JPFT - volume 11, nomor 2, pp. Agustus 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN ASESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 DONDO The impact of a learning model based on problems by using performance asesses on the results of studying physics a tenth grade at SMA Negeri 1 Dondo Aryani Syahbudin. I Wayan Darmadi Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia aryanisyahbudin@gmail. Kata Kunci Model Problem Based Learning Asesmen Kinerja Hasil Belajar Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan asesmen kinerja terhadap hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 1 Dondo. Persentase rata-rata hasil belajar yang mengikuti model Problem Based Learning adalah 79,03% yang kemampuan belajarnya meningkat dan persentase rata-rata yang mengikuti model konvensional adalah 62,15% yang kemampuan belajarnya meningkat. Analisa data pengujian hipotesis menggunakan uji-u. Dari hasil uji statistik disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan asesmen kinerja pada materi usaha dan energi siswa kelas X SMA Negeri 1 Dondo. Keywords based learning problem model performance asesment learning result Abstract The study applauded for examining the impact of the model learning problem based learning by using performance asesment on the physics of a 1 dondo state high school student. The average percentage of learning based learning problems is 79. 03% whose learning ability increases and the average percentage following conventional models is 62. 15% whose learning ability Hypothetical testing data analysis using uji-u. Statistical test results have concluded that there is an impact on learning students using the model learning problem based learning using performance asesment on the current x - school and energy class of first year high school A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 05/03/2023. Revised 06/04/2023. Accepted 12/05/2023. Available Online 31/08/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online PENDAHULUAN Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 kepada siswa ke proses pembelajaran yang menekankan untuk mengkonstruk pengetahuan berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang diperoleh baik secara individual maupun Permasalahan yang diajukan dalam PBL merupakan masalah nyata yang ada di . Asesmen kinerja merupakan salah satu penerapan, pengetahuan dan keterampilan yang menunjukkan kemampuan siswa dalam proses dengan mengacu pada standar tertentu. Asesmen kinerja dilakukan dengan cara mengamati kegiatan siswa dalam melakukan proses pembelajaran seperti praktikum, diskusi. Pelaksanaan asesmen kinerja harus dilaksanakan secara efektif, karena terdapat tuntutan dalam kompetensi hasil belajar siswa yaitu berupa nilai praktik yang diperoleh dari kegiatan praktikum. Oleh karena itu Asesmen kinerja sangat tepat dipadukan dengan model PBL karena dalam pembelajarannya di kelas lebih banyak dilakukan percobaan sehingga perlu dilakukan penilaian terhadap kinerja siswa. Asesmen kinerja memudahkan guru dalam menilai proses siswa dan tidak hanya hasil. Berdasarkan uraian diatas peneliti mencoba untuk mengembangkan pengaruh pembelajaran problem based learning dengan menggunakan asesmen minerja dengan judul penelitian AuPengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Menggunakan Asesmen Kinerja Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Sma Negeri 1 DondoAy. Salah satu usaha untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan asesmen kinerja terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Dondo dengan cara melakukan penelitian sehingga diperoleh hasil penelitian yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Pendidikan perhatian dan bahkan tak jarang menjadi sasaran ketidakpuasan, karena pendidikan Pendidikan tidak hanya menyangkut investasi dan kondisi kehidupan di masa mendatang, melainkan juga menyangkut kondisi dan suasana kehidupan saat ini. Artinya, pendidikan diartikan bukan semata-mata sebagai sarana untuk menyiapkan individu bagi kehidupan di masa depan tetapi juga untuk kehidupan individu itu sendiri saat ini. Kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan Pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang mengkonstruksi pengetahuan dalam proses . Salah satu mata pelajaran yang sulit adalah fisika, hal ini dikarenakan pembelajaran sering mempelajari sesuatu yang abstrak, suasana pembelajaran yang kurang menyenangkan, guru lebih dominasi dalam pembelajaran dan kemampuan kinerja siswa yang masih minim. Pembelajaran fisika seharusnya memberikan pengalaman langsung pada siswa sehingga menambah kemampuan dalam memahami, menguasai dan menerapkan konsep yang telah . Pembelajaran fisika hendaknya mampu melibatkan siswa dalam memperoleh pengetahuan serta menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Keberhasilan proses pembelajaran salah satunya ditentukan oleh interaksi antar siswa yang terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah . Untuk mengaktifkan siswa dalam memperoleh dan mempraktekkan pengetahuan, maka diperlukan proses pembelajaran yang membuat siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga mampu mencetak generasi muda yang tangguh dan berkarakter sains. Model pembelajaran problem based learning (PBL) atau dikenal dengan model pembelajaran pembelajaran yang menggunakan permasalahan nyata yang ditemui di lingkungan sebagai dasar untuk memperoleh pengetahuan dan konsep memecahkan masalah. Penerapan model PBL dapat membantu menciptakan kondisi belajar yang semula hanya transfer informasi dari guru METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen kuasin dengan rancangan peneltian menggunakan kelas kontrol sebagai pembanding kelas ekperimen. Desain penelitian ini menggunakan The Non Equivalen Design. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Dondo pada tahun ajaran 2021/2022 yaitu X MIPA 2 sebagai kelas kontrol X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan masing-masing berjumlah 16 siswa. Teknik pengambilan sampel piposive sampling yaitu memilih 2 kelas yang rendah hasil Instrumen digunakan berupa pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Teknik analisa data diolah dengan menngunakan bantuan Microsoft Excel 2019. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online HASIL DAN PEMBAHASAN Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 Tabel 2 analisis data hasil asesmen kinerja Penilaian Ketercapaian Keterangan Hasil Penelitian Skor Keberhasilan suatu penelitian dapat diukur dengan melihat proses kegiatan pembelajaran yang berlangsung di kelas dan tes kemampuan siswa, tes kemampuan siswa berupa berupa pretest . es awa. dan posttest . es akhi. Pretest kemampuan awal siswa, baik di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol sebelum materi usaha dan energi diajarkan. Adapun hasil pretest siswa diperoleh nilai rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 33,09 dan kelas eksperimen sebesar 41,85. Posttest dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran yang diberikan pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol terhadap hasil belajar fisika siswa pada materi usaha dan energi diajarkan. Adapun hasil posttest siswa diperoleh rata-rata nilai untuk kelas kontrol sebesar 62,16 dan kelas eksperimen sebesar 79,03. Sampel . Skor Skor Skor total Skor Posstest Pretest Posstest 41,85 62,16 79,03 rata- 33,09 Baik 3,10 Baik 3,29 Baik Berdasarkan tabel 2 terlihat rata-rata dari rubrik penilaian pengamatan dan diskusi dikategorikan baik. Pengujian hipotesis ini berguna untuk melihat perbedaan rata-rata antara skor pretest dan posttest pada kelas X MIPA 2 DAN MIPA 3 SMA Negeri 1 Dondo. Tabel 3 uji hipotesis Kelas Sampel Kontrol Uhitung Utabel H1 diterima Eksperimen 16 Berdasarkan Tabel 3 posttest nilai U hitung = 84,5 > Utabel = 83 hal ini menunjukan bahwa Uhitung berada di luar daerah penerimaan H 0. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar fisika antara model Problem Based Learning menggunakan asesmen kinerja siswa kelas X SMA Negeri 1 Dondo. Tabel 1. Hasil analisis data pretest posstest hasil belajar siswa Deskripsi Kelas kontrol Kelas eksperimen Pretest Pengamatan Pengamatan Diskusi RataRata 2,92 Pembahasan Pada penelitian ini peneliti ingin mengatahui tentang pengaruh Problem Based Learning dengan menggunakan asesmen kinerja terhadap hasil belajar siswa. Problem Based Learning merupakan salah satu model yang sesuai dengn asesmen kinerja dalam pembelajaran di Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampulan mengatasi masalah, serta menjadi siswa yang mandiri. Model PBL tidak hanya meningkatkan kecakapan dalam memecahkan suatu masalah, tetapi dapat juga meningkatkan kemampuan terhadap materi yang diajarkan, meningkatkan fokus pada pengetahuan yang relevan, mendorong siswa untuk berfikir, membangun kerja sama, serta memotivasi siswa untuk belajar. Sehingga model PBL sangat baik digunakan dalam asesmen kinerja. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan diketahui bahwa kemampuan awal peserta didik masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari pemberian tes awal . pada Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa rata-rata hasil belajar skor posttest siswa kelas Problem Based Learning menggunakan asesmen kinerja lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung . Asesmen kinerja dilakukan untuk mengamati dan menilai kegiatan atau kinerja peserta didik dalam melakukan pengamatan maupun diskusi serta mengetahui seberapa baik siswa telah belajar dan menuntut para siswa untuk secara aktif melaksanakan tugas-tugas yang kompleks Adapun rata-rata pengamatan yang diperoleh yaitu 3,10 dan 3,29 dikategorikan baik serta hasil rata-rata diskusi yang diperoleh yaitu 2,92 juga dikategorikan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online kelas kontrol (X MIPA . dengan skor rata-rata 33,09 eksperimen (X MIPA . dengan skor rata-rata 41,85 dan pemberian test akhir . pada kelas kontrol (X MIPA . dengan skor rata-rata 62,15 eksperimen (X MIPA . dengan skor rata-rata 79,03. Berdasarkan uji hipotesis (Uji-U) untuk pretest Uhitung = 98 dan Utabel = 83. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan akademik siswa sebelum dilakukakan perlakuan dianggap sama karena teknik yang digunakan yaitu menggunakan dua kelas yang nilai rata-rata tes awalnya relatif sama. Sedangkan dari uji hipotesis (Uji-U) pada posstest diperoleh Uhitung = 34,5 dan Utabel = 83, maka Uhitung lebih kecil dari Utabel . ,5<. yang artinya hipotesis H0 ditolak, yaitu ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa Problem Based Learning menggunakan asesmen menggunakan pembelajaran langsung pada siswa kelas X SMA NEGERI 1 DONDO. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahawa dengan memberikan perlakuan yang berbeda pada kelas eksperimen dan kontrol akan memperoleh hasil belajar yang berbeda. Model pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen ini membantu peserta didik untuk mengerjakan LKPD dengan cara berdiskusi bersama teman kelompoknya, peserta didik dapat menyampaikan pendapat di depan teman kelasnya, hal ini mendorong agar peserta didik tidak malu untuk berbicara di depan umum. Sedangkan konvensional ini hanya terfokus pada guru, model ini dapat membuat siswa bosan dan jenuh dengan suasana di kelas dan membuat siswa menjadi pasif, beberapa pernyataan di atas menggambarkan bahwa pada kelas eksperimen peserta didik lebih aktif dibandingkan pada kelas Pada pembelajaran konvensional, siswa menerima materi yang diberikan oleh guru secara pasif. Dalam pembelajaran konvensional, guru menyampaikan pelajaran kepada siswa di dalam kelas dengan cara berbicara di awal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab. Guru hanya menjelaskan materi secara urut, kemudian siswa diberi kesempatan untuk mencatat. Selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan kepada Setelah selesai mengerjakan soal, beberapa siswa diminta untuk mengerjakan soal tersebut di papan tulis. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami. Di akhir Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 pembelajaran, guru menegaskan kembali tentang materi yang telah dipelajari kemudian memberi tugas rumah. Hal ini membuat guru kurang mengetahui sejauh mana pemahaman siswa, karena sulit untuk membedakan siswa yang sudah paham serta siswa mana yang belum Dari kelima tahapan model Problem Based Learning pada tahapan ketiga hasil belajar siswa meningkat, fase ketiga yaitu membimbing individu maupun kelompok guru mendorong Pembentukan tim/kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa, dalam kelompok ini siswa dibagikan LKPD didalamnya memuat Kelas eksperimen diberikan LKPD mengenai usaha dan energi. Dalam hal ini peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada kelompok mengenai apa saja contoh aplikasi dari usaha dan energi dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian menjadi bahan diskusi dari tiap kelompok dan untuk selanjutnya tiap kelompok mencarinya. Siswa dilatih untuk mandiri dalam mengembangkan materi pokok yang telah diajarkan oleh peneliti. Selain itu siswa akan termotivasi untuk menemukan jawaban-jawaban secara tepat dan sistematis setelah mendapat bimbingan dan berani dalam Setiap kelompok di kelas eksperimen membuat percobaan sederhana yaitu bagaimana benda bisa berpindah. Kelompok tersebut juga melakukan percobaan sederhana yaitu dengan menggunakan kelereng yang dijatuhkan dengan ketinggian yang berbeda ke wadah yang berisi tempung dan siswa akan mengamati kedalaman ketika kelereng tersebut dijatuhkan dari percobaan siswa bisa menemukan bukti kebenaran dari teori yang sedang dipelajarinya dan dapat memahami konsep-konsep fisika dengan baik sehingga dapat meningkatkan hasil Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Damayanti . yang menyatakan bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa . Berdasarkan pengamatan pada pertemuan 1 dan peretemuan 2 secara berturut-turut diperoleh rata rata skor akhir yaitu 2,92 dan 3,10 dikategorikan baik dan rubrik penilaian diskusi pada pertemuan ketiga diperoleh ratarata skor akhir yaitu 3,29 juga dikategorikan baik. Hasil ini berbanding lurus dengan Meikapasa . dapat disimpulkan bahwa penerapan asesmen kinerja dalam keterampilan proses sains siswa dari kategori yang kurang menjadi kategori cukup . Berdasarkan hasil penelitian, suasana belajar merupakan salah satu faktor pendukung bagi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga guru harus selalu menciptakan suasana yang baru dalam proses belajar-mengajar dengan model pembelajaran yang membangkitkan semangat siswa dalam belajar, agar siswa bisa memahami materi yang diajar dan akhirnya akan mendapatkan hasil belajar yang lebih Hasil ini berbanding lurus dengan yang dilakukan I Wayan Widiana . yaitu Problem Based Learning berbasis asesmen kinerja memberikan hasil yang lebih baik konvensional dimana siswa lebih memahami materi pembelajaran ketika mahasiswa sendiri menemukan dan memecahkan masalah yang dihadapi sehingga memberi pengalaman dan bermakna bagi mahasiswa . Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Reta . bahwa jika keterampilan berpikir kritisnya berbeda maka hasil belajarnya juga akan ikut berbeda . Dewi. Suwatra & Sumatri . menyatakan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan asesmen kinerja ini telah memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman siswa dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan IPA . Jehanus. Ayu, dan Sundaygara . Berdasarkan Aplikasi asesmen kinerja pada model PBL memberikan maanfaat yang besar dalam pembelajaran fisika. Kelebihannya adalah proses pembelajaran lebih efektif, efisien dan lebih mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran . Maya . Asesmen membiasakan diri menunjukkan kinerjanya dalam memahami dan memecahkan masalah. Dengan menunjukkan produk akhir saja . Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 Untuk menerapkan model problem based learning sebaiknya guru lebih memperhatikan pembelajaran berjalan lebih kondusif DAFTAR PUSTAKA