CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa DepanAy https://doi. org/10. 25008/caraka. MUHAMMAD SIRAJUDDIN ANIQ NAHDIA LULU ANNAWAWIE TANTAN HERMANSAH Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ae Indonesia ABSTRACT This study aims to reveal the meaning of signs contained in the film poster Sore: Istri dari Masa Depan (Sore: Wife from the Futur. using Ferdinand de SaussureAos semiotic approach. As a visual promotional medium, a film poster functions not only to convey basic information such as title, cast, and release date, but also to deliver symbolic messages that lead to deeper interpretations. Using SaussureAos concept of the signifier and the signified, this research analyzes how visual elementsAisuch as the spiral staircase, character positioning, facial expressions, and color compositionAiconstruct a sign system that reflects the themes of time travel and emotional relationships. This study employs a descriptive-qualitative method with visual analysis techniques focused on key poster components. The results show that the poster for Sore not only represents elements of futurism and romance, but also creates layered meanings through visual repetition and the symbolism of space and time. Thus, the poster functions not merely as a promotional tool, but as a visual text that builds narrative imagination for the audience prior to watching the film. Keywords: Semiotics. Ferdinand de Saussure. Film Poster. Signs. Sore: Wife from the Future ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tanda yang terkandung dalam poster film Sore: Istri dari Masa Depan melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Poster film sebagai media promosi visual memiliki fungsi tidak hanya menyampaikan informasi dasar seperti judul, pemeran, dan tanggal rilis, tetapi juga menyampaikan pesan simbolik yang mengarah pada interpretasi makna yang lebih dalam. Menggunakan kerangka konsep signifier . dan signified . dalam semiotika Saussure, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen visual seperti spiral tangga, posisi tokoh, ekspresi wajah, serta tata warna bekerja membentuk sistem tanda yang menggambarkan tema perjalanan waktu dan relasi emosional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis visual terhadap unsur-unsur utama dalam poster. Hasil analisis menunjukkan bahwa poster film Sore tidak hanya merepresentasikan unsur futuristik dan romantisme, tetapi juga menciptakan makna ganda melalui pengulangan visual dan simbol ruang Dengan demikian, poster ini bukan sekadar alat promosi, tetapi menjadi teks visual yang mampu membangun imajinasi naratif penonton sebelum menonton film. Kata kunci: Semiotika. Ferdinand de Saussure. Poster Film. Tanda. Sore: Istri dari Masa Depan Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa Depan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 AuthorAos email correspondent: akudandia. 6873@gmail. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2025 (Muhammad Sirajuddi. Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: August 5, 2025. Revised: September 18, 2025. Accepted: December 1, 2025 PENDAHULUAN Poster film merupakan bentuk komunikasi visual yang dirancang untuk menyampaikan pesan secara cepat dan kuat kepada publik. Lebih dari sekadar alat promosi, poster film juga berfungsi sebagai representasi awal dari narasi, genre, dan suasana emosional yang ditawarkan sebuah film (Mawarni. Kusbandrijo, & Putri, 2. Dalam era digital yang sarat dengan visualisasi, poster memiliki daya tarik tersendiri dalam membentuk persepsi audiens bahkan sebelum film ditayangkan. Salah satu contoh poster film yang menarik untuk dikaji secara semiotik adalah Sore: Istri dari Masa Depan, sebuah film drama romantis karya sutradara Yandy Laurens, yang resmi ditayangkan di bioskop mulai 10 Juli 2025. Film ini dibintangi oleh Sheila Dara dan Dion Wiyoko, dan mengangkat premis unik tentang relasi cinta yang melampaui dimensi waktu. Baik dalam industri perfilman global maupun dalam negeri, genre film drama romantis dengan sentuhan fiksi ilmiah merupakan salah satu bentuk narasi yang terus berkembang dan memiliki penggemar tersendiri. Film dengan genre ini umumnya mengangkat tema relasi emosional yang mendalam, dipadukan dengan elemen spekulatif seperti perjalanan waktu, dimensi alternatif, atau teknologi futuristik yang menambah daya tarik cerita (Mawarni et , 2. Dalam konteks ini. AuSore: Istri dari Masa DepanAy menjadi contoh menarik bagaimana relasi personal dapat dikemas dalam alur yang melampaui batas-batas waktu. Film ini tidak hanya menghadirkan kisah cinta, tetapi juga memantik pertanyaan filosofis tentang takdir, pilihan hidup, dan pengaruh masa depan terhadap masa kini. Visualisasinya pun dirancang untuk mendukung atmosfer romantis sekaligus misterius, salah satunya melalui poster film yang kaya akan simbol visual. Dengan demikian, poster film menjadi elemen penting yang patut dianalisis karena menyimpan sistem tanda yang mencerminkan tema dan narasi utama film secara singkat namun bermakna (Laserow & Delgado, 2. Film Sore mengisahkan tentang seorang pria bernama Jonathan yang secara misterius didatangi oleh seorang perempuan bernama Sore, yang mengaku sebagai istrinya dari masa Kehadiran Sore bukan hanya mengubah rutinitas hidup Jonathan, tetapi juga membuka celah pertanyaan besar tentang takdir, pilihan hidup, dan konsekuensi dari keputusan yang diambil di masa kini. Sore hadir setiap pukul empat sore dengan pesanpesan dan pengetahuan tentang masa depan yang menguji logika dan perasaan Jonathan. Alur cerita yang memadukan realisme dengan unsur fantasi ini menjadikan film Sore sebagai karya yang tidak hanya menyentuh emosi, tetapi juga memancing pemikiran kritis tentang hubungan dan waktu. Poster film ini menampilkan visual tangga spiral dengan pengulangan citra Sore pada setiap level anak tangga, menciptakan ilusi optik yang menyiratkan perjalanan waktu, pengulangan, dan kemungkinan realitas paralel. Visual ini menjadi titik masuk yang menarik untuk dianalisis secara semiotik. Pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure menjadi landasan teoritis dalam penelitian ini karena mampu menjelaskan hubungan antara bentuk visual . dan konsep makna yang dibawanya . Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa Depan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 Saussure memandang tanda sebagai sistem diferensial yang bekerja melalui oposisi dan konvensi dalam bahasa. Dalam konteks visual seperti poster film, tanda-tanda tersebut dapat dianalisis untuk mengungkap makna simbolik yang mungkin tersembunyi di balik tampilan estetis (Pratista, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus pada bagaimana sistem tanda dalam poster Sore: Istri dari Masa Depan membentuk makna yang berhubungan dengan tema perjalanan waktu, relasi emosional, dan ambiguitas masa depan. Dengan menganalisis elemen visual secara struktural, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna-makna yang dibangun melalui sistem tanda, serta bagaimana makna tersebut membentuk prakonsepsi penonton terhadap film yang diiklankan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman mengenai bagaimana media visual berperan sebagai teks budaya yang dapat dikaji secara ilmiah. KERANGKA TEORI Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tanda dan bagaimana tanda tersebut membentuk makna dalam konteks tertentu. Salah satu tokoh penting dalam kajian semiotika adalah Ferdinand de Saussure, seorang linguis asal Swiss yang dikenal melalui teorinya mengenai sistem tanda dalam bahasa. Saussure membagi tanda . menjadi dua unsur utama, yaitu signifier . dan signified . Penanda adalah bentuk fisik atau representasi material dari suatu tanda, seperti gambar, suara, atau kata, sedangkan petanda adalah konsep atau makna yang dibayangkan dari tanda tersebut (Rorong, 2. Dalam pandangan Saussure, hubungan antara penanda dan petanda bersifat arbitrer, artinya tidak ada hubungan alami antara keduanya, melainkan terbentuk berdasarkan kesepakatan sosial dan budaya. Oleh karena itu, makna dari suatu tanda sangat bergantung pada konteks penggunaannya dan sistem tanda lain yang mengelilinginya (Dayu & Syadli, 2. Saussure juga menekankan bahwa tanda tidak dapat berdiri sendiri, melainkan memperoleh maknanya melalui perbedaan dari tanda-tanda lain dalam sistem bahasa. Oleh karena itu, sistem tanda bersifat diferensial dan relasional. Dalam konteks ini, tanda tidak bermakna karena apa yang dikandungnya secara intrinsik, melainkan karena perbedaannya dari tanda-tanda lain yang ada dalam sistem yang sama. Pemikiran ini menjadikan semiotika Saussure sebagai pendekatan struktural, karena menekankan bahwa makna terbentuk dari struktur relasi antartanda dalam satu sistem (Indainanto & Nasution, 2. Gambar 1. Semiotika Ferdinand De Saussure Menurut Lestari & Waluyo . poster film merupakan identitas dan sinopsis sebuah film yang tertuang dalam bentuk grafis, dan memiliki peranan penting untuk mendapatkan perhatian dari audiens agar menonton film yang tayang di bioskop, oleh karenanya dalam Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa Depan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 membuat poster film dilakukan dengan serius agar menarik perhatian dan menstimulus rasa penasaran pada target audiensnya sehingga tertarik untuk menonton karena melihat poster film tersebut. Poster menjadi sebuah alat yang digunakan untuk mempengaruhi dan menarik perhatian target pembacanya lewat pesan dan informasi yang disampaikan melalui media gambar dan tulisan. Suwarno. dalam (Uyunnisya, 2. berpendapat, poster merupakan media periklanan sekilas pandang yang berbentuk lembaran informasi, biasanya ditempatkan di dinding. Sementara poster film menurut Perdana. dalam (Sitompul. Patriansyah, & Pangestu, 2. digunakan untuk mengiklankan suatu film. Poster film memiliki peranan yang cukup besar bagi sebuah film karena merupakan bentuk media promosi terhadap film yang ditayangkan. Poster film dapat menjadi wajah hingga gambaran karakter dari sebuah film sesuai dengan genre dari film tersebut. Poster film biasanya berisikan kombinasi warna, objek, dan tipografi yang dipadankan secara harmonis dengan muatan pesan tertentu kepada khalayak. Poster film dalam penelitian Perdana. terbagi menjadi tiga jenis yaitu: . Teaser Poster, disebut juga sebagai poster muka yaitu poster yang digunakan sebagai promosi pembuka sebuah film. Teaser poster biasanya mengandung gambar dengan desain mendasar yang tidak memunculkan banyak informasi, dan bertujuan untuk membangun rasa penasaran dan keingintahuan pada sebuah film. Poster, poster yang dibuat dengan menampilkan karakter-karakter pemain yang ada dalam sebuah film. International/Theatrical Poster, poster ini merupakan poster resmi dari sebuah film yang dipajang di bioskop di seluruh dunia seiring dengan penayangan film yang dilakukan secara Dalam konteks media visual seperti poster film, pendekatan semiotika Saussure dapat digunakan untuk menganalisis bagaimana elemen-elemen visual menyampaikan pesan atau narasi yang tidak selalu tampak secara eksplisit. Poster film tidak hanya menyampaikan informasi dasar seperti judul dan tanggal tayang, tetapi juga menyimpan berbagai makna simbolik melalui pilihan warna, komposisi gambar, ekspresi tokoh, dan tata letak elemen visual. Kajian terhadap sistem tanda dalam poster film memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana makna dibangun secara struktural dan ideologis melalui media Dalam kasus poster film Sore: Istri dari Masa Depan, elemen-elemen seperti bentuk spiral tangga, pengulangan citra tokoh perempuan, serta kontras ekspresi wajah menjadi tanda-tanda visual yang dapat ditafsirkan melalui lensa semiotik Saussurean. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure sebagai alat utama dalam membongkar makna visual yang terdapat dalam poster film Sore: Istri dari Masa Depan. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali makna secara mendalam, tidak hanya berdasarkan data yang tampak di permukaan, tetapi juga melalui interpretasi terhadap sistem tanda yang membentuk realitas visual. Dalam kerangka semiotika Saussure, analisis difokuskan pada dua unsur utama dalam struktur tanda, yaitu signifier . yang merujuk pada bentuk fisik atau representasi visual, dan signified . yang merupakan konsep atau makna yang dipahami di balik tanda tersebut. Relasi antara keduanya bersifat arbitrer, artinya makna suatu tanda terbentuk berdasarkan konvensi sosial dan sistem tanda lainnya yang ada dalam satu struktur makna (Dayu & Syadli, 2. Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa Depan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 Objek penelitian berupa poster resmi film AuSore: Istri dari Masa DepanAy dianalisis dari berbagai aspek visual seperti bentuk, warna, komposisi, tata letak, ekspresi tokoh, tipografi, dan elemen latar. Data utama diperoleh dari dokumentasi digital poster yang telah dipublikasikan secara resmi dalam rangka promosi film menjelang penayangan di bioskop pada tanggal 10 Juli 2025. Peneliti melakukan pengamatan secara visual dengan teknik pembacaan mendalam . lose readin. terhadap elemen-elemen poster, untuk mengidentifikasi tanda-tanda visual yang dominan dan berulang, serta hubungannya dengan pesan tematik film yang diangkat. Selain itu, peneliti juga mengacu pada informasi tambahan berupa sinopsis film, konteks produksi, serta genre film untuk memperkuat interpretasi Analisis dilakukan dengan cara memetakan setiap elemen visual ke dalam struktur tanda ala Saussure. Tahap pertama dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk fisik elemen visual sebagai penanda, kemudian tahap kedua menafsirkan petanda yang mungkin muncul dari penanda tersebut. Dalam tahap akhir, hubungan antara seluruh tanda yang ditemukan dianalisis sebagai sistem, yaitu bagaimana elemen-elemen tersebut saling berinteraksi dalam membentuk kesatuan makna yang mendukung narasi dan identitas film. Teknik analisis ini juga mempertimbangkan konteks budaya visual dan kecenderungan estetika dalam poster film genre drama-romantis-sains fiksi. Dengan metode ini, penelitian tidak hanya bertujuan mendeskripsikan apa yang terlihat, tetapi juga menjelaskan bagaimana tanda visual dapat memengaruhi pembacaan audiens terhadap tema dan pesan yang dikandung oleh poster HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis data visual yang terfokus pada poster resmi film AuSore: Istri dari Masa DepanAy. Poster tersebut menampilkan komposisi visual yang terkesan sederhana namun sarat makna, serta dirancang secara harmonis untuk merepresentasikan tema film yang berkaitan dengan perjalanan waktu dan relasi emosional. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori semiotika Ferdinand de Saussure, khususnya melalui pendekatan struktural yang membedah elemen visual ke dalam dua aspek utama, yaitu signifier . dan signified . Penanda diidentifikasi dari bentuk fisik elemen visual dalam poster, sementara petanda merujuk pada makna atau konsep yang diasosiasikan dengan penanda tersebut. Hasil analisis dan temuan tersebut diinterpretasikan dan dipaparkan dalam bentuk tabel berikut: No. Elemen Visual Tangga spiral Tabel 1. Analisis Poster Film Penanda (Signifie. Bentuk arsitektural melingkar yang mendominasi komposisi Petanda (Signifie. Representasi waktu yang berputar, repetitif, dan tidak linear merupakan konsep perjalanan waktu Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa Depan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 Pengulangan tokoh perempuan Sosok wanita yang muncul berulang di sepanjang Dimensi temporal: kehadiran tokoh dari masa depan yang eksis dalam satu ruang visual Tokoh laki-laki di atas tangga Sosok laki-laki berdiri di puncak spiral, menghadap ke bawah dengan ekspresi Simbol dari ketidaksiapan atau kebingungan menghadapi kenyataan masa Warna dominan cokelat & Gradasi warna hangat dan netral yang membalut ruang poster Keintiman, nostalgia, dan perenungan emosional yang menggambarkan nuansa drama romantis Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa Depan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 Judul besar AuSOREAy Huruf kapital serif warna emas, ditempatkan di ruang kosong bagian atas Penekanan waktu spesifik ore har. sebagai titik pertemuan atau momen Posisi tokoh tidak sejajar Posisi tokoh perempuan menyebar vertikal di tangga, pria berdiri diam Perbedaan pengalaman waktu antar tokoh, simbol dislokasi temporal dan narasi KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan, pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure efektif untuk mengurai dan memahami sistem tanda yang terkandung dalam media visual seperti poster Melalui analisis terhadap elemen-elemen visual yang hadir dalam poster Sore: Istri dari Masa Depan, ditemukan bahwa setiap komponenAibaik bentuk tangga spiral, pengulangan citra tokoh perempuan, ekspresi tokoh laki-laki, komposisi warna, hingga tipografi judulAi memiliki fungsi sebagai penanda . yang merujuk pada petanda . Hubungan antara keduanya membentuk makna yang tidak hanya literal, tetapi juga simbolik dan emosional, berkaitan dengan tema utama film yaitu relasi romantis yang terjalin dalam kerangka waktu yang tidak linier. Spiral sebagai simbol waktu, pengulangan sebagai representasi temporalitas yang berulang, serta kontras posisi tokoh mencerminkan kompleksitas hubungan manusia dengan waktu, keputusan, dan perasaan. Makna-makna tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi terbentuk melalui sistem relasi tanda secara keseluruhan. Dalam pendekatan Saussure, tanda tidak bermakna karena Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Poster Film AuSore: Istri dari Masa Depan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 299-306 keberadaannya sendiri, melainkan karena perbedaannya dari tanda-tanda lain dalam sistem yang sama. Dalam hal ini, poster membentuk narasi visual tersendiri yang AuberceritaAy kepada audiens bahkan sebelum mereka menonton filmnya. Poster bukan hanya berfungsi sebagai alat promosi, melainkan sebagai teks budaya yang memuat muatan ideologis dan emosional. Ia mengarahkan persepsi, membangun ekspektasi, dan bahkan mempengaruhi interpretasi awal terhadap karakter dan konflik yang akan ditampilkan dalam film. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa dalam budaya visual kontemporer, media seperti poster film telah menjadi medium yang sarat makna dan tidak bisa dipisahkan dari konstruksi sosial masyarakat yang mengonsumsinya. Konsep arbitrer dalam semiotika Saussure memberikan pemahaman bahwa makna dalam poster sangat bergantung pada latar belakang budaya, pengalaman audiens, dan konteks sosial di mana tanda itu dibaca. Oleh karena itu, setiap elemen visual harus dipahami tidak hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai representasi nilai, emosi, dan narasi yang dikomunikasikan secara visual. Dengan demikian, dapat disimpulkan poster film Sore: Istri dari Masa Depan bukan sekadar media perkenalan terhadap produk film, melainkan sebuah teks visual yang kaya tanda dan makna. Pendekatan semiotika Saussure membuka ruang interpretasi terhadap bagaimana visual dikonstruksi secara strategis untuk menyampaikan pesan tersembunyi yang mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan kajian visual dalam studi media dan komunikasi, serta membuka ruang lebih luas untuk analisis semiotik terhadap teks-teks visual populer dalam konteks budaya digital. DAFTAR PUSTAKA