Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 4003/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Evaluasi Ketersediaan Sumber Belajar di LPKA II Mataram dan upaya Meningkatkan Motivasi Belajarnya 1Taufiqqurrahman, 2Lalu Muazim Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Kota Mataram. Indonesia Article Info Article history: Received 19 Oktober 2022 Publish 21 November 2022 Keywords: Learning Resources. LPKA II Mataram and Learning Motivation Info Artikel Article history: Received 19 Oktober 2022 Publish 21 November 2022 Abstrak Mengutip pendapat Association for Educational Communications and Technology (AECT) sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru . , baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. selanjutnya penelitian ini dalam upaya untuk memberikan kontribusi positif guna untuk mewujudkan kwalitas pendidikan terutama dalam memberikan masukan atas penyedian sumber belajar di LPKA Mataram yang lebih menjembatani motivasi belajar anak binaan dan penyedian sumber belajar yang memadai untuk menyongsong generasi Inonesia emas 2045 dimasa yang akan datang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji dokumen, wawancara dan observasi. Target luaran yang ingin dicapai dari penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut: . terakomodirnya gaya belajar anak warga binaan melalui adanya perbaikan dan sekaligus pembenahan sumber belajar yang ada di LPKA Mataram melalui kajian dan analisa berdasarkan kebutuhan. Anak yang dalam pembinaan LPKA akan termotivasi untuk belajar secara mandiri. adanya sumber belajar yang refresentatif sesuai dengan dinamika perkembangan zaman diera digitalisasi. sekarang ini. adanya fasilitas sumber belajar yang bisa diakses oleh anak warga binaan dalam bentuk e-book guna untuk memudahkan mereka dalam menjangku informasi yang terbarukan. ABSTRACT Quoting the opinion of the Association for Educational Communications and Technology (AECT) learning resources are everything or resources that can be utilized by teachers . , either separately or in a combined form, for the benefit of teaching and learning with the aim of increasing the effectiveness and efficiency of learning furthermore this research is in an effort to make a positive contribution in order to realize the quality of education, especially in providing input on the provision of learning resources at LPKA Mataram which is more bridging the learning motivation of fostered children and providing adequate learning resources to meet the 2045 golden Indonesian generation in the future. The type of research used in this research is descriptive qualitative. The data collection technique of this research was done by reviewing documents, interviews and observations. The output targets to be achieved from this research include the following: . to accommodate the learning styles of the inmates' children through improvements and at the same time revamping the existing learning resources in LPKA Mataram through studies and analysis based on needs. Children under the guidance of LPKA will be motivated to learn independently. the existence of representative learning resources in accordance with the dynamics of the development of the era of digitalization. like now. the existence of learning resource facilities that can be accessed by the children of the inmates in the form of e-books in order to make it easier for them to reach up-to-date information. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Author Coresspondent Taufiqqurrahman Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Kota Mataram. Indonesia taufiqgople15@gmail. PENDAHULUAN Sumber belajar merupakan faktor penting dalam pengelolaan belajar, karena sumber belajar merupakan media untuk mendorong siswa supaya menjadi penasaran dan ingin belajar, 2803 | Evaluasi Ketersediaan Sumber Belajar di LPKA II Mataram dan upaya Meningkatkan Motivasi Belajarnya (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 seharusnya dalam kegiatan belajar perlu menggunakan berbagai sumber untuk membantu siswa membangun pengetahuan terutama pembelajaran ilmu pengetahuan/sains. Oleh karena itu diperlukan proses penyelidikan, mencari pengetahuan dengan pengamatan dan studi secara sistematik yang disebut Scientific Method untuk mencapai pengetahuan dan proses belajar yang baik (Sombat kanjana-rakpong, 2002: . Sumber belajar . earning resource. dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan, dalam proses Association for Educational Communications and Technology (AECT) memberikan pandangannya bahwa sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalambentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu: . sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan . earning resources by desig. , yakni semua sumber yangsecara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitasbelajar yang terarah dan bersifat formal. sumber pembelajaran yang dimanfaatkan . earning resources by utilizatio. , yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar, salah satunya adalah media masa. Manajemen pemberdayaan sumber belajar adalah proses yang penting. LPKA II Mataram perlu melaksanakan secara sistematik untuk pengatur sumber belajar dan aktivitas pembelajaran yang beragam dan menanggapi kebutuhan siswa untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk memiliki kesempatan belajar sendiri dengan kemampuan, minat dan bakat terlepas dari jenis kelamin, waktu, tempat, dan kurikulumnya. Berikutnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (Au SPPAA. sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Au Pengadilan AnakA. menyatakan bahwa AuKhusus soal anak dalam LPKA . nak yang dijatuhkan pidana penjar. , mereka berhak memperoleh pembinaan, pembimbingan, pengawasan, pendampingan, pendidikan dan pelatihan, serta hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. LPKA wajib menyelenggarakan pendidikan, pelatihan keterampilan, pembinaan, dan pemenuhan hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Program pendidikan dan pembinaan ini diawasi oleh Balai Pemasyarakatan (AuBapasA. Ay. Sementara kondisi di LPKA Kelas II Mataram setelah dilakukan observasi akan sumber belajar belajarnya sangat tidak layak ditinjau dari ketersediaan buku maupun sumber belajar yang lainnya sehingga mendorong untuk dilakukan nya perbaikan dalam upaya memperbaiki sistem yang sudah ada saat ini di LPKA Kelas II Mataram tersebut. Oleh karena karena itu penelitian ini dalam upaya untuk memberikan kontribusi positif guna untuk mewujudkan kwalitas pendidikan yang lebih menyeluruh untuk menyongsong generasi Inonesia pintar dimasa yang akan datang. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang serta perilaku yang diamati, serta kebijakan yang merupakan menguak tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah, mengapa tindakan itu dilakukan, dengan cara dan mekanisme seperti apa, untuk kepentingan siapa, dan bagaimana. Dalam menghimpun dan mengumpulkan data, penelitian ini dilakukan melalui mengkaji dokumen, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dari lapangan dicatat dalam bentuk deskriptif sesuai apa yang ditemui oleh peneliti. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan untuk pengambilan dan pengumpulan data sebagai berikut: Mengkaji dokumen dan arsip . ontent analysi. 2804 | Evaluasi Ketersediaan Sumber Belajar di LPKA II Mataram dan upaya Meningkatkan Motivasi Belajarnya (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Menurut Sugiyono . Audokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorangAy. Studi dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian saat mengumpulkan data sebagai hasil tentang potensi alam dan kepariwisataan Pulau Bedil Kab. Sumbawa Nusa Tenggara Barat sebagai medan pengembangan olahraga rekreasi. Wawancara Metode ini digunakan peneliti dalam mencari suatu informasi yang dibutuhkan, yang bertujuan untuk memperoleh rekontruksi yang terjadi sekarang tentang orang, kejadian, aktivitas, organisasi, perasaan, motivasi, pengakuan, kerisauan, tentang keadaan yang berdasar pada pengalaman masa lalu, yang diharapkan proyeksi keadaan tersebut terjadi pada masa mendatang lebih baik untuk dikembangkan secara lebih bijak. Observasi Dalam hal ini peneliti datang langsung ke lokasi dan melakukan pengamatan. Menurut Lexy Moleong . Aupengamatan dilakukan oleh peneliti sendiri masih tetap besar peranannya dalam dunia penelitian. Pengumpilan data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang nampak, dalam hal ini peneliti akan memperhatikan semua aspek yang terjadi dalam proses alam dan pembangunan pariwisata Pulau Bedil, kab. Sumbawa sebagai sarana pengembangan olahraga rekreasi Teknik Analisis Data Menurut Bungin . Aualur analisis yang dilakukan mengikuti model analisi interaktif. Analisis dalam penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu: Berikut penjelasan tiap-tiap analisis data tersebut. Tahap pengumpulan data Data dikumpulkan diawali dengan melakukan pengamatan ditempat penelitian. Selanjutnya dilakukan wawancara dengan informan. Sebagai tambahannya, peneliti mengambil data dokumentasi yang sesuai dengan objek penelitian. Reduksi data Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Dari data yang begitu banyak dan kompleks serta masih campur aduk, maka perlu dilakukan reduksi data. Data yang direduksi adalah data yang diperoleh dari hasil observasi dan hasil wawancara. Penyajian data. Setelah data direduksi kemudian disajikan baik secara naratif atau bentuk matrik, tabel dan lain-lain yang fungsinya menjelaskan, meringkas, menyederhanakan data yang kompleks agar data menjadi mudah dipahami oleh pembaca, sehingga dapat dicerna dengan jelas apa yang sedang terjadi, selanjutnya baru dilakuakan langkah analisis. Penarikan kesimpulan Langkah ini dilakukan setelah penyajian data sesuai dengan tema masing-masing dengan menarik kesimpulan dan verifikasi yang tidak terlepas dari data yang Dianalisis HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil data yang diperoleh peneliti dalam penelitian evaluasi sumber belajar di LPKA II Mataram yang berlokasi di Jl. Selebung. Kec. Batukliang. Kabupaten Lombok Tengah, 2805 | Evaluasi Ketersediaan Sumber Belajar di LPKA II Mataram dan upaya Meningkatkan Motivasi Belajarnya (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Nusa Tenggara Bar. 83352, terdapat buku-buku yang menjadi sumber belajar bagi mereka selama di LPKA adalah buku yang bersumber dari pengadaan yang dilakukan oleh kepala LPKA II Mataram pada setiap tahun anggaran dan sumber lainya yang hajatkan mendukung proses belajar anak-anak selama mereka di LPKA. Buku dan sumber belajar yang di LPKA seyogyanya harus merefresentasi perkembangan dan dinamika saat ini sehingga hal ini bisa menjadi landasan dalam menentukan kebijakan dimasa yang akan datang. Upaya menjaga dan mengontrol kwalitas sumber daya manusia adalah perintah di pembukaan undang-undang dasar bangs aini, sehingga hal ini spirit bersaam untuk memastikan kwalitas transfer ilmu pengetahuan juga berjalan lancer sesuai harapan. Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Mataram yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kementerian Hukum dan Ham RI Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat yang memiliki alamat di Jl: Tojong-ojong Selebung Batu keliang Lombok Tengah. Saat ini di LPKA yang menjadi warga binaannya sejumlah 50 orang, dengan latar belakang kasus hukum yang berbeda-beda. Dibawah kepala Moh. Nur LPKA kelas II Mataram, saat ini memiliki sumber belajar diantara ruang laboratorium, perpustakaan, lahan peraktik, lapangan olah raga dll yang dijadikan sumber belajar dalam menunjang efektifitas belajar selama menjadi warga binaan, pada penelitian ini peneliti membatasi makna dari sumber belajar yakni sumber belajar Buku baik buku cetak maupun buku elektronik. Penelitian ini selanjutnya dilakukan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar mereka selama tinggal di LPKA, dengan mengesamping beban psikologi dari si pebelajar sebagai efek penyematan setatus menjadi warga binaan, penelitian dikhususkan untuk memotret motivasi yang ada pada diri si pebelajar sebagai individu. LPKA sebagai Lembaga pembinaan yang seluruh kegiatan oprasionalnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negera diwajibkan untuk menyedian dan memfasilitasi kebutuhan diantaranya adalah sumber belajar. Berkenaan dengan hal tersebut peneliti mendapati data sumber belajar yang dimiliki/dikelola oleh LPKA adalah buku dari pengadaan yang dilakukan oleh LPKA sendiri, sehingga buku yang ada saat ini seluruhnya adalah merupakan media yang dijadikan sumber belajar yang bisa diakses oleh seluruh warga binaan selama mereka menjadi warga binaan. Adanya status hukum yang sudah dikeluarkan oleh Undang-Undang yang menjadi rujukan atas status hukumnya menjadikan anak yang seharusnya bisa memiliki kebebasan dalam melakukan seluruh kegiatan dan rutinitas hidup yang dibatasi dalam sekat dan regulasi yang mengikat selama di LPKA II Mataram, berhenti dari sekolah formal sudah menjadi konsekuensi atas status hukum tersebut sehingga hal ini sangat memberikan pengaruh besar pada mental dan motivasi anak itu sendiri. Pemerintah dalam upaya melaksanakan perintah undang-undang untuk mencerdaskan generasi bangsa melalui Pendidikan, maka diihktiarkanlah berbagai upaya dalam memfasilitasi kebutuhan untuk belajar mereka walaupun menyadang status sebagai warga binaan bukan berarti mereka harus mengkerdilkan diri dari Pendidikan itu sendiri, komitmen menjaga mutu dan kwalitas SDM itulah yang peneliti temukan dilapangan, adanya Lembaga Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) ANDIKPAS dengan No Aktenotaris: 1/02 Januari 2013 dan izin Oprasional Lembaga dari PKBM dengan No: 421. 9/2330/ DIKPORA yang di keluarkan oleh pemerintah setempat juga menjadi bukti komitmen Kepala LPKA dan seluruh Jajaran menyadiakan sarana dan parasana Pendidikan. Namun yang perlu diatensi oleh LPKA saat ini adalah upaya menyajikan sumber belajar yang efektif dan mudah diakses oleh anak-anak selama di LPKA, buku elektronik dirasa akan sangat mambantu bagi anak itu sendiri dalam menemukan informasi-informasi baru terhadap tema dari ilmu yang saat ini lagi familiar misalnya, ilmu dan informasi yang terbarukan akan menajdikan anak itu sendiri akan terbuka cakrawala berfikir dan khasanah keilmuan mereka juga cepat dalm beradaptasi ketika mereka luar nanti. Hanya saja memang butuh pendamapingan secara ketat hal tersebut untuk menjamin mereka agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh aturan yang dibuat oleh kepal LPKA 2806 | Evaluasi Ketersediaan Sumber Belajar di LPKA II Mataram dan upaya Meningkatkan Motivasi Belajarnya (Taufiqqurrahma. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait dengan evaluasi sumber belajar yang ada di LPKA kelas II mataran dan upaya meningkatkan motivasi belajarnya, peniliti menyimpulkan perlu diadakannya buku dan atau sumber belajar berbasis Digital, hal itu dihajatkan untuk memperkaya khasanah keilmuan mereka guna menunjang pengetahun mereka ketika Kembali ke tengah masyrakat. Selain itu pula terupdate ilmu dan pengetahun yang anak-anak di LPKA juga akan mengejawantahkan bahwa stigma juga mampu melahirkan intlektual-intlektual yang memiliki wawasan yang tidak kalah hebatnya dengan sekolah formal lainnya, tentu cita-cita tersebut dapat diwujudkan melalui tersedianya sumber belajar yang refresentatif dengan dinamika perkembangaan saat ini yang sudah sangat maju terutam pad digitalisasinya SARAN Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian di atas, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: Bagi LPKA Anak Sejatinya agen yang harus dipersiapkan dalam rangka melahirkan pemimpin dimasa yang akan datang, maka dalam upaya menyiapkan sumber dayanya maka mereka juga perlu untuk diberikan bekal berupa penguatan soft skill maupun life skill mereka, maka dalam hal ini komitmen LPKA juga perlu terus diperbaharui seiring dengan dinamika perkembangan, salah satu wujud dari komitmen tersebut perlunya strategi pengembangan untuk meningkatkan motivasi warga binaan sahingga mereka terus belajar dengan fasilitas yang . Bagi Warga Binaan Long Life Education merupakan spirit yang harus tetap di gelokan pada diri setiap kita, dan bahwa setiap masa memiliki tantangannya masing-masing betul adanya maka perlu Warga Binaan terus membaca memperkuat lietrasi sebagi modal ketika Kembali ketengah-tengah masyarakat, disamping itu dunia kerja saat ini berorientasi pada kemampuan soft skill dan life skill sehingga kita bisa mampu bersaing pada dunia kerja. Maka seyogyanya selama didalam LPKA harus lebih memotivasi diri untuk belajar, membca dan mengkaji sumbersumber pengetahuan yang sudah disiapkan oleh kepala Lembaga, sehingga dengan begitu ketika keluar nantinya ada modal kompetensi yang dimiliki sebagai media hidup bersosialisasi ketengah masyarakat umum. DAFTAR PUSTAKA