Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 P erson in Environm ent Remaja Pada Era Revolusi Industri 4. Wandi Adiansah1. Eko Setiawan2. Wina Nurdini Kodaruddin3 Hery Wibowo4 Mahasiswa Pasca Sarjana Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD Dosen Pasca Sarjana Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD 1,2,3 adiansahw@gmail. com1, ekost92@gmail. com2, winanurdini@gmail. com3, hery. wibowo@unpad. ABSTRAK Saat ini dunia telah memasuki era revolusi industri 4. 0 yang ditandai dengan semakin berkembangnya Pada era ini, teknologi dilakukan serba digital dan serba internet. Pengguna teknologi digital dan internet ini didominasi oleh masyarakat pada kategori remaja. Secara langsung, hal ini berpengaruh terhadap remaja terutama pada aspek biologis, psikologis dan sosial. Selain itu, sejalan dengan perkembangan teknologi sistem ekologi . erson in environmen. remaja era revolusi industri 4. 0 ini berbeda dengan sistem ekologi pada generasi sebelumnya. Tulisan ini akan menganalisis remaja pada era revolusi industri 4. 0 yang selanjutnya dilihat dengan menggunakan kacamata strength based perspective guna meningkatkan keberfungsian sosial remaja tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, studi dokumentasi dan studi penelitian terdahulu. Kata kunci : person in environment, remaja, revolusi industri 4. 0, strength based perspective. PENDAHULUAN Perkembagan Berkembangnya revolusi industri saat ini revolusi industri 4. 0 ini menyebabkan hampir semakin mendorong perkembangan teknologi menjadi lebih maju. Dunia saat ini telah Akibatnya tenaga manusia semakin tergantikan memesuki era revolusi industri 4. Salah satu oleh robot/mesin, namun disisi lain hal ini juga ciri revolusi industri 4. 0 ini yaitu adanya menyebabkan dampak positif dalam sistem produksi yaitu dengan semakin meningkatnya tingkat efektivitas dan efisiensi produksi dan things/internet of people (Hermann, et. al:2. biaya yang dikeluarkan untuk produksi juga Semakin berkembangnya teknologi ini tentunya berdampak luas terhadap manusia baik secara Tjandrawinata biologis, psikologis maupun sosial. Seperti dua sisi mata uang, dampak dari perkembangan intelligence/kecerdasan buatan dalam revolusi teknologi pada era revolusi industri 4. 0 ini pun mesin/perangkat menimbulkan dampak secara positif maupun secara negatif. Hal inilah Salah . Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 Komunikasi yang sebelumnya dilakukan secara tahun 2017 tercatat sebanyak 143,26 juta. ace to fac. atau melalui media surat Jumlah ini menempatkan Indonesia berada di menyurat, telepon dan SMS (Sort Massage posisi empat dunia setelah China. India dan Servic. Amerika teknologi komunikasi saat ini mulai mengalami Berdasarkan menyatakan bahwa pengguna internet ternyata Berbeda dengan media komunikasi didominasi oleh usia 13-18 tahun dengan tingkat sebelumnya yang hanya dapat menyampaikan penetrasi yang mencapai 75,50%. pesan berupa suara atau tulisan. Teknologi Merujuk APJII smartphone saat ini dilengkapi dengan media dikemukakan oleh Hurlock . rentang usia sosial yang tidak hanya dapat menyampaikan 13-18 tahun termasuk dalam kategori remaja. pesan suara atau tulisan namun juga dapat Dimana remaja pada saat ini termasuk kategori menyampaikan pesan berupa gambar, foto. Generasi Z, yaitu mereka yang lahir pada tahun video, berbagi lokasi . hare locatio. , berbagai dokumen, dll. Selain itu, melalui smartphone Generasi Z tersebut sejak kecil mereka sudah berbagai kebutuhan mengenal dan sudah terbiasa dengan berbagai dipenuhi hanya dengan sekali klik, seperti bentuk gadget. Selain itu. Remaja Generasi Z ini kebutuhan hiburan . , kebutuhan juga lahir dan tumbuh pada saat internet sudah sehari-hari juga Tidak online, membantu tugas sekolah, bersosialisasi Hal ini menyebabkan Generasi Z telah melek internet dari semenjak mereka lahir. pembayaran pun saat ini mulai dikembangkan Hal ini secara langsung telah merubah sistem melalui metode pembayaran secara online. ekologi pada remaja era revolusi industri 4. 0 ini. Berbagai kemudahan yang ada pada Pada smartphone yang terkoneksi dengan internet mendorong jumlah pengguna smartphone di melahirkan masyarakat baru. Dalam hal ini tidak Indonesia Berdasarkan laporan e-Marketer, . , namun juga masyarakat internet atau pengguna aktif smartphone di Indonesia tumbuh yang disebut nettizen (Abadiano, dkk, 2. dari 55 juta orang pada 2015 menjadi 100 juta Hal ini tentunya berpengaruh terhadap individu orang pada 2018 . Sementara itu, pengguna sosiologis karena pada era revolusi industri 4. Indonesia Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pada https://id. com/home/2018-penggunasmartphone-capai-100-juta/176965 https://tirto. id/jumlah-pengguna-internet-diindonesia-capai-14326-juta-pada-2017-cE3N Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 lingkungan sosial yaitu lingkungan sosial secara biologis dan perkembangan fisik pada remaja langsung . dan lingkungan sosial di erat kaitannya dengan pubertas yang terjadi internet . Berdasarkan hal tersebut, dapat dipahami bahwa sistem ekologi . erson in pertumbuhannya relatif cepat seperti pada tinggi environmen. pada saat ini telah berkembang badan, berat badan, otot otot, tulang serta menjadi semakin kompleks. Bagaimana pun sistem ekologi . erson ke arah (Hurlock, in environmen. ini pada dasarnya harus mampu Selain itu, secara kognitif, kebanyakan Dalam hal ini pun penting melihat matang pada saat masa remaja. Perubahan individu pada sistem ekologi era revolusi industri dramatis dalam struktur otak remaja mencakup 0 dengan menggunakan kacamata strength emosi, penilaian, perilaku organisasi, dan control based perspective agar seluruh sistem yang ada diri yang berganti antara masa pubertas dan pada individu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sebuah sumber daya untuk mendorong Perkembangan kognitif pada masa remaja juga keberfungsian sosial individu. Berdasarkan latar dapat dikaitkan dengan ide yang dicetuskan oleh belakang tersebut, tulisan ini akan mencoba Piaget. Menurut Piaget . , pada masa menganalisis person in environment remaja pada era revolusi industri 4. 0 yang selanjutnya dilihat dengan menggunakan kacamata strength mengembangkan kapasitas pemikiran abstrak. keberfungsian sosial remaja tersebut. (Papalia. Perkembangan tersebut biasanya terjadi di usia 11 tahun, memberi para remaja cara manipulasi TINJAUAN PUSTAKA informasi yang lebih kompleks. Tinjauan tentang Remaja Revolusi Industri 4. Tahap kelima yang dialami individu Era selama tahun-tahun masa remaja menurut Erikson yaitu Identity vs identify confusion Masa remaja merupakan masa peralihan kanak-kanak . dentitas vs kebingungan identita. Pada tahap ini mereka dihadapkan oleh pencarian jati diri manusia dewasa. Pada masa ini, terdapat siapa mereka, bagaimana mereka nanti, dan ke banyak perubahan dan perkembangan yang mana mereka akan menuju masa depannya. Satu dimensi yang penting adalah penjajakan psikologis, sosial, maupun spiritual. Menurut pilihan-pilihan Hurlock . , masa remaja berlangsung dari Orangtua usia 13-18 tahun. Pada masa remaja seseorang menjajaki banyak peran dan berbagai jalan. Jika Perubahan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 anak menjajaki berbagai peran dan menemukan berpengaruh terhadap perkembangan perilaku peran positif maka ia akan mencapai identitas dan kepribadiannya. yang positif. Jika orangtua menolak identitas Tinjauan tentang Person in Environm ent remaja sedangkan remaja tidak mengetahui banyak peran dan juga tidak dijelaskan tentang Person in Environment merupakan suatu jalan masa depan yang positif maka ia akan metode untuk menjelaskan, mengklasifikasi dan Individu koding masalah umum klien dewasa yang ditangani oleh pekerja sosial dalam proses bagaimana mereka kira-kira nantinya, dan ke mana mereka menuju dalam kehidupannya. PIE Sebagai masalah biologis, pikologis dan sosial yang disukung oleh kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan Kacamata PIE membantu pekerja sosial untuk memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas memahami keterkaitan antara manusia dan lingkungan fisik dan sosial mereka. Berdasarkan memperlihatkan identitas diri, pada remaja padangan PIE ini setiap individu terikat dalam sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sebuah sistem ekologi. Oleh karena itu, konsep Dorongan PIE berusaha untuk menggabungkan ide-ide dari teori sistem umum dan ekologi. Teori sistem Remaja Assessment universal untuk kita memahami kelompok yang masuk kategori Genarasi Z. kompleksitas dan keragaman perilaku manusia Generasi Z atau biasa juga disebut iGeneration dan lingkungan sosialnya. Menawarkan prinsip ini yaitu generasi yang lahir dalam rentang yang menjelaskan bagaimana sistem manusia tahun 1995 Ae 2010 (Bencsik. Csikos & Juhaz, beroperasi dan berinteraksi satu sama lain. Generasi Z merupakan generasi yang Sebaliknya, ekologi berfokus pada bagaimana semua makhluk hidup dan tumbuh bersama, ketergantungan yang besar pada teknologi bagaimana mereka beradaptasi dengan yang digital dan internet. Hal ini berhubungan dengan Dalam istilah ekologi, adaptasi adalah perkembangan era revolusi industri 4. Orang- orang yang termasuk dalam Generasi Z sejak dini sudah mengenal atau mungkin bisa juga diperkenalkan dan terbiasa dengan berbagai kontribusi kepada orang lain (DuBois & Miley, macam dan bentuk gadget. Hal ini baik secara 2005 : . Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Tinjauan ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Strength Based Hal: 47 - 60 Juli 2019 masalah yang dialami. Bahkan lebih dari itu. P erspective yaitu berupaya mengidentifikasi hal-hal positif Strength berdasarkan sumber-sumber yang berada di perspektif berbasis kekuatan adalah salah satu cara pandang pekerja sosial dalam memandang masalah yang dihadapi oleh klien. Perspektif ini mengatasi berbagai persoalan. memfokuskan pada kekuatan dan sumber daya METODE PENELITIAN serta meyakini bahwa setiap orang tanpa kecuali Metode penelitian dalam kajian ini yaitu kompetensi serta sumber daya (Saleebey, 2000. Perspektif berbasis kekuatan mengakui deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan bahwa individu-individu, kelompok, keluarga, person in environment remaja pada era revolusi Pengumpulan data dalam kajian ini tantangan, masalah, dan kesulitan-kesulitan. yaitu menggunakan teknik studi pustaka dan Perspektif studi penelitian terdahulu. bahwa Ausetiap orang mempunyai sumber daya HASIL DAN PEMBAHASAN kehidupan mereka yang belum dimanfaatkanAy Remaja pada era revolusi industry 4. termasuk dalam kategori generasi Z. Generasi Z (Saleeby dalam Graeme Stuart. , 2012,. Menurut Healy dalam bukunya Social Work Theories in Context . , perspektif berkembang dengan sebuah ketergantungan kekuatan berfokus pada kapasitas dan potensi- yang besar pada teknologi digital dan internet. Orang-orang yang termasuk dalam Generasi Z Perspektif itu berkonsentrasi pada memampukan sejak dini sudah mengenal atau mungkin bisa individu-individu komunitas-komunitas berbagai macam dan bentuk gadget. Hal ini baik secara langsung atau tidak langsung sangat menyelesaikan masalah-masalah lalu atau yang berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan kepribadiannya. Sudah jamak bahwa media Perspektif kekuatan dapat dikatakan Kecepatan internet telah membuat perilaku Gen Z sangat bekerjasama dengan klien serta berdasarkan berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka pengalaman-pengalaman klien dalam mengatasi masalah-masalahnya. Hal kolaboratif, dan viral. Beda dengan orangtua mengabaikan kesulitan-kesulitan atau masalah- mereka, ayah-ibu mereka yang bergen X atau Y Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 adalah generasi yang merasakan kecepatan sebaliknya, yaitu membagikan perkembangan internet di tahap pertengahan dalam hidup, kehidupan diri kepada teman. mereka sempat merasakan hegemoni media Perkembangan teknologi digital yang koran dan buku-buku fisik sehingga mereka masih bisa sabar dan mengendalikan diri. dengan media social memunculkan fenomena Sedangkan gen Z, mereka melek internet dari sejak lahir. Nomophobia . o mobile phone phobi. Efek perilaku instan yang dibawa oleh internet membuat gen Z terkadang kurang seseorang yang tidak bisa jauh dari media berkomunikasi secara langsung, secara verbal. Jenis fobia yang ditandai ketakutan Mereka lebih terbiasa berkomunikasi via media berlebihan jika seseorang kehilangan dari ponsel Sayangnya, relasi mereka yang terjalin untuk sekedar melihat notifikasi yang masuk. kuat dengan dunia maya melalui media sosial Mereka akan selalu membawa kemanapun pergi dan hampir selalu memeriksa ponselnya setiap konektivitas dengan dunia nyata. Intensitas ada kesempatan. Ketakutan akan kehabisan pertemuan fisik berkurang, meet up yang biasa dilakukan saat ini tinggal wacana, ada fenomena telepon atau sms serta informasi penting dalam menarik di sini. Karena mereka terbiasa bebas Phubing adalah gabungan dari canggung ketika terjadi pertemuan fisik, yang kata phone dan snubbing, menurut Haigh ujung-ujungnya mereka bersama-sama melihat . diartikan sebagai tindakan menyakiti dan tenggelam dalam gadget mereka masing- orang lain dalam interaksi sosial karena lebih masing dan berbagi fokus antara dunia maya berfokus pada smartphonenya. Karadag, et, al dalam gadget yang tergenggam dan dunia nyata . menyebutkan bahwa Phubbing dapat dengan orang di hadapan mereka. digambarkan sebagai individu yang melihat Jika dilihat dari gaya hidup remaja saat telepon genggamnya saat berbicara dengan ini cenderung hedonis terutama di kota-kota orang lain, sibuk dengan smartphonenya dan besar, mereka memiliki cara tersendiri untuk mengabaikan komunikasi interpersonalnya. mereka tidak bisa lepas dari hiburan dan Analisis P erson in Environment Remaja teknologi terutama internet pada Era Revolusi Industri 4. Media . edia sosia. Karakteristik (Generasi Z) pada era revolusi industri 4. 0 tidak perkembangan baru dari teman begitu pula hanya faktor dari dalam diri saja, namun juga Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 berpengaruh dalam pembentukan karakteristik dan perilaku remaja saat ini. Perspektif ekologis permasalahan yang dialami remaja pada era revolusi industri 4. 0 sangat kompleks karena kehidupan manusia dan lingkungannya yaitu, lingkungan sosial yang diciptakan tidak hanya ekologi manusia dalam Aulife spaceAynya. Yang pada dunia nyata namun juga pada dunia maya termasuk semua komponen lingkungan sosial yang pengaruhnya cukup signifikan bagi remaja. dan fisik yang berdampak kepada mereka. Struktur Sebuah bagaimana keberfungsian sosialnya. pentingnya mengkaji person in evnvironment (PIE). Dengan PIE Lingkungan sosial remaja dapat meliputi hubungan dalam keluarga yang terdiri dari fokusnya tidak hanya manusia tetapi juga sistem orang tua, kakak, adik, saudara. Kemudian hubungan dengan kekasih, teman, tetangga. Juli 2019 kelompok bermain/geng. Peran sosial remaja Person in environment melaksanakan beberapa prinsip yang mendasari pekerjaan kesiswaan di lingkungan sekolah, organisasi sosial modern yaitu interaksi manusia dengan remaja/pemuda Minahan dalam Roberts . komunitas hobi, dan kelompok-kelompok lain. Seorang remaja harus mampu berperan dalam berbagai relasi sosial yang berbeda-beda. Selain meningkatkan atau mengembalikan interaksi relasi sosial dalam timbal balik yang saling menguntungkan antara terdapat relasi sosial di dunia maya melalui individu dan masyarakat, memfasilitasi interaksi media sosial. Berbagai aplikasi media sosial kini muncul dan rutin diakses oleh remaja seperti facebook, twitter, instagram, whatsaap, line, dll. meningkatkan kompetensi dan kemampuannya Hampir sebgaian besar remaja memiliki akun dalam menangani dan mengatasi masalah, dari media sosial tersebut dan bahkan setiap mempengaruhi kebijakan sosial dan lingkungan. aplikasi media sosial tidak hanya satu akun Perspektif manusia dalam lingkungan sosial tetatpi bisa lebih dari satu akun. Menurut bertujuan menciptakan manusia untuk berfungsi perusahaan media asal Inggris yang bekerja Struktur dari person in environment Hootsuite, nyata, juga We Are Social, rata-rata terdiri dari empat factor sistem yaitu factor Indonesia menghabiskan 3 jam 23 menit sehari peran sosial dalam hubungan dengan orang lain, untuk mengakses media sosial. Berdasarkan data BPS, dari 143 juta jiwa anak muda, 54 mental dan factor kesehatan fisik. Berkaiatan persen itu sudah menggunakan internet. 90,61 Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 mendapat like sedikit dan komentar negatif akan internet hanya untuk media sosial dan jejaring mengakibatkan mereka merasa buruk, tidak disukai dan dihargai sehingga self esteemnya penggunaan media sosial pada remaja sangat akan rendah. Self esteem yang tinggi maupun Penggunaan sosial media yang tinggi rendah ini akan mempengaruhi self concept dalam lingkungan sosial di dunia nyata semakin Hal Masa Penggunaan media sosial dilihat oleh remaja sebagai salah satu wadah yang dapat berpengaruh dalam pembentukkan self concept membantu penemuan identitas dirinya. Melalui Seorang anak akan semakin banyak media sosial, remaja memiliki komunitas online berinteraksi dengan lingkungannya dan bukan yang memberikan kesempatan bagi remaja hanya ia memberi arti pada lingkungannya untuk berinteraksi secara sosial dengan orang tersebut, tetapi ia juga akan menerima banyak lain dan mendapatkan umpan balik tentang masukan dari lingkungan itu sendiri. Tanggapan dirinya dari komunitas tersebut. Pembentukan dari orang mengenai dirinya maupun self concept sangat dipengaruhi oleh lingkungan pandangan dirinya terhadap tanggapan orang dan umpan balik yang individu terima dari Umpan balik dan evaluasi diri dari komunitas dunia maya ini dianggap penting memberi sumbangan dalam pembentukkan self concept seorang remaja. Selain itu mereka juga butuh membentuk ikatan yang kuat dengan komunikasi melalui dunia maya tidak terlalu teman sebayanya, merasa disukai, dicintai, dan Namun, pada era revolusi industry 4. karena remaja dapat mengganti karakternya self concept remaja dibangun tidak hanya dari secara mudah pada media sosial. Dengan kata hubungan yang terjadi di dunia nyata tetapi self lain, bagi para remaja komunikasi dunia maya melalui media sosial dianggap sebagai tempat Selain maya melelui media sosial. Tanggapan dari orang lain di media sosial baik like maupun kemudahan dalam menjelajahi dunia media komentar akan membentuk self conceptremaja. sosial, remaja mengakses media sosial secara Remaja yang mendapatkan banyak like dan terus menerus dan seringkali menimbulkan komentar yang positif pada postingannya akan merasa disukai dan dihargai sehingga self ketagihan . hubungan dan interaksi yang terjadi di dunia esteem nya tinggi. Sedangkan remaja yang Dikarenakan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Dalam Remaja menurut tahap perkembangan Juli 2019 Erikson sedang berada pada tahap kelima yaitu remaja membutuhkan teman sebaya. Remaja tahap identitas vs kekacauan identitas . dentity versus identity confusio. dimana para remaja menunjukkan siapa dirinya, dan membutuhkan Pada revolusi industry 4. 0 lingkungan sosial media Erikson mengatakan bahwa masa remaja merupakan jarak . antara rasa aman pada masa anak- anak . hildhood securit. dan kemandirian yang gambar/foto, video yang di posting di media . dult sosial remaja berusaha untuk menunjukkan identitas dirinya. Reaksi postif dari netizen akan diberikan kebebasan secara bertanggung jawab, memperkuat identitas diri remaja sebaliknya sehingga para remaja memiliki kesempatan reaksi negatif dari netizen akan membuat untuk mencoba berbagai macam identitas diri remaja mengalami identity confusion karena yang dimilikinya. Para remaja bereksperimen kurang mendapat pengakuan dan dukungan dari dengan sejumlah peran . dan kepribadian orang lain. Selain itu, sosial media menjadi . yang berbeda-beda. Mereka sangat referensi bagi remaja dalam mencari identitas mungkin untuk memiliki sebuah cita-cita untuk Mereka akan mengikuti figur yang cita-cita diidolainya di media sosial. Mereka akan meniru tersebut berubah di lain waktu. Eksperimen ini segala seuatu yang ditampilakan idolanya di dilihat sebagai suatu upaya yang disengaja, media sosial. Figure idolanya ini akan menjadi sebagai bagian dari tahap pencarian jati diri role model bagi remaja dalam menemukan para remaja. Pada akhirnya para remaja akan identitas dirinya. Pada Melalui kata-kata, kurang sesuai dengan identitas diri mereka Analisis Strength Based P erspective Pada (Santrock. Remaja Era Revolusi Industri 4. Jika menyelesaikan tahap ini, ia akan menemukan Perspektif yang disebut sebagai Auidentitas diriAy, namun jika proses membantu individu, keluarga, kelompok, gagal remaja akan mengalami kesulitan untuk dan komunitas untuk meningkatkan kekuatan . dentity pribadi, interpersonal, sosial ekonomi dan politik Identity confusion ditandai dengan sikap remaja yang mengisolasi dirinya sendiri terhadap perbaikan keadaan mereka (Barker: dan berusaha menghindar dari kelompok teman- temannya dan keluarga. (Santrock, 2. Seorang pekerja sosial dalam melakukan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 berfokus pada masalah serta tidak melakukan Aspek sosial remaja masa kini tampak pada labeling pada klien. Asesmen berbasis kekuatan kemampuan adaptasi mereka yang baik, serta dapat dilakukan oleh seorang pekerja sosial berfokus pencapaian klien, sumber daya yang dengan orang baru. Berkembangnya berbagai tersedia untuk klien, pengetahuan dan bakat jenis sosial media menjadikan remaja lebih aktif klien, serta aspirasi dan impian klien. berkomunikasi dengan banyak orang hal ini Berkaitan dengan fenomena remaja di 0, sebagai pekerja sosial kita dapat pertemanan juga beradaptasi jika harus bergaul melakukan asesmen berbasis kekuatan sehingga dengan orang atau tempat yang baru. Intelegensi remaja pun berkembang, dapat memberikan solusi pada permasalahan mereka memiliki daya tangkap yang baik, memaksimalkan kekuatan di diri dan lingkungan pengetahuan yang lebih luas, dan rasa ingin klien serta meminimalisir kelemahan di diri dan tahu yang tinggi. Sejak kanak kanak mereka lingkungan klien. mereka dapat dengan cepat mengoperasikan Kekuatan remaja Ditinjau dari aspek handphone dibnding orang dewasa lainnya. biologis atau fisik, remaja masa kini cenderung Selain memiliki tubuh yang kuat. Hal ini didasarkan pada asupan gizi remaja yang baik, mereka kelemahan remaja masa kini diantaranya dari dapat melakukan banyak aktivitas fisik serta memiliki emosi yang tidak stabil bahkan sering Minat serta potensi remaja di bidang meluap-luap, seringkali terjadi perkelahian antar olahraga pun banyak diakui masyarakat, seperti remaja karena hal-hal yang sebenarnya tidak Timnas Sepakbola U-16 yang menjuarai Piala AFF 2018. bertanggung jawab penuh dengan apa yang Mereka masih Mereka Sementara aspek psikologis, kini remaja telah dikerjakannya. Misalnya kenakalan remaja cenderung ekstrovert dan memiliki kepercayaan berupa mencuri, mereka seringkali tidak berfikir panjang apa saja dampak yang akan terjadi mengungkapkan apa yang mereka rasakan serta setelah mereka mencuri. Remaja pun mudah fikirkan baik pada teman sebaya, orang tua, terpengaruh oleh teman atau hal hal yang maupun pada khalayak ramai di sosial media sebenarnya tidak sesuai dengan norma, seperti kebiasaan merokok yang bermula diajak teman kepercayaan diri, mereka lebih berani untuk juga meniru Ae niru pakaian seperti orang luar tampil di depan umum serta memiliki sikap negeri, padahal tidak sesuai dengan budaya optimis atas kemampuan yang mereka miliki. Mereka Begitupula Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 Sementara dari aspek sosial, tata karma Di Indonesia saat ini banyak pula remaja saat ini cenderung berkurang. Tidak program untuk pengembangan kompetensi dan jarang di media kita melihat remaja yang bakat remaja. Bagi remaja yang berminat di berkelahi dengan gurunya, atau berani memukul bidang akademik, terdapat program pertukaran pelajar, bidik misi untuk menempuh pendidikan melawan pada orang tua dan guru sangat sering di perguruan tinggi bagi remaja kurang mampu, terjadi di sekitar kita. serta beragam beasiswa pendidikan lainnya. Remaja Begitupula bagi remaja yang setelah lulus SMA Remaja masa kini pun kurang peka terhadap lingkungan sosial di dunia AunyataAy memiliki keinginan mereka, tidak jarang kita menemui remaja yang program pelatihan kerja di BLK (Balai Latihan saat ini lebih betah didalam rumah untuk Kerj. yang ada di setiap Provinsi. Sementara bermain gadget daripada ikut perkumpulan untuk remaja yang berbakat di bidang seni, saat remaja seperti karang taruna. Sehingga mereka ini banyak pula ajang pencarian bakat yang seringkali tidak mengenal tetangga yang tinggal dapat menjadi sarana bagi remaja menyalurkan di sekitaran rumahnya, khususnya remaja yang tinggal di kota besar. Bagi seorang pekerja sosial, lingkungan Dengan pun menjadi faktor yang sangat berpengaruh Kelemahan Dalam bekerja, terdapat mengatasi fenomenan remaja kekuatan dari melemahnya kontrol sosial masyarakat terhadap remaja, masyarakat kini seringkali kurang peka internet, perkembangan gadget sehingga mudah mencurigakan yang terjadi pada remaja serta mendapat informasi. Ketika disikapi dengan membiarkan semisal ada remaja berpacaran positif, maka hal ini dapat membuat remaja lebih cerdas, menambah pengetahuan, serta menganggap cukup aman seperti dulu. membuka wawasan tentang dunia luar. Selain itu, ikatan antar keluarga pun Sistem pendidikan pun sudah semakin melemah sehingga penghormatan anak pada orangtua berkurang bergitu pula kasih sayang remaja di sekolah pun terus berkembang. Dengan merupakan pondasi utama dalam menanamkan terlahir juga remaja yang cerdas serta memiliki Padahal moral dan etika bagi anak remaja. kompetensi yang baik. Sehingga remaja sebagai Analisa generasi penerus bangsa yang mumpuni di merupakan hal yang penting dilakukan guna berbagai ilmu serta memiliki karakter yang baik. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 47 - 60 Juli 2019 prioritas perubahan dengan mengkaji kekuatan untuk meningkatka keberfungsian sosialnya. KEKUATAN / KELEBIHAN ABanyaknya potensi dan bakat remaja ATeknologi mudah diakses ABerani AKepercayaan diri tinggi ALebih APerkembangan sistem pendidikan lebih maju AMudah AMemilik daya tangkap baik ATata krama pada orang yg lebih tua AMudah ARasa ingin tahu tinggi AMudah AKekuatan fisik baik ABelum dapat jawab penuh ACenderung AKedekatan dengan keluarga AKontrol FAKTOR LINGKUNGAN AEmosi dan belum stabil FAKTOR INDIVIDU AMudah orang lain AKurang peka pada lingkungan KEKURANGAN/ KELEMAHAN KESIMPULAN DAN SARAN berpengaruh dalam membentuk self concept KESIMPULAN Dengan dipengaruhi lingkungan sosial media dalam memandang individu itu saja namun juga pembentukan self concept nya. Termasuk juga dalam pencarian identitas diri remaja mempengaruhi kehidupannya. Lingkungan dilakukan melalui sosial media. Reaksi positif sosial remaja pada era revolusi industri 4. terdiri dari lingkungan di dunia nyata dan lingkungan di dunia maya melalui sosial Sebaliknya, reaksi negatif netizen akan Tingginya tingkat penggunaan sosial media pada remaja mengakibatkan interaksi remaja dengan lingkungan dunia nyata Dengan PIE. Remaja Lingkungan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Efek Hal: 47 - 60 Juli 2019 modernisasi dan perkembangan teknologi karakter, moral dan etika agar remaja siap berintegrasi dalam masyarakat dengan baik. Termasuk mengambil manfaat yang ada didalamnya. menggunakan teknologi dan media sosial. Begitupula dengan remaja yang secara individu menjadi lebih percaya diri, mudah khusus oleh pekerja sosial sekolah maupun guru BK. Masyarakat ditingkatkan guna membentuk kepribadian sosial pada remaja, hal ini dapet berguna remaja yang positif. sebagai preventif sebelum terjadi masalah sosial remaja di masyarakat. Selain itu SARAN diperlukan juga pelibatan remaja di dalam Masa remaja memerlukan banyak perhatian dari orangtua dan keluarga secara khusus serta masyarakat secara umumnya. Orangtua Keluarga Pemerintah. Program aktivitas anak di dalam maupun diluar rumah, begitu juga dengan interaksi remaja diperbanyak, hal ini perlu agar remaja dengan citizen di media sosialnya. memiliki lebih banyak pilihan media untuk Sekolah. Sebagai tempat dimana remaja mengembangkan diri, potensi serta bakat yang mereka miliki. Felita. Pamela dkk. Pemakaian Media Sosial dan Self Concept pada Remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi MANASA. Vol. No. Hal. Healy. Karen 2005 Social Work In Context: Creating Framework for Practice. New York: Palgrave Mc Millan. Hermann. Pentek. , & Otto. Design Principles for Industrie 4. 0 Scenarios. Presented Hawaiian International Conference on Systems Science. Hurlock. B . Psikologi Perkembangan. 5th edition. Erlanga: Jakarta. Kurniawan. Harso dan Syukra. Ridho. 2018 Pengguna Smartphone Mencapai 100 Diunduh DAFTAR PUSTAKA