Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Persepsi Masyarakat Disabilitas terhadap Minat Menabung di Bank Syari'ah: Studi Kasus Masyarakat Disabilitas Pada Organisasi PPDI Cabang Kota Tebing Tinggi Ali Husein1. Mutiah Khaira Sihotang2 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan. Indonesia alihusein828@gmail. com1, mutiahkhaira@umsu. ABSTRACT The banking world has developed a lot, one of which is shari'ah banks, these developments and growth can be one of the solutions in helping the economy of people in Indonesia. However, currently many levels of society, including disabilities, do not understand the concept of Islamic banks well. This is the background of researchers conducting research on the influence of perceptions of people with disabilities on interest in saving at Bank Syari'ah, especially in Tebing Tinggi City. The population in this study is people with disabilities in the Tebing Tinggi city branch PPDI organization which amounted to 266 people so that the number of samples of this study was 25% of the entire population, which is 67 people. Based on the results of the study that the perception of people with disabilities has an influence on the interest in saving with a t-count value greater than the t-table, which is 12. 458 > 2. 002 and a significant value smaller than the probability value of 0. 000 < 0. Keywords: Perceptions of People with Disabilities. Interest in Saving ABSTRAK Dunia perbankan sudah banyak berkembang, salah satu diantaranya ialah bank syariAoah, perkembangan dan pertumbuhan tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu perekonomian masyarakat di Indonesia. Namun saat ini banyak lapisan masyarakat termasuk disabilitas yang belum memahami konsep bank syariah dengan baik. Hal ini yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian Pengaruh persepsi masyarakat disabilitas terhadap minat menabung di Bank SyariAoah khususnya di Kota Tebing Tinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat disabilitas pada organisasi PPDI cabang kota Tebing Tinggi yang berjumlah 266 orang sehingga jumlah sampel penelitian ini adalah 25% daris seluruh populasi yaitu 67 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa persepsi masyarakat disabilitas memiliki pengaruh terhadap minat menabung dengan nilai t-hitung yang lebih besar dari t-tabel yaitu 12,458 > 2,002 dan nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas yaitu 0,000 < 0,005 Kata kunci: Persepsi Masyarakat Disabilitas. Minat Menabung PENDAHULUAN Dunia perbankan sudah banyak berkembang, salah satu diantaranya ialah bank syariAoah, perkembangan dan pertumbuhan tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu perekonomian masyarakat di Indonesia. Dalam dunia perbankan syariah banyak keunggulan yang ditawarkan kepada masyarakat yang 2120 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. berbasis pada prinsip Islam agar terhindar dari unsur riba, maysir, bathil, dan gharar (Khotimah, 2018:. Bank syariah merupakan suatu lembaga pada bidang keuangan yang praktiknya berpedoman pada hukum Islam dan tidak mengenakan biaya bunga atau memberikan pembayaran bunga kepada klien sehingga secara praktik, setiap transaksinya memiliki perbedaan dengan bank konvensional. (Rahmayati et al. Dikarenakan mayoritas masyarakat di Indonesia adalah beragama Islam sehingga hal tersebut memberikan kesempatan serta pengaruh terhadap persepsi menabung masyarakat pada instansi perbankan dengan sistem syariah Persepsi dapat diartikan sebagai suatu proses pengorganisasian stimulus dengan pengamatan objek yang diperoleh dan mampu menyimpulkan dengan berbagai informasi yang positif (Rusdianto & Ibrahim, 2017:. Dengan adanya persepsi seseorang dapat memahami melalui proses mental dan stimulus melalui pancaindra kemudian masuk ke dalam pikiran. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, keyakinan, dan harapan seseorang termasuk diantaranya ialah individu yang memiliki suatu hambatan atau disabilitas juga dapat mengalami proses persepsi tersebut. Individu disabilitas di dalam UU No. 8 Tahun 2016 merupakan seseorang yang memiliki hambatan atau keterbatasan dari aspek bahasa, fisik, mental, kognitif, sensorik, maupun visual dalam jangka waktu lama sehingga mempengaruhi dalam berpartisipasi secara penuh pada kehidupan sosial serta interaksi dengan lingkungan (Radissa et al. , 2020:. Dengan beragamnya disabilitas termasuk yang ada di Indonesia, sehingga dari keberagaman tersebut adanya sekumpulan ataupun kelompok individu dengan disabilitas yang juga merupakan bagian dari masyarakat dan sebagai warga negara yang memiliki kesetaraan hak yang sama termasuk didalamnya apek ekonomi. Keterlibatan masyarakat disabilitas pada aspek ekonomi terutama pada bank syariah adalah sejauh mana persepsi masyarakat disabilitas memiliki minat menabung di perbankan syariah. Minat adalah sikap jiwa orang seorang termasuk ketiga fungsi jiwanya . ognisi, konasi, emos. , yang tertuju pada sesuatu, dari dalam hubungan itu unsur perasaan yang kuat (Aziz & Hendrastyo, 2019:. Minat juga merupakan dorongan seseorang terhadap ketertarikan pada suatu hal yang memberikan dampak berguna dan bermanfaat bagi dirinya (Rusdianto & Ibrahim, 2017:. Dapat diartikan bahwa minat merupakan kecenderungan ataupun ketertarikan individu, kelompok, organisasi terhadap suatu hal, topik, aktivitas, atau bidang tertentu sehingga dapat memberikan pengaruh positif untuk melakukan langkah lebih lanjut. Sedangkan menabung merupakan kegiatan untuk mengumpulkan dana menyimpan uang dengan tujuan tertentu untuk masa yang akan datang maupun keperluan lain. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan terdapat sekumpulan masyarakat disabilitas yang bergabung dalam suatu organisasi disabilitas yaitu Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) cabang kota Tebing Tinggi, sehingga peneliti ingin mengetahui sejauh apa serta hal apa yang melatar belakangi maupun 2121 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. mempengaruhi persepsi masyarakat disabilitas mengenai minat menabung di bank syariah, hal tersebut juga dikarenakan banyak lapisan masyarakat termasuk disabilitas yang belum memahami konsep bank syariah dengan baik (Sihotang et al. Hal ini menjadi tantangan baik bagi praktisi maupun akademisi untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat terhadap bank syariah. sehingga dari hal tersebut peneliti mengangkat penelitian mengenai AuPengaruh Persepsi Masyarakat Disabilitas Terhadap Minat Menabung di Bank SyariAoah khususnya di Kota Tebing Tinggi. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah metode dalam mengkaji status kelompok manusia, objek, kondisi, sistem pemikiran, atau kelas peristiwa di masa kini (Sihotang 2. Metode kuantitatif adalah metode yang data penelitiannya berupa angka dan analisis menggunakan statistik (Khairunnisa, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah penyandang disabilitas di cabang organisasi PPDI cabang kota Tebing Tinggi. Sebanyak 266 orang. Sampel diambil 25% dari seluruh populasi . % x 266 = . sehingga jumlah total sampel adalah 67 orang. Tahapan teknik analisis data menggunakan uji prasyarat, antara lain: (Pransisca, 2. Tes normalitas, uji coba kuesioner tentang persepsi penyandang disabilitas dan minat menabung apakah mereka berasal dari populasi normal yang tersebar atau Uji Linearitas, tes ini bertujuan untuk mengetahui linier atau tidaknya hubungan antara masing-masing variabel independen (X) dan variabel (Y). Uji Hipotesis, yaitu uji hipotesis yang dilakukan setelah uji normalitas dan uji linearitas terpenuhi secara normal dan linier. Uji hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (Sari et al. , 2. Koefisien Determinasi R-Square (RA), koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar varians variabel dependen dipengaruhi oleh varians variabel dependen, atau dengan kata lain seberapa besar variabel independen mempengaruhi variabel dependen Tes Parsial . , uji t-hitung adalah uji variabel independen secara parsial . yang dilakukan untuk melihat signifikansi pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah terbentuknya PPDI adalah adanya niat menyatukan seluruh organisasi penyandang disabilitas dari berbagai ke difabelannya. Kepanjangan dari 2122 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PPDI adalah Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia sebagai Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPDI yang berada di Kota Tebing Tinggi adalah kepanjangan tangan dari Dewan Pengurus Pusat PPDI. Bentuk kepedulian DPC PPDI Kota Tebing Tinggi kepada penyandang disabilitas adalah untuk menjadikan DPC PPDI Kota Tebing Tinggi sebagai payung bagi seluruh penyandang disabilitas baik individu maupun kelompok untuk menyalurkan aspirasi, masukan, kritik kepada pemerintah. Sampai sekarang banyak bermunculan organisasi penyandang disabilitas sesuai dengan ke Sejak 2016 DPC PPDI Tebing Tinggi dipimpin oleh Ibu Leli dengan berbagai program kerja yang telah dilakukan hingga kini DPC PPDI Kota Tebing Tinggi telah bekerja sama dengan para pemerhati nasib penyandang disabilitas baik itu pemerintah. LSM maupun aktivis-aktivis. Rapat kerja nasional tahun 2012 telah menghasilkan sebuah sejarah baru bagi Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI). Pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 telah disepakati penggantian istilah AucacatAy dengan istilah AudisabilitasAy. Dengan begitu akronim PPCI mulai hari ini berganti menjadi PPDI. Disela-sela sidang rakernas muncul gagasan untuk menggelar MUNASLUB dengan agenda penggantian istilah AucacatAy menjadi AudisabillitasAy sesuai dengan undang-undang No. 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas. Hal itu disetujui oleh peserta sidang. Pada saat sidang sempat mengemuka berbagai usulan nama pengganti PPCI. Namun, pada akhirnya forum bersepakat bahwa penggantian hanya untuk istilah AcacatA. Ratosimo (Pengurus Federasi untuk Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesi. mengapresiasi sidang yang hanya cukup mengganti istilah cacat dengan disabilitas, dengan begitu tidak menghilangkan nilai sejarah pada awal mula pembentukan PPCI. Visi lembaga ini adalah mewujudkan partisipasi penuh dan persamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan. PPDI berfungsi sebagai lembaga koordinasi dan advokasi bagi anggota-anggotanya, sedangkan bagi pemerintah PPCI merupakan mitra dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program berkaitan penyandang disabilitas. PPDI bersifat nonpartisan dan terbuka bagi seluruh organisasi sosial penyandang disabilitas, organisasi sosial disabilitas dan organisasi kemasyarakatan penyandang disabilitas tingkat nasional. PPDI adalah payung bagi organisasi sosial penyandang disabilitas, organisasi sosial disabilitas dan organisasi kemasyarakatan penyandang disabilitas sesuai dengan tingkat kedudukannya berfungsi sebagai wadah perjuangan, koordinasi, konsultasi, advokasi dan sosialisasi disabilitas di tingkat nasional dan internasional. Namun sebelum itu, angket terlebih dahulu dianalisis melalui uji validasi dan uji reliabilitas untuk melihat kelayakan angket tersebut. Angket tersebut diberikan kepada 30 masyarakat disabilitas pada Organisasi PPDI Cabang Kota Medan. Berdasarkan hasil analisis data angket persepsi masyarakat disabilitas yang terdiri atas 10 item didapatkan nilai koefisien korelasi yang bergerak di mulai -0,13 hingga 0,84. Rizaldi, . menjelaskan bahwa sebuah instrumen dikatakan valid apabila 2123 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. hasil korelasi item total memiliki nilai di atas dari rtabel . Namun bila item angket menunjukkan angka yang negatif (-) dan angka tersebut di bawah rtabel . , maka angket dinyatakan gugur dan tidak layak untuk pakai. Oleh karena itu 10 item yang telah dirancang peneliti kini hanya terdapat 6 item yang valid dan 4 item yang Sedangkan hasil analisis terhadap data angket minat menabung yang terdiri dari 15 item didapatkan nilai korelasi yang dimulai dari 0,000 hingga 0,83. Sehingga dari 15 item yang diberikan maka hanya ada 10 item yang valid dan 5 item yang gugur. Selanjutnya peneliti melakukan uji reliabilitas terhadap angket yang sudah dirancang oleh peneliti sebelumnya. Melalui hasil reliabilitas pada data angket persepsi masyarakat disabilitas diperoleh angka koefisien alpha () sebesar 0,844, sedangkan hasil reliabilitas terhadap data angket minat menabung yang diberikan kepada 30 masyarakat disabilitas pada Organisasi PPDI Cabang Kota Medan diperoleh nilai koefisien alpha () sebesar 0,799. Hasil tersebut menunjukkan bahwa angket persepsi masyarakat disabilitas dan angket minat menabung dalam penelitian ini memiliki reliabilitas yang tinggi. Syamsuryadin & Wahyuniati, . menjelaskan bahwa nilai reliabel dengan kriteria reliabilitas pada kisaran 0,7-0,9 maka memiliki reliabilitas yang tinggi. Setelah angket dinyatakan layak maka peneliti langsung memberikan angket persepsi masyarakat disabilitas ke 67 orang di Organisasi PPDI Cabang Kota Tebing Tinggi dan kemudian melakukan analisis persentase terhadap data angket persepsi masyarakat disabilitas yang diperoleh peneliti. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana kriteria sumber daya insani yang saat ini sedang dikembangkan di PT Bank Muamalat berdasarkan beberapa indikator. Berikut hasil analisis persentase persepsi masyarakat disabilitas yang diperoleh peneliti, yaitu: Tabel 1. 1 Analisis Persentase Data Persepsi Masyarakat Disabilitas No Indikator Skor yang Diperoleh 1 Penyerapan terhadap objek 2 Pemahaman terhadap objek 3 Penilaian terhadap objek Rata-rata Persentase Kriteria Persepsi Masyarakat Disabilitas Skor Maksimal Hasil Persentase 69,04% 65,8% 71,8% 69,1% Baik Melalui tabel di atas dapat dilihat bahwa persepsi masyarakat disabilitas tentang menabung di BANK SyariAoah, pada indikator penyerapan terhadap objek memperoleh hasil persentase sebesar 69,04%, kemudian pada indikator pemahaman terhadap objek skor persentase yang diperoleh adalah 65,8% dan pada indikator penilaian terhadap objek memperoleh hasil persentase sebesar 71,8%. Setelah itu peneliti mencari skor rata-rata persentase data persepsi masyarakat disabilitas yaitu dengan hasil persentase sebesar 69,1%. Hasil ini menunjukkan bahwa data persepsi masyarakat disabilitas masuk kriteria interval 60%-80% yaitu kriteria baik. 2124 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Melalui hasil analisis tersebut ini (Khasanah & Nurbaiti, 2. menyebutkan persoalan ini sama halnya dengan teori-teori persepsi oleh Abdul Rahman Shaleh dan Muhib Abdul Wahab seperti teori atribusi yang merupakan bidang psikologi yang mengkaji tentang kapan dan bagaimana orang akan mengajukan pertanyaan AumengapaAy atau prinsip menentukan bagaimana dan apa efeknya. Atribusi juga menjelaskan tentang segala sesuatu proses memersepsikan sifat-sifat dalam menghadapi situasi yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Sama halnya dengan persepsi masyarakat tentang bank syariah terhadap minat menabung dengan menggunakan jasa bank syariah dapat dikatakan baik bilamana indikator- indikator persepsi mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Peneliti melihat adanya pengaruh positif dan signifikan antara persepsi masyarakat dan minat menabung di bank syariah yang menggambarkan bahwa seseorang akan menggunakan produk bank syariah jika seseorang itu mengerti bagaimana cara bank syariah beroperasi. Hal ini didukung oleh mean tertinggi yang diperoleh dari pernyataan pengukur persepsi masyarakat yaitu AuSaya akan menggunakan produk bank syariah jika saya mengerti bagaimana bank syariah beroperasiAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan atau persepsi masyarakat terhadap perbankan bank syariah maka semakin tinggi pula minat menabung masyarakat dengan menggunakan jasa bank syariah. Hal ini sangatlah relevan dengan kajian yang dibahas oleh Sugianti et al. dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa persepsi masyarakat disabilitas memberikan pengaruh yang besar dalam meningkatkan minat menabung para karyawan, dikarenakan pelaksanaan dari persepsi masyarakat disabilitas ini sangatlah berhadapan langsung terhadap problem atau masalah yang dihadapi oleh para karyawan sehingga ditemukan solusi bagaimana dalam meningkatkan semangat kerja para karyawan serta meningkatkan kemampuan- kemampuan visual kerja Kemudian peneliti melakukan analisis persentase terhadap data angket minat menabung yang diberikan ke masyarakat disabilitas pada Organisasi PPDI Cabang Kota Tebing Tinggi. Hasil analisis persentase yang diperoleh peneliti, yaitu: Tabel 1. 2 Analisis Persentase Data Minat Menabung No Indikator Tertarik mencari informasi mengenai Mempertimbangkan untuk membeli Tertarik untuk mencoba Ingin mengetahui produk Ingin memiliki produk Rata-rata Persentase Kriteria Minat Menabung 2125 | Volume 6 Nomor 3 2024 Skor yang Skor Hasil Diperoleh Maksimal Persentase 75,67% 76,75% Baik 78,51% 76,87% 78,96% 73,73% Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Melalui tabel di atas dapat di lihat bahwa, pada indikator tertarik mencari informasi mengenai produk memperoleh hasil persentase sebesar 75,67%, kemudian pada indikator mempertimbangkan untuk membeli skor persentase yang diperoleh adalah 78,51%, selanjutnya pada indikator tertarik untuk mencoba didapatkan hasil persentase yaitu 76,87%, sedangkan pada indikator ingin mengetahui produk diperoleh skor sebesar 78,96% dan pada indikator ingin memiliki produk memperoleh hasil persentase sebesar 73,73%. Setelah itu peneliti mencari skor ratarata persentase yaitu dengan hasil persentase sebesar 76,75%. Hasil ini menunjukkan bahwa data minat menabung masyarakat disabilitas masuk kriteria interval 60A% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil analisis ini menunjukkan minat menabung masyarakat disabilitas di Bank Syariah berada pada kategori baik sebab teori minat dapat dikatakan baik bilamana indikator- indikatornya terpenuhi dan memperoleh hasil presentasi yang tinggi, salah satunya indikator ingin mengetahui produk, pada indikator ini masyarakat harus mengungkapkan rasa ingin tahunya yang besar terhadap produk tersebut, selanjutnya indikator mencari informasi, pada indikator ini masyarakat selaku konsumen harus melakukan sebuah tindakan berupa mencari informasi atau sekedar bertanya tentang produk tersebut, selanjutnya pada indikator mempertimbangkan membeli konsumen melihat dan meyakinkan dirinya terhadap sebuah pilihan akan produk tersebut setelah itu indikator yang terakhir yaitu indikator ingin memiliki produk menggambarkan bagaimana konsumen menyukai produk tersebut hingga memilikinya (Kharisma Hasibuan et al. , 2. Perhatian masyarakat disabilitas terhadap produk bank syariah akan baik jika mereka mengerti bagaimana bank syariah beroperasi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat disabilitas harus menggunakan semua alat indra mereka seperti penglihatan dan pendengaran untuk mengetahui suatu informasi dan menjadikan persepsi mereka luas akan suatu pengetahuan terhadap suatu barang atau jasa yang akan mereka gunakan dengan melihat maslahah yang terdapat pada suatu barang atau jasa tersebut dan mengambil suatu keputusan secara rasional . asuk aka. sehingga mereka berminat akan menggunakan barang atau jasa tersebut, seperti halnya dalam penelitian ini yaitu minat menabung pada bank syariah. (Firdaus & Aprianti, 2. Selanjutnya peneliti melakukan uji hipotesis terhadap data angket yang diperoleh peneliti. Namun sebelum itu peneliti terlebih dahulu akan melakukan uji normalitas dan uji linieritas terhadap data angket persepsi masyarakat disabilitas dan data angket minat menabung karyawan. Berikut hasil analisis uji normalitas dan uji linieritas yang diperoleh peneliti. Uji Normalitas Uji Normalitas yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu uji Kolmogoorof-Smmirnov, merupakan suatu teknis analis uji prasyarat sebelum dilaksanakannya uji hipotesis, adapun kriteria mengenai data dikatakan 2126 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. berdistrubusi normal jika nilai signifikansi > 0,05. Namun apabila nilai signifikansi < 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal (Prawiyogi et al. , 2. , berikut hasil normal data pada angket persepsi masyarakat disabilitas dan minat menabung dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1. 3 Uji Normalitas Angket Persepsi Masyarakat Disabilitas Dan Minat Menabung One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Pada data kedua angket yaitu angket persepsi masyarakat disabilitas dan angket minat menabung di Bank SyariAoah setelah dilakukan perhitungan uji normalitas melalui SPSS versi 25, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,200. Ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi yaitu > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol diterima, berarti sebaran data tersebut berdistribusi normal. Dan dapat juga di lihat pada gambar normalitas P-P Plot tentang penyebaran datanya. Gambar 1. 1 Normalitas P-P Plot Dari data di atas terlihat bahwa sebaran data tersebar di sekitar garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa persyaratan normalitas terpenuhi. 2127 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Linieritas Uji linieritas ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pada distrubusi data penelitian antara variabel X terhadap variabel Y apakah linear atau tidak. Uji Liniearitas diketahui menggunakan uji F, kriterianya adalah apabila nilai signifikansi > 0,05 maka hubungan variabel X dengan variabel Y linear. Namun jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 Maka variabel X terhadap Variabel Y tidak linear (Prawiyogi et al. , 2. Berikut hasil pengujian Linearitas diperoleh Output sebagai Tabel 1. 4 Uji Linieritas Angket Persepsi Masyarakat Disabilitas Dan Minat Menabung ANOVA Table Sum of Squares Minat Between (Combine. Menabung * Groups Linearity Persepsi Deviation Linearity Within Groups Total Mean df Square F Sig. Berdasarkan uji linieritas di atas terlihat bahwa nilai signifikansi yaitu 0,732 > 0,05 artinya Ha diterima maka disimpulkan bahwa data persepsi masyarakat disabilitas dan minat menabung di Bank SyariAoah memiliki hubungan secara linear. Setelah data angket persepsi masyarakat disabilitas dan angket minat menabung sudah memenuhi uji prasyarat maka tahap selanjutnya yaitu dilakukannya uji hipotesis terhadap data kedua angket. Berikut hasil uji hipotesis yang sudah dianalisis oleh peneliti sebagai berikut: Uji R2 Tabel 1. 5 Koefesien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Persepsi Tabel di atas menunjukkan nilai R square sebesar 0,953. Hal ini menunjukkan berarti bahwa variabel bebas yaitu persepsi masyarakat disabilitas mampu 2128 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menerangkan variabel terikat yaitu minat menabung sebesar 95,3%, sedangkan sisanya 4,7% dijelaskan oleh variabel di luar model. Siyogiyanya persepsi masyarakat disabilitas telah menggambarkan adanya keinginan serta ketertarikan dalam menabung serta menyimpan uang yang dimiliki di Bank SyariAoah (Hayatunnufus & Nasution, 2. Menurut Setiono et al. , . Minat menabung sangatlah dipengaruhi oleh seberapa baik perusahaan dalam mengembangkan potensi yang ada pada karyawannya dikarenakan minat menabung akan menggambarkan perilaku kerja positif yang berakar pada kerja sama yang kental, serta menunjukkan bahwa dia sangat gigih dan ulet dalam pekerjaannya serta memiliki rasa percaya diri atas kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang di berikan kepadanya serta mampu menyelesaikan persoalan dan menghadapi tantangan dalam pekerjaan yang dilakukannya meskipun menghadapi beberapa kendala. Hal tersebutlah akan terwujud bilamana persepsi masyarakat disabilitas terlaksana dengan optimal berdasarkan perencanaan yang dilakukannya, karena untuk menentukan tujuan serta sasaran dari persepsi masyarakat disabilitas yang ingin dicapai harus mengambil langkah-langkah yang strategis guna mencapai tujuan yang diharapkan. Melalui persepsi ini mereka akan dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara untuk melakukannya. Sehingga hal ini akan menimbulkan minat mereka terhadap produk yang telah mereka telusuri sebelumnya yaitu menabung di Bank Syariah (Nurjaya et al. , 2. Hal ini juga sejalan Safri, . Persepsi masyarakat dalam pengambilan keputusan erat kaitannya dengan asumsi rasionalitas yaitu anggapan bahwa manusia berperilaku atau mengambil suatu keputusan dengan rasional . asuk aka. , dan tidak akan secara sengaja membuat keputusan yang akan menjadikan mereka lebih Persepsi dari mereka akan mewujudkan minat menabung yang tinggi dikarenakan aspek terpenting dalam minat menabung tergantung oleh baik dan efisiensinya produk yang akan mereka miliki, sama halnya dengan persoalan ini ketika para masyarakat disabilitas telah meyakini bahwa bank syariah baik bagi mereka maka keputusan untuk menabung di Bank tersebut sudah pasti akan mereka pilih sebagai alternatifnya. Uji T (Uji Parsia. Uji T . ji parsia. dapat dilihat pada tabel coefficients . bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat. Uji T tersebut dibutuhkan untuk menguji seberapa besar variabel bebas yakni persepsi masyarakat disabilitas mempengaruhi minat menabung di Bank SyariAoah. Berikut hasil SPSS dari uji T yang dilakukan: 2129 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 1. 6 Uji T (Uji Spasia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta (Constan. Persepsi Dependent Variable: MInat Menabung Sig. Terlihat pada kolom Sig. terdapat nilai signifikan sebesar 0,000. Nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,000 < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Variabel X mempunyai nilai T hitung yang lebih besar dari T tabel yaitu 36,366 > 2,002, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel X memiliki kontribusi terhadap Y. Jadi dapat disimpulkan persepsi masyarakat disabilitas memiliki pengaruh terhadap minat menabung. Adanya pengaruh persepsi masyarakat disabilitas yang baik terhadap minat menabung, maka akan mengakibatkan semakin besar pula keinginan masyarakat disabilitas untuk menabung di Bank SyariAoah. Berdasarkan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi masyarakat disabilitas dengan minat menabung di Bank Syariah hal ini sesuai dengan hasil penelitian Ramadita et al. , yang menyatakan bahwa Persepsi masyarakat disabilitas sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat menabung di Bank Syariah. Hal ini mengartikan bahwa adanya persepsi masyarakat disabilitas yang baik akan memberikan stimulus terhadap pengambilan keputusan masyarakat dalam memilih Bank syariah sebagai pilihan alternatif untuk melakukan transaksi perbankan yaitu menabung. (Nurjaman et al. , . mengatakan bahwa persepsi merupakan langkah cerdas dalam dunia bisnis, sebab dengan adanya persepsi memberikan cerminan adanya peningkatan nilai sesuatu bertambah dengan biaya yang serendah mungkin. Oleh karena itu persepsi yang baik akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap minat menabung yang dilakukan oleh seseorang. Hal ini sebagai akibat dari kepercayaan yang tinggi dan rasa ingin tahu yang kuat dari para konsumen sehingga mereka percaya bahwa Bank syariah menjadi pilihan yang tepat dalam pelaksanaan aktivitas perbankannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan bahwa variabel bebas yaitu persepsi masyarakat disabilitas mampu menerangkan variabel terikat yaitu minat menabung sebesar 89,6%, sedangkan sisanya 10,4% dijelaskan oleh variabel di luar Siyogiyanya persepsi masyarakat disabilitas telah menggambarkan adanya 2130 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2120 - 2133 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. keinginan serta ketertarikan dalam menabung serta menyimpan uang yang dimiliki di Bank SyariAoah. Selanjutnya berdasarkan hasil uji T . ji Parsia. yang dilakukan peneliti bahwa Nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,000 < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Variabel X mempunyai nilai T hitung yang lebih besar dari T tabel yaitu 12,458 > 2,002, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel X memiliki kontribusi terhadap Y. Jadi dapat disimpulkan persepsi masyarakat disabilitas memiliki pengaruh terhadap minat menabung. Adanya pengaruh persepsi masyarakat disabilitas yang baik terhadap minat menabung, maka akan mengakibatkan semakin besar pula keinginan masyarakat disabilitas untuk menabung di Bank SyariAoah. DAFTAR PUSTAKA