperoleh data pada hari rabu, 12 Juni 2024 tepatnya pada jam 09. 00 WIB di ruang BK menjelaskan bahwa : AuBiasanya perencanaan karier siswa dilakukan di kelas XII itu diakhir semester 1, mereka biasanya mengikuti SNAMPTN, siswa harus mengetahui dengan jelas mau mengambil jurusan apa, dan segala Jadi pertengahan semester I kami sudah mulai memberikan bimbingan karier dan layanan BK kepada siswa terutama layanan informasi dan bimbingan karier. Kami panggil seluruhnya untuk berkumpul di aula lalu kami cerita-cerita tentang jurusan, dan universitas. Sekitar bulan 11 siswa mengikuti asesmen tes bakat minat tanpa ada terkecuali, yang diadakan kemendikbud, untuk mengetahui bakat minat siswa secara online. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Sari. & Khairuddin. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. lalu kemendikbud sendiri yang mengeluarkan hasilnya dan guru BK yang ada di sekolah ini yang akan membacakan hasil asesmennya dan menentukan siswa cocoknya dimana, maunya apa, disitu kita lebih ke bimbingan konseling kepada beberapa anak yang bingungAy. Perlu diketahui bahwa kelanjutan studi akan mengarahkan siswa dalam memilih studi di lingkungan baru yang tentunya berada pada tingkatan baru. Adanya variasi studi lanjut di sekolah tingkat atas menuntut adanya kegiatan memilih. Memilih tidak berarti sekedar memilih ke mana setelah lulus SLTA nanti, tetapi menuntut relevansi latar belakang pendidikan di SLTA, potensi, bakat, minat bahkan kemampuan ekonomi keluarga. Istirahayu dkk . menjelaskan bahwa pemilihan studi lanjut adalah menjatuhkan pilihan keputusan studi lanjut dari berbagai alternatif yang berkaitan dengan studi lanjut atau pendidikan lanjutan yang lebih tinggi. Lebih lanjut dikemukakan bahwa pemilihan studi lanjut adalah suatu proses penempatan dalam pemilihan kelanjutan studi siswa. Hal ini memberikan suatu penegasan bahwa pemilihan studi lanjut merupakan suatu pemilihan dari berbagai pilihan tingkat sekolah yang ada, sehingga keputusan tersebut menjadi suatu proses yang akan menentukan keberhasilan para siswa setelah lulus dari sekolah Seharusnya siswa khususnya kelas XII sudah mampu menentukan karier yang akan dipersiapkan untuk masa depan. Kenyataan dilapangan, siswa hanya dihadapkan pada berbagai pilihan hidup yang terkait dengan pendidikan yaitu pemilihan studi lanjut. Banyaknya siswa SLTA yang tidak dipersiapkan untuk siap memasuki dunia kerja dalam rangka mencari nafkah, tetapi hanya dipersiapkan untuk memasuki studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi menjadi suatu permasalahan penyuluhan studi lanjut yang perlu dikritisi dan dikembangkan. Masih banyak ditemukan permasalahan karier, diantaranya siswa belum mampu untuk menentukan studi lanjutan ke jenjang perguruan tinggi, selain itu siswa juga belum mampu untuk memilih jurusan secara baik yang sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat yang dimilikinya, dan masih cenderung terpengaruh oleh orang lain serta orangtua yang mungkin tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa (Istirahayu. Mayasari. Fitriyadi, & Damayanti, 2. Untuk mengentaskan permasalahan diatas, peneliti melihat solusi pada implementasi konseling dan mekanisme penentuan studi lanjut di sekolah MAPN 4 Medan yang sesuai dengan teori Gladding. Keberhasilan MAPN 4 Medan telah membuat siswanya mampu untuk menentukan perencanaan studi lanjut dengan baik. Hal ini menjadi alasan fundamental informasi tentang bagaimana keberhasilan implementasi konseling dalam penentuan studi lanjut yang mereka lakukan harus di kupas secara mendalam. Beberapa dimensi yang peneliti amati koheren antara realitas lapangan di MAPN 4 Medan dan dimensi teori Gladding antara lain adanya urgensi akan penilaian diri, identifikasi alternatif jabatan . yang dapat diinterpretasikan pula sebagai alternatif kejuruan, tinjauan informasi jabatan . , tinjauan informasi program perencanaan . , dan membuat pilihan jabatan/ kejuruan dengan hati-hati . Keseluruhan proses penentuan studi lanjut siswa di MAPN 4 Medan ini didukung oleh guru BK, guru kelas, guru mata pelajaran, orangtua, dan siswa secara kolaboratif dimana guru Bklah yang menjadi otak dari terjalankannya program penentuan studi lanjut tersebut Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK terlihat bahwa mekanisme penentuan studi lanjut siswa kelas XII di sekolah MAPN 4 Medan sudah dilakukan dengan baik sejalan dengan indikasi baiknya penentuan studi lanjut yang mencakup adanya pemberian pemahaman studi lanjut kepada siswa, penyesuaian pilihan studi, melihat daya tampung jurusan/peluang diterima serta membuat pilihan jabatan dengan hati-hati berdasarkan bakat, minat, dan kemampuan masing masing sisw. Beberapa aspek yang peneleti amati perlu diangkat sebagai pembahasan dari penentuan studi lanjut antara lain: Pemberian Pemahaman Siswa Tentang Potensi Minat dan Bakat yang Dimiliki (Berbasis Tes Bakat dan Minat Sisw. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK MAPN 4 Medan. Peneliti menemukan bahwa proses penentuan studi lanjut bagi siswa dipandu dengan cermat oleh para guru Bimbingan Konseling (BK) yang berfokus pada pemahaman diri siswa. Terlihat setiap tahun, siswa kelas XII menjalani serangkaian bimbingan karier yang komprehensif untuk mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, potensi, minat, bakat, dan kemampuan mereka. Setiap Guru BK tidak hanya berkewajiban memberikan informasi tentang berbagai pilihan studi lanjut, tetapi juga mengadakan tes minat dan bakat guna membantu siswa dalam membuat keputusan yang tepat. Pendekatan yang diimplementasikan di MAPN 4 Medan ini dikonstruksi berdasarkan pada teori-teori psikologi seperti teori Gladding, yang menekankan pentingnya pemahaman diri dalam proses pengambilan keputusan pendidikan. Namun, meskipun ada upaya yang signifikan dari pihak sekolah, wawancara dengan guru BK dan siswa juga mengungkapkan adanya tantangan. Beberapa siswa ditemukan masih merasa ragu-ragu dalam memilih studi lanjut karena mereka memiliki keterbatasan menangkap informasi sehingga kurangnya informasi yang memadai memaksa peranan guru BK yang lebih intens terhadap beberapa siswa secara kasuistik. Para guru BK di MAPN 4 Medan dituntut untuk terus berupaya memberikan bimbingan ekstra dan informasi yang lebih Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyahA mendalam kepada siswa yang membutuhkan, dengan harapan para siswa dapat meningkatkan keyakinan mereka ketika memutuskan penentuan studi lanjut yang hendak mereka jalani. Menurut para guru BK di MAPN 4 Medan, peranan orangtua menjadi faktor kunci dalam proses penentuan studi lanjut siswa ini. Sebab para siswa hanya memiliki waktu terbatas dalam lingkungan pendidikan kelembagaan sekolah, sedangkan aspek pendidikan keluarga tidak dapat dikesampingkan. Oleh karena itu pihak sekolah mewajibkan orantua untuk tidak hanya memberikan dukungan emosional kepada anak-anak mereka tetapi juga berperan dalam membantu memahami bakat, minat, dan kecerdasan siswa. Oleh karena itu selain memberkan layanan informasi akan bakat minat kepada siswa. Para guru BK juga diharuskan memberikan penyuluhan tersebut kepada orangtua siswa. Alhasil, dengan mendukung proses pengambilan keputusan, orangtua dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkem-bangan akademik dan pribadi anak-anak mereka sehingga memastikan siswa dapat merasa nyaman dan yakin dengan pilihan studi lanjut. Sebagai hasil dari upaya kolaboratif antara guru BK, siswa, dan orangtua. Peneliti melihat bahwa MAPN 4 Medan sudah berkomitmen untuk terus meningkatkan proses penentuan studi lanjut. Dengan memanfaatkan pemahaman diri yang mendalam dan dukungan yang kuat dari berbagai pihak. Sehingga sekolah ini tidak hanya berorientasi untuk mencetak siswa yang sukses secara akademis tetapi juga individu yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan penuh harapan. Memberikan Informasi Berkaitan Pemilihan Jurusan Perguruan Tinggi Berdasarkan wawancara di MAPN 4 Medan, peneliti menemukan bahwa proses penentuan studi lanjut siswa mengandalkan peran kritis guru Bimbingan Konseling (BK) untuk menyediakan informasi yang mendalam dan Peneliti melihat bahwa setiap tahun siswa kelas XII menghadapi tantangan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan kelebihan, minat, dan potensi mereka. Disini Guru BK tidak hanya berkewajiban memberikan brosur dari berbagai perguruan tinggi, tetapi juga menyediakan tautan ke situs web yang mengandung informasi terperinci tentang jurusan, daya saing, kuota, dan jumlah peminatnya. Layanan informasi ini bertujuan agar siswa memiliki pemahaman yang komprehensif sebelum membuat keputusan. Hasil wawancara dengan guru BK dan siswa di MAPN 4 Medan menunjukkan bahwa para siswa kini mampu mengakses informasi secara mandiri melalui internet tentang perguruan tinggi, jurusan, dan biaya Kemampuan ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang matang dan sesuai dengan kemampuan ekonomi pribadi serta potensi akademik yang mereka miliki. Selain itu, guru BK juga diwajibkan aktif dalam memberikan informasi terkait tes minat bakat kepada siswa yang membantu mereka menemukan bidang atau jurusan yang cocok dengan bakat dan kemampuan siswa. Sehingga nantinya siswa dapat memilih dengan konkruen/sesuai serta percaya diri akan studi lanjut yang hendak dijalani. Tentunya dengan resiko penyesalan di masa depan yang sudah diantisipasi secara matang Pendekatan ini sejalan dengan teori Gladding yang menekankan pentingnya mempertimbangkan daya tampung jurusan dan persaingan untuk diterima di perguruan tinggi. Peneliti melihat bahwa siswa di MAPN 4 Medan didorong untuk mempertimbangkan persiapan yang matang agar dapat bersaing dengan baik dalam memasuki jurusan pilihannya. Dengan demikian, proses penentuan studi lanjut di MAPN 4 Medan tidak hanya melibatkan pengadaan informasi yang komprehensif, tetapi juga bimbingan aktif dari guru BK yang sudah memastikan siswa mampu membuat keputusan tepat sesuai dengan potensi dan minat mereka. Pengarahan Siswa untuk Mempertimbangkan Jurusan yang Dipilih (Suatu Antisipasi Kesalahan dalam Pemilihan Jurusan Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan guru BK di MAPN 4 Medan. Peneliti melihat bahwa sekolah sudah aktif menyoroti pentingnya tahapan tinjauan informasi kejuruan yang dalam bahasa Gladding sering disebut informasi akan jabatan dalam menentukan studi lanjut siswa. Terlihat bahwa guru BK di sekolah ini memainkan peran kunci dalam memahami dengan seksama kebutuhan individu siswa dan secara menyeluruh mempertimbangkan aspek-aspek tersebut dalam membimbing mereka ketika memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat masing-masing. Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memperoleh pendidikan lanjutan yang tepat secara akademis, tetapi juga mampu untuk memilih bidang yang sesuai dengan aspirasi karier mereka di masa depan, sekaligus mencerminkan minat dan bakat yang mereka Hasil dari wawancara dengan guru BK dan siswa di MAPN 4 Medan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki kemampuan mengidentifikasi jurusan dan perguruan tinggi yang sesuai dengan minat serta bakat mereka. Terlihat mereka aktif terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang relevan untuk mengasah dan mengembangkan bakat mereka, sehingga memudahkan proses penerimaan di perguruan tinggi dan jurusan yang mereka inginkan. Aktivitas ekstrakurikuler ini tidak hanya memperkaya pengalaman mereka selama di sekolah. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Sari. & Khairuddin. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. tetapi juga membantu mereka membangun portfolio yang kuat untuk persiapan masuk ke dunia perguruan Dengan demikian, siswa di MAPN 4 Medan tidak hanya diberi landasan akademis yang kuat, tetapi juga dibekali dengan pemahaman yang mendalam tentang realitas dunia kerja. Para guru BK terlihat berperan aktif sebagai fasilitator penting yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membimbing siswa dalam mengembangkan visi karier yang jelas dan berkelanjutan. Alhasil, secara keseluruhan pendekatan holistik dalam penentuan studi lanjut di MAPN 4 Medan menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan formal dengan pemahaman diri yang dalam serta persiapan karier yang matang. Dengan keterlibatan aktif dari guru BK, sekolah ini berkomitmen untuk membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dalam memilih dan mengejar jalur pendidikan yang sesuai dengan impian dan keahlian mereka. Pemberian Layanan BK dan Bimbingan Karier dalam Penentuan Studi Lanjut Siswa Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di MAPN 4 Medan. Terlihat bahwa sekolah menyoroti pentingnya melakukan tinjauan informasi program perencanaan dalam proses penentuan studi lanjut siswa. Beberapa pihak yang terlibat dalam program ini yaitu Guru BK, guru mata pelajaran, siswa, orangtua, dan pihak sekolah. Keseluruhan pihak tersebut dituntut untuk bekerja sama dalam mengumpulkan informasi yang akurat mengenai bakat, minat, kemampuan, serta kelemahan siswa. Data ini menjadi landasan utama guru BK dan siswa dalam mempertimbangkan pemilihan jurusan yang sesuai dengan karakteristik unik setiap siswa. Guru BK di MAPN 4 Medan memegang peran kunci dalam menyediakan layanan informasi dan bimbingan karier yang komprehensif. Mereka tidak hanya memberikan informasi tentang perguruan tinggi dan berbagai jurusan yang tersedia, tetapi juga melakukan tes minat bakat untuk mendalami lebih lanjut potensi dan minat Pendekatan ini membantu siswa memahami diri mereka dengan lebih baik dan mengatasi tantangan yang mereka hadapi dalam memilih jurusan yang tepat. Sekolah MAPN 4 Medan telah berhasil mengintegrasikan layanan BK dengan baik dalam proses penentuan studi lanjut siswa. Guru BK tidak hanya menyediakan layanan konseling individu tetapi juga bimbingan kelompok, penempatan, dan penyaluran yang mendukung siswa dalam mengambil keputusan yang terinformasi tentang pendidikan mereka selanjutnya. Melalui wawancara dengan guru BK di MAPN 4 Medan. Peneliti melihat bahwa guru BK secara aktif terlibat dalam memberikan informasi yang relevan tentang perguruan tinggi, jurusan, dan dunia kerja kepada siswa kelas XII. Kolaborasi dengan orangtua siswa dan guru mata pelajaran juga menjadi penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku dan preferensi siswa dalam konteks Dengan demikian, melalui kerja sama yang baik antara guru BK, guru mata pelajaran, orangtua siswa, dan pihak sekolah. Siswa di Sekolah MAPN 4 Medan didorong untuk membuat keputusan studi lanjut yang tepat dan sesuai dengan potensi serta minat mereka. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan siswa yang terinformasi secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan keyakinan dan kesiapan yang kuat. Guru BK diwajibkan untuk mampu memberikan informasi komprehensif tentang berbagai universitas, program studi, dan detail biaya kuliah yang sangat krusial terutama bagi siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Selain peranan aktif dari guru BK yang dominan, dukungan dari orangtua pada proses konseling juga diharuskan kehadirannya untuk memastikan siswa mendapat dukungan penuh terhadap keputusan studi lanjut mereka ambil. Berdasarkan wawancara dengan guru BK ada beberapa layanan yang sering digunakan untuk membantu siswa dalam menentukan studi lanjut yaitu: Implemantasi Layanan Informasi Berdasarkan wawancara dengan guru BK di sekolah MAPN 4 Medan, terlihat bahwa layanan informasi memainkan peranan sangat penting dalam menentukan rencana studi lanjut siswa khususnya kelas XII, karena masih terdapat sebagian siswa yang awam dan kurang informasi mengenai perguruan tinggi, jurusan serta biaya selama menjalankan perkuliahan baik biaya SPP maupun biaya hidup. Maka dari itu guru BK turut memberikan informasi kepada siswa khususnya kelas XII mengenai pendidikan lanjutan dengan membagikan brosur ataupun link web site yang bisa diakses oleh siswa terkait informasi lengkap tentang universitas, jurusan, biaya, jumlah kuota serta jumlah peminat, sehingga siswa dapat mempertimbangkan studi lanjut yang akan diambil. Siswa juga mencari dan menanyakan informasi kepada guru BK tentang seputaran studi lanjut. Dalam menentukan studi lanjut guru BK hanya membantu mengarahkan, memberikan saran, dan pilihan karier agar siswa tidak ketinggalan informasi, sedangkan yang memutuskan studi lanjut yaitu siswa itu sendiri. Selain itu, layanan informasi juga mecakup proses pendaftaran perguruan tinggi, seperti persiapan ujian masuk, pengisian formular aplikasi, dan penulisan esai. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyahA Senada dengan pandangan Prayitno yang menyatakan bahwa layanan informasi merupakan penyam-paian berbagai informasi kepada peserta layanan supaya individu dapat mengolah dan memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan hidup dan perkembangannya (Azhar & Daharnis, 2. Begitupun menurut pandangan Gladding bahwa layanan informasi merupakan layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa . menerima dan memahami berbagai informasi seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan siswa (Hidayati, 2. Berdasarkan wawancara dengan guru BK di sekolah MAPN 4 Medan, layanan informasi memegang peran penting dalam menentukan rencana studi lanjut siswa kelas XII. Hal ini disebabkan peneliti melihat sebagian siswa masih memiliki keterbatasan informasi mengenai perguruan tinggi, jurusan, serta biaya yang terkait dengan perkuliahan, termasuk biaya SPP dan biaya hidup. Untuk mengatasi hal ini, guru BK di MAPN 4 Medan terlihat aktif memberikan informasi kepada siswa dengan cara membagikan brosur dan membe-rikan link website yang dapat diakses siswa untuk mendapatkan informasi lengkap tentang universitas, jurusan, biaya studi, kuota penerimaan, dan jumlah peminat. Dengan adanya informasi ini, siswa diharapkan dapat lebih terinformasi dan mempertimbangkan pilihan studi lanjut mereka dengan lebih matang. Namun bagi siswa yang memiliki permasalahan kasuistik dalam mencerna informasi, maka guru BK di MAPN 4 Medan melakukan konseling khusus dengan berbasis evaluasi dan pemberian layanan informasi berkali-kali pada siswa. Sehingga seluruh siswa mampu mencerna dan mengakses informasi terkait studi lanjut. Implementasi Bimbingan Karier Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK di MAPN 4 Medan, peneliti melihat bahwa layanan bimbingan karier memegang peran sentral dalam membantu siswa menentukan studi lanjutya. Guru BK tidak hanya menyediakan informasi tentang berbagai program studi di perguruan tinggi, tetapi juga membimbing siswa dalam memahami minat, bakat, dan nilai-nilai pribadi yang mempengaruhi pilihan karier dan pendidikan lanjut Pendekatan ini bertujuan untuk membantu siswa mengidentifikasi tujuan karier jangka panjang serta merencanakan jalur pendidikan yang sesuai dengan bidang dan kemam-puan mereka. Sekolah MAPN 4 Medan, mengharuskan guru BK melakukan evaluasi mendalam terhadap potensi dan kelemahan siswa, kemudian memberikan saran tentang bidang studi yang cocok dengan minat dan kemampuan siswa mereka. Selain itu, guru BK juga menyediakan informasi tentang tren pasar kerja, peluang karier di masa depan, serta keterampilan yang diperlukan untuk berhasil dalam karier tertentu. Layanan bimbingan karier di MAPN 4 Medan mencakup persiapan siswa untuk proses pendaftaran pergu-ruan tinggi, ujian masuk, serta pengembangan keterampilan seperti menulis esai aplikasi dan melakukan wawancara. Peneliti mengamati bahwa guru BK di MAPN 4 Medan menerapkan pendekatan personal dalam bimbingan karier, di mana siswa diberi kesempatan untuk berbicara secara pribadi tentang harapan, impian, dan tantangan mereka terkait studi lanjut dan karier. Pendekatan ini sesuai dengan pandangan Houghes yang menganggap konseling karier sebagai upaya untuk landasan perencanaan perkebangan karier yang dinamis sepanjang hidup Alhasil keseluruhan implementasi layanan bimbingan karier yang disediakan oleh guru BK di MAPN 4 Medan tidak hanya mendukung siswa dalam memilih studi lanjut yang sesuai, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia pendidikan tinggi dan pasar kerja di masa depan. Dengan adanya bimbingan yang komprehensif ini siswa dapat lebih percaya diri dan siap untuk mengambil langkah berikutnya dalam perjalanan pendidikan dan karier mereka. Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling Individu Berdasarkan wawancara dengan guru BK di sekolah MAPN 4 Medan, layanan bimbingan dan konse-ling memainkan peran yang sangat penting untuk membantu siswa merencanakan studi lanjut. Terlihat guru BK melakukan sesi bimbingan konseling yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai potensi, kemampuan, kelemahan, minat, dan bakat mereka. Hal ini dilakukan agar siswa dapat lebih baik mengenali diri sendiri dan mengaitkan informasi tersebut dengan pilihan studi lanjut yang akan mereka Selain itu, peneliti mengamati bahwa selama sesi bimbingan konseling, guru BK juga diharuskan memberikan rekomendasi jurusan yang sesuai dengan potensi, kemampuan, dan minat siswa. Tujuannya adalah agar siswa dapat membuat keputusan yang lebih terarah dan tepat dalam menentukan jurusan yang akan mereka pelajari di perguruan tinggi. Konsep konseling individu ini sejalan dengan penelitian Setyaningrum . yang menggaris-bawahi bahwa layanan ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan bimbingan secara langsung melalui tatap muka dengan konselor atau guru pembimbing. Melalui sesi konseling individu ini, peneliti melihat bahwa siswa MAPN 4 Medan dapat membahas secara lebih mendalam tentang berbagai permasalahan yang mereka hadapi, termasuk pertimbangan terkait studi lanjut dan karier. Dengan adanya layanan bimbingan dan konseling yang Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Sari. & Khairuddin. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. terstruktur dan berfokus pada kebutuhan individual siswa, diharapkan studi dapat mengambil keputusan studi lanjut yang lebih matang dan sesuai dengan bakat minat. Hal ini sejalan dengan upaya untuk persiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan yang lebih baik dengan pendidikan koheren pada bakat dan kemampuan siswa. Efektivitas Penentuan Studi Lanjut Siswa Kelas XII Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Dinda selaku guru BK di MAPN 4 Medan diperoleh data pada hari rabu, 21 Juni 2024 tepatnya pada jam 09. 00 WIB di ruang BK menjelaskan bahwa: AuKami kan disini punya IPA ada 3 kelas. IPS ada 2 kelas. IA nya 2, jadi kami ada tiga jurusan. Kalau ditanya keseluruhan tau gak mereka potensinya tidak semuanya, tapi ada beberapa yang jelas dia maunya apa, bakatnya apa, dan apa yang harus dia lakukan. Untuk lulus tidaknya, sebagian besar siswa lulus dan diterima di perguruan tinggi pilihannyaAy Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Dinda, selaku guru BK di sekolah MAPN 4 Medan, terlihat bahwa penentuan studi lanjut siswa di sekolah tersebut melibatkan beberapa indikator utama untuk menilai Berikut adalah poin-poin penting yang bisa ditarik dari wawancara tersebut: . Keberhasilan siswa dalam diterima di perguruan tinggi: Evaluasi yang peneliti lakukan berdasarkan observasi data alumni sekolah, terlihat bahwa sebagian besar siswa MAPN 4 Medan berhasil lulus dan diterima di perguruan tinggi Hal ini menunjukkan bahwa proses bimbingan karier dan penentuan studi lanjut yang dilakukan oleh guru BK berjalan efektif, . Peran orangtua dalam membiayai pendidikan lanjutan: hasil wawancara dengan guru BK dan siswa bahwa kemampuan orangtua dalam membiayai pendidikan lanjutan memang menjadi menjadi faktor penting di lapangan. Guru BK diwajibkan secara aktif memberikan informasi tentang beasiswa dan mengadakan sesi khusus dengan orangtua siswa untuk membahas rencana keuangan keluarga, . Program bimbingan karier dan tes minat bakat: Peneliti melihat sekolah MAPN 4 Medan memiliki berbagai program, termasuk bimbingan karier dan tes minat bakat. Program bimbingan karier disini meliputi sesi konseling individu, di mana guru BK membantu siswa dalam memahami potensi, minat, dan bakat mereka serta mengaitkannya dengan pilihan studi lanjut. Tes minat dan bakat dilakukan berdasarkan tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan hasilnya digunakan untuk memberikan rekomendasi yang tepat mengenai pilihan studi lanjut. Kerjasama dengan perguruan tinggi: Guru BK menjelaskan bahwa sekolah MAPN 4 Medan memiliki kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi. Kerjasama ini mencakup sosialisasi dan kunjungan ke kampus-kampus tujuan studi, serta undangan kepada perwakilan perguruan tinggi untuk memberikan informasi kepada siswa di sekolah. Hal ini membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai program studi dan prospek karier di perguruan Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru BK di sekolah MAPN 4 Medan menjalankan peran yang penting dalam membantu siswa dan orangtua untuk menentukan studi lanjut yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka. Melalui berbagai program dan layanan yang disediakan, para guru BK berusaha untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan bimbingan yang komprehensif dan informasi yang akurat untuk membuat keputusan studi lanjut yang tepat. Guru BK MAPN 4 Medan juga menjelaskan bahwa, mereka dapat menilai efektivitas program studi lanjut melalui beberapa cara. Pertama, guru BK melihat tingkat keberhasilan siswa yang diterima di perguruan tinggi. Kedua, guru BK mengumpulkan feedback dari siswa dan orangtua mengenai program yang telah dilaksanakan. Ketiga, guru BK memantau perkembangan siswa selama perkuliahan melalui program alumni. Dari evaluasi yang guru BK lakukan, program ini cukup efektif dalam membantu siswa menentukan pilihan studi lanjut yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa di MAPN 4 Medan diperoleh data pada tanggal 28 Juni 2024 tepatnya pada jam 09. 00 WIB di ruang BK menjelaskan : Informan 1 Au Saya masih bingung dengan kemampuan saya dan masih mencari tahu buk saya lebih mendalamnya dimana Saya sering berbincang-bincang dengan guru BK untuk membahas tentang hal ini buk. Kalau cita-cita saya sudah tahu buk, cuman persiapannya saya rasa masih kurang buk karena masih banyak yang harus saya pelajari Kalau untuk jurusan karena saya pengennya jadi pengusaha saya tertarik mengambil jurusan manajemen bisnis buk, pokoknya jurusan yang berkaitan bisnis dan pengusahalah buk. Makanya kalau guru BK memberikan dan menjelaskan tentang karier saya akan mendengarnya dengan antusias buk dan alhamdulillah saya sudah bisa menentukan nanti mau ngambil jurusan dan di universitas apa setelah diarahkan ibuAy Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyahA Informan 2 AuKalau saya sudah tahu buk kedepannya mau kemana, soalnya saya sudah beberapa bertanya kepada guru BK, guru yang lain juga, kepada senior yang sudah lulus dan keluarga juga tentang arahnya mau kemana. Kalau jurusan setelah lulus nanti buk saya sudah tahu jurusan yang mau saya ambil dan saya sudah memmikirkanya dengan matang-matang buk, karena saya menyesuaikan dengan bidang yang saya bisa. Kalau seberapa paham saya tentang jurusan yang saya ambil, saya sangat paham buk. Saya selalu mengikuti arahan dari guru BK supaya tidak salah jurusan dan sesuai dengan kemampuan saya nantinya buk dan adanya dukungan juga dari orangtuaAy. Informan 3 Au Saya juga masih mencari tahu kemampuan saya buk. Saya juga sering mendiskusikannya dengan guru BK dan keluarga terkait hal ini buk. Kalau mengenai cita-cita sih, untuk saat ini saya inginnya menjadi guru karena menurut saya menjadi seorang guru cukup menjanjikan masa depan saya nantinya buk dan keluarga juga Jadi saya selalu meminta arahan guru BK dan keluarga saya, kalau guru BK memberikan informasi dan bimbingan karier saya akan mendengarkannya dengan seksama buk. Jadi kedepannya saya tidak bingung lagi bu mau nagmbil jurusan apaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa MAPN 4 Medan menunjukkan bahwa pada dasarnya sudah ada siswa yang mengetahui letak potensi, minat, dan kemampuan dirinya. Sehingga siswa mampu memutuskan studi lanjut yang akan di ambil. Namun, masih ada juga siswa yang belum mampu mengetahui potensi, bakat, minat serta kekurangan yang ada dalam dirinya yang membuat siswa tersebut mengalami kebingungan dan ragu dalam memilih studi lanjut. Selain dari faktor internal diri, aspek eksternal seperti wawasan dan pengetahuan siswa tentang informasi universitas, jurusan, dunia kerja yang masih kurang dan terbatas. Turut menjadi alasan siswa kedepannya menjadi bingung, cemas dan ragu dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang hendak diambilnya. Apabila ini gagal diantisipasi pasti akan menyebabkan siswa terjebak dalam dunia yang termarginalkan efek daya saing pasar bebas yang cukup tinggi, banyaknya jumlah pengangguran setelah lulus kuliah, serta banyaknya alumni sekolah yang bekerja tidak sesuai dengan kemampuan atau jurusan yang diambil saat kuliah di perguruan tinggi. Sehingga berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan pada siswa MAPN 4 Medan, para siswa mengatasinya dengan mencari solusi menjumpai guru BK dalam rangka mencari informasi tentang potensi, kemampuan, dan bidangnya. Guru BK akan secara responsive memberikan layanan informasi, bimbingan karier, konseling individu, serta layanan penempatan dan penyaluran kepada siswa untuk menambah pemahaman siswa tentang pendidikan lanjut. Selain itu pihak sekolah beserta guru BK akan berkoordinasi dengan pihak keluarga dalam rangka meminta dukungan, solusi dan saran sehingga siswa tidak salah dalam mengambil keputusan studi lanjut tentunya pula berkaitan dengan background keluarga seperti finansial, agama, adat dan lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK dan siswa di MAPN 4 Medan, terdapat beberapa temuan dan upaya yang dilakukan sekolah dalam mengatasi tantangan pada penentuan studi lanjut siswa: . Meningkatkan tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa tentang studi lanjut: Sebagian siswa telah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang potensi, minat, dan kemampuan mereka sehingga dapat memutuskan pilihan studi lanjut dengan lebih percaya diri. Namun karena masih ada siswa yang belum sepenuhnya mengenali potensi, bakat, dan minat mereka sendiri. Hal ini menyebabkan kebingungan dan keraguan dalam memilih studi lanjut yang tepat. Antisipasi keterbatasan pengetahuan tentang perguruan tinggi dan dunia kerja: Banyak siswa yang masih memiliki wawasan terbatas mengenai informasi universitas, berbagai jurusan yang tersedia, dan prospek karier di masa depan. Ketidakpastian ini sering kali membuat siswa merasa cemas dan ragu mengenai prospek pekerjaan setelah lulus. Peningkatan peran guru BK dalam memberikan layanan bimbingan . : Guru BK di MAPN 4 Medan memainkan peran yang krusial dalam membantu siswa mengatasi tantangan ini. Mereka memberikan layanan informasi lengkap tentang perguruan tinggi, program studi, biaya pendidikan, dan prospek karier. Selain itu, sebagaimana diketahui guru BK di MAPN 4 Medan juga wajib memberikan bimbingan karier, konseling individu, serta layanan penempatan dan penyaluran untuk membantu siswa memahami dan mengeksplorasi opsi pendidikan lanjut yang sesuai. Melakukan evaluasi efektivitas program: Guru BK di MAPN 4 Medan, harus mengevaluasi efektivitas program bimbingan karier dengan beberapa cara, antara lain melalui tingkat keberhasilan siswa untuk diterima pada perguruan tinggi pilihan mereka, pengumpulan feedback dari siswa dan orangtua, serta memantau perkembangan alumni selama Evaluasi ini menunjukkan bahwa program yang dilakukan cukup berhasil dalam membantu siswa menentukan pilihan studi lanjut yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Koordinasi dalam peningkatan dukungan dari keluarga: Siswa juga dikondisikan untuk mendapat dukungan dari keluarga mereka dalam proses pengambilan keputusan studi lanjut. Dukungan ini penting untuk mengurangi ketidakpastian siswa dalam memilih jurusan dan memperoleh keyakinan bahwa pilihan mereka akan sesuai dengan kemampuan diri, keluarga dan minatnya. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Sari. & Khairuddin. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Dengan adanya berbagai layanan dan dukungan yang diberikan oleh guru BK serta partisipasi aktif siswa dan orangtua, peneliti melihat hal inilah yang menjadi alas an siswa SMPN 4 Medan dapat mengambil keputusan studi lanjut dengan lebih percaya diri, dan mempersiapkan diri dengan baik untuk masa depan Pemetaan Determinan yang Mempengaruhi Penentuan Studi Lanjut Siswa Kelas XII Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Dinda selaku guru BK di MAPN 4 Medan diperoleh data pada hari JumAoat, 05 Juli 2024 tepatnya pada jam 09. 00 WIB di ruang BK menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi penentuan studi lanjut siswa kelas XII di MAN 4 Medan, yaitu minat dan bakat siswa, dukungan keluarga, prestasi akademik, kondisi finansial, dan teman sebaya. Kalau faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan study lanjut siswa sih ada beberapa . minat dan bakat siswa, tentunya untuk menentukan study lanjut siswa harus tahu dulu potensinya dimana, kemampuannya dimana, dan bidang apa yang diminati oleh siswa. Dukungan orang tua berperan penting dalam dalam menentukan studi lanjut siswa bahkan ada juga orang tua yang menentukan jurusan anaknya meskipun tidak sesuai dengan keinginan si anak. Jadi kami guru BK mengajak orang tua untuk mendiskusikan study lanjut siswa terkait universitas, jurusan, kuota, biaya kuliah dan memastikan adanya dukungan orangtua terhadap keputusan study lanjut siswa. selanjutnya, finansial, dari yang saya lihat faktor finansial keluarga juga sangat berpengaruh karena ada beberapa orang tua siswa yang mendatangi guru BK untuk mencari informasi beasiswa, biaya kuliah yang bisa dijangkau supaya anaknya bisa melanjutkan pendidikannya. Prestasi akademik, faktor ini juga sangat berpengaruh dalam penentuan study lanjut siswa, . teman sebaya juga dapat memberikan motivasi dan informasi mengenai study lanjut. Bahkan dari yang saya amati, keputusan yang diambil oleh teman dapat mempengaruhi dan mempertimbangkan dalam menentukan pilihan study lanjut merekaAy Hasil wawancara dengan guru BK dan siswa di sekolah MAPN 4 Medan, membuat peneliti bersama-sama guru BK MAPN 4 Medan mampu merumuskan determinan dari penentuan studi lanjut siswa kelas XII, antara lain sebagai berikut: Faktor Minat dan Bakat Siswa Hasil penelitian di sekolah MAPN 4 Medan menunjukkan bahwa faktor minat dan bakat sangat mempengaruhi penentuan studi lanjut siswa khususnya kelas XII. Ini dikarenakan masih ada sebagian siswa yang belum mengetahui potensi, kemampuan, bakat, dan minatnya sehingga siswa tersebut menjadi bingung dan ragu untuk memilih jurusan yang sesuai dengan bidangnya. Maka dari itu, guru BK melakukan tes minat bakat untuk mengetahui letak kemampuan, bidang yang sesuai dan cocok dengan kondisi diri siswa. Dengan hasil tes minat bakat tersebut, peneliti melihat itu dapat mempermudah guru BK memberikan pemahaman dan merekomendasikan jurusan yang cocok dengan siswa yang diasuhnya. Menurut Bigham bakat sebagai kondisi atau kemampuan yang dimiliki seseorang dapat dikem-bangkan dalam suatu latihan khusus akan kecakapan, peningkatan pengetahuan, dan keterampilan khusus (Anggraini. Utami & Rahma, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK MAPN 4 Medan, peneliti melihat faktor minat dan bakat siswa memang memiliki peran penting dalam penentuan studi lanjut siswa di sekolah tersebut terutama pada tingkat kelas XII. Terlihat beberapa siswa masih menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi potensi, kemampuan, bakat, dan minat mereka sendiri. Ketidakpahaman ini sering kali menyebabkan kebingungan dan keraguan dalam memilih jurusan yang sesuai dengan bidang yang mereka inginkan. Hasil wawancara di sekolah MAPN 4 Medan, guru BK memiliki peran krusial untuk membantu siswa mengatasi tantangan terkait studi lanjut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menye-lenggarakan tes minat bakat, penyelenggaraan tes mampu mengidentifikasi potensi siswa dalam berbagai bidang, baik itu akademik maupun non-akademik. Hasil dari tes minat bakat ini kemudian digunakan oleh guru BK dalam memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada siswa tentang potensi dan kemampuan mereka. Faktor Dukungan Guru Hasil penelitian bersama dengan guru BK di sekolah MAPN 4 Medan menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam penentuan studi lanjut siswa, terutama peran guru BK. Adapun peran guru BK dalam penentuan studi lanjut siswa yaitu membantu mengarahkan dan membimbing siswa supaya siswa tidak salah dalam memilih jurusan setelah lulus nantinya. Dimana guru BK membantu siswa memahami dirinya, memberikan informasi tekait universitas dan jurusan, memberikan informasi karier agar siswa lebih memahami tujuan masa depannya yang ingin menjadi apa, kemudian mampu secara terukur memutuskan untuk menjadi apa. Selain itu, guru BK, guru kelas, guru mata pelajaran bekerja sama untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Disini guru kelas dan guru mata pelajaran bersama-sama mendiskusikan keaktifan siswa didalam kelas, mata pelajaran yang lebih disukai dan tidak disukai siswa sebagai bahan evaluasi penentuan studi lanjut siswa. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyahA Peran guru, terutama guru BK, dalam membantu siswa menentukan studi lanjut mereka di sekolah MAPN 4 Medan hemat peneliti memanglah sangat penting. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara, terungkap bahwa guru BK memainkan peran krusial untuk membimbing siswa melalui proses pengambilan keputusan yang kompleks. Beberapa aspek penting yang dapat peneliti petakan mengenai dukungan guru dalam konteks penentuan studi lanjut siswa, yaitu: . Guru dan guru BK khususnya berperan membantu mengarahkan dan membimbing siswa: Disini guru BK tidak hanya memberikan informasi tentang universitas dan jurusan, tetapi juga membantu siswa memahami diri mereka sendiri. Termasuklah dalam cakupannya mengidentifikasi potensi, bakat, minat, dan nilai-nilai siswa yang dapat memengaruhi pilihan studi lanjut mereka. Dengan pemahaman ini, guru BK dapat memberikan panduan yang lebih pribadi dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru BK Memberikan informasi karier: Selain informasi akademik, guru BK juga diharuskan memberikan wawasan tentang karier dan prospek masa depan. Hal ini membantu siswa mempertimbangkan tujuan mereka setelah lulus, termasuk jenis pekerjaan yang ingin mereka tekuni berdasarkan jurusan yang dipilih. Guru BK harus berkolaborasi dengan guru lain: Peneliti melihat bahwa guru BK di MAPN 4 Medan telah mampu bekerja sama dengan guru kelas dan guru mata pelajaran untuk meningkatkan prestasi akademik siswa, . Mengadakan diskusi evaluasi bersama: Peneliti melihat para guru BK di MAPN 4 Medan harus terlibat dalam diskusi evaluasi bersama dengan guru lainnya dalam rangka memahami perkembangan siswa secara holistic yang meliputi aspek akademik maupun non-akademik relevan dengan proses pengambilan keputusan siswa terkait studi lanjut. Melalui pendekatan-pendekatan ini, hemat peneliti dapatlah disimpulkan bahwa guru BK di sekolah MAPN 4 Medan tidak hanya berperan sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai pembimbing dan fasilitator yang membantu siswa meraih kesuksesan dalam memilih dan mengejar jalur pendidikan lanjut yang sesuai dengan potensi dan aspirasi mereka. Faktor Dukungan Orangtua Hasil wawancara dengan guru BK dan siswa di sekolah MAPN 4 Medan menunjukkan bahwa dukungan orangtua sangat mempengaruhi siswa dalam menentukan studi lanjut. Peneliti mengamati bahwa keluarga merupakan faktor pendukung siswa untuk memutuskan studi lanjut ke perguruan tinggi. Hal ini secara logis dapat dirumuskan karena semakin kuat dukungan orangtua terhadap siswa untuk menetukan studi lanjut, maka siswa tersebut akan semakin berani memilih jurusan dan studi lanjutnya setelah tamat MAPN 4 Medan. Peneliti mengamati bahwa keluarga terutama orangtua dari siswa MAPN 4 Medan berperan sebagai pemberi dukungan emosional dan finasial terhadap siswa. Siswa MAPN 4 Medan menjelaskan bahwa motivasi dari orangtua menjadi sangat penting, seperti memberikan dorongan dan semangat kepada siswa supaya siswa lebih siap dan percaya diri dalam menentukan studi lanjut akan masa depannya. Selain itu, terfasilitasinya siswa oleh orangtua seperti pemberian kursus tambahan, bimbingan belajar, menyediakan fasilitas yang dapat mengembangkan bakat siswa. Dapat membantu siswa mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan yang akan datang khususnya menentukan studi lanjut dan masa depannya. Faktor dukungan orangtua hemat peneliti memanglah memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses penentuan studi lanjut siswa di sekolah MAPN 4 Medan, seperti yang terungkap dalam hasil wawancara dengan guru BK dan siswa. Berikut adalah poin-poin utama yang dapat peneliti rumuskan tentang pentingnya dukungan orangtua dalam konteks penentuan studi lanjut ini: . Adanya dukungan emosional dan finansial dari orangtua: Peneliti mengamati bahwa orangtua siswa MAPN 4 Medan tidak hanya memberikan dukungan finansial untuk biaya pendidikan lanjut seperti SPP dan biaya hidup, tetapi juga memberikan dukungan emosional yang membuat siswa memiliki motivasi energi psikis yang baik. Dukungan ini mencakup dorongan, semangat, dan keyakinan kepada siswa untuk memilih jurusan dan mengejar studi lanjut dengan percaya diri. Adanya motivasi dan dorongan orangtua: Motivasi dari orangtua berperan penting dalam memotivasi siswa MAPN 4 Medan untuk mencapai prestasi akademik dan mengejar pendidikan lanjut. Peneliti mengamati dorongan ini membantu siswa merasa lebih siap dan yakin dalam mengambil keputusan mengenai masa depan pendidikan mereka. Adaya bantuan orangtua dalam mencari informasi: Orangtua yang terlibat aktif sering kali membantu siswa dalam mencari informasi tentang berbagai universitas, program studi, dan peluang Dukungan ini memungkinkan siswa memiliki akses lebih baik terhadap informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. Adanya fasilitas pendukung dari orangtua: Selain dukungan finansial dan emosional, hadirnya peranan orangtua dalam proses penentuan studi lanjut siswa dapat sangat membantu pekerjaan guru BK. Ini dikarekan orangtua dapat menyediakan fasilitas tambahan terhadap siswa seperti kursus tambahan, bimbingan belajar, atau pengembangan bakat lainnya. Ini membantu siswa unutuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik yang akan mereka hadapi selama studi lanjut dan masa depan. Dengan demikian dapat disimpulkan peran orangtua sebagai pemberi dukungan dan motivasi dalam penentuan studi lanjut siswa tidak dapat diabaikan. Dukungan mereka tidak hanya membantu dalam aspek Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Sari. & Khairuddin. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. praktis seperti biaya dan informasi, tetapi juga membentuk sikap mental dan kepercayaan diri siswa untuk menghadapi tahapan penting pendidikan mereka. Faktor Teman Sebaya Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada guru BK dan siswa di MAPN 4 Medan. Peneliti menemukan faktor teman sebaya memang memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses penentuan studi lanjut siswa di Terungkap dalam pengamatan terdapat beberapa poin penting terkait faktor teman sebaya ini: . Dukungan sosial dan pemahaman: Peneliti melihat bahwa teman sebaya memberikan dukungan sosial yang penting bagi siswa dalam menentukan studi lanjut, terutama sebagaimana yang dinyatakan Harlock bahwa remaja akhir merupakan individu yang cendrung membuat klik-klik dalam dunia relasinya. Oleh karena kecendrungan itu, tentunya keberadaan teman sebaya yang memiliki minat dan bakat serupa dapat membantu siswa merasa dipahami dan didukung dalam perjalanan mereka menuju studi lanjut. Hal ini bisa meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam mengambil keputusan. Pengaruh dalam pemilihan jurusan: Keputusan yang diambil oleh teman sebaya dapat mempengaruhi pertimbangan siswa dalam memilih jurusan. Misalnya dalam pengamatan peneliti, jika banyak teman sebaya memilih jurusan tertentu seperti psikologi, siswa yang memiliki minat dan bakat serupa cenderung juga memilih jurusan yang sama akibat efek banwagon . kut-ikuta. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh sosial dari teman sebaya dapat menjadi faktor penentu dalam keputusan studi lanjut siswa. Motivasi dan semangat: Dukungan dari teman sebaya peneliti amati juga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan mencapai tujuan akademik mereka. Adanya dukungan ini dapat mendorong siswa untuk lebih fokus dan bersemangat dalam mengembangkan potensi diri baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. terakhir yaitu . Pentingnya interaksi dan hubungan: Interaksi yang baik dengan teman sebaya di MAPN 4 Medan juga terlihat membantu siswa untuk menumbuhkan keterampilan sosial yang penting secara akademik dan profesional mereka di masa depan. Hemat peneliti, hubungan yang baik dengan teman sebaya dapat memperluas jaringan sosial dan memfasilitasi pertukaran informasi dan dukungan yang saling menguntungkan. Dengan demikian dapat disimpulkan faktor teman sebaya tidak hanya memberikan dukungan emosional dan sosial, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan siswa mengenai studi lanjut mereka. Selain itu, dukungan dari teman sebaya juga dapat memperkuat keyakinan siswa dalam memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, serta memberikan motivasi tambahan dalam mencapai tujuan akademik dan karier mereka di masa depan. Faktor Finansial Keluarga Berdasarkan hasil observasi peneliti, terlihat bahwa faktor finansial keluarga memang memiliki dampak yang signifikan pada penentuan studi lanjut siswa di sekolah MAPN 4 Medan. Sebagaimana diketahui bahwa Republik Indonesia ini masihlah suatu negara berkembang dengan indeks pendapatan perkapita yang rendah sehingga berpengaruh signifikan pada rendahnya daya bayar masyarakat pada biaya pedidikan. Hasil wawancara dengan guru BK di MAPN 4 Medan memperlihatkan beberapa poin penting terkait faktor ini, mencakup: . Finansial yang dapat memfasilitasi pengembangan bakat siswa: Peneliti melihat adanya kemampuan ekonomi keluarga siswa MAPN 4 Medan memainkan peran krusial dalam mendukung siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka. Terlihat siswa yang mendapat fasilitasi ekonomi yang memadai cenderung memiliki lebih banyak akses terhadap program-program ekstra-kurikuler, kursus tambahan, atau pengalaman lain yang mendukung pengembangan bakat mereka. Hal ini sangat penting karena pengembangan bakat dan potensi akan berkontribusi besar dalam penentuan pilihan studi lanjut para siswa. Pilihan universitas dan program studi: Siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas lebih cenderung memilih universitas negeri atau program studi yang biayanya lebih terjangkau. Mereka juga terlihat akan mencari berbagai program beasiswa dan bantuan keuangan untuk memenuhi kebutuhan biaya selama kuliah. Disini guru BK berperan dalam memberikan informasi yang penting tentang peluang-peluang siswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda tetap dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan minat dan potensi mereka. Peran sekolah dalam mendukung finansial siswa: Peneliti melihat sekolah MAPN 4 Medan memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai beasiswa, bantuan keuangan, dan proses Hal ini membantu siswa dari semua latar belakang ekonomi untuk mengatasi hambatan finansial dan meraih pendidikan yang sesuai dengan potensi mereka. Guru BK juga berperan dalam memberikan dukungan moral dan praktis kepada siswa untuk mengejar studi lanjut tanpa terhambat oleh masalah finansial. Penegasan faktor finansial tidaklah boleh menjadi penghalang: Meskipun kondisi ekonomi merupakan faktor penting, peneliti mengamati guru BK MAPN 4 Medan menekankan bahwa hal ini tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan mereka. Dengan informasi yang tepat dan dukungan yang memadai, siswa dapat mengatasi kendala finansial dan memilih jurusan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka. Contohnya siswa yang expert dalam bidang matematika tidaklah harus masuk pada jurusan Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Mekanisme perencanaan studi lanjut siswa madrasah aliyahA kedokteran dengan biaya tinggi, mereka bisa memilih jurusan yang sama-sama menghitung seperti psikologi, fisika, dan kimian namun dalam biaya pendidikan jauh lebih terjangkau. Dengan demikian demikan dapat disimpulkan bahwa faktor finansial keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam penentuan studi lanjut siswa. Dukungan ekonomi yang memadai dapat memfasilitasi pengembangan bakat siswa dan memungkinkan mereka untuk memilih jalur pendidikan yang terbaik sesuai dengan tujuan dan kemampuan mereka. Faktor Prestasi Akademik/Rapor Terakhir dalam konteks penentuan studi lanjut siswa di sekolah MAPN 4 Medan. Peneliti melihat bahwa faktor prestasi akademik dan nilai rapor memainkan peran yang sangat penting. Hasil wawancara dengan guru BK menunjukkan terdapat beberapa poin penting terkait faktor ini: . Pengaruh prestasi akademik: Prestasi akademik siswa sangat mempengaruhi pilihan mereka terhadap studi lanjut. Siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik di MAPN 4 Medan terlihat cenderung memiliki lebih banyak pilihan universitas dan program studi yang tersedia untuk mereka. Ini karena universitas sering kali memiliki persyaratan masuk yang berbeda-beda berdasarkan prestasi akademik calon mahasiswa. Pentingnya nilai raport: Nilai raport juga menjadi faktor penentu dalam penentuan studi lanjut siswa. Peneliti melihat bahwa melalui nilai raport, siswa MAPN 4 Medan dapat mengevaluasi mata pelajaran mana yang diminati dan di mana mereka unggul. Ini membantu mereka untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan keahlian yang sudah mereka tunjukkan sejak sekolah menengah. Teori Thursan dan kontribusinya: Relevansi teori Thursan yang menegaskan bahwa kegemaran pada suatu mata pelajaran di sekolah dapat mempengaruhi keputusan siswa dalam memilih jurusan studi lanjut. Misalnya, peneliti melihat siswa MAPN 4 Medan yang gemar pada ilmu pengetahuan alam cenderung memilih jurusan IPA di SMA, atau siswa yang suka akuntansi memilih jurusan akuntansi di Perguruan Tinggi. Ini mengindikasikan bahwa minat siswa dalam bidang tertentu dapat membimbing mereka menuju pilihan pendidikan yang sesuai. Pendefinisian prestasi dalam pendidikan: Sejalan dengan pandangan Marsun dan Martaniah, prestasi belajar siswa MAPN 4 Medan mencerminkan sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang diajarkan dan perasaan puas atas pencapaian yang telah diraih. Definisi ini menunjukkan bahwa prestasi bukan hanya tentang nilai akademis, tetapi juga tentang kepuasan pribadi atas usaha dan pencapaian dalam pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor prestasi akademik dan nilai rapor menjadi penting dalam proses penentuan studi lanjut siswa di sekolah MAPN 4 Medan. Selain itu, hasil belajar dan minat akademik terbukti mampu membantu siswa memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan potensi dan tujuan karier mereka di masa depan. Temuan dari Umami. Firman, dan Neviyarni . yang menemukan bahwa bimbingan karier yang efektif tidak hanya memberikan informasi tentang berbagai pilihan jurusan dan prospek karier, tetapi juga membantu siswa menggali dan mengenali potensi serta preferensi mereka sendiri. Penelitian ini menyoroti "peran kunci dari guru BK dalam memberikan layanan yang berfokus pada pengembangan pemahaman diri siswa dan pengetahuan yang memadai tentang dunia kerja. " Bila riset diatas merumuskan bahwa determinan studi lanjut dalam bimbingan karier mencakup dua faktor yaitu pemahaman akan diri sisiwa dan pengetahun akan dunia kerja. Hasil temuan penelitian ini telah mengungkap determinan yang lebih luas dalam enam faktor yang dirumuskan mencakup faktor bakat minat, dukungan guru, dukungan orangtua, keberadaan teman sebaya, finansial keluarga, dan prestasi akademik siswa. Simpulan Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Mekanisme penentuan studi lanjut kelas XII dilakukan dengan memberikan pemahaman diri kepada siswa mengenai potensi dan bakat yang dimiliki berbasiskan hasil tes bakat dan minat siswa, memberikan informasi terkait pemilihan jurusan termasuk pembagian brosur perguruan tinggi, memberikan link web site internet terkait dengan jurusan yang di dalamnya terdapat beberapa pilihan kejuruan, daya saing, jumlah kuota serta jumlah peminatnya sehingga siswa mengetahui informasi berkaitan dengan jurusan yang akan dipilih, siswa mempertimbangkan jurusan yang akan dipilih agar tidak salah dalam memilih jurusan, dan terakhir Guru BK diharuskan memberikan bimbingan karier mengenai penentuan studi lanjut siswa. Efektivitas penetuan studi lanjut kelas XII MAPN 4 Medan disimpulkan telah berjalan dengan efektif. Dimana terlihat guru BK sudah mengim-plementasikan bimbingan karier, layanan informasi, bimbingan kelompok, layanan konseling individual, dan layanan konseling penempatan serta penyaluran yang membuat siswa lebih berani mengambil keputusan dalam menentukan studi lanjut. Perumusan determinan yang mempengaruhi mekanisme penentuan studi lanjut siswa kelas XII yang mencakup faktor tes minat dan bakat siswa, dukungan guru, faktor dukungan orangtua dan teman sebaya, faktor prestasi akademik siswa, serta faktor finansial dan informasi karier studi lanjut siswa. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Sari. & Khairuddin. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Referensi