PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID UNTUK PEMBELAJARAN PNEUMATIK Anwar Setiadi1. Pitoyo Yuliatmojo,2. Diat Nurhidayat3 1,2,3 Dosen Prodi Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta Email: 1anwarsetya1@gmail. com, 2pitoyo_ok@unj. id, 3diat@unj. Abstrak - Penelitian ini merupakan pengembangkan aplikasi android untuk pembelajaran pneumatik dengan mengetahui tingkat kelayakannya aplikasi berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, praktisi pembelajaran pneumatik . , dan siswa. Penelitian menggunakan metode pengembangan (Research and Developmen. yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE (Analisis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat kelayakan aplikasi android pembelajaran pneumatik mendapatkan penilaian berdasarkan : . ahli materi diperoleh rata-rata skor 4. yang termasuk kategori sangat layak, . ahli media diperoleh rata-rata skor 4. 31 yang termasuk kategori sangat layak, . praktisi pembelajaran pneumatik . diperoleh rata-rata skor 4. 54 yang kategori sangat layak, dan . Siswa diperoleh rata-rata skor 4. 03 yang termasuk kategori layak. Maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan aplikasi android untuk pembelajaran pneumatik layak digunakan sebagai multimedia pembelajaran interaktif dalam pembelajaran pneumatik. Kata Kunci: Bahan Ajar. Pneumatik. Multimedia Pembelajaran Interaktif. Android Abstract - develop android application for pneumatic learning by knowing the level of feasibility based on the assessment of material experts, media experts, pneumatic learning practitioners and students. This study uses development method (Research and Developmen. which was adapted from the ADDIE model (Analysis. Design. Development. Implementation and Evaluatio. The results shows that the level of feasibility of pneumatic teaching materials as an interactive learning multimedia based on android get an assessment based on: . material experts with an average score of 4. 55 which falls into category of very feasible, . media experts with an average score of 4. 31 which falls into category of very feasible, . pneumatic learning practitioners . with an average score of 4. 54 which falls into category of very feasible, and . Students with an average score of 4. 03 which falls into the suitable category. Therefore, it can be concluded that the development of pneumatic materials based on android is worthy to be used as an interactive learning multimedia in pneumatic learning. Keywords: Learning materials. Pneumatic. Interactive Learning Multimedia. Android. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Volume I No. April 2. 1 I. PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong adanya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Sejalan dengan hal tersebut para pendidik diharuskan agar mampu menggunakan hasil teknologi tersebut yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin Smartphone adalah perangkat telepon genggam berkomunikasi . engirim pesan singkat dan telepo. , serta di dalamnya terdapat fungsi PDA (Personal Digital Assistan. yang dirancang untuk membantu orang mengatur hidup mereka seperti menyimpanan data, no telepon, agenda, dll. Menurut lembaga riset Roy Morgan, pada periode 2012-2013 kepemilikan smartphone di Indonesia naik dua kali lipat, yaitu dari 12 % menjadi 24 % dari total populasi di Indonesia dan kepemilikan tersebut didomiasi oleh remaja, dari total kepemilikan smartphone, 89% menggunakan smartphone mereka untuk berinteraksi dengan teman-teman, kemudin 56% menggunakan smartphone mereka untuk berinteraksi dengan keluarga mereka, dan 35% lainya menggunakan smartphone mereka untuk berkomunikasi dengan guru-guru mereka. Menurut lembaga riset Digital Marketing Emarketer memperkirakan jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia pada tahun 2018 akan menembus lebih dari 100 juta orang. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan praktisi pembelajaran pneumatik yang dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran pneumatik di SMK Negeri 4 Jakarta yaitu guru mempunyai media pembelajaran yang sesuai dengan standart pembelajaran yang seharusnya, yaitu belum adanya bahan ajar yang terangkum sebagai bahan belajar siswa dan belum adanya jobsheet sebagai pendukung kegiatan praktik Maka perlu adanya Pengembangan Bahan Ajar Pneumatik dalam bentuk aplikasi II. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI Jurusan Mekatronika SMK Negeri 4 Jakarta yang berlamatkan Jalan Jl. Rorotan. RT. 4/RW. 5 Rorotan. Cilincing. Kota Jakarta Utara. DKI Jakarta. Waktu yang digunakan untuk melaksanakan penelitian yaitu pada bulan Oktober - Juli 2017 yang meliputi tahap perencanaan, penelitian, dan penulisan Adapun Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode Research and Development. Menurut Sugiyono . 6: . Metode Research and Development atau penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry . untuk merancang media Model pengembangan yang terdiri dari lima tahap yang meliputi analisis . , desain . , pengembangan . , implementasi . , dan evaluasi . Gambar 1 adalah flowchart rancangan Gambar 1. Flowchart Rancangan Penelitian Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Volume I No. April 2. 2 i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembangan Produk . Pembuatan Media Tahap pembuatan media merupakan tahap realisasi dari perancangan flowchart dan storyboard, pada tahap ini media pembelajaran dibuat dengan menggunakan software Adobe Animate CC dengan Action Script 3. Gambar 2 adalah area kerja Adobe Animate CC. proses simulasi yaitu untuk menguji apakah aplikasi yang telah dibuat bekerja dengan baik dan sudah sesuai perancangan. Gambar 5 menunjukan tampilan ketika melakukan Gambar 4. Gambar Tampilan Action Script 3. Gambar 2. Tampilan Adobe Animate CC Langkah-Langkah Pembuatan Aplikasi dengan menggunakan Software Adobe Animate CC : Langkah awal yaitu dengan membuka lembar kerja Adobe Animate klink new pada window dan pilih Air for Android agar nantinya compatible ketika di instal dalam pada Mulailah mendisain aplikasi sesuai dengan konsep perancanagan yang telah dibuat sebelumnya pada lembar kerja yang telah dibuat, perguanaan tools-tools yang ada dipaling kanan untuk mendesain aplikasi. aplikasi dibuat dengan masing-masing bagian frame sesuai konten agar lebih memudahkan Gambar 3 menunjukan tampilan pembuatan konten aplikasi pneumatik Gambar 5. Gambar Tampilan Simulasi Proses terakhir dalam pembuatan aplikasi dengan menggunakan software adobe animate cc adalah yaitu dengan mengkonvert/mempublish ke dalam bentuk . apk yang nantinya dapat diinstal di smartphone android. Gambar 6 menunjukan tampilan publish ke dalam apk. Gambar 6. Gambar Tampilan Tahap Mempublish Apk Gambar 3. Gambar Pembuatan Konten Aplikasi Pada setiap frame yang terdapat konten kita harus menambahankan Script yang berfungsi sebagai program didalam aplikasi yang akan dibuat, script yang digunakan dalam adobe animate for android yaitu Action Script 0 yang sudah compatible dengan smartphone Gambar 4 menunjukan tampilan action script pada pembuatan aplikasi. Setelah semua proses pembuatan aplikasi telah selesai dibuat maka lakukanlah Tahap pengujian pada smartphone dapat dijalan menggunakan proses debugging pada perangkat smartphone, pada penelitian ini tahap pengujian menggunakan smartphone Samsung Galaxy J5 dengan spesifikasi CPU: QuadCore, 2GHz Display: Super AMOLED, 720 x 1280 (HD). Camera Resolution: CMOS 13. 0 MP. Versi Android 4. 4 Kitkat. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi yang terdapat dalam aplikasi setelah proses coding dapat berjalan dengan benar dan untuk menemukan kekurangan atau kesalahan yang harus diperbaiki, jika dalam Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Volume I No. April 2. 3 pengujian masih belum sesuai dan terdapat permasalahan maka akan dilakukan perbaikan baik terhadap objek maupun fungsi sebelum dilakukan nya proses Validasi. Hasil Penelitian Pada penelitian ini peneliti melakukan tahapan, yaitu melakukan pengambilan data menggunakan kuesioner (Angke. Validasi Ahli Materi kategori Sangat Layak digunakan sebagai multimedia pembelajaran intraktif. Penilaian Siswa Gambar 10. Diagram batang hasil Penilaian Siswa Gambar 7. Diagram batang hasil Validasi Ahli Materi Berdasarkan Gambar 7 dapat disimpulkan bahwa penilaian media pembelajaran pneumatik berdasarkan seluruh aspek penilaian materi mendapatkan nilai rata-rata 4. 55 dengan presentase nlai 90. 91% yang berada pada kategori Sangat Layak digunakan sebagai multimedia pembelajaran intraktif. Validasi Ahli Media Gambar 8. Diagram batang hasil Validasi Ahli Media Berdasarkan Gambar 8 dapat disimpulkan bahwa penilaian media pembelajaran pneumatik berdasarkan seluruh aspek penilaian media mendapatkan nilai rata-rata 4. 31 dengan presentase nlai 86. 25% yang berada pada kategori Sangat Layak digunakan sebagai multimedia pembelajaran intraktif . Validasi Praktisi Pembelajaran Gambar 9. Diagram batang hasil Validasi Praktisi Pembelajaran Berdasarkan Gambar 9 dapat disimpulkan bahwa penilaian media pembelajaran pneumatik berdasarkan seluruh aspek penilaian media mendapatkan nilai rata-rata 4. 31 dengan presentase nlai 86. 25% yang berada pada Berdasarkan Gambar 10 dapat diketahui bahwa rata-rata skor yang di dapatkan dari penilaian siswa terhadap media pembelajaran pneumatik yaitu (X) = 4. 03 yang berdasarkan tabel rentang penilaian berada pada 3,41 Ae 4,20 yang dapat dikategorikan Layak, dari hasil perhitungan menunjukan bahwa dari kualitas aspek materi dan penggunaannya berdasarkan aspek relevansi materi, aspek pengorganisasian materi, aspek evaluasi/latihan soal, aspek bahasa, aspek efek bagi strategi pembelajaran, aspek rekayasa perangkat lunak, dan aspek tampilan visual, media pembelajaran pneumatik yang telah dibuat Layak digunakan sebagai multimedia pembelajaran interaktif oleh siswa. IV. KESIMPULAN Adapun kesimpulan hasil dari analisis penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut: . Pengembangan pembelajaran pneumatic telah dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu melalui proses analisis (Analysi. , desain (Desig. , pengembangan (Developmen. Implementasi (Implementatio. , dan evaluasi (Evaluatio. Pada penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap implementasi. Tingkat kelayakan aplikasi android dapat dilihat dari hasil validasi ahli materi, ahli media, praktisi pembelajaran pneumatik, dan penilaian siswa. Penilaian kelayakan oleh ahli materi mendapatkan nilai ratarata 4. 55 dengan persentase 90. 91% dan termaksud dalam kategori Sangat Layak. Penilaian kelayakan oleh ahli media mendapatkan nilai rata-rata 4. dengan persentase 86. 26 % dan termaksud dalam kategori Sangat Layak. Penilaian kelayakan oleh . mendapatkan nilai rata-rata 4. 54 dengan persentase 74 % dan termaksud dalam kategori Sangat Layak. Pada tahap implementasi kepada siswa mumtimedia pembelajaran interaktif mendapatkan nilai rata-rata 4. 03 dengan perssentase 80. 53 dan termaksud dalam kategori Layak. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Volume I No. April 2. REFERENSI