Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 386-394 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pengaruh Alat Musik Perkusi Terhadap Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun Di TK ABA Ranting Butung Kota Makassar Zukria1. Sri Wahyuni Asti2. Fitriani Dzulfadhilah3 Info Artikel Abstract Keywords: Emotional Regulation. Percussion Instruments. Early Childhood. Emotional regulation is an important skill that needs to be developed from an early age so that children are able to recognize, manage, and express their emotions appropriately. This study aims to determine the effect of using percussion instruments on the emotional regulation abilities of children aged 5Ae6 years. Through percussion music activities, children are encouraged to channel their emotions positively, work together, and learn to control themselves in following rhythms and instructions. The research process was carried out in several stages, starting from planning, implementing activities, to evaluating children's emotional regulation abilities after the treatment was given. The results of the study show that percussion music activities can help children express their feelings better, reduce emotional outbursts, and improve their ability to regulate and understand their emotions. Thus, the use of percussion instruments can be an alternative learning activity that is fun and effective for developing emotional regulation in early childhood. Kata kunci: Regulasi Emosi. Alat Musik Perkusi. Anak Usia Dini. Abstrak Regulasi emosi merupakan kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini agar anak mampu mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosinya dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat musik perkusi terhadap kemampuan regulasi emosi anak usia 5Ae6 tahun. Melalui kegiatan bermain musik perkusi, anak diajak untuk menyalurkan emosinya secara positif, bekerja sama, serta belajar mengendalikan diri dalam mengikuti irama dan Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahap mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi kemampuan regulasi emosi anak setelah perlakuan diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan musik perkusi mampu membantu anak mengekspresikan perasaan dengan lebih baik, mengurangi ledakan emosi, serta meningkatkan kemampuan mengatur dan memahami emosi diri. Dengan demikian, penggunaan alat musik perkusi dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk mengembangkan regulasi emosi anak usia dini. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Indonesia Email: zukriaauliasari27@gmail. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Indonesia Email: sriwahyuniasti@unm. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Indonesia Email: fitriani. dzulfadhilah@unm. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 11 Juli 2025 26 November 2025 07 Desember 2025 12 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Zukria. Asti. , & Dzulfadhilah. Pengaruh alat musik perkusi terhadap regulasi emosi anak usia 5Ae6 tahun di TK ABA Ranting Butung Kota Makassar. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 386-394, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Zukria, zukriaauliasari27@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Menurut Permendikbudristek No. 7 Tahun . tentang, pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah program pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun dan dilakukan dengan tujuan mendorong pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak sehingga mereka siap memasuki pendidikan lebih lanjut. Pada tahap ini, anak berada dalam periode yang ideal untuk menerima stimulasi, sehingga mereka dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan tahapan perkembangannya (Asti, 2. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cara memberikan stimulasi sejak usia dini yang tepat dan optimal pada tahapan perkembangannya (Ariani dkk. Perkembangan sosial emosional adalah salah satu aspek penting dalam pertumbuhan anak, karena berperan sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilannya di masa depan (Fitriya dkk. Perkembangan sosial emosional memiliki peran penting dalam kehidupan anak, terutama dalam kemampuan anak berinteraksi dengan orang lain. Jika anak tidak memiliki keterampilan sosial yang baik, akan sulit baginya untuk membangun masa depannya. Begitu pula dengan aspek emosional, yang perlu dikembangkan secara positif agar anak dapat mengekspresikan emosinya dengan tepat dan diterima oleh lingkungan sekitarnya (Nurhasanah. Sari & Kurniawan, 2. Goleman . menyatakan lntelegence Quotient (IQ) dan Emotional lntelegence (EQ) bukanlah keterampilan-keterampilan yang bertentangan, melainkan yang sedikit terpisah. Regulasi emosi adalah salah satu aspek dari kecerdasan emosional yang dapat dikembangkan melalui latihan. Ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengelola dan mengendalikan emosi mereka, serta berupaya untuk merasakan dan mengekspresikan emosi dengan cara yang dapat mendukung pencapaian tujuan hidup (Purwati. Ardini, 2. Istilah emosi berasal dari kata "emotus" atau "emovere," yang berarti "menggerakkan" atau "mendorong. " Ini merujuk pada sesuatu yang memicu reaksi, seperti emosi gembira yang mendorong seseorang untuk tertawa (Sukatin et al. , 2. Selain itu, kemampuan regulasi emosi menjadi bekal keterampilan yang dibutuhkan anak di masa dewasa (Leo & Hendriati. Menurut Gottman dan Katz (Rahman & Khoirunnisa, 2. regulasi emosi adalah kemampuan untuk menghindari perilaku yang tidak pantas akibat emosi yang berlebihan, baik positif maupun Ini mencakup kemampuan untuk menenangkan diri dari dampak psikologis serta fokus dalam mengelola tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Gross (Yunita Sari & Naqiyah, 2. , terdapat empat aspek utama dalam memahami kemampuan regulasi emosi individu, yaitu: . Strategi untuk regulasi emosi . Kemampuan mempertahankan perilaku yang berorientasi pada tujuan . Kontrol terhadap respons emosional . Penerima. n terhadap respons emosional . (Domino et al. , n. ) mengungkapkan indikator regulasi emosi yaitu kemampuan yang dimiliki anak untuk menilai pengalaman emosi dan kemampuan mengontrol, mengekspresikan emosi dan perasaan tersebut secara lebih positif dalam kehidupan sehari-hari. Serta kemampuan anak untuk dapat mengendalikan diri apabila sedang jengkel atau marah dan kemampauan untuk mengatasi rasa cemas dan sedih sehingga mempercepat dalam pemecahan suatu Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 (Utami & Novitasari, 2. mengungkapkan bahwa kemampuan regulasi emosi dapat didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam mengenali, merasakan, memahami, mengelola, serta memotivasi diri sendiri dan orang lain, serta mampu mengaplikasikan dalam kehidupan pribadi dan Kemampuan regulasi emosi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengenali emosi diri sendiri dan orang lain, membedakan berbagai jenis emosi yang muncul, serta mengontrol dan mengelola perasaan serta emosi, terutama dalam situasi yang sulit (Haryono et al. , 2. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas pentingnya regulasi emosi bagi anak usia dini dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih berfokus pada pendekatan pembelajaran konvensional, strategi komunikasi guru, atau kegiatan bermain peran tanpa memberikan perhatian khusus pada penggunaan media musikal sebagai sarana stimulasi emosi Penelitian mengenai penggunaan alat musik perkusi dalam konteks pengembangan regulasi emosi masih sangat terbatas, padahal kegiatan musik, khususnya perkusi, memiliki potensi besar dalam menstimulasi aspek afektif dan sosial anak melalui ritme, gerakan, serta kerja sama kelompok. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Arsyad et al. , 2. , mengemukakan alat musik perkusi dapat membantu anak usia 5-6 tahun dalam mengelola emosi mereka. Melalui alat musik perkusi, anak-anak juga dapat mempelajari pola ketukan dan melatih kepekaan mereka terhadap bunyi. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk memainkan alat musik perkusi dan mengeksplorasi kualitas bunyinya, karena alat ini sederhana dan mudah dimainkan oleh anak. Menurut Mahmud alat musik perkusi atau alat musik pukul merupakan alat musik yang bunyinya ditimbulkan oleh pukulan sebuah benda dengan benda lain (Kurnia et al. , 2. Alat ini bisa dibuat dari berbagai bahan yang tersedia di sekitar kita. Secara umum, instrumen perkusi adalah benda apa saja yang mampu menghasilkan suara, baik melalui pukulan, goyangan, benturan, maupun cara lain yang menyebabkan getaran pada benda tersebut (Fitria et al. , 2. Dalam penggunaan alat musik perkusi, terdapat beberapa tahap yang harus dilalui sebelum anak dapat memainkan alat perkusi yaitu . mengenalkan alat musik perkusi sederhana, . menjelaskan cara menggunakan alat musik perkusi . mengajak anak untuk mulai memainkan alat musik perkusi dengan stick . memberikan contoh tempo, ketukan . , dan irama yang akan dimainkan di kelas . memberikan bimbingan dan instruksi dan, memainkan alat musik bermanfaat bagi anak-anak (Yeni. Meningkatkan kemampuan anak melalui alat musik perkusi bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan kecerdasannya. Alat musik perkusi memberi kesempatan kepada anak untuk mengamati dan merasakannya secara langsung. Bermain alat musik juga memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri dengan lebih percaya diri (Ningsih, 2. Menggunakan alat musik perkusi dapat mengelola emosional anak dengan baik seperti anak tertib menunggu antrian saat pembagian alat musik, anak mau bertukaran alat musiknya, anak mau berteman dengan teman yang lain saat bermain alat musik, anak sabar dalam memainkan alat musik dan anak juga tidak mudah menyerah atau putus asa ketika mengalami kesulitan saat memainkan alat musik perkusi serta dapat mengekspresikan dirinya pada hal yang positif saat bermain alat musik Berdasarkan observasi awal dan wawancara pada bulan Januari 2025 di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ranting Butung Kota Makassar. Peneliti melakukan wawancara dengan guru berinsial N mengatakan bahwa anak-anak masih kurang mampu dalam mengendalikan dan mengenali emosinya sendiri seperti pada saat marah masih suka melempar permainan yang dia pegang, masih ada sebagian anak juga yang kurang mampu memahami perasaan temannya seperti mengambil mainan yang sedang dimainkan oleh temannya, serta saat bermain ayunan anak tidak mau memberikan kesempatan kepada temannya yang lain untuk naik, dan masih ada sebagian anak juga yang masih sering menganggu Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Sedangkan berdasarkan hasil observasi awal, sebagian anak masih belum mampu mengekspresikan emosinya dengan tepat contohnya ketika marah berlebihan karena keinginannya tidak dituruti, sering meluapkan emosi negatifnya dengan cara bergelinding ke lantai sampai di bujuk oleh gurunya, dan tidak sabar untuk menunggu gilirannya saat bermain bersama temannya. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang kemampuan regulasi emosi anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ranting Butung Kota Makassar. Oleh karena itu peneliti tertarik menggunakan alat musik perkusi untuk melihat kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Alat musik perkusi merupakan musik yang menarik bagi anak, karena menghasilkan bunyi dengan cara diketuk yang ditimbulkan oleh pukulan sebuah benda dengan benda Maka dari itu, peneliti tertarik mencobakannya dalam sebuah penelitian yang berjudul AuPengaruh Alat Musik Perkusi Terhadap Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ranting Butung Kota Makassar. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk membahas hasil penelitian mengenai seberapa besar pengaruh alat musik perkusi terhadap kemampuan regulasi emosi anak. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Quasi eksperimen merupakan metode penelitian yang mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang dapat mempengaruhi eksperimen (Rahayu et al. , 2. Penelitian ini menggunakan desain non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik yang bersekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ranting Butung Kota Makassar, yang memiliki tiga kelas. Sampel pada penelitian ini adalah anak yang memiliki usia 5-6 tahun, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambil dari keseluruhan populasi yaitu 32 peserta didik. Sumber data dalam penelitan ini adalah anak yang berada di kelompok B1 sebagai kelompok kontrol sedangkan kelompok B2 sebagai kelompok eksperimen. Penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu variabel bebas dan terikat. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan menggunakan SPPS versi 26 dan analisis statistik non-parametrik dengan melakukan uji beda . ilcoxon signed rank tes. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data penelitian tersebut, penelitian ini berguna untuk mengetahui seberapa besar pengaruh alat musik perkusi terhadap kemampuan regulasi emosi anak dan ada 9 item yang dinilai oleh peneliti, diantaranya : . anak mampu mengungkapkan perasaan senangnya, . anak mampu menunjukkan sikap tidak senangnya, . anak mampu menunjukkan antusiasmenya, . anak mampu menunjukkan eskpresi emosi wajah yang sesuai, . anak mampu menunjukkan perilaku kesulitan, . anak mampu menunjukkan sikap percaya diri, . anak mampu menunjukkan kepeduliannya terhada$p temannya, . anak mampu memahami perasaan temannya, . anak mampu mengungkapkan perasaan Statistics Descriptive Tabel 1 Data Analisi Pretest dan Posttest Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun Pada Kelompok Eksperimen Descriptive Statistics Pre-Test Post-Test Eksperimen Eksperimen Valid Missing Mean Std. Deviation Minimum Maksimum Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada Tabel 1, diketahui bahwa jumlah anak dalam kelompok eksperimen sebanyak 16 orang. Nilai pre-test menunjukkan skor minimum sebesar 9 dan maksimum 16, dengan rata-rata . 81 dan standar deviasi sebesar 1. Setelah diberikan perlakuan melalui kegiatan menggunakan alat musik perkusi hasil post-test mengalami peningkatan, dengan skor minimum sebesar 26 dan maksimum 34. Rata-rata . post-test mencapai 30. dengan standar deviasi sebesar 1. Peningkatan rata-rata dari pre-test ke post-test sebesar 18. menunjukkan adanya perubahan positif pada kemampuan regulasi emosi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan menggunakan alat musik perkusi memberikan pengaruh terhadap peningkatan kmampuan regulasi emosi anak dalam kelompok eksperimen. Sedangkan rata-rata kemampuan regulasi emosi anak pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberi perlakuan menggunakan alat tempurung kelapa dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2. Data Analisi Pretest dan Posttest Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun Pada Kelompok Kontrol Descriptive Statistics Pre-Test Kontrol Post-Test Kontrol Valid Missing Mean Std. Deviation Minimum Maksimum Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa jumlah anak dalam kelompok kontrol sebanyak 16 orang. Nilai pre-test menunjukkan skor minimum sebesar 9 dan maksimum 13, dengan rata-rata . 31 dan standar deviasi sebesar 1. Setelah melalui proses pembelajaran menggunakan alat tempurung kelapa adapun hasil post-test mengalami peningkatan, dengan skor minimum sebesar 12 dan maksimum 24, dengan rata-rata . 00 dan standar deviasi sebesar 2. Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 7. Namun jika dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang mengalami peningkatan rata-rata sebesar 18. 75, jadi peningkatan pada kelompok kontrol tergolong lebih rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan kemampuan regulasi emosi pada kelompok kontrol, peningkatannya tidak sebesar kelompok eksperimen. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat musik perkusi memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap kemampuan regulasi emosi anak dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan tempurung kelapa. Wilcoxon Signed Rank Test Tabel 3. Hasil Uji Wilcoxon signed rank test Kemampuan Regulasi Emosi Anak Pada Kelompok Eksperimen Post-test Eksperimen Pre-test Eksperimen Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 3, hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai Z sebesar -3. 591b dan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. Nilai siginikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 hasil pre-test dan post-test kemampuan regulasi emosi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang siginifikan dalam kemampuan regulasi emosi anak setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan pembelajaran menggunakan alat musik perkusi . Hasil ini menunjukkan bahwa metode tersebut efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak dalam kelompok eksperimen. Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon signed rank test Kemampuan Regulasi Emosi Anak Pada Kelompok Kontrol Post-test Kontrol Pre-test Kontrol Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 4. , hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa nilai Z sebesar -3. 523b dan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. Nilai siginikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test kemampuan regulasi emosi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang siginifikan dalam kemampuan regulasi emosi anak setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan pembelajaran menggunakan alat tempurung kelapa. Hasil ini menunjukkan bahwa metode tersebut efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak dalam kelompok kontrol. PEMBAHASAN Penggunaan alat musik perkusi merupakan salah satu kegiatan yang mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak usia dini. Pelaksanaan kegiatan menggunakan alat musik perkusi dilakukan sebanyak 8 kali perlakuan. Dilaksanakan dengan terlebih dahulu peneliti menyiapkan alat untuk kelompok eksperimen yaitu drum sedangkan kelompok kontrol tempurung Setelah alat nya sudah siap, maka peneliti mengatur posisi duduk peserta didik dengan membaginya ke dalam 3 kelompok. Setelah mengatur posisi duduk peserta didik, peneliti kemudian memberikan instruksi agar anak dapat terti$b ketika bermain alat musik nanti. Sebelum diberikan perlakuan berupa alat musik perkusi, tingkat regulasi peserta didik masih tergolong rendah. Peserta didik belum mampu mengenali dan memahami eosi nya sendiri dalam menunjukkannya kepada orang lain, masih kesulitan mengeskpresikan emosinya dengan baik seperti suka marah, dan belum mampu memahami perasaan orang lain dengan mengungkapkan perasaan temannya ataupun menunjukkan kepeduliannya ketika melihat temannya kesulitan. Namun setelah diberikan perlakuan berupa alat musik perkusi drum dan tempurung kelapa, terjadi perkembangan yang nyata. Peserta didik mulai mampu mengenali emosinya sendiri apakah itu negatif atau positif, mengekspresikan emosinya serta mampu memahami perasaan orang lain bahkan dirinya sendiri saat mengungkapkan perasaannya. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan alat musik perkusi khususnya dengan alat drum dapat mengembangkan kemampuan regulasi emosi anak, pernyataan ini diperkuat oleh hasil dari uji hipotesis yang menggunakan perhitungan uji analisis statistics descriptive yang mana hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata hasil nilai perkembangan kemampuan regulasi emosi anak pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan kegiatan menggunakan alat musik perkusi . terdapat peningkatan atau terjadi perubahan yang signifikan dibandingkan perkembangan kemampuan regulasi emosi anak pada kelompok control. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh rata-rata skor kelompok eksperimen sebelum perlakuan sebesar 11,81. Setelah perlakuan diberikan, rata-rata meningkat menjadi 30. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Artinya, terjadi peningkatan sebesar 28. 75 pada nilai rata-rata kelompok eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan drum dalam kegiatan alat musik perkusi berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan berhitung anak usia dini. Pada hasil sig. ,000 < 0,05, berarti Ho uji Wilcoxon signed rank test ditolak dan H 1 uji Wilcoxon signed rank test diterima yaitu ada pengaruh kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ranting Butung. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon signed rank test, diketahui bahwa pada kelompok control nilai Z 523b dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. 000<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan regulasi emosi anak sebelum dan sesudah dilakukannya kegiatan pembelajaran menggunakan alat musik perkusi . empurung kelap. Sementara itu, pada kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa kegiatan pembelajaran alat musik perkusi . , dan diperoleh nilai Z sebesar -3. 591b dan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. 000<0,05. Rata-rata kemampuan regulasi emosi anak setelah diberikan perlakuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Hal ini membukti$a$n bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan alat musik perkusi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak usia dini. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari penelitian yang dilakukan oleh (Wulan et al. , 2. mengungkapkan bahwa bermain perkusi terbuktii mampu meningkatkan keterampilan fisik motorik dan emosional anak. Dan juga penelitian yang dilakukan (Arsyad et al. , 2. , mengemukakan alat musik perkusi dapat membantu anak usia 5-6 tahun dalam mengelola emosi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat musik perkusi sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan regulasi emosi anak. Pernyataan ini diperkuat oleh hasil uji hipotesis yang menggunakan perhitungan analisis statistik deskriptif dan uji statistik nonparametrik, yang menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan regulasi emosi anak setelah diberikan perlakuan melalui alat musik perkusi mengalami perubahan atau peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kemampuan regulasi emosi sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat musik perkusi . memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan regulasi emosi pada anak usia 5-6 tahun. KESIMPULAN Penggunaan alat musik perkusi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan regulasi emosi pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ranting Butung. Kemajuan terlihat dalam kemampuan mengenali emosi negatif dan positif, mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat, dan memahami perasaan orang lain. Pembelajaran yang dilaksanakan secara terstruktur selama 8 kali pertemuan turut mendukung pencapaian indikator perkembangan anak. Berdasarkan tabel dari hasil uji wilcoxon hasil uji Wilcoxon signed rank test pa da kelompok eksperimen yang memperoleh nilai Z sebesar -3,591b dengan nilai siginifikansi . -taile. sebesar ,000<0,05. Sesuai dengan kriteria pengukuran pada uji hipotesis, apabila diperoleh nilai sig <0. 05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan alat musik perkusi terhadap kemampuan regulasi emosi anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ranting Butung Kota Makassar. DAFTAR KEPUSTAKAAN Arsyad. Putrianti. , & Khadijah. Implementasi Alat Musik Perkusi Dalam Kemampuan Mengelola Emosional Anak Usia Dini di RA Az-Zahwa. Jurnal Raudhah, 8. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Asti. Pengaruh Permainan Monopoli Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Mentari Bontoa Kabupaten Takalar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9. , 1175Ae1184. Domino. Katolik. , & Santu. Ketrampilan Meregulasi Emosi dalam Perkembangan Anak Regulation of Emotions in Child Development 61 | Jurnal Lonto Leok : Vol 5 . No 2 Juli 2023 62 | Jurnal Lonto Leok : Vol 5 . No 2 Juli 2023. , 61Ae68. Fitria. Agilda. Novianti. , & Rahmawati. Mengembangkan Bakat Musikal Anak Usia Dini Melalui Alat Perkusi (Barang Beka. Jurnal Evaluasi Pendidikan (JEP), 6. Haryono. Anggraini. , & Muntomimah. Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian dan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Jurnal Warna: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 3. Hm. Mengelola kecerdasan emosi. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2. , 198Ae Kozubal. Szuster. , & Wielgopolan. Emotional regulation strategies in daily life: the intensity of emotions and regulation choice. Frontiers in Psychology, 14(Augus. , 1Ae9. https://doi. org/10. 3389/fpsyg. Kurnia. Andi. , & Palu. Pelatihan musik perkusi untuk kecerdasan musikal anak usia dini di Kober Peu Pado. 2, 225Ae231. Leo. , & Hendriati. Perbedaan Regulasi Emosi Anak Usia 4-6 Tahun Berdasarkan Emotional Style Ayah Ibu. Psikodimensia, 21. , 62Ae73. https://doi. org/10. 24167/psidim. Ningsih. Meningkatkan Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Bermain Alat Musik Perkusi. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesi. : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 5. , 65Ae77. Nurhasanah. Sari. , & Kurniawan. Mitra Ash-Shibyan : Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4. , 91Ae102. Purwati. Ardini. Pengaruh Plasticine Art Therapy Terhadap Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun. Student Journal of Early Childhood Education , 3. , 59Ae72. https://doi. org/10. 37411/sjece. Rahayu. Siroj. , & Afgani. Experimental Research Dalam Penelitian Pendidikan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10. , 901Ae911. Rahman. , & Khoirunnisa. Hubungan antara regulasi emosi dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XI SMA Negeri 22 Surabaya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 6. , 1Ae6. Rampai. Emas. Lestari. Simaremare. Pendidikan. , & Medan. Pengaruh Permainan Alat Musik Perkusi Terhadap Persepsi Bunyi Irama Pada Anak Kelompok B Tk Perwanis Sei Batang Serangan Medan. , 31Ae37. Salma. , & Hasibuan. Pengaruh neglectful parenting style terhadap emosi negatif anak usia 5-6 tahun dalam pembelajaran. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4. , 1015Ae Sukatin. Chofifah. Turiyana. Paradise. Azkia. , & Ummah. Analisis Perkembangan Emosi Anak Usia Dini. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 5. , 77Ae90. https://doi. org/10. 14421/jga. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Utami. , & Novitasari. Konstruk Dimensi Kecerdasan Emosional Anak Usia 5-6 Tahun. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 7. , 137Ae149. Wulan. Deliana. , & Pranoto. Playing Percussion to Develop PhysicalMotor and Emotional Skills of a Cerebral Palsy Child. Journal of Primary Education, 10. , 19Ae26. Yeni. Keefektifan penggunaan permainan perkusi sederhana untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak di Taman Kanak-Kanak. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran (JPP), 22. , 76Ae81. Yunita Sari. , & Naqiyah. Pengembangan Instrumen Skala Regulasi Emosi Pada Peserta Didik SMK. Jurnal BK UNESA, 13. , 345Ae349