TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Pengaruh Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Audit Delay Masdar Ryketeng1. Muh. Wahyu Tirsyad Eka Putra 2. Zahratul Hawaisya3. Dea Ramahdiny Putri Acer4 . Ahmad Nashiruddin Mushoddiq Rahman5 1,2,3,4,5Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia ryketeng@unm. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap audit delay pada perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan atau laporan keuangan yang dipublikasikan melalui situs resmi BEI. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen dan audit delay sebagai variabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan ukuran KAP tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Sementara itu, variabel solvabilitas dan ukuran perusahaan terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat solvabilitas dan semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin besar kemungkinan terjadinya keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan yang telah diaudit. ABSTRACT Volume 10 Nomor 1 Halaman 91-103 Makassar. Juni 2025 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 20 Mei 2025 Tanggal diterima 29 Mei 2025 Tanggal dipublikasi 1 juni 2025 Kata kunci : Audit Delay. Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan Keywords : Audit Delay. Profitability. Solvency. Company Size This study aims to analyze the effect of profitability, solvency, firm size, and Public Accounting Firm (PAF) size on audit delay in transportation sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021Ae2023 period. The data used in this study are secondary data obtained from annual reports or financial statements published on the official IDX website. The sample consists of 12 companies selected using purposive sampling based on specific criteria relevant to the research objectives. Data were analyzed using multiple linear regression to examine the relationship between independent variables and audit delay as the dependent variable. The results show that profitability and PAF size do not have a significant effect on audit delay. Meanwhile, solvency and firm size have a positive and significant effect on audit delay. These findings indicate that higher levels of solvency and larger firm sizes tend to increase the likelihood of delays in the publication of audited financial statements. Mengutip artikel ini sebagai : Ryketeng. Putra. Wahyu T. Hawaisya. Acer Dea. Rahman. Pengaruh Profabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Audit Delay. Tangible Jurnal, 10. No. Juni 2025. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang disusun secara sistematis untuk mencerminkan posisi keuangan dan kinerja perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini berfungsi sebagai alat komunikasi utama antara TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. perusahaan dan pihak-pihak eksternal seperti investor, kreditor, regulator, serta instansi pemerintah. Dalam dunia bisnis, laporan keuangan memiliki peran krusial sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh para pengguna laporan. Oleh karena itu, keandalan dan ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan menjadi aspek penting yang harus dijaga oleh perusahaan. Sebelum laporan keuangan disampaikan kepada publik, perusahaan harus menyerahkannya terlebih dahulu kepada auditor independen yang berasal dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Auditor bertugas untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Opini auditor berfungsi untuk meningkatkan kepercayaan pengguna laporan terhadap informasi yang disajikan. Namun, proses audit tidak selalu berjalan cepat dan efisien karena adanya berbagai kendala teknis maupun administratif, yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian audit atau audit delay. Menurut Wulandari dan Wiratmaja, . dalam penelitian (Dani et al. , 2. Audit delay adalah selisih waktu antara tanggal akhir tahun buku perusahaan dengan tanggal penyelesaian laporan audit oleh auditor. Keterlambatan ini dapat berdampak negatif terhadap nilai informasi laporan keuangan, karena pengguna laporan membutuhkan data yang akurat dan tepat waktu untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi panjangnya waktu penyelesaian audit. Beberapa faktor yang sering diteliti dalam hubungannya dengan audit delay antara lain adalah profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, serta ukuran Kantor Akuntan Publik. Profitabilitas perusahaan merupakan salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi audit delay. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi biasanya memiliki tata kelola dan sistem pelaporan yang baik, sehingga mempermudah auditor dalam melakukan pemeriksaan dan mempercepat proses Sebaliknya, perusahaan yang mengalami kerugian atau memiliki profitabilitas rendah cenderung memerlukan waktu lebih lama dalam penyusunan laporan keuangan dan pelaksanaan audit. Hal ini sejalan dengan temuan (Susanti, 2. yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap audit delay, di mana semakin tinggi profitabilitas, maka semakin cepat proses audit dilakukan. Namun demikian, hasil penelitian tersebut tidak selalu konsisten. Penelitian yang dilakukan oleh (Samosir et al. , 2. justru menunjukkan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, yang mengindikasikan bahwa faktor lain mungkin lebih dominan dalam menentukan lama waktu audit. Selain profitabilitas, solvabilitas juga merupakan faktor yang diduga memiliki pengaruh terhadap audit delay. Solvabilitas mengacu pada kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya. Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi cenderung lebih kompleks untuk diaudit, karena auditor harus melakukan pemeriksaan yang lebih rinci terhadap akun-akun utang dan kewajiban lainnya. Proses pemeriksaan yang lebih mendalam ini tentu membutuhkan waktu tambahan, sehingga dapat memperpanjang durasi audit. Namun, temuan dari berbagai penelitian menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten. Hasil penelitian (Dani et al. , 2. menyatakan bahwa solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sebaliknya, hasil penelitian (Lase et al. , 2. menemukan bahwa solvabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay. Hasil serupa juga diungkapkan oleh (Amalia et al. , 2. yang menunjukkan bahwa solvabilitas, yang diukur melalui Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR), berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Ukuran perusahaan juga merupakan faktor yang dapat memengaruhi audit delay secara signifikan. Menurut (Saputra. D, dan Irawan. R, 2. dalam penelitian TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. (Suci Ramadhani et al. , 2. Perusahaan berskala besar umumnya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik dan dokumentasi keuangan yang lebih lengkap, sehingga auditor dapat melakukan audit dengan lebih efisien. Di sisi lain, perusahaan besar juga memiliki kompleksitas aktivitas dan volume transaksi yang tinggi, yang justru dapat memperpanjang waktu audit. Oleh karena itu, pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay dapat bersifat dua sisi, tergantung pada kondisi manajerial dan operasional masing-masing entitas. Penelitian yang dilakukan oleh (Julianti & Anggraeni, 2. menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki dampak signifikan terhadap audit delay. Hasil ini diperkuat oleh temuan dari (D. Sari & Nisa, 2. yang juga menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. Namun, berbeda dengan kedua penelitian tersebut, hasil penelitian (F. Sari & Priatiningsih, 2. menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay, di mana perusahaan besar cenderung menyelesaikan audit lebih cepat sebagai bagian dari upaya untuk mencegah kecurangan. Faktor terakhir yang juga dapat memengaruhi audit delay adalah ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk oleh perusahaan. KAP berskala besar umumnya memiliki sumber daya manusia yang lebih banyak, teknologi audit yang lebih canggih, serta standar operasional yang ketat dan efisien. Kondisi ini memungkinkan proses audit dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Sebaliknya. KAP yang berukuran kecil cenderung menghadapi keterbatasan dalam hal sumber daya dan pengalaman auditor, sehingga proses audit bisa memakan waktu lebih lama. Penelitian yang dilakukan oleh (Annisa et al. , 2. menunjukkan bahwa ukuran KAP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay, yang berarti semakin besar ukuran KAP, maka semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan audit. Audit Delay Audit delay merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelaporan keuangan suatu perusahaan. Dalam perspektif Teori Keagenan (Agency Theor. , keterlambatan dalam penyampaian laporan audit dapat mencerminkan adanya konflik kepentingan antara manajer sebagai agen dan pemilik sebagai prinsipal (Annisa et al. Agen memiliki akses informasi yang lebih luas dibandingkan prinsipal, sehingga berpotensi menunda pelaporan demi kepentingan pribadi atau untuk menyembunyikan kinerja yang kurang baik. Menurut Lutfiani dan Nugroho . dalam penelitian (Putra et al. , 2. Audit delay sendiri diartikan sebagai selisih waktu antara akhir tahun buku perusahaan dengan tanggal diterbitkannya laporan audit Semakin panjang jeda waktu tersebut, maka semakin rendah tingkat ketepatan waktu pelaporan keuangan, yang pada akhirnya dapat menurunkan kredibilitas laporan keuangan di mata investor dan pemangku kepentingan lainnya. Profitabilitas Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari seluruh aktivitas usahanya. tingkat profitabilitas yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya serta memberikan sinyal positif kepada auditor terkait stabilitas dan kesehatan keuangan perusahaan. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi biasanya memiliki sistem pelaporan yang lebih tertata, sehingga proses audit dapat dilakukan dengan lebih cepat karena risiko audit dianggap rendah. Sebaliknya, perusahaan yang mengalami kerugian atau memiliki profitabilitas rendah cenderung memerlukan waktu audit yang lebih panjang, karena auditor harus melakukan penilaian lebih mendalam terhadap kemungkinan penyimpangan atau risiko tertentu. Namun, hasil penelitian (Rika Widianita, 2. menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun secara teoritis profitabilitas berpotensi mempercepat atau memperlambat proses audit, dalam praktiknya pengaruh tersebut belum tentu signifikan, tergantung pada kondisi dan karakteristik masing-masing H1: Profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Solvabilitas Solvabilitas menunjukkan sejauh mana perusahaan mampu memenuhi kewajiban keuangannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi umumnya dianggap memiliki risiko finansial yang lebih besar, sehingga auditor perlu melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam terhadap akun-akun kewajiban dan aset yang terkait. Proses audit pun menjadi lebih kompleks, karena diperlukan verifikasi yang lebih ketat untuk memastikan kewajaran laporan Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Meo & Paramitalaksmi, 2. menunjukkan bahwa solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit Artinya, semakin tinggi tingkat leverage perusahaan, semakin besar kemungkinan terjadinya audit delay akibat meningkatnya prosedur audit yang harus dilakukan oleh auditor dalam menilai risiko dan keandalan informasi keuangan. H2: Solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan merupakan karakteristik yang dapat memengaruhi efektivitas sistem pelaporan keuangan serta kompleksitas kegiatan operasional. Perusahaan berskala besar umumnya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih kuat, staf yang kompeten, dan dokumentasi yang lengkap, sehingga mempermudah auditor dalam memperoleh bukti audit dan menyelesaikan proses audit lebih cepat. Namun, di sisi lain, skala operasi yang besar serta banyaknya entitas anak perusahaan juga dapat meningkatkan kompleksitas audit dan memperpanjang waktu penyelesaiannya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Br. Ginting et al. , 2. menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay dapat bersifat situasional, tergantung pada struktur organisasi, efisiensi operasional, serta kesiapan sistem pelaporan perusahaan itu sendiri. H3: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay Ukuran Kantor Akuntan Publik Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) berkaitan dengan kapasitas profesional auditor dalam melaksanakan tugas pemeriksaan secara efisien dan tepat waktu. KAP yang berafiliasi dengan jaringan internasional atau tergolong dalam kategori Big Four umumnya memiliki standar audit yang tinggi, dukungan teknologi mutakhir, serta jumlah auditor yang lebih banyak dibandingkan KAP berskala kecil. Keunggulan ini memungkinkan proses audit dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, demi menjaga reputasi. KAP besar cenderung berupaya menyelesaikan audit sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh karena itu, ukuran KAP diyakini memiliki peran dalam menentukan panjang-pendeknya audit delay. Namun demikian, hasil penelitian (Adnan Wisnu Nugroho. Adam Zakaria, 2. menunjukkan bahwa ukuran KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun secara teoritis KAP besar diharapkan mampu mempercepat proses audit, dalam praktiknya pengaruh tersebut dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas audit, karakteristik klien, serta kesiapan data dan dokumentasi dari perusahaan yang H4: Ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh terhadap audit delay. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Gambar 1. Kerangka Konseptual X1_PROFITABILITAS X2_SOLVABILITAS Y_AUDIT DELAY X3_UKURAN PERUSAHAAN X4_UKURAN KAP Sumber : Data Penelitian . METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis dengan menganalisis hubungan antar variabel berdasarkan data numerik yang diolah secara statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen melalui pengujian empiris terhadap data perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan bersifat objektif dan terstruktur, guna memperoleh kesimpulan yang valid dan dapat Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi penelitian terdiri dari 12 perusahaan transportasi dengan periode observasi selama tiga tahun, yaitu dari tahun 2021 hingga 2023. Pemilihan sektor ini didasarkan pada relevansi audit delay dengan karakteristik industri transportasi yang kompleks dan dinamis. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia . Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti, seperti perusahaan yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangan lengkap selama periode pengamatan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu audit Tabel 1. Penarikan Sampel Penelitian Kriteria Sampel Penelitian Jumlah Perusahaan sektor transportasi 2021 Ae 2023 Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan audit Jumlah yang memenuhi kriteria Sumber: Data diolah peneliti . Berdasarkan tabel 1, jumlah perusahaan sektor transportasi yang terdaftar berjumlah 12 perusahaan yang dijadikan subjek pengamtan selama 3 tahun terhitung TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. sejak 2021 sampai 2023. Sehingga jumlah sampel untuk penelitian ini berjumlah 9 x 3 = 27 perusahaan. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel Variabel Terikat Audit delay merupakan selisih waktu antara tanggal tutup buku laporan keuangan dengan tanggal laporan auditor independen yang tertera pada laporan Audit delay mencerminkan tingkat ketepatan waktu pelaporan keuangan yang telah diaudit, di mana semakin lama jeda waktunya, maka semakin tinggi risiko keterlambatan pelaporan. Variabel ini diukur secara kuantitatif dalam satuan hari: Audit Delay = Tanggal laporan diaudit - Tanggal tutup buku laporan keuangan Variabel Bebas Variabel independen merupakan variabel yang memengaruhi atau menyebabkan perubahan pada variabel dependen. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah: Profitabilitas. Diukur menggunakan rasio Return on Assets (ROA): Return on Asset (ROA) = Laba bersih/Total aset Ukuran Perusahaan. Diukur dengan logaritma natural total aset: Ukuran perusahaan=Ln(Total Asse. Solvabilitas. Diukur menggunakan rasio Debt to Asset Ratio (DAR): Debt to Asset (DAR)=Total hutang/Total Aktiva Ukuran KAP. Diukur menggunakan variabel dummy: KAP Big 4 = 0 KAP Non-Big 4 = 1 Teknik Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran suatu data melalui nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi. Pengujian Regresi Berganda Teknik analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan positif atau negatif pada variabel akan dibahas pada penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan IBM SPSS Statistics (Statistical Package for Social Science. sebagai alat penelitiannya. Adapun regresi berganda pada penelitian ini yaitu: ADLY = b1ROA b2DAR b3SIZE b4KAP e Keterangan: ADLY : Audit Delay ROA : Profitabilitas DAR : Solvabilitas SIZE : Ukuran perusahaan KAP : Ukuran Kantor Akuntan Publik : Konstanta b1-5: Koefisien regresi A : Error Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi data residual dalam TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. model regresi mengikuti pola distribusi normal. Asumsi ini penting agar hasil estimasi parameter regresi dapat dipercaya. Pengujian dapat dilakukan melalui uji Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi adanya hubungan linier yang tinggi antar variabel independen dalam model regresi berganda. Multikolinearitas dapat memengaruhi kestabilan dan interpretasi koefisien Pengujian dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Suatu model dikatakan bebas dari multikolinearitas apabila nilai Tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengidentifikasi apakah terjadi ketidakkonsistenan varians residual dalam model regresi dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Ketidaksamaan varians ini dapat menyebabkan hasil estimasi menjadi tidak efisien. Salah satu metode yang umum digunakan adalah uji Glejser, yaitu dengan meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel Apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar residual dalam suatu model regresi dari satu waktu ke waktu lainnya, khususnya dalam data runtun waktu . ime serie. Pengujian dilakukan menggunakan nilai statistik Durbin-Watson (DW). Jika hasil perhitungan nilai DW berada di antara batas bawah . L) dan batas atas . U), serta memenuhi kriteria dL < DW < 4 Ae dL, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam model. Uji Regresi Parsial Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (RA) merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar proporsi variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam suatu model regresi. Nilai RA berada pada rentang 0 hingga 1. Semakin mendekati angka 1, maka semakin besar kemampuan model dalam menjelaskan variabilitas variabel terikat. Sebaliknya, jika nilai RA mendekati 0, maka kemampuan prediktif variabel independen terhadap variabel dependen sangat rendah. Uji Simultan Uji simultan atau Uji F digunakan untuk menguji secara bersama-sama pengaruh seluruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam model regresi. Pengujian ini dilakukan melalui analisis varian (ANOVA) dengan melihat nilai F-statistik dan tingkat signifikansinya. Model dianggap signifikan secara simultan apabila nilai probabilitas (Sig. ) dari F-statistik kurang dari 0,05. Dengan kata lain: Jika Sig. > 0,05 maka model regresi tidak signifikan secara simultan. Jika Sig. < 0,05 maka model regresi signifikan secara simultan dan layak untuk digunakan. Uji Parsial Uji parsial atau uji t bertujuan untuk menilai sejauh mana pengaruh masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen secara individual. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi (Sig. ) dari uji t dengan tingkat signifikansi yang ditentukan . mumnya 0,. Apabila nilai Sig. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. < 0,05, maka variabel independen berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen, dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Sebaliknya, jika Sig. > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dan hipotesis nol (HCA) tidak dapat ditolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Hasil dari analisis statistik deskriptif terhadap variabel pada penelitian ini disajikan pada tabel berikut. X1_PROFITABILITAS X2_SOLVABILITAS X3_UKURAN PERUSAHAAN X4_UKURAN KAP Y_AUDIT DELAY Valid N Tabel 2. Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation -58,03 207,15 7,2259 44,15126 15,96 184,95 74,2678 38,62333 18,05 30,99 26,1559 3,64601 Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . ,67 99,07 ,480 23,583 Analisis statistik deskriptif dari tabel 2, memberikan gambaran umum mengenai data penelitian, termasuk nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi dari setiap variabel yang digunakan. Profitabilitas (X. Variabel profitabilitas memiliki nilai minimum sebesar -58,03 dan maksimum sebesar 207,15. Rata-rata nilai profitabilitas sebesar 7,2259 dengan standar deviasi sebesar 44,15126. Nilai standar deviasi yang tinggi menunjukkan bahwa terdapat variasi yang cukup besar dalam tingkat profitabilitas antar perusahaan sampel. Solvabilitas (X. Solvabilitas menunjukkan nilai minimum sebesar 15,96 dan maksimum sebesar 184,95, dengan rata-rata 74,2678 dan standar deviasi sebesar 38,62333. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan dalam sampel memiliki tingkat utang yang cukup bervariasi terhadap aset yang dimilikinya. Ukuran Perusahaan (X. Ukuran perusahaan memiliki nilai minimum 18,05 dan maksimum 30,99, dengan rata-rata 26,1559 dan standar deviasi 3,64601. Data ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan sampel cukup beragam, meskipun penyebaran nilainya cenderung tidak terlalu besar. Ukuran Kantor Akuntan Publik (X. Ukuran KAP diukur secara dummy, dengan nilai minimum 0 dan maksimum 1, serta rata-rata 0,67 dan standar deviasi 0,480. Nilai rata-rata yang mendekati 1 menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan dalam sampel diaudit oleh KAP berukuran besar . Audit Delay (Y) Audit delay memiliki nilai minimum 74 hari dan maksimum 192 hari, dengan rata-rata 99,07 hari serta standar deviasi sebesar 23,583. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam waktu penyelesaian audit antar perusahaan, namun secara umum durasi audit berada di kisaran tiga bulan lebih. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3. Hasil Uji Kolmohorov-smirmov Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . ,0000000 18,16113976 ,137 ,137 -,087 ,137 ,200d Dari hasil Tabel 4, terlihat jelas bahwa hasil uji Kolmogorov-Smirumov > 0,200 dianggap signifikan. Oleh karena itu, berdasarkan pengujian, data yang diperoleh berdistribusi normal dan ambang batas uji normalitas diturunkan menjadi 0,200 > 0,05 sehingga memenuhi kriteria. Uji Multikolinearitas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas X1_PROFITABILITAS ,807 X2_SOLVABILITAS ,728 X3_UKURAN ,813 PERUSAHAAN X4_UKURAN KAP ,739 Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . 1,240 1,373 1,231 1,354 Hasil uji multikolinearitas pada tabel 4, nilai yang dapat diterima untuk masing-masing variabel adalah sebesar 0. 807, 0. 728, 0. 813, 0. 739 yaitu > 0,10, dan nilai VIF untuk setiap variabel adalah 1. 240, 1. 373, 1. 231, 1. 354 < 0. 10 dan toleransi variabel VIF O 0,10 dan X Ou 0,10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 140,151 35,807 X1_PROFITABILITAS -,073 ,098 -,138 X2_SOLVABILITAS ,339 ,117 ,556 X3_UKURAN -2,598 1,178 -,402 PERUSAHAAN X4_UKURAN KAP 3,326 9,377 ,068 Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . 3,914 -,752 2,887 -2,205 Sig. <,001 ,460 ,009 ,038 ,355 ,726 Nilai sig ditentukan pada Tabel 5. > 0,05 untuk seluruh variabel, dengan kata lain model regresi dari penelitian ini tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Autokorelasi DurbinWatsons 1,999 Tabel 6. Hasil Uji Duribin-Watsons Keterangan 1,7527 Tidak terjadi Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . Berdasarkan hasil uji autokorelasi yang ditunjukkan dalam tabel 6, diperoleh nilai Durbin-Watson (DW) sebesar 1,999. Nilai tersebut berada di antara batas bawah . U) sebesar 1,7527 dan 4 - dU sebesar 2,2473, sehingga memenuhi ketentuan 1,7527 < 1,999 < 2,2473. Berdasarkan kriteria Durbin-Watson, apabila nilai DW berada di antara dU dan 4-dU, maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terdapat autokorelasi, baik positif maupun negatif. Dengan demikian, model regresi ini memenuhi asumsi klasik mengenai tidak adanya autokorelasi. Persamaan Regresi ADLY = 140,151 Ae 0,073 ROA 0,339 DAR Ae 2,598 SIZE 3,326 KAP Uji Regresi Parsial Uji t Tabel 7. Hasil Uji t Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 140,151 35,807 -,073 ,098 -,138 ,339 ,117 ,556 -2,598 1,178 -,402 3,914 -,752 2,887 -2,205 Sig. <,001 ,460 ,009 ,038 ,068 ,355 ,726 Model (Constan. X1_PROFITABILITAS X2_SOLVABILITAS X3_UKURAN PERUSAHAAN X4_UKURAN KAP 3,326 9,377 Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Berdasarkan Tabel 7, diketahui Hipotesis untuk Profitabilitas Variabel Profitabilitas (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,460 (> 0,. , sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Artinya H1 ditolak Hipotesis untuk Solvabilitas Variabel Solvabilitas (X. menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,009 (< 0,. , yang berarti berpengaruh signifikan secara positif terhadap variabel dependen. Artinya H2 diterima Hipotesis untuk Ukuran Perusahaan Variabel Ukuran Perusahaan (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,038 (< 0,. , yang berarti berpengaruh signifikan secara positif terhadap variabel dependen. Artinya H3 diterima. Hipotesis untuk ukuran KAP TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Variabel Ukuran KAP (X. menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,726 (> 0,. , sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Artinya H4 ditolak. Uji Simultan Tabel 8. Hasil Uji F Sum of Squares Mean Square 5884,350 1471,087 8575,502 389,796 14459,852 Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . Model Regression Residual Total 3,774 Sig. ,017b Berdasarkan Tabel 8, hasil uji F menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,017 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa model regresi yang dibangun secara simultan signifikan, atau dengan kata lain, variabel independen yang terdiri dari profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan ukuran KAP secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel audit Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa HCA ditolak dan HCA diterima, yang berarti model regresi layak digunakan untuk analisis prediktif terhadap audit delay. Koefisien Determinasi Model ,638a Tabel 9. Hasil Uji R2 Adjusted R Std. Error of the R Square Square Estimate Durbin-Watson ,407 ,299 19,743 1,999 Sumber: Hasil Olahan SPSS 30, . Berdasarkan Tabel 9, nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0,638 menunjukkan adanya hubungan positif antara variabel independen dan variabel dependen. Nilai R Square sebesar 0,407 mengindikasikan bahwa sekitar 40,7% variasi audit delay dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang digunakan dalam model, yaitu profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan ukuran KAP. Sementara itu, sisanya sebesar 59,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,299 atau 29,9% memperhitungkan jumlah variabel independen dalam model, yang menunjukkan bahwa setelah penyesuaian, model ini masih mampu menjelaskan sebagian variasi audit delay secara moderat. Dengan demikian, meskipun hubungan model tergolong sedang, namun tetap menunjukkan kontribusi yang relevan secara statistik terhadap variabel dependen. SIMPULAN Kesimpulan dapat ditarik dari hasil tes dan argumen yang dikemukakan: audit delay di perusahaan sektor transportasi yang ada di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 tidak dipengaruhi oleh profitabilitas. audit delay di perusahaan sektor transportasi yang ada di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 dipengaruhi oleh solvabilitas. audit delay di perusahaan sektor transportasi yang ada di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 hingga 2023 terpengaruh oleh ukuran perusahaan. audit delay di perusahaan sektor transportasi yang ada di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 tidak dipengaruhi oleh ukuran KAP. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Keterbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut. Sampel terdiri dari 9 dari 12 perusahaan sektor transportasi. Besarnya nilai customized R-squared yang kecil untuk variabel dalam penelitian ini adalah sebesar 29,9%. Berdasarkan keterbatasan yang disebutkan, kami dapat menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meningkatkan nilai R-squared, termasuk antara lain menambahkan faktor-faktor lain yang mungin bisa mempengaruhi lamanya audit DAFTAR PUSTAKA