E-ISSN : 2797-1910 Vol. No. Juni 2024. Hlm. DOI: 10. 37274/ukazh. Analisis Gaya Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Maharah Qiroah Dengan Metode Jigsaw Dzikrul Hakim Al-Ghozali*. Alfinnaturrohmah Universitas K. H A. Wahab Hasbullah. Jombang Indonesia *m. dzikrul@unwaha. Abstrak Pembelajaran maharoh qiroAoah merupakan aspek yang signifikasinya dalam memahami teks kajian berbahasa arab, dalam hal ini memerlukan pendekatan yang efisien untuk meningkatkan pemahaman siswa. Salah satu teknik yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa adalah metode jigsaw. Agar terciptanya pembelajaran maharoh qiroah yang berbasis metode jigsaw maka diperlukan analisis gaya belajar siswa secara komperehensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gaya belajar siswa dalam pembelajaran maharoh qiroah dengan menggunakan metode jigsaw. Pendekatan ini melibatkan pembelajaran bersama di mana siswa bekerja dalam kelompok kecil positif untuk menyelesaikan masalah dan berbagi hasilnya dengan kelompok lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Hasilnya menunjukkan adanya variasi dalam gaya belajar siswa, teridentifikasi 7 jenis kecerdasan dalam pembelajaran ini, diantaranya adalah verbal-linguistik, visual-spasial, kinestetik, irama-musical, logis-matematis, intrapersonal dan interpersonal. Selanjutnya, dalam pembelajaran maharoh qiroaAoah menggunakan metode jigsaw memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkolaborasi dalam kelompok kecil yang positif, memperhatikan perbedaan gaya belajar di antara anggota kelompok, dan mendukung pemahaman yang lebih baik melalui diskusi dan kerjasama. Kata kunci : Gaya belajar siswa. pembelajaran maharoh qiroah. Metode jigsaw. Abstract Maharoh qiro'ah learning is a significant aspect in understanding Arabic study texts, in this case it requires an efficient approach to improve students' understanding. One technique that has been proven effective in increasing students' understanding is the jigsaw method. In order to create maharoh qiroah learning based on the jigsaw method, a comprehensive analysis of student learning styles is needed. The aim of this research is to analyze students' learning styles in learning maharoh qiroah using the jigsaw method. This approach involves collaborative learning where students work in small, positive groups to solve problems and share the results with the rest of the group. This research uses qualitative methods with data collection techniques including interviews, observation and questionnaires. The results show that there are variations in students' learning styles, 7 types of intelligence were identified in this learning, including verbal-linguistic, visual-spatial, kinesthetic, rhythmic-musical, logical-mathematical, intrapersonal and interpersonal. Furthermore, learning maharoh qiroa'ah using the jigsaw method provides opportunities for students to collaborate in positive small groups, pay attention to differences in learning styles between group members, and Diserahkan: 11-04-2024 Disetujui: 26-05-2024. Dipublikasikan: 28-06-2024 Analisis Gaya Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Maharah Qiroah Dengan Metode Jigsaw support better understanding through discussion and collaboration. Keywords: Student learning styles. maharoh qiroah learning. Jigsaw method. PENDAHULUAN Maharoh qiroaAoah merupakan keterampilan yang penting setelah maharoh kalam, maharoh qiroAoah atau keterampilan membaca bisa dipahami dalam dua pengertian, yaitu: proses mengubah simbol-simbol tulisan menjadi bunyi, dan makna lainnya menemukan dan memahami arti dari lambang-lambang tulisan dan bunyi. Dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca adalah memahami isi dari suatu bacaan. Membaca . merupakan interaksi antara pembaca dan penulis melalui suatu bacaan. (Fitriyanti. Ishak, and Azizah 2. Pembelajaran maharoh qiroah mempunyai banyak tujuan diantaranya adalah siswa mampu menemukan tema, ide pokok, alur serta hikmah yang terkandung di dalamnya serta mampu menyampaikan ulang teks yang telah dibaca dari sumber tertulis yang berupa hikayah, biografi, dongeng, dll. Dengan bahasa lain membaca adalah menggiring siswa untuk terampil membaca dan memahami teks berbahasa arab dengan lancar dan tepat sesuai kaidah gramatikal. (Izzah and MaAosum 2. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, yang menentukan cara mereka memproses informasi dan memahami materi (Sumiyati. Mansur, and Ardiansyah 2. Teori Multiple Intelligences (MI) Howard Gardner mengemukakan bahwa kecerdasan yang dimiliki setiap individu itu berbeda-beda, yang dapat digolongkan sebagai berikut verbal-linguistik, visual-spatial, logis-matematis, kinestetik, irama-musical, intrapersonal, interpersonal, humanistic dan Memperhatikan gaya belajar siswa adalah salah satu cara untuk merancang strategi pembelajaran yang dianggap tepat dan efektif. (Chatib 2. Salah satu metode pembelajaran yang telah terbukti efektif dalam memfasilitasi kolaborasi antara siswa dengan berbagai gaya belajar adalah metode jigsaw. (Akmalia and Cahyani 2. Metode ini memungkinkan siswa bekerja dalam kelompok kecil, di mana setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas bagian tertentu dari materi pelajaran dan kemudian berbagi pengetahuan mereka dengan anggota kelompok (Ghozali and Mustamim 2. Dalam penelitiannya (SyafeAoi. Musthafa, and Hayati 2. Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, aktif, konstruktif, partisipatif, dan menyenangkan, penting untuk menerapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan selaras dengan tahaptahap perkembangan siswa. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pembelajaran maharoh qiroAoah perlu ditekan bahwa setiap siswa memiliki gaya belajarnya sendiri sehingga guru harus lebih memperhatikan satu persatu karakteristik siswa-siswanya. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Al-Ghozali. Alfinnaturrohmah Kurangnya kesadaran dari guru terhadap keragaman potensi dan keunikan siswa dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya keberhasilan dalam pembelajaran maharoh Qiro'ah. Oleh karena itu, melalui pendekatan yang memperhatikan keragaman siswa, guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan memungkinkan setiap siswa untuk mencapai potensi maksimalnya dalam memahami maharoh Qiro'ah. (Ahmad 2. Dalam konteks penelitian ini, peneliti akan mengarahkan fokusnya pada MTs Bahrul Ulum di Jombang, yang terletak di lingkungan yayasan pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Hasil wawancara dengan salah satu guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Arab di sekolah tersebut mengungkapkan bahwa keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab, khususnya maharoh qiro'ah, masih belum optimal dan belum mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi dalam model pembelajaran yang digunakan, sehingga menyebabkan siswa merasa bosan dan pasif dalam proses pembelajaran. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan model pembelajaran baru(Rahmawati & Hakim, 2. yang belum digunakan dalam madrasah tersebut, dalam hal ini peneliti memilih model pembelajaran jigsaw. Model pembelajaran jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. (Sumiyati dkk. , 2. Model pembelajran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang bersifat kerja sama atau kooperatif yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar yang baik. (Octavia, 2. Model pembelajaran kooperatif jigsaw ditemukan dan di kembangkan oleh Elliot Eronson dan mahasiswanya di University of Texas dan university of California. Jigsaw pertama kali digunakan pada tahun 1971 di Austin. Texas. (Akmalia & Cahyani, 2. Pada pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Dalam konteks pembelajaran maharoh qiroah di MTs Bahrul Ulum, penting untuk memahami bagaimana gaya belajar siswa memengaruhi proses pembelajaran mereka. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penggunaan metode jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam berbagai mata pelajaran. Namun, belum ada penelitian yang secara khusus mengkaji penggunaan metode jigsaw dalam pembelajaran maharoh qiroah dengan mempertimbangkan variasi gaya belajar siswa berdasarkan teori MI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar siswa, agar guru dapat memfasilitasi siswa dalam memahami pembelajaran maharoh qiroAoah sesuai dengan gaya belajar siswa yang bermacam-macam. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Analisis Gaya Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Maharah Qiroah Dengan Metode Jigsaw II. METODE PENELITIAN Penulis memilih metode penelitian kualitatif untuk menggali pemahaman mendalam tentang fenomena keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab, khususnya maharoh qiro'ah, di MTs Bahrul Ulum Jombang. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang memengaruhi proses pembelajaran secara holistik, seperti persepsi guru dan siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan serta dampaknya terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode kualitatif, penulis dapat mengumpulkan data berupa pandangan, sikap, dan pengalaman secara mendalam dari para responden, yang akan memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah (Sugiyono 2. Penelitian ini dilaksanakan di kelas Vi C MTs Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, dengan jumlah objek 31 siswa, sebelum terjun lapangan peneliti melakukan pengamatan di lokasi penelitian, kemudian melakukan wawancara kepada narasumber untuk memperoleh data awal sebagai bahan penelitian, dan setelah itu melakukan pengamatan cara pembelajaran yang selama ini diterapkan di madrasah, kemudian menyebarkan angket untuk mengetahui tingkat kegemaran peserta didik dan jenis kecerdasan yang ada dalam kelas tersebut. Kemudian menyusun strategi pembelajaran jigsaw yang dapat digunakan dalam menerapkan materi tentang maharoh qiroah. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh melalui tiga teknik pengumpulan data Pertama, wawancara tidak terstruktur dilakukan kepada pendidik untuk memperoleh informasi tentang metode pembelajaran yang digunakan dan hasil belajar Kedua, observasi dilakukan oleh peneliti sebagai pengamat terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik terhadap siswa. Ketiga, angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui jenis kecerdasan yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, peneliti juga terlibat dalam praktik langsung dengan menerapkan model pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya dan memberikan tes langsung untuk mengevaluasi perbedaan hasil dari perlakuan yang diberikan. Prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga tahap Pertama, reduksi data dilakukan untuk menyusun data yang diperoleh dari berbagai sumber agar lebih mudah dipahami dan dianalisis. Kedua, tampilan data dilakukan untuk menampilkan data dengan cara yang mudah dipahami dan relevan. Ketiga, penyimpulan data dilakukan untuk menarik kesimpulan dari data yang telah diperoleh, dan dilakukan verifikasi data dengan menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan keabsahan dan keandalan temuan penelitian. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Al-Ghozali. Alfinnaturrohmah i. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis gaya belajar siswa pada pembelajaran maharoh Qiroah dengan metode Berdasarkan dari hasil observasi dan wawancara tentang gaya belajar siswa pada mata pelajaran maharoh qiroah yang dilakukan pada siswi kels Vi C Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang terdapat 7 jenis kecerdasan yang berdasarkan teori Multiple Intelegences yaitu: kecerdasan verbal-linguistik, kinestetis, visual-spasial, logis-matematis. Irama-musical, intrapersonal dan interpersonal. Gaya belajar merupakan sebuah cara atau sebuah kebiasaan yang dilakukan siswa dalam menerima pembelajaran. Dari hasil observasi dan penyebaran angket didapatkan hasil bahwa dari 31 siswi terdapat 7 orang yang lebih cenderung pada kecersadasan kecerdasan verbal-linguistik yang suka dengan gaya belajar menulis, membaca dan juga Kecerdasan linguistik merujuk pada kemampuan untuk menggunakan berbagai bahasa yang dikuasai, termasuk bahasa ibu dan bahasa lainnya, untuk menggambarkan pemikiran serta memahami orang lain. Ini juga sering disebut sebagai kecerdasan verbal karena mencakup kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis, serta kemampuan untuk mempelajari bahasa asing. (Yaumi 2. Dan 5 siswi yang lebih cenderung pada kecerdasan logis- matematis yang lebis kritis, suka eksperimen dan kurang suka membaca. Kecerdasan ini adalah kemampuan seseorang menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis dan abstraksi-abstraksi Proses yang digunakan dalam kecerdasan ini antara lain: generalisasi, perhitungan dan pengujian hipotesis. (Muali 2. Adapun 5 siswi lain lebih Lebih mengarah ke kemampuan visual-spasial, kecerdasan ini terkait dengan bakat dalam seni, terutama lukisan dan arsitektur. Dikenal juga sebagai kemampuan gambar atau pemahaman ruang, kecerdasan visual-spatial mencakup kemampuan untuk melihat dunia visual-spatial secara tepat dan mengubahnya ke dalam berbagai bentuk. (Sumiyati, dkk. dan siswi lebih tertarik dengan gambar-gambar, hal-hal yang berwarna, sehingga dia merasa bosan jika melihat teks tanpa variasi Adapun 3 diatara 31 siswi cenderung memiliki kecerdasan jasmaniah-kinestetik, lebih suka mengekspresikan pendapat mereka dengan gerakan, suka bergerak dan sulit untuk diam, sedangkan saat pelajaran dia hanya mendengarkan dan menghafal saja dia merasa bosan dan lebih baik tidur. Kecerdasan ini merupakan keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu. Kecerdasan ini meliputi kemampuan-kemampuan fisik yang spesifik, seperti koordinasi, keseimbangan. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Analisis Gaya Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Maharah Qiroah Dengan Metode Jigsaw keterampilan, kekuatan, kelenturan, dan kcepatan maupun rangsangan dan hal yang berkaitan dengan sentuhan . actile and hapti. (Wulan 2. Sedangkan 10 dari 31 siswi cenderung memiliki kecerdasan berirama atau musical. Kecerdasan ini merupakan kecerdasan yang paling sedikit dipahami dan setidaknya dalam lingkungan akademik, yang paling sedikit dipahami di antara jenis-jenis kecerdasan yang lainnya. Kecerdasan ini merupakan kemampuan menangani bentukbentuk musical dengan cara mempersepsi, membedakan, mengubah, dan Memiliki kepekaan terhadap irama, pola titinada atau melodi, dan warna nada atau warna suara suatu lagu merupakan suatu ciri yang menonjol pada kecerdasan ini. (Setiawati 2. mereka lebih suka ramai, berdendang, bergumam dan lebih cepat faham dengan menggunakan lagu-lagu. 3 dari 31 siswi cenderung memiliki kecerdasan interpersonal, kecerdasan ini memiliki kemampuan melibatkan pengenalan dan pemahaman emosi, maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Ini tercermin dalam kegembiraan dalam berinteraksi sosial dan kepuasan dalam berbagai kegiatan bersama, sementara juga menunjukkan ketidaknyamanan ketika sendirian. (Yaumi 2. mereka cenderung suka bekerja kelompok, suka berinteraksi dengan teman-teman yang lain. Adapun siswi yang memilki kecerdasan intrapersonal. Jenis kecerdasan ini adalah kemampuan untuk mengenali dan bertindak sesuai dengan pemahaman diri sendiri. Ini mencakup kemampuan untuk memahami diri sendiri dengan baik, memiliki kesadaran akan suasana hati, maksud, motivasi, temperamen, dan keinginan, serta kemampuan untuk mengatur diri sendiri, memahami, dan menghargai diri sendiri. Orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi dia sangat mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, dan yakin dengan pendapat diri sendiri. ada 4 dari 31 siswa mereka lebih suka mengerjakan dengan kemampuannya sendiri, berfikir dengan matang tentang tindakan yang akan dia lakukakan, peduli terhadap sesama teman. Setiap siswa memiliki lebih dari satu kecerdasan, yang bahkan sembilan kecerdasan itu bisa berada pada satu siswa namun itu sangat jarang, adapun pada penelitian ini peneliti menerapkan satu model pembelajaran yang diharapkan mampu menarik perhatian siswa dalam mempelajari maharoh qiroAoah. (Hafizha. Ananda, and Aprinawati Dalam sebuah pembelajaran model pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, karna menentukan pola untuk menyampaikan materi pada semua siswi yang memiliki kecerdasan yang bermacam-macam. (Hurit et al. metode pembelajaran jigsaw dipandang sebagai sebuah metode yang tepat untuk menyampaikan materi kepada siswi kelas Vi C ini karena metode jigsaw memberikan ruang kepada siswa untuk saling berdiskusi bertukar pendapat dan saling mengenal satu sama lain. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Al-Ghozali. Alfinnaturrohmah IV. KESIMPULAN Dari hasil dan pembahasan analisis gaya belajar siswa pada pembelajaran maharoh qiroah dengan metode jigsaw diatas dapat diketahui bahwa siswa pada kelas Vi C Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum Jombang memiliki 7 gaya belajar atau kecerdasan yang berbeda-beda. Diantara 7 jenis kecerdasan yang berdasarkan teori Multiple Intelegences yaitu: kecerdasan verbal-linguistik, kinestetis, visual-spasial, logismatematis. Irama-musical, intrapersonal dan interpersonal. Dengan banyaknya macam kecerdasan yang dimiliki siswi-siswi tersebut diperlukan metode pembelajaran yang mampu menarik minat belajar mereka, metode jigsaw merupakan metode yang melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang melibatkan siswa dalam berdiskusi dengan teman sekelompok. DAFTAR PUSTAKA