Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025. PP. 048 - 055 P-ISSN : 2252-7672 | E-ISSN : 2798-4303 DIGITALISASI DI SMA NEGERI 20 BATAM SEBAGAI SEKOLAH PENGGERAK Alfiyah Intan Nur UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia Email : alfiyahnur381@gmail. Received 23 Oktober 2024 Keywords: Digitalization Driving School Principal Kata Kunci: Digitalisasi Sekolah Penggerak Kepala Sekolah Article Info Accepted 26 Mei 2025 Published 29 Mei 2025 ABSTRACT This study aims to explore the digitalization at SMAN 20 Batam as a AuSekolah PenggerakAy (Driving Schoo. This research adopts a descriptive qualitative approach. The data were obtained from the official website of SMAN 20 Batam and a YouTube video featuring the principal of SMAN 20 Batam, both of which contain information related to digitalization. The research was conducted from September to October 2024. Data validity was ensured through source triangulation by validating the collected data from the website and YouTube video observations. The data were analyzed using an interactive analysis model. The findings show that digitalization at SMAN 20 Batam, as a AuSekolah Penggerak,Ay includes, first, the use of the school website to provide information, learning resources, and assessments through various user-friendly features and sub-features accessible to students, teachers, and parents. Second, the school implements the use of Smart Card IDs for attendance and digital library book borrowing. The use of Smart Card IDs for attendance is considered effective and helpful for parents to monitor their childrenAos school attendance through notifications sent to their mobile phones. The success of digitalization at SMAN 20 Batam is undoubtedly supported by the active role of the school principal. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui digitalisasi di SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berasal dari website SMAN 20 Batam dan video YouTube Kepala Sekolah SMAN 20 Batam yang mencakup informasi terkait digitalisasi. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2024. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dengan memvalidasi data yang sudah dikumpulkan melalui observasi website maupun video YouTube. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi di SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak yaitu pertama, memanfaatkan website sekolah untuk memberikan informasi, pembelajaran maupun penilaian melalui fitur-fitur maupun sub-fitur yang memudahkan pengguna baik peserta didik, guru maupun orang tua. Kedua, menggunakan Smart Card Id untuk melakukan absensi serta peminjaman buku di perpustakaan digital. Penggunaan Smart Card Id sebagai kartu absensi dinilai mudah dan membantu orang tua untuk mengetahui maupun memantau kehadiran peserta didik di sekolah melalui notifikasi di ponsel orang tua. Keberhasilan digitalisasi di SMAN 20 Batam ini tentunya tidak terlepas dari peran kepala sekolah. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/al-rabwah/ Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Sekolah penggerak merupakan sekolah yang dapat menggerakkan sekolah-sekolah lain, yang menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya (Prodjo, 2. Digitalisasi sekolah adalah salah satu poin intervensi program sekolah penggerak yang mendorong sekolah untuk memanfaatkan berbagai platform digital dengan tujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan (Kemdikbud, 2021. Dengan adanya digitalisasi sekolah, diharapkan siswa mampu untuk memiliki kompetensi dan keterampilan abad 21 seperti personalisasi, kolaborasi, komunikasi, pembelajaran informal, produktivitas, dan content creation (Zubaidah, 2. Berdasarkan data dari (Kemdikbud, 2. , program sekolah penggerak ini telah tersebar di 34 provinsi dan 509 kabupaten/kota di Indonesia dengan total 14. 219 sekolah penggerak pada jenjang PAUD. SD. SMP. SMA, dan SLB. Dengan jumlah sekolah yang diperoleh dari (Dapo. Kemdikbud, 2. menunjukkan sebagai berikut. Tabel 1. Jumlah sekolah semua jenjang semester ganjil 2022/2023 Swasta Negeri Swasta Negeri SMP Swasta Negeri SMA Swasta Negeri SLB Swasta Negeri Total Sekolah yang menjadi sekolah penggerak memiliki kriteria untuk diseleksi. Seleksi sekolah dilakukan dari kepala sekola yang mendaftar dan lulus seleksi. Kemudian sekolah dipilih berdasarkan keterwakilan mutu, dan harus setiap jenjang berada dalam lokasi Kabupaten/Kota yang sama di Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan (Kemdikbud, 2021. Sekolah Menengah Atas yang terpilih berada di Provinsi Kepulauan Riau yaitu 21 sekolah penggerak dengan jumlah sekolah di Kepulauan Riau dari (Dapo. Kemdikbud, 2. dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Jumlah sekolah semua jenjang semester ganjil 2022/2023 Swasta Negeri Swasta Negeri SMP Swasta Negeri SMA Swasta Negeri SLB Swasta Negeri Total Dari 96 SMA Negeri di atas. SMAN 20 Batam menjadi salah satu SMA yang berhasil terpilih menjadi sekolah penggerak pada tahun 2022 (Kepri, 2. Terpilihnya SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak dapat menjadi contoh bagi kepala sekolah dan sekolah lain dalam mengelola sekolahnya. Hal ini selaras dengan bukti bahwa SMAN 20 Batam seringkali menjadi narasumber dan tempat kunjungan berbagai sekolah, seperti : Pertama, narasumber pada kegiatan workshop pembuatan blog di SMAN 11 Batam. Kedua, narasumber pada diskusi tentang asesmen proyek sebagai syarat kelulusan dan asesmen portofolio digital sebagai salah satu teknik asesmen untuk sumatif akhir di SMAN 1 Teluk Sebong Kabupaten Bintan sebagai sesama sekolah Ketiga, kunjungan kepala sekolah SMP dari Tanjung Balai Karimun ke SMAN 20 Batam untuk berdiskusi tentang digitalisasi sekolah. Keempat, narasumber sebagai kepala sekolah inspiratif gerakan transformasi pembelajaran pada kegiatan Kemdikbud. Kelima, kunjungan dari Bu Olivia Basrin sebagai Country Lead Google for Education Indonesia dengan diskusi terkait blended learning dan AI. Keenam, kunjungan kepala SMA Negeri se-Kota Palembang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Ketujuh, kegiatan benchmarking dan refleksi dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Sumatera Utara. Kedelapan, kunjungan dari Sekolah Digitalisasi di SMAN 20 Batam Sebagai Sekolah Penggerak (Alfiyah Intan Nu. Menengah Kebangsaan (SMK) LKTP Pemanis Segamat Johor Malaysia dan perwakilan 6 sekolah kebangsaan lainnya. Kesembilan, kunjungan persahabatan dari Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) DatoAo Ahmad Arsyad Johor Malaysia. Penelitian sebelumnya telah membahas digitalisasi sekolah dari berbagai sudut pandang. Penelitian oleh Khomarudin & NaAoimah . menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki banyak peran dalam pembelajaran yaitu alternatif alat bantu media pembelajaran, dapat mengasah soft skill peserta didik, dan mampu membantu kegiatan masyarakat. Selaras dengan Azzahra et al. yang menjelaskan bahwa integrasi antara teknologi dengan administrasi dan manajemen pendidikan merupakan langkah yang strategis untuk menghadapi berbagai tantangan di era society 0 serta terciptanya sistem pendidikan yang responsif dan berkualitas, dengan syarat kebijakan sekolah yang jelas, pelatihan sumber daya manusia, dan kemampuan memanfaatkan teknologi yang Penelitian ini memiliki kebaruan karena menyoroti praktik nyata digitalisasi di SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak serta peran kepala sekolah di dalamnya. Penelitian ini menggambarkan bagaimana digitalisasi yang dilakukan oleh SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain. Berdasarkan pemaparan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui digitalisasi yang dilakukan di SMAN 20 Batam. METODE Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif memiliki tujuan untuk memahami secara mendalam terkait masalah-masalah manusia dan sosial, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari sebuah realitas seperti pada penelitian kuantitatif dengan positivismenya (Adlini et al. , 2. Data yang digunakan berasal dari website SMAN 20 Batam dan video YouTube Kepala Sekolah SMAN 20 Batam yang mencakup informasi terkait digitalisasi sebagai berikut. Tabel 1. Link website SMAN 20 Batam dan link video Youtube Kepala Sekolah SMAN 20 Batam Alamat website dan link Youtube Kepala Sekolah SMAN 20 Batam Alamat website https://sman20batam. Link video YouTube https://youtu. be/mxnsckh62b4?si=beoCl_Z5f3EAKJkn Tabel 1. menunjukkan bahwa SMAN 20 Batam memiliki website sekolah yang digunakan untuk memberikan informasi kepada publik. Sedangkan link video pada tabel 1. bahwa Kepala Sekolah SMAN 20 Batam berusaha memberikan informasi kepada masyarakat terkait digitalisasi yang ada di SMAN 20 Batam. Observasi website dilakukan dengan menganalisis fitur pada website SMAN 20 Batam kemudian diperkuat dengan informasi melalui video YouTube Kepala Sekolah SMAN 20 Batam. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2024. Pemilihan SMAN 20 Batam sebagai lokasi penelitian didasarkan pada kesesuaian dengan fokus penelitian ini yaitu digitalisasi di sekolah penggerak. SMAN 20 Batam merupakan salah satu sekolah penggerak yang telah menerapkan digitalisasi sehingga cocok dijadikan objek penelitian. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber, dimana data yang sudah dikumpulkan melalui observasi website maupun video YouTube divalidasi. Analisis data menggunakan model interaktif (Miles, et al. , 2. yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Data yang sudah dikumpulkan di organisasikan ke dalam kategori-kategori, menguraikan data ke dalam satuan-satuan, mensitesis informasi, menyusun pola, memilih aspek-aspek penting untuk dipelajari, dan menarik kesimpulan, sehingga data yang sudah di analisis dapat dipahami. HASIL DAN PEMBAHASAN SMA Negeri 20 Batam sebagai salah satu sekolah penggerak di Kepulauan Riau memanfaatkan website sebagai sarana digitalisasi sekolah. Website SMAN 20 Batam memiliki tagline yang ditampilkan pada halaman utama website yaitu CERDAS (Cakap. Etika. Religius. Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025 Digital. Asri dan Sistemati. Tagline tersebut selaras dengan poin intervensi program sekolah penggerak pada poin digitalisasi sekolah dengan menggunakan platform digital (Kemdikbud. Gambar 1. Gambar 1. Menunjukkan bahwa website SMAN 20 Batam menyediakan beberapa fitur. Fitur-fitur pada website disajikan melalui tabel sebagai berikut. No. Tabel 1. Fitur pada website SMAN 20 Batam Sub-fitur Kepala sekolah, profil, sejarah, visi misi dan tujuan, sruktur organisasi sekolah, dan DUK Administrasi Layanan mandiri dan tata usaha Komite Pembelajaran Blog, komunitas belajar, perpustakaan digital, laboratorium IPA, literasi & numerasi, penguatan karakter, dan teknologi informasi Bidang Kurikulum, kesiswaan, sarana, dan humas Siswa 20 news, rubrik penilaian portofolio digital, link upload porto digital fase e, link upload digital fase f, fase e, fase f, fase e lanjutan Guru, staf dan Projek P5 Alumni Input alumni Dapodik Link lainnya Smartcard web, e-rapor merdeka. SIAP, silat admin, silat merah putih, silat putih abu-abu. MIBEDIL SIMAPK. SIMANJA Fitur Tentang Tabel 1. menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ditampilkan di website SMAN 20 Batam memiliki variasi dengan sub-fitur yang mempermudah penggunaan. Pengelolaan fitur website ini telah dipaparkan oleh kepala sekolah SMAN 20 Batam melalui video Youtube yang juga terdapat pada website SMAN 20 Batam. Pada video YouTube yang berjudul Aupemanfaatan aplikasi google belajar id untuk pengelolaan, pembelajaran, dan asesmen di SMAN 20 BatamAy yang diupload pada tanggal 7 Oktober 2024, kepala sekolah SMAN 20 Batam memaparkan terkait pemanfaatannya sebagai berikut. Digitalisasi di SMAN 20 Batam Sebagai Sekolah Penggerak (Alfiyah Intan Nu. AuUntuk pengelolaan termasuk setiap bidang waka kurikulum, kesiswaan, sarana ataupun humas ini mempunyai blog sendiri, kemudian juga untuk pengelolaan ada di pembelajaran misalnya komunitas belajar, perpustakaan digital, laboratorium, tim literasi numerasi juga, penguatan karakter, teknologi informasi dan sebagainya. Contohnya kalau kita cek komunitas belajar, misalnya ketika mau memandu maka di sini bisa kita upload bahan-bahan untuk membantu kawankawan kita mulai dari menyusun TP-nya kemudian cara menentukan kegiatan pembelajaran sampai asesmen awal menentukan gaya belajar dan sebagainya,itu sudah kita upload semua dikomunitas Kemudian kalau untuk siswa kita literasi kita coba dengan perpustakaan digital, ada laporan projek untuk kelas 12, kemudian ada koleksi literasi. Kemudian, yang kedua adalah untuk pembelajaran, kalau untuk pembelajaran adanya blog guru selain itu juga ada blog kepala sekolah tadi, dan kalau yang lain misalnya ada koran online. Koran online ini adalah untuk anak-anak jurnalistik kalau kita hubungkan dengan asesmen amak untuk asesmen itu kita menilai portofolio digital anak-anak itu sebagai pengganti sumatif akhir, penilaian projek kolaborasi di siswa kelas 12 ini hubungannya adalah dengan guru-gurunya masing-masing. Contohnya pelaporan project kelas 12 tahun lalu yang menggunakan google docs sehingga bisa dilihat dari historynya, siapa yang menulis, kapan, jam berapa, ini menggnakan akun belajar id sehingga kita tahu yang menulis itu siapa dari sisi proposal sampai laporan project mereka. Ay Fitur-fitur yang tersedia di website SMAN 20 Batam terdapat perbedaan dengan penelitian Murhadi dan Ponidi tentang AuDigitalisasi Sekolah Melalui Pengembangan Website dan Layanan Sekolah Berbasis Teknologi InformasiAy yang membahas terkait digitalisasi melaui website di SMPN 4 Pakem, pada penelitian tersebut ditemukan beberapa fitur pada website SMPN 4 Pakem yaitu berita terbaru dan artikel, pengumuman, artikel guru dan agenda, kutipan, prestasi, sarana dan prasarana, daftar guru, siswa dan karyawan, informasi lainnya, jumlah kunjungan website, perpustakaan digital yang berisi E-book serta media pembelajaran berbentuk video (Murhadi & Ponidi, 2. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa perbedaan fitur yang diberikan di website SMPN 4 Pakem dan SMAN 20 Batam. Fitur-fitur di SMAN 20 Batam mendukung digitalisasi sekolah dengan memanfaatkan website sekolah sebagai sarana untuk mempermudah peserta didik, guru, maupun orang tua. Hal ini dapat dilihat melalui testimoni memuaskan yang diberikan oleh salah satu peserta didik, guru maupun orang tua melalui video YouTube yang sama. AuKalau menurut saya pribadi sebagai siswa di SMAN 20 Batam ini saya merasa sangat dipermudah dengan adanya digitalisasi di sekolah ini terutama dalam hal penilaian di portofolio digital, di mana di sini sudah tidak menggunakan ujian lagi jadi saya pun lebih mudah untuk mengeksplore dan juga menjadi lebih kreatif untuk membuat portofolio saya lebih baik dan juga mendapatkan nilai yang lebih bagus. Perpustakaan digital yang sudah bisa diakses oleh semua siswa di sini terutama saat tiap hari kami situ kita mengadakan literasi di SMAN 20 Batam dan kita juga bisa mengakses semua jenis buku seperti komik, novel, dan juga cerita rakyat lainnya. Untuk sekarang kelas 12 itu membuat laporan semacam laporan atau dengan membuat produk dan juga Jadi, saya pun dengan adanya program ini itu dapat membekali saya untuk tahap-tahap selanjutnya seperti kuliah ataupun juga bekerja. Ay AuUntuk kemudahan melalui digitalisasi yang diterapkan di SMAN 20 ini, sebagai guru saya sangat dibuat mempermdahlah intinya, misalnya dalam blog kami disuruh membuat blog pembelajaran, nah ini ada blog sejaran, bisa dilihat di website sekolah. Nah ini blog saya, di blog saya ini saya mengupload bahan ajar, nah ini berguna untuk anak-anak dalam pembelajaran digital, itu juga bisa diakses di website SMAN 20, salah satunya saya ambil ini contoh punya anak, nah di sini saya juga menyuruh anak bukan hanya mengupload tugas-tugasnya saja tetapi harus deskripsi, di sini anak juga dituntut untuk setiap TP ada kolom komentar supaya guru bisa memberikan umpan baliknya. Kemudian digitalisasi selanjutnya yaitu ada proyek kelas 12 menggunakan google Saya tahu sebagai guru pembimbingnya siapa saja yang menulis kalimat-kalimat ini seperti ituAy AuSaya sebagai orang tua sangat mendukung sekali karena bisa menambah wawasan dan pemahaman tentang komunikasi di mediadigital dan juga bisa mengembangkan keterampilan mereka berkomunikasi di media digital. Ay Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. Mei 2025 Berdasarkan pernyataan di atas, baik peserta didik, guru, maupun orang tua setuju dengan penerapan digitalisasi di SMAN 20 Batam. Di samping karena memudahkan kegiatan pembelajaran, hasil penelitian dari (Rahayu et al. , 2. digitalisasi juga membekali siswa dengan empat kemampuan yaitu kemampuan kreatif, komunikatif, berpikir kritis, dan kolaboratif. Selain itu. SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak juga melakukan digitalisasi pada sistem absensi melalui layanan Smart Card ID. Smart Card ID merupakan kartu pengenal yang digunakan siswa di SMA Negeri 20 Batam sebagai alat absensi digital dan peminjaman buku di perpustakaan digital . -librar. (Admin, 2. Penggunaan Smart Card Id ini menjadikan SMA Negeri 20 Batam sebagai SMA pertama yang menerapkan digitalisasi melalui Smart Card ID (Arif. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMAN 20 Batam yaitu Adi Saputra. Pd (Admin. AyKami sekolah yang pertama menerapkan Smart Card ID atau sekolah digital. Siswa menggunakan kartu absen dan notifikasinya, masuk ke handphone orang tua. Kartu ini juga bisa digunakan sebagai kartu perpustakaan,AoAo . Smart Card ID ini direncanakan pada waktu dekat akan memiliki fungsi sebagai alat pembayaran non tunai untuk jajan di kantin sekolah (TV, 2. Cara kerja kartu ini yaitu ketika siswa yang ingin melakukan absensi menggunakan kartu tersebut, menempelkannya pada alat scan yang terletak di pintu gerbang sekolah. Selanjutnya notifikasi absensi digital melalui scan kartu ini akan terkirim ke ponsel orang tua (Tv, 2. Digitalisasi sekolah melalui Smart Card ID di SMA Negeri 20 Batam ini memberikan kemudahan bagi para siswa terutama dalam absensi. Hal ini senada dengan Mutia Aprilia sebagai salah satu siswi di SMA Negeri 20 Batam melalui akun AuMembantu kita untuk mengakses absen kalau misalnya kita datang ke sekolah, membantu juga untuk orang tua memantau dari rumah. Mempermudah kita untuk bertransaksi misalnya jajan di kantin atau apapun itu. Tidak bolos karena bisa ketahuan orang tuaAy. Kemudahan Smart Card ID ini pun tidak hanya dirasakan oleh para siswa namun, orang tua pun merasakan hal yang sama. Kemudahan dalam penerapan kartu siswa sebagai alat untuk absensi ini juga dirasakan oleh sekolah lain seperti di SMK Negeri Cempaka yang mengungkapkan kelebihan dari absensi digital ini yakni efisiensi waktu, lebih akurat, pemantauan absensi siswa yang lebih real-time, dan mengurangi kecurangan (M. Arief Rahman, 2. Keberhasilan digitalisasi di SMAN 20 Batam tentu tidak terlepas dari peran kepala sekolah. Hal ini senada dengan testimoni salah satu siswa, guru, dan orang tua melalui video YouTube Aupemanfaatan aplikasi google belajar id untuk pengelolaan, pembelajaran, dan asesmen di SMAN 20 BatamAy sebagai berikut. AuMenurut saya pribadi sebagai siswa, dengan adanya kepemimpinan kepala sekolah Pak Adi Saputra di sekolah ini itu sangat bagus karena sejak saya di sini kebetulan tahun 2022 itu baru menggunakan kurikulum merdeka, atas kepemimpinan Pak Adi ini itu membuat siswa-siswa itu lebih kreatif lagi untuk dapat mengeksplore hal-hal yang lebih jauhAy AuSelama Pak Adi menjabat di SMAN 20 sudah sangat memberikan kemajuan di SMAN 20 contohnya dalam bidang digitalisasinya, salah satunya Pak Adi mempunyai blg. Di sini Pak Adi sudah semuanya di upload di blog pembelajaran Pak Adi, setiap guru bisa melihatnya dan Ay AuKebetulan kan ini anak saya yang kedua yang pertama kan sudah tamat juga kemarin, saya kira ini sangat berkembang sekali sejak kepemimpinan bapak. Ay Hal ini menunjukkan bahwa kepala sekolah merupakan salah satu unsur penting dalam program sekolah penggerak. Rosita & Iskandar . menjelaskan bahwa kepemimpinan yang diterapkan pada era digital ini cenderung demokratis dan transformasional. Kepemimpinan demokratis ini mengutamakan kerjasama ketika mengambil keputusan (Fakhriyah Imtinan, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Antika et al. menemukan bahwa dengan kepemimpinan demokratis mampu meningkatkan motivasi, keikutsertaan, maupun kemampuan untuk dapat menyesuaikan terhadap perkembangan digital. Sedangkan pada kepemimpinan transformasional, seorang pemimpin harus memiliki orientasi pada visi perubahan yaitu mampu mencipta, merancang, menyampaikan, mensosialisasikan, mentransformasikan, dan menerapkan gagasan Digitalisasi di SMAN 20 Batam Sebagai Sekolah Penggerak (Alfiyah Intan Nu. ideal yang telah dirumuskan dari dirinya maupun melalui hasil musyarawarah (Makmur et al. Kemampuan kepemimpinan ini dari hasil temuan Nining Ariyanti & Hunik Sri Runing Sawitri . mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang positif terhadap kinerja pegawai dengan artian semakin baik kepemimpinan transformasional maka semakin baik pula kinerja Hasil penelitian oleh (Rahayu et al. , 2. menegaskan bahwa kepala sekolah yang memiliki nilai juang untuk memajukan sekolah merupakan salah satu unsur penting dalam program sekolah penggerak. Dapat disimpulkan bahwa SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak telah menerapkan Penerapan ini didukung oleh teknologi yang memadai, kepala sekolah yang berperan aktif, maupun keterlibatan guru, siswa, dan orang tua. Dengan demikian, sekolah SMAN 20 Batam mampu memberikan pengalaman digital kepada peserta didik, sehingga harapannya dapat menghadapi era digital saat ini. KESIMPULAN Digitalisasi yang dilakukan di SMAN 20 Batam sebagai sekolah penggerak menyediakan fasilitas yang mendukung seperti website maupun Smart Card ID. Fitur maupun sub-fitur yang ditampilkan pada website maupun keunggulan penggunaan Smart Card ID dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Keberhasilan digitalisasi sekolah ini didorong salah satunya oleh peran kepala sekolah sehingga kemudahan dari digitalisasi sekolah ini dapat dirasakan baik oleh peseta didik, guru, maupun orang tua. Penelitian ini masih sebatas penelitian berbasis website dan studi literatur, sehingga perlu adanya penelitian lapangan yang lebih mendalam. REFERENCES .