JURNAL IKTIBAR NUSANTARA E-ISSN: E-ISSN: 2964-5255 Editorial Address: Jl. Nyak Arief No 333. Jiulingke. Kota Banda Aceh Provinsi Aceh Received: 07-05-2. Accepted: 26-05-2. Published: 28-6-2024 Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan Saparripin Idris Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Kota Banda Aceh Email: saparripinsaid@gmail. ABSTRAK Kepemimpinan dan manajemen selalu memberikan kesan yang menarik. Topik ini senantiasa memberikan daya daya tarik yang kuat pada setiap orang. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik . , sikaap dan daya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Tujuan penulisan ini untuk memberikan sekilas uraian mengenai hal-hal yang baik dari kepemimpinan . dan manajemen . Kedua istilah itu terlebih-lebih jika hanya disebut leader dan manager. Kedua istilah itu hakikatnya mempunyai fungsi yang sama-sama berfungsi Akan tetapi, inilah yang menjadi persoalannya, mengapa jika mempunyai fungsi dan arti yang sama namun diciptakan dengan istilah yang berbeda. Kata kunci: Belajar Kepemimpinan. Manajemen. Teladan Terbaik PENDAHULUAN Kepemimpinan dan manajemen telah menjadi topik pembicaraan sejak lebih dari 2000 tahun yang silam. Dalam Al-qurAoan ditemukan pembahasan tentang kepemimpinan. Allah SWT berfirman dalam QS An-NisaAo 4:59. AuHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan rasul (Ny. dan Ulil Amri . di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-qurAoa. dan Rasul . , jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama . dan lebih baik akibatnya. Ay Bahkan ketika Allah SWT menciptakan Adam. Allah memakai istilah khalifaha yang sangat erat kaitannya dengan kepemimpinan. Dengan demikian, persoalan kepemimpinan telah ada sejak penciptaan manusia masih dalam rencana Allah SWT. Nabi Muhammad SAW secara jelas juga menyebutkan soal kepemimpinan dalam salah satu sabdanya. AySetiap orang di antara kalian adalah pemimpin dan Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin ditengah keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab atas Ay Dalam kitab Injil juga dapat kita temukan bahwa pembahasan tentang Misalnya, dalam Matius 15:14 dikatakan bahwa. AuJika seorang buta menuntun seorang buta, keduanya akan jatuh ke dalam jurang. Ay Artinya, kepemimpinan dan tauladan yang baik diperlukan atau dalam mengarahkan seseorang atau kelompok ke arah yang benar. METODE Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara luas tentang belajar kepemimpinan dan manajemen dari teladan terbaik. Masalah kepemimpinan . dan manajemen . dari teladan yang baik agaknya merupakan pokok pangkal terlahirkannya pelbagai problematik bagi sebuah perkauman. Hal ini menyangkut kualitas sang pemimpin dalam menangani dan mengayomi masyarakatnya. Hal itu telah ditegaskan dalam ayat Al Quran tentang pengharaman bagi umat Islam memilih para kuffur untuk menjadi pemimpin ummat. Allah berfirman dalam QS An Nisaa ayat 144. AuHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali . dengan meninggalkan orang-orang mukmin, inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah . ntuk menyiksam. ? HASIL DAN PEMBAHASAN KRISIS KETELADANAN Krisis terbesar dunia saat ini adalah krisis keteladanan. Krisis ini jauh lebih dahsyat dari krisis energi, kesehatan, pangan, transportasi dan air. Karena dengan absenya pemimpin yang visioner, kompeten, dan memiliki integritas yang tinggi maka masalah air, konservasi hutan, kesehatan, pendidikan, sistem peradilan, dan Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pendidikan transportasi akan semakin parah. Akibatnya, semakin hari biaya pelayanan kesehatan semakin sulit terjangkau, manajemen transportasi semakin amburadul, pendidikan semakin kehilangan nurani yang berorientasi kepada akhlak mulia, sungai dan air tanah semakin tercemar dan sampah menumpuk dimana-mana. Inilah, antara lain, permasalahan yang dialami dunia muslim, termasuk Indonesia, sebagai bagian terbesar dari dunia ketiga. Dalam masalah moral Indonesia menempati posisi yang sangat Tidak ada satu negara pun di dunia dimana media cetak, elektronik dan audio-visual yang mengumbar pornografi dan pornoaksi seperti majalah porno, tabloid-tabloid erotis, dan cellular/hp . bisa dibeli dan ditonton oleh anak-anak . elum dewas. Negara yang paling liberal sekalipun seperti Amerika Serikat (USA). Inggris (UK). Jerman dan Australia mensyaratkan usia minimal 18 atau 21 tahun untuk bisa memiliki barang haram tersebut dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (Identit. atau Surat Izin Mengemudi (Driving Licenc. yang syah. Jika hal ini dilanggar maka baik pembeli maupun penjual akan dikenakan sanksi . yang cukup berat. Hal ini juga berlaku untuk rokok dan produk turunan bernikotin lainnya. Dalam masalah narkoba Indonesia kini bukan saja menjadi negara tujuan pemakai tetapi telah masuk menjadi mata-mata jaringan pendistribusian narkoba. Ironisnya, sudah bukan rahasia lagi kalau ternyata yang menjadi backing para distributor narkoba adalah orang tertentu yang seharusnya membina/menumpas mereka. Khusus masalah korupsi, kebocoran anggaran dan pelaksanaan pembangunan ternyata lebih parah dari masa orde baru . Jika dahulu korupsi hanya terkonsentrasi dipemerintahan pusat, kini menjadi tersebar merata disemua lapisan birokrasi, baik dalam tugasnya melaksanakan pembangunan berbasis APBN/APBD demikian juga dalam hubungannya dengan pengusaha swasta. Yang lebih memperhatinkan adalah korupsi yang dilakukan oleh oknum penegak keadilan yang sejatinya bertugas memberantas korupsi. Hampir sulit mencari media cetak dan elektronik yang tidak melaporkan korupsi setiap harinya. Mutiara Keteladanan yang tertutupi lumpur keangkuhan Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Narrated Abu Hurairah RA: The Prophet SAW said. AuAllah did not send any Prophet but he shepherded sheep. Ay His Companions asked him. AuDid you do the same?Ay The Prophet SAW replied. AuYes. I used to shepherd the sheep of the people of Makkah for some Qirat. Ay (Shahih Al-Bukhari No. Dari gambaran diatas sangatlah jelas bangsa dan umat ini membutuhkan suri tauladan yang layak untuk ditiru dan sanggup membawa setiap insan Indonesia lebih maju dan lebih bermartabat. Indonesia membutuhkan teladan hampir dalam semua spectrum kehidupan. Anak muda dan remaja membutuhkan satu sosok yang tangguh dan bermotivasi tinggi untuk menghadapi segala kesulitan hidup dan banyaknya rintangan untuk berkembang. Rumah tangga membutuhkan figur suami dan ayah teladan yang penuh perhatian kepada istri dan anak-anaknya. Dunia usaha juga kini memerlukan contoh pembisnis . yang biasa sukses tanpa harus bertumpu pada modal dan uang tetapi bisa bertumpu pada kompetensi dan kepercayaan . Dunia pendidikan membutuhkan figur pendidik yang ngemong dan memperlakukan siswa sebagai organisme yang tumbuh dan perlu diperhatikan dari waktu ke waktu. Karena memang pendidikan sejatinya merupakan proses transformasi nilai dan budi pekerti bukan sekedar transmisi informasi dan data Dalam tataran sosial diperlukan seorang leader yang mampu merajut titiktitik temu dari berbagai elemen masyarakat yang berbeda dari sisi ideologi, kultur, dan tradisinya. menjadi suatu tatanan masyarakat baru yang bergerak menuju peradaban baru. Indonesia dan dunia Islam saat ini sangat merindukan pemimpin politik yang memiliki visi yang bermoral, kompetensi dan compassionate untuk memajukan bangsanya. Banyak anak bangsa yang tidak tahu akan menjadi apa Indonesia dalam 5 atau 10 tahun yang akan datang. Banyak dari kita juga yang tidak tahu bagaimana strategi pangan nasional agar swasembada beras dalam 3 tahun ke depan atau bagaimana memastikan ketahanan energi ketika minyak diperkirakan akan berkurang drastis dalam 18 tahun ke depan dan gas alam akan habis dalam 60 tahun ke depan. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pendidikan Indonesia merindukan suri tauladan leadeship yang meyakini bahwa jabatan adalah tanggung jawab dunia akhirat dan bukan kemegahan serta peluang . untuk menambah kekayaan semata dengan apapun caranya. Pemimpin yang tidak biasa tidur nyenyak karena masih banyak rakyatnya yang bergizi buruk/kelaparan. Pemimpin yang tidak bisa bercuti panjang karena banyak Puskesmas dalam keadaan memprihatinkan. Pemimpin yang tidak terlalu nikmat duduk dalam ruangan ber-AC sementara masih banyak rakyatnya korban bencana. gempa, longsor, lumpur dan banjir berada didalam tenda-tenda pengungsian. Pemimpin yang tidak tega meminta kenaikan gaji dan fasilitas karena sebagian pegawai ASN gaji pokoknya tidak lebih besar dari anggaran telepon rumah seorang penjabat di tingkat kabupaten/kota. Teladan kepemimpinan itu sesungguhnya terdapat pada diri Rasulullah SAW karena ia adalah pemimpin yang holistic, accepted, dan proven. Holistic karena beliau adalah pemimpin yang mampu mengembangka leadership dalam entrepreneurship, kehidupan rumah tangga yang harmonis, tatanan masyarakat yang akur, sistem politik yang bermartabat, sistem pendidikan yang bermoral dan mencerahkan, sistem hukum yang berkeadilan dan strategi pertahanan yang jitu serta memastikan keamanan dan perlindungan warga negara. Kepemimpinannya accepted karena diakui lebi dari 1,3 milyar manusia. Kepemimpinannya proven karena sudah terbukti sejak lebih dari 15 abad yang lalu hingga hari ini masih relevan diterapkan. Hanya saja terkadang kita enggan untuk mengambil mutiara hikmah dari suri tauladannya karena keangkuhan atau kebodohan diri. Rabun Jauh Orientalitas AllahAos Messenger SAW said and you see that the worst among people is double faced . who appears to these with one face an to the others with another face . , hypocrit. Satu diantara sebab ketidakmampuan kita mengambil suri tauladan Rasulullah SAW secara holistic dan komperhensif adalah karena adanya distorsi image yang muncul dari ekses studi para orientalis. Tidak dapat dipungkiri orientalis memiliki Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin etos kajian dengan kedalaman dan disiplin metodologi yang tinggi. Dalam kajian Islamic jurisprudence misalnya Joseph Schacht telah menghasilkan karya-karya yang sangat akademis seperti The Origins of Muhammad Jurisprudence (Oxford Clarendon Press, 1. Islamic law dalam The Encyclopedia of Social sciences . Pre Islamic background and Early Development dalam Law in Middle East: Origin and devolepment (Washington,DC. The Middle east Institute, 1. dan Theology And Law In Islam (Wasbaden: Otto horrowitz, 1. Demikian juga dengan Ignaz Goldziher dan Wensick dalam Ilmu Hadist. Karya Goldziher Muhammedanische Studien . Die Zahiriten und Geschicte (Leipzig 1. Vorlesungen den Islam (Heideberg, 1. dan Die Richtungen Der Islamichen Koran Auslegung (Leiden, 1. telah menjadi buku wajib dalam kajian Islam dan Hadist bukan saja bagi murid-murid orientalis di berbagai perguruan tinggi Muslim tetapi juga di kalangan MuAojam al Mufahras li alfadz al-HadistAy satu konkordan hadist yang memuat index untuk mencari puluhan ribu hadist yang termuat dalam Shahih al-Bukhari. Muslim. Sunan Abu Dawud. NasaAoi. Tirmidzi. Ibnu Majah. Muwaththa, dan Sunan Imam Ahmad. Dari sisi ketekunan rasanya sulit mencari intelektual Muslim Indonesia dan Asia Tenggara yang mampu menyamai ketekunan Wensick. Apalagi dibandingkan dengan para ustadz dan muballig ibu kota yang lebih senang berdakwah lewat mimbar dan sedikit membaca apalagi menulis, karena menulis buku atau kajian ilmiah itu sukar serta memerlukan energi dan tenaga yang besar. Setelah bersusah payah melakukan kajian 6 hingga 12 bulan dan bukunya dicetak royalty yang diperoleh tidak lebih dari lima hingga sepuluh juta rupiah saja. Jumlah ini sama dengan 5 kali naik panggung atau untuk beberapa ustadz kondang sama dengan sekali undangan di luar kota. Sungguhpun demikian di samping kejelian orientalis mereka juga memendam subyektifitas yang tinggi terhadap Islam dan rasulnya. Hal ini wajar karena menurut Edward Said, seorang sarjana Kristen asal Palestina, orientalisme dan imperialism pada awal kemunculannya merupakan dua sejoli yang saling Riset-riset orientalis dan misi kajian mereka ke dunia Islam dibiayai oleh pemerintah Eropa yang memiliki kepentingan di tanah jajahannya, seperti Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pendidikan India. Pakistan. Mesir. Bangladesh, dan Indonesia. Setelah rampung, penelitiannya akan dipakai untuk dijadikan bahan kebijakan politik dan sosial. Contoh paling konkrit adalah misi Snouck Hurgronje ke Indonesia dan sangat khusus di daerah Aceh. Karena rakyat Aceh tidak bisa dikalahkan dengan senjata tetapi harus dipecah belah dari sisi tatanan sosialnya antara ulama, penguasa dan tokoh elit masyarakat (Snouck, 1. Di antara subjek kajian Islam yang paling banyak dikritisi oleh orientalis adalah masalah kehidupan keluarga Rasulullah SAW. Washington Irving dalam The Alhambra dan Life of Mohomed and His Sucessors mengatakan: Ia amat mengutamakan kenecisan, kebersihan dan sering mandi. Demikian ia berkata yang merupakan AuKesenanganku: wanita dan wangi-wangian. Ay Nafsu sexnya mempengaruhi seluruh ususnya. Jumlah istrinya tidak past (SouAoyb, 1. Hamilton Gibb juga menyampaikan dalam kajiannya bahwa. Muhammad hendak menyebarkan agamanya kepada bangsa-bangsa di luar Arab, maka dimasukkannya tata aturan Jahiliyah kedalam Al Quran. Sedangkan hadist nabi merupakan kekuatan yang ampuh untuk menegakkan agama Islam pada kurun pertama, padahal hadist-hadist itu di ambil oleh Nabi Muhammad dari ajaran Kristen dan YahudiAy (Jamal, 1. Subyektifitas ilmiah juga mempengaruhi DAoHerbelot ketika berpendapat tentang Muhammad SAW: AuInilah si penipu terkenal Muhammad pencipta dan pendiri suatu bidAoah yang telah diberi nama agama, yang kita sebut dengan MuhammadanismeAy. Para penafsir Al Quran dan sarjana-sarjana hukum Islam telah memberikan semua penghormatan kepada nabi palsu itu yang tidak pernah diberikan oleh para pengikut Aria, kaum Paulusia atau Paulinis dan kelompok-kelompok bidAoah lainnya kepada Kristus (Said, 1. Demikian juga halnya dengan Dante Alighieri . ketika menyatakan bahwa AuMuhammad adalah pemuka dari jiwa-jiwa terkutuk yang membangkitkan perpecahan dalam agama dan mengembangkan agama-agama palsu. Ay (SouAoyb. Kajian-kajian seperti inilah yang dikemudian hari memunculkan letupan jurnalistik seperti yang tercermin dalam 12 karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di media Denmark. Jyllands-Poster. Dalam koran tersebut. Rasulullah SAW dilukiskan memakai sorban berbentuk bom bunuh diri dengan Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin pedang terhunus tajam ke udara sambil diapit oleh dua wanita memakai burqah. Penghinaan ini juga diaminkan oleh beberapa media Barat lainnya seperti France Soir di Paris dan beberapa media serupa di Selandia Baru dan Amerika Serikat. Lebih sadis dari itu melalui novelnya Satanic Verses. Salman Rushdie menggambarkan Rasulullah SAW sebagai seorang yang memiliki kelainan perilaku Rabun Dekat Kaum Muslim Faktor lain yang mereduksi nilai keteladanan leadership dan manajemen Rasulullah SAW adalah rabun dekat dari kalangan Muslim sendiri. Yang dimaksud rabun dekat adalah ketidakmampuan melihat perjalanan hidup Rasulullah SAW secara lengkap dan holistik baik dimensi sosial, politik, militer, edukasi, dan legal kemudian memformulasikan nilai-nilai keteladanan tersebut kedalam suatu model yang dapat keteladanan tersebut kedalam suatu model yang dapat diteladani dengan Saat ini cara pandang kebanyakan kita terdapat Rasulullah SAW adalah Artinya hanya menjadikan Muhammad SAW sebagai pemimpin keagamaan saja. Daerah teritorialnya hanya di masjid dan di mushalla. Kita menjadikan Muhammad SAW sebagai panutan saat kita shalat saja tetapi bila sudah keluar dari masjid dan masuk ke bank atau lembaga keuangan lainnya, maka suri tauladannya ditinggalkan. Ketika melakukan promosi iklan di bebagai media, fatwa-fatwanya tentang akhlak dan kewajiban menghormati wanita agar jangan dijadikan objek murahan diacuhkan. Setiap musim mawlid . eringatan kelahiran Rasulullah SAW) tiba, banyak diantara kita yang membaca shalawat-shalawat panjang, dibaca barzanzi. Tatapi semua itu sebatas dikumandangkan di masjid, madrasah dan rumah-rumah saja. Saat kita kembali ke kantor ternyata kantor kita kosong dari nilai-nilai akhlak dan keluhuran budi pekerti seperti yang diajarkan barzanzi. Tidak ada yang sepotong hadist pun, yang jumlahnya puluhan ribu itu, termuat dalam manual dan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan kita. Demikian juga halnya dengan Corporate Culture institusi terus kita nun jauh dari ajaran akhlak mulia yang Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pendidikan Walhasil, shalawat terus kita baca, barzanzi selalu kita kumandangkan tetapi perusahaan kita semakin jauh dari teladan Rasulullah SAW. Bahkan tidak jarang semakin hari semakin dekat ke budaya Yahudi dan Kapitalistik. Si kuat memakan si lemah, hukum tumpul keatas tajam kebawah. Profit jauh lebih diutamakan dari akhlak dan syariAoah. Disisi lain terkadang kita juga terjebak kendala AupengkultusanAy yang tidak diperbolehkan syariAoah dan Rasulullah SAW sendiri. Tidak bisa dipungkiri bahwa memuliakan Rasulullah SAW adalah wajib, membaca shalawat kepadanya adalah sunnah, membela kehormatannya adalah fardhu kifayah bahkan bisa menjadi fardhu Aoayn dalam situasi tertentu. Tetapi hal ini tidak harus membawa kita ke jurang AupendewaanAy Rasulullah SAW yang tidak proporsional seperti diajarkan Al-QurAoan dan sunnah Rasulullah SAW sendiri dalam beberapa kesempatan pernah mengatakan. Aujangan kalian terlalu mengagung-agungkan aku seperti halnya kaum Kristen mendewakan Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku ini manusia biasa putra seorang wanita Makkah yang memakan daging yang dikeringkan . auk sederhan. Panggilla aku Rasulullah dan hamba AllahAy (HR. Darimi: II: 320 dan Tirmidz. Banyak diantara kita yang memposisikan Rasulullah SAW terlalu melangit, tinggi, dan jauh diatas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa. Akibatnya beliau menjadi AuasingAy bagi kita dan tidak bisa ditiru dan dijadikan suri tauladan Karena demikian dimensinya menjadi berbeda antara dimensi kita manusia biasa dan dimensi beliau sebagai Aumanusia langitAy. Telah yang saksama atas sunnah nabawiyah akan mengantarkan kita bahwa Muhammad SAW adalah manusia dengan seluruh sifat kemanusiaannya. Sebagai manusia biasa, ia dilahirkan dengan ayah dan ibu yang jelas, bermain, belajar, kekerja, menikah dan memiliki keturunan. Beliau berjalan di pasar, membawa barang dagangannya, menyapu rumah, menjahit pakaiannya yang robek, memotong daging serta menyiapkan sayurann di dapur. Beliau juga merasakan apa yang pernah dirasakan oleh manusia pada umumya seperti rasa harap dan cemas, miskin dan kaya, lapang dan susah, menyendiri dan bermasyarakat. Sebagai seorang pemimpin beliau berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di hadapan hukum, memperoleh kemenangan dan kekuasaan, serta merasakan kekalahan dan kesedihan. Tubuhnya tidak terdiri dari besi tetapi dari Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin daging dan tulang biasa. Kulitnya pernah robek, pelipisnya pernah terluka parah dan 2 giginya tanggal terkena pukulan di Perang Uhud. Perbedaan satu-satunya adalah bawa beliau diamanati wahyu . lus mukjizat sebagai pembuktianny. dan senantiasa dibimbing Allah jika melakukan suatu tindakan atau pilihan yang tidak Selebihnya Muhammad SAW adalah manusia biasa di samping sebagai seorang Rasul pilihan dan kekasih Allah. Prejudice dan Anggapan Apologetik Faktor lain yang menghambat peneladanan Muhammad SAW secara holistic adalah jiwa prejudice, sinis dan apologetik setiap kali uswah hasanah Rasulullah SAW akan dibawa keluar dari masjid dan mushallah. Seolah-olah tidak ada hubungan kuat antara sunah Rasulullah SAW dan kehidupan bisnis, kebijakan fiskan dan moneter. Padahal Muhammad SAW telah menghabiskan 25 tahun di pasar sebagai manager, investor dan entrepreneur. Muhammad SAW seolah-olah berat diambil suri tauladannya dalam dunia self development padahal ia menghadapi hari-hari yang berat di masa kecilnya dan di sepanjang masa Ia memotivasi diri, bangkit dari kekalahan, menyemangati sahabatsahabatnya yang juga manusia biasa. punya keluarga, punya bisnis dan memiliki banyak keperluan serta keterbatasan. Jarang juga kita melihat studi yang mendalam oleh cendekiawan dan personel militer tanah air terhadap strategi militer Rasulullah SAW padahal ia telah memimpin lebih dari 9 perang besar dan 53 expensi militer (Mundziri Tahqiq Nashiruddin Al-Bani hadist no 1. Satu jumlah operasi lapangan yang jauh lebih besar dari pengalaman teritorial seorang komandan angkatan bersenjata . arat laut dan udar. Lebih dari itu semua operasi militer itu dilakukan pada saat alat komunikasi canggih seperti satelit, handphone, internet, dan fax belum ada. Demikian dengan pertempuran harus dilakukan dengan direct contact, person to person tidak seperti sekarang yang segalanya serba canggih memakai remote control. Perang lebih banyak dilakukan di war room dari pada di battle field. Anggapan apologetik ini hampir sama ketika para sarjana ekonomi Islam mengatakan bahwa Ibn Khaldun adalah bapak ekonomi politik . olitical econom. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pendidikan jauh sebelum Adam Smith. Ibn Khaldun mengemukakan teori-teorinya pada abad ke-14 . sementara Adam Smith pada abad ke-18 . Karena Ibn Khaldun datang dari dunia ketiga dan beragama Islam pengakuan tentang kepioneerannya tidak segera diterima. Tetapi setelah beberapa peneliti barat melakukan penelusuran atas karyakarya Ibn Khaldun seperti Muqaddimah, al-Ahkam al-Sulthaniyyah. Tarikh Ibn Khaldun dan puluhan karya lainnya barulah kalangan Barat bersikap lebih obyektif. Barat mulai mengenal pemikiran Ibn Khaldun setelah Silvestre de Sacy pada tahun 1806 menterjemahkan Muqaddimah dalam bahasa Prancis (Schmidt 1. Gaung ini menjadi lebih nyaring setelah ada versi Muqaddimah dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan Franz Rosenthal . Penelitian-penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Charles Issawi . Spengler. Kuran (Said, 1. dan Essid . telah membuka tabir Barat bahwa ada satu generasi ekonomi yang dilupakan sejarah dunia. Para peneliti Barat menemukan banyak sekali konsep ekonomi modern seperti theories of value, distribution, grown and development, money, prices, public finance, business cyrcles, inflation, rent, benefits of trade dan beberapa masalah microeconomics telah dibahas panjang lebar oleh Ibn Khaldun jauh sebelum Sir Willian Petty . Adam Smith . David Ricardo . Thomas R. Malthus . Karl Marx . , dan Jhon Maynard Keynes . Penelitian ini akhirnya mencapai puncaknya ketika Jean David C. Boulakia dari Lousiana State Universitas Amerika mengakui dan menegaskan bahwa Ibn Khaldun adalah ekonomi abad ke-14 (Boulakia, 1. Ibn Khaldun . 2-1404 M) ternyata hanya contoh kecil dari puluhan ekonom Muslim terdahulu yang dilupakan Barat dan ummat Islam sendiri. Tokohtokoh ekonom Muslim lainnya antara lain Al-Maqrizi . 4-1441 M). Abu Ubaid . H). Abu Yusuf . -798 H). Muhammad Ibn Hasan al-Saybani . -804 H). Nidzam al-Mulk Al-Tusi . 8-1099 H). Ibn Taymiyah . 3-1329 M). Ibn Qayyim al-Jawziyah . 2-1350 H). Al-Ghazali . 5-1111 M). Khan al-Dahlawi . 3-1762 M). Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika Traits of Leadership dan Management Models Muhammad SAW masih asing bagi ummatnya apalagi ummat beragama lain Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Saparripin Idris Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin KESIMPULAN Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang luar biasa namun bukan tidak mungkin untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak kesuksesannya yang multidimensi. Salah seorang guru leadership/manager menyatakan bahwa pemimpin yang baik memberikan inspirasi. Itulah yang membedakan pemimpin dengan yang bukan. Nabi Muhammad SAW disamping meninggalkan teladan yang baik bisa kita copypaste juga meninggalkan banyak inspirasi dan kebijaksanaan . tentang banyak hal. Tugas kita mengembangkan inspirasi tersebut sesuai dengan dimensi waktu dan ruang dalam radius kekhalifahan yang kita emban. Allah SWT megutus Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah . uri tauladan yang bai. bagi ummatnya. Firman Allah dalam QS Al Ahzab: 21. AuLaqad Kaana Lakum Fii Rasulullah Uswatun HasanatunAy (Sungguh, telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik Sesungguhnya nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak, dan suatu contoh suri tauladan yang baik . swah hasana. Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW, mari kita teladani akhlak beliau walaupun tidak REFERENSI