IJER : Indonesian Journal of Educational Research E-ISSN:x-x . P-ISSN: x-x https://journal. id/index. php/IJER Volume 1 Nomor 1. Juni 2024 DOI: doi. org/XX. x/IJER Urgensi Belajar dalam Surah Al-AoAlaq Ayat 1-5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir Rabiatul Adawiah1. Qiyadah Robbaniyah2 Received: *) Corresponding Author Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta rabiobikk@gmail. com, 2qrobbaniyah@gmail. Revised: Approved: Abstract Surah Al-'Alaq verses 1-5 is the first revelation revealed by Allah the Exalted to Prophet Muhammad A Awhich explains the importance of learning in human life, which can be understood more deeply by using the science of interpretation. Tafsir Ibnu Kathir is a book of tafsir that is very phenomenal among scholars, even Ibn Kathir's tafsir is used as the main reference for mufassir in various countries including Indonesia. This study aims to describe the meaning of learning commands in surah Al-'Alaq. This research uses a destriptiveanalytical approach which is included in library research that makes library materials as data The data analysis technique used in this study is content analysis. The results of the discussion show that surah Al-'Alaq verses 1-5 are suras containing Allah's command to humans to read which indirectly commands humans to learn. Allah also teaches humans to write to bind knowledge, and there is tawhid content in the surah which states that Allah created humans from ' alaq so that people may know who their God is. The conclusion of this study is that Allah commands humans to learn and study with which man gets God's grace and a high position in the side of Allah. Keywords: Study. Surah Al-AoAlaq. Tafseer Ibn Kathir Abstrak Surah Al-AoAlaq ayat 1-5 adalah wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah TaAoala kepada Nabi Muhammad A Ayang menjelaskan pentingnya belajar dalam kehidupan manusia, yang dapat dipahami lebih dalam dengan menggunakan ilmu tafsir. Tafsir Ibnu Katsir adalah kitab tafsir yang sangat fenomenal di kalangan para ulama, bahkan tafsir Ibnu Katsir dijadikan sebagai rujukan utama para mufassir di berbagai negara termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna perintah belajar dalam surah Al-AoAlaq. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekstriptif-analitik yang termasuk ke dalam penelitian kepustakaan atau library research yang menjadikan bahan-bahan pustaka sebagai sumber data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis isi atau content analysis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa surah Al-AoAlaq ayat 1-5 adalah surah berisi perintah Allah kepada manusia untuk membaca yang secara tidak langsung memerintahkan manusia untuk belajar. Allah juga mengajarkan manusia menulis untuk mengikat ilmu, serta terdapat kandungan tauhid pada surat tersebut yang menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dari Aoalaq agar manusia mengenal siapa Tuhan mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Allah memerintahkan manusia untuk belajar dan menuntut ilmu yang dengan ilmu tersebut manusia mendapatkan rahmat Allah dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Kata Kunci: Belajar. Surah Al-AoAlaq. Tafsir Ibnu Katsir Pendahuluan Rabiatul Adawiyah. Qiyadah Robbaniyah Indonesian Journal of Educational Research | 38 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh sebuah perubahan tingkah laku yang menetap, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan. 1 Belajar adalah aktivitas yang tidak lepas dari proses menuntut Islam sendiri memandang orang yang berilmu dengan derajat yang mulia, orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu tidak mungkin berada di derajat yang setara, seperti yang disebutkan dalam firman Allah TaAoala: aA a aOO Eac aOIa aO eEa aIOIa aOEac aOIa aE aO eEa aIOIA e AU aOCa a UI Oae a a eEa aa aO aO e aO ae aIa a a aN Ca eE aN eE aOA a A a acI eI N aaO CaIaU Ia a EEac eO aEA a AA a AuaIac aI Oa acE a aOEaO e a eEaA Artinya: AuApakah kamu orang musyrik yang lebih beruntun. ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada . akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?. Katakanlah. AuApakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?Ay Sesungguhnya hanya orang-orang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran. Ay2 Al-Quran bagi agama Islam adalah sumber ilmu utama karena memiliki nilai absolut dan berasal dari Allah, yang menciptakan manusia dan mengajarkan mereka. Al-Quran merumuskan tujuan pendidikan untuk semua masalah, termasuk masalah tentang 3 bahkan wahyu yang diturunkan pertama kali berkenaan dengan perintah kepada manusia untuk belajar dan menuntut ilmu. Surah Al-AoAlaq ayat 1-5 adalah surah pertama yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad A Aperantara malaikat Jibril. 4 Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa agama Islam menaruh perhatian besar soal belajar . alam konteks menuntut ilm. , sehingga implementasinya belajar atau menuntut ilmu dihukumi wajib menurut Islam baik untuk lakilaki maupun perempuan. 5 Surah Al-AoAlaq ayat 1-5 berbunyi: ao a ca a aCee aa aI A AE eEa eE aI y Eac a eO aEac aI aaEe aCEa oaaIyA a caA aI aI eI aEaCy C aee aOaA a e a a eAE E eO aEa aCy aEa aC eEIA a ca A aI aI aaEe Oa eEa eIyA a eAaE aI eEIA Muhammad Zainur Roziqin. Moral Pendidikan di Era Global. Pergeseran Pola Interkasi Guru-Murid di Era Global (Malang: Averroes Press, 2. Departemen Agama RI. Terjemahan Al-Quran hal. Lahmuddin Lubis dan Wina Asry. Ilmu Pendidikan Islam (Medan: Perdana Publishing 2. Abuddin Nata. Pendidikan dalam Perspektif Al-Quran (Jakarta: PT Kharisma Putra Utama 2. Syarifan Nurjan. Psikologi Belajar (Ponorogo: Wade Group, 2. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 39 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir Artinya: AuBacalah dengan . nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari Aoalaq. Bacalah, dan Tuhanmu-lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya. Ay6 Memahami makna tersirat dalam surah Al-AoAlaq ayat 1-5 tidak mungkin tanpa ilmu Khazanah ilmu untuk memahami Al-Quran yaitu melalui ilmu tafsir dan taAowil. 7 Ilmu tafsir adalah ilmu yang membahas perihal Al-Quran, baik dari aspek turunnya, periwayatannya, dan makna yang berkaitan dengan lafal, hukum, dan lainnya. 8 Ilmu tafsir merupakan kunci utama dan kunci pokok untuk bisa memahami Al-Quran yang dengannya originalitas Al-Quran menjadi terjaga dari usaha-usaha banyak pihak yang ingin menghilangkan esensi dan eksistensi Al-Quran. Pakar tafsir atau mufassir yang terkenal hingga saat ini dengan karyanya yang fenomenal adalah Ibnu Katsir. Ibnu Katsir tidak hanya dikenal sebagai mufassir, namun juga sebagai muhaddits, muarrikh, dan ahli fiqh yang tidak diragukan lagi keilmuannya. Buku tafsir karangan beliau yang berjudul AoTafsir Al-Quran Al-AoAzhimAo atau AoTafsir Ibnu KatsirAo mendapat banyak pujian dari banyak ulama, bahkan tafsir Ibnu Katsir dijadikan sebagai salah satu sumber primer oleh beberapa mufassir kontemporer Indonesia seperti A. Hassan. TM Hasbi AsyShiddiqiey, dan Hamka. Tafsir Ibnu Katsir dianggap unggul karena sangat memperhatikan masalah tafsir AlQurAoan bil Qur'an . enafsirkan ayat dengan aya. Tafsir Ibnu Katsir banyak memaparkan ayat mutasyabihat, kemudian menafsirkan ayat dengan hadits marfu' yang relevan, memberikan penjelasan tentang dalilnya, dan atsar para sahabat Nabi AA, tabi'in, dan ulama salaf 11 Tafsir Ibnu Katsir juga dilengkapi dengan asbabun nuzul di sebagian besar ayatayat tertentu. Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan terkait pentingnya belajar dalam Islam, bagaimana Islam menaruh perhatian besar dalam kegiatan belajar yang dengannya manusia mendapatkan ilmu pengetahuan, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang AuUrgensi Belajar dalam Surah Al-AoAlaq Ayat 1-5 Perspektif Tafsir Ibnu KatsirAy. Departemen Agama RI. Terjemahan Al-Quran hal. MaAomun MuAomin. Metodologi Ilmu Tafsir (Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2. bagian pendahuluan Abdullah Karim. Ilmu Tafsir Imam As-Suyutiy (Banjarmasin: Centre for Community Development Studies (COMDES) 2. Ahmad Izzan. Metodologi Ilmu Tafsir (Bandung: Tafakur 2. Abd Haris Nasution dan Muhammad Mansur. AuStudi Kitab Tafsir Al-QurAoan Al-AoAzim Karya Ibnu KatsirAy. Jurnal Ushuluddin Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1, 2018 hal. Sunaryanto. AuMembaca Ulang Metodologi Tafsir Ibnu Katsir dalam Menafsirkan Al-QurAoanAy. Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 16 No. 7, 2022 hal. 40 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau library research dengan mengumpulkan berbagai sumber pustaka yang mendukung terkait tema yang diangkat oleh penulis yaitu urgensi belajar dalam surah Al-AoAlaq ayat 1-5 perspektif Ibnu Katsir. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Penulis mencari dan mengolah berbagai sumber tertulis terkait tema yang diangkat yaitu konsep belajar dalam surah Al-AoAlaq ayat 1-5 menurut perspektif tafsir Ibnu Katsir. Penulis mengumpulkan berbagai dokumen seperti buku, tulisan, maupun berbagai dokumentasi lain yang dapat mendukung data yang dibutuhkan dalam penelitian. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis isi . ontent analysi. Penulis mengumpulkan berbagai data dan teori yang mendukung penelitian terkait konsep belajar yang terdapat dalam surah Al-AoAlaq ayat 1-5 kemudian dianalisis untuk kemudian dijabarkan agar mendapatkan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Biografi Ibnu Katsir Nama lengkap Ibnu Katsir adalah Abu Fida Imaduddin IsmaAoil bin Umar bin Katsir AlQurasyi Al-Bushrawi Ad-Dimasyqi, disebut Al-Bushrawi karena dia lahir di Bushra, sedangkan disebut Ad-Dimasyqi karena beliau tumbuh, berkembang, dan belajar di Damaskus. Ibnu Katsir dilahirkan di desa Majdal di pinggiran kota Bushra pada 701 H. 12 Ibnu Katsir pada usia tujuh tahun ia bersama keluarganya berpindah ke Damaskus, dan diasuh oleh kakaknya Al-Akbar Kamal Ad-Din AoAbdu Al-Wahhab bin Katsir, ketika bersama saudara tertuanya inilah Ibnu Katsir mulai mempelajari banyak keilmuan, hingga ia dapat menghafal Al-QurAoan dan hadits. Ia telah menghafalkan Al-QurAoan di usianya yang masih 11 tahun, dan banyak menghafal hadis beserta matan dan sanadnya, sejarah beserta riwayatnya, fikih, beserta hukum-hukumnya, ilmu nahwu, serta keilmuan-keilmuan lainnya. Ibnu Katsir ketika hidup di Suriah merupakan sosok yang sederhana dan tidak populer. Popularitasnya dimulai ketika ia terlibat dalam sebuah penelitian guna menetapkan hukuman terhadap seorang zindiq yang didakwah menganut paham hulul . Penelitian tersebut diprakarsai oleh gubernur Suriah yakni Altumbuga An-Nasiri di akhir tahun 741 H/134 M. Riana Ratna Sari: Islam Kaffah Menurut Pandangan Ibnu Katsir. Ishlah. Jurnal Ilmu Ushuluddin. Adab, dan Dakwah. Jilid 1 No. 2 (Desember 2019 hal, . IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 41 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir sejak itu pula Ibnu Katsir mulai menduduki jabatan penting sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimilikinya. Ulama-ulama yang menjadi guru Ibnu Katsir di antaranya Syaikh Burhanuddin AlFazari dan Kamaluddin bin Qodhy Suhbah. Ibnu Katsir juga membiasakan mengaji dengan mertuanya Al-Hafizh Al-Hajjaj Al-Muzy, mengambil ilmu hadits dari Ibnu Taimiyyah, membaca ushul hadits dengan Al-Ashfahani, dan menyimak banyak ilmu dari berbagai ulama, serta menghafal banyak matan, mengenali sanad, cacat, dan biografi tokoh dan sejarah di usia 14 Ulama-ulama terdahulu yang memuji karya-karya yang begitu banyak dihasilkan oleh Ibnu Katsir terlebih untuk karya fenomenal beliau di bidang tafsir yaitu Tafsir Al-QurAoan AlAoAzhim. Adz-Dzahabi misalnya mengatakan AuIbnu Katsir adalah imam besar yang bertindak sebagai mufti, ahli hadits, dan ahli tafsirAy. As-Suyuti juga mengatakan :AuTafsir Ibnu Katsir merupakan tafsir yang tidak ada duanya, belum pernah ditemukan kitab tafsir yang sistematika dan karakteristiknya yang menyamai kitab tafsir ini (Tafsir Al-QurAoan Al-AoAzhi. Ay. Ibarat kata kehidupan di dunia ini tidaklah selamanya dan semuanya akan mengalami kematian, tidak memandang seorang nabi, raja, orang kaya, berilmu, bodoh, miskin, terpandang ataupun terhina, akhirnya pada bulan SyaAoban 774H atau Februari 1373 bertepatan dengan hari Kamis ulama tersohor dan piawai dalam berbagai bidang ilmu,16 Ibnu Katsir, menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Kamis bulan SyaAoban 774 H di kota Damaskus. Ibnu Katsir kehilangan penglihatannya sebelum wafat. Jasadnya dimakamkan di samping makam gurunya. Taqiyuddin Ibnu Taimiyyah. Beliau dikenal semasa hidupnya sebagai orang yang memiliki ketinggian ilmu dan karya-karyanya memberi manfaat yang besar bagi masyarakat. Metode dan Corak Penafsiran Ibnu Katsir Kitab Tafsir Ibnu Katsir dapat dikategorikan sebagai salah satu kitab tafsir dengan corak dan orientasi (Al-Laun Wa Al-Ittija. tafsir bi al-maAosur atau tafsir bi ar-riwayah. 18 Kategori ini terbukti karena beliau sangat dominan dalam tafsirannya memakai riwayah atau hadits, dan pendapat sahabat dan tabiAoin. Pendekatan dominan dalam tafsir ini adalah pendekatan normatif Saiful Amin Ghofur. Mozaik Mufassir Al-QurAoan dari Klasik hingga Kontemporer. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara, 2013 hal. Muhammad Sofyan. Tafsir Wal Mufassirun. Perdana Publishing: Medan 2015 hal. Rosihon Anwar. Melacak Unsur-unsur Israiliyat dalam Tafsir Ath-Thobari dan Tafsir Ibnu Katsir. Bandung: Pustaka Setia, 1999 hal. Jul Hendri: Ibn Katsir. Telaah Tafsir Al-Quranul Azim Karya Ibn Katsir. Jurnal Nuansa (Desember 2. Vol. XIV. No. 2, hal. Muhammad Sofyan, loc. Syaikh Manna Al-Qattan. Pengantar Studi Ilmu QurAoan, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2. , hal. 42 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir historis yang berbasis utama kepada hadits atau riwayah, tetapi Ibnu Katsir terkadang juga menggunakan rasio atau penalaran ketika menafsirkan ayat. Ibnu Katsir menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an sesuai urutan yang tersusun dalam Mushaf Uthmani dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalamnya, serta menerangkan makna-makna yang tercakup di dalamnya sesuai keahlian dan kecenderungan penafsir. Ciri pola penafsiran ini adalah penafsir menjelaskan makna yang termuat di dalam ayat-ayat AlQur'an secara komprehensif, baik yang berbentuk maAotsur maupun raAoyu. Ayat Al-Qur'an ditafsirkan per-ayat dan per-surah secara berurutan sesuai urutan Mushaf Uthmani, berdasarkan asbab an-nuzul dan korelasi ayat . dan surah. Kandungan Surah Al-AoAlaq Perspektif Tafsir Ibnu Katsir Ulama sepakat surat ini diturunkan di Mekah sebelum Nabi Muhammad A Ahijrah. Para ulama juga menyepakati bahwa surat yang pertama kali turun adalah lima ayat pertama surat Al-AoAlaq, maka ThabathabaAoi berpendapat dari konteks uraian ayat-ayatnya, maka tidak mustahil bahwa keseluruhan ayat-ayat surat ini turun sekaligus. 21 Surah Al-AoAlaq ayat 1-5 ini, menurut Ibnu Katsir jika ditinjau dari asbab an-nuzul merupakan surah yang menjadi wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah A Ayang berbicara tentang rahmat pertama yang Allah TaAoala berikan kepada hamba-Nya sebagai bentuk kasih sayang berupa nikmat pertama yang diberikan kepada mereka. Surah ini sebagai peringatan . tentang proses awal Allah TaAoala dengan kekuasaan-Nya menciptakan manusia dari Aoalaq atau segumpal darah. Allah TaAoala dengan kemurahan-Nya mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya kemudian Allah memuliakan mereka dengan ilmu dan itulah yang menjadikan bapak manusia yaitu Nabi Adam Aoalaihissalaam mempunyai kelebihan di atas malaikat yang tunduk dan patuh lagi tidak pernah durhaka dengan perintah Allah manakala Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam Aoalaihissalaam. 23 Surah ini juga menjelaskan bahwa ilmu berada di akal pikiran, lisan, dan terkadang berada di tulisan yang mengharuskan adanya perolehan ilmu, maka Allah Subhanahu wa TaAoala berfirman AuBacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar . dengan pena. Dia mengajarkan Syarif Idris. AuSejarah Perkembangan Ilmu TafsirAy Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 3, no. Oktober . : hal. Tim Penyusun MKD. Bahan Ajar Studi Al-QurAoan (Surabaya: UIN Sunan Ampel Press, 2. , hal. Muhammad Husain At-TabatabaAoi. Al-Mizan fii Tafsir AlqurAoan Juz 10, (Beirut: Lebanon. ), hal. Abu Fida Al-Hafiz Ibn Katsir Ad-Dimasqi. Tafsir AlqurAoan al-AoAdzim. Jilid 4, (Beirut: Dar al-Fikr. Ibid. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 43 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir manusia apa yang tidak diketahuinya. Ay Kata AopenaAo yang menerangkan bahwa ilmu harus diikat dengan tulisan sebagaimana yang disebutkan dalam atsar AuIkatlah ilmu dengan tulisan. Ay24 Tafsir Ibnu Katsir dengan keunggulan yang sudah disebutkan sebelumnya dalam menafsirkan surah Al-AoAlaq ayat 1-5 Ibnu Katsir menyebutkan bahwa surah tersebut mengandung:25 Rahmat pertama Allah TaAoala kepada hamba-hambaNya sekaligus sebagai nikmat pertama yang diberikan kepada mereka. Ayat-ayat tersebut juga mengandung peringatan mengenai permulaan penciptaan manusia dari segumpal darah. Kemurahan Allah dalam mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya dan dengan demikian Allah telah memuliakannya dengan ilmu. Pentingnya mengikat ilmu dalam tulisan, dalam atsar disebutkan AuIkatlah ilmu dengan Ay Berdasarkan data penafsiran Ibnu Katsir tentang ayat 1-5 dari surah Al-AoAlaq tersebut di atas dapat dikemukakan beberapa kesimpulan: Tafsir Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat menggunakan riwayat hadits Nabi Muhammad AA, maka tafsirnya masuk kategori tafsir dengan riwayat atau metode bil maAotsur. Ibnu Katsir tidak menentukan judul tema atau pokok bahasan surah Al-AoAlaq dan sub temasub temanya dan juga tidak dikemukakan munasabah dengan surah sebelumnya dan surah Tidak ditemukan dalam penafsirannya, penjelasan khusus yang dihubungkan dengan pembahasan akidah dan akhlaq karena memang kitab tafsir ini bukan tafsir tematik. Tidak ditemukan kesimpulan penafsirannya di bagian akhir surah. Penafsiran Ibnu Katsir terhadap surah Al-AoAlaq ayat 1-5 termasuk dalam metode tafsir ijmali atau metode tafsir yang menerangkan ayat Al-QurAoan secara global dan ringkas. Penafsiran surah Al-AoAlaq ayat 1-5 oleh Ibnu Katsir terlihat cukup padat dengan adanya asbabul nuzul yang sebelumnya sudah dipaparkan oleh penulis. Urgensi Belajar dalam Surah Al-AoAlaq Ayat 1-5 Belajar adalah proses terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku setelah berinteraksi dengan sumber belajar. 26 Manusia semakin menyadari dirinya untuk belajar, maka akan Ibid. Muhammad Abdul Ghoffar, dkk. Terjemah Tafsir Ibnu Katsir (Bogor: Pustaka Imam Asy-SyafiAo. Husna Nashihin. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia: Katalog dalam Terbitan (KDT) Pendidikan Akhlak Kontekstual (CV Pilar Nusantara: Semarang, 2. 44 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir semakin banyak pengetahuan yang dimilikinya. Potensi yang ada pada diri manusia jika dikembangkan dengan belajar akan melahirkan peradaban besar bagi kemaslahatan pada manusia itu sendiri. Belajar dalam Islam juga diistilahkan dengan menuntut ilmu. Karena dengan belajar, seseorang akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Ilmu yang diperoleh harus diaplikasikan sehingga memberikan perubahan dalam diri seseorang. Urgensi belajar bagi kehidupan manusia termanifestasikan dengan turunnya wahyu pertama yang berkaitan erat dengan baca-tulis dan belajar (Q. Al-AoAlaq: 1-. , bahkan Islam memandang belajar ilmu pengetahuan sebagai amal ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah. Surah Al-AoAlaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah AA melalui Jibril, urgensi belajar yang dijelaskan dalam surah tersebut adalah: Membaca dengan menyebut nama Allah Kegiatan belajar manusia untuk mendapatkan ilmu banyak macamnya, salah satunya adalah membaca. membaca adalah proses berpikir yang termasuk di dalamnya memahami, menceritakan menafsirkan arti dari lambang-lambang tertulis dengan melibatkan penglihatan, gerak mata, pembicaraan batin, dan ingatan. 29 Perintah membaca di dalam surah Al-AoAlaq ayat 1 yang berbunyi AueA Aya eC artinya Aobacalah!Ao. Perintah membaca merupakan wahyu pertama yang diturunkan Allah bahkan sebelum wahyu untuk mengerjakan sholat diturunkan. Perintah iqraAo dijelaskan bukan untuk menuntut adanya teks tertulis sebagai objek yang dibaca, jika dipahami kata iqraAo sebagai membaca dengan objek tertulis tentu akan bertentangan dengan keadaan Rasulullah A Asaat menerima wahyu pertama yang merupakan seorang yang ummi tidak mampu untuk membaca dan menulis, dari sini dapat dipahami bahwa objek dari perintah ini bersifat sangat umum ataupun global, mencakup pada proses penyampaian sebuah kajian, penelaahan terhadap alam raya, serta membaca yang tertulis dengan syarat dilakukan dengan atas nama Tuhan. Ayat pertama yang terdapat dalam surah ini tidak hanya mengandung perintah membaca saja, namun lebih dari itu, perintah membaca dalam ayat ini mengandung perintah Munirah. Petunjuk Al-QurAoan Tentang Belajar dan Pembelajaran. Lentera Pendidikan Vol. 19 No. Juni Parni. AuKonsep Belajar Menurut IslamAy. Educational Journal. General and Specific Research (Februari 2. Vol. 3 No. 1, hal. Erwin Harianto. AuKeterampilan Membaca dalam Pembelajaran BahasaAy Didaktika: Jurnal Kependidikan (Februari 2. Vol. 9 No. 1, hal. Quraish Shihab. Tafsir AL-Misbah: Pesan. Kesan dan Keserasian Al-Quran (Vol. Lentera Hati. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 45 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir meneliti, menelaah, men-tadabburi, dan memperhatikan. Kegiatan membaca sederhananya hanya mengandalkan visual objek, namun dalam ayat ini manusia diperintahkan untuk meneliti, menelaah, men-tadabburi, dan memperhatikan yang mana kegiatan tersebut membutuhkan konsentrasi pikiran dan hati selain mengandalkan penglihatan akan suatu Objek bacaan yang tidak disebutkan secara khusus dalam ayat tersebut menandakan bahwa objek bacaan di sini masih sangat umum, karena setelah lafazh AueA Aya eC adalah lafazh Au aO aEaCA e A Ay aAyang artinya Aodengan menyebut nama TuhanmuAo maka yang e A aI a aEa EacA dimaksudkan adalah membaca ayat-ayat Allah berupa kalam-Nya dengan menyebut namaNya dan membaca ayat-ayat Allah yang ada di alam jagat raya. Mengaitkan kegiatan membaca dengan nama Allah mengantarkan pelakunya untuk tidak melakukannya kecuali karena Allah hal ini akan menghasilkan keabadian karena hanya Allah yang kekal abadi dan hanya aktivitas yang dilakukan secara ikhlas yang akan diterima-Nya tanpa keikhlasan, semua aktivitas akan berakhir dengan kegagalan dan kepunahan, sebagaimana dalam surat Al-Furqan ayat 23 yang artinya: AuDan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu . debu yang Ay31 Kegiatan membaca yang dimulai dengan nama Allah akan mengantarkan pelakunya untuk mengingat Allah. Mengingat Allah dalam setiap aktivitas yang dilakukan memiliki banyak faedah,32 salah satunya adalah mendapatkan kebaikan dan keberkahan dari apa yang dilakukan, bahkan Rasulullah A Abersabda: AuSetiap pekerjaan yang baik, yang Bismillahirrahmanirrahim, . Ay (HR Ibnu Maja. 33 Membaca ayat-ayat Allah berupa kalam-Nya . dan ayat-ayat Allah di alam jagat raya . jika dibarengi dengan kegiatan meneliti, menelaah, men-tadabburi, dan memperhatikan maka manusia akan mendapatkan ilmu pengetahuan, faedah, dan hikmah atas apa yang dibacanya. Membaca ayat-ayat qouliyah Allah akan melahirkan keimanan, rasa takut, dan ilmu pengetahuan berupa ilmu tauhid, fikih, adab akhlak, serta Membaca ayat-ayat Allah kauniyah Allah akan melahirkan ilmu pengetahuan berupa ilmu astronomi, biologi, fisika, bahkan kedokteran. Perintah membaca terdapat dalam surah Al-AoAlaq terulang dua kali, yakni terdapat di ayat pertama dan ketiga. Perintah berulang tersebut menandakan bahwa pentingnya Eneng Sunani. AuUrgensi Belajar Menurut Al-QurAoan Kajian Surat Al-Alaq Ayat 1-5 (Studi Tafsir Ibnu Katsir Dan Tafsir Al-Misba. Ay. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman (Desember 2. Vol. 3 No. 3, hal. Ahmad Murtaza, dkk. Tafsir Pendidikan Islam dalam Tafsir Al-Burhan Karya Abdul Karim Amrullah (Analisis QS. Al-AoAlaq: 1-. Al-Kawakib: Jurnal Kajian Keislaman . Vol. No. 1, hal. Abu Abdillah Muhammad Ibn Yazid al-Qazwini. Sunan Ibnu Majah, (Beirut: Dar al-Fikr, 2. 46 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir kegiatan membaca juga diartikan sebagai penegasan dan tanbih bahwa manusia tidak cukup jika membaca hanya sekali, hal ini merupakan anjuran agar manusia membangun kebiasaan Membaca berulang kali membuat pelakunya bisa lebih memahami apa yang dibacanya serta mendapatkan faedah-faedah baru yang tidak didapatkan ketika hanya membaca satu kali. Faedah membaca berulang juga diterapkan oleh para ulama terdahulu, seperti yang diungkapkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab beliau yang berjudul AoAl-MajmuAo menukil perkataan Al-Muzani. AuAku telah membaca Ar-Risalah sebanyak 500 kali, dan setiap membacanya, aku mendapatkan pengetahuan yang baru. Ay 34 Perkataan Al-Muzani tersebut dalam analisis penulis merupakan bukti bahwa membaca berulang kali akan memberikan pengetahuan dan faedah baru seiring dengan bertambahnya pengulangan dalam membaca. Menulis untuk mengikat ilmu pengetahuan Kegiatan belajar yang lain selain membaca adalah menulis. Menulis adalah kompetensi menggunakan pola-pola bahasa dan disampaikan secara tertulis gagasan/pesan. 35 Kemampuan seseorang dalam menulis ditentukan dari ketepatannya dalam menerapkan setiap unsur bahasa, pengorganisasian ide ke dalam bentuk narasi, ketepatan dalam menerapkan bahasa, dan pemilihan diksi yang akan diambil. Surah Al-AoAlaq ayat 4 berbunyi AuAEac aI a eECaEa aIA a AaOA e A AyEacAmenjelaskan bahwa Allah memberikan pengajaran atau ilmu kepada hamba-Nya dengan menulis. Ayat ini menunjukkan bahwa kegiatan menulis merupakan kegiatan yang sangat penting dan memiliki faedah atau keutamaan yang sangat besar, dengan menulis Al-Quran dapat dibukukan, ilmu para ulama menjadi warisan untuk umat, ketetapan dan hukumhukum dapat diabadikan. Menulis menjadi sangat penting karena dengannya ilmu dapat diikat, jika hanya mengandalkan daya ingat maka ilmu tersebut lambat laun akan menghilang karena keterbatasan daya ingat manusia. Buku berisikan tulisan para ulama merupakan warisan yang amat berharga untuk kehidupan umat ini, tanpa menulis ilmu para ulama terdahulu tidak akan bisa didapatkan dan dipelajari sampai detik ini, tanpa menulis juga, manusia tidak akan bisa membaca AlQuran dalam bentuk yang sudah dibukukan seperti sekarang ini, karena jika diperhatikan Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyqi. Al-MajmuAo. Pustaka Azzam: Jakarta . Muhammad Heriyudanta. AuAnalisis Kompetensi Menulis Karya Tulis Ilmiah di IndonesiaAy Ascarya: Journal of Islamic Science. Culture, and Social Studies . Vol. 1 No. 1, hal. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 47 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir begitu banyak pintu hikmah dan kebaikan yang bisa didapatkan dengan menulis, rahasiarahasia kehidupan dan perbendaharaan Allah terungkap, segala pintu menuju masa/ zaman yang lebih baik dan lebih maju dapat diakses dengan menulis. Ayat-ayat dalam surah Al-AoAlaq menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Pemurah mengajarkan manusia membaca dan menulis, maka lengkaplah nikmat yang Allah berikan berupa tata cara atau prosedur untuk mendapatkan ilmu dengan usaha atau jerih payah yang harus ditempuh manusia, hal ini menunjukkan bahwa Allah ingin hamba-Nya untuk mencari tahu, berusaha, dan berkorban dalam mendapatkan ilmu dan ilmu bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan instan dan tanpa usaha. Mempelajari tauhid agar dapat mengenal Allah Ketauhidan dapat dibangun dengan melakukan penanaman kecintaan terhadap Rabb-nya dengan cara membangun daya tarik dalam mempelajari Islam yang mana prosesnya dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesesuaian antara metode, materi, dan kemampuan seseorang. 36 Penanaman tauhid adalah suatu upaya yang dapat dilakukan dalam membina manusia untuk berserah diri kepada Allah TaAoala sepanjang Orang beriman mempunyai keyakinan bahwa Allah TaAoala mengetahui segala sesuatu yang mereka ucapkan dan lakukan serta akan meminta pertanggungjawaban mereka atas segala perbuatan baik atau buruknya dalam hidup ini. Umat Islam menganut keyakinan sebagai berikut: ada kehidupan setelah mati, ada hari kiamat, ada siksa di neraka atas perbuatan jahat atau dosa, dan ada pahala di surga bagi perbuatan baik. 38 Karena mereka lebih termotivasi untuk melakukan amal shalih yang menumbuhkan akhlak mulia, maka orang-orang beriman yang ikhlas mempunyai pengendalian diri yang lebih besar dalam perbuatannya sehingga terhindar dari perbuatan tercela. Surah Al-AoAlaq yang berbunyi. AuBacalah! Dengan nama Rabbmu yang Ay Hakikatnya secara tidak langsung merupakan penanaman akidah kepada manusia, karena mustahil membaca atas nama Rabb jika dia tidak meyakini, mengikuti dan mengakui eksistensi-Nya terlebih dahulu, maka secara implisit ungkapan ayat tersebut Prasetio Rumondor dan Ahmad Putra. AuIntegrasi Interkoneksi Esensi Pendidikan Islam dalam Pembelajaran SainsAy Conference : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Vol. 331Ae41. Raihana Salma Amatullah, dkk. AuKonsep Pendidikan Islam dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tafsir Ibnu KatsirAy. Ulumul QurAoan: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir (September 2. Vol. 3 No. 2, hal. Sarwadi dan Husna Nashihin: Character Education between The Western Context and Islamic Perspective. Al-Hikmah : Journal of Education . Vol. 4 No. 1 hal. Ibid. 48 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir sekaligus. Allah TaAoala yang telah menciptakannya dari Aoalaq. 40 Pengetahuan tentang Rabb (Katauhida. merupakan pengetahuan yang harus tertanam sejak awal. Aplikasi pendidikan tauhid sebagaimana yang diisyaratkan oleh ayat pertama, terlihat pada perbuatan Muhammad A Adan para sahabatnya baik dalam kehidupan individual, berkeluarga, maupun Nabi A Amelakukan penanaman aqidah tidak hanya terbatas pada orang dewasa, tetapi juga terhadap anak- anak, bahkan sejak dini . Ayat kedua surah Al-AoAlaq. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dari Aoalaq atau segumpal darah. AoAlaq adalah permulaan penciptaan manusia dari benda yang hina, namun Allah memuliakan manusia dengan ilmu yang Allah ajarkan kepada mereka, yang dimaksudkan dengan tanbih adalah peringatan bagi manusia bahwa Allah adalah penciptanya, ayat ini mengandung tauhid rububiyah yang mana menunjukkan kekuasaan Allah terhadap penciptaan manusia. Mengetahui makna tauhid dalam ayat tersebut akan mengantarkan manusia kepada peng-Esaan Allah subhanahu wa taAoala, karena jika manusia mengenal siapa Tuhan yang menciptakan, maka timbullah ketundukan kepadaNya. Dapat disimpulkan bahwa belajar tentang tauhid akan mendatangkan ketundukan kepada Allah, sehingga manusia dapat beribadah hanya kepada-Nya. Kesimpulan Surah Al-AoAlaq ayat 1-5 adalah wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Rasulullah A Alewat perantara Jibril Aoalaihissalam. Surah tersebut menerangkan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk membaca untuk menambah ilmu dan wawasan hingga terulang dua kali yang menunjukkan pentingnya kegiatan membaca tersebut. Perintah tersebut secara tidak langsung mengarahkan manusia untuk belajar karena dengan belajar manusia mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah TaAoala dan dengan ilmu tersebut manusia akan mendapatkan rahmat dari Allah TaAoala, dengan belajar manusia juga akan mengenal Rabb-nya yaitu Allah TaAoala yang menciptakan mereka dari segumpal darah atau Aoalaq. Surah tersebut juga mengandung kemurahan Allah TaAoala untuk mengajarkan manusia apa yang belum diketahuinya dan mengajarkan mereka untuk menulis sebagai usaha untuk mengikat ilmu, sebagaimana yang disebutkan dalam atsar AuIkatlah ilmu dengan tulisan. Ay Muhammad Nasib Ar-RifaAoi. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4, (Jakarta: Gema Insani, 2. , hal. Ibid. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 49 Urgensi Belajar dalam Surat Al-AoAlaq Ayat 1 Ae 5 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir Referensi