Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 Halaman 145-154 ISSN (Onlin. 2988-5272 DOI: https://doi. org/10. 70052/jka. Implementasi E-Commerce Berbasis Web Pada SAponik Farm Agus Ranaputra1*. Alfin Albino2. Erwin Nurrudin Syahputra3. Nunung Hidayatun4 1,2,3,4 Universitas Bina Sarana Informatika Jl. Raya Kaliabang No. Perwira. Kota Bekasi. Jawa Barat. Indonesia e-mail korespondensi: agusranaputra@gmail. Submit: 22-10-2025 | Revisi: 07-11-2025 | Terima: 10-11-2025 | Terbit online: 20-11-2025 Abstrak - Aplikasi E-Commerce berbasis web mempermudah para pengusaha dalam memasarkan produk mereka serta membantu pelanggan mendapatkan informasi tentang barang yang ditawarkan oleh penjual. Saat ini, sistem informasi yang tersedia secara daring dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan penyampaian informasi. SAponik Farm adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang penjualan sayuran hidroponik. Selama ini, kendala dalam pemasaran produk menjadi penghambat bagi penjual untuk meningkatkan pendapatan dari penjualan, ditambah dengan sistem pemrosesan penjualan yang belum efektif, serta tantangan dalam menjangkau pelanggan Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem E-Commerce berbasis web untuk mempermudah transaksi, memperluas jangkauan calon pelanggan dan pengelolaan data penjualan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara dan studi pustaka serta metode pengembangannya menggunakan model Waterfall dengan tahapan analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem dibangun menggunakan framework Codeigniter dengan arsitektur ModelView-Controller (MVC) dan basis data MySQL. Hasil implementasi menunjukkan sistem mampu mendukung transaksi online dan memudahkan pengelolaan penjualan secara digital. Kata Kunci : E-Commerce. CodeIgniter. Saponik Farm,Waterfall Abstracts - Web-based E-Commerce applications facilitate entrepreneurs in marketing their products and help customers obtain information about the goods offered by sellers. Currently, online information systems are used as a tool to improve information delivery. SAponik Farm is a business engaged in the sale of hydroponic So far, obstacles in product marketing have been a barrier for sellers to increase revenue from sales, coupled with an ineffective sales processing system, as well as challenges in reaching new customers. This study aims to design and implement a web-based E-Commerce system to facilitate transactions, expand the reach of potential customers and manage sales data. The research method used is a data collection method consisting of observation, interviews and literature studies. The development method uses the Waterfall model with the stages of analysis, design, implementation, and testing. The system was built using the Codeigniter framework with a Model-View-Controller (MVC) architecture and a MySQL database. The implementation results show that the system is able to support online transactions and facilitate digital sales management. Keywords : E-Commerce. CodeIgniter. Saponik Farm. Waterfall Pendahuluan Pada era digital yang semakin maju, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi tidak hanya berperan dalam mempercepat proses komunikasi dan pertukaran data, tetapi juga memberikan dampak besar pada bidang transportasi, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi masyarakat . Salah satu wujud nyata dari kemajuan teknologi tersebut adalah munculnya sistem perdagangan elektronik atau electronic commerce (E-Commerc. yang memungkinkan terjadinya transaksi jual beli secara daring melalui jaringan internet. E-Commerce menjadi sarana utama bagi perusahaan maupun pelaku usaha kecil dan menengah dalam memperluas jangkauan pasar tanpa batas ruang dan waktu. Model perdagangan ini menjadi solusi efisien bagi pelaku bisnis dalam meningkatkan daya saing dan mempercepat proses transaksi di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat . Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penerapan sistem E-Commerce berpengaruh positif terhadap efisiensi bisnis dan kepuasan pelanggan. Penelitian oleh Jannah dan Nugraha . menjelaskan bahwa E-Commerce mampu memberikan fleksibilitas dalam proses jual beli, mempercepat transaksi, dan meningkatkan komunikasi antara penjual dan pembeli. Selanjutnya. Wiawan et al. menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi berbasis web pada dunia bisnis membantu penyebaran informasi secara cepat dan akurat. Copyright . 2025 Agus Ranaputra. Alfin Albino. Erwin Nurrudin Syahputra. Nunung Hidayatun This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Published under licence by Antartika Media Indonesia. Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 sehingga mendukung peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu. Ahadiyah . menyoroti bahwa perkembangan teknologi informasi menjadi katalis bagi para pengusaha dalam mengoptimalkan kegiatan operasional dan memperluas jangkauan pasar melalui platform digital. Berdasarkan berbagai hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem penjualan berbasis web berperan penting dalam memperbaiki sistem manajemen produk serta memberikan kemudahan dalam transaksi dan pencatatan penjualan. Namun demikian, hasil observasi menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan penerapan teknologi informasi pada sektor usaha mikro, seperti yang terjadi di SAponik Farm - sebuah usaha mikro di bidang pertanian Proses penjualan di SAponik Farm saat ini masih dilakukan secara konvensional melalui media sosial, chat pribadi, maupun penjualan langsung ke konsumen. Metode ini memiliki berbagai keterbatasan, seperti cakupan pasar yang sempit, proses transaksi yang tidak efisien, serta dokumentasi penjualan yang tidak Kondisi tersebut menimbulkan research gap berupa kebutuhan akan sistem informasi penjualan berbasis web yang mampu meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, serta mempermudah manajemen stok dan transaksi penjualan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada perancangan dan implementasi sistem E-Commerce berbasis web pada SAponik Farm sebagai solusi untuk mengoptimalkan proses penjualan dan meningkatkan daya saing usaha hidroponik di era digital. Metode Penelitian Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall. Metode ini merupakan pendekatan sistematis dan terstruktur yang dilakukan secara bertahap mulai dari tahap analisis hingga pemeliharaan sistem . Dengan menerapkaiyn model Waterfall, penulis dapat membangun sistem E-Commerce berbasis web secara terencana dan berurutan, sehingga setiap tahap pengembangan dapat dievaluasi dengan baik sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Analisis Kebutuhan (Requirements Analysi. Tahapan tahap pertama adalah analisis kebutuhan sistem, yang dilakukan untuk memahami proses bisnis di SAponik Farm serta mengidentifikasi permasalahan yang ada pada sistem penjualan konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pemilik usaha, serta studi literatur yang relevan. Dari hasil analisis tersebut, diperoleh kebutuhan fungsional sistem seperti pengelolaan produk, transaksi pemesanan, dan pencatatan laporan penjualan. Alur proses bisnis yang telah dianalisis kemudian dimodelkan menggunakan Use Case Diagram. Activity Diagram, dan Sequence Diagram agar hubungan antar aktor dan proses sistem dapat digambarkan secara visual dan logis. Tahapan ini menjadi dasar penting dalam merancang struktur sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Perancangan (Desig. Tahap kedua adalah perancangan sistem, yang bertujuan untuk mengubah hasil analisis kebutuhan menjadi model yang dapat diimplementasikan. Perancangan dilakukan dalam dua aspek utama, yaitu perancangan basis data dan perancangan antarmuka pengguna. Model basis data yang dibuat mencakup pembuatan model data seperti ERD. LRS, dan Class Diagram yang menggambarkan hubungan antar-entitas serta atribut yang digunakan, serta rancangan antarmuka pengguna yang menggambarkan tampilan sistem . Sedangkan rancangan antarmuka pengguna . ser interface desig. dibuat untuk memvisualisasikan tampilan halaman web, seperti halaman beranda, katalog produk, form pemesanan, dan halaman admin. Desain antarmuka memperhatikan prinsip kemudahan penggunaan . dan konsistensi agar sistem mudah dipahami oleh Implementasi/Pengkodean (Implementatio. Tahap ketiga, implementasi, dilakukan dengan menerjemahkan hasil rancangan ke dalam kode program menggunakan bahasa PHP. HTML. CSS, dan basis data MySQL. MySQL termasuk salah satu perangkat lunak sistem untuk mengelola database SQL . Framework CodeIgniter digunakan untuk mempercepat pengembangan, sedangkan XAMPP Apache berfungsi sebagai server lokal untuk pengujian dan debugging. Seluruh komponen diintegrasikan sehingga membentuk sistem E-Commerce berbasis web yang fungsional dan terhubung antarhalaman. Pengujian (Testin. Tahap keempat, pengujian, dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing yang bertujuan untuk memastikan bahwa sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, yaitu pengujian yang berfokus pada keluaran . berdasarkan masukan . tanpa memperhatikan struktur internal program. Setiap fungsi utama seperti login, pengelolaan produk, transaksi pemesanan, dan pencetakan laporan diuji secara terpisah untuk memastikan tidak ada kesalahan logika maupun tampilan. Pengujian dilakukan pada dua peran pengguna, yaitu admin . emilik usah. dan user . , untuk memastikan sistem berfungsi baik dari sisi operasional maupun layanan pengguna. Pemeliharaan (Maintenanc. Tahap terakhir adalah pemeliharaan, yaitu perawatan dan pengembangan sistem setelah diimplementasikan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat menyesuaikan dengan perubahan di masa mendatang Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 . Tahapan ini juga mencakup evaluasi terhadap kinerja sistem berdasarkan masukan pengguna untuk menjaga agar aplikasi tetap relevan dan efektif dalam mendukung kegiatan penjualan SAponik Farm. Hasil dan Pembahasan 1 Analisis Kebutuhan Aplikasi E-Commerce SAponik Farm dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi penjualan produk sayuran hidroponik dengan dua jenis pengguna utama, yaitu admin dan pelanggan. Admin bertanggung jawab dalam pengelolaan data produk, transaksi, pelanggan, serta laporan penjualan. Sedangkan pelanggan dapat melakukan pendaftaran, login, melihat katalog produk, melakukan pemesanan, memberikan ulasan, serta memantau status transaksi. Dari sisi sistem, aplikasi ini dirancang agar mampu melakukan verifikasi pengguna, menampilkan data produk secara dinamis, memproses transaksi dan pengurangan stok otomatis, menampilkan laporan penjualan, serta menghasilkan bukti transaksi. Seluruh fungsi diuji untuk memastikan keandalan sistem dalam mendukung proses bisnis SAponik Farm. 2 Desain Sistem Desain sistem dibuat menggunakan pendekatan Unified Modeling Language (UML) merupakan bahasa visual yang digunakan untuk merancang, memodelkan, dan mendiskusikan sistem perangkat lunak melalui kombinasi teks dan diagram tambahan. UML berfungsi sebagai alat bantu pemodelan dan tidak terbatas pada satu metode tertentu, meskipun pendekatan berorientasi objek merupakan yang paling umum digunakan . Dalam penelitian ini, beberapa jenis diagram UML digunakan untuk menggambarkan struktur dan perilaku sistem secara menyeluruh, yaitu:. Use Case Diagram Menggambarkan hubungan antara aktor . dmin dan pelangga. dengan sistem dalam aktivitas utama seperti login, pengelolaan produk, pemesanan, dan pembuatan laporan, berfungsi sebagai sarana komunikasi antara pengguna dan pengembang, menggambarkan kebutuhan sistem secara singkat serta hubungan antara sistem dengan aktor eksternal. Diagram ini berperan penting dalam mendukung pendekatan pengembangan berbasis pengalaman pengguna . Gambar 1. Use Case Diagram Use Case Diagram gambar 1, menampilkan sistem E-Commerce berbasis web pada SAponik Farm. Diagram ini terdiri dari dua aktor utama, yaitu Admin (Pemili. dan User (Pelangga. Admin memiliki hak akses untuk mengelola produk, memproses pesanan, memperbarui stok, dan mencetak laporan penjualan, sedangkan User dapat melakukan registrasi akun, melihat katalog produk, melakukan pemesanan, serta melakukan konfirmasi pembayaran. Setiap use case menggambarkan fungsi utama yang dapat dijalankan oleh masing-masing aktor. Hubungan antar-aktor dan sistem divisualisasikan melalui garis asosiasi yang menunjukkan interaksi atau komunikasi langsung. Dengan demikian, diagram ini memberikan gambaran awal mengenai batasan sistem, fungsi utama yang tersedia, serta bagaimana setiap aktor berinteraksi dengan sistem ECommerce yang dikembangkan. Activity Diagram Digunakan untuk menunjukkan alur aktivitas dalam sistem, termasuk proses awal, keputusan yang mungkin terjadi, hingga akhir dari suatu aktivitas. Diagram ini memvisualisasikan urutan proses bisnis dan logika sistem secara jelas . Activity Diagram pelanggan gambar 2 menjelaskan proses dimulai dari pengguna yang melakukan login ke dalam sistem. Setelah login berhasil, pengguna dapat melakukan aktivitas sesuai peran masing-masing, seperti admin yang mengelola data produk dan pesanan, serta pelanggan yang dapat melakukan pemesanan dan konfirmasi pembayaran. Setiap aktivitas ditandai dengan simbol action state, sedangkan proses pengambilan Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 keputusan direpresentasikan oleh decision node. Dengan adanya Activity Diagram ini, pengembang dapat memahami urutan proses bisnis secara sistematis, memastikan bahwa setiap langkah berjalan sesuai kebutuhan Gambar 2. Activity Diagram pelanggan Class Diagram Digunakan untuk menunjukkan alur aktivitas dalam sistem, termasuk proses awal, keputusan yang mungkin terjadi, hingga akhir dari suatu aktivitas. Diagram ini memvisualisasikan urutan proses bisnis dan logika sistem secara jelas . yang terdiri atas entitas pengguna, produk, kategori, pesanan, dan pembayaran. Relasi antar kelas mendukung modularitas program dan penerapan konsep CRUD (Create. Read. Update. Delet. Gambar 3. Class Diagram Class Diagram gambar 3, diagram ini terdiri atas beberapa kelas utama seperti Produk. Kategori. Pelanggan. Pesanan, dan Admin. Setiap kelas memiliki atribut dan metode sesuai fungsinya, misalnya kelas Produk memiliki atribut seperti id_produk, nama_produk, harga, dan stok, serta metode CRUD (Create. Read. Update. Delet. Hubungan antar kelas ditunjukkan melalui garis asosiasi dan relasi, misalnya antara kelas Pesanan dan Pelanggan terdapat relasi satu ke banyak, karena satu pelanggan dapat melakukan beberapa Diagram ini membantu memahami struktur data dan hubungan antar komponen dalam sistem. Entity Relationship Diagram (ERD) Adalah skema konseptual yang digunakan untuk merancang basis data dengan menamampilkan relasi antar entitas, atribut, serta keterkaitannya dalam suatu sistem . ERD berfungsi sebagai alat bantu dalam penyusunan dan perancangan database, memberikan gambaran visual tentang struktur data, serta menjelaskan bagaimana data saling berhubungan di dalam sistem. Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 Gambar 4. Entity Relationship Diagram Entity Relationship Diagram gambar 4. Pada sistem E-Commerce SAponik Farm, entitas utama yang terlibat meliputi produk, kategori, pelanggan, pesanan, dan detail_pesanan. Hubungan antar entitas digambarkan dengan kardinalitas satu ke banyak . :N) atau banyak ke banyak (M:N), sesuai kebutuhan sistem. Sebagai contoh, satu pelanggan dapat memiliki banyak pesanan, tetapi satu pesanan hanya dimiliki oleh satu pelanggan. Dengan demikian. ERD berperan penting dalam merancang struktur basis data yang efisien dan konsisten agar sistem dapat berjalan dengan baik. Logical Record Structure (LRS) Merupakan hasil turunan dari Entity Relationship (ER) yang berisi seluruh atribut serta menunjukkan hubungan antar entitas dalam sistem basis data. Struktur ini menggambarkan jenis-jenis rekaman . ecord typ. yang diilustrasikan dalam bentuk kotak persegi panjang dan masing-masing memiliki nama yang merepresentasikan entitas tertentu . LRS digunakan untuk memvisualisasikan rancangan logis dari sistem data agar hubungan antar entitas dapat dipahami secara lebih terstruktur. Gambar 5. Logical Record Structure Logical Record Structure gambar 5, menggambarkan hubungan antara atribut utama seperti id_produk, id_pesanan, dan id_pelanggan yang digunakan untuk menjaga keutuhan relasi data antar tabel . Melalui Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 LRS, pengembang dapat memastikan bahwa rancangan basis data telah memenuhi kebutuhan sistem dan siap untuk diimplementasikan secara teknis. Sequence Diagram Menunjukkan alur pesan antar objek dalam suatu use case seiring berjalannya waktu. Diagram ini menjelaskan interaksi antar komponen sistem secara kronologis untuk menggambarkan proses bisnis yang terjadi . , sehingga memperjelas interaksi antar objek dalam setiap skenario utama, seperti proses pemesanan dan konfirmasi pembayaran. Sequence Diagram pada gambar 6 adalah skenario pemesanan produk, pengguna memulai interaksi dengan melakukan login, kemudian memilih produk yang diinginkan dan menambahkannya ke keranjang. Setelah itu, sistem menampilkan total harga dan menyediakan opsi pembayaran. Selanjutnya, pengguna melakukan konfirmasi pembayaran yang diteruskan ke admin untuk diverifikasi. Setelah pembayaran berhasil diverifikasi, sistem memperbarui status pesanan dan mengirimkan notifikasi kepada pengguna. Seluruh diagram tersebut menjadi acuan dalam pembangunan sistem agar alur data, proses, dan interaksi pengguna berjalan konsisten dan efisien. Gambar 6. Sequence Diagram 3 Implementasi Sistem Aplikasi dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Antarmuka pengguna . ser interfac. dibuat responsif agar dapat diakses melalui perangkat desktop maupun mobile. Gambar 7. Halaman Utama Web Gambar 7, merupakan tampilan halaman utama web aplikasi SAponk Farm yang mempunyai fitur utama meliputi pengelolaan katalog produk, keranjang belanja, checkout, konfirmasi pembayaran, dan laporan Admin memiliki akses penuh untuk menambah, mengubah, dan menghapus data produk maupun Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 Gambar 8. Halaman Dashboard Admin Gambar 8, merupakan tampilan utama dan ringkasan informasi sistem dari seluruh aktivitas sistem. Pelanggan dapat melakukan pemesanan, pembayaran, serta memberikan ulasan terhadap produk. Gambar 9. Halaman Dashboard Pelanggan Gambar 9, merupakan tampilan utama dan ringkasan informasi sistem dari seluruh aktivitas sistem. 4 Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat menjalankan seluruh proses utama dengan baik, termasuk Berhasilasi, transaksi pemesanan, penghitungan total belanja, serta pengelolaan stok produk Tabel 1. Hasil Blackbox Testing Login All Role Scenario Pengujian Test case Keterangan Login dengan username dan Masukan username dan password yang sesuai Berhasil password Berhasil > klik login Login dengan username dan Masukan username dan password yang salah-> Berhasil password salah klik login Login dengan username Masukan username benar dan password yang Berhasil benar dan password salah salah-> klik login Pada Tabel 1. Hasil Blackbox Testing Login All Role menunjukkan hasil pengujian fitur Login untuk seluruh peran pengguna . dmin dan pelangga. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa proses autentikasi berjalan sesuai harapan. Sistem mampu mengenali kombinasi username dan password yang benar serta menolak yang salah dengan pesan kesalahan yang sesuai. Dengan demikian, keamanan akses pengguna dapat terjamin. Scenario Pengujian Menampilkan data produk Menampilkan total pesanan Melihat data pelanggan Menghapus data pelanggan Menambahkan data produk Tabel 2. Halaman Dashboard Admin Test case Masuk ke menu produk Masuk ke menu pesanan Menampilkan menu dashboard Ie lalu pilih pelanggan Ie klik nama pelanggan yang ingin dilihat Menampilkan menu dashboard Ie lalu pilih pelanggan Ie pilih ikon sampah Menampilkan menu dashboard Ie lalu pilih produk Ie klik tambah Ie lalu masukkan data produk yang ingin ditambahkan Ie Lalu klik tambah produk baru Keterangan Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 Scenario Pengujian Menghapus data produk Mengedit data produk Mengelola pesanan Melihat dan menghapus review pelanggan Mengedit profil, nama, username , email, dan Test case Menampilkan menu dashboard Ie lalu pilih produk Ie klik ikon mata Ie lalu klik ikon sampahIe Lalu klik hapus Menampilkan menu dashboard Ie lalu pilih produk Ie klik ikon edit Ie lalu masukkan data baruIe Lalu klik simpan Menampilkan menu dashboard Ie lalu pilih pesanan Ie klik pesanan yang ingin dikelola Ie lalu ubah status pesananIe Lalu klik ok Menampilkan menu dashboard Ie lalu pilih review pelanggan Ie pilih data yang ingin dilihat Ie Apabila ingin menghapus Ie pilih hapus Ie Dan konfirmasi Menampilkan menu dashboard Ie pilih ikon admin Ie lalu masukkan data baru yang ingin di edit Ie lalu klik simpan Keterangan Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Pada Tabel 2. Halaman Dashboard Admin menggambarkan hasil pengujian pada halaman Dashboard Admin, yang berfungsi untuk mengelola data produk, pesanan, dan pelanggan. Berdasarkan hasil uji coba, seluruh skenario yang diujikan berhasil dijalankan dengan baik, termasuk menambah, menghapus, serta memperbarui data. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi CRUD (Create. Read. Update. Delet. telah berjalan secara optimal. Scenario Pengujian Pelanggan dapat memasukan produk ke dalam keranjang Pelanggan dapat membuat Membatalkan pesanan yang belum terbayar Membuat review Menghapus review Mengedit profile, akun dan Tabel 3. Pelanggan Test Case Memilih produk yang ingin di masukan keranjang, klik add to cart Masuk menu keranjang Buat pesananIe isi form Ie buat pesanan Ie konfirmasi pembayaran Ie pilih transfer bank dan masukan bukti pembayaran Ie konfirmasi Halaman dashboard pelanggan Ie order saya Ie pilih pesanan Ie pilih batalkan Ie konfirmasi Halaman dashboard pelanggan Ie review Ie tulis review baru Ie isi form Ie pilih tulis review Halaman dashboard pelanggan Ie review Ie lalu pilih data review Ie lalu klik ikon hapus Halaman dashboard Ie klik ikon profile Ie lalu edit data yang diinginkan Ie lalu klik ganti nama Keterangan Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Pada Tabel 3. Pelanggan menyajikan hasil pengujian pada halaman Pelanggan, di mana pengguna dapat menambahkan produk ke keranjang, melakukan pemesanan, serta memberikan ulasan terhadap produk. Dari hasil pengujian, sistem berhasil menampilkan data sesuai permintaan pengguna dan mampu menolak transaksi yang belum dikonfirmasi secara otomatis. Dengan demikian, fungsi transaksi dan manajemen pesanan telah berjalan secara stabil dan responsif. 5 Jadwal Implementasi Tabel 4 menampilkan jadwal implementasi aplikasi E-Commerce berbasis web di SAponik Farm. Tabel 4. Jadwal Implementasi BULAN 1 BULAN 2 KEGIATAN 1 2 3 4 1 2 3 4 Pengumpulan Data Analisa Sistem Perancangan Konseptual Pembuatan Aplikasi Pengujian (Testing ) Penyeluhan Dan Training Test Sistem Peralihan Sistem BULAN 3 2 3 4 Pada Tabel 4. Jadwal Implementasi memperlihatkan jadwal pelaksanaan setiap kegiatan. Pada bulan Jurnal Komputer Antartika Volume 3 Nomor 4 2025 pertama dilakukan pengumpulan data dan analisis sistem, diikuti tahap perancangan konseptual hingga pembuatan aplikasi di bulan kedua. Selanjutnya, bulan ketiga difokuskan pada tahap testing, pelatihan pengguna . , serta evaluasi akhir untuk memastikan sistem siap dioperasikan secara penuh. 6 Spesifikasi Hardware & Software Pengembangan aplikasi E-Commerce SAponik Farm membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak dengan spesifikasi minimum agar sistem dapat berjalan optimal. Perangkat Keras (Hardwar. Aplikasi dijalankan pada komputer dengan prosesor minimal 2 GHz, memori RAM 8 GB, dan kapasitas penyimpanan 256 GB. Koneksi jaringan menggunakan LAN serta tampilan monitor beresolusi 1920y1080 piksel untuk mendukung antarmuka yang responsif. Perangkat Lunak (Softwar. Sistem dikembangkan dan diuji pada Windows 11 atau Linux Debian dengan web server Apache. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP versi 7 dengan basis data MySQL. Aplikasi diakses melalui peramban web seperti Mozilla Firefox. Google Chrome, atau peramban sejenis. Kesimpulan Implementasi sistem E-Commerce merupakan langkah strategis untuk memperluas penjualan SAponik Farm merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar di era digital. Melalui sistem ini, proses pengelolaan data produk, stok, dan transaksi penjualan menjadi lebih terstruktur serta mudah diakses oleh pemilik maupun pelanggan. Penerapan sistem berbasis web memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan kapan saja dan di mana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu, sehingga meningkatkan fleksibilitas serta kenyamanan dalam bertransaksi. Selain itu, sistem ini mendukung proses bisnis yang transparan dan efisien, karena setiap data penjualan tersimpan secara otomatis dan dapat dimonitor secara real-time. Dengan adanya sistem ini. SAponik Farm tidak hanya berhasil beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pelaku usaha pertanian modern yang responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar dan perkembangan digital saat ini. Lebih jauh, keberadaan aplikasi ini menjadi bentuk nyata dari transformasi digital yang tidak hanya meningkatkan produktivitas internal, tetapi juga memperluas peluang kolaborasi dengan pelanggan dan mitra Meskipun sistem yang dibangun telah memberikan hasil yang signifikan, penelitian ini masih memiliki ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Di masa mendatang, aplikasi E-Commerce SAponik Farm dapat diintegrasikan dengan sistem payment gateway untuk otomatisasi proses pembayaran, dikembangkan ke dalam bentuk aplikasi mobile agar lebih mudah diakses oleh pengguna, serta diperluas dengan fitur laporan keuangan dan analisis penjualan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis. Dengan pengembangan berkelanjutan dan komitmen dalam penerapan teknologi, diharapkan sistem ini dapat menjadi model pengelolaan digital yang efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing usaha mikro di sektor pertanian berbasis hidroponik. Referensi