Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . Determinan Perilaku Food waste Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember Feni Novia Agustin1. Nathania Kristin Zalukhu1. Muhammad Helmi Setiawan1 Program Studi Agribisnis. Universitas Jember E-mail: feninoviaagstn@gmail. com, nathaniaakz@gmail. com, havedream31@gmail. Informasi Artikel Jurnal Javanica https://jurnal. id/java E-ISSN 2963-8186 https://doi. org/10. 57203/javanica. Draft awal 15 Juni 2026 Revisi 30 Juni 2026 Diterima 1 Juli 2026 Diterbitkan oleh Jurnal Javanica Program Studi Agribisnis Politeknik Negeri Banyuwangi ABSTRAK Food waste merupakan isu strategis berskala global dan nasional yang menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember secara akademis memiliki pemahaman yang baik mengenai sistem pangan, namun perilaku konsumsi mereka sehari-hari belum banyak terungkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku food waste pada mahasiswa tersebut dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui penyebaran kuesioner kepada 55 mahasiswa aktif. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku food waste mahasiswa. Sebaliknya, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku terbukti berpengaruh signifikan. Di antara ketiga variabel tersebut, persepsi kontrol perilaku menjadi faktor paling dominan dalam upaya mereduksi perilaku pemborosan makanan pada mahasiswa. Kata kunci: Food waste. Mahasiswa Pertanian. SEM-PLS. Theory of Planned Behavior. Kesadaran Lingkungan ABSTRACT Food waste is a critical global and national issue that causes substantial economic losses. Students at the Faculty of Agriculture. University of Jember, possess a strong academic understanding of the food system, yet their actual consumption behavior remains This study aims to assess the determinants influencing food waste behavior among these students using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework. A quantitative approach was employed through questionnaires distributed to 55 active students. Data were analyzed using Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that attitude does not significantly affect students' food waste In contrast, subjective norms and perceived behavioral control were found to have significant effects. Among all variables, perceived behavioral control emerged as the most dominant factor in reducing food waste behavior among students. Keywords: Food waste. Agriculture Students. SEM-PLS. Theory of Planned Behavior. Environmental Awareness. Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . PENDAHULUAN Kerugian pangan akibat sampah makanan merupakan tantangan global yang dihadapi oleh banyak negara saat ini. Setiap tahun, pasokan pangan dunia yang terbuang mencapai hampir sepertiga dari total produksi, yakni sekitar 1,3 miliar ton, sebuah fenomena yang juga terjadi secara signifikan di Indonesia. Banyak variabel yang mendorong terciptanya limbah ini, namun faktor psikologis berupa kesadaran individu serta karakteristik perilaku konsumen diidentifikasi sebagai pemicu utamanya (Kusrini. Perilaku konsumsi masyarakat dalam ekosistem pangan saat ini dihadapkan pada ancaman nyata berupa tingginya akumulasi sampah makanan . ood wast. Masalah ini tidak hanya mencerminkan inefisiensi sistem pangan, tetapi juga memicu dampak berantai yang signifikan terhadap degradasi lingkungan global dan kerugian ekonomi pada skala makro (Wahyu Nugroho & Kusrini, 2. Menurut Anggraini. Indonesia menduduki posisi yang memilukan sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar di wilayah Asia Tenggara, dengan total timbulan mencapai 14,73 juta ton per tahun. Besarnya volume limbah ini tidak sekadar menjadi beban bagi tempat pemrosesan akhir (TPA), namun juga berdampak linier terhadap kerugian finansial negara yang masif, dengan taksiran mencapai Rp213Ae551 triliun per tahun atau setara dengan 4Ae5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Fenomena ini diperparah oleh adanya celah psikologis di mana kesadaran kognitif individu sering kali tidak sejalan dengan realitas tindakan mereka sehari-hari. Farisya et . mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumen sebenarnya menyadari dampak negatif dari membuang makanan, namun kesadaran moral tersebut kerap kalah oleh kebiasaan impulsif seperti memesan makanan melebihi kapasitas lambung atau tergiur oleh promo komersial. Mahasiswa merupakan kelompok konsumen yang dinamis, di mana mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember memegang posisi teoretis yang sangat krusial dalam kajian ini. Berbeda dengan masyarakat umum, kelompok mahasiswa pertanian secara akademis telah dibekali pemahaman mendalam mengenai manajemen agribisnis, rantai pasok pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Oleh sebab itu, menjadi satu urgensi teoretis yang menarik untuk menguji sejauh mana penguasaan materi akademik tersebut mampu mengintervensi kesadaran psikologis mereka, serta melihat apakah pengetahuan tersebut terinternalisasi secara riil dalam perilaku pengelolaan makanan sehari-hari untuk mereduksi food waste (Setioningrum et al. , 2. Celah empiris . esearch ga. dalam studi ini diperkuat oleh fakta bahwa riset terdahulu masih didominasi oleh lokasi di luar Jawa Timur . eperti Jawa Barat. Yogyakarta, dan Jakart. dengan model analisis yang terbatas pada pendekatan deskriptif atau regresi linier sederhana. Untuk menjembatani keterbatasan tersebut, studi ini menerapkan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai kerangka analisis untuk memprediksi tindakan seseorang. Teori ini mengonseptualisasikan bahwa tindakan individu tidak hanya dipengaruhi oleh sikap pribadi dan norma subjektif, melainkan juga dibentuk oleh tekanan lingkungan sosial serta kapasitas kontrol diri (Tengko et al. , 2. How to cite this article: Agustin F. Zalukhu N. Setiawan. , 2026. Determinan Perilaku Food waste Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jurnal Javanica. DOI: https://doi. org/10. 57203/javanica. Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . Beberapa literatur TPB terkait pengelolaan pangan menunjukkan bahwa Russell et al. menekankan bahwa dukungan, ekspektasi, dan norma sosial dari lingkaran terdekat dapat secara signifikan mengurangi intensitas pemborosan makanan. Lebih jauh lagi. Siaputra et al. menggarisbawahi bahwa kontrol perilaku . erceived behavioral contro. , yaitu kemampuan individu dalam mengendalikan porsi dan merencanakan konsumsi, justru menjadi jangkar utama yang paling dominan dalam menentukan keberhasilan reduksi sampah makanan. Namun demikian, penelitian komprehensif yang mengintegrasikan variabel sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku di wilayah Jember masih sangat langka ditemukan, terlebih yang menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Kajian mendalam ini sangat diperlukan sebagai instrumen evaluasi yang objektif bagi kelompok akademika maupun manajemen universitas dalam merumuskan kebijakan internal atau edukasi preventif yang efektif (Prasetyo & Djuwita, 2. Berdasarkan deskripsi permasalahan dan celah penelitian dari berbagai studi terdahulu yang telah diuraikan, rumusan masalah dalam studi ini adalah faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku food waste pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember. Rumusan masalah tersebut dikaji melalui analisis pengaruh sikap terhadap food waste, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Ketiga variabel tersebut dipilih berdasarkan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) yang relevan untuk mendeskripsikan perilaku individu. Hubungan antarvariabel diuji menggunakan metode Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS). II. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuesioner untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku food waste pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember. Metode kuesioner digunakan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik, persepsi, dan perilaku responden terhadap fenomena yang diteliti. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Jember yang dipilih secara sengaja . karena memiliki jumlah mahasiswa yang cukup besar dan beragam sehingga dinilai representatif untuk mengkaji perilaku food waste pada kalangan mahasiswa. Populasi yang digunakan dalam penelitian mencakup seluruh mahasiswa angkatan 2022-2025 Fakultas Pertanian Universitas Jember. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, di mana pemilihan responden didasarkan pada karakteristik dan pertimbangan khusus yang mendukung pencapaian tujuan penelitian. (Sugiyono, 2. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan responden penelitian adalah: mahasiswa aktif angkatan 2022-2025 Fakultas Pertanian Universitas Jember. pernah menyisakan atau membuang makanan. bersedia mengisi kuesioner secara lengkap dan sukarela. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring pada periode Mei 2026 hingga Juni 2026 dan memperoleh responden sebanyak 55 mahasiswa aktif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner yang disebar secara online dan data sekunder yang Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . diperoleh dari berbagai sumber seperti artikel ilmiah, buku, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data, dengan penyusunan butir pertanyaan mengacu pada indikator dari masing-masing Jawaban responden diukur menggunakan skala Likert lima tingkat, dengan rentang nilai dari 1 yang menunjukkan sangat tidak setuju hingga 5 yang menunjukkan sangat setuju. Menurut Sugiyono . , penggunaan skala Likert bertujuan untuk menilai sikap, persepsi, dan pendapat individu terhadap suatu fenomena sosial. Penelitian ini menggunakan variabel yang mengacu pada konsep Theory of Planned Behavior (TPB), yang mencakup sikap terhadap food waste . ttitude toward behavio. , norma subjektif . ubjective nor. , persepsi kontrol perilaku . erceived behavioral contro. , dan perilaku food waste (Purwanto et al. , 2. Setiap variabel diukur menggunakan indikator yang disusun berdasarkan kajian literatur dan penelitian Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS) yang diolah melalui perangkat lunak SmartPLS. Pemilihan metode SEM-PLS didasarkan pada kemampuannya dalam menguji hubungan antarvariabel laten secara simultan serta kesesuaiannya untuk penelitian yang berorientasi pada prediksi. Proses analisis mencakup penilaian model pengukuran . uter mode. , pengujian model struktural . nner mode. , dan pengujian hipotesis yang dilakukan melalui prosedur bootstrapping. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini ditinjau berdasarkan beberapa aspek, yaitu jenis kelamin dan usia. Penggambaran karakteristik tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember sebagai subjek penelitian. Jumlah mahasiswa aktif yang berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini sebanyak 55 orang. Berikut disajikan karakteristik responden berdasarkan masing-masing kategori. Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Kategori Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah (Oran. Usia < 20 Tahun 20-25 Tahun Persentase (%) 9,09 90,91 Sumber: Data primer diolah, 2026 Responden didominasi oleh perempuan sebanyak 74,55% dan berusia 20Ae25 tahun sebanyak 90,91%. Komposisi ini mencerminkan profil mahasiswa yang sedang aktif menempuh perkuliahan di Fakultas Pertanian Universitas Jember. Kedua jenis kelamin terwakili dalam sampel, sehingga data dapat menggambarkan perilaku food How to cite this article: Agustin F. Zalukhu N. Setiawan. , 2026. Determinan Perilaku Food waste Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jurnal Javanica. DOI: https://doi. org/10. 57203/javanica. Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . waste dari berbagai segmen mahasiswa. Konsentrasi usia pada rentang 20Ae25 tahun menunjukkan kesesuaian antara profil responden dan populasi yang menjadi target penelitian ini. 2 Hasil Analisis Data Realibilitas dan Validitas Konstruk Pengujian reliabilitas dan validitas konstruk dilakukan untuk menilai tingkat konsistensi internal pada setiap variabel laten yang digunakan dalam model penelitian. Hasil analisis data menggunakan SmartPLS menunjukkan bahwa seluruh konstruk memperoleh nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability yang telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Pencapaian nilai tersebut mengindikasikan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat keandalan dan konsistensi yang baik dalam mengukur konstruk yang diteliti. Kondisi ini menunjukkan bahwa model telah memenuhi persyaratan pengukuran sehingga analisis dan pengujian hipotesis dapat dilaksanakan. Berikut disajikan hasil uji reliabilitas dan validitas konstruk: Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas dan Validitas Konstruk Konstruk Perilaku Food waste Sikap Food waste Norma Subjektif Persepsi Kontrol Perilaku CronbachAos Alpha 0,828 0,753 0,606 0,791 Composite Reliability 0,876 0,829 0,744 0,857 Sumber: Data diolah, 2026 Ketentuan yang berlaku menyatakan bahwa nilai Cronbach's Alpha Ou 0,6 dan Composite Reliability Ou 0,7 menunjukkan reliabilitas yang baik. Berdasarkan hasil Perilaku Food Waste memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,828 dan Composite Reliability sebesar 0,876. Nilai tersebut menunjukkan bahwa konstruk telah memenuhi kriteria reliabilitas yang sangat baik. Sikap terhadap Food Waste memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,753 dan Composite Reliability sebesar 0,829. Hasil ini menunjukkan bahwa konstruk tersebut telah memenuhi kriteria reliabilitas yang baik. Norma Subjektif menghasilkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,606 dan Composite Reliability sebesar 0,744. Meskipun nilainya relatif lebih rendah dibandingkan konstruk lainnya, nilai tersebut masih melampaui ambang batas minimum yang dipersyaratkan sehingga reliabilitasnya cukup baik. Persepsi Kontrol Perilaku menunjukkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,791 dan Composite Reliability sebesar 0,857. Hasil ini mengindikasikan bahwa konstruk tersebut telah memenuhi kriteria reliabilitas yang baik. Koefisien Determinasi (R-Squar. Penilaian model struktural pada penelitian ini dilakukan melalui analisis nilai R Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . Square (RA). Nilai R Square digunakan untuk mengetahui besarnya kemampuan variabel eksogen dalam menjelaskan variasi yang terdapat pada variabel endogen. Nilai tersebut menggambarkan seberapa besar kontribusi variabel eksogen dalam menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel endogen dalam model penelitian. Semakin tinggi nilai R Square yang diperoleh, maka semakin besar pula kemampuan variabel eksogen dalam menjelaskan keragaman yang ada pada variabel endogen. Hasil perhitungan nilai R Square menggunakan SmartPLS tersaji pada berikut: Tabel 3 Koefisien Determinasi (R Squar. Konstruk Perilaku Food waste R Square 0,591 Sumber: Data diolah, 2026 Hasil pengolahan data menunjukkan nilai R Square (RA) sebesar 0,591. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel sikap terhadap food waste, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku mampu menjelaskan perilaku food waste sebesar 59,1%. Sebanyak 40,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Mengacu pada kriteria Sarstedt et al. yang menyatakan bahwa nilai R Square sebesar 0,75, 0,50, dan 0,25 masing-masing menunjukkan model yang kuat, moderat, dan lemah, maka model dalam penelitian ini tergolong memiliki kemampuan prediksi yang moderat. Pengaruh Sikap Food waste. Norma Subjektif dan Persepsi Kontrol Perilaku terhadap Perilaku Food waste Pengujian hipotesis dilakukan sebagai tahap akhir dalam analisis data penelitian. Proses ini dilakukan pada model struktural menggunakan metode bootstrapping untuk mengevaluasi signifikansi dan arah hubungan antarvariabel laten. Signifikansi hubungan ditentukan berdasarkan nilai t-statistik, sedangkan arah hubungan dilihat dari nilai koefisien jalur yang dihasilkan. Koefisien jalur bernilai positif menunjukkan hubungan searah, sementara koefisien bernilai negatif menunjukkan hubungan berlawanan arah. Hasil pengujian hipotesis menggunakan metode bootstrapping disajikan pada pembahasan berikut. Pengaruh Sikap Food waste terhadap Perilaku Food waste Sikap terhadap food waste menggambarkan penilaian individu mengenai perilaku pemborosan makanan, baik sebagai sesuatu yang positif maupun negatif. Penilaian tersebut berperan dalam membentuk kecenderungan seseorang untuk bertindak terkait pengelolaan makanan. Individu yang memandang food waste sebagai perilaku yang merugikan umumnya memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengurangi pemborosan makanan. Sikap juga sering dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku food waste (Coskun and Ozbuk, 2. Berikut merupakan hasil pengujian pengaruh sikap food waste terhadap perilaku food waste: How to cite this article: Agustin F. Zalukhu N. Setiawan. , 2026. Determinan Perilaku Food waste Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jurnal Javanica. DOI: https://doi. org/10. 57203/javanica. Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . Tabel 4 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Sikap terhadap Perilaku Food waste Konstruk Sikap Food waste > Perilaku Food waste Sumber: Data diolah, 2026 Original Sample 0,21 T-statistic P-values Keterangan 1,44 0,15 H0 Diterima Berdasarkan data hasil uji hipotesis yang ditampilkan pada Tabel 4 mengenai pengaruh sikap terhadap perilaku food waste, nilai koefisien jalur sebesar 0,21 dengan arah positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah antara sikap dan perilaku food waste, artinya semakin positif sikap mahasiswa dalam menilai pentingnya mengurangi pemborosan makanan, maka semakin rendah pula kecenderungan mereka untuk melakukan food waste. Namun demikian, hasil perhitungan T-statistic menunjukkan nilai 1,44 < 1,96 dan nilai P-values sebesar 0,15 > 0,05. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa sikap tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku food waste mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember, sehingga H0 diterima. Tidak signifikannya pengaruh sikap terhadap perilaku food waste dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun sikap yang dimiliki mahasiswa positif, hal tersebut belum tentu diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagian besar responden menyatakan bahwa membuang makanan adalah perbuatan mubazir dan merugikan secara finansial. Akan tetapi, pada praktiknya masih terdapat kondisi-kondisi yang membuat makanan tetap terbuang, seperti kebiasaan memesan melebihi kapasitas makan, makanan yang tidak sempat dikonsumsi karena kesibukan, serta godaan promo dan diskon yang mendorong pembelian berlebih. Hasil ini sejalan dengan penelitian Farisya et al. yang menemukan penilaian negatif terhadap perilaku membuang makanan tidak selalu berujung pada tindakan nyata untuk mengurangi food waste, karena sebagian konsumen masih menyisakan makanan yang telah mereka ambil. Pengaruh Norma Subjektif terhadap Perilaku Food waste Norma subjektif dalam konteks food waste menggambarkan persepsi individu terhadap tekanan atau dorongan sosial yang berasal dari orang-orang di sekitarnya terkait perilaku pemborosan makanan. Persepsi tersebut dapat memengaruhi kecenderungan seseorang dalam mengambil keputusan mengenai pengelolaan makanan. Semakin besar tekanan sosial yang dirasakan untuk tidak membuang makanan secara berlebihan, semakin kuat pula dorongan individu untuk mengurangi food waste (Siaputra et al. Berikut merupakan hasil pengujian pengaruh norma subjektif terhadap perilaku food waste: Tabel 5 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Norma Subjektif terhadap Perilaku Food waste Konstruk Norma Subjektif Perilaku Food waste Sumber: Data diolah, 2026 Original Sample 0,27 T-statistic P-values Keterangan 2,08 0,04 H0 Ditolak Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . Berdasarkan hasil uji hipotesis pada Tabel 5 norma subjektif memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,27 yang menunjukkan hubungan positif terhadap perilaku food Hasil tersebut mengindikasikan bahwa semakin kuat pengaruh sosial yang mendorong pengurangan pemborosan makanan, semakin baik perilaku mahasiswa dalam menghindari food waste. Nilai T-statistic sebesar 2,08 > 1,96 dan P-values sebesar 0,04 < 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Hasil ini membuktikan bahwa norma subjektif berpengaruh signifikan terhadap perilaku food waste mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember sehingga H0 ditolak. Berdasarkan hasil yang diperoleh, norma subjektif memiliki pengaruh sebesar 27% terhadap perilaku food waste mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan sosial dan pengaruh dari orang-orang terdekat memegang peranan penting dalam membentuk perilaku mahasiswa terkait pemborosan makanan. Sebagian besar menyatakan bahwa keluarga, terutama orang tua, sejak kecil telah menanamkan kebiasaan untuk menghabiskan makanan dan tidak membuang-buang rezeki. Selain itu, lingkungan pertemanan juga turut berperan, di mana mahasiswa cenderung menyesuaikan porsi makan ketika makan bersama teman agar tidak ada makanan yang tersisa dan tidak dianggap tidak menghargai makanan oleh orang di sekitarnya. Hasil ini didukung oleh penelitian Russell et al. yang menunjukkan bahwa norma subjektif berpengaruh signifikan terhadap upaya mengurangi food waste. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa dukungan, harapan, dan pandangan dari orang-orang yang dianggap penting dapat mendorong individu untuk mengurangi perilaku pemborosan makanan. Pengaruh Persepsi Kontrol Perilaku terhadap Perilaku Food waste Persepsi kontrol perilaku dalam konteks food waste menunjukkan tingkat keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengendalikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan pemborosan makanan. Persepsi ini mencerminkan sejauh mana seseorang merasa memiliki kendali atas perilaku yang dilakukannya terkait pengelolaan Semakin tinggi keyakinan individu terhadap kemampuannya mengendalikan perilaku food waste, semakin besar kecenderungannya untuk mengurangi pemborosan makanan (Siaputra et al. , 2. Berikut disajikan hasil pengujian pengaruh persepsi kontrol perilaku terhadap perilaku food waste: Tabel 6 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Persepsi Perilaku Kontrol terhadap Perilaku Food waste Konstruk Persepsi Kontrol Perilaku > Perilaku Food waste Sumber: Data diolah, 2026 Original Sample 0,43 T-statistic P-values Keterangan 2,67 H0 Ditolak Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang disajikan pada Tabel 6, persepsi kontrol perilaku terhadap perilaku food waste memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,43 dengan arah yang positif. Arah positif tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang searah, artinya semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam How to cite this article: Agustin F. Zalukhu N. Setiawan. , 2026. Determinan Perilaku Food waste Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jurnal Javanica. DOI: https://doi. org/10. 57203/javanica. Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . merencanakan dan mengendalikan konsumsi makanannya, maka semakin rendah pula kecenderungan mereka untuk melakukan food waste. Nilai T-statistic yang diperoleh sebesar 2,67 lebih besar dari nilai kritis 1,96, dan nilai P-values sebesar 0,01 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi kontrol perilaku berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku food waste mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember, sehingga H0 ditolak Persepsi kontrol perilaku merupakan variabel dengan pengaruh terbesar dibandingkan variabel lainnya, yaitu sebesar 43% terhadap perilaku food waste Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan perilaku konsumsi makanannya menjadi faktor paling dominan dalam menentukan apakah mereka akan melakukan pemborosan makanan atau tidak. Sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka terbiasa mempertimbangkan porsi makan sebelum memesan atau mengambil makanan, mengecek ketersediaan makanan yang masih ada sebelum membeli yang baru, serta merencanakan konsumsi makanan agar tidak berlebihan meskipun sedang ada promo atau diskon. Kondisi ini menggambarkan bahwa mahasiswa yang memiliki persepsi kontrol perilaku yang baik cenderung lebih mampu mengelola konsumsi makanannya secara bijak, sehingga potensi terjadinya food waste dapat diminimalkan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Siaputra et al. yang menunjukkan bahwa persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap niat untuk mengurangi food waste. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa individu yang merasa mampu mengendalikan perilaku konsumsinya cenderung lebih mudah mengurangi pemborosan makanan. Persepsi kontrol perilaku bahkan menjadi faktor yang paling penting dalam mendorong upaya pengurangan food waste. IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua variabel dalam Theory of Planned Behavior (TPB) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku food waste mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember. Sikap terhadap food waste tidak berpengaruh signifikan, sehingga sikap positif untuk mengurangi pemborosan makanan belum tentu diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebaliknya, norma subjektif berpengaruh signifikan, menunjukkan bahwa dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sosial berperan dalam mengurangi food waste. Persepsi kontrol perilaku merupakan variabel yang paling dominan, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam merencanakan dan mengendalikan konsumsi makanan sangat menentukan rendahnya tingkat food waste. Hasil penelitian ini mengindikasikan perilaku food waste lebih dipengaruhi oleh faktor sosial dan pengendalian diri dibandingkan sikap individu. Saran Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh, maka diajukan saran yakni Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember disarankan untuk terus melatih dan meningkatkan kontrol perilaku diri . erceived behavioral contro. secara mandiri, seperti lebih bijak dalam memesan makanan atau mengambil porsi yang sesuai Jurnal Javanica Volume 5 Nomor 1: 27-36 . dengan kapasitas konsumsinya. Langkah konkret ini terbukti secara empiris menjadi faktor utama yang paling efektif dalam menekan potensi timbulan food waste. DAFTAR PUSTAKA