Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 FINGER PAINTING DENGAN PEWARNA AROMA BUAH-BUAHAN: TERAPI DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Yulianto1. Stri Agneyastra Dite2 . Much. Sofwan Zarkasi 3 1, 2 Institut Seni Indonesia Surakarta yuliantomurni@isi-ska. id, 2stri@isi-ska. id, 3zarkasi@isi-ska. ABSTRAK Sanggar Inklusi Anugerah Aulia merupakan ruang pelayanan terpadu tumbuh kembang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang membantu orang tua dalam mengetahui permasalahan pada anak secara tepat dan akurat, sehingga diperoleh penatalaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan ABK dan keluarga. Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak warga ABK di sekitar sanggar yang belum berkenan bergabung. Indikasi utama kegiatan atau layanan yang diberikan oleh sanggar bersifat umum yakni cenderung pada kegiatan terapis dasar. Kegiatan berbasis keterampilan yang mampu meningkatkan kemampuan ABK, lebih khusus di bidang seni rupa sebagai sarana pengembangan diri masih sangat minim dilakukan. Workshop Finger Painting dengan pewarna aroma buahbuahan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan motivasi secara langsung pada penyandang disabilitas khususnya dalam upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan workshop ini menerapkan metode multi sensori dengan pendekatan bermain. Kegiatan workshop dirancang untuk memberikan dampak positif yang holistik: . pelaksana memperoleh ruang untuk melakukan pengabdian masyarakat atas ilmu yang telah ditemukan dan diolah di laboratorium kampus. teman-teman ABK binaan Sanggar Inklusi Anugerah Aulia mendapatkan pengetahuan. pengalaman, art terapi, berkarya dan motivasi untuk terus berkreativitas . pengurus sanggar memperoleh upgrading ilmu hingga bekal untuk memetakan kembali pelayanan berbasis art terapi atau keterampilan di bidang seni rupa. karya yang dihasilkan oleh ABK dalam workshop ini mampu hadir sebagai pemicu lahirnya produk-produk kreatif dan estetik yang terhimpun dalam layanan Sanggar Inklusi Anugerah Aulia. Kata Kunci: finger painting, multi sensori. ABK Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. ABSTRACT The AoAnugerah AuliaAo Inclusive Art Studio is an integrated service space for the growth and development of Children with Special Needs (ABK) that assists parents in finding problems in children precisely and accurately so that management is obtained following the needs of ABK and family. The problem faced is that there are still many ABK residents around the studio who are not willing to join. The studio's main indication of activities or services in general, namely, tending to basic therapist activities. Skill-based activities that can improve the abilities of ABK, more specifically in the field of fine arts as a means of self-development, are still very minimally carried out. The Finger Painting Workshop with fruit scent dyes was carried out to provide direct motivation to people with disabilities, especially to improve the fine motor skills of children with special needs. The method used in this workshop activity applies a multi-sensory method with a play approach. The workshop activities are designed to have a holistic positive impact: . the organizers get space to do community service on the knowledge that has been discovered and processed in the campus laboratory. ABK friends fostered by the AoAnugerah AuliaAo Inclusive Studio gained knowledge. experience, art therapy, work and motivation to continue to be creative . studio administrators acquire knowledge upgrading to be provided to remap services based on art therapy or skills in the field of fine arts. The works produced by ABK in this workshop can be present as a trigger for the birth of creative and aesthetic products collected in the Aulia Award Inclusion Studio service. Keywords: finger painting, multi-sensory. ABK Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENDAHULUAN Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang, mulai dari sumber daya alam, industri, pendidikan, seni/budaya, maupun perekonomian. Secara keseluruhan, setiap aspek potensial di Kabupaten Sukohajo dikelola dengan baik, salah satunya adalah kepedulian Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terhadap masyarakat disabilitas. Bergerak dengan dimotori Dinas Sosial. Bupati Sukoharjo mendorong tumbuhnya komunitas atau sanggar-sanggar inklusi di setiap kecamatan dan kelurahan/desa yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Dilansir pada portal berita Provinsi Jawa Tengah. Bupati Sukoharjo menegaskan bahwa dengan adanya sanggar inklusi dan pembangunan gedung, diharapkan mampu membuat penyandang disabilitas dan ABK (Anak Berkebutuhan Khusu. di Kabupaten Sukoharjo memiliki kemampuan, keterampilan, dan kesetaraan seperti anak-anak lainnya . Salah satu sanggar inklusi di Kabupaten Sukoharjo adalah Sanggar Inklusi Anugerah Aulia yang letaknya berdekatan dengan Kota Surakarta. Sanggar ini beralamat di Gang Berlian. Cemani. Grogol. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah. Sanggar Inklusi Anugerah Aulia dibentuk pada tahun 2015 oleh kelompok ibu-ibu . tau ibu rumah tangg. yang telah dianugerahi putra-putri ABK. Tahun 2016 sampai 2020 kelompok tersebut berkembang menjadi pusat layanan ABK dalam bentuk sanggar yang mana selama proses perintisan, sanggar ini memiliki sekretariat di Puskesmas Cemani. Adanya respons positif Bupati Sukoharjo atas segala upaya dan kerja keras para pengurus sanggar inklusi tersebut, pada tahun 2021 melalui dana APBD. Bupati memberikan bantuan uang untuk pendirian gedung khusus sanggar inklusi Kecamatan Grogol. Kabupaten Sukoharjo. Januari 2022 pembangunan gedung Sanggar Inklusi Anugerah Aulia selesai dan diresmikan langsung oleh Bupati Sukoharjo. Gedung sanggar ini berada tepat di tengah-tengah pemukiman warga dan dekat dengan gedung olahraga bulu tangkis Kelurahan Grogol. Struktur bangunannya memiliki banyak jendela kaca dan teras yang ramah pengunjung. Fasilitas yang ada dalam sanggar ini pun cukup lengkap, dimana terdapat ruang terapis tunadaksa atau CP, ruang terapis tunarungu wicara, ruang terapis autis, kamar mandi ramah difabel, perlengkapan terapis, serta mainan anak-anak. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. Sanggar ini memiliki 4 tenaga terapis profesional yang ditunjuk langsung dari dinas sosial, meliputi: dua tenaga fisioterapi dan dua tenaga terapis down syndrome sebagai bagian dari pemenuhan pelayanan. Para tenaga terapis ini didatangkan dan dimonitoring langsung oleh dinas sosial pusat. Dengan demikian, tanpa adanya tenaga terapis, pengurus non tenaga terapis yang berada di sanggar tidak diperkenankan untuk memberikan layanan terapi. Masyarakat ABK binaan sanggar ini pada bulan Mei 2022 tercatat kurang lebih berjumlah 30 orang. Adanya fasilitas yang cukup lengkap dan didukung oleh tenaga terapis yang profesional namun keberlangsungan sanggar ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu yang diantaranya yakni di bidang pengembangan keterampilan, di mana rutinitas yang AuajegAy memicu rasa bosan beberapa ABK di sanggar khususnya pasca dilakukannya terapi. Pengelola sanggar yang mayoritas merupakan ibu-ibu berusia paruh baya sehingga informasi terkait eksistensi layanan sanggar ini juga belum terekspos secara baik dan aktif. Hal ini terbukti masih ada banyak ABK di sekitar sanggar yang enggan bergabung. Permasalahan-permasalahan tersebut perlu menjadi perhatian untuk ditemukan solusinya, sebab apabila dibiarkan begitu saja akan berdampak besar terhadap perkembangan jangka panjang sanggar ini terutama karena Sanggar Inklusi Aulia merupakan salah satu tempat pelayanan masyarakat ABK di Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya. Melihat permasalahan tersebut, perlu adanya gerakan positif yang aktif, energik, dan sesuai dengan kebutuhan ABK untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu solusi berjangka waktu yang dapat diterapkan adalah terapis ataupun pengurus sanggar mampu menerapkan ilmu seni dan budaya yang mana dapat menjadikan kegiatan pelayanan ABK di sanggar ini tidak monoton. Fasilitas berupa gedung yang ramah lingkungan harus dapat dimanfaatkan untuk menampung ABK, salah satunya yang memiliki ketertarikan di dunia seni rupa. Workshop finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan merupakan kegiatan di bidang seni rupa, telah memicu kreativitas ABK binaan sanggar Inklusi Anugerah Aulia. Workshop ini dilakukan bukan semata-mata mengajak ABK untuk berkarya seni rupa, tetapi juga dapat diselaraskan dengan program layanan utama sanggar tersebut. Workshop ini hadir sekaligus sebagai upaya peningkatan kemampuan motorik halus bagi ABK. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Workshop ini berjalan dengan lancar dan berhasil menerapkan kegiatan sesuai dengan rancangan awal. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang holistik, yakni: . Pelaksana memperoleh ruang untuk melakukan pengabdian masyarakat atas ilmu yang telah diolah di laboratorium kampus. ABK binaan Sanggar Inklusi Anugerah Aulia mendapatkan pengetahuan, pengalaman, art therapy, berkarya, dan motivasi untuk terus . Sanggar dan pengurus sekolah memperoleh upgrading ilmu sebagai bekal untuk memetakan kembali pelayanan berbasis art therapy atau keterampilan berbasis seni rupa sehingga dapat menjadi ciri khas daripada produk layanan Sanggar Inklusi Anugerah Aulia. METODE Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini hadir sebagai langkah alternatif untuk menguatkan motivasi peserta didik dalam menuangkan ekspresi melalui kegiatan berkarya seni yang bersifat art therapy. Art therapy sendiri menurut British Association of Art Therapists (Edwards, 2. merupakan suatu bentuk terapi dengan menggunakan materi seni sebagai ekspresi diri dan refleksi dengan bantuan terapis. Blomdahl dkk. menjelaskan bahwa ada dua fase dalam art therapy yaitu fase pembuatan karya seni dan fase verbalisasi. Fase pembuatan karya seni memberikan kesempatan bagi individu untuk mengekspresikan perasaannya, serta mengeksplorasi pengalaman di masa lalu dan harapan di masa depan. Fase selanjutnya yaitu fase verbalisasi memberikan kesempatan bagi klien untuk menyampaikan hasil karyanya tersebut dalam bentuk narasi, serta memberikan kesempatan bagi terapis untuk mengklarifikasi makna pribadi dari hasil karya individu tersebut. Fokus pengaplikasian materi pada kegiatan ini berupa finger painting. Pemilihan materi tersebut dipahami sebagai kegiatan yang dinamis dan sesuai untuk peserta ABK dengan berbagai jenis ketunaan. Siti Aisyah . menjelaskan finger painting adalah salah satu bentuk menggambar yang berharga dan merupakan ekspresi spontan. Lebih dari itu, menurut Amelia Sofyan . , finger painting adalah teknik melukis dengan Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. tangan secara langsung menggunakan adonan warna. Workshop ini merujuk pada dua penjelasan tersebut dan menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik di sanggar Inklusi Anugerah Aulia yang menghimpun beberapa jenis ketunaan . unarungu, tunagrahita, tuna daksa, dan auti. Proses pengaplikasian teknik lukis finger painting pada workshop ini melakukan inovasi terkait dengan media pewarna. Bahan pewarna yang digunakan dalam praktik workshop ini dilakukan inovasi berupa memberikan aroma buah-buahan pada tiap warna yang digunakan. Inovasi media berupa adanya aroma buah tersebut diharapkan mampu memberikan daya tarik dan merangsang pengindraan yang dimiliki ABK. Aroma buah yang dari setiap cat secara tidak langsung akan memberikan jembatan memori untuk memahami jenis warna, seperti pengenalan warna dapat digolongkan melalui aroma jenis buah tertentu. Dalam proses penerapan warna, yang tampil bukan sebatas dinikmati oleh indra penglihatan melainkan mampu dipahami juga oleh indra penciuman. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan workshop ini yakni metode multi sensori dengan pendekatan bermain. Metode multisensori dikenal juga sebagai metode sistem fonik-visual auditory-kinestetik yang dikembangkan oleh Gillingham dan Stillman (Gearheart, 1976:. Multisensori artinya memfungsikan seluruh indera sensori . ndera penangka. dalam memperoleh kesan-kesan melalui perabaan, visual, perasaan, kinestetis, dan pendengaran. Dengan mengembangkan berbagai kemampuan pengamatan yang dimiliki oleh seseorang, guru memberikan rangsangan melalui berbagai modalitas sensori yang dimilikinya. Metode multisensori meliputi kegiatan menelusuri . , mendengarkan . , menulis . , dan melihat . Penerapan metode multi sensori ini diterapkan bukan semata-mata harus melibatkan semua indra dalam prosesnya. Melainkan metode tersebut didudukkan sebagai salah satu strategi dan alternatif untuk mengoptimalkan kemampuan indra yang dimiliki ABK dalam penciptaan karya. Selama proses workshop, pelaksanaan kegiatan tidak sepenuhnya berjalan mandiri. Workshop ini menjadi bagian dari upgrading pengetahuan para pendidik di Sanggar Anugerah Aulia, sehingga selama proses workshop pelaksana bekerjsama untuk melibatkan para tenaga terapis, seperti: . Melakukan asesmen kepada ABK yang mampu mengikuti kegiatan workshop, . Melakukan pengawasan penuh para ABK selama workshop Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 berlangsung, . Terlibat langsung dalam aplikasi pendekatan bermain dalam workshop finger painting ini. Adanya inovasi dan kerjasama yang positif, aktif, proaktif dan energik pada kegiatan ini, diharapkan menjadi awal untuk ada kegiatan yang berkelanjutan antara institusi pelaksana dan mitra. Media pewarna yang diterapkan dalam kegiatan ini belum dijual secara umum di Aroma buah yang muncul pada tiap warna merupakan hasil pencampuran antara medium perekat, sabun cair aroma buah, dan cat akrilik dengan kualitas pigmen yang Beberapa alat dan bahan dalam workshop ini disajikan dalam kolom berikut: Alat Sendok Pisau palet . Ember Thinwall plastik Gunting/ Cutter Double tape Kain Lap Masking Tape Penggaris Bahan Cat akrilik . arna: merah. Sabun cuci piring cair aroma buah Lem Fox Air Kertas Duplex Styrofoam Workshop finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: Asesmen sekaligus pemilihan ABK yang layak untuk mengikuti workshop. Persiapan alat bahan. Pengenalan teknik dan bentuk workshop secara teori pada peserta . ulai dari persiapan, keamanan kerja, membuat bahan pewarna finger painting dengan aroma buah-buahan, contoh penerapan teknik-teknik finger-paintng, aplikasi warna pada kertas secara bertahap, dan finishin. Demonstrasi teknik yang di workshop-kan . ateri prakti. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. Pelaksanaan praktik untuk peserta . ulai dari persiapan, keamanan kerja, membuat bahan pewarna finger painting dengan aroma buah-buahan, aplikasi warna pada kertas secara bertahap, merespon dan membentuk objek, serta finishin. Apresiasi hasil karya dengan cara berdialog, presentasi perwakilan dari peserta dan pameran hasil workshop. HASIL DAN PEMBAHASAN Tempat dan Waktu Kegiatan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diadakan di Sanggar Inklusi Aulia. Gang Berlian. Cemani. Grogol. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah pada tanggal 30 Juli 2022 dan 4 September 2022. Pemilihan lokasi PKM di Sanggar ini dinilai tepat untuk pengembangan ilmu yang dimiliki oleh pelaksana khususnya aktif di dunia pendidikan ABK. Saggar ini relatif baru sehingga kesempatan untuk menyalurkan pengetahuan sangat terbuka luas. Kegiatan PKM di sanggar ini diharapkan ke depannya terjalin kerja sama lainnya antara ISI Surakarta dengan sanggar-sanggar inklusi di Kabupaten Sukoharjo. Hasil Capaian Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang workshop finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan sebagai bentuk salah satu terapis untuk meningkatkan kemampuan motorik halus ABK di Sanggar Inklusi Aulia, pelaksana membuat beberapa tahapan agar pelaksanaan dapat terselenggara dengan baik dan tepat Adapun beberapa tahapan dalam pelaksanaan PKM ini sebagai berikut: Observasi Tahapan yang dimaksud adalah meninjau secara langsung atau observasi ke sanggar dan mengajukan proposal serta memberi gambaran tentang kegiatan yang akan dilaksanakan kepada ketua sanggar inklusi. Selain memberikan gambaran tentang pelaksanaan kegiatan workshop finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 pelaksana juga melakukan wawancara kepada ketua sanggar mengenai kemampuan peserta ABK di Sanggar Inklusi Anugerah Aulia dalam pengembangan keterampilan, pengalaman berkarya seni rupa khususnya praktik finger painting, hingga karakteristik peserta ABK yang aktif rutin mengikuti kegiatan sanggar. Observasi ini perlu dilakukan agar pelaksana mampu menentukan strategi akan metode pembelajaran serta memahami kebutuhan di lapangan terhadap kegiatan workshop finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan Tahap Koordinasi Kelancaran dan kesuksesan kegiatan workshop ini bukan semata kerja keras pelaksana, melainkan adanya kerjasama yang jelas, aktif, dan proaktif dengan beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Adapun hasil koordinasi yang telah dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan workshop finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan sebagai berikut. Hasil Koordinasi Tanggal Pelaksanaan 28 Juli 2022 29 Juli 2022 30-31 Juli 2022 1 Agutus 2022 2 Agustus 2022 4 September 2022 Perihal Rapat koordinasi - Pembuatan cat/pewarna finger painting - Pembuatan contoh karya finger painting Pelaksanaan workshop Display karya Pameran hasil workshop Pembukaan Pameran Karya hasil workshop - Penutupan pameran - Penurunan karya - Evaluasi Secara keseluruhan proses persiapan hingga terselenggaranya rangkaian acara workshop ini berjalan dengan lancar. Sistem koordinasi yang dibangun dalam proses penyelenggara ini bertumpu pada etika sesuai dengan kepantasan budaya setempat. Proses koordinasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan workshop ini, dilakukan dengan cara langsung dan tidak langsung. Proses koordinasi langsung, pada praktiknya diawali dengan cara mengurus perizinan kepada pihak yang dituju kemudian dilanjutkan dengan Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. penjadwalan janji temu. Ketika jadwal telah disepakati bersama, maka diskusi secara langsung dirasa sesuai/layak untuk dapat dilakukan. Hal tersebut penting diperhatikan agar proses diskusi dan kesepakatan dari dua belah pihak, baik itu pelaksana maupun pihakpihak yang terkait dalam workshop ini mampu dilaksanakan dengan nyaman/maksimal tanpa ada waktu yang dirugikan. Sedangkan koordinasi secara tidak langsung dilakukan dengan jalan berkomunikasi melalui gadget seperti aplikasi WhatsApp, email, dan telepon Pelaksanaan Kegiatan Tanggal 29 Juli 2022 Rangkaian kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dengan beberapa mahasiswa Prodi Seni Murni FSRD ISI Surakarta di tanggal 28 Juli 2022 mengenai gambaran umum kegiatan workshop. Pelibatan mahasiswa sebagai asisten pemateri pada kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill mahasiswa, terutama di bidang komunikasi dan koordinasi, yang diuji langsung dengan terjun ke dalam masyarakat. Pada tanggal 29 Juli 2022 pelaksana melakukan kegiatan pra-workshop kepada mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan ini berupa pembuatan cat/pewarna finger painting dengan aroma buah-buahan serta dilanjutkan pembuatan contoh-contoh karya yang akan digunakan sebagai acuan dalam kegiatan workshop ini. Adapun prosedur pembuatan cat/pewarna dalam acara workshop ini, yaitu: Persiapan alat dan bahan Mencampur LEM FOX dengan cat akrilik warna primer Mencampurkan adonan . em fox dan cat akrili. dengan sabun cuci piring cair beraroma buah . eruk/stroberi/ape. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Gambar 1. Proses pembuatan bahan pewarna/cat finger painting dengan aroma buahbuahan. (Foto: Oktaviani. Juli 2. Setelah pewarna/cat finger painting dengan aroma buah-buahan siap, kemudian mahasiswa diarahkan untuk mempelajari teknik-teknik melukis finger painting mengacu pada karya-karya yang sebelumnya telah dibuat oleh pelaksana. Atensi mahasiswa cukup antusias, pasalnya untuk pertama kalinya praktik melukis finger painting dengan cat atau pewarna yang telah dibuat sendiri. Proses pembuatan karya-karya finger painting yang dilakukan oleh mahasiswa ini tidak hanya terbatas sebagai contoh acuan workshop, melainkan dapat juga memberikan pengetahuan dan pengalaman berkarya finger painting. Dengan demikian, mahasiswa selaku asisten pemateri dalam workshop finger painting, dapat hadir secara aktif dalam menghadapi ABK sebagai peserta workshop yang mengalami kesulitan. Tanggal 30-31 Juli 2022 Gambar 2 . Persiapan pembuatan cat. (Foto: Yulianto. Juli 2. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. Gambar 3. Pembukaan kegiatan PKM (Foto: Oktaviani. Juli 2. Sabtu tanggal 30 Juli 2022, pelaksanaan hari pertama AuWorkshop Finger Painting Dengan Pewarna Aroma Buah-BuahanAy. Kegiatan ini dimulai pukul 09. 00 WIB dan dibuka oleh Ibu Sriyani selaku ketua Sanggar Inklusi Anugerah Aulia. Workshop hari pertama berisi mengenai pengantar umum melukis finger painting, jenis cat yang digunakan, teknik melukis, dan medium-medium pendukung yang digunakan. Workshop hari pertama diikuti oleh 20 peserta ABK campuran meliputi tunarungu, tunadakasa, tunagrahita, dan autis. Umur ABK cukup beragam mulai dari umur 5-17 tahun. Pada hari pertama, materi pengenalan melukis finger painting diterapkan sebagai sarana asesmen kemampuan dasar para peserta workshop. Dengan demikian materi-materi yang disampaikan cukup dengan melakukan eksplorasi dari cat yang disediakan. Peserta workshop ditekankan untuk berani mencoba dan mengenali karakteristik pewarna dan teknik yang nyaman untuk digunakan dalam berkarya. Dalam tahap pengenalan ini disambut dengan antusias oleh para peserta, hal ini terlihat peserta tidak segan untuk meminta kertas baru untuk membuat karya lagi. Minggu tanggal 31 Juli 2022, workshop diikuti oleh peserta 10 ABK pilihan dari hasil asesmen di hari sebelumnya. Workshop pada hari ke-2 berjalan dengan lancar, dimana setiap pesertsa mampu memahami instruksi yang diberikan dengan cepat dan tepat. Karya yang dihasilkan oleh peserta workshop pada hari kedua ini mendapatkan hasil yang maksimal dan lebih baik daripada karya yang dibuat sebelumnya. Sebagian besar peserta tunarungu mampu menampilkan bentuk-bentuk objek yang jelas seperti: tokoh kartun, hewan, mobil, bunga, dan pohon. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Gambar 4 . Workshop finger painting dengan pewarna aroma buah-buahan (Foto: Oktaviani. Juli 2. Gambar 5 . Hasil karya workshop (Foto: Oktaviani. Juli 2. Tanggal 1 Agustus 2022 : Display Karya Selain melaksanakan pelatihan melukis dengan teknik finger painting, kegitan PKM ini juga membangun ruang presentasi dan apresiasi seni melalui kegiatan pameran karya seni hasil workshop. Ruang apresiasi ini menjadi rangkaian penting kegiatan ini dengan tujuan untuk menghidupkan ruang apresiasi seni pada khalayak umum terhadap proses kreatif ABK Sanggar Inklusi Anugerah Aulia. Proses display karya diawali dengan melakukan kurasi karya terbaik dari peserta Proses kurasi cukup menjadi perhatian bagi tim PKM ini, sebab karya-karya yang dihasilkan dalam kegiatan workshop cukup kompetetif. Secara keseluruhan setiap peserta mampu menerapkan materi workshop dengan maksimal sehingga selain variatif, karya-karya yang dihadirkan sangat ekpresif, unik, dan mampu membangun nilai-nilai Dengan mempertimbangkan kapasitas ruang, beserta ragam ukuran karya hasil workshop, terpilih sebanyak 22 karya. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. Gambar 4. Kurasi karya hasil workshop. (Sumber: Foto: Amirul, 2. Ruang pamer pada kegiatan ini, memanfaatkan ruang terapi tunadaksa. Ruang pamer cukup aplikaitif karena memiliki bentuk ruang dasar mengarah pada bentuk persegi dan ditunjang dengan dua akses pintu, sehingga mampu memberikan kenyamanan para apresiator dalam menikmati karya. Pada wilayah teknis pemasangan karya, setiap karya dipajang dengan mempertimbangkan jarak antar karya dan tinggi sudut pandang/mata para apresiator secara global. Teknis penentuan titik presisi pada dinding ruang pamer menggunakan alat alternatif berupa senar pancing yang dibentangkan pada sudut kanan kiri dinding ruangan. Secara keseluran pemasangan karya menerapkan teknik menempel dan media untuk menempelkan karya ke dinding berupa masking tape dan double tape. Gambar 5. Proses display karya untuk persiapan pameran. (Foto: Oktaviani. Agustus 2. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Tanggal 2 Agustus 2022 : Pembukaan Pameran Kegiatan pameran karya hasil workshop ini hadir sebagai media apresiasi antara para kreator . eserta worksho. , karya seni, dan para apresiator. Secara keseluruhan acara pembukaan pameran hasil karya workshop finger painting dengan pewarna aroma buahbuahan ini berjalan dengan baik dan lancar. Pameran ini secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dan didampingi oleh Kepala Desa Grogol beserta staf Kecamatan Grogol. Pameran ini mengundang dan menghadirkan tamu perwakilan dari 12 sanggar inklusi dari seluruh Kabupaten Sukoharjo sehingga acara berlangsung aktif dan ramai. Sekalipun dikemas dengan sederhana, pembukaan pameran ini sekaligus dipahami sebagai momentum positif. Setelah pameran hasil workshop telah resmi dibuka, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan diskusi terkait karya yang sedang dipamerkan. Acara diskusi diawali dengan sosialisasi cara pembuatan pewarna finger painting dengan aroma buah-buahan, teknik-teknik finger painting, karakteristik hasil karya workshop hingga keberlanjutan kegiatan PKM ISI Surakarta. Gambar 6. Pembukaan pameran hasil workshop. (Foto: Oktaviani. Agustus 2. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. Penutupan Pameran dan Evaluasi PKM Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan PKM ISI Surakarta di Sanggar Inklusi Anugerah Aulia di tanggal 4 September 2022. Pada kegiatan penutupan pameran berlangsung cukup menarik, di mana umumnya kegiatan ini ditandai dengan penurunan baliho atau banner informasi pameran serta pengemasan karya-karya yang telah Aktifitas tersebut tidak semua terjadi demikian, hal ini dikarenakan hasil karya yang telah dipamerkan dari pihak pengurus sanggar menghendaki karya tidak diturunkan dan tetap dipajang di dinding saja. Selain meringankan beban kerja kegiatan penutupan ini, tim pelaksana PKM ISI Surakarta senang atas respon postif dari pihak pengurus sanggar yang mana dapat dipahami kebermanfaatan kegiatan PKM ISI Surakarta di Sanggar Inklusi Anugerah Aulia. Sebagai bentuk rasa syukur atas kesuksesan kegiatan PKM ISI Surakarta ini, setiap peserta turut berpartisipasi dalam acara workshop telah disiapkan bingkisan berupa perlengkapan menggambar dan mewarnai. Evaluasi rangkaian acara PKM ISI Surakarta tahun 2022 ini berjalan begitu cair dan dirasa sangat akrab. Hasil evaluasi atas kegiatan ini secara keseluruhan telah memperoleh respon yang sangat positif. Wacana yang melekat berupa harapan untuk saling berkoordinasi dan diberikan kesempatan untuk bekerja sama dalam menyikapi para ABK baik dalam lingkup kecil maupun secara global. Gambar 3. Penutupan pameran dan pembagian doorprize (Foto: Oktaviani, 2. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENUTUP Kesimpulan Kegiatan PKM ISI Surakarta di Sanggar Inklusi Anugerah Aulia tahun 2022 telah berjalan dengan lancar dan berdampak positif secara holistik. Pelaksana memperoleh ruang untuk melakukan pengabdian masyarakat atas ilmu yang telah diolah di laboratorium kampus ISI Surakarta. Produk inovasi pembuatan media finger painting berupa pewarna aroma buah-buahan terbukti berkualitas, aman, dan nyaman digunakan oleh para ABK di Sanggar Inklusi Anugerah Aulia. Pelaksana memahami pentingnya koordinasi dan bersepakat dengan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan workshop ini. Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran yang luar biasa karena dapat lebih dekat dengan masyarakat disabilitas. ABK binaan Sanggar Inklusi Anugerah Aulia telah mendapatkan pengetahuan, pengalaman, art therapy, berkarya, dan motivasi untuk terus berkreativitas. Sebagian besar peserta workshop telah mengaplikasikan materi dengan baik, sehingga hasil karya yang ide/keinginan/angan/imajinasi, nilai-nilai estetika, dan karakteristik yang natural. Selama proses berkarya peserta workshop terlihat menikmati, antusias, dan penuh rasa yakin. Hal tersebut terbukti dengan memahami bahwa setiap peserta tidak berhenti berkarya pada satu lembar kertas . edia luki. melainkan paling sedikit 2 lembar atau bahkan hingga sampai 4 lembar kertas. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Yulianto, dkk. Finger Printing Dengan Pewarna Aroma Buah-buahan A. Kegiatan finger painting di Sanggar Inklusi Anugerah Aulia merupakan kegiatan perdana, akan tetapi mampu memacu motivasi dan keterampilan para peserta didik dalam Pengelola atau pengurus sanggar telah berhasil memperoleh upgrading pengetahuan dan keterampilan, yaitu: . Keterampilan cara pembuatan pewarna/cat finger painting aroma buah-buahan. Pembuatan karya seni lukis dengan teknik finger painting pada kertas. Metode pembelajaran dan asesmen peserta didik. Pentingnya pameran karya hasil kerja peserta didik mulai dari finshing karya, display karya, pembukaan hingga penutupan pameran. Pembuatan pewarna atau cat finger painting dengan aroma buah-buah layak untuk didistribusikan pada ABK, anak TK, dan SD. Pewarna atau cat ini hadir sebagai inovasi pewarna sekaligus medium alternatif berkarya yang tidak sebatas menekankan aspek visual warna namun juga mengandung aroma yang segar. Secara teknis cat atau pewarna ini mampu memberikan daya tarik tersendiri sehingga mampu menambah motivasi dan kenyamanan anak dalam praktek pembuatan karya seni. Pada tataran nilai ekonomi, pembuatan cat pewarna cukup terjangkau, dengan demikian menjadi layak untuk dikembangkan sebagai produk berwirausaha. Hadirnya kegiatan ini semoga memacu para pengurus sanggar untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan. Kegiatan finger painting pada ABK di Sanggar Inklusi Anugerah Aulia perlu terus dijalankan ataupun menjadi program khusus dalam pelayanan bidang pengembangan keterampilan seni rupa. Dengan demikian, program maupun hasil karya finger painting mampu menjadi ciri khas kegiatan/pelayanan Sanggar Inklusi Anugerah Aulia di antara sanggar inklusi lainnya. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 DAFTAR PUSTAKA