e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 PENGARUH PROFITABILITAS LEVERAGE LIKUIDITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA SUB SEKTOR PROPERTY & REAL ESTATE Fice Handayani. Gita Armalia Yusran. Prodi Akuntansi. STIE Balikpapan fice@stiebalikpapan. id1 garmalia72@gmail. ABSTRACK The aim of this research is to determine and analyze the influence of ROA. DAR. CR, and company size on financial distress in the property and real estate sub-sector on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2022 period. Purposive sampling methods is used for sampling Multiple Linear Regression is used for data processing and analysis. So the results obtained are: return on assets has a positive and significant influence, debt to assets ratio has a negative and significant influence, current ratio has a positive and significant influence, company size does not have a negative and significant influence. ROA. DAR. CR, and company size simultaneously and significantly influence financial distress. Keywords: Return on Assets (ROA). Debt to Assets Ratio (DAR). Current Ratio (CR). Firm Size. Financial Distress. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh ROA. DAR. CR, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada sub sektor property dan real estate di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Purposive sampling methode digunakan untuk teknik pengambilan sampel. Regresi Linear berganda dipakai untuk pengolahan dan penganalisaan data. Sehingga di dapat hasil : return on assets mempunyai pengaruh positif dan signifikan , debt to assets ratio mempunyai pengaruh negatif dan signifikan , current ratio berpengaruh positif dan signifikan , ukuran perusahaan tidak berpengaruh negatif dan ROA. DAR. CR, dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap financial distress . Kata kunci: ROA. DAR. CR. Ukuran Perusahaan. Financial Distress. Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 PENDAHULUAN Tumbuh kembangnya perekonomian dunia saat ini erat hubungannya dengan globalisasi yang berkembang pesat sehingga membuat persaingan yang ketat tidak dapat dihindari. Hal ini juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi yang tidak stabil sehingga memberikan efek kurang bagus untuk suatu perusahaan. Jika entitas atau badan kemungkinan akan menghadapi likuidasi atau bangkrut. Financial distress adalah suatu keadaan kesulitan financial yang dihadapi sebuah entitas sebelum terjadinya likuidasi (Hutabarat, 2021, p. , mengungkapkan financial distress yakni keadaan entitas yang tidak sanggup membayar hutangnya. Hal ini dapat terjadi kepada perusahan manapun, baik perusahaan besar atau perusahaan kecil yang kurang mampu mengelola keuangannya agar tetap stabil. Akan tetapi jika masalah keuangan terus terjadi pada perusahaan maka akan berakhir dengan kebangkrutan. Financial distress di ukur pakai Altman Z-Score di kemukakan oleh Edward Altman pada tahun 1968 (Supriadi, 2020, p. Berikut perusahaanperusahaan yang mengalami financial distress pada sub sektor property dan real estate periode 2018-2022 melalui diagram, sebagai berikut : Jumlah Perusahaan Yang Mengalami Financial Distress Diagram 1 Jumlah Perusahaan Yang Mengalami Finansial distress Diagram diatas menunjukkan jumlah perusahaan mengalami financial distress dengan nilai besar dari 1. 81 selama periode 2018-2022 mengalami fluktuatif. Tahun 2018 terdapat 36. Tahun 2019 ada 33 badan Tahun 2021, 37 entitas mengalami financial distress. Sedangkan 2020 dan 2022 memiliki jumlah badan usaha yang mengalami financial distress paling banyak yaitu terdapat 39 perusahaan. Dalam hal ini terkena dampak akibat covid-19 pada tahun 2020 dan mulai membaik pada tahun 2021 pasca covid-19 lalu terdapat inflasi dan suku bunga yang tinggi pada tahun 2022. KAJIAN LITERATUR Teori Sinyal (Signaling Theor. Menjabarkan bagaimana suatu badan usaha memberi kode atau sinyal kepada piha-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan terutama untuk penanam modal supaya mau berinvestasi. (Spence. Analisis Rasio Keuangan Menurut (Hutabarat, 2023, p. laporan keuangan dengan perbandingan antar perkiraan pada Laporan Posisi Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisni. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 Keuangan atau Laporan Laba-Rugi. Financial Distress (Hutabarat, 2021, p. , financial distress merupakan situasi sebuah badan usaha tidak mampu membayar utangnya kepada kreditur karena kesulitan likuiditas. Profitabilitas (Munawir, 2014, p. , merupakan perbandingan untuk menghitung laba yang diperoleh dari pengunaan ekuitas dalam aktivitas operasional suatu badan usaha. Leverage Rasio ini menangani kesanggupan suatu entitas memperhitungkan seluruh hutangnya dengan jangka jatuh tempo yang sudah ditetapkan oleh kreditur (Ross, 2015, p. Likuiditas Kesanggupan badan usaha untuk membayar kewajiban jangka pendek tepat (Kasmir, 2016, p. Ukuran Perusahaan Ukuran dari badan usaha yang dapat di lihat dari skala ekuitasnya, omset jualnya atau nilai asetnya (Riyanto, 2013, p. Hubungan Antar Perumusan Hipotesis Variabel Pengaruh Return On Assets (ROA) terhadap financial distress Adanya pengaruh ROA dapat menggambarkan tentang keandalan entitas untuk mengelola hartanya dengan baik untuk mendapatkan keuantungan. Laba bersih yang tinggi mampu menarik investor dalam menginvestasikan dananya ke dalam perusahaan sehingga memiliki operasional dan memenuhi kewajiban ROA yang tinggi merupakan sinyal positif untuk pihak internal dan eksternal, sehingga semakin tinggi nilai ROA maka secara finansial badan usaha lebih stabil. Sesuai dengan (Hanifah Martini & Setyawasih, 2. H1: ROA secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress Pengaruh debt to assets terhadap financial distress Adanya pengaruh DAR menunjukkan perusahaan terhadap total asetnya. Ketika badan usaha sangat mengandalkan utang untuk mendanai kegiatan operasional nya maka akan menimbulkan kewajiban yang lebih besar dimasa mendatang sehingga entitas mengalami kesulitan membayar bunga atau mengatasi utangnya yang mungkin akan menghadapi risiko kebangkrutan, sehingga semakin tinggi nilai DAR suatu entitas maka akan semakin besar risiko financial distress yang akan dihadapi entitas itu. Ini sesuai dengan penelitian (Hanifah Martini & Setyawasih, 2. Namun, jika entitas menggunakan dana hasil pinjaman dengan baik dalam pendanaan aset untuk mendapatkan keuntungan maka financial distress dapat dihindari, yang akan menjadi sinyal positif bagi pihak internal dan eksternal. Sependapat dengan (Sudaryo et al. , 2. H2: Debt to assets ratio secara parsial berpengaruh signifikan terhadap financial distress Pengaruh current ratio terhadap financial distress Adanya pengaruh CR menunjukkan kesanggupan entitas dalam memenuhi Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisni. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan utang lancarnya. Jika perusahaan memiliki dana disimpan di bank terlalu besar dapat mengalami penurunan nilai uang seiring berjalannya waktu yang dimana juga ketika dana tersebut tidak diinvestasikan berarti perusahaan kehilangan potensi dalam memperoleh keuntungan untuk keperluan produktif. Begitu pula dengan piuang yang terlalu tinggi maka akan menyebabkan kredit macet. Sama halnya dengan persediaan, jika nilainya terlalu tinggi akan mengakibatkan beban tambahan seperti biaya perawatan, biaya penyimpanan dan biaya lainnya. Sehingga semakin tinggi nilai CR suatu badan usaha maka semakin kecil badan usaha mampu melunasi utang lancarnya. Jika perusahaan tidak mampu memenuhi utang lancarnya maka peluang terjadinya kebangkrutan bertambah besar. Sesuai hasil penelitian (Sarina et al. , 2. H3: Current ratio secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 H4: Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Pengaruh ROA. DAR. CR. Ukuran Perusahaan terhadap financial (Hutabarat, 2021, p. , financial distress yakni suatu keadaan ketika entitas tidak mampu membayar utangnya kepada pemberi pinjaman . (Dewi Utari, 2014, p. ketidakmampuan aset perusahaan untuk memenuhi utangnya. Saat badan usaha menghadapi financial distress, maka aset perusahaan tidak dapat menutupi utang keuangannya dan mungkin mengalami keberlangsungan usahanya. Oleh karena itu, financial distress merupakan indikator buruk bagi kinerja keuangan suatu H5: ROA. DAR. CR, dan ukuran mempunyai pengaruh signifikan terhadap financial distress . Pengaruh Perusahaan terhadap financial distress Adanya menyatakan gambaran besarnya total harta yang dimiliki suatu entitas dimana jika ukuran badan usaha yang besar berarti perusahaan memiliki jumlah harta yang lebih banyak sehingga dapat menarik mendapatkan pinjaman serta lebih banyak sumber daya untuk mengelola risiko yang mengkin terjadi sehingga, semakin besar ukuran sebuah entitas, maka entitas dapat menghindari terjadinya financial distress. Di perkuat dengan hasil pengolahan data (Rita Meiriyanti. Efriyani Sumastuti. Gambar 2 Kerangka Pemikiran Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisni. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 METODOLOGI PENELITIAN Definisi Operasional Variabel Variabel Dependen (Y) . Financial distress (Y) (Hutabarat, 2021, p. Financial distress yaitu keadaan entitas tidak bisa melunasi kewajibannya kepada kreditur. Rumusnya menggunakan persamaan Altman: Z-Score = 1,2X1 1,4X2 3,3X3 0,6X4 1,0X5 Keterangan: X1 = Working Capital / Total Assets X2 = Retairned Earning / Total Assets X3 = EBIT / Total Assets X4 = Market Value of Equity / Book Value of Liabilities X5 = Total Sales / Total Assets Variabel Independen (X) . Return on assets (X. (Sirait, 2017, p. , yaitu menggambarkan kesanggupan perusahaan untuk mendapatkan laba dari sumber daya . yang tersedia. Penghitungannya dengan cara: ROA= Laba Bersih Total Aset e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 dan biaya-biaya lainnya. Rumus nya Aset Lancar CR= Utang Lancar . Ukuran perusahaan (X. (Riyanto, 2013, p. , yaitu di ukur dari nilai ekuitasnya, omset penjualannya atau jumlah assetnya. Memakai Rumus: Ukuran Perusahaan = Ln (Total Ase. Sejumlah 87 badan usaha sub sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 menjadi populasi. Metode sampel purposif digunakan untuk pengambilan sampel dengan 13 entitas. Metode pengumpulan data memakai studi pustaka, observasi dan dokumentasi. Dalam metode analisis data memakai analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien parsial . dan uji koefisien determinasi (R. Uji parsial . dan uji simultan . ji F) digunakan untuk menguji hipotesis. HASIL ANALISIS DATA Debt to assets ratio (X. (Limbong et al. , 2023, p. , adalah ratio untuk memperlihatkan perbandingan jumlah hutang dengan jumlah asset. Menggunakan rumus: DAR= Tabel 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Total Utang Total Aset . Current ratio (X. (Adhani et al. , 2023, p. , adalah yang digunakan menilai kemampuan entitas bisnis untuk membayar utang lancarnya , seperti hutang dan biaya gaji Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisni. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 Table. 1 diatas dapat disimpulkan bahwa ROA dan Financial Distress (FD) bersifat heterogen. DAR,CR dan UK bersifat homogen atau nilai simpangan baku memiliki tingkat nilai rendah. Uji Asumsi Klasik Memenuhi atau tidak terjadi penyimpangan terhadap uji asumsi klasik yang dilakukan . Tabel 2 Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil pengujian tabel 3 diketahui besarnya r2 pada ROA sebesar 60,68% determinasi parsial return on assets yakni sebesar . Besarnya pengaruh DAR sebesar 61,31% yang diperoleh dari koefisien determinasi parsial untuk DAR yaitu sebesar . Besarnya pengaruh CR . urrent rati. sebesar 22,09% hasil dari koefisien determinasi parsial untuk variabel current ratio yaitu . Besar nya pengaruh UK . kuran perusahaa. sebesar 1,82% diperoleh dari determinasi parsial untuk UK yaitu (-0,. Dapat disimpulkan hasil persentase paling rendah sebesar 1,82% UK secara parsial tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Dapat menjadikan variabel lain atau menambah variabel lebih mendukung terhadap pengaruh financial distress. Tabel 4 Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial (R. Dari hasil analisis table Tabel 3 Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial . Dari tabel menunujukkan variabel ROA. DAR. CR, dan UK senilai 90,4% dan sisanya 9,6% dikaitkan dengan variabel lain diluar model yang tidak Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisni. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 Tabel 5 Hasil Uji Parsial (Uji . Pada table 5 dapat dilihat untuk hasil uji parsial ROA berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai thitung ( 9. besardari t table . dan sigifikansi kecil dari 5%, sehingga hipotesis pertama ditolak. Untuk hasil uji DAR memperlihatkan 736 untuk t hitungnya dengan tingakat signifikan masih dibawah lima persen, dan menunujukan arah negative sehinga untuk hipotesis kedua di Untuk CR dengan nilai t hitung nya 121 masih di atas nilai t table dengan level sig nya dibawah 0,005, mempunyai arah positif dan ini sesuia dengan hipotesis ketiga. Uji Ukuran menggambarkan tidak adanya pengaruh negatif dan juga tidak signifikan. Sehingga tidak sesuai dengan hipotesis e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Tabel 6 Hasil Uji Simultan (Uji F) Pengujian data pada tabel 6 diatas diketahui nilai Fhitung : 151,674, dan F table didapat nilai 2,52 sehingga dapat disimpulkan bahwa Fhitung 151,674 > Ftabel 2,52 yang artinya bahwa H0 ditolak dan Ha diterima dan signifikansi 0,000. Menunjukan bahwa Return On Aset. Debt to Aset Ratio. CR, dan UP secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap financial distress yang diukur dengan Altman Z-Score. Dapat disimpulkan penelitian ini mendukung hipotesis kelima sehingga H5 diterima. PEMBAHASAN Pengaruh terhadap financial distress Dari pengolahan data didapat bahwa ROA secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Berarti semakin tinggi ROA kemungkinan untuk bangkrut pun tinggi, tidak sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan. Dimana hipotesisi pertama menyebutkan berpengaruh negative dan signifikan. Entitas dengan kemampuan tingkat keuntungan yang tinggi namun kurang bisa menjaga arus kasnya dengan baik Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisni. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 sehingga perusahaan tidak bisa memenuhi utangnya maka dapat menurunkan nilai Altman Z-Score, jika nilai Z-Score semakin rendah dapat meningkatkan kondisi financial Mendukung penelitian (Sudaryo et , 2. Namun tidak sesuai dengan (Hanifah Martini & Setyawasih, 2. Pengaruh debt to assets terhadap financial distress Hasilnya DAR secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Rasio hutang dengan aset yang dimilikinya. Pembiayaan perusahaan dengan utang mempunyai pengaruh . Jika badan usaha mengelola utangnya dengan baik untuk membiayai kegiatan operasionalnya yang dapat meningkatkan penjualan sehingga memperoleh keuntungan, maka dapat menghindari penggunaan utang yang berlebihan sehingga terjadinya financial distress semakin kecil. Namun sebaliknya, jika tidak mengelola utangnya secara efektif maka akan menimbulkan biaya bunga yang dapat mengurangi laba entitas. Keuntungan yang terus mengalami penurunan berdampak pada potensi terjadinya financial distress. Ini mendukung penelitian (Sudaryo et al. , 2. , tetapi bertolak belakang dengan (Hanifah Martini & Setyawasih, perbandingan jumlah kewajiban jk pendek dengan jumlah asset lancer. Aset lancar seperti kas dapat menimbulkan beban tambahan dalam Begitu juga dengan piutang, jika nilainya terlalu tinggi maka perusahaan akan berpotensi terjadinya gagal bayar dari konsumen dan menjadikan beban tambahan untuk mengakibatkan laba perusahaan menjadi berkurang dan dapat berada dalam kondisi financial distress. Sehingga semakin tinggi nilai CR maka semakin tinggi potensi terjadinya financial Hal ini menguatkan pendapat (Sarina et al. , 2. Tidak sejalan dengan (Hanifah Martini & Setyawasih. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap financial distress Ukuran perusahaan secara parsial tidak mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Jumlah harta tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk menentukan entitas menghadapi financial distress. Mendukung penelitian sebelumnya (Suryani, 2. Bertolak belakang dengan (Rita Meiriyanti. Efriyani Sumastuti, 2. Pengaruh return on assets debt to assets ratio, current ratio, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress Pengaruh current ratio terhadap financial distress Rasio lancer (CR) secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress . Rasio Variabel independen yaitu ROA. DAR. CR, dan UP secara bersama-sama terhadap financial distress . Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisni. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 02 Tahun 2024 KESIMPULAN Variabel yang sesuai dengan hipotesis adalah DAR dan CR dan untuk ROA serta ukuran perusahaan tidak sesuai dengan hipotesis. SARAN